Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Bgmn pandangan Agama Buddha, ttg teori darwin. Manusia dulu evolusi dari monyet  (Read 40743 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
eh, maaf, ada yang salah.. barusan saya baca-baca lagi DN 27. Makhluk yang bercahaya yang saya maksudkan di atas itu, adalah makhluk yang meninggal dari alam brahma Abhassara. Jadi, bukan makhluk dari alam brahma Abhassara.

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
Tidak dikatakan bahwa terbentuknya semesta itu dari cahaya.

Tapi di DN 27, ada suatu  masa di mana sebagian besar makhluk terlahir di alam brahma Abhassara (mereka bercahaya). Singkat cerita, muncul tanah yang lezat. Mereka memakan tanah ini, nanti lama-kelamaan cahaya tubuhnya lenyap dan tubuhnya menjadi kasar.

Apakah ini bisa disebut evolusi?

Evolusi membahas tentang origin of species, yaitu asal-usul keanekaragaman makhluk. Dari kutipan di atas, keanekaragaman itu didasari oleh gen yang diwariskan. Kalo lebih lanjut, IMHO, ada pengaruh juga dari habitat/lingkungan.

Berdasarkan pengertian 'evolusi' tsb, maka brahma Abhassara yang hilang cahaya tubuhnya, dan tubuhnya menjadi lebih kasar, itu di luar lingkup bahasan evolusi, karena tidak ada pewarisan gen, dst.
________________________

Lalu dari tubuh halus (bercahaya) ke tubuh kasar (padat), itu bukan alam arupa menjadi rupa. Untuk definisi alam arupa dan rupa, coba lihat di sini:

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=1657.0

bilang aja, Sang Buddha tidak menyebutkan berapa jumlah alam.

zombie makhluk fiktif kan? ga perlu dibahas deh kalo fiktif...

Ah ia, tadi saya salah menyusun kata"....thanks koreksinya....

Kl dari cahaya ke bentuk kasar emang ga ada pewarisan gen sih... tapi sepertinya tu asal usul manusia ya bukan asal usul mammals karena cuma terdiri dari 4 kasta ‘Ada, Vāseṭṭha, empat kasta ini: Khattiya, Brāhmaṇa, pedagang dan pekerja.....’


kalo kutipan dari eka citta:
Quote
Selain itu, dalam kutipan di atas kita juga dapat menemukan pernyataan
mengenai perubahan karakteristik fisik dan evolusi yang terjadi pada
makhluk yang ada di bumi tersebut. Pernyataan inilah yang seringkali
diinterpretasikan sebagai bentuk teori evolusi dalam agama Buddha.
Akan tetapi, banyak juga para ahli yang menginterpretasikan kutipan
tersebut tidak dapat diartikan secara harfiah dan merupakan bentuk
perumpamaan dari kemelekatan. Kesimpulan ini dapat ditarik karena
sutta
tersebut tidak semata-mata bercerita dengan penciptaan dunia
dan proses kehidupan. Lebih dari pada itu, kutipan tersebut dapat juga
diartikan sebagai salah satu bentuk kemelekatan makhluk terhadap
kenikmatan keduniawian yang dinikmati oleh makhluk tersebut di bumi.
Pada gilirannya, kemelekatan tersebut akan menimbulkan penderitaan
dan mulainya proses tumimbal lahir yang terus menerus pada makhluk
« Last Edit: 06 March 2013, 04:51:41 PM by M14ka »

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
^ ^ ^

Yang quote dari eka-citta di atas, saya kurang setuju kalo disebutkan bahwa kutipan sutta itu hanya sekedar perumpamaan.

Saya lebih cenderung berpikir bahwa sutta itu tidak menceritakan secara detil proses evolusi makhluk hingga menjadi manusia. Makanya, sutta itu tidak bisa dijadikan patokan untuk membahas evolusi.

Jadi, kalo mau tau gimana prosesnya, kita serahkan saja ke sains...

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Kl dari cahaya ke bentuk kasar emang ga ada pewarisan gen sih... tapi sepertinya tu asal usul manusia ya bukan asal usul mammals karena cuma terdiri dari 4 kasta ‘Ada, Vāseṭṭha, empat kasta ini: Khattiya, Brāhmaṇa, pedagang dan pekerja.....’


saya anggap mammals, maksudmu secara umum adalah hewan ya... CMIIW

Memang sepertinya itu asal-usul terbentuknya species manusia. Tapi saya rasa sih belum tentu demikian, karena sang Buddha berbicara dalam konteks "proses munculnya kasta", maka tentu fokusnya ke manusia. Hewan tidak dibahas.

Entah apakah ada atau tidaknya percabangan dari evolusi "nenek moyang" makhluk, menjadi hewan (selain species manusia), tidak tau juga. Karena tidak dibahas.
« Last Edit: 07 March 2013, 08:40:18 AM by dhammadinna »

Offline M14ka

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.821
  • Reputasi: 94
  • Gender: Female
  • Live your best life!! ^^
^ ^ ^

Yang quote dari eka-citta di atas, saya kurang setuju kalo disebutkan bahwa kutipan sutta itu hanya sekedar perumpamaan.

Saya lebih cenderung berpikir bahwa sutta itu tidak menceritakan secara detil proses evolusi makhluk hingga menjadi manusia. Makanya, sutta itu tidak bisa dijadikan patokan untuk membahas evolusi.

Jadi, kalo mau tau gimana prosesnya, kita serahkan saja ke sains...

Yup.... Setuju....

saya anggap mammals, maksudmu secara umum adalah hewan ya... CMIIW

Memang sepertinya itu asal-usul terbentuknya species manusia. Tapi saya rasa sih belum tentu demikian, karena sang Buddha berbicara dalam konteks "proses munculnya kasta", maka tentu fokusnya ke manusia. Hewan tidak dibahas.

Entah apakah ada atau tidaknya percabangan dari evolusi "nenek moyang" makhluk, menjadi hewan (selain species manusia), tidak tau juga. Karena tidak dibahas.


Oh ya,  betul juga....mungkin juga sebelum jadi manusia tu berbentuk mammals yang bercabang tapi ga dibahas krn fokus ke manusianya...

Karena ga dibahas kita serahin ke sains aja....  :))


Offline gryn tea

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.203
  • Reputasi: 34
  • Gender: Female
  • SABBE SANKHARA ANICCA
http://www.facebook.com/korankita/posts/540850559270767:0
Bagaikan sekuntum bunga yang indah tetapi tidak berbau harum; demikian pula akan tdk b'manfaat kata-kata mutiara yg diucapkan oleh org yg tdk melaksanakannya

Offline gryn tea

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.203
  • Reputasi: 34
  • Gender: Female
  • SABBE SANKHARA ANICCA
Gigi Monyet Jadi Petunjuk Manusia 'Hobbit' Flores

Keberadaan manusia hobbit di Flores, Nusa Tenggara Timur, masih menyimpan misteri. Namun, penelitian terbaru oleh tim ilmuwan Universitas Cambridge di Inggris berhasil menguak peran monyet terkecil di dunia yang bisa membantu mengungkap asal-usul Homo floresiensis, si manusia kerdil dari Flores.
Tengkorak manusia hobbit diketahui serupa dengan Homo erectus, hominin yang tubuhya lebih tinggi. Berdasarkan hal ini, salah satu teori menyatakan bahwa H. floresiensis, yang fosilnya ditemukan 10 tahun lalu, merupakan spesies kerdil yang berevolusi dari hominin yang lebih besar.
Namun, otak dan gigi manusia hobbit ternyata relatif lebih kecil untuk ukuran spesies kerdil. Proporsi otak dan gigi yang kurang pas ini memunculkan teori lain yang menyebutkan H. floresiensis bukanlah spesies baru, melainkan hanya variasi bentuk yang tidak biasa dari spesies manusia modern, Homo sapiens.
Kontroversi asal-usul manusia hobbit ini ternyata juga dijumpai pada monyet kerdil (Callithrixpygmaea). Peneliti dari Universitas Cambridge, Stephen Montgomery dan Nicholas Mundy, mengatakan monyet kerdil sebelumnya juga diajukan sebagai spesies baru. Namun, belakangan diketahui primata mungil itu memiliki gigi yang terlalu kecil untuk ukuran tengkoraknya.
"Kasus ini menunjuk pada terjadinya kekerdilan," kata Montgomery, Kamis, 7 Maret 2013. Kini, menggunakan pohon evolusi primata, Montgomery dan Mundy telah mengkonfirmasi bahwa monyet kerdil memang berevolusi dari nenek moyang yang lebih besar, lalu mengalami kekerdilan.
Lalu, mengapa giginya kecil? Menurut Montgomery, evolusi spesies kerdil biasanya melibatkan proses memperpendek waktu kehamilan dan pertumbuhan bayi. Namun, baru-baru ini muncul teori lain yang menyebutkan adanya rute yang tidak biasa: panjang kehamilan tetap sama, tetapi pertumbuhan janin melambat. "Hal ini dapat mempengaruhi ukuran otak dan gigi," ujarnya.
Pada kasus monyet kerdil, Montgomery dan Mundy menemukan bahwa masa kehamilan dan pertumbuhan bayi tidak berbeda jauh dengan spesies monyet kerabat dekat mereka. Ini menunjukkan monyet kerdil mengambil rute yang tidak biasa untuk berkembang menjadi primata bertubuh mungil. (tempo/7/3/13)
Bagaikan sekuntum bunga yang indah tetapi tidak berbau harum; demikian pula akan tdk b'manfaat kata-kata mutiara yg diucapkan oleh org yg tdk melaksanakannya

Offline urban888

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 134
  • Reputasi: 2
  • Gender: Male
  • Kebetulan terjerumus ke DC
temen** Bagaimana pandangan agama buddha , tentang teori darwin. Manusia dulu evolusi dari monyet???

please share..

klo repost please delete n link yo.. thanks

Leluhur manusia berasal dari Benua Eropa dan kemubian bermigrasi menyebar ke tempat lain karena perbedaan iklim cuaca makanan dan pola hidup muncul berbagai ras  _/\_
Lebih baik punya 1 sahabat daripada 1000 teman lebih baik punya 1000 teman daripada 1 musuh

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Orang itu sendiri yang bertumimbal lahir dari monyet kemudian bertumimbal lahir jadi manusia.
Klo monyet evolusi manusia, kenapa monyet sekarang malah gak bisa evolusi? digimon aja masih bisa evolusi.

Kebetulan saja monyet itu "gen" (wajah n bentuk) hampir sama dengan manusia, sebenarnya tidak. Monyet ya monyet, manusia = manusia. Ilmuan Darwin terlalu banyak nonton Digimon, patamon jadi angemon. JK :))
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.