Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: "RITUAL"  (Read 1375 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
"RITUAL"
« on: 23 May 2009, 12:52:00 PM »
Dear All:

Baru² ada diskusi rekanku di Facebook yg sekalian mengingatkanku pada diskusi thn lalu dgn rekan² di Indofood.
Ada yang melakukan "ritual" saat kerabatnya meninggal, saja...
Ada yang melakukan "ritual" saat nikah & saat kerabat meninggal, saja...
Ada yang melakukan "ritual" tiap tahun saat sin-cia, atau hari besar keagamaan saja...
Ada yang melakukan "ritual" saat che-it & cap-go (tgl 1 & 15 Imlek), saja...
Ada yang melakukan "ritual" sekali seminggu, saja...
Ada yang melakukan "ritual" sekali sehari (umumnya sebelum tidur), saja...
Ada yang melakukan "ritual" sehari 5 kali, saja...
Ada yang melakukan "ritual" sehari 5 kasus yg terkait dgn Pancasila, saja...
Ada yang melakukan "ritual" seminggu atau sebulan penuh saat retreat meditasi, saja...

Lantas "ritual" ideal Buddhis yang bagaimana yah?
Yesus mengajarkan doa kepada Bapa-Nya di surga, demikian juga yang dilakukan umat-Nya...
Muhammad SAW menjalankan sholat 5 waktu & berpuasa; demikian juga praktik yg dijalankan umat-Nya...
Lantas, bagaimana dengan yang kita teladani dari Buddha Gotama? Jelas kita tidak perlu ikutan pindapatta atau sehari cuma tidur ± 1 jam, betul gak?

Dulu ketika diskusi dgn rekan² di Indofood, topik "ritual" ini diangkat karena terinspirasi oleh pertanyaan sederhana dari Madam Nina van Gorkom (pakar/praktisi Abhidhamma, istri mantan dubes Belanda utk Indonesia) saat bergabung di sebuah milis yg beliau bina...
Samvara akan proses keenam indera yang kita miliki ini; yang mengarahkan kepada pengikisan total akan: lobha, dosa, & moha... Tidak sederhana memang; namun Sang Buddha dan para Ariya merupakan teladan kita. Tentu saja kita tidak sekoyong-konyong mampu memiliki perhatian murni (sati) setiap momen akan proses muncul-berlangsung- padam-nya kombinasi nama & rupa; seperti para Beliau. Tapi kita punya peluang itu, dengan dimulai dari yang paling kasar, entah itu ucapan, aksi fisik; yang kemudian beranjak kepada gerak-gerik bathin.

Mentor saya senantiasa mengingatkan, bahwa kita dihadapkan pada tantangan riil setiap hari sejak kita melek mata hingga merem ~ yakni reaksi bathin akan 6 indera yang kita miliki. Mau memberikan reaksi seperti apa? Yang mempertebal lobha, dosa, & moha? Atau yang mengarahkan bathin kepada pengikisannya? Alobha, adosa, & amoha?
Madam Nina bilang, "ritual ideal" (praktiik riil) kita sebagai Buddhis adalah: di dalam tantangan merespon akan kontak 6 indera dengan obyeknya masing², jelas mengarah kepada pengikisan total akan lobha, dosa, & moha...
Suka atau tidak, menolak atau menerima ~ memang kenyataannya kita dihadapkan pada realitas situasi demikian yg tidak bisa dinegosiasikan. Kondisi ini tidak akan menunggu setahun sekali atau beberapa momen dari sehari... Dia menghadapi kita setiap momen sejak kita melek hingga persis sebelum kita merem...
Kelahiran sebagai manusia adalah kelangkaan pertama dari 4 kelangkaan di alam semesta ini; alam di mana kita paling ideal utk mengerti & praktik Buddha Dhamma. Wah, kalo sudah begini saya "malu" jika bertemu dengan teman karib yang sekarang menjadi Bhikkhu; beliau senantiasa mengingatkan saya utk praktik intensif.
Semoga tulisan ini yang justru sebagai media "menempeleng diri sendiri", bisa memotivasi diri ini utk senantiasa samvara...
Sadhu³...

Sukhi Hotu,

Gun [at] saro

_/\_ :lotus:
« Last Edit: 23 May 2009, 01:07:19 PM by Lily W »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are