Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*  (Read 14274 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.383
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
"Three Groups of Related Discourses from MAHAHAVAGGA SAMYUTTA"
Translated by Professor U Ko Lay, Yangon
Edited by the Editorial Committee, DFPPS (Myanmar Tipitaka Association), 1998

5. Bahiya Sutta
Discourse Concerning the Venerable Bahiya

     321. The Bhagava was staying at Savatthi. At that time the Venerable Bahiya approached the Bhagava and having paid homage to the Bhagava sat in a suitable place. After being thus seated, the Venerable Bahiya addressed the Bhagava thus: "Venerable Sir, may it please the Bhagava to teach the dhamma in a brief manner so that. having heard the dhamma, I can repair alone in a quiet place of solitude and abide (practising meditation) with mindfulness and diligence, with the mind bent on Nibbana."

     In that case, Bahiya, you should ensure purity in the first stage of meritorious practices. And what is the first stage of the meritorious practices? It is the practice of very pure morality and the holding of upright view (i.e., belief in reaping the fruits of one's own actions). When. Bahiya, your morality becomes very pure and your view becomes upright, then, based on morality and well-established in morality, you should cultivate the Four Methods of Stead fast Mindfulness.

     What are the Four (Satipatthanas)? Bahiya, in this Teaching you should abide keeping your mind steadfastly on the body (kaya) with diligence, comprehension and mindfulness, thus keeping away covetousness and distress in the five khandhas ...p... on Sensation ... p... on Mind ...p... keep your mind steadfastly on Mind-Objects, with diligence, comprehension and mindfulness, thus keeping away covetousness and distress in the five khandhas. Bahiya, when based on morality and well established in morality, you develop the Four Methods of Steadfast Mindfulness, only progress in Meritorious factors is to be expected in days and nights to come not their decline.

     Then the Venerable Bahiya, gladdened at heart and rejoicing at the words of the Bhagava. paid respectful homage to the Bhagava, rose from his seat and left, keeping the Bhagava on his right. Then the Venerable Bahiya went to a quiet place of solitude and abided (practising meditation) with mindfulness and diligence, with the mind bent on Nibbana. He soon attained by himself, in this very life, by virtue of Magga Insight, the fruits of the noblest and the most supreme Arahatship, the ultimate goal for the sake of which men of good family leave the household life to lead the homeless life. He knew Rebirth is no more; the Noble Practice Purity has been accomplished; what is to be done (for Magga Insight) has been done; there is nothing more to do (to attain Magga Insight). Venerable Bahiya became one among the Arahats.

End of the Bahiya Sutta,

the fifth in this Vagga.
« Last Edit: 05 May 2009, 09:13:23 PM by Sumedho »
There is no place like 127.0.0.1

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #1 on: 06 May 2009, 05:08:32 PM »
Kalo versi Udana gimana bro?

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.383
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
There is no place like 127.0.0.1

Offline Xan To

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 481
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #3 on: 07 May 2009, 11:05:12 PM »
walah bahasa inggris :'(

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #4 on: 07 May 2009, 11:27:41 PM »
walah bahasa inggris  :'(

dapat buku Visuddhi Magga yg bagus, tapi bhs inggris aja
aku kasih teman .......  ;D
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Xan To

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 481
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #5 on: 07 May 2009, 11:40:37 PM »
oh ya, emang ada apa dengan yang di SN dan UD???

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #6 on: 07 May 2009, 11:55:04 PM »
oh ya, emang ada apa dengan yang di SN dan UD???

Xan to tanya saya?? .....
walah ...... bhs inggris nda ngertii
jadi gak tau, seandainya di SN dan UD ada perbedaan?

Tanya suhu aja yaaak .....  ;D
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #7 on: 08 May 2009, 09:24:17 AM »
Bedanya adalah kalau dalam versi Udana, tuntunan kepada Bahiya tidak dimulai dengan pendahuluan mengenai moralitas (sila), dan bimbingan Satipatthana-nya adalah mengenai Salayatana (enam landasan indriah), bukan panca khanda.

Dalam versi Udana (dan Dhammapada Atthakatha) dijelaskan juga bagaimana Bahiya bisa bertemu dengan Buddha, juga diceritakan tentang kematian Bahiya tidak lama setelah mendengar khotbah itu karena diseruduk sapi ngamuk.

Offline Xan To

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 481
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #8 on: 08 May 2009, 09:52:16 AM »
Oh saya kira ada pertentangan gitu ;D

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.383
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #9 on: 08 May 2009, 10:03:37 AM »
well said, well said, well said
There is no place like 127.0.0.1

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #10 on: 08 May 2009, 10:11:08 AM »
Pertentangan dalam hal ajaran sih, sepertinya tidak ada. Tapi kalo dari sudut pandang kisahnya, sungguh beda jauh. Misalnya setelah itu Bahiya dikatakan mengasingkan diri dan mencapai Arahatta, sementara dalam kisah lainnya, Bahiya mencapai Arahatta di tempat itu juga, bahkan sebelum Buddha mengajarkan sampai selesai. Itu sebabnya Bahiya dinyatakan (dalam Anguttara Nikaya) sebagai yang tercepat dalam mendapat pengetahuan (khippābhiññānam).

Offline Xan To

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 481
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #11 on: 08 May 2009, 10:38:34 AM »
 :o oh ada pertentangan kisah toh jadi ini nih yang bikin perdebatan dengan bro coedabgf ya  :-?  ::)

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #12 on: 08 May 2009, 01:05:30 PM »
Emangnya ada debat dengan coedabgf tentang Bahiya?? Bisa minta linknya?

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #13 on: 08 May 2009, 01:25:42 PM »
Bedanya adalah kalau dalam versi Udana, tuntunan kepada Bahiya tidak dimulai dengan pendahuluan mengenai moralitas (sila), dan bimbingan Satipatthana-nya adalah mengenai Salayatana (enam landasan indriah), bukan panca khanda.

Dalam versi Udana (dan Dhammapada Atthakatha) dijelaskan juga bagaimana Bahiya bisa bertemu dengan Buddha, juga diceritakan tentang kematian Bahiya tidak lama setelah mendengar khotbah itu karena diseruduk sapi ngamuk.

Kalo dalam Abhidhamma...

Salayatana terdiri dari :
1. Cakkhu (mata)
2. Sota (telinga)
3. Ghana (hidung)
4. Jivha (lidah)
5. Kaya (Jasmani)
6. Mano (pikiran)

No. 1-5 = Rupa
No. 6 = Nama (batin)

Jadi salayatana juga terdiri dari Nama dan Rupa....seperti Pancakkhandha yg terdiri dari Nama dan Rupa.

_/\_ :lotus:


~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: SN 47.15: Bahiya Sutta *Versi Samyutta Nikaya, bukan Udana*
« Reply #14 on: 08 May 2009, 01:38:22 PM »
Bedanya adalah kalau dalam versi Udana, tuntunan kepada Bahiya tidak dimulai dengan pendahuluan mengenai moralitas (sila), dan bimbingan Satipatthana-nya adalah mengenai Salayatana (enam landasan indriah), bukan panca khanda.

Dalam versi Udana (dan Dhammapada Atthakatha) dijelaskan juga bagaimana Bahiya bisa bertemu dengan Buddha, juga diceritakan tentang kematian Bahiya tidak lama setelah mendengar khotbah itu karena diseruduk sapi ngamuk.

Kalo dalam Abhidhamma...

Salayatana terdiri dari :
1. Cakkhu (mata)
2. Sota (telinga)
3. Ghana (hidung)
4. Jivha (lidah)
5. Kaya (Jasmani)
6. Mano (pikiran)

No. 1-5 = Rupa
No. 6 = Nama (batin)

Jadi salayatana juga terdiri dari Nama dan Rupa....seperti Pancakkhandha yg terdiri dari Nama dan Rupa.

_/\_ :lotus:

Ya, sebetulnya intinya adalah sama, maka saya bilang kalau dalam hal ajaran, sepertinya tidak ada pertentangan.
Kalau kita melihat menilai dari "luar", maka kita lihat mahluk adalah kumpulan panca khanda. Kalau kita lihat dari "dalam", maka seluruh dunia adalah segala yang berinteraksi dengan enam landasan indriah. Hal seperti ini juga bisa dilihat dari 4 sutta Bhaddekarata dalam Majjhima Nikaya, di mana 3 di antaranya (Bhaddekarata, Ananda Bhaddekarata, dan Lomasakangiya Bhaddekarata) membahas dari sudut pandang Panca Khanda, sementara Mahakaccana Bhaddekarata membahas dari sudut pandang Salayatana.