Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Recent Posts

Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 10
1
Petunjuk untuk tamu dan pengunjung / ReliefJet Essentials for Outlook Cracked
« Last post by Brucecar on Yesterday at 09:17:49 PM »
Tekan tombol "Download Sekarang" untuk diunduh ReliefJet Essentials for Outlook Cracked.
Proses hanya akan mengambil beberapa saat.
 

 
Sebuah utilitas berguna berisi array modul yang luas untuk Outlook, yang dapat digunakan untuk melakukan banyak aksi e-mail-terkait
 
Cermin ---> ReliefJet Essentials for Outlook crack new
 
· Versi rilis: 4.13.8
· Tanggal Build: July 31 2019
· Pengembang: Relief Software
· Unduhan: 23854
· Tipe unduh: keselamatan (tidak ada torrent/tidak ada virus)
· Status berkas: bersihkan (sebagai analisis terakhir)
· Ukuran berkas: kecil
· Harga: gratis
· Persyaratan khusus: tidak
· Sistem yang didukung: Win 10 64 bit / Win 10 / Win 2008 / Win 2003 / Win 8 64 bit / Win 8 / Win 7 64 bit / Win 7 / Win Vista 64 bit / Win Vista / Win XP
· Peringkat:
 

 
Tags cloud :
reliefjet essentials for outlook license code, reliefjet essentials for outlook + crack latest, reliefjet essentials for outlook + crack latest, reliefjet essentials for outlook crack serial, reliefjet essentials for outlook full crack latest, reliefjet essentials for outlook cracked full, reliefjet essentials for outlook cracked full, reliefjet essentials for outlook license code, reliefjet essentials for outlook crack hack, reliefjet essentials for outlook with license key latest
 
perangkat lunak populer: [/b] https://serial4download.com
 
It may be interesting:
How to Determine Whether an Order is “Final” for Appellate Purposes | Florida Appellate Law Blog
Помощь повышение оригинальности текста
A. BUDAYA TULUNGAGUNG – Adik Ulfa Dhyah Ayu Fitrianingsih
Download Crusader Kings II: The Old Gods keygen serial
MapTiler Crack Serial - http://qa.rmutto.ac.th
How to Turn Off Windows Defender in Windows 10
Скачать TrueConf Server crack и keygen
Repair missing or corrupt agmcrdrv.dll
HealthCost | The Freedom to Choose
2
Tolong ! / Bhante yang Bisa Tutup Mata Batin
« Last post by stevenlee.a on 15 September 2019, 05:27:27 AM »
Tolong teman-teman.
Anak saya (skrg umur 3 tahun) sejak lahir mempunyai kemampuan untuk melihat mahluk halus. Kita sudah berkunjung ke beberapa orang pintar cuma jawabannya selalu sama, tidak bisa ditutup.

Mungkin di forum ini ada yg kenal dengan bhante yang mengerti soal ini. Kasihan anak kalau di rumah ada yang mampir dan gak mau pergi, malam pasti gak tidur.

Kita sudah bosan bolak balik cr orang untuk bersihkan rumah. Krn stlh dibersihkan, nanti bs datang lagi. Terima kasih.
3
Petunjuk untuk tamu dan pengunjung / Re: User Group
« Last post by Arya Karniawan on 09 September 2019, 01:50:58 PM »
No
4
Theravada / Re: Bagaimana kamma mengenali pelakunya?
« Last post by Candra Taruna on 05 September 2019, 06:42:05 PM »
Tampaknya ada yang salah pada pemikiran anda sehingga jadi bingung dan anda memikir dari arah yang salah Nak ......
Coba perhatikan, renungkan, pikirkan, analisa, apa yang saya katakan berikut ini :

Pertama :
Semua yang terjadi, yang kemudian timbul, bentuk dan bukan bentuk, terwujud dari Kehendak Pikiran, dari Perbuatan yang dilakukan (Jasmani), dari Perkataan
Jadi seseorang terlahir jelek itu bukan kerjaan sesuatu Mahluk (atau bukan Mahluk) yang bernama Karma, tetapi karena dirinya sendiri yang pemarah, galak dan judes
Masih kurang paham?

Gini, Apapun yang dilakukan seseorang dengan (landasan) Pikiran, Perkataan dan Perbuatan badan jasmani, itu akan berbalik kembali untuk diterima oleh dirinya di Masa mendatang
Diterima kembali itu di Masa mendatang, cara kerja yang demikian itu, yang terjadi pada setiap Mahluk, disebut sebagai Hukum Karma (Hukum Sebab Akhibat)
Sampai disini ... Paham belon?

Belon ......
He..He..He.. Gini ... perhatikan lagi :

Jadi Karma/Kamma itu adalah Hukum atau tepatnya cara kerja sesuatu kejadian, dari kejadian A menjadi kejadian B, penamaan sebagai Karma itu hanya sebagai penamaan (anda bisa saja menamakannya yang lain), BUKAN sesuatu yang bisa memilih, semisalnya, anda melihat Kodok Menangkap Nyamuk, maka itu Kodok (dinamakan) menangkap Nyamuk, kalo anda bertanya bagaimana menangkap itu bisa memilih nyamuknya, itu jadi keblinger

Masih bingung?
Gini :

Pada saat timbul kehendak pikiran pada seseorang, seperti misalkan ingin menjadi Buddha, maka ia bisa saja menjadi Buddha di Masa mendatang (jika syarat²/faktor² pendukungnya terpenuhi), Pikiran seseorang, Perkataan seseorang, Perbuatan seseorang akan timbul di Masa Mendatang dalam Bentuk Jasmani dan Bathin (Bentuk ataupun Bukan Bentuk), Jadi semisalnya seseorang melakukan kejahatan tertentu (istilahkanlah A) maka itu akan timbul menjadi Jasmaninya dan Bathinnya di Masa Mendatang, merupakan perwujudan dari A tersebut, entah baik atau buruk, bahkan, Alam² saja, terbentuk karena kekuatan Perbuatan, Perkataan dan Pikiran ini ... dikatakan, ada Masanya beberapa Alam Dewa tertentu akan kosong dan Lenyap, karena tidak adanya Mahluk yang punya keselarasan dalam Perbuatan, Perkataan dan Pikiran untuk terlahir disana

Jadi ...

Tidak perlu, tidak ada Kamma yang mengenali si Pelaku dan menimpakan akhibat (seperti Hakim menghukum orang bersalah), tetapi orang itu dari si A menjadi B, dari si B terlahir lagi menjadi C, kemudian menjadi D, E, F, G, H ...... dst adalah sesuai dengan perbuatannya sendiri (secara pikiran, perkataan dan perbuatan Jasmani)
Jadi semisalkan, seseorang menyembelih Kambing, maka di Masa Mendatang, dia pasti akan menjadi Kambing yang disembelih secara begitu juga, tidak perlu si Karma yang memilih, atau dikenali sebagai acchhh ini nich si A yang dulu menyembelih ... sekarang udah mati dan terlahir sebagai B, dia harus terima balasan disembelih juga ... bukan begitu ... tetapi kemanapun si A terlahir dan sebagai siapapun, tanpa perlu si Karma memilihnya, maka dia pasti akan disembelih ... koncinya : semua perbuatannya pasti kembali padanya ... apapun ... baik atau buruk ... besar atau kecil (kecuali Ahosi)

Jadi sebenernya sangat mengerikan melakukan kejahatan itu, karena seperti Cermin yang merefleksikan secara tepat benda² yang tergambar disana, maka saat seseorang melakukan kejahatan, secara Jasmani, perkataan bahkan Pikiran, dia akan terima kembali itu di Masa Mendatang, tanpa tawar-menawar ! ... dan hasil di Masa mendatang, akan berkali² lipat dari yang sekarang karena ketambahan unsur² Bathin (dengan ajakan, tanpa ajakan, dengan pengertian, tanpa pengertian, dengan Metta, dengan Dosa, dengan Hormat, tanpa Hormat dll) yang walaupun tidak berwujud, tidak ketara, unsur² Bathin ini memainkan peran yang sangat hebat dan jauh lebih kuat, inilah sebabnya seseorang yang membunuh 1 domba, bisa terlahir 500x menjadi domba yang terbunuh, bisa 1000x, bahkan bisa sejumlah bulu² yang ada di domba tersebut ... mengerikan sekali penderitaan pelaku kejahatan

OK ... lanjut

Peristiwa terjadinya A menerima kembali perbuatannya dan dia disembelih juga (padahal di kehidupan akan datang itu dia sudah lupa dan tidak ingat, ingatannya beku karena tertutup Tumimbal Lahir) itu menjadi Hukum (cara kerja), bahwa setiap perbuatan apapun yang dilakukan oleh Pikiran, Perkataan dan Badan Jasmani itu menjadi Hukum dan oleh Buddha Gotama dinamakan Hukum Kamma atau Hukum Perbuatan (Kamma = perbuatan)

Arus yang bekerja sehingga seseorang harus menerima kembali apa yang dilakukannya (Baik atau Buruk) itu dinamakan arus Kamma, kekuatannya dinamakan kekuatan Kamma, kekuatan ini adalah merupakan kekuatan terbesar di Jagad ini, bahkan seseorang SammaSamBuddha, Paccekha Buddha dan Arahat seperti Mogalanna harus menerima kembali apa yang sudah diperbuatnya sebelum Beliau memasuki Nibbana, tanpa diterima kembali semua perbuatan ini maka seseorang belum dapat memasuki Nibbana

Kalo disetarakan dengan hukum Fisika, Hukum ini seperti Hukum Momentum dan Impuls, dimana suatu Daya yang dilepaskan di ruang hampa akan terus berlanjut kecuali bertemu dengan daya yang berlawanan yang besarnya setara untuk menghentikannya, jadi semua perbuatan² buruk yang dilakukan itu akan terus bergulir (Tumimbal Lahir), dari abad ke abad, dari Jaman ke Jaman, dalam bentuk Akhibat, terus dan terus, tanpa henti, sebelum seseorang itu melakukan Hal yang berlawanan (Parami) yang setara dengan kekuatan tersebut untuk memberhentikan bergulirnya, saat berhenti, itulah Nibbana, berhentinya Tumimbal Lahir, lenyapnya penderitaan ...

Ngai cape juga nicchhh ... kalo masih ga' paham juga coba pikir sendiri dalam meditasi yach  :))
5
Theravada / Re: Pengertian Nibbana
« Last post by Candra Taruna on 05 September 2019, 05:31:23 PM »
Saat anda mencapai keadaan putusnya kesadaran kelanjutan (Tumimbal Lahir) sehingga anda menjadi tidak mungkin untuk terlahir kembali maka dikatakan juga bahwa anda telah mencapai Nibbana pada saat anda masih hidup

Jika setelah mengalami Hal diatas, kemudian di akhir kehidupan anda di dunia ini, anda Parinibbana (memasuki Nibbana terakhir) atau meninggal/mati/tewas dan anda tidak terlahir kembali maka dikatakan bahwa anda telah mencapai Nibbana

Jadi, tidak terlahir kembali itu dinamakan mencapai Nibbana
Nibbana itu adalah Kondisi dimana seseorang tidak terlahir kembali, jadi BUKAN Alam atau nama tempat
dan kondisi tersebut hanya bisa dicapai dengan melenyapkan secara Total Lobha, Dosa dan Moha
Jalan atau Cara untuk melenyapkan secara Total Lobha, Dosa dan Moha itu adalah dengan melaksanakan Ariya Aṭṭhaṅgika Magga = jalan mulia berunsur delapan

Jikalau anda terbebas dari Kelahiran berulang² tersebut (terlahir di Neraka, menjadi Kucing, menjadi Anjing dlsb mengalami Tua, Sakit dan Mati) itu artinya anda terbebas dari Dukkha (penderitaan)

Begitu

Semoga Paham ...

Kalo ga' paham juga mending kursus yang dasar² dulu decchhh  :)
6
Meditasi / Re: Meditasi Buddhanusati
« Last post by Candra Taruna on 05 September 2019, 05:13:47 PM »
Ini ajaran yang tidak benar, salah kaprah, alias SESAT

Pertama : Jadi seseorang harus mencapai Jhana keempat dulu baru bisa melakukan perenungan terhadap Buddha?
Tentu ini SANGAT SALAH
Perenungan terhadap Buddha justru harus dilakukan saat-saat awal, sering-sering, agar tercapai kondisi² pikiran yang baik untuk mendukung pencapaian terhadap Jhana²

Kedua : Meditasi dengan Obyek Cahaya, ini ada 2 macam, yaitu
a). Pencerapan terhadap Cahaya di dalam pikiran (Perception of Inner Light)
b). Obyek Cahaya (termasuk salah satu Kasina), yang gunanya untuk membuka penglihatan Mata Dewa
Kedua macam ini sama² mendukung untuk membuka Mata Kedewaan dan keMahaTauan, untuk yang a). disarankan dilakukan untuk dilakukan pada awal latihan agar mudah mencapai Jhana² (dilakukan berbarengan dengan pelaksanaan Sati Sampajjhana dan Sati Patthana 4 dalam kehidupan sehari² sehingga pikirannya tajam dan jernih jadi mampu mencapai Jhana), fungsi lain dari point a). ini adalah untuk menekan Kemalasan dan Kelesuan sehingga orang berhasil menindas Nivarana 5 ...... jadi BUKAN untuk memvisualisasikan Buddha

Ketiga : Patung Buddha tidak boleh dijadikan Obyek Meditasi (jangan membayangkan atau berpatokan pada Patung itu), karena apa? karena banyak banget (99%) Patung Buddha yang dibuat tidak sesuai, tidak mewakili Jasmani Buddha yang sebenarnya ... ada yang badannya panjang, ada yang jidatnya tidak rata, ada yang hidungnya tidak mancung, bahkan ada yang perutnya gendut ... parah khan kalo mesti ngebayangin Patung kaya' gitu sebagai Perwujudan Buddha?
Jadi yang benar gimana donnkkk?
Yang benar : Baca baik-baik mengenai 32 keajaiban Badan Jasmani seorang SammaSamBuddha (Bulu Mata Lentik, Jidat Tinggi dan Lurus, Kulitnya berwarna keemasan, rambut Hitam dan tumbuh melingkar ke kanan, Bola Mata Biru, Hidung Mancung dan Lurus, Alis seperti Bulan Sabit, Bibir Sempurna dan berwarna Merah, jumlah Giginya 40 dlsb ... Bla ... Bla) lalu bayangkan sosok seperti itu ! itu baru mewakili untuk sosok seorang SammaSamBuddha di pikiran anda !

Keempat : Perhatikan tulisan ini :
Ketika pikirannya tenang dan terfokus pada sifat itu selama satu atau 2 jam tanpa ada gangguan apapun, maka ia harus melihat faktor² jhana. Dan dari sana ia menyadari bahwa ia telah mencapai upacara samadhi seperti ia dapat melihat faktor² jhana yang tenang dan berkembang dengan baik.
Faktor² Jhana dianalisa pada akhir Jhana pertama untuk persiapan memasuki Jhana kedua, setelah melalui Tahapan² sehingga mencapai Jhana Keempat, sebelum keluar atau setelah keluar si pencapai bisa melakukan analisa terhadap Jhana yang dicapainya, kalimat maka ia harus melihat faktor² jhana ini sungguh sangat ngaco dan bego (pake banget), kenapa?
sebab orang ini dengan Buddhanussati hanya mencapai Upacara Samadhi dan belum mencapai Jhana, jadi faktor Jhana mana yang bisa dilihat? orang belum mencapai khoq ... hanya sampai di Upacara Samadhi ... lagipula, ngapain meninjau Faktor Jhana diwaktu itu? Mao juga memperkuat Saddha dlsb ... kesimpulan yang jelas banget : si Penulis Sesat ini belum pernah mencapai keadaan yang ditulisnya (Jhana keempat + Upacara Samadhi melalui Buddhanussati) ... jadi apa yang ditulis ngambang ... hanya rekaan ... dan tolol

Dan tulisan diatas, bisa menyesatkan banyak orang Bodoh yang maen percaya dan maen ikut aja ...... Parah
Banyak Bikkhu, Romo dlsb yang cuma mereka² dengan pikiran mereka dan membuat orang menjadi tersesat atau salah paham, sehingga gagal dalam pencapaian, harus diakurkan kembali dengan Sabda Buddha yang asli (bukan cuma mengaku dikatakan oleh Buddha padahal bukan) atau Tipitaka yang Murni ...

Hati² Belajar Dhamma, seperti memegang Ular dengan cara yang salah, menekuni Dhamma yang salah tidak bermanfaat, melelahkan, sia-sia, mengajarkan Dhamma yang salah dapat menyebabkan terlahir di Neraka
7
Theravada / Re: Apa yang akan seorang sotapanna lakukan?
« Last post by Candra Taruna on 05 September 2019, 04:38:10 PM »
Pemikiran Khayalan ini disebut belukar Pikiran, pikiran yang ngaco dan lari kemana² ... hal yang anda pikirkan ini tidak akan pernah terjadi ...

Sebaiknya saya sarankan anda tidak berpikir seperti ini ... daripada berpikir seperti ini mending anda berjuang mencapai Sotapanna sendiri ... nanti anda tau sewaktu anda telah mencapainya ...  :)

Seseorang harus mempunyai timbunan Kamma Baik yang sangat banyak untuk mencapai Sotapanna (yang artinya terbebas dari penderitaan), saat mencapai Sotapanna pun si pencapai akan mengetahui kalo dirinya mencapai Sotapanna, bukan tidak tau atau seperti tidak mencapai apa-apa ... karena seseorang pencapai kesucian, mulai dari Sotapanna s/d Arahat, akan mengalami Nibbanic Bliss (pencerapan Nibbana) untuk sesaat waktu mencapai itu, ini sebabnya waktu Sariputta mencapai Sotapanna dia tau bahwa dia telah mencapainya dan akhirnya memberikan bait yang sama kepada temannya ... jadi, dengan keberuntungan yang sebegitu hebat, tidak mungkin ada peristiwa "serba salah" yang harus dialami, yang menyulitkan seorang Sotapanna untuk menjaga Silanya ... pasti semuanya sudah mendukung ...

Tetapi saya katakan, bahwa jikalau seorang Sotapanna diikat dengan Tali, diancam dengan kematian, untuk sengaja melanggar Sila, maka dia akan lebih memilih mati daripada melanggar Sila, Umat awam tidak akan mampu seperti ini dan sekuat ini (kecuali Boddhisatta dalam penyempurnaan Paraminya), kekuatan ini muncul karena pencapaian Sotapannanya ini yang mengkondisikannya demikian, kondisi yang sama juga muncul saat seorang Wanita yang Arahat diperkosa, dia benar² tidak ada perasaan dan tidak menikmati setitikpun (sama seperti kayu atau benda mati lainnya), ini semua terjadi karena pencapaian (Magga Phala)
Semoga dapat dimengerti  :)
8
Theravada / Re: Titik ukur pencaharian benar
« Last post by Candra Taruna on 05 September 2019, 04:22:50 PM »
Menurut saya, sebagai seorang umat Awam, maka asal tidak melanggar 5 macam perdagangan yang salah itu sudah Mata Pencaharian yang Benar
Dalam Hal membuat Hotel, kalo rencananya Hotel tersebut memang tidak diperuntukkan untuk perbuatan ASusila, maka tentunya bukan salah pemilik, itu merupakan Karma Buruk dari masing² pelaku, semua tergantung niat dan pikiran awalnya (benihnya)
Kecuali saat mengetahui Hotelnya menjadi tempat sarang esek² si Pemilik malah tutup mata, pura² ga' tau (yang penting gue dapet duit), apalagi sampai memfasilitasi, tentu dalam hal ini sudah ada unsur keterlibatan si Pemilik dalam Hal pelanggaran Sila ke 3
Tanpa adanya pikiran ke arah sana, apalagi tidak tau-menau, maka tidak bersalah, Karma ini berlaku sangat adil dan tidak bisa disiasati apalagi di sogok atau dikorupsi, semuanya bermula dari pikiran dan terbentuk dari pikiran
Jika tidak ada pikiran kesana, tidak berniat kesana, tidak ada kesalahan
Bahkan seorang Penjagal yang melakukan penjagalan atas perintah Raja tanpa keinginan menjagal dan tanpa kenikmatan (menikmati) waktu menjagal, ia tidak bersalah ...
jadi tenangkan dirimu, bebaskan pikiranmu dari kekhawatiran dan lakukanlah yang menurutmu baik  :)
9
Game / Re: MARI BERMAIN : GAME TERAKHIR ... ^_^
« Last post by Brado on 05 September 2019, 11:37:30 AM »
di GI makan pasta ;D

Terakhir gesek kartu kredit kapan ? :))
10
Tolong ! / Apakah ada Insinyur & Doktor di forum ini?
« Last post by Bhante Darma on 04 September 2019, 04:36:57 PM »
Namo buddhāya,

Sukhī hotu, saya ingin bertanya apakaha ada insinyur bangunan di forum ini? Dan apakah ada dokter? Silakan message bhante saja paling gampang mungkin begitu...

----------------------------------------------------

Salam cintah kasih dalam Dhamma sukhī hotu Namo Buddhāya,

Apabila ada insinyur di ruang ini ada Vihara yang sedang membangun di Indonesia bagian NTB, dan ada sedikit kelemahan di bidang merancang, kalau ada yang berkenaan silahkan menghubungi bhante leat email atau message, pula kalau ada doktor.

Sati upaṭṭhita samādhi uju karoti
Sati tegak samādhi bakal lurus
Pages: [1] 2 3 4 5 6 7 8 ... 10