thanks sarannya kak.
sorry lama responnya. kerjain tugas nirmana sm maket butuh kesabaran >,< sampe gak sempat online.
sorry lama responnya. kerjain tugas nirmana sm maket butuh kesabaran >,< sampe gak sempat online.
Semoga anda berbahagia 
This section allows you to view all posts made by this member. Note that you can only see posts made in areas you currently have access to.
Show posts MenuQuote from: Kristin_chan on 03 January 2014, 05:23:36 PMthanks kristin. membagi menjadi beberapa bab itu gimana caranya ya. belum begitu bisa.
Kepanjangan isinya. Komentar cuma 1. Kenapa ga dibagi dalam beberapa bagian supaya ga membosankan? Contohnya dibagi bab 1, 2 or 3 gt.
Overall gue suka pilihan font n tata penyusunannya.
Quote from: cumi polos on 03 January 2014, 06:49:35 PMini yang saya pikirkan. gimana membuat menjadi bahasa yang singkat padat serta jelas.
setuju,.. bagus yg singkat ringkas dan padat..
tapi apakah org setelah baca tulisan tsb menjadi lebih baik...
atao malah timbul kebencian ?
Quote from: cumi polos on 03 January 2014, 06:50:34 PM1. ngk ada bedanya sih. cuma kebiasan ngobnya personal pencipta saja.
tolong dijawablah brooo... biar koreksi bisa berlanjut...
1 apa beda Tuhan dengan Personal Pencipta ?
2 apa tujuan/niat yg ingin dicapai dari tulisan ini ?
3 siapakah pembaca (golongan mana) tulisan ini ?
4 hasil apa yg ingin dicapai dari tulisan ini ?
5 apakah tulisan ini menyakitkan pada sekelompok orang yg mempercayain Tuhannya ?
6 tulisan dlm kitab adalah tulisan manusia yg berkemungkinan salah,
trus anda kritik tulisan tsb... tapi malah anda seakan akan kritik pada Tuhannya...
bagaimana persepsi tsb dpt diubah ?
Quote from: Kelana on 04 January 2014, 08:30:14 AMya juga. saya juga bosen bacanya. gimana cara membangun sebuah tata bahasa yang tidak bosan dalam membacanya ya
Bukan cepat, tapi saya membacanya sebagian dari atas hingga hala 20-an terus langsung ke akhir, karena seperti rekan-rekan lain katakan bahwa maaf, sedikit menjenuhkan.
thanks
Quote from: cumi polos on 03 January 2014, 05:19:45 AMdutiyampi nama w cienyang bukan ceinyang.
karna dlm tulisan tsb udah ada kutipan beberapa ayat2....maka
cukup bahas tentang Tuhan aja, tidak menggunakan PERSONAL PENCIPTA,
menurut cumpol jangan menambah nambahkan kata2 dlm suatu tulisan yg kurang penting..
sehingga pembaca lebih sulit mengfokuskannya....
1 apa beda Tuhan dengan Personal Pencipta ?
2 apa tujuan/niat yg ingin dicapai dari tulisan ini ?
3 siapakah pembaca (golongan mana) tulisan ini ?
4 hasil apa yg ingin dicapai dari tulisan ini ?
5 apakah tulisan ini menyakitkan pada sekelompok orang yg mempercayain Tuhannya ?
6 tulisan dlm kitab adalah tulisan manusia yg berkemungkinan salah,
trus anda kritik tulisan tsb... tapi malah anda seakan akan kritik pada Tuhannya...
bagaimana persepsi tsb dpt diubah ?
..................................
umur buddha 80thn, menjadi pertanyaan kenapa ada manusia yg umurnya pendek ?
bagaimana penjelasan dlm Buddhist kenapa ada org umurnya pendek ?
sementara ini dulu ya bro...ceinyang..

Quote from: juanpedro on 03 January 2014, 08:13:23 AMminta kak cunpol masukan saja. masih baru. masih ngk tw apa"
imo, lebih baik trit ini dimasukin ke board member only saja... agak sensitif soalnya...
Quote from: Kelana on 02 January 2014, 07:52:49 PMthanks. wkwkwk. gitu baru mantap.
Jika target file tersebut untuk semua kalangan, mungkin ada baiknya penggunaan bahasanya lebih disederhanakan. Istilah-istilah biologi (latin) mungkin akan sulit dicerna oleh kalangan tertentu.
Untuk bagian terakhir ,hal. 82 sepertinya ada kesalahan,yaitu : "waktu itulah orang mulai memangil nama Tuhan". Jika diteliti maka nama tuhan hanya disebut secara jelas 1 kali bukan 30 kali oleh manusia, sisanya adalah bentuk narasi tidaklah dihitung.
itu saja. thanks

Quote from: cumi polos on 01 January 2014, 11:45:00 PMsip bos cunpol. oh ya. nama saya Cienyang bukan ceinyang
wahh sptnya bro ceinyang punya bakat menulis,... jadi
klo ada revisi atao menulis lagi,.. coba pikirkan bukan yg
utama kita menunjukan kesalahan/kelemahan sipembaca...
tapi bagaimana tulisan bro ceinyang dpt membuat pembaca menjadi
orang yg lebih baik lagi....
.Quote from: cumi polos on 01 January 2014, 11:50:14 PMMaksudnya?
Buddha wafat pada usia 80 tahun, sedangkan yesus wafat pada usia 33 tahun digantung di kayu salib di Yerusalem.
jadi ?

Quote from: adi lim on 02 January 2014, 06:20:36 AMmaksudnya adalah kita mungkin menerima bahwa dunia di ciptakan oleh personal pencipta. lantas siapa yang menciptakan personal pencipta itu. bagaimana itu bisa ada begitu saja. bahkan sekali muncul langsung mempunyai kekuatan yang luar biasa.
bingungnya kebanyakan
Quote from: adi lim on 02 January 2014, 06:20:36 AMhahhaha. kalau menerima konsep penciptaan oleh suatu personal. kita bingung dimana sih personal itu pertama muncul (maybe terombang ambing di luar angkasa
dunia ini ada tata surya,
tata surya ada penghuninya matahari, planet, benda2 angkasa
ada planet punya penghuni, manusia + dan lainnya
berarti terbukti dunia ada apa-apa dan berwujud
) kan di percaya semuanya dia yg ciptakan. berarti semuanya belum ada sblm dia muncul.
Quote from: tesla on 01 January 2014, 06:12:08 PMawalnya minta koreksi sm si cunpol a. kalau penyangkalan teori mah sudah sering baca di sini.
agaknya naruh penyangkalan teori penciptaan di forum buddhism tidak menimbulkan apa2. udah casual banget di sini hehe...
lebih seru kalau dipost di forum yg menganut teori penciptaan shg ada counter opinion

Quote from: cumi polos on 01 January 2014, 06:16:07 PMitu kata yang terlintas dalam benak w waktu tulis. thanks koreksinya.
menurut cumpol sih itu bukan seni !, karna seni itu utk dinikmatin...
dan klo membongkar kesalahan pada sesuatu yg org percayaain
akan mengakibatkan KETIDAK NYAMANAN... dan itu tdk dpt dinikmain...
jadi bukanlah seni....
yg menjadi menarik, kalo 100 orang agama tsb membaca buku ini...
apakah mereka akan berpindah agama ? atao tetap pada agamanya ?
nahhh....coba pikir..
Quote from: cumi polos on 01 January 2014, 06:18:51 PMCLOUDnya nanti cunpol yang buat.
kitab2 ditulis oleh manusia, jadi bisa saja salah.....
begitu juga kitab2 Buddhist, juga ditulis melalui MANUSIA....
kenapa "tuhan" tdk menyediakan CLOUD serta contentnya
yg selalu menjamin kesaslian/kelengkapan dari yg BERWENANG ?
nahhh....
.Quote from: cumi polos on 01 January 2014, 03:02:37 PM
Memahami Konsep Personal Pencipta
Label: Reflection
Sering kita mengenal kata Tuhan sebagai seorang personal pencipta. terkadang kita bahkan menyebutkan suatu personal pencipta sesuai keyakinan masing-masing. sering orang menyebutkan bahwa Tuhan itu ada. bagaimana seseorang bisa tahu Tuhan itu ada atau tidak? padahal itu hanya sebagai suatu sebutan karena keterbatasan ilmu pengetahuan manusia yang sulit menebak bagaimana konsep penciptaan dunia ini termasuk penciptaan manusia
bahkan yang lebih saya bingungkan lagi adalah bahwa dalam mengenal suatu personal pencipta setiap agama, tokohnya hanya menyebutkan bahwa personal pencipta yang dipercayainya adalah yang terbaik. bahkan yang lebih membingungkan lagi kalau menerima konsep penciptaan oleh seorang personal pencipta, adalah bagaimana mungkin suatu personal pencipta bisa ada begitu saja.
mungkin ini terlalu rumit untuk dipahami. saya akan memperjelas. bila kita menerima yang namanya konsep penciptaan maka kita semua setuju bahwa segalanya diciptakan oleh suatu personal pencipta. maka kita dapat lihat bahwa tidak ada langit, bumi, surga, neraka atau pun lain sebagainya, tidak ada Dewa atau pun malaikat. jadi bagaimana suatu personal pencipta yang menciptakan segalanya muncul begitu saja. Padahal dunia tidak ada apa-apa, kosong tidak berbentuk dan berwujud, jadi bagaimana personal pencipta itu muncul begitu saja tanpa ada sebab kemunculannya. bila kita katakan ada yang lebih tinggi lagi yang melahirkan personal pencipta, jadi bagaimana pada dasarnya suatu personal yang sangat luar biasa yang mampu menciptakan segalanya bisa tercipta atau muncul begitu saja sendiri.?
Bagi saya sendiri yang menciptakan saya adalah orang tua saya sendiri. kenapa saya katakan begitu? karena tanpa Beliau saya tidak akan hadir didunia ini. sering orang mengatakan bahwa kehadiran sebagai manusia itu karena izin dari personal pencipta. jadi kalau begitu kalau orang tua saya tidak mengizinkan saya lahir apakah saya akan lahir? tidak akan. begitu juga dengan kematian. sering disebutkan bahwa personal pencipta yang menciptakan manusia dan mengizinkan manusia itu lahir. lalu kematian juga ditentukan olehnya dan kembali kepadanya. Ok lah kita terima pendapat itu. "jadi kenapa manusia harus hidup?", "bila untuk melakukan sebuah test agar dapat masuk surga kenapa tidak buat semua manusia suci saja. tanpa harus ada penderitaan?", "kenapa manusia diciptakan harus memiliki suatu ego, ketamakan, cemburu, emosi, menikmati kesenangan duniawi sehingga manusia harus menderita?", bila kita sebut adanya suatu personal pencipta bukannya itu kita juga dapat menilai bahwa personal pencipta itu bodoh. Menciptakan suatu hal yang bertele-tele tanpa arti layaknya mainan?
penulis : Ceinyang
mohon masukan tentang tulisan diatas...