Ini pengalaman pribadi yang terjadi beberapa puluh tahun yang lampau.
Kami serombongan belasan pemuda pemudi mengadakan acara Cross country , dari Dago Utara melintasi perbukitan dan hutan lindung menuju Maribaya. Berangkat pagi hari , dan mulai perjalanan yang lumayan jauh, mendaki, melintasi hutan lindung.
Ditengah perjalanan, kami memutuskan istirahat sebentar di tepi hutan lindung , makan bekal yang dibawa sambil foto foto. Setelah dirasa cukup, pemimpin rombongan memerintahkan untuk bergerak lagi; saat itu para rekan masih sibuk ber foto ria dan bebenah, saya mendahului berjalan keluar dari hutan lindung. Jalan setapak dihadapan saya sekitar 200 meter dengan dinding tebing yg curam disebelah kanan, dan lembah berumput yang curam lumayan dalam disebelah kiri, jalan itu lurus dan datar dengan ujungnya masuk kedalam hutan lindung beriikutnya.
Ketika saya mulai melangkah ke jalan setapak itu, kira kira dipertengahan jalan saya melihat Aki-aki (kakek dlm bhs Sunda), yg sedang jongkok menghadap lembah sambil merokok. Kakek tersebut memakai jas tutup dengan warna ungu gelap dan kepalanya memakai blangkon Sunda. (Blangkon/tutup kepala Jawa dan Sunda berbeda). Sambil berjalan mendekati, saya bisa mengenali dari bau asap rokoknya yg khas, bahwa rokoknya adalah rokok kawung (rokok buatan sendiri yg menggunakan daun kawung sebagai pengganti kertas).
Kira kira 4 meter dari Kakek tersebut, saya menyapa dengan santun :" Aki, punten , permisi abdi sarombongan bade lewat". (Kakek, maaf, permisi saya serombongan ingin lewat). Dan sambil menggeser badannya maju sedikit, kakek tersebut :"Mangga, mangga Neng" (Silahkan silahkan, Nak). Dan saya pun berjalan melewati kakek tersebut, kira kira sudah berjalan 20 meteran, saya teringat teman teman saya tadi masih belum melanjutkan perjalanan, saya pun menengok kebelakang, dan ..... tidak ada seorangpun disitu; kakek yang duduk merokok itu tidak ada.
Dinding tebing tidak mungkin di daki, kalau seandainya kakek tersebut berjalan kebawah, saya pasti bisa melihatnya, karena lembah rumput yang curam itu hanya tertutup rumput pendek.
Setelah kaget hilang, dengan penuh rasa takut saya berteriak memanggil rekan rekan yang lain, untuk melanjutkan perjalanan.
Baru setelah acara selesai dan dengan selamat kembali ke kota Bandung, saya baru ceritakan apa yg terjadi; beberapa rekan menyesalkan mengapa ngga bilang saat diatas sana, karena mereka melihat muka saya sangat pucat. Pertimbangan saya waktu itu adalah kalau saya ceritakan lalu mereka panik, akan menjadi lebih berbahaya karena berada di jalan setapak yg sempit.
Sampai sekarang, saya sendiri tidak tahu, siapa dan mahluk apa kakek itu. :-?
seru jg ceritanya :)
Penunggu tempat sana kali yah....dewa bumi mungkin......memang banyak hal diluar nalar...tapi bukan berarti itu tidak ada....saya percaya dengan pengalaman anda...
untung udah permisi dulu
apa jadinya ..... kalo gak permisi
gak tau juga sick ;D
Artinya lembah itu ada penunggunya..
bingungnya kenapa orang asia khususnya indonesia dan thailand sangat banyak cerita horor di hutan,gua dan gunung..
Kenapa tidak demikian dengan orang barat yg lebih banyak menjelajah gunung,gua dan hutan??
Tanya kenapa?
Quote from: Mr.Jhonz on 11 March 2011, 05:48:57 AM
Artinya lembah itu ada penunggunya..
bingungnya kenapa orang asia khususnya indonesia dan thailand sangat banyak cerita horor di hutan,gua dan gunung..
Kenapa tidak demikian dengan orang barat yg lebih banyak menjelajah gunung,gua dan hutan??
Tanya kenapa?
karena pola pikiran orang barat yg tidak percaya akan hal-hal begini, jadi percuma saja makhluk2 itu memamerkan diri
Quote"Mangga, mangga Neng"
jadi dtgvajra cowok ato cewek?
Quote from: Indra on 11 March 2011, 08:17:47 AM
karena pola pikiran orang barat yg tidak percaya akan hal-hal begini, jadi percuma saja makhluk2 itu memamerkan diri
jadi,setan juga haus akan eksistensi?
Quote from: Mr.Jhonz on 11 March 2011, 09:22:20 AM
jadi,setan juga haus akan eksistensi?
setan juga memiliki perasaan, persepsi, pikiran, dll sama seperti manusia. tapi tidak disebutkan bahwa makhluk itu adalah setan
^ 'setan' memang tidak ada dalam kamus buddhis,kata setan diatas cuma pengunan konvensioanal saja..
;D
Quote from: Mr.Jhonz on 11 March 2011, 09:49:27 AM
^ 'setan' memang tidak ada dalam kamus buddhis,kata setan diatas cuma pengunan konvensioanal saja..
Bagaimana dengan dewa?
dewa juga masih memiliki persepsi dan perasaan
Quote from: Indra on 11 March 2011, 10:17:53 AM
dewa juga masih memiliki persepsi dan perasaan
betul, contoh dewa Indra :)) :))
Quote from: yudiboy on 11 March 2011, 12:07:33 AM
Penunggu tempat sana kali yah....dewa bumi mungkin......
dewa bumi..?? :))
come on bro...
Kalo Elin yg mengalami itu :
Setelah teman2 rombongan datang, Elin akan berucap dlm hati "Aki, makasih ya.. Elin dan teman2 sdh dipersilahkan lewat daerah sini.. Semoga Aki bahagia.."
Soalnya kalo teman2 blm datang, jantung masih deg2an kenceng dan gugup banget.. :))
Mgkn gak kakek itu dewa? Apakah alam dewa dan manusia saling berhubungan jg? Apakah dewa bs melihat/menolong manusia? Ad yg tau? ·♡ τнänκ чöü ♥·♡ _/\_
mahluk alus kali... peta/asura gtu... cm kebetulan nyang ini ga ganggu...
klo deva, masa mau iseng gtu, pake acara jongkok pula... hehehe ;D
Quote from: Sunkmanitu Tanka Ob'waci on 11 March 2011, 09:14:49 AM
jadi dtgvajra cowok ato cewek?
dtgvajra cowok sejati, sdh dibuktikan menghasilkan 2 anak.
Di tanah Sunda, menjawab dengan bhs Sunda halus, kepada yg lebih muda , bisa menyebut Neng; baik kepada pria maupun wanita.
Quote from: Elin on 11 March 2011, 10:45:21 AM
dewa bumi..?? :))
come on bro...
Kalo Elin yg mengalami itu :
Setelah teman2 rombongan datang, Elin akan berucap dlm hati "Aki, makasih ya.. Elin dan teman2 sdh dipersilahkan lewat daerah sini.. Semoga Aki bahagia.."
Soalnya kalo teman2 blm datang, jantung masih deg2an kenceng dan gugup banget.. :))
Boro boro ngucapin terimakasih, kaget dan paniknya aja belum ilang pd saat teman teman datang.
Dan waktu itu juga, pengetahuan mengenai hal hal begini belum banyak. ;)
Quote from: Indra on 11 March 2011, 08:17:47 AM
karena pola pikiran orang barat yg tidak percaya akan hal-hal begini, jadi percuma saja makhluk2 itu memamerkan diri
Ngga juga Bro, di Inggris rata rata orang percaya ada jenis kehidupan lain yg tidak kasat mata.
Inggris kan terkenal dengan rumah . kastil, istana yang didiami mahluk halus.
Sampai ada group yang khusus mau nginap ditempat tempat seperti itu.
Quote from: dhanuttono on 11 March 2011, 07:05:11 PM
mahluk alus kali... peta/asura gtu... cm kebetulan nyang ini ga ganggu...
klo deva, masa mau iseng gtu, pake acara jongkok pula... hehehe ;D
Wajahnya tidak menakutkan, biasa saja seperti manusia yang sudah lanjut usia. Dan ini terjadinya pagi menjelang siang, sekitar jam 11 an, dibawah terang benderang sinar matahari.
Kalau Deva iseng, ya bisa saja, contohnya Deva Indra sering iseng di DC. :)) :)) ^:)^
Quote from: dtgvajra on 11 March 2011, 09:27:10 PM
Ngga juga Bro, di Inggris rata rata orang percaya ada jenis kehidupan lain yg tidak kasat mata.
Inggris kan terkenal dengan rumah . kastil, istana yang didiami mahluk halus.
Sampai ada group yang khusus mau nginap ditempat tempat seperti itu.
gak mungkin ada yg percaya kalo di inggris muncul makhluk halus ngomong sunda