Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: AVIJJA  (Read 2850 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
AVIJJA
« on: 03 April 2009, 05:59:34 PM »
AVIJJA


Avijjā adalah kebodohan mental tentang 4 Kesunyataan Mulia:
  • Tentang Penderitaan,
  • Penyebabnya,
  • Akhir dari Penderitaan, dan
  • Jalan menuju Berakhirnya Penderitaan.


Orang yang tidak mengerti Kebenaran tentang Penderitaan mempunyai pandangan yang optimis akan hidup ini, walaupun hal itu penuh dengan penderitaan baik mental maupun jasmani.

Adalah suatu kesalahan untuk mencari Kebenaran tentang Penderitaan di dalam buku, karena sebanarnya hal itu ada di tiap mental dan jasmani.

Melihat, mendengar, dan semua fenomena mental dan jasmani yang muncul dari 6 pintu indera adalah penderitaan (ketidakpuasan) karena mereka tidaklah kekal (anicca), tidak dapat diandalkan (aniyata), dan tidak menuruti harapan kita (anattā).

Hidup ini dapat berakhir setiap saat dan juga penuh dengan penderitaan baik mental maupun jasmani. Namun demikian, penderitaan ini (dukkha) tidak dapat dimengerti oleh orang yang menganggap bahwa hidup ini sebagai kebahagiaan dan memuaskan.

Usaha mereka untuk mempertahankan apa yang mereka anggap sebagai objek indera yang menyenangkan, seperti: pemandangan yang indah, suara-suara yang merdu, makanan yang lezat, dst., dikarenakan khayalan mereka tentang hidup.

Kebodohan mental ini bagaikan kacamata hijau (membuat rumput terlihat segar) yang mengakibatkan kuda memakan rumput kering. Orang buta dapat dengan mudah ditipu oleh penipu yang penuh percaya diri, yang menawarkan pakaian tak berharga sebagai pakaian yang mahal. Orang buta itu akan percaya padanya dan akan menyukai pakaian tersebut.

Namun demikian, bila dia dapat sembuh dari kebutaannya, dia akan kecewa dan langsung membuang pakaian tersebut. Dengan cara yang sama, orang yang diliputi oleh avijjā menikmati hidup selama tidak menyadari ketidakkekalan (anicca), penderitaan (dukkha), dan tanpa diri (anattā).

Tetapi, dia akan kecewa ketika pandangan terang (vipassanā ñāna) membuka sifat alami dari kehidupan yang menjijikkan.

Dikutip dari:
A discourse on Dependent Origination (Paticcasamuppāda)
Agga Mahāpandita Venerable Mahāsi Sayādaw

_/\_ :lotus:







Quote from: markosprawira
edit dikit biar rapian yah, ci  _/\_
« Last Edit: 05 April 2009, 12:22:28 PM by markosprawira »
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Juice_alpukat

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 734
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
Re: AVIJJA
« Reply #1 on: 26 May 2010, 07:02:41 AM »
Bgaimana bila orang2 yg hdup di kolong jmbtan dan tiap hari selalu melhat kematian? Apakah bisa dikatakan ia tidak paham hidup itu adalah pndritaan dan tidak kekal??saya rasa dia tidak perlu selalu dan selalu diberi tahu tentang hdup ini tdk kekal, dan tidak memuaskan,wa rasa dia sudah tahu hdup itu adlah pendritaan dan tidak kekal.
Apakah zaman skrang ada yg menganggap hdup ini kekal?
Apakah zaman skrg ada yg menganggap hdup ini selalu bahagia?
Apakah zaman skrang ada yg menganggap aku/mental/fisik itu sbgai diri yg tetap?
« Last Edit: 26 May 2010, 07:11:34 AM by Juice_alpukat »

Offline Juice_alpukat

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 734
  • Reputasi: 11
  • Gender: Male
Re: AVIJJA
« Reply #2 on: 26 May 2010, 07:09:00 AM »
AVIJJA


Avijjā adalah kebodohan mental tentang 4 Kesunyataan Mulia:
  • Tentang Penderitaan,
  • Penyebabnya,
  • Akhir dari Penderitaan, dan
  • Jalan menuju Berakhirnya Penderitaan.


Orang yang tidak mengerti Kebenaran tentang Penderitaan mempunyai pandangan yang optimis akan hidup ini, walaupun hal itu penuh dengan penderitaan baik mental maupun jasmani.

Adalah suatu kesalahan untuk mencari Kebenaran tentang Penderitaan di dalam buku, karena sebanarnya hal itu ada di tiap mental dan jasmani.

Melihat, mendengar, dan semua fenomena mental dan jasmani yang muncul dari 6 pintu indera adalah penderitaan (ketidakpuasan) karena mereka tidaklah kekal (anicca), tidak dapat diandalkan (aniyata), dan tidak menuruti harapan kita (anattā).

Hidup ini dapat berakhir setiap saat dan juga penuh dengan penderitaan baik mental maupun jasmani. Namun demikian, penderitaan ini (dukkha) tidak dapat dimengerti oleh orang yang menganggap bahwa hidup ini sebagai kebahagiaan dan memuaskan.

Usaha mereka untuk mempertahankan apa yang mereka anggap sebagai objek indera yang menyenangkan, seperti: pemandangan yang indah, suara-suara yang merdu, makanan yang lezat, dst., dikarenakan khayalan mereka tentang hidup.

Kebodohan mental ini bagaikan kacamata hijau (membuat rumput terlihat segar) yang mengakibatkan kuda memakan rumput kering. Orang buta dapat dengan mudah ditipu oleh penipu yang penuh percaya diri, yang menawarkan pakaian tak berharga sebagai pakaian yang mahal. Orang buta itu akan percaya padanya dan akan menyukai pakaian tersebut.

Namun demikian, bila dia dapat sembuh dari kebutaannya, dia akan kecewa dan langsung membuang pakaian tersebut. Dengan cara yang sama, orang yang diliputi oleh avijjā menikmati hidup selama tidak menyadari ketidakkekalan (anicca), penderitaan (dukkha), dan tanpa diri (anattā).

Tetapi, dia akan kecewa ketika pandangan terang (vipassanā ñāna) membuka sifat alami dari kehidupan yang menjijikkan.

Dikutip dari:
A discourse on Dependent Origination (Paticcasamuppāda)
Agga Mahāpandita Venerable Mahāsi Sayādaw

_/\_ :lotus:







Quote from: markosprawira
edit dikit biar rapian yah, ci  _/\_
sory sis :D ternyata ini tidak buat semua orang tapi dikhususkan untk mereka..
Quote
Namun demikian, penderitaan ini (dukkha) tidak dapat dimengerti oleh orang yang menganggap bahwa hidup ini sebagai kebahagiaan dan memuaskan.

Usaha mereka untuk mempertahankan apa yang mereka anggap sebagai objek indera yang menyenangkan, seperti: pemandangan yang indah, suara-suara yang merdu, makanan yang lezat, dst., dikarenakan khayalan mereka tentang hidup.


Offline NOYA

  • Teman
  • **
  • Posts: 66
  • Reputasi: 7
  • Gender: Female
  • I still need to learn more.
Re: AVIJJA
« Reply #3 on: 15 August 2010, 04:23:08 PM »
Berkaitan dengan Avijja pacaya Saṅkhara dalam Paticcasamuppada:

1. Kepada teman-teman semua tolong dijelaskan bagaimana avijja dapat memicu munculnya saṅkhara secara Abhidhammic analysis. Seingat saya kan ada 3 saṅkhara (puññabi, apuññabhi dna anenjabhi saṅkhara).


Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: AVIJJA
« Reply #4 on: 19 August 2010, 05:32:30 PM »
silahkan dibaca mengenai paticcasamuppada di : http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,9609.0.html