//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...  (Read 421460 times)

0 Members and 4 Guests are viewing this topic.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2325 on: 26 January 2013, 10:34:45 AM »

=)) =)) =))

Salam Super ....



Cocologi tingkat Brahma.

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2326 on: 26 January 2013, 12:15:04 PM »
Supaya bagi para pemula tidak bingung.

Permasalahan Sang Buddha sebagai Arahat muncul dari permasalahan/pertanyaan penurunan status Arahat dan permasalahan pencapaian kearahatan Petapa Gotama melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Ini berarti kita berbicara dalam konteks kesucian batin bukan dalam konteks jasmani atau kemampuan duniawi. 

Bukti-bukti teks dari kedua tradisi besar baik Mahayana dan Theravada menyatakan bahwa Buddha adalah Arahat. Ini berarti Pencapaian Bodhi (Kebodhian), Pencerahan, Nirvana antara Buddha (Samyaksambuddha dan Pratyekabuddha) dan Arahat adalah sama.

Adalah lucu mempertanyakan kearahatan Sang Buddha dan menganggap Buddha bukan seorang Arahat, padahal konteks pembicaraan sudah jelas yaitu berkaitan dengan kesucian batin, bukan yang lain.

Akan berbeda jika kita berbicara dalam konteks jasmani/fisik atauduniawi (bukan kesucian batin). Untuk menunjukkan keberadaan fisik adanya orang dan membedakannya maka dalam teks-teks menyebutkan secara terpisah.

Oleh karena itu kita diharapkan sering baca sutra dan membandingkan sehingga bisa membedakannya, jangan takut kalau nanti disebut "sutra minded". Dan kita perlu teliti dalam konteks apa yang sedang dibicarakan sehingga nanti tidak disebut "membelut" (kata trend di DC).     
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline sanjiva

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.091
  • Reputasi: 101
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2327 on: 26 January 2013, 02:14:34 PM »
Bukti-bukti teks dari kedua tradisi besar baik Mahayana dan Theravada menyatakan bahwa Buddha adalah Arahat. Ini berarti Pencapaian Bodhi (Kebodhian), Pencerahan, Nirvana antara Buddha (Samyaksambuddha dan Pratyekabuddha) dan Arahat adalah sama.

Seingat gw dulu di DC ada yg menyatakan dengan acuan sutra Mahayana tertentu bahwa level arahat bahkan masih di bawah bodhisatva, apalagi dibandingkan dengan samyaksambuddha.  ::) :-?

Seperti ada score level2nya begitu dulu kalo ga salah baca/ingat di diskusi DC. ???
«   Ignorance is bliss, but the truth will set you free   »

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2328 on: 26 January 2013, 02:19:43 PM »

Mungkin Sdr. Dilbert berkenan untuk memberi intisari dari sutra tersebut berkaitan dengan Sravaka, mengingat mungkin ada yang malas membacanya atau mungkin ada yang khawatir dirinya akan disebut “sutra minded” setelah membaca sutra tersebut.


1. Buka Mozilla Firefox / Internet Explorer / Google Chrome
2. surf web : http://www.fodian.net/world/Indonesian/0262.htm
3. Klik masing-masing sub-bab
4. Ctrl-F (shortcut key untuk find/search) : Keyword (Sravaka, Hinayana).
5. Selamat mencoba.

 ;D
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2329 on: 26 January 2013, 02:24:07 PM »
Seingat gw dulu di DC ada yg menyatakan dengan acuan sutra Mahayana tertentu bahwa level arahat bahkan masih di bawah bodhisatva, apalagi dibandingkan dengan samyaksambuddha.  ::) :-?

Seperti ada score level2nya begitu dulu kalo ga salah baca/ingat di diskusi DC. ???

Dalam Mahavastu [salah satu kitab tradisi Mahasanghika, abad 2 SM], Kasyapa dikisahkan meminta Katyayana untuk menjelaskan 10 tingkatan Bodhisattva:

1. Duraroha.
Pada tahap ini seorang Bodhisattva melatih kualitas dari pembebasan, welas asih, keyakinan, kerendahan hati, belajar semua sastra, kepahlawanan, semangat, meninggalkan keduniawian dan keteguhan.

2. Baddhamana
Para Bodhisattva pada tingkat ini tidak menyukai keberadaan dan mereka memiliki 20 ciri-ciri khusus yaitu baik hati, manis dan lain-lain

3. Pushpamandita.
Bodhisattva pada tingkat ini mengorbankan harta dan diri mereka untuk mendapatkan satu syair Dharma

4. Rucira.
Bodhisattva tidak lagi melakukan pelanggaran yang besar pada tahap in dan terlahir di alam para dewa tingkat tinggi.

5. Citravistara
Bodhisattva memandang semua keberadaan dibakar oleh api nafsu, kebencian dan kebodohan batin

6. Rupavati.
Tidak ada dua Buddha di satu tanah Buddha, namun ada Buddha dengan jumlah yang tidak terbatas di berbagai alam semesta

7. Durjaya.
Pikiran Bodhisattva pada saat ini sepenuhnya terkendali. Lewat welas asih mereka dapat menuju ke tingkatan berikutnya, di mana tiga tingkatan berikutnya berjalan seperti seorang pangeran ketika menjadi Cakravartin.

8. Jammanidesa.
Pada tingkatan ini Bodhisattva dipandang sebagai Buddha. Mereka fasih dalam ajaran dan merupakan guru-guru agung.

9. Yauvarajya.
Disebutkan nama-nama dari para Buddha [Bodhisattva yang dianggap sebagai Buddha]

10. Abhisheka.
Bodhisattva terlahir di Surga Tusita dan menunggu kelahiran di alam manusia sebagai Samyaksambuddha.

Dalam Pancavimsatisahasrika Prajnaparamita Sutra disebutkan tentang 10 tingkatan Bodhisattva yang terbagi dalam 5 kelompok:

1.Manusia Biasa
a) Pengetahuan Murni [suklavidarsana-bhumi] – kebijaksanaan awal tanpa meditasi
b) Keluarga [gotra-bhumi] – poin tolak ukur di mana seseorang mempraktekkan jalan Sravaka, Prateyka atau Bodhisattva.

2. Sravaka
a) Delapan manusia [astamaka bhumi] – kandidat Srotapanna
b) Pengetahuan [darsana-bhumi] – Srotapanna
c) Pelemahan (nafsu) [tanu-bhumi] -  Sakrdagamin
d) Pelepasan dari nafsu [vitaraga-bhumi] – Anagamin
e) Penyelesaian [krtavi-bhumi] - Arhat

3. Pratyekabuddha – [Pratyekabuddha-bhumi]
4. Bodhisattva – [Bodhisattva-bhumi]
5. Buddha – [Buddha-bhumi]

Jadi untuk menjadi seorang Bodhisattva seseorang harus mencapai tingkatan yang juga dicapai oleh Arhat dan Pratyekabuddha terlebih dahulu.

Sedangkan yang biasa dikenal orang adalah 10 tingkatan Bodhisattva dalam Dasabhumika Sutra dan Samdhinirmocana Sutra:

1. Pramudita
2. Vimala
3. Prabhakari
4. Arcismati
5. Sudurjaya
6. Abhimukhi
7. Duramgama
8. Acala
9. Sadhumati
10. Dharmamegha

Di tiap tingkatan selalu ada klesha yang harus dilenyapkan.

Arhat dan Pratyeka Buddha setara dengan tingkat ke-6 Bodhisattva (Abhimukhi).

---

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=5965.0
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline sanjiva

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.091
  • Reputasi: 101
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2330 on: 26 January 2013, 02:29:10 PM »
Dalam Mahavastu [salah satu kitab tradisi Mahasanghika, abad 2 SM], Kasyapa dikisahkan meminta Katyayana untuk menjelaskan 10 tingkatan Bodhisattva:

1. Duraroha.
Pada tahap ini seorang Bodhisattva melatih kualitas dari pembebasan, welas asih, keyakinan, kerendahan hati, belajar semua sastra, kepahlawanan, semangat, meninggalkan keduniawian dan keteguhan.

2. Baddhamana
Para Bodhisattva pada tingkat ini tidak menyukai keberadaan dan mereka memiliki 20 ciri-ciri khusus yaitu baik hati, manis dan lain-lain

3. Pushpamandita.
Bodhisattva pada tingkat ini mengorbankan harta dan diri mereka untuk mendapatkan satu syair Dharma

4. Rucira.
Bodhisattva tidak lagi melakukan pelanggaran yang besar pada tahap in dan terlahir di alam para dewa tingkat tinggi.

5. Citravistara
Bodhisattva memandang semua keberadaan dibakar oleh api nafsu, kebencian dan kebodohan batin

6. Rupavati.
Tidak ada dua Buddha di satu tanah Buddha, namun ada Buddha dengan jumlah yang tidak terbatas di berbagai alam semesta

7. Durjaya.
Pikiran Bodhisattva pada saat ini sepenuhnya terkendali. Lewat welas asih mereka dapat menuju ke tingkatan berikutnya, di mana tiga tingkatan berikutnya berjalan seperti seorang pangeran ketika menjadi Cakravartin.

8. Jammanidesa.
Pada tingkatan ini Bodhisattva dipandang sebagai Buddha. Mereka fasih dalam ajaran dan merupakan guru-guru agung.

9. Yauvarajya.
Disebutkan nama-nama dari para Buddha [Bodhisattva yang dianggap sebagai Buddha]

10. Abhisheka.
Bodhisattva terlahir di Surga Tusita dan menunggu kelahiran di alam manusia sebagai Samyaksambuddha.

Dalam Pancavimsatisahasrika Prajnaparamita Sutra disebutkan tentang 10 tingkatan Bodhisattva yang terbagi dalam 5 kelompok:

1.Manusia Biasa
a) Pengetahuan Murni [suklavidarsana-bhumi] – kebijaksanaan awal tanpa meditasi
b) Keluarga [gotra-bhumi] – poin tolak ukur di mana seseorang mempraktekkan jalan Sravaka, Prateyka atau Bodhisattva.

2. Sravaka
a) Delapan manusia [astamaka bhumi] – kandidat Srotapanna
b) Pengetahuan [darsana-bhumi] – Srotapanna
c) Pelemahan (nafsu) [tanu-bhumi] -  Sakrdagamin
d) Pelepasan dari nafsu [vitaraga-bhumi] – Anagamin
e) Penyelesaian [krtavi-bhumi] - Arhat

3. Pratyekabuddha – [Pratyekabuddha-bhumi]
4. Bodhisattva – [Bodhisattva-bhumi]
5. Buddha – [Buddha-bhumi]

Jadi untuk menjadi seorang Bodhisattva seseorang harus mencapai tingkatan yang juga dicapai oleh Arhat dan Pratyekabuddha terlebih dahulu.

Sedangkan yang biasa dikenal orang adalah 10 tingkatan Bodhisattva dalam Dasabhumika Sutra dan Samdhinirmocana Sutra:

1. Pramudita
2. Vimala
3. Prabhakari
4. Arcismati
5. Sudurjaya
6. Abhimukhi
7. Duramgama
8. Acala
9. Sadhumati
10. Dharmamegha

Di tiap tingkatan selalu ada klesha yang harus dilenyapkan.

Arhat dan Pratyeka Buddha setara dengan tingkat ke-6 Bodhisattva (Abhimukhi).

---

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=5965.0

Pasti para pemula bingung.   ;D
 _/\_
Supaya bagi para pemula tidak bingung.

Permasalahan Sang Buddha sebagai Arahat muncul dari permasalahan/pertanyaan penurunan status Arahat dan permasalahan pencapaian kearahatan Petapa Gotama melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Ini berarti kita berbicara dalam konteks kesucian batin bukan dalam konteks jasmani atau kemampuan duniawi. 

Bukti-bukti teks dari kedua tradisi besar baik Mahayana dan Theravada menyatakan bahwa Buddha adalah Arahat. Ini berarti Pencapaian Bodhi (Kebodhian), Pencerahan, Nirvana antara Buddha (Samyaksambuddha dan Pratyekabuddha) dan Arahat adalah sama.

Adalah lucu mempertanyakan kearahatan Sang Buddha dan menganggap Buddha bukan seorang Arahat, padahal konteks pembicaraan sudah jelas yaitu berkaitan dengan kesucian batin, bukan yang lain.

Akan berbeda jika kita berbicara dalam konteks jasmani/fisik atauduniawi (bukan kesucian batin). Untuk menunjukkan keberadaan fisik adanya orang dan membedakannya maka dalam teks-teks menyebutkan secara terpisah.

Oleh karena itu kita diharapkan sering baca sutra dan membandingkan sehingga bisa membedakannya, jangan takut kalau nanti disebut "sutra minded". Dan kita perlu teliti dalam konteks apa yang sedang dibicarakan sehingga nanti tidak disebut "membelut" (kata trend di DC).   

IMHO, Mahayana dan Theravada sudah terlalu jauh berbeda dalam segi doktrin sehingga bila disama2kan / dicocok2an pun pasti ga akan sejalan.  Pencapaian kesucian (arahat) sebagai tujuan akhir juga menjadi salah satu kontradiksi di antara keduanya.
« Last Edit: 26 January 2013, 02:37:46 PM by sanjiva »
«   Ignorance is bliss, but the truth will set you free   »

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2331 on: 26 January 2013, 02:49:28 PM »
Seingat gw dulu di DC ada yg menyatakan dengan acuan sutra Mahayana tertentu bahwa level arahat bahkan masih di bawah bodhisatva, apalagi dibandingkan dengan samyaksambuddha.  ::) :-?

Seperti ada score level2nya begitu dulu kalo ga salah baca/ingat di diskusi DC. ???

Betul, beberapa sutra memang menyatakan demikian.
Oleh karena itu dikatakan sutra-sutra Mahayana ada yang tidak konsisten. Dalam Amitabha Sutra disebutkan titel Amitabha adalah Tathagata, Arahat, Samyaksambuddha.
Dalam Srimala Devi Simhanada Sutra menyatakan Arahat masih ada takut, tapi sekaligus menyebut title seorang Buddha dengan Tathagata-Arhat-Samyaksambuddha.

“….After 20,000 aeons you will become the Tathagata-Arhat-Samyaksambuddha Samantaprabha….” (Srimala Devi Simhanada Sutra)

Dan tentu saja bagi pemula akan membingungkan. Inilah mengapa beberapa orang mengkritisi sutra Mahayana, bukan karena fanatik terhadap tradisi tertentu tapi karena ada yang tidak beres.
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2332 on: 26 January 2013, 02:55:45 PM »
Pasti para pemula bingung.   ;D
 _/\_
IMHO, Mahayana dan Theravada sudah terlalu jauh berbeda dalam segi doktrin sehingga bila disama2kan / dicocok2an pun pasti ga akan sejalan.  Pencapaian kesucian (arahat) sebagai tujuan akhir juga menjadi salah satu kontradiksi di antara keduanya.

Saya justru mempertanyakan Mahayana yang mana. Mahayana akhir yang kita lihat sekarang memang sepertinya jauh berbeda, tapi saya rasa tidak terlalu beda jauh diawal-awal kemunculannya atau disebut proto-Mahayana.
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2333 on: 26 January 2013, 03:16:02 PM »
logika w aj:

Pembagian tingkatan2 tsb adalah pembagian "pencapaian kondisi batin", artinya dikelompok2kan berdasarkan realisasi pengikisan kekotoran batin pada tiap2 tahapan.

Selanjutnya ada istilah: menunda pencapaian Nibbana sebelum semua makhluk terbebaskan (= Boddhisatva)
Balik ke logika lagi:
- Bukankah proses pemurnian batin adalah realisasi dari hasil disiplin dan latihan, apakah suatu "realiasi hasil latihan" bisa ditunda2?
- Realisasi = hasil, berarti otomatis dan tidak bisa ditunda. Klu mau yg bisa ditunda adalah latihannya (supaya tidak terlanjur berbuah)
- Artinya para Boddhistva sengaja meninggalkan kekotoran batinnya sedikit, menunggu semua makhluk lain terkikis dulu kekotorannya, baru kemudian melanjutkan lagi latihan dan disiplinnya..

Bukannya masalah Mahayana atau Theravada, logika begini sama sekali nggak bisa w pahami..

::
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2334 on: 26 January 2013, 03:17:03 PM »
Betul, beberapa sutra memang menyatakan demikian.
Oleh karena itu dikatakan sutra-sutra Mahayana ada yang tidak konsisten. Dalam Amitabha Sutra disebutkan titel Amitabha adalah Tathagata, Arahat, Samyaksambuddha.
Dalam Srimala Devi Simhanada Sutra menyatakan Arahat masih ada takut, tapi sekaligus menyebut title seorang Buddha dengan Tathagata-Arhat-Samyaksambuddha.

“….After 20,000 aeons you will become the Tathagata-Arhat-Samyaksambuddha Samantaprabha….” (Srimala Devi Simhanada Sutra)

Dan tentu saja bagi pemula akan membingungkan. Inilah mengapa beberapa orang mengkritisi sutra Mahayana, bukan karena fanatik terhadap tradisi tertentu tapi karena ada yang tidak beres.


Kalau satu pihak merasa ada yang tidak beres, terus ada pihak lain tidak merasa-kan ketidakberes-annya. Manakah yang tidak beres ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2335 on: 26 January 2013, 03:17:42 PM »
Saya justru mempertanyakan Mahayana yang mana. Mahayana akhir yang kita lihat sekarang memang sepertinya jauh berbeda, tapi saya rasa tidak terlalu beda jauh diawal-awal kemunculannya atau disebut proto-Mahayana.

Apa kitab-nya yang proto-Mahayana ? sebelum kitab2 yang diambil dari alam naga ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Sunya

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 876
  • Reputasi: -16
  • Nothing, but your perception ONLY
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2336 on: 26 January 2013, 03:50:42 PM »
Supaya bagi para pemula tidak bingung.

Permasalahan Sang Buddha sebagai Arahat muncul dari permasalahan/pertanyaan penurunan status Arahat dan permasalahan pencapaian kearahatan Petapa Gotama melalui Jalan Mulia Berunsur Delapan. Ini berarti kita berbicara dalam konteks kesucian batin bukan dalam konteks jasmani atau kemampuan duniawi. 

Bukti-bukti teks dari kedua tradisi besar baik Mahayana dan Theravada menyatakan bahwa Buddha adalah Arahat. Ini berarti Pencapaian Bodhi (Kebodhian), Pencerahan, Nirvana antara Buddha (Samyaksambuddha dan Pratyekabuddha) dan Arahat adalah sama.

Adalah lucu mempertanyakan kearahatan Sang Buddha dan menganggap Buddha bukan seorang Arahat, padahal konteks pembicaraan sudah jelas yaitu berkaitan dengan kesucian batin, bukan yang lain.

Akan berbeda jika kita berbicara dalam konteks jasmani/fisik atauduniawi (bukan kesucian batin). Untuk menunjukkan keberadaan fisik adanya orang dan membedakannya maka dalam teks-teks menyebutkan secara terpisah.

Oleh karena itu kita diharapkan sering baca sutra dan membandingkan sehingga bisa membedakannya, jangan takut kalau nanti disebut "sutra minded". Dan kita perlu teliti dalam konteks apa yang sedang dibicarakan sehingga nanti tidak disebut "membelut" (kata trend di DC).     


Betul, beberapa sutra memang menyatakan demikian.
Oleh karena itu dikatakan sutra-sutra Mahayana ada yang tidak konsisten. Dalam Amitabha Sutra disebutkan titel Amitabha adalah Tathagata, Arahat, Samyaksambuddha.
Dalam Srimala Devi Simhanada Sutra menyatakan Arahat masih ada takut, tapi sekaligus menyebut title seorang Buddha dengan Tathagata-Arhat-Samyaksambuddha.

“….After 20,000 aeons you will become the Tathagata-Arhat-Samyaksambuddha Samantaprabha….” (Srimala Devi Simhanada Sutra)

Dan tentu saja bagi pemula akan membingungkan. Inilah mengapa beberapa orang mengkritisi sutra Mahayana, bukan karena fanatik terhadap tradisi tertentu tapi karena ada yang tidak beres.

Dalam konsep Mahayana ada yang namanya manifestasi, dan menjadi Arahat adalah satu bentuk manifestasi, selain bentuk-bentuk lainnya yang tidak terhingga. Jika dalam pandangan sempit menilai bahwa Amitabha Buddha adalah Arahat dan di sisi lain menganggap Arahat masih ada kekurang-sempurnaan tertentu, itu karena tidak memahami konsep "Tiada Aku" yang sesungguhnya.

Jika seorang sudah mencapai Bodhisattva taraf tertentu, tentu Ia akan paham bahwa semua titel, gelar, pencapaian hanyalah sebuah identitas tanpa inti, bukanlah diri sejati. Jadi bila Amitabha Buddha dikatakan (rekan Kelana) tidak bisa menyandang 2 sebutan/gelar sekaligus, ini tidaklah benar ditinjau dari sisi manifestasi tanpa batas seorang Buddha.

Seorang Samma Sambuddha (Samyak-Sambodhi) otomatis merupakan Arahat (karena sudah melepaskan belenggu keterikatan, memenangkan arus). Tapi seorang Arahat belum tentu seorang Samma Sambuddha (Samyak-Sambodhi).

Saya kira logika di atas cukup mudah dimengerti, bagi yang open-minded.

Salam.  _/\_

Offline Sunya

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 876
  • Reputasi: -16
  • Nothing, but your perception ONLY
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2337 on: 26 January 2013, 03:53:32 PM »
Kalau satu pihak merasa ada yang tidak beres, terus ada pihak lain tidak merasa-kan ketidakberes-annya. Manakah yang tidak beres ?

Yang tidak beres adalah yang kurang mau meneliti secara obyektif, terikat pada mazhab tertentu. :)

Salam dharma dan semoga berbahagia.  _/\_

Offline Sunya

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 876
  • Reputasi: -16
  • Nothing, but your perception ONLY
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2338 on: 26 January 2013, 03:55:09 PM »
Apa kitab-nya yang proto-Mahayana ? sebelum kitab2 yang diambil dari alam naga ?

Kitab apa yang diambil dari alam naga?  :-?

Offline sanjiva

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.091
  • Reputasi: 101
  • Gender: Male
Re: Pertanyaan kritis mengenai Mahayana menurut pandangan yg berbeda...
« Reply #2339 on: 26 January 2013, 03:56:33 PM »
Apa kitab-nya yang proto-Mahayana ? sebelum kitab2 yang diambil dari alam naga ?

Ini pertanyaan serius ya bro?   ;D
«   Ignorance is bliss, but the truth will set you free   »

 

anything