//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Motivasi dan Inspirasi  (Read 169454 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline kusalaviro

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 3
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #405 on: 23 November 2010, 08:45:42 AM »
the differences about the winner isn't the lack of knowledge or the lack of change but the lack of will

 _/\_

Offline dewi_go

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.848
  • Reputasi: 69
  • Gender: Female
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #406 on: 24 November 2010, 08:04:28 PM »
Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.

If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.
Sweet things are easy 2 buy,
but sweet people are difficult to find.
Life ends when u stop dreaming, hope ends when u stop believing,
Love ends when u stop caring,
Friendship ends when u stop sharing.
So share this with whom ever u consider a friend.
To love without condition... ......... .........

Offline aitristina

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.758
  • Reputasi: 52
  • Gender: Female
  • every1 is #1...
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #407 on: 25 November 2010, 10:55:53 AM »
jELAS...

tidak ada yg gratis didunia ini...

kecuali wc mall...

Jika Anda menginginkan sesuatu yang belum pernah anda miliki, Anda harus bersedia melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.

If you want something you’ve never had, you must be willing to do something you’ve never done.
Life is about living...

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Mengatur Tangan Kita Sendiri
« Reply #408 on: 16 December 2010, 04:00:28 PM »
Salah satu contoh hidup dalam menjalankan SILA dengan baik


 
Di kota kecil ini, paman saya merupakan orang pertama yang menjual daging. Berdagang selama bertahun-tahun membuat ia telah terlatih. Ia memiliki ketrampilan memotong daging dengan berat yang tepat sesuai permintaan. Tidak peduli Anda membeli seberapa berat, dengan sekali potong saja berat daging itu dijamin adalah berat daging yang Anda inginkan. Oleh sebab itu ketenaran kios dagingnya menyebar kemana-mana dan ramai sekali. 

Hari itu, datang seorang kepala pemborong yang merasa penasaran. Dia meletakkan uang 5 juta rupiah di atas meja, dan berkata bahwa dia ingin membeli 1,98 kg daging beserta tulang, 3.96 kg daging tanpa lemak, dan 5,94 kg daging yang berlemak, jika bisa sekali potong dengan berat persis yang dia inginkan maka setumpuk uang di atas meja itu semua akan diberikan kepada paman saya.

Saya yang berdiri di samping membakar semangat paman dan berkata: "Kalau begitu cepat potonglah, Paman!"

Sedangkan paman membalikkan tubuhnya, terus-menerus mengasah pisaunya, seperti dia sedang memikirkan sesuatu. Setelah lewat beberapa lama kemudian, dia mengangkatkan kepala memandang ke arah kepala pemborong tersebut: "Tiga bagian daging yang Anda inginkan tersebut akan saya potongkan, Anda bayar sesuai dengan berat daging tersebut, selebihnya satu sen pun tidak akan saya terima."

Selesai berbicara dia langsung mengayunkan pisau untuk memotong, dengan cepat sekali tiga bagian daging yang diinginkan oleh pembeli selesai terpotong, setelah ditimbang sungguh tepat berat setiap bagian daging, tidak selisih  satu gram pun, orang-orang yang menonton di sekeliling tak henti-hentinya memuji.

Pulang ke rumah saya bertanya kepada paman: "Harga daging tersebut tidak sampai lima juta, mengapa tantangan itu tidak Anda terima saja?"

Paman tertawa dengan lugu: "Hati berseri-seri jika melihat uang, dalam hati akan timbul kekalutan, jika kalut pasti akan gugup, dengan sendirinya mata menjadi kabur dan tangan bergemetaran, keterampilan yang Anda miliki akan hilang, masih akan mengundang ejekan dari orang lain."

Di kemudian hari ketika usia paman sudah cukup tua, dia sudah tidak berdagang lagi. Dia hidup santai di rumah menjaga cucu-cucunya. Saat itu ada orang lain yang membuka kios daging, ingin merekrut paman dengan gaji sangat tinggi, yang dipakai hanya ketenaran namanya untuk menarik pembeli.

Tetapi paman bersikukuh menolak, dia berkata bahwa selain tidak mengeluarkan tenaga sendiri ia tidak mau mengibuli orang lain, ia tidak akan mau uang semacam itu!

Ketika paman tepat berusia 80 tahun, kami semua sebagai generasi muda datang ke tempat paman untuk merayakan hari ulang tahun bersamanya, paman sangat gembira.

Sambil mengangkat gelas minumnya tinggi-tinggi ia berkata kepada kita semua:

"SEUMUR HIDUP INI SAYA SENANTIASA MENGATUR SEPASANG TANGAN SAYA UNTUK TIDAK MENGERUK DAN MENGAMBIL SESUATU YANG MENGINGKARI HATI NURANI, LEBIH-LEBIH TIDAK MEMILIKI NIAT ( KEHENDAK )  HARUS MENGGENGAM SESUATU DAN TIDAK INGIN DILEPASKAN. OLEH KARENA ITU HATI INI BERSIH DARI KEKALUTAN, TENANG DAN DAMAI, HIDUP DENGAN SANTAI DAN BERGEMBIRA...." 

Semoga Bermanfaat

Offline Dhamma Sukkha

  • Sebelumnya: Citta Devi
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.607
  • Reputasi: 115
  • kilesaa... .... T__T""" :) _/\_
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #409 on: 16 December 2010, 04:10:56 PM »
Salah satu contoh hidup dalam menjalankan SILA dengan baik


 
Di kota kecil ini, paman saya merupakan orang pertama yang menjual daging. Berdagang selama bertahun-tahun membuat ia telah terlatih. Ia memiliki ketrampilan memotong daging dengan berat yang tepat sesuai permintaan. Tidak peduli Anda membeli seberapa berat, dengan sekali potong saja berat daging itu dijamin adalah berat daging yang Anda inginkan. Oleh sebab itu ketenaran kios dagingnya menyebar kemana-mana dan ramai sekali. 

Hari itu, datang seorang kepala pemborong yang merasa penasaran. Dia meletakkan uang 5 juta rupiah di atas meja, dan berkata bahwa dia ingin membeli 1,98 kg daging beserta tulang, 3.96 kg daging tanpa lemak, dan 5,94 kg daging yang berlemak, jika bisa sekali potong dengan berat persis yang dia inginkan maka setumpuk uang di atas meja itu semua akan diberikan kepada paman saya.

Saya yang berdiri di samping membakar semangat paman dan berkata: "Kalau begitu cepat potonglah, Paman!"

Sedangkan paman membalikkan tubuhnya, terus-menerus mengasah pisaunya, seperti dia sedang memikirkan sesuatu. Setelah lewat beberapa lama kemudian, dia mengangkatkan kepala memandang ke arah kepala pemborong tersebut: "Tiga bagian daging yang Anda inginkan tersebut akan saya potongkan, Anda bayar sesuai dengan berat daging tersebut, selebihnya satu sen pun tidak akan saya terima."

Selesai berbicara dia langsung mengayunkan pisau untuk memotong, dengan cepat sekali tiga bagian daging yang diinginkan oleh pembeli selesai terpotong, setelah ditimbang sungguh tepat berat setiap bagian daging, tidak selisih  satu gram pun, orang-orang yang menonton di sekeliling tak henti-hentinya memuji.

Pulang ke rumah saya bertanya kepada paman: "Harga daging tersebut tidak sampai lima juta, mengapa tantangan itu tidak Anda terima saja?"

Paman tertawa dengan lugu: "Hati berseri-seri jika melihat uang, dalam hati akan timbul kekalutan, jika kalut pasti akan gugup, dengan sendirinya mata menjadi kabur dan tangan bergemetaran, keterampilan yang Anda miliki akan hilang, masih akan mengundang ejekan dari orang lain."

Di kemudian hari ketika usia paman sudah cukup tua, dia sudah tidak berdagang lagi. Dia hidup santai di rumah menjaga cucu-cucunya. Saat itu ada orang lain yang membuka kios daging, ingin merekrut paman dengan gaji sangat tinggi, yang dipakai hanya ketenaran namanya untuk menarik pembeli.

Tetapi paman bersikukuh menolak, dia berkata bahwa selain tidak mengeluarkan tenaga sendiri ia tidak mau mengibuli orang lain, ia tidak akan mau uang semacam itu!

Ketika paman tepat berusia 80 tahun, kami semua sebagai generasi muda datang ke tempat paman untuk merayakan hari ulang tahun bersamanya, paman sangat gembira.

Sambil mengangkat gelas minumnya tinggi-tinggi ia berkata kepada kita semua:

"SEUMUR HIDUP INI SAYA SENANTIASA MENGATUR SEPASANG TANGAN SAYA UNTUK TIDAK MENGERUK DAN MENGAMBIL SESUATU YANG MENGINGKARI HATI NURANI, LEBIH-LEBIH TIDAK MEMILIKI NIAT ( KEHENDAK )  HARUS MENGGENGAM SESUATU DAN TIDAK INGIN DILEPASKAN. OLEH KARENA ITU HATI INI BERSIH DARI KEKALUTAN, TENANG DAN DAMAI, HIDUP DENGAN SANTAI DAN BERGEMBIRA...." 

Semoga Bermanfaat

Waahhh... ;D ;D ;D
Paman Bro keren sekaliii.... \;D/\;D/\;D/
May All being Happy in the Dhamma ^^ _/\_

Karena Metta merupakan kebahagiaan akan org lain yg tulus \;D/

"Vinayo ayusasanam"
sasana/ajaran Buddha akan bertahan lama karena vinaya yg terjaga... _/\_ \;D/

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #410 on: 16 December 2010, 07:36:04 PM »
mantep sih paman,
semoga kehidupan akan datang
dia menjadi ahli bedah.... bukan penjagal lagi... =))
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Tercebur Ke dalam Air
« Reply #411 on: 16 December 2010, 10:04:32 PM »
mantep sih paman,
semoga kehidupan akan datang
dia menjadi ahli bedah.... bukan penjagal lagi... =))

Terima Kasih juga om 3 Ribu  ;D

Semoga kehidupan berikutnya lebih baik, karena penjual daging tidak selalu sebagai penjagal ( hanya penjual bangkai saja) dan semoga dengan perilaku dan kebiasaan demikian baiknya dan telah mendarahdaging menjadi karakter, sehingga setiap saat pikiran, ucapan dan perbuatan selalu didasarkan pada hal-hal yang baik dan tulus, sehingga menjelang kematian juga selalu yang baik sebagai landasan untuk meninggalkan kehidupan saat ini, karena telah menjadi kebiasaan dan karakter.

Mungkin kisah berikut ini yang menggambarkan kebiasaan dan karakter yang baik dan tulus menjadi landasan dalam setiap tindakan, ucapan dan pikiran.

Sekedar sharing cerita inspirasi :

TERCEBUR DALAM AIR 

Socrates (469—399 SM) seorang filosofis Yunani kuno, juga merupakan salah satu pendiri Filsafat Barat. Pandangan Socrates sangat mempengaruhi Plato (salah seorang murid Socrates) dan Aristoteles (murid Plato). Keduanya merupakan ilmuwan dan filosofis Barat yang terkemuka sepanjang jaman.

Suatu hari Socrates hendak menyeberangi sebuah sungai. Karena kurang hati-hati, ia terperosok ke dalam kubangan yang dalam. Ia tidak bisa berenang dan terpaksa hanya meronta-ronta sekuat tenaga di dalam air sambil berteriak minta tolong.

Saat itu, ada seseorang yang sedang memancing di tepi sungai. Mendengar suara teriakan Socrates, bukannya mengulurkan tangan untuk menolong, sebaliknya malah menyimpan kail, lalu berdiri dan pergi.

Beruntung murid-murid Socrates datang tepat pada waktunya dan berhasil menyelamatkan jiwa sang Guru.

Seketika itu juga murid-muridnya mengganti pakaian Socrates yang basah, dan serempak mengutuk si pemancing sebagai orang yang bermoral rendah, tidak mau menolong orang yang sedang dalam bahaya.

Tak lama berselang, pemancing itu ketika hendak menyeberang sungai, karena kurang hati-hati juga terperosok ke dalam kubangan air yang dalam. Ternyata orang itu juga sama sekali tidak bisa berenang, dan hanya bisa berteriak meminta tolong sambil meronta-ronta sekuat tenaga.

Sungguh kebetulan, Socrates bersama dengan murid-muridnya sedang berjalan di tepi sungai dan mendengar suara teriakan minta tolong si pemancing tersebut. Mereka pun bergegas berlari mendekat, dan dengan menggunakan sebatang bambu yang panjang mereka menolongnya.

Setelah mengetahui wajah orang yang mereka tolong, para murid Socrates merasa sangat menyesal dan berkata, ”Jika tahu yang jatuh ke dalam sungai itu adalah orang itu, bagaimana pun juga kami tidak akan menolong dia!”

Socrates membantu menggantikan pakaian orang tersebut yang telah basah, lalu dengan tenang Socrates berkata, ”Tidak. Kalian justru harus menolong dia! Inilah perbedaan antara dia dan kalian semua.”

Semoga Bermanfaat
« Last Edit: 16 December 2010, 10:07:09 PM by CHANGE »

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #412 on: 16 December 2010, 10:53:05 PM »
Susah2 amat ..... yaah jadi tukang daging  ;D
sampe harus bertahun-tahun utk  memiliki ketrampilan memotong daging dengan berat yang tepat sesuai permintaan. .....

Sekarang ada alat timbangan yg manual ato-pun digital
kenapa susah2 harus pake keahlian dan kenapa pula orang2 pada kagum seperti ini  ::) kita beli daging bukan lagi nonton sirkus  ;D
dan apa pula Sila yg dijalanin paman .... sehingga di bilang contoh menjalani Sila yg baik  ???
Sila ke 4 ?? .....
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #413 on: 16 December 2010, 10:55:57 PM »
Susah2 amat ..... yaah jadi tukang daging  ;D
sampe harus bertahun-tahun utk  memiliki ketrampilan memotong daging dengan berat yang tepat sesuai permintaan. .....

Sekarang ada alat timbangan yg manual ato-pun digital
kenapa susah2 harus pake keahlian dan kenapa pula orang2 pada kagum seperti ini  ::) kita beli daging bukan lagi nonton sirkus  ;D
dan apa pula Sila yg dijalanin paman .... sehingga di bilang contoh menjalani Sila yg baik  ???
Sila ke 4 ?? .....

kalau penjual Chicken Soup.... apa juga menjalankan SILA DGN BAIK ?

nahhhhh tuhhhhh, jawab yg jujur.....

kalau bukan penjual chicken soup, tapi PENYANTAP gimana ? Penyedia chicken soup gimana?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline CHANGE

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 598
  • Reputasi: 63
Pengertian dan Simpati Mendalam
« Reply #414 on: 17 December 2010, 08:12:41 AM »
Mungkin kisah berikut ini jika dikaitkan dengan dua kisah inspirasi terdahulu adalah sedikit benang merahnya.


Pengertian dan Simpati Mendalam

Adik saya adalah seorang pelukis muda, dia tinggal di pulau Majorca di Spanyol. Kejadian ini terjadi pada saat ibu saya akan pulang ke Jepang setelah dia pergi ke Spanyol menjenguk adik saya.

Pagi-pagi, ibu dan adik saya dengan nafas yang terengah-engah menurunkan dua kopor besar dari tingkat empat bangunan apartemen kuno yang memiliki sejarah 200 tahun itu. Mereka lalu meletakkan tas perjalanan itu di pinggir jalan yang boleh dikata hampir tidak ada orang yang lewat, dan sambil menunggu taksi mereka duduk di atas tas perjalanan itu.

Pulau Majorca bukan sebuah kota besar, tidak ada taksi yang sering berlalu lalang, tentunya juga tidak bisa memesannya melalui telepon, hanya bisa menunggu di pinggir jalan, dan tidak ada siapapun yang tahu kapan taksi itu bisa datang.

Karena adik saya sudah tinggal di pulau ini selama tiga tahun, maka dia sangat paham akan keadaan tersebut, sehingga dia nampak sangat tenang dan santai. Kehidupan di pulau ini berbeda sekali dengan kehidupan di Tokyo yang ritmenya cepat.

Kira-kira setelah lewat 20 menit, dari arah jalan yang berlawanan datang sebuah taksi, adik saya segera berdiri serta melambaikan tangan memanggil, tetapi begitu mengetahui di dalam taksi sedang duduk seorang penumpang dia menurunkan tangannya. Taksi itu pun melaju pergi melintas di depan mereka.

Namun setelah berjalan kira-kira 30 meter dari tempat mereka berada, taksi itu berhenti dan penumpang yang berada dalam taksi pun turun.

"Oh, betapa beruntungnya kami, penumpang taksi itu turun di sini."

Yang turun dari dalam taxi adalah seorang lelaki yang meskipun sudah berumur tapi masih nampak penuh dengan gairah hidup.

Adik saya ini rupanya merasa sangat senang dengan kejadian yang dianggapnya suatu keberuntungan. Tanpa menoleh lagi pada bapak tua itu, dia dengan sangat cepat lalu memasukkan tas perjalanannya ke dalam bagasi belakang mobil.

Setelah masuk dan duduk di dalam mobil, ia memberitahukan sopir taksi. "Ke airport" serta berkata, "Kami sungguh beruntung, terima kasih kepada Anda."

Sopir taksi itu mengangkat-angkat bahu dan berkata, "Kalau hendak berterima kasih, kalian berterima kasihlah kepada bapak tua itu, dia sengaja turun dari taksi lebih awal demi kalian."

Ibu dan adik saya tidak mengerti apa maksud ucapan sopir taksi itu. Karenanya sopir itu menjelaskan sekali lagi dengan berkata, "Lelaki tua itu sebenarnya ingin pergi ke suatu tempat yang lebih jauh, tetapi setelah dia melihat kalian berdua dia berkata,  "Saya turun di sini saja, biarkan dua orang penumpang itu naik taksi. Pagi-pagi begini sudah menunggu di pinggir jalan sambil membawa tas perjalanan, mereka pasti akan pergi ke airport. Jika demikian waktu yang mereka miliki pasti terbatas. Saya sendiri toh  tidak punya urusan yang mendesak, biarlah saya turun di sini saja untuk menunggu kedatangan taxi yang berikutnya." Maka dari itu jika kalian ingin berterima kasih, berterima kasihlah kepada lelaki tua itu."

Mendengar perkataan ini adik saya sangat terkejut, dia lalu dengan tulus meminta bapak sopir memutarkan taksi kembali untuk menemui bapak tua itu.

Ketika taksi lewat di samping lelaki tua itu, dari dalam jendela taksi adik saya berteriak menyatakan terima kasihnya kepada lelaki tua yang sedang berdiri di pinggir jalan dengan santai itu. Dengan tersenyum lelaki tua itu berkata, "Selamat jalan, semoga kalian bergembira dalam perjalanan."

Kemudian, di dalam surat yang dikirimkan kepada saya, adik saya menulis demikian,

"Selama ini sikap saya dalam hal memahami dan bersimpati kepada orang lain ternyata tarafnya masih sangat jauh berbeda jika dibandingkan dengan lelaki tua itu. Walaupun saya bisa bersikap penuh pengertian dan simpati terhadap orang lain, biasanya dalam hati kecil saya juga akan timbul rasa berbangga diri dan berpikir: bisa melakukan sampai taraf ini sudah lumayan, sudah bisa bersikap baik terhadap diri sendiri juga terhadap orang lain.....dengan demikian telah membatasi diri sendiri akan makna sesungguhnya dari "penuh pengertian dan simpati terhadap orang lain", saya merasa sangat malu terhadap diri sendiri.

Saat ini saya benar-benar sangat ingin dapat menjadi seperti lelaki tua itu, MENJADI ORANG YANG DALAM KETIDAK SENGAJAAN PUN BISA MENAMPAKKAN SIKAP "PENUH PENGERTIAN DAN SIMPATI" YANG SANGAT MENDALAM TERHADAP ORANG LAIN."

Suatu sikap yang bukan dibuat-buat, tetapi yang benar-benar tulus terpancar dari hati yang paling dalam.

Semoga Bermanfaat

Offline dewi_go

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.848
  • Reputasi: 69
  • Gender: Female
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #415 on: 06 January 2011, 12:45:18 PM »
Secangkir Teh bersama
Yang Arya Wang QR (175)

MENTERTAWAKAN DIRI SENDIRI

Kita sering mentertawakan kebodohan atau kenaifan teman atau orang lain.
Kita tertawa karena merasa perbuatan itu konyol, tak masuk akal, tak
layak, gegabah atau lucu dsbnya. Intinya kita menganggap mereka. tidak
bijak, tidak dewasa atau kekanakan.

Namun pernahkah kita mentertawakan diri sendiri? Sama seperti yang kita lakukan pada orang lain? Tidak! Karena kita merasa tak pernah bodoh seperti mereka!

Padahal sama dengan mereka, kita selalu melakukan hal yang bodoh, konyol dan tak masuk akal. Namun kita tidak menyadari. Karena tidak pernah bercermin diri...

Jika suatu hari Anda sudah bisa mentertawakan diri sendiri, Anda luarbiasa! Karena sudah mulai jadi orang BIJAK dan ADIL!
'BIJAK' karena sudah mulai mengenal kebodohan diri sendiri.
'ADIL' karena berani dan tidak malu mengakuinya!

Mentertawakan orang adalah hal biasa.
Mentertawakan diri sendiri itu luarbiasa!

Hanya manusia dengan pribadi besar yang mampu mentertawakan diri sendiri.
Sweet things are easy 2 buy,
but sweet people are difficult to find.
Life ends when u stop dreaming, hope ends when u stop believing,
Love ends when u stop caring,
Friendship ends when u stop sharing.
So share this with whom ever u consider a friend.
To love without condition... ......... .........

Offline dewi_go

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.848
  • Reputasi: 69
  • Gender: Female
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #416 on: 24 January 2011, 01:57:51 PM »
 Kisah Si Tempayan Retak

Di sbuah desa terpencil tinggal seorg ibu tua yg memiliki 2 buah tempayan yg digunakan tuk mencari air disungai. Salah 1 dari tempayan itu retak.
Stelah menempuh perjalanan panjang, stiba di rumah, air dlm tempayan retak sisa separuh.   

Peristiwa itu berlangsung slama 2 tahun.  Tempayan Retak merasa malu & sedih karna hanya memenuhi separuh dari kewajibannya yg dianggapnya sbg kegagalan.
"Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yg retak," kata Tempayan Retak.
Si ibu dgn tersenyum menjawab, "Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yg kau lalui, tp tak ada dijalur yg 1nya? Aku sdh tau kekuranganmu, jd aku menabur benih bunga dijalurmu & stiap hari dlm perjalanan pulang kau menyiraminya.  Itu terjadi selama 2 tahun. Aku memetik bunga2 cantik tuk menghias meja rumahku hingga terlihat indah. Itu smua karnamu.

Kita smua memiliki kekurangan pd masing2 pribadi.  Kita berusaha bisa menerima stiap org dgn apa adanya & mencari/meliat yg terbaik dari diri mereka.
Tiap org memiliki KARMA masing2, apapun itu pasti ada sisi baik & buruk (kelemahan/kekurangan).
Sweet things are easy 2 buy,
but sweet people are difficult to find.
Life ends when u stop dreaming, hope ends when u stop believing,
Love ends when u stop caring,
Friendship ends when u stop sharing.
So share this with whom ever u consider a friend.
To love without condition... ......... .........

Offline dewi_go

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.848
  • Reputasi: 69
  • Gender: Female
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #417 on: 11 February 2011, 03:06:40 PM »
5 Kualitas Pensil

Melihat Neneknya sedang asyik menulis Adi bertanya, "Nenek sedang menulis apa?"


Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."


"Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya," jawab Adi dengan bingung.


Nenek tersenyum bijak dan menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup."


"Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?" pinta Adi


"Tentu saja Adi," jawab Nenek dengan penuh kasih


"Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".


"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".


"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".


"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".


"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".


"Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?"


"Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu."

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Semoga memberikan manfaat.

source:http://another-reni.blogspot.com
Sweet things are easy 2 buy,
but sweet people are difficult to find.
Life ends when u stop dreaming, hope ends when u stop believing,
Love ends when u stop caring,
Friendship ends when u stop sharing.
So share this with whom ever u consider a friend.
To love without condition... ......... .........

Offline dewi_go

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.848
  • Reputasi: 69
  • Gender: Female
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #418 on: 11 February 2011, 03:39:17 PM »
Kisah Karpet

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik. Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.

Cuma ada satu masalah, ibu yang pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi dan menyiksanya.

Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.

Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu:

"Ibu harap tutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan"

Ibu itu kemudian menutup matanya.

"Bayangkan rumah ibu yang rapih dan karpet ibu yang bersih mengembang, tak ternoda, tanpa kotoran, tanpa jejak sepatu, bagaimana perasaan ibu?"
Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah, mukanya yang murung berubah cerah. Ia tampak senang dengan bayangan yang dilihatnya.

Virginia Satir melanjutkan; "Itu artinya tidak ada seorangpun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak, tak terdengar gurau canda dan tawa ceria mereka.”

“Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi".

Seketika muka ibu itu berubah keruh, senyumnya langsung menghilang, nafasnya mengandung isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

"Sekarang lihat kembali karpet itu, ibu melihat jejak sepatu & kotoran di sana, artinya suami dan anak-anak ibu ada di rumah, orang-orang yang ibu cintai ada bersama ibu dan kehadiran mereka menghangatkan hati ibu".

Ibu itu mulai tersenyum kembali, ia merasa nyaman dengan visualisasi tsb.

"Sekarang bukalah mata ibu" Ibu itu membuka matanya

"Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?"

Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Aku tahu maksud anda" ujar sang ibu, "Jika kita melihat dengan sudut yang tepat, maka hal yang tampak negatif dapat dilihat secara positif".

Sejak saat itu, sang ibu tak pernah lagi mengeluh soal karpetnya yang kotor, karena setiap melihat jejak sepatu disana, ia tahu, keluarga yang dikasihinya ada di rumah.

Kisah di atas adalah kisah nyata. Virginia Satir adalah seorang psikolog terkenal yang mengilhami Richard Binder & John Adler untuk menciptakan NLP (Neurolinguistic Programming) . Dan teknik yang dipakainya di atas disebut Reframing, yaitu bagaimana kita 'membingkai ulang' sudut
pandang kita sehingga sesuatu yang tadinya negatif dapat menjadi positif,

salah satu caranya dengan mengubah sudut pandangnya.

Terlampir beberapa contoh pengubahan sudut pandang :

Saya BERSYUKUR;

1. Untuk istri yang mengatakan malam ini kita hanya makan mie instan,
karena itu artinya ia bersamaku bukan dengan orang lain

2. Untuk suami yang hanya duduk malas di sofa menonton TV,
karena itu artinya ia berada di rumah dan bukan di bar, kafe, atau di tempat mesum.

3. Untuk anak-anak yang ribut mengeluh tentang banyak hal,
karena itu artinya mereka di rumah dan tidak jadi anak jalanan

4. Untuk Tagihan kartu kredit yang cukup besar,
karena itu artinya saya harus bekerja untuk bayar cicilan

5. Untuk sampah dan kotoran bekas pesta yang harus saya bersihkan,
karena itu artinya keluarga kami dikelilingi banyak teman

6. Untuk pakaian yang mulai kesempitan,
karena itu artinya saya cukup makan

7. Untuk rasa lelah, capai dan penat di penghujung hari,
karena itu artinya saya masih mampu bekerja keras

8. Untuk semua kritik yang saya dengar tentang pemerintah,
karena itu artinya masih ada kebebasan berpendapat

9. Untuk bunyi alarm keras jam 5 pagi yg membangunkan saya,
karena itu artinya saya masih bisa terbangun, masih hidup

10. Untuk dst...

(Dari milis Air Putih
Sweet things are easy 2 buy,
but sweet people are difficult to find.
Life ends when u stop dreaming, hope ends when u stop believing,
Love ends when u stop caring,
Friendship ends when u stop sharing.
So share this with whom ever u consider a friend.
To love without condition... ......... .........

Offline dewi_go

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.848
  • Reputasi: 69
  • Gender: Female
Re: Motivasi dan Inspirasi
« Reply #419 on: 04 March 2011, 07:32:06 PM »
Tak Ada Jalan Pintas

Keberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras yang berjuang untuk tumbuh. Jangan terlalu berharap pada kemujuran. Apakah kalian tahu apa itu kemujuran? Apakah kalian dapat mendatangkan kemujuran sesuai keinginan kalian? Padahal kita tahu, kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya.

Sadarilah bahwa segala sesuatu berjalan secara alami dan semestinya. Layaknya proses mendaki tangga, kalian melangkahkan kaki kalian melalui anak tangga satu per satu. Tak perlu repot-repot membuang waktu kalian untuk mencari jalan pintas, karena memang tak ada jalan pintas. Sesungguhnya kemudahan jalan pintas itu takkan pernah memberikan kepuasan sejati. Untuk apa kalian berhasil jika kalian tak merasa puas?
Hargailah setiap langkah kecil yang membawa anda maju. Janganlah melangkah dengan ketergesaan, karena ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja.

Amatilah jalan lurus kalian. Tak peduli bergelombang maupun berbatu, selama kalian yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus. Ketahuilah, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun kalian menjadi diri kalian sendiri.
Sweet things are easy 2 buy,
but sweet people are difficult to find.
Life ends when u stop dreaming, hope ends when u stop believing,
Love ends when u stop caring,
Friendship ends when u stop sharing.
So share this with whom ever u consider a friend.
To love without condition... ......... .........