Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Kisah di Balik Sepotong Cheongsam  (Read 1093 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Anestan

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.830
  • Reputasi: 106
  • Gender: Male
Kisah di Balik Sepotong Cheongsam
« on: 27 January 2009, 08:46:59 AM »
VIVAnews – Cheongsam lahir pada masa kekuasaan bangsa Manchu pada era Dinasti Qing. Nama cheongsam umum dipakai di belahan China Selatan, salah satunya di provinsi Guangdong yang berbahasa Kanton. Sedangkan mereka yang tinggal di belahan China Utara, misalnya Beijing, menyebut busana ini qipao.

Bentuk asli cheongsam pada masa ini adalah longgar, berlengan panjang, dan menutup seluruh tubuh wanita. Seiring waktu, para wanita membutuhkan potongan cheongsam yang semakin praktis untuk melakukan berbagai kegiatan.

Bahan dan motif
Cheongsam tradisional banyak menggunakan bahan satin silk yang bermotif khas. Beberapa motif yang umum dipakai untuk cheongsam adalah bunga, burung, naga, dan sebagainya. Motif-motif tersebut memiliki makna tertentu dan tak bisa dikenakan sembarangan. Masing-masing motif memiliki arti dan hanya boleh dikenakan kaum sosial tertentu.

• Peony
Selama lebih dari 5000 tahun, motif bunga peony umum dikenakan wanita China. Bunga yang juga menjadi bunga nasional bangsa China ini memiliki simbol kekayaan dan kesejahteraan
• Teratai
Dalam tradisi China, bunga teratai merupakan lambang pengorbanan yang sakral. Pada masyarakat Tibet, teratai mencerminkan kecantikan yang suci.
• Bunga krisan
Bagi masyarakat china, bunga krisan adalah perlambang panjang umur.
• Ikan
Ikan juga merupakan lambang kesejahteraan.
• Burung
Motif burung adalah lambang kecantikan dan kemurnian. Namun motif burung tertentu melambangkan kelas sosial pemakainya. Burung phoenix misalnya, hanya bisa dikenakan oleh keluarga inti kerajaan. Misalnya permaisuri dan putri kaisar. Motif burung merak bisa dikenakan wanita bangsawan tingkat dua, sedangkan motif bebek mandarin bisa dikenakan kelas sosial berikutnya.

Siluet seksi
Potongan cheongsam modern mengikuti bentuk tubuh yang umum ditemui saat ini pertama kali dikenalkan pada awal 1900-an di Shanghai. Pengaruh budaya Barat yang kuat di wilayah ini membuat para wanita kelas atas atau kaum socialite melakukan revolusi bentuk cheongsam.

Siluet busana ini tampil melekat di tubuh dengan kerah tinggi yang sensual. Segera saja cheongsam populer dan menjadi busana wajib wanita China dari berbagai kelas sosial.