Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Jubah Bhante  (Read 38272 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Jubah Bhante
« on: 27 November 2008, 11:39:21 AM »
Kesempatan berdana bagi umat yang ingin memberikan Jubah kepada Bhante dengan harga Special (Disubsidi oleh Team DhammaCitta Peduli). Dengan  harapan meringankan beban umat  untuk dapat ikut serta dalam memberikan Persembahan Jubah kepada Bhante.

Harga yang ditawarkan Rp. 280.000,- sampai dengan Rp. 300.000,- (Ongkos Kirim untuk diluar dari Medan ditanggung oleh Pihak Pembeli) Untuk wilayah medan, saya bersedia mengantarkannya langsung ke alamat pembeli.

Hasil keuntungan Penjualan 100% akan digunakan untuk keperluan pencetakan Buku Dhamma ke 4.

Bagi rekan-rekan yang berminat untuk membeli Jubah Bhikkhu dengan harga Rp. 280.000,- sampai dengan Rp. 300.000,- dapat menghubungi saya di :

Email :
- LotharGuard [at] yahoo.com.sg
- LotharGuard [at] DhammaCitta.org

Atau

Handphone Telkomsel : +6281 2642 8213 (Wilayah Medan - Sumatera Utara)
Handphone Flexi : +6261 777 428 89 (Wilayah Medan - Sumatera Utara)

Dana nya dapat ditransfer ke :

Rekening :
BCA A/C 8250081180
Kantor Cabang Golden Trade CT
Felix Angkasa


Mohon maaf jika ada pihak yang dirugikan akibat dari project ini.

Terima kasih.

Me. LotharGuard / Felix Angkasa

_/\_ :lotus: :)
« Last Edit: 02 December 2008, 04:10:09 PM by LotharGuard »
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #1 on: 10 December 2008, 02:46:40 PM »
Laporan penjualan jubah :

1. Alm. Lim Cheng Tek pada tanggal 30 November 2008 Rp. 280.000.- ( 1 pcs )
2. Cunda pada tanggal 09 Desember 2008 Rp. 560.000,- ( 2 pcs )

Sisa Jubah : 17 Pcs
Smile Forever :)

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #2 on: 11 December 2008, 04:49:32 PM »
Warna Jubah :





Smile Forever :)

Offline Effendy

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 225
  • Reputasi: 15
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #3 on: 27 December 2008, 03:16:06 PM »
kapan ditutup?
Hidup ini adalah Belajar, maka belajarlah dari kehidupan

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #4 on: 27 December 2008, 03:29:46 PM »
sampai jubahnya habis terjual :))
Smile Forever :)

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.098
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Jubah Bhante
« Reply #5 on: 06 July 2009, 08:55:01 PM »
ini jubah bhante apa yah? mahayana apa theravada? mikir mikir kathina tinggal 3 bulan lagi.

Pitu kecil ini dimana kok ada medan segala bukan di jakarta yah?.
« Last Edit: 06 July 2009, 08:59:34 PM by daimond »

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #6 on: 07 July 2009, 09:39:08 AM »
Jubah diatas adalah Jubah untuk Theravada, keberadaan saya memang di Medan - Sumatera utara
Jubah itu saya beli di Malaysia saat itu dan stock nya masih ada kurang lebih 12an jubah.

TUjuan dari penjualan jubah ini adalah untuk membantu umat yang ingin berdana jubah kepada Bhante dengan harga bersubsidi dan jika ada teman atau saudara yang berekonomi sangat susah dan ingin berdana jubah dapat menghubungi saya di email maupun di Handphone.
saya akan memberikan subsidi dengan harga yang sangat special.

Tujuan lain dari penjualan jubah juga untuk mendukung pencetakan Buku Dhamma dan kegiatan-kegiatan DhammaCItta Peduli.

Sebelumnya saya meminta maaf jika ada pihak yang dirugikan akibat penjualan Jubah tersebut.

Terima kasih
Smile Forever :)

Offline Effendy

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 225
  • Reputasi: 15
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #7 on: 10 July 2009, 12:20:51 PM »
Kenapa harus ada pihak yang merasa rugi akibat penjualan Jubah tersebut???
Hidup ini adalah Belajar, maka belajarlah dari kehidupan

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #8 on: 10 July 2009, 12:47:49 PM »
1 jubah beratnya brp? sy pengen beli nih....kok ada macam2 warnanya... kalo buat bhante theravada...bagusnya warna apa?

Mau di transfer ke mana?

_/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #9 on: 10 July 2009, 02:01:20 PM »
Kenapa harus ada pihak yang merasa rugi akibat penjualan Jubah tersebut???

Pada saat kathina, beberapa vihara ataupun toko-toko yang menjual peralatan Budhhis... mereka ada menjual jubah, nah saya kan menjual jubah dengan harga yang lebih murah dari pasaran (Jadi saya merasa ada merugikan pihak luar yang juga menjual jubah).

1 jubah beratnya brp? sy pengen beli nih....kok ada macam2 warnanya... kalo buat bhante theravada...bagusnya warna apa?

Mau di transfer ke mana?

_/\_ :lotus:
warna kalau tidak salah ada 4 macam warna, 1 jubah = 1 kg lebih.
saya pernah bertanya kepada bhante, kalau persembahan jubah untuk bhante seharusnya warna apa? jawaban dari bhante : warna apapun tidak masalah, jika bhante tidak merasa cocok dengan warna tersebut, maka jubah itu akan dikasih kepada bhante yang lain.

Dana dapat di transfer ke :
BCA
No. Rekening 8250 061 677
atas nama. Felix Angkasa

Pendapatan hasil penjualan murni akan disumbangkan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Terima kasih.
Smile Forever :)

Offline wiithink

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.630
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #10 on: 04 August 2009, 01:44:58 PM »
masih ada?

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #11 on: 03 September 2009, 11:17:11 AM »
Masih ada, mau pesan yang gimana? _/\_
Smile Forever :)

Offline wiithink

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.630
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #12 on: 03 September 2009, 12:19:20 PM »
di sini aku ndak tau dimana ada bhante.. gimana kalo aku beli, trus temen temen dari dhammachitta medan yang atur.. aku cuma terima foto ato bukti apa gitu.. bisa ndak?

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #13 on: 03 September 2009, 01:17:54 PM »
Maksudnya saya mewakili anda untuk persembahan untuk bhante saat kathina? boleh saja sih kalau anda percaya saya atau percaya kepada orang lain :)
Smile Forever :)

Offline satyabodhi

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 120
  • Reputasi: 9
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #14 on: 03 September 2009, 02:44:48 PM »
mau donk 1 jubah, segera ditransfer yah sekarang..thanks
Perbuatan itu baik,
Jika setelah dilakukan,
tidak menimbulkan penyesalan,
tapi membuahkan kegembiraan
dan kebahagiaan
Dhammapada : 68

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #15 on: 03 September 2009, 04:46:06 PM »
mau donk 1 jubah, segera ditransfer yah sekarang..thanks
Perubahan rekening untuk penerimaan Jubah Bhante
BCA
8250061677
Felix Angkasa

Mau yang warna apa? biar saya cari di rumah dan besok sudah bisa mulai dikirimkan _/\_
Smile Forever :)

Offline satyabodhi

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 120
  • Reputasi: 9
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #16 on: 03 September 2009, 09:43:08 PM »
mau donk 1 jubah, segera ditransfer yah sekarang..thanks
Perubahan rekening untuk penerimaan Jubah Bhante
BCA
8250061677
Felix Angkasa

Mau yang warna apa? biar saya cari di rumah dan besok sudah bisa mulai dikirimkan _/\_

bro sudah ditransfer jam 14:44 hari ini, ke rek 8250061677 sebesar 300rb, utk warna terserah saja, tidak usah dikirim, tolong dibantu saja utk diberikan kepada anggota sangha setempat..Thanks.
Perbuatan itu baik,
Jika setelah dilakukan,
tidak menimbulkan penyesalan,
tapi membuahkan kegembiraan
dan kebahagiaan
Dhammapada : 68

Offline Yohan

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 30
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #17 on: 03 September 2009, 10:36:22 PM »
Kesempatan berdana bagi umat yang ingin memberikan Jubah kepada Bhante dengan harga Special (Disubsidi oleh Team DhammaCitta Peduli). Dengan  harapan meringankan beban umat  untuk dapat ikut serta dalam memberikan Persembahan Jubah kepada Bhante.

Harga yang ditawarkan Rp. 280.000,- sampai dengan Rp. 300.000,- (Ongkos Kirim untuk diluar dari Medan ditanggung oleh Pihak Pembeli) Untuk wilayah medan, saya bersedia mengantarkannya langsung ke alamat pembeli.

Hasil keuntungan Penjualan 100% akan digunakan untuk keperluan pencetakan Buku Dhamma ke 4.

Bagi rekan-rekan yang berminat untuk membeli Jubah Bhikkhu dengan harga Rp. 280.000,- sampai dengan Rp. 300.000,- dapat menghubungi saya di :

Email :
- LotharGuard [at] yahoo.com.sg
- LotharGuard [at] DhammaCitta.org

Atau

Handphone Telkomsel : +6281 2642 8213 (Wilayah Medan - Sumatera Utara)
Handphone Flexi : +6261 777 428 89 (Wilayah Medan - Sumatera Utara)

Dana nya dapat ditransfer ke :

Rekening :
BCA A/C 8250081180
Kantor Cabang Golden Trade CT
Felix Angkasa


Mohon maaf jika ada pihak yang dirugikan akibat dari project ini.

Terima kasih.

Me. LotharGuard / Felix Angkasa

_/\_ :lotus: :)


Felix sy mau 1 jubah bhantenya tolong cek sms ya

Brgs
Yohan

Offline F.T

  • Sebelumnya: Felix Thioris, MarFel, Ocean Heart
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.135
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • • Save the Children & Join with - Kasih Dharma Peduli • We Care About Their Future • There Are Our Next Generation.
Re: Jubah Bhante
« Reply #18 on: 04 September 2009, 09:47:26 AM »
Hmm.. Pantaskah kegiatan amal untuk sangha di letakkan di board kaki lima ??

Apakah tdk lebih pantas di tempatkan di kesempatan berbuat baik?

Apalagi dr kegiatan ini tanpa ada keuntungan pribadi, keseluruhan kegiatan ini tujuannya amal.

Semoga menjadi pertimbangan...

:back to topic:


Save the Children & Join With :
Kasih Dharma Peduli ~ Anak Asuh
May all Beings Be Happy


Contact Info : Kasihdharmapeduli [at] yahoo.com

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #19 on: 04 September 2009, 09:49:04 AM »
mau donk 1 jubah, segera ditransfer yah sekarang..thanks
Perubahan rekening untuk penerimaan Jubah Bhante
BCA
8250061677
Felix Angkasa

Mau yang warna apa? biar saya cari di rumah dan besok sudah bisa mulai dikirimkan _/\_

bro sudah ditransfer jam 14:44 hari ini, ke rek 8250061677 sebesar 300rb, utk warna terserah saja, tidak usah dikirim, tolong dibantu saja utk diberikan kepada anggota sangha setempat..Thanks.
Anumodana, ok saat kathina, saya akan danakan secara langsung kepada Bhante nanti fotonya akan saya Upload, kalau bisa minta email bro nanti saya kirimkan foto bukti melalui email _/\_

Keuntungan dari penjualan jubah bhante akan didanakan ke Program anak asuh _/\_


Felix sy mau 1 jubah bhantenya tolong cek sms ya

Brgs
Yohan
[/quote]

Anumodana, 1 jam lagi saya akan kirimkan Jubah via Pos nanti kode pengiriman akan saya sms ke nomor hp bro _/\_
Smile Forever :)

Offline satyabodhi

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 120
  • Reputasi: 9
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #20 on: 04 September 2009, 10:21:03 AM »
bisa diemail ke tony [at] satyabodhi.com bro..Thanks
Perbuatan itu baik,
Jika setelah dilakukan,
tidak menimbulkan penyesalan,
tapi membuahkan kegembiraan
dan kebahagiaan
Dhammapada : 68

Offline wiithink

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.630
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #21 on: 04 September 2009, 01:41:34 PM »
Maksudnya saya mewakili anda untuk persembahan untuk bhante saat kathina? boleh saja sih kalau anda percaya saya atau percaya kepada orang lain :)

kathina kapan? tanggal berapa?

soalnya duit gw belum cukup.. maklum... baru jadi pengangguran

Offline Pitu Kecil

  • Sebelumnya Lotharguard
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 7.351
  • Reputasi: 217
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #22 on: 04 September 2009, 04:13:24 PM »
Maksudnya saya mewakili anda untuk persembahan untuk bhante saat kathina? boleh saja sih kalau anda percaya saya atau percaya kepada orang lain :)

kathina kapan? tanggal berapa?

soalnya duit gw belum cukup.. maklum... baru jadi pengangguran
Kathina kalau tidak salah mulai bulan depan (Bulan Oktober 2009 sampai Bulan November 2009).
tanggal tepatnya kurang tahu, ini lagi mau cari info dimana vihara-vihara ada adakan hari Kathina biar saya bisa persembahkan Jubah untuk Bhante. _/\_
Smile Forever :)

Offline wiithink

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.630
  • Reputasi: 32
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #23 on: 05 September 2009, 03:36:42 PM »
gitu yah.. oke deh.. aku kerja sambilan dulu, ntar kalo uang nya cukup, baru aku hubungi pitu yah

Offline lemonate

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 32
  • Reputasi: 2
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #24 on: 19 October 2009, 06:26:19 PM »
kalo jubah untuk Theravada beda ya untuk Mahayana
sori,sy baru dalam agama Buddha
thanks

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: Jubah Bhante
« Reply #25 on: 19 October 2009, 06:57:46 PM »
ada rekan2 dari surabaya yg mau bersedia membantu menyediakan jubah bhikkhu ? sy kesusahan tuk mendapatkan jubah bhikkhu... klo di surabaya, bisa ke gedung go skate, di jalan embong malang, dibagian bawah ada toko istana relik, ga tau masih ada ato ga... karena sy ada diluar kota, sehingga ga bs beli ke sana lg... jika ada yg bersedia, mohon diinformasikan, harga dan rek transfer nya...
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Jubah Bhante
« Reply #26 on: 19 October 2009, 08:53:07 PM »
 [at] lemonate, biasanya berbeda tergantung budaya sih.
sesama theravada juga berbeda-beda (warna dan bahannya) tergantung budaya. walaupun seharusnya anggota sangha tidak melekat pada jubah, tetapi pada prakteknya sering bermasalah kalau jubah tidak cocok dengan budaya yang dianut anggota sangha tertentu.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Jubah Bhante
« Reply #27 on: 24 October 2009, 06:57:50 PM »
btw masih bisa pesan ga ya?? gw masih bingung neh mau pesan warna apa..karena gw kurang tau dan tidak punya pengalaman...gw mau pesan untuk diberikan pada saat acara kathina di vihara vipassana grha..ada yang tau warna jubahnya yang kayak gimana?

thx
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Jubah Bhante
« Reply #28 on: 24 October 2009, 08:11:12 PM »
btw masih bisa pesan ga ya?? gw masih bingung neh mau pesan warna apa..karena gw kurang tau dan tidak punya pengalaman...gw mau pesan untuk diberikan pada saat acara kathina di vihara vipassana grha..ada yang tau warna jubahnya yang kayak gimana?

thx


kok ga ada yang jawab y??
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline calon_arahat

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 392
  • Reputasi: 26
  • Gender: Female
  • On the journey of life..
Re: Jubah Bhante
« Reply #29 on: 25 October 2009, 12:20:18 AM »
ada rekan2 dari surabaya yg mau bersedia membantu menyediakan jubah bhikkhu ? sy kesusahan tuk mendapatkan jubah bhikkhu... klo di surabaya, bisa ke gedung go skate, di jalan embong malang, dibagian bawah ada toko istana relik, ga tau masih ada ato ga... karena sy ada diluar kota, sehingga ga bs beli ke sana lg... jika ada yg bersedia, mohon diinformasikan, harga dan rek transfer nya...
klo di sby biasa klo kathina lgs aja pesan jubah dari vihara.. ntar pas hari perayaan kathina tinggal ngambil jubah dan didanakan.. ga usah repot2 nyari2 lagi gitu.. soal harga apa lebih mahal gw sih ga tau.. istana relik harusnya masih ada..
The health of my patients will be my first consideration..

Offline Yohan

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 30
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #30 on: 25 October 2009, 07:00:59 PM »
jubah bhantenya yang dikirim Bro Felix udah sy kathina dana tadi Pagi di vihara Buddha metta Arama, jakarta.

baru pertama kali dana jubah seumur hidup wkwkwk... thx ya atas bantuannya Bro Felix

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #31 on: 25 October 2009, 07:07:02 PM »
jubah bhantenya yang dikirim Bro Felix udah sy kathina dana tadi Pagi di vihara Buddha metta Arama, jakarta.

baru pertama kali dana jubah seumur hidup wkwkwk... thx ya atas bantuannya Bro Felix
wah.. ke vihara metta arama juga..
kalau tau gitu bisa kongkow2 bentar.. ada yanti n bro hengki juga
tadi juga beli jubah.. n first time juga beli jubah n kasih jubah ke bhante :))
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Jubah Bhante
« Reply #32 on: 25 October 2009, 08:18:21 PM »
berdana jubah penting lor, kalo mau jadi bhikkhu kalo gak pernah kasih jubah di kehidupan ini atau sebelumnya kagak bisa
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Jubah Bhante
« Reply #33 on: 25 October 2009, 09:59:08 PM »
berdana jubah penting lor, kalo mau jadi bhikkhu kalo gak pernah kasih jubah di kehidupan ini atau sebelumnya kagak bisa

yang bener kar???

Offline No Pain No Gain

  • Sebelumnya: Doggie
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.796
  • Reputasi: 73
  • Gender: Male
  • ..............????
Re: Jubah Bhante
« Reply #34 on: 25 October 2009, 10:11:33 PM »
berdana jubah penting lor, kalo mau jadi bhikkhu kalo gak pernah kasih jubah di kehidupan ini atau sebelumnya kagak bisa

iya kok tau??? ada referensi?
No matter how dirty my past is,my future is still spotless

Offline Xzone

  • Sebelumnya hans75
  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 219
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #35 on: 25 October 2009, 10:29:04 PM »
Bro Felix, saya pesan satu ya, uang sudah ditransfer Rp. 300.000 pkl 22:24 dari rek: 7120261287 barusan, tolong bro felix yg aturkan untuk persembahan jubahnya (warnanya terserah bro aja).
Oh iya...satu lagi bro, tolong diatas namakan Alm. Sim Sian Bun (papa saya) thanks a lots ya bro...

_/\_
Selama buah dari suatu perbuatan jahat belum masak, maka orang bodoh akan
menganggapnya manis seperti madu;
Tetapi apabila buah perbuatan itu telah masak, maka ia akan merasakan pahitnya
penderitaan.

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #36 on: 25 October 2009, 11:23:09 PM »
berdana jubah penting lor, kalo mau jadi bhikkhu kalo gak pernah kasih jubah di kehidupan ini atau sebelumnya kagak bisa

yang bener kar???
pernah baca dalam sutta .....
Ada seseorang tidak bisa menjadi Bhikkhu, karna kehidupan lampau tidak pernah memberi persembahan jubah kpd Sangha .....
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Jubah Bhante
« Reply #37 on: 26 October 2009, 09:16:39 AM »
berdana jubah penting lor, kalo mau jadi bhikkhu kalo gak pernah kasih jubah di kehidupan ini atau sebelumnya kagak bisa
yang bener kar???
pernah baca dalam sutta .....
Ada seseorang tidak bisa menjadi Bhikkhu, karna kehidupan lampau tidak pernah memberi persembahan jubah kpd Sangha .....

Inget bahiya?
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #38 on: 27 October 2009, 12:07:56 AM »
^
^
Bahiya pada kehidupan lampau, pada Zaman Buddha Kassapa
bukannya salah satu pertapa (ada 6 orang pertapa) yg ber-Meditasi di gunung dengan tekad tidak akan turun sebelum mencapai tingkat kesucian ......
karna tidak makan berbulan-bulan ke 5 pertapa ini wafat, 1 orang mencapai tingkat kesucian Anagami
4 orang pertapa lahir dizaman Sang Buddha Gotama dan menjadi murid Thatagatha .....
kemudian temanya yg mencapai Anagami memberitahu Bahiya utk ketemu Sang Buddha
Akhirnya Bahiya mencapai kesucian Arahat ......

Memang Tidak disebutkan Bahiya ditabhiskan menjadi Bhikkhu ...... (mohon koreksi) _/\_
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Jubah Bhante
« Reply #39 on: 28 June 2010, 12:07:15 PM »
Amitofo,
Ya menurut saya itu juga ide bagus, jadi ada board tertentu yang bisa dipertanggungjawabkan kebenaran isinya, sehingga bagi umat yang tidak mengerti tidak akan salah penafsiran. Beruntung jika umat itu kenal dekat dengan seorang Bhante, maka ia bisa menanyakannya langsung tapi kalau tidak? Bagaimana akibatnya? Dan bagaimana dari sumber yang salah itu member bersangkutan menyebarkannya lagi ke orang sekitarnya? Bagaimana jadinya nanti ? ^^"

Ya K, ada disalah satu board aku baca mengenai persembahan Jubah, ada member yang bilang kalau yang bisa menjadi seorang sangha yang pada kehidupan dulunya pernah mempersembahkan jubah pada seorang Bhante. Terus aku tanya deh sama salah seorang Bhante yang aku kenal, dan ia tidak memberikan jawaban yang sama seperti yang diucapkan oleh member tersebut.
Yah seperti itulah kira2 kejadian nya kk ^^

_/\_

Sdr Ingz yang baik, memang setahu saya hal tersebut pernah dikatakan dalam kitab komentar. Bahiya tidak bisa memperoleh jubah dan mangkuk karena di kehidupan sebelumnya tidak pernah memberikan dana jubah dan makanan terhadap Sangha.

 [at]  Ingz: coba baca kembali thread tersebut. Setau saya, di bagian terakhirnya sudah diralat.

[at]  Kwaci: ada link/penjelasan lebih detil utk kitab komentar tsb? Bahiya bukannya memang gak jadi bhikkhu ya? dia meninggal gak lama setelah mencapai pencerahan.. (http://dhammacitta.org/tipitaka/kn/ud/ud.1.10.than.html)


Bro Gacha yg baik,
sy sudah menunggu2 tanggapan anda utk yg bertanda bold biru, tp rupanya blm juga ditanggapi, jadi sy posting disini. krn sy juga tertarik dg hal ini, mohon anda dpt men-quotekan referenci atthakatha tsb. yg nunggu udah 3 org lho, sis mayvise, saya dan tentunya sdr.ingz yg menanyakan ke bhante nya. smw masih menanti anda.

sy ingin menambahkan dr info yg sy miliki, tp maaf sy tdk megang referensinya, hanya pengetahuan ini sy dptkan di diskusi wkt dosen memberikan materi kuliah ttg arahat yg tdk segera berjubah maka akan meninggal dlm wkt 7 hari, Raja Sudhoddhana dan Bahiyadaruciriya, jadi Bahiya ini dlm jangka wkt 7 hr itu beliau mencari jubah dan mangkuk blm dpt, sehingga sapi yg memiliki ikatan kamma masa lampau dg beliau berhasil membunuhnya (sapi ini dlu adl seorang wanita yg dijerumuskan menjadi prostitute oleh beliau, pd wkt itu beliau adl boss prostitute, wanita ini menjadi hancur hidupnya dan bersumpah akan membalas dendam membunuhnya), jika beliau mampu segera mendptkan jubah dan mangkuk maka dia akan selamat, itu diskusi dari dosen sy di kelas, sedang sy mengomentari bhw hal ini juga menunjukan bhw arahatpun tdk bisa lari akusala vipaka, buktinya Ven.Maha Moggallana pun meninggal akibat dibunuh perampok krn ikatan kamma masa lampau.

jadi banyak hal yg menyebabkan Bahiyadaruciriya meninggal, selain akibat tdk berjubah juga karena seorang arahatpun tidak bisa lari dari akusalavipakanya, termasuk Ven.Maha Moggallana.

bagaimana bro Gacha...ditunggu referensi nya ya....sy jg butuh utk melengkapi pengetahuan sy....thanks...

may all beings be happy

mettacittena,

sdr.Ingz yg baik,
saya telah mendapatkan jawaban melalui PM oleh bro Sunkmanitu Tanka Ob'waci bhw beliau mendptkan data tsb dari seorang bhikkhu yg amat fasih bahasa pali, data berasal dari kitab komentar. sehingga sy melacak ke kitab komentar dan dari data tsb sy menanyakan ke dosen sy di campus, kebetulan beliau juga berasal dari indonesia, masa berjubah beliau sdh 10 thn, saya rasa cukup mewakili keinginan sdr.Ingz agar ada bhikkhu ato setidaknya seseorang yg anggota sangha (ntar klo bhikkhu berarti yg kayak saya ga bisa donk, krn sy bukan bhikkhu) utk bertanggung jwb atas kebenaran informasi agar tidak menyesatkan pembaca.

ini sbg info sdr.Ingz, bro Sunkmanitu Tanka Ob'waci ****edited**** juga mendalami Tipitaka, bahkan wkt tahun2 pertama sy kuliah beliau banyak bantu sy mengerjakan tugas homework, sehingga dari situ saya tahu kualitas beliau amat menguasai Tipitaka.

terlampir saya quotekan dari atthakatha ttg hal tsb :
Quote
so kira kassapadasabalassa sāsane vīsavassasahassāni samaṇadhammaṃ karonto ‘‘bhikkhunā nāma attanā paccaye labhitvā yathādānaṃ karontena attanāva paribhuñjituṃ vaṭṭatī’’ti ekassa bhikkhussapi pattena vā cīvarena vā saṅgahaṃ nākāsi, tenassa ehibhikkhuupasampadāya upanissayo nāhosi. Keci panāhu – ‘‘so kira buddhasuññe loke coro hutvā dhanukalāpaṃ sannayhitvā araññe corikaṃ karonto ekaṃ paccekabuddhaṃ disvā pattacīvaralobhena taṃ usunā vijjhitvā pattacīvaraṃgaṇhi, tenassa iddhimayapattacīvaraṃ na uppajjissatīti, satthā taṃ ñatvā ehibhikkhubhāvena pabbajjaṃ
 na adāsī’’ti.


Dia (Bahiya), ketika mempraktikkan kehidupan sebagai samana selama 20.000 tahun di bawah sasana Buddha Kassapa, tidak pernah memberikan mangkok atau jubah kepada satu pun bhikkhu, berpikir, 'Sebagai bhikkhu, setelah mendapatkan keperluan2  untuk dirinya , ia harus menggunakannya sendiri apapun yang didapat'. Namun beberapa ada yang mengatakan, 'Sungguh, ketika tidak ada Buddha (sammasambuddha)  di dunia ini, ia menjadi seorang pencuri. Ia membawa panah dan suatu saat ketika berpraktik sebagai pencuri di hutan, ia melihat seorang paccekabuddha. Disebabkan karena keserakahannya terhadap mangkok dan jubah, ia memanah paccekabuddha tersebut dengan panahnya dan mengambil mangkok dan jubahnya. Oleh karena itu, setelah mengetahui hal ini, Sang Buddha tidak memberikan pentahbisan kepadanya dengan ehi bhikkhu dan kepadanya mangkok dan jubah yang tercipta secara gaib tidak muncul.

Btw, pattacivaralobehna dari kata patta, civara dan lobha + akhiran instrumental ena. kata ini berarti karena keserakahannya (untuk mendapatkan) mangkok dan jubah.

jadi jawaban dari bro Sunkmanitu Tanka Ob'waci adalah benar dan valid.

may all beings be happy

mettacittena,


Sis Pannadevi, jadi kalo misalnya seseorang gak pernah mendanakan jubah dan mangkuk di kehidupan lampau pun, masih bisa menjadi anggota sangha kan?

Bahiya adalah kasus khusus, yaitu karena masa lalunya yang demikian, beliau tidak ditahbiskan dengan penahbisan ehi bhikkhu, oleh Sang Buddha. Tapi seandainya Bahiya gak meninggal, Bahiya masih bisa menjadi anggota sangha dengan mangkuk dan jubah yang gak muncul secara gaib kan?
« Last Edit: 28 June 2010, 10:27:31 PM by Sumedho »

Offline kusalaputto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.288
  • Reputasi: 30
  • Gender: Male
  • appamadena sampadetha
Re: Jubah Bhante
« Reply #40 on: 28 June 2010, 12:54:57 PM »
kematren denger dari romo hidyat d dhammacakka stok jubah bhante penuh 1 gudang, karena banyak yg dana jubah namun lom terlalu banyak bhikkhunya, ayo2 sapa yg mau daftar jadi samanera n become a bhikkhu masih banyak stok jubah :)
semoga kamma baik saya melindungi saya, semoga kamma baik saya mengkondisikan saya menemukan seseorang yang baik pada saya dan anak saya, semoga kamma baik saya mengkondisikan tujuan yang ingin saya capai, semoga saya bisa meditasi lebih lama.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: Jubah Bhante
« Reply #41 on: 28 June 2010, 10:40:04 PM »
Apakah dhammacitta ada rencana tuk memproduksi/menyiapkan stok jubah bhikkhu ? jika ada aa tertarik, harus menghubungi sapa ?

kamsiah...
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #42 on: 28 June 2010, 11:11:54 PM »
Amitofo,
Ya menurut saya itu juga ide bagus, jadi ada board tertentu yang bisa dipertanggungjawabkan kebenaran isinya, sehingga bagi umat yang tidak mengerti tidak akan salah penafsiran. Beruntung jika umat itu kenal dekat dengan seorang Bhante, maka ia bisa menanyakannya langsung tapi kalau tidak? Bagaimana akibatnya? Dan bagaimana dari sumber yang salah itu member bersangkutan menyebarkannya lagi ke orang sekitarnya? Bagaimana jadinya nanti ? ^^"

Ya K, ada disalah satu board aku baca mengenai persembahan Jubah, ada member yang bilang kalau yang bisa menjadi seorang sangha yang pada kehidupan dulunya pernah mempersembahkan jubah pada seorang Bhante. Terus aku tanya deh sama salah seorang Bhante yang aku kenal, dan ia tidak memberikan jawaban yang sama seperti yang diucapkan oleh member tersebut.
Yah seperti itulah kira2 kejadian nya kk ^^

_/\_

Sdr Ingz yang baik, memang setahu saya hal tersebut pernah dikatakan dalam kitab komentar. Bahiya tidak bisa memperoleh jubah dan mangkuk karena di kehidupan sebelumnya tidak pernah memberikan dana jubah dan makanan terhadap Sangha.

 [at]  Ingz: coba baca kembali thread tersebut. Setau saya, di bagian terakhirnya sudah diralat.

[at]  Kwaci: ada link/penjelasan lebih detil utk kitab komentar tsb? Bahiya bukannya memang gak jadi bhikkhu ya? dia meninggal gak lama setelah mencapai pencerahan.. (http://dhammacitta.org/tipitaka/kn/ud/ud.1.10.than.html)


Bro Gacha yg baik,
sy sudah menunggu2 tanggapan anda utk yg bertanda bold biru, tp rupanya blm juga ditanggapi, jadi sy posting disini. krn sy juga tertarik dg hal ini, mohon anda dpt men-quotekan referenci atthakatha tsb. yg nunggu udah 3 org lho, sis mayvise, saya dan tentunya sdr.ingz yg menanyakan ke bhante nya. smw masih menanti anda.

sy ingin menambahkan dr info yg sy miliki, tp maaf sy tdk megang referensinya, hanya pengetahuan ini sy dptkan di diskusi wkt dosen memberikan materi kuliah ttg arahat yg tdk segera berjubah maka akan meninggal dlm wkt 7 hari, Raja Sudhoddhana dan Bahiyadaruciriya, jadi Bahiya ini dlm jangka wkt 7 hr itu beliau mencari jubah dan mangkuk blm dpt, sehingga sapi yg memiliki ikatan kamma masa lampau dg beliau berhasil membunuhnya (sapi ini dlu adl seorang wanita yg dijerumuskan menjadi prostitute oleh beliau, pd wkt itu beliau adl boss prostitute, wanita ini menjadi hancur hidupnya dan bersumpah akan membalas dendam membunuhnya), jika beliau mampu segera mendptkan jubah dan mangkuk maka dia akan selamat, itu diskusi dari dosen sy di kelas, sedang sy mengomentari bhw hal ini juga menunjukan bhw arahatpun tdk bisa lari akusala vipaka, buktinya Ven.Maha Moggallana pun meninggal akibat dibunuh perampok krn ikatan kamma masa lampau.

jadi banyak hal yg menyebabkan Bahiyadaruciriya meninggal, selain akibat tdk berjubah juga karena seorang arahatpun tidak bisa lari dari akusalavipakanya, termasuk Ven.Maha Moggallana.

bagaimana bro Gacha...ditunggu referensi nya ya....sy jg butuh utk melengkapi pengetahuan sy....thanks...

may all beings be happy

mettacittena,

sdr.Ingz yg baik,
saya telah mendapatkan jawaban melalui PM oleh bro Sunkmanitu Tanka Ob'waci bhw beliau mendptkan data tsb dari seorang bhikkhu yg amat fasih bahasa pali, data berasal dari kitab komentar. sehingga sy melacak ke kitab komentar dan dari data tsb sy menanyakan ke dosen sy di campus, kebetulan beliau juga berasal dari indonesia, masa berjubah beliau sdh 10 thn, saya rasa cukup mewakili keinginan sdr.Ingz agar ada bhikkhu ato setidaknya seseorang yg anggota sangha (ntar klo bhikkhu berarti yg kayak saya ga bisa donk, krn sy bukan bhikkhu) utk bertanggung jwb atas kebenaran informasi agar tidak menyesatkan pembaca.

ini sbg info sdr.Ingz, bro Sunkmanitu Tanka Ob'waci ****edited**** juga mendalami Tipitaka, bahkan wkt tahun2 pertama sy kuliah beliau banyak bantu sy mengerjakan tugas homework, sehingga dari situ saya tahu kualitas beliau amat menguasai Tipitaka.

terlampir saya quotekan dari atthakatha ttg hal tsb :
Quote
so kira kassapadasabalassa sāsane vīsavassasahassāni samaṇadhammaṃ karonto ‘‘bhikkhunā nāma attanā paccaye labhitvā yathādānaṃ karontena attanāva paribhuñjituṃ vaṭṭatī’’ti ekassa bhikkhussapi pattena vā cīvarena vā saṅgahaṃ nākāsi, tenassa ehibhikkhuupasampadāya upanissayo nāhosi. Keci panāhu – ‘‘so kira buddhasuññe loke coro hutvā dhanukalāpaṃ sannayhitvā araññe corikaṃ karonto ekaṃ paccekabuddhaṃ disvā pattacīvaralobhena taṃ usunā vijjhitvā pattacīvaraṃgaṇhi, tenassa iddhimayapattacīvaraṃ na uppajjissatīti, satthā taṃ ñatvā ehibhikkhubhāvena pabbajjaṃ
 na adāsī’’ti.


Dia (Bahiya), ketika mempraktikkan kehidupan sebagai samana selama 20.000 tahun di bawah sasana Buddha Kassapa, tidak pernah memberikan mangkok atau jubah kepada satu pun bhikkhu, berpikir, 'Sebagai bhikkhu, setelah mendapatkan keperluan2  untuk dirinya , ia harus menggunakannya sendiri apapun yang didapat'. Namun beberapa ada yang mengatakan, 'Sungguh, ketika tidak ada Buddha (sammasambuddha)  di dunia ini, ia menjadi seorang pencuri. Ia membawa panah dan suatu saat ketika berpraktik sebagai pencuri di hutan, ia melihat seorang paccekabuddha. Disebabkan karena keserakahannya terhadap mangkok dan jubah, ia memanah paccekabuddha tersebut dengan panahnya dan mengambil mangkok dan jubahnya. Oleh karena itu, setelah mengetahui hal ini, Sang Buddha tidak memberikan pentahbisan kepadanya dengan ehi bhikkhu dan kepadanya mangkok dan jubah yang tercipta secara gaib tidak muncul.

Btw, pattacivaralobehna dari kata patta, civara dan lobha + akhiran instrumental ena. kata ini berarti karena keserakahannya (untuk mendapatkan) mangkok dan jubah.

jadi jawaban dari bro Sunkmanitu Tanka Ob'waci adalah benar dan valid.

may all beings be happy

mettacittena,


Sis Pannadevi, jadi kalo misalnya seseorang gak pernah mendanakan jubah dan mangkuk di kehidupan lampau pun, masih bisa menjadi anggota sangha kan?

Bahiya adalah kasus khusus, yaitu karena masa lalunya yang demikian, beliau tidak ditahbiskan dengan penahbisan ehi bhikkhu, oleh Sang Buddha. Tapi seandainya Bahiya gak meninggal, Bahiya masih bisa menjadi anggota sangha dengan mangkuk dan jubah yang gak muncul secara gaib kan?

sis Mayvise yg baik,
saya butuh cek dulu utk memastikan, krn sy baca atthakatha baru utk kasus bahiya ini, bhw kehidupan lampau tdk pernah menyumbang jubah dan patta (klo mangkok kok kesannya beda ya, mangkok bisa jadi mangkok cuci tangan, jd sy pakai istilah patta aja), sehingga beliau tdk memiliki cukup kamma pendukung utk menjadi anggota sangha, sy tidak berani ambil kesimpulan atau membenarkan ttg hal tsb, bentar sy cek dulu ya sis...

saya pribadi memiliki pengalaman dg hal ini, arama sy mengatakan sy adalah nun yg berasal dari arama mereka, hal ini sy dengar pertama kali wkt sy datang masuk srilanka th.2006, kemudian saya dianggap saudara oleh arama sy, karena menurut mereka hanya yg memiliki ikatan kamma masa lampau dg mereka maka sy bisa datang dan berkumpul dg mereka, dan ternyata benar, hingga saat inipun sy masih disini karena uluran bantuan mereka (sponsor sy saudara sepupu wkl kepala arama saya), dimana merupakan hal yg langka bs dpt sponsor secara pribadi. biasanya melalui universitas langsung atau badan foundation yg memang mengelola scholarship....tentunya urusan amat sulit dan njlimet serta persyaratan kualifikasi yg berat. klo kyk sy yg udah nenek bgni mana mgk bs masuk kualifikasi...udah nenek bodo and gaptek...lengkap dah...jadi pengalaman sy pribadi ini yg membuat sy jadi tahu bahwa apabila masa lampau pernah menjadi anggota sangha maka dlm kehidupan yg berikutnya akan kembali lagi menjadi anggota sangha, apabila dlu tdk pernah menjadi anggota sangha dan diperparah tidak pernah berdana jubah dan patta, saya rasa kamma baik kurang kuat mendukung untuk menjadi anggota sangha. tapi coba ya, sy cari dulu referensinya, saya belum berani memastikan hingga saya temukan referensinya sis....

klo ttg pernah menjadi anggota sangha kemudian dlm kehidupan berikutnya kembali menjadi anggota sangha, kita bisa melihat kasus Cullapanthaka, beliau dlu bhikkhu karena mengejek salah seorang bhikkhu yg sdg kesulitan menghafal gatha, maka dlm kehidupan berikutnya beliau menjadi idiot, hingga single word gatha aja tidak mampu diingat, namun karena timbunan kebajikan beliau memenuhi utk mendukung jadi arahat, maka Sang Buddha yg melihat (tentunya melihat dg mata Buddhanya) beliau tahu bahwa Cullapanthaka mampu menjadi Arahat, hingga Sang Buddha dg welas asihnya memberikan gatha "rajoharanam" yg artinya bersih dari debu. dg konsentrasi yg benar beliau menyadari impermanence, sgl sst tidak kekal, sehingga beliau mencapai arahat dg waktu yg tidak lama. maaf ini blm melampirkan referensinya. bentar ya sis...krn baru buka komp langsung jawab.

may all beings be happy

mettacittena,

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #43 on: 28 June 2010, 11:18:50 PM »
Sis Pannadevi, jadi kalo misalnya seseorang gak pernah mendanakan jubah dan mangkuk di kehidupan lampau pun, masih bisa menjadi anggota sangha kan?

Bahiya adalah kasus khusus, yaitu karena masa lalunya yang demikian, beliau tidak ditahbiskan dengan penahbisan ehi bhikkhu, oleh Sang Buddha. Tapi seandainya Bahiya gak meninggal, Bahiya masih bisa menjadi anggota sangha dengan mangkuk dan jubah yang gak muncul secara gaib kan?

Menurut RAPB juga demikian, seseorang yg tidak pernah berdana jubah hanya tidak bisa menerima penahbisan "Ehi Bhikkhu" tapi kalau mencari sendiri jubah dan mangkuk saya rasa masih bisa. hanya saja dalam kasus Bahiya, sepertinya vipaka buruknya mendapat kesempatan untuk berbuah sebelum ia berhasil mendapatkan jubah

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #44 on: 28 June 2010, 11:37:48 PM »
Sis Pannadevi, jadi kalo misalnya seseorang gak pernah mendanakan jubah dan mangkuk di kehidupan lampau pun, masih bisa menjadi anggota sangha kan?

Bahiya adalah kasus khusus, yaitu karena masa lalunya yang demikian, beliau tidak ditahbiskan dengan penahbisan ehi bhikkhu, oleh Sang Buddha. Tapi seandainya Bahiya gak meninggal, Bahiya masih bisa menjadi anggota sangha dengan mangkuk dan jubah yang gak muncul secara gaib kan?

Menurut RAPB juga demikian, seseorang yg tidak pernah berdana jubah hanya tidak bisa menerima penahbisan "Ehi Bhikkhu" tapi kalau mencari sendiri jubah dan mangkuk saya rasa masih bisa. hanya saja dalam kasus Bahiya, sepertinya vipaka buruknya mendapat kesempatan untuk berbuah sebelum ia berhasil mendapatkan jubah

bro Indra yg baik,
tolong bantu donk sutta atau atthakatha yg mendukung ttg "kamma pendukung apa aja yg bisa membantu mewujudkan tekad seseorang utk menjadi anggota sangha"....karena dari bahiya ini wlu tdk pernah berdana jubah dan patta, tetapi timbunan kebajikannya yg lain mampu mendukung beliau mencapai Arahat, tentunya pencapaian arahat anda tahu sendiri khan tidak semudah membalikkan tangan, hanya dengan tekad saja tdk cukup (wlu tekad amat memegang peranan penting), Sila Samadhi Panna (tdk sy beri koma, krn ini satu kesatuan yg tdk bisa dipisahkan), juga kamma baik pendukungnya serta pernah beradhitana (wlu dlm kalpa nya masa lampau, tetap adhitana akan ikut serta jika pernah beradhitana ingin menjadi arahat). jujur sy tdk menguasai atthakatha krn smw msh dlm bentuk bhs asli yaitu pali.

sehingga bantuan bro Indra yg selama ini telah berkecimpung dlm dunia Tipitaka mendlm amat sy nantikan (dibanding sy yg baru aja belajar)....bro Indra, klo bantu sy nyariin atthakatha kelak dlm kehidupan mendatang jadi seseorang yg amat wisdom atau genius lho....(biar dibantu nyariin...cepetan pamitan ahh....)

may all beings be happy

mettacittena,
« Last Edit: 28 June 2010, 11:41:53 PM by pannadevi »

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #45 on: 13 August 2010, 10:26:38 PM »
Sis Mayvise yang baik,
kemarin saya menemukan dari salah satu website Buddhist milik Vihara mahasampatti Medan, tulisan Bhante Khemanando, beliau menulis ttg upasampada "Ehi Bhikkhu" yang saya lihat akan menjawab pertanyaan anda sis, bahwa kamma masa lampau akan mendukung seseorang dapat ditahbiskan dengan cara ehi bhikkhu. Beliau juga menelusuri sampai ke Vinayaatthakatha (samantapasadika). Sedangkan utk yg tidak memiliki kamma kebajikan masa lampau apakah dapat mencari sendiri patta dan jubah, kita semua tidak ada yg tahu timbunan kebajikan masing2 orang yang telah ditimbun melalui masa kappa nya kappa tak terhingga, jadi selama kita masih terlahir sebagai manusia berarti kita masih memiliki kamma kebajikan karena terbuka jalan menjadi seorang Arahat (hanya manusia yg bisa menjadi arahat, kecuali anagami dialam suddhavasa) saya rasa kita semua bisa menjadi seorang pabbajjita tinggal anda mau memilih jalur tsb apa tidak. ayo nyusul sekalian aja sis....

silahkan dibaca terlampir tulisan beliau :
Quote
[spoiler]

Kronologi Pentahbisan Didalam Buddhasasana (Upasampada) By: Y.M. Bhikkhu Khemanando
August 6, 2008 by Vihara Mahasampatti

Pendahuluan
 
Didalam Buddhisme, pabbhajita merupakan tingkatan yang sangat penting dalam menempuh kehidupan spiritual, yaitu sebagai seorang bhikkhu atau bhikkhuni, samanera atau samaneri. Pabbhajita merupakan  perbuatan yang mengarah kedalam kehidupan religius yang mampu membawa seseorang kedalam pemutusan, penghentian, pengetahuan yang tinggi dan merealisasi Nibbana. Dan itu merupakan suatu pilihan untuk memasuki sebuah kehidupan menjadi seorang bhikkhu atau bhikkhuni dengan diawali menjadi seorang samanera karena semua itu bukan suatu kewajiban bagi kita yang menganut buddhasasana. Menurut komentar Samantha Pasadika, pada awal-awal Buddha baru mencapai kebuddhaan, beliau memberikan beberapa methode untuk menempuh kehidupan pabbhajita. Dijelaskan didalamnya ada 8 jenis methode untuk menjadi pabbhajita;
1.    Ehi Bhikkhu Upasampada
Pentahbisan dengan cara memanggil
“Datanglah O Bhikkhu”
2.    Sarana Gamana Upasamapada
Pentahbisan dengan cara berlindung kepada Buddha Dhamma Sangha
3.    Ovada Patiggahana Upasamapada
Pentahbisan dengan memberikan nasehat
4.    Panha Byakarana Upasamapada
Pentahbisan dengan cara menjawab pertanyaan
5.    Garudhamma Patiggahana Upasampada
Pentahbisan dengan menerima 8 aturan keras
6.    Dutena Upasampada
Pentahbisan dengan cara memberi pesan
7.    Atthavacika Upasampada
Pentahbisan khusus untuk Bhikkhuni
8.    Natti Catuttha Kamma Upasamapada
Pentahbisan khusus untuk Bhikkhu
                     (Samantha Pasadika, p.223)
 Jika kita benar-benar mempelajari cara-cara pentahbisan ini, kita akan mengerti apa yang Buddha tentukan sebagai cara untuk menentukan seseorang menjadi seorang bhikkhu atau bhikkhuni. Maka komunitas Sangha akan hidup dengan harmonis tanpa ada kesalahpahaman diantara para bhikkhu. Selama kehidupan Buddha, mereka mempraktekkan kedisiplinan yang sangat ketat melalui tiga pintu yaitu pikiran, ucapan dan perbuatan. Mari kita telusuri asal-muasal terjadinya cara-cara pentahbisan diatas dan kita akan mengetahui juga siapa saja yang menerima pentahbisan tersebut.
 
 
1.      Ehi Bhikkhu Upasampada
Pentahbisan dengan cara memanggil “Datanglah O Bhikkhu”
 
Pada suatu ketika Buddha sedang membabarkan Dhamma Chakka Pavatthana Sutta, pertapa Kondanna telah menjadi orang suci pertama didalam Buddhasasana, mencapai tingkatan kesucian Sotapanna. Setelah Lima pertapa menerima Ajaran Buddha mereka mengungkapkan keinginan untuk menjadi Savaka (murid) Buddha. Mereka telah menyerahkan harta benda dan telah menghabiskan waktu yang sangat lama menjalankan kehidupan sebagai seorang pertapa. Buddha telah mengetahui bahwa mereka akan segera mencapai tingkatan kesucian yang sangat cepat. Lalu, Buddha dengan cara memanggilnya “Datanglah O’ Bhikkhu”. Dikarenakan didalam kehidupan lampaunya mereka telah menanam jasa atau perbuatan baik maka pada saat itu pula mereka dengan suatu keajaiban, mereka secara sinkron langsung memakai jubah lengkap tanpa ada seorang upathambaka atau seorang pendonatur. (lebih lengkapnya baca di Samatha Pasadika). Beberapa kemudian hari,  seorang anak millioner bernama “Yasa” dan beserta Lima Puluh Empat temannya mengunjungi Buddha ditempat peristirahatanNya. Lalu mereka mendengarkan Dhamma yang dibabarkan secara langsung oleh Buddha sendiri dan akhirnya mereka dapat merealisasi kebenaran Mutlak. Mereka akhirnya memohon kepada Buddha untuk menjadi Savaka (murid) Buddha atau menjadi Bhikkhu. Kemudian Buddha dengan cara yang sama seperti diatas memanggilnya dengan “Datanglah O’ Bhikkhu” dan secara otomatis mereka semua telah menerima sebuah pentahbisan dan menjadi seorang bhikkhu. Disamping itu pula, ketika Buddha sedang melakukan perjalanan ke Uruvela, Beliau bertemu dengan Tiga Puluh Pangeran Bhaddha Vaggiya. Mereka juga mendengarkan Dhamma dari Buddha dan menjadi bhikkhu, menerima pentahbisan yang sama “Datanglah O’ Bhikkhu”. Kami mempelajari semua kejadian-kejadian ini menurut komentar Samantha Pasadika. Kami mengatakan demikian bahwa semua pentahbisan diatas terjadi secara ajaib. Dikarenakan adanya dukungan perbuatan baik atau kusalakamma dikehidupan lampau mereka. Tetapi, kami merasakan apa yang Buddha maksudkan dengan cara memanggil “Datanglah O’ Bhikkhu” hanya bertujuan memberikan permisi atau izin untuk menjadi savaka atau muridNya, begitu Buddha mengucapkan “Datanglah O’ Bhikkhu” secara bersamaan rambut mereka tercukur dengan sendirinya dan mengenakan jubah dengan sendirinya serta mengikuti Dhamma dengan bebas. Kami juga bisa melihat kejadian yang sangat jelas yang terjadi dengan Tiga Jatila bersaudara dan pengikut-pengikutnya. Kejadian itu dijelaskan didalam Mahavagga. Didalam bahasa pali dikatakan “Athakho te Jatila kesamissam jatamissam barikajamissam aggihutamissam, udake pavadhetva yena bhagava tenupasamkaminsu upasamkamitva bhagavato padesu sirasani patitva bhagavata metada voca”. Lalu Jatila bersaudara secara ajaib telah tercukur rambutnya, mengenakan jubah lengkap dan muncul hiasan-hiasan api didalam sungai. Mereka lalu mengunjungi Buddha dan menjadi savaka (murid) Buddha. Buddha lalu memanggil mereka dengan sebutan “Datanglah O’ Bhikkhu” bahwa dengan cara itu mereka telah menerima sebuah pentahbisan. Kemudian mereka mendengarkan Dhamma,

mempraktekkannya dan akhirnya mereka dapat merealisasi Dhamma itu sendiri atau telah melenyapkan segala kekotoran batin (kilsa).  Melalui kejadian ini kami bisa mengerti bahwa kaum laki-laki yang menerima pentahbisan dengan cara ajakan “Datanglah O’ Bhikkhu” atau Ehi Bhikkhu Upasampada, dengan ajaib rambut mereka tercukur dengan sendirinya dan berganti baju mereka menjadi jubah seorang samana. Dengan demikian kami berpikir tentang ajakan “Datanglah O’ Bhikkhu” hanya sebuah ajakan atau sebuah izin untuk mengikuti atau mempraktekkan Dhamma dengan menjadi seorang Bhikkhu.
 
2.    Sarana Gamana Upasampada
Pentahbisan dengan cara mengambil perlindungan kepada Tiratana
 
Setelah mentahbiskan Lima pertapa (Panca Vaggiya), Yasa dan teman-temannya, lalu Buddha mengirim mereka keseluruh penjuru untuk membabarkan Dhamma. Buddha memberikan pesan kepada para bhikkhu “Caratha bhikkhave carikam bahujana hithaya, bahujana sukhaya, lokanukampaya”. Artinya “Para Bhikkhu, pergilah keseluruh penjuru demi kebaikan semua makluk , demi sebuah ketenangan dan demi perdamaian didunia ini, babarkanlah Dhamma kepada mereka”. Buddha menginginkan para savaka atau murid-muridNya untuk mengajarkan Dhamma kepada orang-orang, bagaimana cara untuk mencapai sebuah kelayakan atau kemuliaan dalam hidup?, dan diwaktu yang sama juga Beliau menginginkan para bhikkhu untuk mengajar bagaimana cara untuk melenyapkan sebuah penderitaan yang berkepanjangan didalam samsara. Setelah itu, Beliau mengirim para savaka-savaka untuk membabarkan dhamma. Buddha pergi keUruvela untuk membabarkan Dhamma kepada Pangeran-Pangeran Bhadda Vaggiya, yang pada akhirnya mereka menjadi bhikkhu dan ikut andil dalam pembabaran Dhamma keseluruh penjuru India.  Pada saat para bhikkhu sedang membabarkan dhamma, orang yang mendengarkan Dhamma menginginkan untuk menjadi murid Buddha. Ribuan dari mereka datang untuk mengunjungi kediaman Buddha dan mengungkapkan keinginannya serta tujuan untuk memohon sebuah pentahbisan. Banyak diantara mereka melakukan perjalanan yang begitu jauh hanya untuk mengungkapkan

tujuannya kepada Buddha. Dengan penuh karuna atau belas kasihan, Buddha mengijinkan murid-muridnya untuk mentahbiskan para perumah tangga yang datang untuk menjadi murid Buddha dengan memanjatkan sebuah kata perlindungan selama Tiga Kali yaitu “ Aku berlindung pada Buddha, Aku berlindung pada Dhamma dan Aku berlinding pada Sangha”. Dalam bahasa palinya “Buddham saranam Gacchami, Dhammam saranam Gacchami, Sangham Saranam Gacchami”. Banyak orang yang mendengarkan dhamma yang dibabarkan oleh para para bhikkhu savaka Buddha dan akhirnya dapat merealisasikan sebuah kebenaran dalam hidup. Kemudian mereka juga menerima sebuah pentahbisan dengan berlindung kepada Tiratana; Buddha Dhamma dan Sangha. Semua bhikkhu yang ditahbiskan pada waktu itu paling sedikit mencapai tingkat kesucian sotapanna atau sebuah jasa yang tak terhingga. Dan juga seorang Rahula dan Sopaka menerima pentahbisan dengan cara yang sama yaitu dengan berlindung kepada Tiratana; Buddha Dhamma serta Sangha atau dengan sebutan lain Sarana Gamana Upasampada.
 
3.        Ovada Patiggahana Upasampada
       Pentahbisan dengan cara memberikan sebuah nasehat.
 
       Buddha telah memberikan sebuah ovada atau nasehat kepada Y.M Maha Kassapa Thera dengan sebuah syair dibawah ini;
“Tasmatihate kassapa! Evam sikkhitabbam me hirotappam paccuppattitam bhavissati
theresu navesu majjimesu cati. Evam hite Kassapa! Sikkhitabbam tasmahi
te Kassapa! Sikkhitabbam, yam kinchi dhammam sossama kusalupasahitam
sabbam tam atthi katva manasikatva sobbam cetasa samannaharitva
ohitasotha dhammam sossamiti, Evam hi te Kassapa! Sikkhitabbam sata
sahagata ca me kayagatasati na vijahissatiti. Evam hi te Kassapa!
Sikkhitabbam” (Kassapa Samyutta of the Samyutta Nikaya).
Dengan hanya menerima nasehat yang diberikan oleh Buddha sendiri, Y.M Maha Kassapa Thera secara otomatis telah menerima sebuah pentahbisan.  Dan pentahbisan ini hanya diberikan secara khusus untuk Y.M Maha Kassapa Thera.   
 
4.        Panha Byakarana Upasampada
Pentahbisan dengan cara menjawab sebuah pertanyaan yang diajukan oleh Buddha sendiri. 
 
Suatu ketika Buddha sedang berdiam diPurvarama, Samanera Sopaka sedang melakukan suatu perjalanan panjang menuju tempat Buddha berada. Buddha telah mengetahuinya bahwa samanera Sopaka segera akan merealisasi Nibbana atau menjadi seorang Arahat. Lalu Buddha memanggilnya dan mengajukan beberapa pertanyaan, seperti syair dibawah ini;  “Uddu mataka sannati, va Sopaka! Rupa sannati vaime dhamma nantthe nana byanjana, udahu ekattha Vyanjana meva nanam (Samyutta Nikaya)”. Lalu Samanera Sopaka menjawabnya dengan sangat pintar dan berani. Buddha lalu memujinya dan bertanya tentang umurnya. Sopaka menjawabnya bahwa ia baru berumur Tujuh tahun. Diumur yang ketujuh tahun ini, Buddha memberitahunya bahwa dengan wawancara itu dia telah menerima suatu

pentahbisan dan menjadi seorang bhikkhu, lalu Buddha menginformasikan secara langsung kepada Sangha. Demikian juga Samanera Sumana juga telah menerima pentahbisan dengan cara yang sama yang mana Buddha menjelaskan bahwa sikap dan tingkah laku seorang Sumana telah pantas. Pertanyaan-pertanyaan itu dimuat didalam Kitab Samanera Banadaham Potha, sebuah buku yang memuat khusus untuk Samanera, dan ada didalam Kitab Suci Piruvana Pothavahanse. Pertanyaan-pertanyaannya seperti syair berikut ini;
1.    Eka Nama Kim?
Apa yang dimaksud Satu?
Yaitu Sabbe Satta Aharatthitika
Yaitu semua makluk tergantung pada makanan.
2.    Dve Nama Kim?
Apa yang dimaksud dengan Dua?
 Yaitu Namam ca Rupam ca
Yaitu batin dan jasmani/mental dan fisik
3.    Tayo Nama Kim?
Apa yang dimaksud dengan Tiga?
Yaitu Tisso Vedana
Yaitu Tiga aspek sensasi atau Tilakkhana
4.    Catari Nama Kim?
Apa yang dimaksud dengan Empat?
Yaitu Cattari Ariyasaccani
Yaitu Empat Kesunyataan Mulia
5.    Panca Nama Kim?
Apa yang dimaksud dengan Lima?
Yaitu Panca Upadana Khandha
Yaitu Lima Kelompok kemelekatan Batin dan Jasmani
6.    Ca Nama Kim?
Apa yang dimaksud dengan Enam?
Yaitu Ca Ajjattikani Ayatanani
Yaitu Enam Landasan Indriya bagian dalam (6 Ayatana).
7.    Satta Nama Kim?
Apa yang dimaksud dengan Tujuh?
Yaitu Satta Bhojjangani
Yaitu Tujuh Faktor yang menuntun kearah Pembebasan
8.    Attha Nama Kim?
Apa yang dimaksud dengan Delapan?
Yaitu Ariyo Atthangiko Maggo
Yaitu Delapan Jalan Pembebasan
9.    Nava Nama Kim?
Apa yang dimaksud dengan Sembilan?
Yaitu Nava Sata Vassa
Yaitu Sembilan Alam dimana semua makluk tinggal
10.  Dasa Nama Kim?
Apa yang dimaksud dengan Sepuluh?
Yaitu Dasa Hangehi samannagato Arahati Vuccati ti
Yaitu Orang yang telah mencapai Arahat
 
                 Dengan menjawab semua pertanyaan itu Samanera Sumana secara otomatis telah menerima pentahbisan sebagai seorang bhikkhu.  Pentahbisan ini dianugerahkan oleh Buddha sendiri dan dikenal dengan sebutan PanhaVyakarana Upasampada.


bersambung....
« Last Edit: 13 August 2010, 10:33:03 PM by pannadevi »

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #46 on: 13 August 2010, 10:36:38 PM »
lanjutan, karena tadi tidak bisa dimuat sekaligus ternyata kepanjangan....

Quote
[spoiler]
5.    Garudhamma Patiggahana Upasampada
Pentahbisan dengan cara menerima Delapan Aturan Keras.
 
Dan pentahbisan ini hanya  diberikan kepada Mahapajapati Gotami, ibu tiri dari Buddha sendiri. Ketika dia memohon untuk ditahbiskan menjadi bhikkhuni, Buddha menolaknya sampai tiga kali berturut-turut. Tetapi akhirnya Y.M Ananda Thera membujuk Buddha dan akhirnya Buddha mengijinkan Mahapajapati Gotami memasuki Sasana dan menjadi bhikkhuni bersama-sama dengan 500 wanita kerajaan yang mana suami dari mereka telah memasuki sasana terlebih dahulu. Hanya jika mereka dapat mengikuti atau bersedia menerima delapan aturan keras yang diberikan oleh Buddha atau yang disebut Attha Garudhamma, yaitu;
1.    seorang bhikkhuni, meskipun telah ditahbiskan selama seratus tahun, harus menyambut dengan sopan, berdiri dari tempat duduknya, memberi hormat dengan kedua tangan dirangkapkan didada kepada seorang bhikkhu yang baru ditahbis. Aturan ini pantas dilakukan dan tidak boleh dilanggar selama ia menjadi bhikkhuni.
2.    seorang bhikkhuni tidak boleh menjalankan vassa disuatu tempat, yang mana tidak terdapat seorang bhikkhu. Aturan ini pantas dilakukan dan tidak boleh dilanggar selama ia menjadi bhikkhuni.
3.    setiap setengah bulan sekali seorang bhikkhuni harus memohon dua hal dari Sangha bhikkhu, yaitu ketika hari uposatha pada bulan terang dan gelap serta pada hari unutk melakukan latihan dan hari untuk mendapatkan nasehat-nasehat (teguran-teguran). Aturan ini juga harus dipatuhi dan dilaksanakan dan tidak boleh dilanggar selama ia menjadi bhikhuni.
4.    setelah melakukan massa vassa seorang bhikkhuni harus memohon kepada Sangha bhikkhu dan Sangha bhikkhuni untuk mendapatkan teguran dan peringatan tentang apa yang dicurigai, didengar, dan dilihat. Aturan ini pantas dilakukan dan dipatuhi serta tidak boleh dilanggar selama ia menjadi bhikkhuni.
5.    seorang bhikkhuni yang telah melakukan pelanggaran atau Appatti harus menjalani sebuah hukuman (Parivassa dan Manatta) selama setengah bulan lamanya dibawah pengawasan Sangha bhikkhu dan Sangha Bhikkhuni. Aturan ini pantas dilakukan dan dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama ia menjadi bhikkhuni.
6.    setelah selesai menjalakan masa percobaan selama dua tahun, seorang calon bhikkhuni harus mohon ditahbiskan menjadi bhikkhuni dari Sangha bhikkhu dan dari Sangha bhikkhuni. Aturan ini pantas dilakukan dan tidak boleh dilanggar selama ia menjadi bhikkhuni.
7.    seorang bhikkhu tidak boleh dicaci maki dan dihina dengan cara apapun oleh seorang bhikkhuni. Aturan ini pantas dilakukan dan dipatuhi dan tidak boleh dilanggar selama ia menjadi bhikkhuni.
8.    mulai hari ini seorang bhikkhuni dilarang memperingati atau menegur seoorang bhikkhu, tapi sebaliknya seorang bhikkhu tidak dilarang unutk menegur atau memperingati seorang bhikkhuni. Aturan ini pantas dilakukan dan tidak boleh dilanggar selama ia menjadi bhikkhuni.
 
Dengan gembira Mahapajapati Gotami menerima aturan tersebut dan secara otomatis telah menerima pentahbisan dan menjadi seorang bhikkhuni. Sejak Mahapajapati Gotami menerima aturan ini Buddha mengumandangkan kepada sangha bhikkhu bahwa seorang Gotami telah menerima pentahbisan dan menjadi bhikkhuni yang pertama didalam Buddhasasana. Setelah Buddha mengumumkan bahwa telah ada bhikkhuni didalam Dhamma dan Vinaya lalu Buddha menganjurkan para bhikkhu untuk mentahbiskan wanita-wanita lain yang ingin menjadi bhikkhuni. Demikian pula dengan 500 ratus pengikutnya juga ditahbiskan dengan menerima delapan aturan keras oleh para savaka Buddha dan mereka juga menerimanya dengan kegembiraan. Dalam perkembangan selanjutnya Buddha menetapkan pula peraturan yang berlaku khusus untuk para bhikkhuni  dan pantas untuk dilaksanakan. Secara kohensip aturan seorang bhikkhuni ada 311 sila, sedangkan seorang bhikkhu menerima aturan sebanyak 227 sila.
 
6.    Dutena Upasampada
Pentahbisan dengan cara mengirimkan sebuah pesan.
 
Pentahbisan ini hanya dianugerahkan kepada seorang prostitusi yang bernama Addhakasi. Seorang prostitusi yang terkenal dan banyak penggemar. Ketika ia mendengarkan khotbah dhamma yang dibabarkan oleh Buddha dan secara instan ia dapat merealisasi kebenaran dalam hidup, lalu ia menjadi seorang samaneri dibawah bimbingan seorang bhikkhuni. Tetapi para lelaki yang menjadi penggemarnya dimasa lalu tidak menyukai kehidupannya yang berubah. Ketika mereka mendengar bahwa samaneri Addhakasi akan pergi menerima pentahbisan secara langsung dari Buddha sendiri, mereka mengharapkanya untuk lepas jubah dan sudah barang tentu akan diajak bersetubuh dengannya lagi. Karena mereka sangat  bernafsu untuk bisa berhubungan tubuh dengannya. Setelah itu pembimbing Addhakasi sendiri mengirimkan sebuah pesan kepada Buddha dan menjelaskan bahwa dia (Addhakasi) tidak bisa datang disebabkan oleh kejadian itu. Akhirnya, Buddha menganugerahkan sebuah pentahbisan kepada Samaneri Addhakasi melalui sebuah pesan. Dan pentahbisan ini hanya diberikan kepada Bhikkhuni Addhakasi saja. Dari semua pentahbisan yang muncul pada waktu Buddha masih ada, lima dari enam cara pentahbisan diatas dianugerahkan secara spesial yang diberikan oleh Buddha pribadi. Satu dari enam pentahbisan itu, Sarana Gamana Upasampada, sebuah pentahbisan dengan cara mengambil suatu perlindungan kepada Tiratana; Buddha, Dhamma dan Sangha, kepada seorang bhikkhu atau lebih yang mampu memberikan pentahbisan ini kepada calon bhikkhu.
 
7.    Atthavacika Upasampada
Sebuah pentahbisan khusus kepada seorang bhikkhuni.
 
Setelah berdirinya Sangha Bhikkhuni, Y.M Mahapajapati Gotami Bhikkhuni yang telah menerima pentahbisan dengan menjalankan delapan aturan keras atau Attha Garudhamma. Dan wanita kerajaan lainnya menerima pentahbisan dari Sangha bhikkhu, Buddha juga memberikan wewenang kepada Sangha bhikkhu untuk mentahbiskan seorang Samaneri. Setelah beberapa tahun kemudian, Buddha memutuskan kepada para wanita yang telah menjadi seorang samaneri dan memberikan sebuah pentahbisan dengan cara mewawancarai atau menginterview calon bhikkhuni. Ketika para bhikkhu telah memimpin wawancara tersebut, mereka (calon bhikkhuni) menanyakan beberapa pertanyaan yang mana para calon bhikkhuni menyulitkan para bhikkhu untuk menjawabnya. Setelah kejadian tersebut, Buddha memutuskan kepada calon bhikkhuni pertama-tama harus diwawancarai dan ditahbiskan secara langsung didepan Sangha Bhikkhuni. Kemudian mereka juga menerima pentahbisan secara langsung didepan Sangha Bhikkhu. Jadi penemuan ini tidak dapat diganggu gugat, pentahbisan pertama dilakukan oleh Sangha Bhikkhu dan kemudian ditahbiskan kembali oleh Sangha Bhikkhuni. Akhirnya pentahbisan telah berjalan bahwa seorang samaneri akan mendapatkan pentahbisan secara resmi menjadi bhikkhuni harus didepan Sangha bhikkhuni dan Sangha bhikkhu. Dengan mengumandangkan kamma vaca selama empat kali didepan sangha bhikkhuni dan mengumandangkan kembali didepan Sangha Bhikkhu dengan cara yang sama. Jadi semua calon bhikkhuni mengumandangkan Kamma Vaca sebanyak delapan kali, dengan demikian pentahbisan bhikkhuni dinamakan Atthavacika Upasampada, yaitu pentahbisan dengan mengulang kamma vaca sebanyak delapan kali.
 
8.    Natti Catuttha Kamma Upasampada
Sebuah pentahbisan khusus bagi seorang bhikkhu.
 
Peraturan ini sampai sekarang masih dilakukan untuk mentahbiskan seorang samanera atau calon bhikkhu. Mereka membacakan kammavaca sebanyak empat kali. Ini harus dilakukan dihadapan Lima Bhikkhu atau lebih anggota sangha bhikkhu termasuk Upajjhaya, Kammacariya bhikkhu yang mewancarai calon bhikkhu yang ingin ditahbiskan. Mereka (Achariya) menanyakan beberapa pertanyaan tentang kehidupan dan pribadi calon bhikkhu. Empat syarat yang harus dipenuhi dalam menerima pentahbisan ini antara lain;
 
1.    Vatthu Sampatti (yaitu tentang materi bagi calon bhikkhu):
-Harus seorang laki-laki
-calon berumur 20 tahun atau lebih
-fisik seorang calon harus tidak mempunyai cacat sebagai manusia.
-tidak mempunyai suatu kasus yang berhubungan dengan hokum,
  misalnya melakukan tindak criminal yang serius.
-tidak pernah melakukan kesalahan yang serius didalm Buddhasasana
  misalnya; pelanggaran Parajika ketika menjadi bhikkhu pada saat
  sebelumnya.
Selain masalah-masalah diatas, ada beberapa yang menyebabkan
calon tidak bisa diterima memasuki sasana. Misalny; pencuri,
perampok, orang yang mempunyai reputasi buruk didalam masyarakat
karena telah melakukan tindak kejahatan, mempunyai penyakit
kelainan fisik, mempunyai penyakit infeksi dan mempunyai hutang.
2.    Parisa Sampatti (sempurnanya suatu pesamuan ; yaitu dalam hal ini
jumlah bhikkhu yang diperlukan harus cukup yaitu minimal Lima Bhikkhu atau lebih).
3.    Sima Sampatti (sempurnanya suatu batas; yaitu semua bhikkhu yang
turut mentahbiskan seorang bhikkhu harus tidak melewati batas sima yang sudah ditentukan).
4.    Kammavaca Sampatti (sempurnanya sebuah pernyataan);
a.   Natti-Sampatti (usulan)
b.   Anusavana-Sampatti (pengumuman)
 
Demikianlah aturan-aturan yang harus dipatuhi dalam suatu pentahbisan agar pentahbisan tersebut menjadi sah dan teratur. Setelah mengetahui bahwa calon bhikkhu tidak mempunyai suatu masalah, baik dengan hukum maupun masalah kesehatan fisik pribadi calon bhikkhu. Lalu dengan demikian Sangha bhikkhu menerimanya sebagai seorang bhikkhu secara sah sesuai dengan Dhamma dan Vinaya. Lalu dia calon bhikkhu mengumandangkan Natti dan membacakan kammavaca sebanyak Tiga kali. Jadi dia membacakan semua aturan-aturannya sebanyak empat kali. Makanya pentahbisan ini dinamakan Natti Catuttakamma Upasampada.
 
Kesimpulan
 
Jadi dari kesimpulan diatas dimasa lalu banyak laki-laki dan perempuan yang mendengarkan Dhamma dan secara instan dapat merealisasi kebenaran mutlak dalam hidup mereka. Dengan perealisasian yang benar itu mereka menginginkan untuk menjadi savaka atau murid dari Buddha sendiri. Melalui waktu yang sangat panjang mereka memasuki sasana dan akhirnya mereka menjadi seorang yang mulia atau orang yang telah mencapai pembebasan. Jadi disini Buddha mengenal potensi-potensi dari mereka, lalu memberikan suatu pentahbisan yang sesuai dan akhirnya Buddha menganugerahkan beberapa jenis pentahbisan yang tergantung situasi dan kondisinya. Buddha telah mengetahui dengan pasti, apa yang mereka telah rasakan yaitu keadaan yang betul-betul mengubah suasana yang lama yang menurut para bijaksana adalah kebenaran mutlak itu sendiri. Pada awal-awalnya tidak ada sebuah peraturan atau vinaya yang diperlukan untuk para Sangha Bhikkhu dan Sangha Bhikkhuni. Selam Dua Puluh tahun lamanya kehidupan para bhikkhu dan bhikkhuni tidak dipengaruhi adanya Vinaya atau peraturan khusus.  Kemudian, ketika para bhikkhu dan bhikkhuni semakin banyak, dan banyak diantara mereka yang tidak dapat merealisasi dhamma secara mendalam, akhirnya beberapa dari mereka melakukan suatu perbuatan yang tidak pantas. Ketika Buddha mengetahuinya, lalu Buddha mengumandangkan sebuah peraturan-peraturan yang khusus bagi para bhikkhu dan bhikkhuni dan hasilnya masyarakat bisa menerima mereka dan mendukungnya kembali.  Pada saat setelah Buddha mengumandangkan pentahbisan untuk laki-laki yang disebut Natti Catuttha Upasampada, yang mana peraturan ini harus dilakukan dihadapan minimal Lima Bhikkhu atau lebih. Dalam hal ini harus ada Upajjaya, Nissaya Achariya atau seorang yang menginstruktur calon bhikkhu dan para saksi. Setelah terbentuknya pentahbisan untuk para bhikkhu dan bhikkhuni yang diharuskan mengikuti dan mempraktekkan secara penuh Empat Aturan Sikap bermoral demi sebuah kesucian atau yang disebut dengan Citta Parisuddhi Sila, empat Aturan itu adalah;
1.    Patimokkha Samvara:
      yaitu menahan diri sesuai dengan Patimokkha yaitu peraturan-peraturan kedisiplinan yang khusus bagi para bhikkhu dan berusaha menghindari larangan-larangan yang telah dikumandangkan oleh Buddha sendiri.
2.    Indriya Samvara:
      yaitu berusaha mengendalikan Enam Indriya, agar tidak terbawa arus kekotoran batin. Yang dapat disebabkan adanya kesenagan atau ketidaksenagan pada saat indriya mengalami kontak dengan objek-objek diluar.
3.    Ajivaparisuddhi Sila:
      yaitu berpenghidupan yang benar dan tidak melakukan suatu penipuan.
4.        Paccayasannisita Sila:
sebelum mempergunakan empat kebutuhan pokok atau paccaya, yaitu Jubah (Civara), makanan (Pindapata), tempat tinggal (senasana) dan obat-obatan (Bhesajja) harus dapat direnungkan sebelumnya bahwa kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak untuk keserakahan. (Visuddhi Magga)
 
Setelah itu para bhikkhu dan bhikkhuni seperti seorang anak laki dan perempuan dari Buddha sendiri, kita sebagai penerus atau pelestari dhamma kita harus berusaha untuk mempraktekkan Dhamma dan Vinaya secara benar dan toleran, tidak hanya berstatus bhikkhu dan bhikkhuni saja tetapi dituntut untuk betul-betul ada diatas jalan. Karena kita membutuhkan suatu transformasi terhadap perbuatan, ucapan dan pikiran yang positif. Lalu, dengan tidak terkontaminasinya tiga gerbang kita itu dan juga melalui pentahbisan ini, kita akan memperoleh kebijaksanaan, disamping itu kita juga belajar dari berbagai jenis tentang sebuah kehidupan yang akan mengantarkan kita mencapai suatu keadaan yang menakjubkan. Semoga kita semua akan mencapai kesuksesan dan dapat merealisasi puncak dari Dhamma itu sendiri dan semoga semua makluk juga memperoleh perealisasian  Dhamma dalam kehidupan saat ini. Sadhu

mettacittena,

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Jubah Bhante
« Reply #47 on: 14 August 2010, 01:52:01 PM »
Terima kasih jawabannya sis Pannadevi... nanti saya baca pelan-pelan ya, soalnya panjang ;D

saya rasa kita semua bisa menjadi seorang pabbajjita tinggal anda mau memilih jalur tsb apa tidak. ayo nyusul sekalian aja sis....

Umm... sampe saat ini sih saya merasa belum mampu sis... :)

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #48 on: 14 August 2010, 10:55:56 PM »
Terima kasih jawabannya sis Pannadevi... nanti saya baca pelan-pelan ya, soalnya panjang ;D

saya rasa kita semua bisa menjadi seorang pabbajjita tinggal anda mau memilih jalur tsb apa tidak. ayo nyusul sekalian aja sis....

Umm... sampe saat ini sih saya merasa belum mampu sis... :)

u r most welcome sis, senang akhirnya bisa membantu anda.
emang panjang sih, makanya musti dipotong jadi 2 bagian.
masalah mampu atau tidak itu diukur darimana sih?
umur jelas udah mampu, kecerdasan jelas udah mampu, kesehatan jelas juga mampu (karena syarat nya harus sehat jasmani dan rohani)....hehehe...

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #49 on: 15 August 2010, 12:57:46 AM »
Terima kasih jawabannya sis Pannadevi... nanti saya baca pelan-pelan ya, soalnya panjang ;D

saya rasa kita semua bisa menjadi seorang pabbajjita tinggal anda mau memilih jalur tsb apa tidak. ayo nyusul sekalian aja sis....

Umm... sampe saat ini sih saya merasa belum mampu sis... :)

u r most welcome sis, senang akhirnya bisa membantu anda.
emang panjang sih, makanya musti dipotong jadi 2 bagian.
masalah mampu atau tidak itu diukur darimana sih?
umur jelas udah mampu, kecerdasan jelas udah mampu, kesehatan jelas juga mampu (karena syarat nya harus sehat jasmani dan rohani)....hehehe...
Kalo dibilang belum mampu Pabbajjita ....
Sis Mayvise ... bisa ikut retreat meditasi

Bukankah begitu samaneri Pannadevi  _/\_ ;D
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #50 on: 15 August 2010, 08:13:51 AM »
Terima kasih jawabannya sis Pannadevi... nanti saya baca pelan-pelan ya, soalnya panjang ;D

saya rasa kita semua bisa menjadi seorang pabbajjita tinggal anda mau memilih jalur tsb apa tidak. ayo nyusul sekalian aja sis....

Umm... sampe saat ini sih saya merasa belum mampu sis... :)

u r most welcome sis, senang akhirnya bisa membantu anda.
emang panjang sih, makanya musti dipotong jadi 2 bagian.
masalah mampu atau tidak itu diukur darimana sih?
umur jelas udah mampu, kecerdasan jelas udah mampu, kesehatan jelas juga mampu (karena syarat nya harus sehat jasmani dan rohani)....hehehe...
Kalo dibilang belum mampu Pabbajjita ....
Sis Mayvise ... bisa ikut retreat meditasi

Bukankah begitu samaneri Pannadevi  _/\_ ;D

bener sekali, setuju bro....itu sis Mayvise ikut aja retreat bareng bro Virya, klo ga salah mo datang lagi khan sayalay Dipankara....jangan lupa bro daftarin sis Mayise ya...

mettacittena,

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Jubah Bhante
« Reply #51 on: 15 August 2010, 08:45:03 AM »
Boleh tau kalau jubah biksu/bante biasa nya jenis kainnya apa ya?
100% cotton, full comb cotton, Wrinkle resistant cotton fabrics atau yg gimana ya?

apakah jenis anti kusut disarankan ?

trus apa juga ada pakai ukuran S, M, L, XL, XXL, XXL ?
dan kalau cuma bilang jubah...(itu jubah warna apa ? theravada atau gimana?...
   apakah pernah biksu mahayana tapi dihadiahkan jubah theravada ? karna umat baru ini gak tau)


(pertanyaan serius lho....nanti dianggap bercanda trus gak dijawab)

Quote
Kalo dibilang belum mampu Pabbajjita ....
Sis Mayvise ... bisa ikut retreat meditasi
wahhh ini juga orang marketing.... tapi kalau itupun gak sanggup, ikut yg mana lagi ya?
« Last Edit: 15 August 2010, 08:50:04 AM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Jubah Bhante
« Reply #52 on: 15 August 2010, 09:22:12 AM »
Boleh tau kalau jubah biksu/bante biasa nya jenis kainnya apa ya?
100% cotton, full comb cotton, Wrinkle resistant cotton fabrics atau yg gimana ya?

apakah jenis anti kusut disarankan ?

trus apa juga ada pakai ukuran S, M, L, XL, XXL, XXL ?
dan kalau cuma bilang jubah...(itu jubah warna apa ? theravada atau gimana?...
   apakah pernah biksu mahayana tapi dihadiahkan jubah theravada ? karna umat baru ini gak tau)


(pertanyaan serius lho....nanti dianggap bercanda trus gak dijawab)

Quote
Kalo dibilang belum mampu Pabbajjita ....
Sis Mayvise ... bisa ikut retreat meditasi
wahhh ini juga orang marketing.... tapi kalau itupun gak sanggup, ikut yg mana lagi ya?



[kalo salah mohon dikoreksi.
1. saya bukan bikhu-jd nda tau jenis kainnya. Jika ingin menggunakan ilmu tafsir... kemungkinan besar 80%cotton,20%pe.
mengingat agak kasar namun berat dan halus.

2. setau saya jubah bikhu, itu 1. dalam artian no xl,s,m,l. tepatnya sekitar 3m. jadi di lipet2

3.Ketuker jubah? no. coba di gunakan logic nye....
rata2 pemberi jubah pasti umatnya.

Bikhu X, yah umat X yang kasih.
jarang bikhu X,umat Y yang kasih.

Kecuali orang baru sekali, dan nampaknya orang baru pun akan tergabung dalam komunitas dimana dia bernaung.
so ketuker jubah, nda mungkin...
Samma Vayama

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Jubah Bhante
« Reply #53 on: 15 August 2010, 09:24:41 AM »
bukannya berdana jubah idealnya kepada Sangha?

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Jubah Bhante
« Reply #54 on: 15 August 2010, 09:34:16 AM »
bukannya berdana jubah idealnya kepada Sangha?
ideal ne ke sanggha..
sanggha ora ono, ya bikhu pun jadi.
Samma Vayama

Offline Hendra Susanto

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.198
  • Reputasi: 205
  • Gender: Male
  • haa...
Re: Jubah Bhante
« Reply #55 on: 15 August 2010, 09:47:32 AM »
bukannya berdana jubah idealnya kepada Sangha?
ideal ne ke sanggha..
sanggha ora ono, ya bikhu pun jadi.

dananya pas kathina toh

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #56 on: 15 August 2010, 09:54:20 AM »
bukannya berdana jubah idealnya kepada Sangha?
ideal ne ke sanggha..
sanggha ora ono, ya bikhu pun jadi.

dananya pas kathina toh

memang ideal nya dana jubah waktu kathina, tetapi tidak apa2 jika bro Johan mo berdana jubah bukan disaat kathina untuk sangha, jangan berkecil hati bro, kalo di area anda tidak ada bhikkhu, karena diserahkan ke viharapun udah mewakili, pasti pengurus vihara akan meneruskan ke sangha, pada saat berdana yg penting kondisi hati dan pikiran harus dipenuhi "rasa bahagia telah berdana kepada sangha" baik setelah berdana ingat hal inipun juga amat bagus, bahkan mendukung kamma baik.
selamat menimbun kebajikan selagi masih ada kesempatan, tidak perlu nunggu dpt rejeki nomplok dulu ya bro, baru berdana.

Quote
Kalo dibilang belum mampu Pabbajjita ....
Sis Mayvise ... bisa ikut retreat meditasi
wahhh ini juga orang marketing.... tapi kalau itupun gak sanggup, ikut yg mana lagi ya?

memotivasi bro....bukan marketing...
kalau marketing mah ga ada keuntungan buat saya, beliau toh bukan umat saya....dimana marketing itu akan menggebu2 merayu utk masuk member agar dapat keuntungan, la kalo saya keuntungan nya dari ini apa? malah saya bayar sendiri kok tagihan internet saya....ga dibayarin tuh....hehehe....


mettacittena,
« Last Edit: 15 August 2010, 09:58:28 AM by pannadevi »

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Jubah Bhante
« Reply #57 on: 15 August 2010, 12:36:24 PM »
 [at]  Sis Pannadevi & Virya: Kalo ikut retret sih mau. Tapi sekarang belum dibolehin cuti dari kantor, karena belum sampe 1 tahun kerjanya. Nanti kalo uda bisa, saya pasti mau ikut ;D

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #58 on: 15 August 2010, 02:52:24 PM »
ok deh sis Mayvise, semoga tahun depan udah bisa ikut, berarti udah ada setahun khan udah ada jatah cuti, sebaiknya cari2 info sekitar bulan apa aja ada retreat (sy rasa DC sll up to date), jadinya bisa diajukan di bulan itu, jadi keinget pengalaman saya dlu wkt kerja, diawal tahun tiap karyawan diharuskan mengisi list jadwal cuti setahun, karena setiap ada yg cuti harus ada yg menggantikan, sehingga awal tahun dibuat list dan diatur penggantinya, sehingga tdk ada yg bersamaan.

kalo disini dosen setelah kerja 15thn ato 20 thn sy lupa, ada cuti selama 2thn dg fasilitas gaji full setiap bulan selama 2 thn, sehingga dimanfaatkan oleh mereka yg udah senior (rata2 profesor) untuk mengajar diluar negeri, sehingga mrk dpt gaji double. Indo kapan ya kayak gitu? (universitas bisa bangkrut dah)  ;D  ;D

mettacittena,

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #59 on: 17 August 2010, 01:04:51 AM »
[at]  Sis Pannadevi & Virya: Kalo ikut retret sih mau. Tapi sekarang belum dibolehin cuti dari kantor, karena belum sampe 1 tahun kerjanya. Nanti kalo uda bisa, saya pasti mau ikut ;D
Idul fitri tahun ini ..... libur brapa hari?
7 hari juga bisa kok ikut retreat meditasi di Cibodas
Gw baru aja daftar ..... 3 Orang (sama gw), besok tambah 2 orang lagi yg gw daftarin (data2nya belum lengkap hari ini) ......
ayoooo ... kasih data-data mu  ;D

Form pendaftaran seperti ini :


Nama                    :
Jenis Kelamin           : 
Tempat & Tgl Lahir      :
Alamat Lengkap  :
                       Kota :          Kode Pos :
No. telp rumah /hp      :
Profesi/Pekerjaan       :
Gol. Darah              : 
Alamat Email            :
Pernah mengikuti Retreat Meditasi :

Untuk sis Mayvise yg belum pernah ikut kegiatan retreat lebih di prioritaskan ....

[at} Samaneri Pannadevi
Betull ... Sayalay Dinpankara akan datang dan membimbing di hadaya vatthu Cibodas .... awal desember 2010



  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Jubah Bhante
« Reply #60 on: 17 August 2010, 01:14:55 PM »
Libur idul fitri plus cuti brsama, jadi 5 hari aja. Tapi perjalanan cukup jauh ya, jadi hari pertama dan hari ke 5 pun terpotong setengah hari. Hmm. keknya kurang afdol ya. Tapi bulan november ini juga sy uda kerja pas satu tahun sih, tahun depan uda bisa ambil cuti...

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #61 on: 20 August 2010, 09:10:52 PM »
[at]  Sis Pannadevi & Virya: Kalo ikut retret sih mau. Tapi sekarang belum dibolehin cuti dari kantor, karena belum sampe 1 tahun kerjanya. Nanti kalo uda bisa, saya pasti mau ikut ;D
Idul fitri tahun ini ..... libur brapa hari?
7 hari juga bisa kok ikut retreat meditasi di Cibodas
Gw baru aja daftar ..... 3 Orang (sama gw), besok tambah 2 orang lagi yg gw daftarin (data2nya belum lengkap hari ini) ......
ayoooo ... kasih data-data mu  ;D

Form pendaftaran seperti ini :


Nama                    :
Jenis Kelamin           : 
Tempat & Tgl Lahir      :
Alamat Lengkap  :
                       Kota :          Kode Pos :
No. telp rumah /hp      :
Profesi/Pekerjaan       :
Gol. Darah              : 
Alamat Email            :
Pernah mengikuti Retreat Meditasi :

Untuk sis Mayvise yg belum pernah ikut kegiatan retreat lebih di prioritaskan ....

[at} Samaneri Pannadevi
Betull ... Sayalay Dinpankara akan datang dan membimbing di hadaya vatthu Cibodas .... awal desember 2010


nahhh....ini perlu dipertegas lagi nih....

perlu data pribadi sis Mayvise utk keperluan pribadikah? (***sapa tahu****)

pdhal saya juga tahu klo pendaftaran memang butuh data...just joke kok bro...sis Mayvise ada Sayalay Dipankara di bln Des tuh...bisa ga? apalagi blm pernah retreat, jadi sebaiknya dasarnya ikut ama ini Sayalay Dipankara, istilahnya klo dasarnya bagus selanjutnya ke tahap berikut bagus, tidak berarti melalui bimbingan Meditasi yg lain kurang bagus lo, ini Sayalay Dipankara telah mendapat penghargaan spesial dari gurunya atas pencapaian Meditasinya. jadi coba diatur jadwal cuti kira2 Des bisa ga? kalo saya ada di tanah air pengin bener deh ketemu beliau, semoga ada kamma baik. sadhu.

mettacittena,

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #62 on: 20 August 2010, 09:15:01 PM »
Libur idul fitri plus cuti brsama, jadi 5 hari aja. Tapi perjalanan cukup jauh ya, jadi hari pertama dan hari ke 5 pun terpotong setengah hari. Hmm. keknya kurang afdol ya. Tapi bulan november ini juga sy uda kerja pas satu tahun sih, tahun depan uda bisa ambil cuti...

Dear sis Mayvise yg baik,
coba bicarakan dengan pimpinan karena ada sesuatu yg penting, dimana jadwal mentor meditasi hanya dijadwal tertentu saja harinya sehingga anda tidak bisa berbuat banyak, hanya ngikut jadwal aja, jika pimpinan dijelaskan kepentingan tsb juga untuk kesehatan anda, dijelaskan saja sis bhw meditasi amat bagus untuk kesehatan, mudah2an pimpinan nya jadi tertarik ikutan. gimana?

mettacittena,

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Jubah Bhante
« Reply #63 on: 21 August 2010, 07:29:28 AM »
^ ^ ^
Libur idul fitri plus cuti brsama, jadi 5 hari aja. Tapi perjalanan cukup jauh ya, jadi hari pertama dan hari ke 5 pun terpotong setengah hari. Hmm. keknya kurang afdol ya. Tapi bulan november ini juga sy uda kerja pas satu tahun sih, tahun depan uda bisa ambil cuti...

Dear sis Mayvise yg baik,
coba bicarakan dengan pimpinan karena ada sesuatu yg penting, dimana jadwal mentor meditasi hanya dijadwal tertentu saja harinya sehingga anda tidak bisa berbuat banyak, hanya ngikut jadwal aja, jika pimpinan dijelaskan kepentingan tsb juga untuk kesehatan anda, dijelaskan saja sis bhw meditasi amat bagus untuk kesehatan, mudah2an pimpinan nya jadi tertarik ikutan. gimana?

mettacittena,

hihihi sis Pannadevi lucu juga ;D Btw, sebetulnya saya tidak kenal dengan Sayalay Dipankara jadi belum terlalu antusias. Nanti coba saya cari info tentang beliau dan mempertimbangkannya. Sebetulnya ikut retret dimanapun oke2 aja sih bagi saya karena sebetulnya saya butuh suasana kondusif aja. Kalo siapa yang bimbing, gak terlalu masalah, kategori 'baik' aja uda cukup, gak perlu pembimbing yang luar biasa hehehe... Thanks motivasinya sis :)
« Last Edit: 21 August 2010, 07:35:12 AM by Mayvise »

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Jubah Bhante
« Reply #64 on: 23 August 2010, 09:38:17 AM »
Nahhh pingin tanya apakah jubah bante/biksu ada KANTONGnya gak ?
Bolehkah dibuat ada kantongnya gitu ?

Kalau utk Theravada selain warna bata coklat/merah.... apakah boleh warna lain?
Bagaimana kalau dinegara lain ? apakah Theravada ada yg warna lainnya ?

thanks ya!
« Last Edit: 23 August 2010, 09:39:52 AM by johan3000 »
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline pannadevi

  • Samaneri
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.960
  • Reputasi: 103
  • Gender: Female
Re: Jubah Bhante
« Reply #65 on: 23 August 2010, 10:57:18 PM »
Dear Sis Mayvise,
U r most welcome, its doesn't matter, if u wish to attend another meditation center/teacher. selamat mengikuti retreat ya sis, smg segera merealisasi....sadhu.

bro Saceng yang baik,
kantong utk jubah dalam ada, biasanya dipakai utk menempatkan kunci (sayapun kunci kamar juga diselipkan dikantong tsb).

warna jubah macam2, kalau di Thai warna coklat, kalo di Srilanka warna merah, orange, kuning, maroon, coklat, coklat kehitaman (cenderung hitam), sedang di Myanmar warna maroon, merah bata, coklat, coklat kehitaman, utk sayalay putih dan pink, maroon, coklat kehitaman. untuk Neg Cambodia, Vietnam, Indonesia, USA, Eropa, dll umumnya mereka menggunakan coklat, coklat gelap.

mettacittena,

Offline bodhi

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 832
  • Reputasi: 8
Re: Jubah Bhante
« Reply #66 on: 09 March 2011, 09:40:13 AM »
kk adakah yang menjual bowl seperti yang dipergunakan oleh bhikku myanmar? saya dan teman berniat membeli
M14ka: "the nature of things are unstable.. "

Offline Satya_Asta

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 244
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #67 on: 19 March 2011, 05:36:03 PM »
 [at] Bro Bodhi maksudnya " Singing bowl" ? mungkin dengan mengetahui namanya Bro lebih mudah mencari .

Anumodana .. Semoga membantu  _/\_
fight ur self .. don't fight other's

Offline bodhi

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 832
  • Reputasi: 8
Re: Jubah Bhante
« Reply #68 on: 23 March 2011, 07:51:11 AM »
bukan, maksud saya alms bowl atau pata, thanks kk atas bantuannya
M14ka: "the nature of things are unstable.. "

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #69 on: 29 February 2012, 03:40:59 PM »
jubah bhikkhu itu kotak2-nya ada berapa ?
krn setiap dilihat tidak ada yang 1 lembar tanpa putus2. ataukah ada peraturannya harus dibuat kotak2 ?
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline sanjiva

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.091
  • Reputasi: 101
  • Gender: Male
Re: Jubah Bhante
« Reply #70 on: 27 October 2012, 01:01:07 AM »
jubah bhikkhu itu kotak2-nya ada berapa ?
krn setiap dilihat tidak ada yang 1 lembar tanpa putus2. ataukah ada peraturannya harus dibuat kotak2 ?

Ada di vinaya.  Tapi gw sendiri belum ketemu di bagian mana. :hammer:
(sumber: kata2 seorang bhikkhu)  :D
«   Ignorance is bliss, but the truth will set you free   »