Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?  (Read 28639 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline ferry5191

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 22
  • Reputasi: 1
[ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« on: 25 October 2008, 12:41:30 AM »
Namo Buddhaya smua..... _/\_

w mau nanya sih... gmn pandangan temen2 n pandangan buddhis ttd sunat ( khitan ). soalnya bnyk w baca kalo co disunat itu bagus untuk kesehatan. n menurut PBB ( WHO ), co yang disunat itu lebih kecil kemungkinannya terkena HIV n beberapa penyakit kelamin lainnya.

w sndr sih dah di sunat. hehe...  ;D ( waktu itu w udah gede, n udah kerja lagi )
w sndr milih disunat krn alasan kesehatan ( dl w kena phimosis, semacam pembengkakan ujung kulit p*n*s ). n stlh disunat gk ada masalah lagi..

satu lagi yang mau w tny...

kalo muslim kn memang cowoknya dah wajib disunat, tp masalahnya w kan etnis tionghoa yang nota bene gk ada tradisi/kewajiban seperti itu. so gmn ntar w jelasin sama temen2... ntar dikira w masuk jd muslim lg. :))

mohon tanggapan selengkap-lengkapnya dari teman2 ttg hal ini, kalo bs sekalian tentang pandangan buddhis mengenai sunat ( khitan ). thx

« Last Edit: 25 October 2008, 12:52:04 AM by FoxRockman »

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: SUNAT? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #1 on: 25 October 2008, 12:51:29 AM »
Pribadi.. saya rasa sudah banyak yang sudah berpikiran luas.. bahwa sunat itu baik bagi kesehatan.. dan tidak dilakukan oleh kaum muslim saja.. jadi tidak perlu khawatir dalamm hal ini..

Dan perlu diluruskan, bahwa pada cowok yang belum disunat, kendalanya adalah harus membersihkan "leher" p*n*s secara manual, karena pada bagian sana sering berkumpul kotoran yang berwarna krim kekuningan yang disebut dengan smegma.
Smegma ini sebenarnya merupakan suatu sekret alami yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous. Dan ada beberapa penelitian yang dilakukan secara in-vivo dan in-vitro mengatakan smegma ini bersifat karsinogenik pada tikus. Tetapi belum ada penelitian yang menyatakan karsinogenik pada diri sendiri.

Saya pribadi rasa dalam Buddhism tidak ada larangan untuk menyunat / tidak menyunat. Jika untuk alasan kesehatan, itu bagus. Jika tidak ingin disunat, juga tidak menjadi masalah, dengan catatan rajin dibersihkan tiap hari.

Semoga bermanfaat
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: SUNAT? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #2 on: 25 October 2008, 12:55:30 AM »
pandangan Buddhis .... tidak melarang ato menganjurkan
yg ada ... pengertian yg benar
bila bermanfaat .... silakan, tidak bermanfaat jgn lakukan ....

Setau ayee .... sunat sudah menjadi tradisi pada suku2 tertentu didaerah padang pasir sana
dan tradisi sunat sudah ada jauh sebelum kaum muslim berkembang.
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline ferry5191

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 22
  • Reputasi: 1
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #3 on: 25 October 2008, 01:40:42 AM »
thx atas tanggapan bro fox n bro virya...
tanggapannya cukup membantu..

so brarti pilihan w untuk disunat gk mslh la ya... ;D

tp hr itu wkt lg ngobrol sama temen2, ada yang merasa pilihan w itu agak aneh. :( soalnya mereka beranggapan wkt lahir kn p*n*s dah dilindungi kulit dan pasti ada fungsinya, masa dibuang ( disunat ).

bs ksh tanggapan ttg fungsi kulit ujung p*n*s ini gk?
( selama ini, sehabis disunat w gk merasa ada keluhan/gangguan, paling2 tingkat kepekaan kepala p*n*s berkurang krn udah terbuka ). 

Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.284
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #4 on: 25 October 2008, 02:34:10 AM »
Namo Buddhaya smua..... _/\_

w mau nanya sih... gmn pandangan temen2 n pandangan buddhis ttd sunat ( khitan ). soalnya bnyk w baca kalo co disunat itu bagus untuk kesehatan. n menurut PBB ( WHO ), co yang disunat itu lebih kecil kemungkinannya terkena HIV n beberapa penyakit kelamin lainnya.


Setahu saya nggak ada pandangan Buddhis tentang sunat.

Tapi saya punya pandang tentang sunat sebagai alat kesehatan. Ada yang berpendapat sebenarnya hanyalah mitos belaka. Pada dasarnya umat Islam dan Yahudi melakukan sunat untuk alasan keagamaan. Tapi kemudian pada sekitar Abad 19-an berkembang isu sunat dapat digunakan untuk membantu pencegahan berbagai penyakit. Isu itu masuk hingga kalangan akademis, dikarenakan kebanyakan ilmuwan di barat ketika itu banyak didominasi oleh orang Yahudi. Kelompok ini berusaha untuk memberikan pembenaran alasan medis bagi sunat. Di Indonesia yang mayoritas adalah muslim, tentu saja mitos sunat untuk kesehatan langsung dilalap begitu saja oleh dokter-dokter.

Sedangkan masalah dukungan WHJO dan UNAIDS terhadap pendapat bahwa sunat dapat mencegah HIV tidak sepenuhnya didukung oleh para ahli. Asumsi tersebut hanya dibuat dengan studi korelasional di beberapa negara  (Kenya, Uganda dan Afrika Selatan) yang sangat diragukan kepastiannya secara sainstifik. Lagipula laporan penelitian ini hanya mengatakan bahwa sunat mencegah infeksi HIV hanya sekitar 60% dtingkat keberhasilannya (Namun anggak ini pun masih dipertanyakan).  Beda dengan kondom yang hampir 90 %. Oleh karena itu para pendukung pandangan ini, buru-buru mengatakan bahwa untuk pencegahan HIV dengan sunat harus didukung oleh pencegahan yang lain, tidak berdiri sendiri. Nah, jadi bertanya-tanya nih, apa WHO motivasinya mengatakan sunat dapat mencegah penularan HIV, padahal jelas-jelas hanya sekitar 60% kemungkinannya (jadi hampir fifty-fifty dong  :-?). Mengapa tidak menyarankan penggunaan kondom saja yang jelas-jelas lebih tinggi kemungkinan tingkat keberhasilannya?

Tentang sunat menceah IMS. Nah ini yang jelas paling tidak masuk akal dan sudah banyak disanggah. Kalau memang benar sunat mencegah IMS, seharusnya tidak ada yang kena IMS di negara muslim seperti Indonesia?  :))

Soal beberapa mitos tentang sunat dan sanggahan terhadapnya akan saya tulis lain kali jika ada waktu...


Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

cunda

  • Guest
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #5 on: 25 October 2008, 02:44:54 AM »
namaste suvatthi hotu


Mau disunat? siapa larang apalagi demi kesehatan.

Kebiasaan sunat memang benar sudah berkembang jauh sebelum Islam muncul bahkan  pun disunat (karena wajib).

Di luar alasan agama, penduduk padang pasir secara nyata sulit untuk mendapatkan air bersih, jangankan untuk mandi dan bersih2 bahkan untuk minum saja sulit, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam membersihkan magnum nya, sering mereka bersihkan dengan sembarang daun (blom ada tissue seh), atau menggunakan debu (kayak gajah berbedak debu)

Soal lain2 yang berkenaan dengan kenikmatan dan kepekaan bersifat relatip pada setiap orang

Padahal keberadaan kulub (jaket) tentu punya manfaat sendiri namun belum terungkap secara ilmu pengetahuan, yang penting anda jangan lupa membersihkan magnum anda dengan baik, soalnya sulit cari gantinya.



Thuti

Cunda


Offline sobat-dharma

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.284
  • Reputasi: 45
  • Gender: Male
  • sharing, caring, offering
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #6 on: 25 October 2008, 03:00:41 AM »

Dan perlu diluruskan, bahwa pada cowok yang belum disunat, kendalanya adalah harus membersihkan "leher" p*n*s secara manual, karena pada bagian sana sering berkumpul kotoran yang berwarna krim kekuningan yang disebut dengan smegma.
Smegma ini sebenarnya merupakan suatu sekret alami yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous. Dan ada beberapa penelitian yang dilakukan secara in-vivo dan in-vitro mengatakan smegma ini bersifat karsinogenik pada tikus. Tetapi belum ada penelitian yang menyatakan karsinogenik pada diri sendiri.



Ada yang berpendapat, smegma itu diproduksi pada masa anak-anak dan mencapai puncak pada masa remaja. Pada masa dewasa produksi smegma akan menurun hingga pada masa tua tidak ada lagi. Pada saat remaja, kulit p*n*s seorang laki-laki akan terbuka dengan sendirinya dan saat itu smegma akan ikut dibersihkan saat mandi. Jadi, pendapat bahwa smegma akan terus bertahan di bawah kulit p*n*s pada laki-laki yang tidak sunat sama sekali tidak benar.

Lagipula, beberapa peneliti berpendapat sebaliknya. Smegma sama sekali bukan zat pemicu kanker. Baca artikel berikut:
http://www.cirp.org/library/disease/cancer/vanhowe2006/. Pendapat ini juga didukung oleh America Cancer Association, baca: http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_4_2X_What_are_the_risk_factors_for_penile_cancer_35.asp
Mereka yang melihat-Ku dari wujud dan mengikuti-Ku dari suara terlibat dalam upaya salah. Mereka takkan melihat Aku. Dari Dharma-lah mestinya ia melihat Para Buddha. Dari Dharmakaya datang tuntunan baginya. Namun hakikat sejati Dharma tak terlihat dan tiada seorangpun bisa menyadarinya sebagai obyek

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.388
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #7 on: 25 October 2008, 08:47:07 AM »
mungkin sunat sama seperti makan daging babi. masalah kebersihan saja, pada masa dahulu kan masih "sulit"

kalau sekarang utk bersih2x lebih mudah jadi yah bukan masalah lagi.

kalau ada masalah kesehatan dan disunat yah direlakan saja hehehehe. soal kenikmatan mah, sebagian besar isi pikiran yg bekerja kali.
There is no place like 127.0.0.1

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #8 on: 25 October 2008, 08:52:06 AM »

Dan perlu diluruskan, bahwa pada cowok yang belum disunat, kendalanya adalah harus membersihkan "leher" p*n*s secara manual, karena pada bagian sana sering berkumpul kotoran yang berwarna krim kekuningan yang disebut dengan smegma.
Smegma ini sebenarnya merupakan suatu sekret alami yang dihasilkan oleh kelenjar sebaceous. Dan ada beberapa penelitian yang dilakukan secara in-vivo dan in-vitro mengatakan smegma ini bersifat karsinogenik pada tikus. Tetapi belum ada penelitian yang menyatakan karsinogenik pada diri sendiri.



Ada yang berpendapat, smegma itu diproduksi pada masa anak-anak dan mencapai puncak pada masa remaja. Pada masa dewasa produksi smegma akan menurun hingga pada masa tua tidak ada lagi. Pada saat remaja, kulit p*n*s seorang laki-laki akan terbuka dengan sendirinya dan saat itu smegma akan ikut dibersihkan saat mandi. Jadi, pendapat bahwa smegma akan terus bertahan di bawah kulit p*n*s pada laki-laki yang tidak sunat sama sekali tidak benar.

Lagipula, beberapa peneliti berpendapat sebaliknya. Smegma sama sekali bukan zat pemicu kanker. Baca artikel berikut:
http://www.cirp.org/library/disease/cancer/vanhowe2006/. Pendapat ini juga didukung oleh America Cancer Association, baca: http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_4_2X_What_are_the_risk_factors_for_penile_cancer_35.asp
Sebenarnya yang dikatakan sobat dharma tidak salah, tetapi kulit p*n*s tiap individu ada yang panjang ada juga yang pendek. Jadi bagi yang panjang, tentu smegma ini akan dikeluarkan pada saat mandi dengan cara manual.

Mengenai cancer, mungkin Anda kurang membaca, saya sudah tegaskan :  Dan ada beberapa penelitian yang dilakukan secara in-vivo dan in-vitro mengatakan smegma ini bersifat karsinogenik pada tikus. Tetapi belum ada penelitian yang menyatakan karsinogenik pada diri sendiri.

Quote from: Journal
An early study by Plaut and Kohn-Speyer (1947) found that horse smegma had a carcinogenic effect on mice. Heins et al.(1958) used human smegma on mice and found a carcinogenic effect, but Reddy and Baruah (1963) were unable to reproduce this effect, concluding that if a carcinogenic effect did exist, it must be weak. In other more recent studies, smegma was found to be a risk factor among penile cancer patients.[13][14] However, the American Cancer Society says that smegma itself is probably not carcinogenic, and a recent review concluded that "the evidence does not support the theory that smegma is a cause of genital cancer."

Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline ferry5191

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 22
  • Reputasi: 1
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #9 on: 27 October 2008, 10:03:30 PM »
thx atas tanggapannya... sangat membantu skali.

pertanyaan selanjutnya... apakah kaum hawa (cewek) juga disunat?

Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #10 on: 27 October 2008, 10:14:34 PM »
thx atas tanggapannya... sangat membantu skali.

pertanyaan selanjutnya... apakah kaum hawa (cewek) juga disunat?

Ada beberapa negara yang melakukan sunat pada wanita..
sepengetahuan saya berupa pemotongan pada klitoris..
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.388
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #11 on: 28 October 2008, 08:02:43 AM »
dan sunat pada wanita hanya karena "kepercayaan" bukan alasan kesehatan.
Ini banyak terjadi di negara africa dan ini termasuk dalam kategori "mutilasi". Highly forbidden deh.
There is no place like 127.0.0.1

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #12 on: 28 October 2008, 08:47:55 AM »
thx atas tanggapannya... sangat membantu skali.

pertanyaan selanjutnya... apakah kaum hawa (cewek) juga disunat?

Ada beberapa negara yang melakukan sunat pada wanita..
sepengetahuan saya berupa pemotongan pada klitoris..


yup, dan sunat terhadap cewe itu ada yang hanya membuka "penutup" klitorisnya, ada yang memotong setengah, dan ada yang sampai memotong seluruhnya.

yang membuka penutup, sebagai awal akil balig karena sebenarnya penutup itu akan terbuka dengan sendirinya pada waktu akil balig. Namun karena di beberapa negara, dimungkinkan pernikahan dengan anak kecil, maka penutup klitorisnya "dibuka"

Sedangkan yang memotong klitoris, kalo saya tidak salah, berawal dari asumsi bahwa wanita tidak boleh merasakan kenikmatan pada waktu berhubungan. Karena klitoris dianggap sebagai sumebr kenikmatan, maka harus dipotong

maaf jika ada salah kata-kata dan semoga bisa bermanfaat

Offline Adhitthana

  • Sebelumnya: Virya
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.509
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #13 on: 29 October 2008, 01:30:16 AM »
thx atas tanggapannya... sangat membantu skali.

pertanyaan selanjutnya... apakah kaum hawa (cewek) juga disunat?


Tahukah Anda, bahwa sunat atau sirkumsisi atau (female genetical mutilation/FGM) merupakan bentuk lain dari kekerasan pada perempuan? Tak heran jika saat ini negara-negara besar seperti Swedia, Norwegia, Australia, Canada dan Inggris telah menyatakan dengan tegas bahwa sunat pada perempuan adalah tindakan illegal dan dikategorikan pada tindakan kriminal.

Bahkan kini beberapa organisasi Internasional, seperti Humanitarian National, The World Health Organization (WHO) dan The International Federation of Gynecology and Obstetrics, menegaskan bahwa sunat perempuan secara medis sangat tidak diperlukan dan TIDAK BOLEH dilakukan!.

Bermula dari kultur

Meski saat ini di dunia medis di seluruh dunia telah melarang sunat pada perempuan. Sayangmya di sebagian besar besar penduduk di kawasan Afrika dan beberapa wilayah di Indonesia masih saja banyak yang melakukannya. Bahkan di Indonesia, ada sebagian masyarakat yang lebih percaya pada dukun sunat untuk melakukannya daripada dokter. Caranya, ujung klitoris sedikit dilukai sampai mengeluarkan darah. Sedangkan sunat yang dilakukan pada anak perempuan di Afrika adalah dengan benar-benar memotong bagian pada alat genital perempuan. Akibatnya, pada saat dilakukan penyunatan, para perempuan tersebut kerap kehilangan banyak darah kemudian terjadi infeksi.

Pada saat dewasa, anak perempuan tersebut akan mengalami bergabai gangguan infertilitas, terserang pembengkakan pada area genitalnya, mengalami sakit luar biasa saat melahirkan, sulit mengontrol kencingnya, dan parahnya lagi perempuan tersebut tidak bisa menikmati hubungan seksual saat bersama pasangannya. Duh…!

Sunat = menekan nafsu seksual

Semula tujuan sunat ini adalah untuk mereduksi atau menekan nafsu seksual yang dimiliki oleh perempuan. Hal ini karena adanya nilai dan kultur masyarakat yang salah kaprah mereka yakini. Bahwa dibandingkan dengan laki-laki, perempuan memiliki nafsu seksual lebih tinggi. Dengan disunat, diharapkan nafsu seksual pada perempuan lebih bisa ditekan.

Sama sekali tak ada manfaatnya

Pada prinsipnya, secara medis sunat pada perempuan tidak perlu dilakukan karena sama sekali tak ada manfaatnya bahkan malah merugikan bagi kesehatan. Jika tetap dilakukan maka akan terjadi beberapa komplikasi yang mungkin timbul akibat tindakan tersebut, yaitu:
• Infeksi local
• Tetanus
• Trauma dari bagian-bagian seputar alat reproduksi
• Air seni tertahan
• Timbul kista yang nyeri
• Infeksi panggul
• Rasa sakit saat bersenggama
• Masalah infertilitas
• Infeksi saluran kemih berulang

Pendapat medis

Secara anatomi, laki-laki dan perempuan memiliki kesamaan pada komposisi alat vital. p*n*s pada laki-laki sama dengan klitoris pada perempuan. Sedangkan skrotum (buah zakar) yang dua buah, pada perempuan menjadi bibir vagina, yaitu labia. Di ujung klitoris juga terdapat kulit yang kalau pada p*n*s disebut prepotium.

Pada bayi perempuan, kadang bisa dilihat ujung klitoris ini memiliki lapisan putih yang bisa lepas sendiri. Nah, apabila lapisan putih tersebut belum terlepas juga, biasanya dokter membantu untuk melepasnya. Inilah yang biasanya oleh masyarakat awam kerap disebut sunat perempuan.
  Aku akan mengalami Usia tua, aku akan menderita penyakit, aku akan mengalami kematian. Segala yang ku Cintai, ku miliki, dan ku senangi akan Berubah dan terpisah dariku ....

Offline jss

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 1
  • Reputasi: 0
Re: [ASK] Sunat dan Smegma ? Gimana menurut Buddhis?
« Reply #14 on: 18 November 2008, 03:18:14 PM »
sekedar sharing saja; sebagai seorg budhis,kita mencintai alam/ciptaan tuhan.dan kita tau semua ciptaan tuhan ada manfaatnya,demikian pula kulit p*n*s itu bermanfaat bagi si pria dan wanita wkt berhubungan sex.dengan kelembutan si wanita bisa mencapai puncak bebrp kali,bg si pria menikmati bag yg sensitiv itu,tapi jgn terburu2 nafsu.yg penting kebersihan hrs tetap dijaga.dgn pemberian tuhan yg berharga ini ,nikmatilah.