Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Save Our World, Reduce Global Warming  (Read 87655 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline melody

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 31
  • Reputasi: 3
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Save Our World, Reduce Global Warming
« Reply #120 on: 18 November 2013, 03:26:29 PM »
^ ^ ^

iya seperti itu.. Kayak di sevel, memang pake dispenser tapi saya belum pernah beli dan isi di tumbler sendiri, tidak tau boleh atau tidak.. harus tanya dulu ke pramuniaga nya..

Kalau di KFC, saya pernah minta langsung isi di tumbler yang saya bawa sendiri. Tapi dia ga mau... Mungkin dia takut takarannya beda.

Dituang aja ke tumblernya trus gelasnya dibalikin lagi... :P

kalo ngk salah, kayanya di beberapa jalan di kota besar india ada
tapi keran airnya berlumut dan jorok
jadi serem juga kalo mau diminum
akhirnya infrastruktur nya cuma jadi pajangan

dan di indo juga, ada beberapa tempat private
seperti sekolah international, dll
udah pasang sistem mesin air / sistem air RO, dll
yg bisa buat minum langsung, isi ulang ke botol air
keran airnya persis seperti yg di film/sitcom US ttg sekolah2 abg gitu

mungkin bakal dimulai dari perusahaan2 swasta dulu
daripada pake dispenser dan air galon (repot pesen en ganti galon)
kalo lama2 mereka merasa lebih cost efficient dan praktis
mungkin bakal ganti ke sistem air yg saring sendiri, dll
yg bisa diminum, isi ke botol air

ada kok yang jual saringan air langsung minum, tapi sepertinya di jakarta kurang laku karena air pam tidak terlalu bersih, kalau daerah yang airnya bersih boleh juga.

Jadi ingat dulu pernah coba air keran otomatis di spore, trus bingung cara nutupnya gimana, karena gak ada tombolnya, akhirnya pergi keluar dulu mau tanya orang, waktu balik uda nutup, ternyata sensornya di samping tubuh...  :))

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Save Our World, Reduce Global Warming
« Reply #121 on: 18 November 2013, 03:51:46 PM »
Kalau ada keran air minum gratis di jalan2 yang bisa langsung diminum kayanya lebih efisien

Toh kita udah bayar pajak gini mahal wkwkwk
Harusnya fasilitas begini bisalah

Cost bisa ditekan kalau ada konsumen dalam jumlah besar
Perusahaan AMDK kan untung besar krn kita beli minum sendiri2
Hal sama buat transport, internet, dll.
jadi teringat kenangan lama yg udah lama berlalu (7 thn yl) di SL.
disana semua kran air adl air bersih dan masyarakat minum di setiap kran dimanapun mereka bisa menjumpai kran air. bahkan anggota sangha dari tanah air kita pun melakukan hal yg sama, mereka selalu minum air dari setiap kran dimana mereka membutuhkan minum lantas buka kran dan minum. tapi sejak kedatangan saya mereka saya ingatkan akan adanya bakteri coli yang sangat berbahaya. juga saya ingatkan bahwa salah satu dari mereka sering opname tentunya itu karena minum air dimana2 tanpa memikirkan kebersihannya. JUJUR air disana semua bersih2 dan jernih2 bahkan segar sekali rasanya, tapi saya takut utk minum langsung dari kran. padahal masyarakat disana biasa minum di semua kran dimanapun karena memang bersih.  ;D   (**tapi saya tetap takut minum air kran)
I'm an ordinary human only

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: Save Our World, Reduce Global Warming
« Reply #122 on: 18 November 2013, 06:11:20 PM »
 [at] melody: umm.. itu gelas sekali pakai (kadang berbahan plastik, kadang karton). Kalau sudah dipakai, walaupun hanya untuk takaran, pasti langsung mereka buang sih (logikanya begitu. Rasanya, ga mungkin dipakai untuk pembeli selanjutnya)...

btw, keran air otomatis yang km ceritakan itu, kalo nutup kan otomatis. Nah waktu mau minumnya, caranya gimana?
« Last Edit: 18 November 2013, 06:13:34 PM by dhammadinna »

Offline melody

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 31
  • Reputasi: 3
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Save Our World, Reduce Global Warming
« Reply #123 on: 18 November 2013, 06:37:44 PM »
[at] melody: umm.. itu gelas sekali pakai (kadang berbahan plastik, kadang karton). Kalau sudah dipakai, walaupun hanya untuk takaran, pasti langsung mereka buang sih (logikanya begitu. Rasanya, ga mungkin dipakai untuk pembeli selanjutnya)...

btw, keran air otomatis yang km ceritakan itu, kalo nutup kan otomatis. Nah waktu mau minumnya, caranya gimana?

ouw... kalau yang plastik boleh juga dicuci lagi n jdin tempat taruh barang...

kalo minum saya pikir mulutnya deketin aja trus waktu menjauh kok gak mati juga airnya, ga ada tata cara pemakaian pula...

Offline juanpedro

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 949
  • Reputasi: 48
  • Gender: Male
Re: Save Our World, Reduce Global Warming
« Reply #124 on: 18 November 2013, 08:22:41 PM »
ya gpp...

kalau supply airnya melimpah, tar jg bosan bawa pulang buat persediaan,
kan manusia menyimpan krn khawatir masa depan, takut stok air kurang

gratis sih sebenarnya engga lah. kita kan ada bayar pajak,
mo orang miskin pun, walau ga punya NPWP, tetap aja tiap belanja udah kena PPN 10%.
drpd tiap tahun nerima PNS yg engga2,
lebih baik dibangun infrastruktur yg menunjang hidup scr (relatif) permanen.
semua akhirnya berujung pada politikus :D
iya si... cuman saya tetep rada pesimis ya... soalnya ada oknum2 yang suka ngusilin fasilitas publik... bukannya menjaga tapi malah ngrusak :))

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Apa Penyebab Suhu Jakarta dan Bekasi Hampir 40 Derajat Celsius?
« Reply #125 on: 12 October 2014, 07:52:01 AM »
Pantesan beberapa hari ini panas banget...

Quote
(BMKG) mengonfirmasi bahwa suhu udara di wilayah Jakarta dan Bekasi pada Sabtu (11/10) memang hampir mencapai 40 derajat celsius. Persisnya antara 38 dan 39 derajat celsius.

Konfirmasi tersebut disampaikan Dodo Gunawan, Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG, kepada Kompas.com, Sabtu ini, menyusul sejumlah keluhan pengguna media sosial Facebook dan Twitter tentang panasnya udara di dua kota tersebut.

Dodo mengungkapkan, suhu di kota-kota seperti Jakarta dan Bekasi memang semakin meningkat. "Sebelumnya, suhu di Jakarta dan sekitarnya maksimum 35-37 derajat celsius," kata Dodo.

Dodo menyebut, salah satu penyebab peningkatan adalah emisi gas rumah kaca yang tinggi secara global. "Akibatnya, pemanasan global, perubahan iklim. Jadi, suhu memang meningkat," ujarnya.

Faktor lainnya adalah pembangunan perkotaan di Jakarta, Bekasi, dan wilayah sekitarnya yang makin masif sehingga menyisakan sedikit ruang terbuka hijau. Ini menyebabkan fenomena urban heat island.

Urban heat island didefinisikan sebagai peningkatan suhu di wilayah-wilayah metropolitan akibat aktivitas manusia, meliputi pembangunan, penggunaan kendaraan bermotor yang tak ramah lingkungan, serta faktor lain.

"Ada perubahan land use. Sekarang kota dipenuhi beton. Makhluk hidup cenderung menyerap panas, tetapi aspal, beton, memantulkan panas Matahari. Akibatnya, udara menjadi panas."

Agar warga kota seperti Jakarta dan Bekasi bisa kembali merasakan kesejukan, solusinya jelas, perlu perubahan dalam gaya hidup dan pembangunan yang lebih ramah lingkungan. Jika tidak, maka Jakarta dan sekitarnya bisa semakin panas.

http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/10/suhu-jakarta-dan-bekasi-hampir-40-derajat-celsius-apa-sebabnya