Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Hub beda agama dan ditentang  (Read 1526 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline hana

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 1
  • Reputasi: 0
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Hub beda agama dan ditentang
« on: 16 October 2016, 01:31:22 PM »
Namo Buddhaya...  _/\_

Salam kenal, saya baru bergabung disini setelah tidak sengaja menemukan forum ini yang juga pernah membahas hubungan beda agama.
Posisi saya sekarang hampir buntu dengan persoalan ini.
Saya akan bercerita ;

Saya memiliki pacar yang beda agama. Hubungan kami belum termasuk lama, tapi kami telah berbagi banyak hal.
Sejak awal, saya sudah dikenalkan pada keluarganya dan tidak ada masalah dengan mereka karena pacar saya sudah dianggap dewasa dan bisa mengambil keputusan sendiri. Pacar saya bisa dikatakan sudah berumur dan matang akan pemikirannya.

Namun lain hal saat saya mengenalkan kepada keluarga saya. Awalnya saya ada bercerita dahulu kepada ibu saya bahkan masa  lalunya saya ceritakan, tanpa ada yang kututupi. Ibu saya hanya menyayangkan tapi yang penting adalah keseriusan dari pihak cowok. Tapi beda dengan ayah saya yang keras menentang karena beda agama. Setelah itu ibu saya jadi ikut menentang.

Semua hal dijadikan alasan untuk tidak dapat menerimanya. Dari alasan saya kenal dia darimana, alasan saya yang lebih sering  pergi (tidak dijemput), alasan kenapa harus pergi melulu sedangkan dirumah kan bisa ketemu ngobrol. Semua saya dan pacar saya ikutin, dari dia menjemput saya dan singgah kerumah dahulu. Tapi pada akhirnya tetap saya disidang keluarga. Saya dimasuki dengan ketakutan saya akan ditipu, dimainkan, dimanfaatkan.

Setelah saya menggunakan pihak ketiga untuk berbicara dengan orang tua saya, karena saya dibuat bingung akan pertentangan ini. Yang awalnya bilang berteman saja, sekarang bahkan berteman saja ditentang.
Pihak ketiga adalah adik saya, setelah berbicara, ternyata hal utama saya ditentang adalah perbedaan agama. Saya buddhis, dia k*****n. Dan alasan lain-lain hanyalah untuk menekan saya agar memutuskan hubungan.

Bagi ayah saya, dalam 1 keluarga memiliki agama yang berbeda adalah hal yang mustahil, karena pada akhirnya akan terjadi keributan. Mungkin salah satu berpindah agama atau tetap terpentok dengan hal itu.

Saya disini ingin meminta saran dan pendapat sodara-sodara disini.

Saya dan pacar saya tidak mempermasalahkan perbedaan kami, karena itu adalah hak masing-masing. Dia tidak memaksa untuk berpindah agama, demikian saya juga.
Malah setelah mengenal dia saya diberi arahan jadi lebih positif untuk pergi ibadah (biasanya hanya sebatas sembahyang)
Hubungan kami baik-baik saja, tidak pernah bertengkar, walau sifat dia keras dan saya kebalikannya, tapi dia tetap sabar terhadap saya. Saya juga dididik lebih bisa dewasa. Fyi, jarak usia kami adalah 9 tahun.
Pemikiran kami sama akan soal masa depan tidak ada yang tahu, jadi kami berusaha untuk berpikir positif dalam menjalaninya.

Saya tau orang tua saya berpikir yang terbaik untuk saya.
Saya tau orang tua saya takut digunjingkan orang lain mengenai saya yang mempunyai pasangan beda agama dan hasilnya pasti akan buruk.
Tapi, pemikiran saya terbuka untuk hal ini. Saya tidak ingin berpikir negatif akan ketakutan hal yang akan datang.

Saya diceramah berulang kali dan selalu diminta untuk berpikir baik-baik, karena itu pilihan saya dan bakal menjadi tanggung jawab saya karena umur saya sudah dikatakan dewasa (diatas 25+).
Tapi saya mendapati bahwa saya sebenarnya tidak diberi pilihan.
Saya dikekang, dipaksa mengakhiri, bahkan terakhir kali ini diminta untuk putus kontek, juga saya selalu diawasi kegiatan saya..

Disini saya bimbang apa yang harus saya lakukan.
Saya hanyalah manusia biasa yang memiliki rasa ego. Saya ingin berakhir happy ending walaupun saya tau hal tersebut sulit,

Bagaimanakah saya meyakinkan orang tua saya?
Saya berusaha tidak membangkang tapi tetap ego ini memberontak, karena saya merasa hal yang selama ini saya cari direbut begitu saya.


Maaf bila cerita saya terlalu panjang.

Terima kasih
 _/\_

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Hub beda agama dan ditentang
« Reply #1 on: 16 October 2016, 10:33:29 PM »
Menjalin hubungan untuk berpacaran lalu serius untuk dilanjutkan hubungan yang lebih tinggi lagi yaitu menikah adalah suatu pilihan hidup yang berdampak personal maupun sosial baik untuk diri sendiri, pasangan dan keluarga besar masing masing pihak. Harus dipikirkan masak masak untuk dijalankan nanti pada saat hubungan pernikahan terjadi, bisa masalah ekonomi, keluarga, hubungan suami istri, atau pun anak dan lain lain. Jadi bukan hanya masalah egoisme diri atau nafsu belaka.

Restu orang tua adalah berkah dalam kehidupan pernikahan seseorang karena dengan restu mereka perjalanan pernikahan seseorang akan lebih nyaman dan dukungan dalam menjalankan pernikahan.

Menikah sebenarnya adalah pilihan hidup, tetapi karena status kita bukan hidup sendiri maka menikah adalah sesuatu pilihan yang membawa nama baik diri sendiri maupun orang tua sebab sebagai manusia yang hidup berkelompok pasti tidak lepas dari pendapat gunjingan omongan orang lain tentang kehidupan kita sehari hari. Jadi nama baik orang tua juga harus jadi pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Menikah bukan lah suatu keharusan dalam kehidupan tetapi bukan kita tidak boleh menikah, menikah hanya sesuatu pilihan hidup untuk mengambil lebih tanggung jawab kehidupan ditingkat yang lebih sulit dalam menjalankan kehidupan. Tetapi menikah bukan lah tidak adanya kebahagian dalam kehidupan, menikah bisa membuat bahagia bila suami istri hidup saling mendukung saling mengerti saling peduli. Sebab menikah harus menghilangkan egoisme diri dari aku dan dia menjadi satu kata kita. Jadi tiada masalah dia atau masalah aku yang ada lah masalah kita. Ini lah kebahagia dalam menikah berbagi suka maupun duka bersama sama, jangan hanya mau senagnya saja tapi susahnya ga mau, nama nya kebahagian susah senang dijalankan bersama sama itulah kebahagian dalam berumah tangga.

Bila beda agama apakah jadi masalah? Bisa ya dan juga bisa tidak karena ini dilihat dari kedewasaan berpikir masing masing individu dalam menghadapi kondisi kehidupan masalahnya, biasanya bila terjadi konfilk agama akan dibawa bawa seakan akan menjadi yg paling benar, lebih mudah yang sealiran karena bila nanti punya anak, anak nya mau dibawa kemana bisa jadi masalah, biar pun dalam buddhist kita tidak ada masalah karena semakin kita mempelajari buddhistme kita akan lepas dari ikatan yang namanya agama. Tetapi sekali lagi butuh kedewasaan pemikiran kita dlam menjalankan kehidupan ini.

Orang tua tidak setuju banyak yang menjadi alasan orang tua tidak setuju bisa karena agamanya, bisa karena orangnya, bisa karena keluarganya, bisa karena kerjaannya, dan lain lain alasan yang dapat kita pikirkan. Tetapi alasan apa pun harus kita pahami dan mengerti kenapa orang tua berpikiran seperti itu. Jangan di tentang atau pun dilawan karena kita sudah kalah satu level dibawah mereka orang tua kita dan kita anak mereka ini adalah hubungan orang tua dan anak, jangan karena egoisme hancur hubungan orang tua dan anak menjadi durhaka, karena pasti setangguh tangguhnya orang tua bila melihat anak menjadi durhaka pasti didalam lubuk hati nya yang paling dalam mereka menanggis karena sesungguhnya orang tua pasti juga ingin melihat anaknya bahagia. Solusinya adalah bila benar kalian ingin melanjutkan tingkat yang lebih harus dihadapi bersama kalaian harus menjelaskan memberi pengertian hubungan kalian mau dibawa kemana sampai luluh hati orang tua kalian menerimanya, sebab bila kekasih anda benar ingin menikahi anda maka orang tua anda adalah orang tua dia juga.

Bagaimana caranya tentu dengan cara yang bijaksana dan cinta kasih. Tunjukkan bahwa hubungan kalian penuh dengan cinta kasih dan kebijaksanaan bukan penuh dengan hawa nafsu dan egoisme diri kadang orang tua akan luluh begitu niat kalian benar. Kapan? Tentu harus liat kondisi dan situasi yang tepat butuh waktu mungkin 1 minggu, mungkin juga 1 bulan atau mungkin 1 tahun. Yang pasti tunjukkan sikap kedewasaan kalian dengan tidak membenci, menolak, ataupun menghina pikiran kolot orang tua kita tetapi dengan cinta kasih, menerima dan memuji karena biar bagaimanabpun mereka adalah orang tua kalian yang menjaga dari kemungkinan kondisi buruk terjadi.

Semoga bermanfaat
Semoga kalian mendapat kebahagian
Semoga tidak kehilangan keberhasilan yang sudah diperoleh
Semoga semua mahluk berbahagia
Semoga itulah yang terjadi
Saduh saduh saduh.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.749
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Hub beda agama dan ditentang
« Reply #2 on: 17 October 2016, 09:56:48 AM »
karena problemnya di keluarga anda, kalo pasangan gak keberatan biar dia aja yg pindah agama buat urusan pernikahan... sesudah menikah, biar dia balik ke agama semula lagi tanpa diketahui orang lain.
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path