Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Logika aneh umat Buddha  (Read 54530 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #90 on: 16 September 2008, 03:23:24 PM »
Kebenaran ada dimana-mana.... wah ini logika luar biasa... hebat sekali....

agama lain mengajarkan ada pencipta, agama lain mengatakan persembahan kurban bersifat mulia, mungkin ini yang disebut kebenaran yang ada di agama lain...

itulah sebabnya saya mem-posting topik ini... saya ini bodoh sekali, sehingga saya sering bingung menghadapi umat Buddha yang berusaha menyamakan ajaran Sang Buddha dengan ajaran lain... mungkin disebabkan pikiran saya sempit... Saya selalu mengutip dari Tipitaka... mungkin harusnya saya kutip dari Injil, bukankah kebenaran juga ada disana...?
ajaran agama merupakan suatu pandangan. pandangan adalah produk pikiran.
produk pikiran tentu saja berbeda2 tiap orang.
dhamma yg saya maksud adalah kebenaran.
mis: Anda bisa melihat ketidak kekalan di mana mana.
namun bukan hanya orang Buddhist (atau orang yg telah membaca Tipitaka) saja yg bisa.

ntar cari sutta tentang ini ah :))

Jika yang dimaksud Dhamma adalah Kebenaran .. Maka Klo menurut saya Tipitaka itu adalah "penunjuk jalan" menuju Dhamma itu sendiri..  ^:)^ mohon koreksi  _/\_

setuju _/\_
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #91 on: 16 September 2008, 03:26:48 PM »
definisi dhamma sepertinya jadi rancu.

dhamma -> ajaran sang buddha
dhamma -> kebenaran


Dhamma terdiri dari dua yaitu :
1. Pannati Dhamma yaitu kebenaran yang sesuai dengan konsep
2. Paramattha Dhamma yaitu  realitas, kenyataan / hakekat sesungguhnya dan prosesnya tidak tergantung dari label / sebutan / nama yang disandangnya

nah tinggal tergantung mau Dhamma mana yang didiskusikan  ;D


Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #92 on: 16 September 2008, 03:27:07 PM »


Kok Angulimala ya..?   :)

definisi dhamma sepertinya jadi rancu.

dhamma -> ajaran sang buddha
dhamma -> kebenaran


Memang benar demikianlah adanya, Dhamma yang mana..? antara Dhamma yang sebenarnya dan Dhamma menurut artian ajaran Sang Buddha, atau Dhamma agama lain...?

Kebenaran ada dimana-mana.... wah ini logika luar biasa... hebat sekali....

agama lain mengajarkan ada pencipta, agama lain mengatakan persembahan kurban bersifat mulia, mungkin ini yang disebut kebenaran yang ada di agama lain...

itulah sebabnya saya mem-posting topik ini... saya ini bodoh sekali, sehingga saya sering bingung menghadapi umat Buddha yang berusaha menyamakan ajaran Sang Buddha dengan ajaran lain... mungkin disebabkan pikiran saya sempit... Saya selalu mengutip dari Tipitaka... mungkin harusnya saya kutip dari Injil, bukankah kebenaran juga ada disana...?

Saya sekarang sudah sadar bahwa belajar Dhamma kemudian dibawa kemana-mana untuk dijadikan pegangan hidup adalah beban... (ada yang mengoreksi saya, terima kasih...) cuma saya masih bingung, untuk apa ya saya belajar Dhamma? apakah untuk sekedar menang debat? atau sesuai dengan Kalama Sutta yang berbunyi...

"When you know for yourselves that, 'These qualities are skillful; these qualities are blameless; these qualities are praised by the wise; these qualities, when adopted & carried out, lead to welfare & to happiness' — then you should enter & remain in them."

Ah.. saya ini bodoh ya...  :) mengikuti Kalama Sutta dengan membawa-bawa ajaran Sang Buddha dan menjadikannya sebagai pandangan hidup..., itu kan membawa beban...  :)  sebaiknya ajaran Sang Buddha jangan dijadikan sebagai pegangan hidup, dengan demikian maka baru kita disebut melepas...  :) barulah kita disebut tidak melekat pada konsep..... :) Saya baru mengerti sekarang, bahwa ajaran Sang Buddha itu hanya sekedar konsep... dan itu harus dilepas...  :)

Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah membuka wawasan saya.

Mungkin sekarang saya harus membuka wawasan saya yang sempit dengan mulai menyembelih kurban di hari Idul Adha, dan mencari keselamatan dengan menerima juru selamat tertentu, karena ini juga Dhamma kan?
Oh ya mungkin lebih baik menerima juru selamat tertentu maka semua persoalan beres... jadi tidak terjebak pada paham lepas atau tidak.....
 
Aduh saudara Sumedho, saya malu sekali, ternyata saya ini orang yang berpandangan sempit... saya ini hanya penuh konsep.... oleh karena itu saya harus berubah sekarang... harus membuka wawasan saya...
maaf teman-teman, saya telah membuat anda kesal dengan kebodohan saya yang hanya terpaku pada Tipitaka...

Sekarang saya tahu kita harus juga melihat Dhamma yang ada di agama-agama lain... oleh karena itu saya harus mengadopsi Dhamma-Dhamma lain seperti menyembelih kurban dan lain-lain....

Sekali lagi teman-teman... saya mengucapkan terima kasih telah membuka wawasan saya...
Ini adalah pencerahan kedua yang saya terima setelah mendapatkan pencerahan pertama dari pak Hudoyo.......  _/\_



 (((semoga anda semua berbahagia dan terbebas dari penderitaan)))

 _/\_



Anda punya Low-Self-Esteem Syndrome? Atau sedang akting?

Kalau baca Tipitaka bener2, di situ Buddha sendiri katakan bahwa dhamma yang diajarkannya (selama 45 tahun tanpa henti) hanyalah sehelai daun dhamma dibandingkan dengan daun di hutan.


Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #93 on: 16 September 2008, 03:31:49 PM »
Bro Kainyn...

Sesuai dengan postingan Bro Markos......Itu yang Pannati Dhamma atau Paramatha Dhamma? ;D

_/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #94 on: 16 September 2008, 03:32:45 PM »
Jika yang dimaksud Dhamma adalah Kebenaran .. Maka Klo menurut saya Tipitaka itu adalah "penunjuk jalan" menuju Dhamma itu sendiri..  ^:)^ mohon koreksi  _/\_

setuju _/\_

dear tesla

Hal serupa mengenai penunjuk jalan pernah saya ungkap pada diskusi dengan salah satu meditator

Saya mengibaratkan Tipitaka sebagai peta/penunjuk jalan dimana peta ini akan memberikan arah
Namun hendaknya janganlah peta dipegang terus di depan mata, karena akan membuat jadi menabrak atau tersandung  ;D

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #95 on: 16 September 2008, 03:35:26 PM »
Bro Kainyn...

Sesuai dengan postingan Bro Markos......Itu yang Pannati Dhamma atau Paramatha Dhamma? ;D

_/\_ :lotus:

Pannati Dhamma.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #96 on: 16 September 2008, 03:36:50 PM »
Dear Bro Kai,

Kembali saya ulangi bahwa Dhamma sebagai kebenaran itu dibagi menjadi dua yaitu :
1. Pannati Dhamma yaitu kebenaran yang sesuai dengan konsep
2. Paramattha Dhamma yaitu  realitas, kenyataan / hakekat sesungguhnya dan prosesnya tidak tergantung dari label / sebutan / nama yang disandangnya


Tolong dilihat bahwa ko fabian mendiskusikan Tipitaka sebagai Kebenaran Mutlak/Paramattha Dhamma

sementara yang dimaksud daun lainnya adalah Pannati Dhamma/kebenaran relatif.

mengapa bisa disebut Paramattha Dhamma? Karena seperti yang dikatakan oleh Buddha, bahwa segenggam daun itu sudah cukup untuk membawa ke arah pembebasan/Nibbana

semoga bisa dimengerti yah...........  _/\_

Offline Che Na

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.010
  • Reputasi: 51
  • Gender: Female
  • "Kesaktian tertinggi adalah berjalan diatas bumi "
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #97 on: 16 September 2008, 03:39:07 PM »


Kok Angulimala ya..?   :)

definisi dhamma sepertinya jadi rancu.

dhamma -> ajaran sang buddha
dhamma -> kebenaran


Memang benar demikianlah adanya, Dhamma yang mana..? antara Dhamma yang sebenarnya dan Dhamma menurut artian ajaran Sang Buddha, atau Dhamma agama lain...?

Kebenaran ada dimana-mana.... wah ini logika luar biasa... hebat sekali....

agama lain mengajarkan ada pencipta, agama lain mengatakan persembahan kurban bersifat mulia, mungkin ini yang disebut kebenaran yang ada di agama lain...

itulah sebabnya saya mem-posting topik ini... saya ini bodoh sekali, sehingga saya sering bingung menghadapi umat Buddha yang berusaha menyamakan ajaran Sang Buddha dengan ajaran lain... mungkin disebabkan pikiran saya sempit... Saya selalu mengutip dari Tipitaka... mungkin harusnya saya kutip dari Injil, bukankah kebenaran juga ada disana...?

Saya sekarang sudah sadar bahwa belajar Dhamma kemudian dibawa kemana-mana untuk dijadikan pegangan hidup adalah beban... (ada yang mengoreksi saya, terima kasih...) cuma saya masih bingung, untuk apa ya saya belajar Dhamma? apakah untuk sekedar menang debat? atau sesuai dengan Kalama Sutta yang berbunyi...

"When you know for yourselves that, 'These qualities are skillful; these qualities are blameless; these qualities are praised by the wise; these qualities, when adopted & carried out, lead to welfare & to happiness' — then you should enter & remain in them."

Ah.. saya ini bodoh ya...  :) mengikuti Kalama Sutta dengan membawa-bawa ajaran Sang Buddha dan menjadikannya sebagai pandangan hidup..., itu kan membawa beban...  :)  sebaiknya ajaran Sang Buddha jangan dijadikan sebagai pegangan hidup, dengan demikian maka baru kita disebut melepas...  :) barulah kita disebut tidak melekat pada konsep..... :) Saya baru mengerti sekarang, bahwa ajaran Sang Buddha itu hanya sekedar konsep... dan itu harus dilepas...  :)

Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman yang telah membuka wawasan saya.

Mungkin sekarang saya harus membuka wawasan saya yang sempit dengan mulai menyembelih kurban di hari Idul Adha, dan mencari keselamatan dengan menerima juru selamat tertentu, karena ini juga Dhamma kan?
Oh ya mungkin lebih baik menerima juru selamat tertentu maka semua persoalan beres... jadi tidak terjebak pada paham lepas atau tidak.....
 
Aduh saudara Sumedho, saya malu sekali, ternyata saya ini orang yang berpandangan sempit... saya ini hanya penuh konsep.... oleh karena itu saya harus berubah sekarang... harus membuka wawasan saya...
maaf teman-teman, saya telah membuat anda kesal dengan kebodohan saya yang hanya terpaku pada Tipitaka...

Sekarang saya tahu kita harus juga melihat Dhamma yang ada di agama-agama lain... oleh karena itu saya harus mengadopsi Dhamma-Dhamma lain seperti menyembelih kurban dan lain-lain....

Sekali lagi teman-teman... saya mengucapkan terima kasih telah membuka wawasan saya...
Ini adalah pencerahan kedua yang saya terima setelah mendapatkan pencerahan pertama dari pak Hudoyo.......  _/\_



 (((semoga anda semua berbahagia dan terbebas dari penderitaan)))

 _/\_



Anda punya Low-Self-Esteem Syndrome? Atau sedang akting?

Kalau baca Tipitaka bener2, di situ Buddha sendiri katakan bahwa dhamma yang diajarkannya (selama 45 tahun tanpa henti) hanyalah sehelai daun dhamma dibandingkan dengan daun di hutan.



Jadi  kesimpulannya Tipitaka adalah "bagian" dari Dhamma ??  _/\_ Mohon koreksi  ^:)^
Ketika Melihat Dengan Hati , Mendengar Dengan Mata ..

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #98 on: 16 September 2008, 03:48:49 PM »
...
Tolong dilihat bahwa ko fabian mendiskusikan Tipitaka sebagai Kebenaran Mutlak/Paramattha Dhamma

sementara yang dimaksud daun lainnya adalah Pannati Dhamma/kebenaran relatif.

mengapa bisa disebut Paramattha Dhamma? Karena seperti yang dikatakan oleh Buddha, bahwa segenggam daun itu sudah cukup untuk membawa ke arah pembebasan/Nibbana
...

Jadi  kesimpulannya Tipitaka adalah "bagian" dari Dhamma ??  _/\_ Mohon koreksi  ^:)^

Apakah Tipitaka ataupun ajaran lainnya, ketika belum direalisasikan, semua hanyalah Pannati Dhamma.
Untuk mewujudkan dhamma itu sendiri, tidaklah selalu memerlukan sepotong, sehelai daun, apalagi seluruh hutan.

Paramatha Dhamma adalah sesuatu yang tidak bisa didiskusikan. Ia hanya bisa "dikemas" ke dalam apa yang bisa dikognisi oleh indera, dan menjadi Pannati Dhamma.

Mengutip dari yang dikutip tesla:

2.    Jika kemurnian seseorang berasal dari apa yang dilihat, atau jika lewat pengetahuan ini dia dapat terbebas dari penderitaan, maka sesuatu yang bukan Jalan Mulia bisa membuat manusia yang melekati segala sesuatu menjadi manusia suci. Pandangan ini saja sudah menunjukkan sifat manusia ini.    (789)

Mungkin memang ada sebagian orang mengatakan Paramatha Dhamma (kebenaran tertinggi) hanya ada di satu buku atau ajaran tertentu. Itu sah2 saja. Bagi saya, tidak begitu.

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #99 on: 16 September 2008, 03:55:02 PM »
Jika yang dimaksud Dhamma adalah Kebenaran .. Maka Klo menurut saya Tipitaka itu adalah "penunjuk jalan" menuju Dhamma itu sendiri..  ^:)^ mohon koreksi  _/\_

setuju _/\_

dear tesla

Hal serupa mengenai penunjuk jalan pernah saya ungkap pada diskusi dengan salah satu meditator

Saya mengibaratkan Tipitaka sebagai peta/penunjuk jalan dimana peta ini akan memberikan arah
Namun hendaknya janganlah peta dipegang terus di depan mata, karena akan membuat jadi menabrak atau tersandung  ;D

Anumodana _/\_
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #100 on: 16 September 2008, 03:59:07 PM »
Jadi  kesimpulannya Tipitaka adalah "bagian" dari Dhamma ??  _/\_ Mohon koreksi  ^:)^
menurut saya, Tipitaka memuat Dhamma, namun bukan hanya satu2nya yg memuat Dhamma...
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #101 on: 16 September 2008, 04:03:55 PM »
Dear Bro Kai,

Kembali saya ulangi bahwa Dhamma sebagai kebenaran itu dibagi menjadi dua yaitu :
1. Pannati Dhamma yaitu kebenaran yang sesuai dengan konsep
2. Paramattha Dhamma yaitu  realitas, kenyataan / hakekat sesungguhnya dan prosesnya tidak tergantung dari label / sebutan / nama yang disandangnya


Tolong dilihat bahwa ko fabian mendiskusikan Tipitaka sebagai Kebenaran Mutlak/Paramattha Dhamma

sementara yang dimaksud daun lainnya adalah Pannati Dhamma/kebenaran relatif.

mengapa bisa disebut Paramattha Dhamma? Karena seperti yang dikatakan oleh Buddha, bahwa segenggam daun itu sudah cukup untuk membawa ke arah pembebasan/Nibbana

semoga bisa dimengerti yah...........  _/\_

menyontek dari buku Abhidhamma Ultimate Science, yg termasuk Paramattha Dhamma adalah Citta, Cetasika, Rupa & Nibbana.

lain dari itu adalah Pannati, termasuk Tipitaka... CMIIW
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~

Offline Che Na

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.010
  • Reputasi: 51
  • Gender: Female
  • "Kesaktian tertinggi adalah berjalan diatas bumi "
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #102 on: 16 September 2008, 04:09:17 PM »
Jadi  kesimpulannya Tipitaka adalah "bagian" dari Dhamma ??  _/\_ Mohon koreksi  ^:)^
menurut saya, Tipitaka memuat Dhamma, namun bukan hanya satu2nya yg memuat Dhamma...
Setuju   _/\_ Jika Dhamma = Kebenaran .. Maka Kebenaran ada dimana saja   _/\_
Ketika Melihat Dengan Hati , Mendengar Dengan Mata ..

Offline fabian c

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.095
  • Reputasi: 128
  • Gender: Male
  • 2 akibat pandangan salah: neraka atau rahim hewan
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #103 on: 16 September 2008, 04:54:29 PM »


Jadi  kesimpulannya Tipitaka adalah "bagian" dari Dhamma ??  _/\_ Mohon koreksi  ^:)^
menurut saya, Tipitaka memuat Dhamma, namun bukan hanya satu2nya yg memuat Dhamma...
Setuju   _/\_ Jika Dhamma = Kebenaran .. Maka Kebenaran ada dimana saja   _/\_


Saudara Che Na yang baik,

Untuk mengetahui yang dimaksud Dhamma oleh Sang Buddha, kita harus kembali menilik Dhammanussati (perenungan terhadap Dhamma) yaitu: Yaitu Dhamma dapat diselami oleh para bijaksana dalam batin masing-masing.

Dhamma yang dimaksud disini tak bisa diselami oleh orang yang batinnya tak terlatih atau orang yang tak bijaksana. Dalam berbagai sutta Sang Buddha menjelaskan mengenai Dhamma, singkat kata seperti perumpamaan daun simsapa, Dhamma yaitu segala sesuatu yang diajarkan Oleh Sang Buddha yang membawa kebebasan.

kebenaran memang ada dimana-mana, si Ryan membunuh sekian banyak orang jg merupakan kebenaran, tapi jelas bukan Dhamma yang dimaksud Sang Buddha, karena dihantam tsunami kuat rakyat aceh banyak yang meninggal juga merupakan kebenaran, tetapi bukan itu yang diajarkan Sang Buddha, Pandangan salah ada pada setiap puthujana, ini adalah kebenaran, tetapi bukan ini yang diajarkan Sang Buddha. Apa yang diajarkan Sang Buddha singkatnya:

1. dukkha
2. sebab dari Dukkha
3. Berhentinya Dukkha
4. Jalan untuk menghentikan dukkha, yaitu jalan Ariya berunsur delapan.

Dan ini yang tak diajarkan oleh agama lain, agama lain tak mengajarkan Tilakkhana, agama lain tak mengajarkan jalan Ariya berunsur delapan, satta bhojanga, tidak mengajarkan Satipatthana, padahal ini semua diperlukan untuk merealisasi (menyelami Dhamma).

Apabila seseorang telah merealisasi Dhamma tentu ia akan melihat empat kebenaran Ariya dan Jalan Ariya berunsur delapan.

Semoga keterangan ini membantu...

semoga kita semua berusaha merealisasi Dhamma.

((( Semoga kita semua berbahagia dan terbebas dari penderitaan)))


Tiga hal ini, O para bhikkhu dilakukan secara rahasia, bukan secara terbuka.
Bercinta dengan wanita, mantra para Brahmana dan pandangan salah.

Tiga hal ini, O para Bhikkhu, bersinar secara terbuka, bukan secara rahasia.
Lingkaran rembulan, lingkaran matahari serta Dhamma dan Vinaya Sang Tathagata

Offline tesla

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.428
  • Reputasi: 125
  • Gender: Male
  • bukan di surga atau neraka, hanya di sini
Re: Logika aneh umat Buddha
« Reply #104 on: 16 September 2008, 05:07:36 PM »
kebenaran memang ada dimana-mana, si Ryan membunuh sekian banyak orang jg merupakan kebenaran, tapi jelas bukan Dhamma yang dimaksud Sang Buddha, karena dihantam tsunami kuat rakyat aceh banyak yang meninggal juga merupakan kebenaran, tetapi bukan itu yang diajarkan Sang Buddha, Pandangan salah ada pada setiap puthujana, ini adalah kebenaran, tetapi bukan ini yang diajarkan Sang Buddha. Apa yang diajarkan Sang Buddha singkatnya:

1. dukkha
2. sebab dari Dukkha
3. Berhentinya Dukkha
4. Jalan untuk menghentikan dukkha, yaitu jalan Ariya berunsur delapan.

saudara Fabian yg baik,
dalam kasus pembunuhan Ryan & bencana alam tsunami, menurut saya banyak sekali Buddha Dhamma nya. anda bisa lihat keterkondisian, penderitaan, ketidak kekalan di sana.

Quote
Dan ini yang tak diajarkan oleh agama lain, agama lain tak mengajarkan Tilakkhana, agama lain tak mengajarkan jalan Ariya berunsur delapan, satta bhojanga, tidak mengajarkan Satipatthana, padahal ini semua diperlukan untuk merealisasi (menyelami Dhamma).
setelah saya membaca ulang Simsapa Sutta, saya jadi ingin menampilkannya kembali di sini:

"Therefore your duty is the contemplation, 'This is stress... This is the origination of stress... This is the cessation of stress.' Your duty is the contemplation, 'This is the path of practice leading to the cessation of stress.'"

menurut saya ini cukup. :)

Quote
semoga kita semua berusaha merealisasi Dhamma.

((( Semoga kita semua berbahagia dan terbebas dari penderitaan)))
_/\_
Lepaskan keserakahan akan kesenangan. Lihatlah bahwa melepaskan dunia adalah kedamaian. Tidak ada sesuatu pun yang perlu kau raup, dan tidak ada satu pun yang perlu kau dorong pergi. ~ Buddha ~