//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tanda-tanda kiamat  (Read 7454 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline rika

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 200
  • Reputasi: 11
  • Gender: Female
  • qiute....
Tanda-tanda kiamat
« on: 02 September 2008, 04:23:38 PM »
Kalo mnurut Nasrani semua peristiwa alam yang terjadi seperti bencana alam, gunung meletus, dll ini sudah digariskan dan dijelaskan di Alkitab. Ini adalah tanda-tanda akhir jaman. Dunia ini akan hancur dan hamya orang-orang yg suci dan benarlah yg diselamatkan. Kalo dr agama Buddha gimana nh, tolong penjelasannya donk ^:)^ ^:)^ ^:)^ ^:)^ :)) :)) :))

 _/\_ _/\_ _/\_

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Tanda-tanda kiamat
« Reply #1 on: 02 September 2008, 04:27:31 PM »
menurut agama buddha:
Kalo mnurut agama buddha(IMO)i semua peristiwa alam yang terjadi seperti bencana alam, gunung meletus, dll ini tidak digariskan dan dijelaskan didalam sutta2(CMIIW) sebagai fenomena yg akan timbul-tenggelam.
Ini adalah tanda-tanda paham annica. Dunia ini akan hancur dan hamya orang-orang yg memiliki kamma yg cukup yg bisa survive.
Samma Vayama

Offline Lex Chan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.435
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
  • Love everybody, not every body...
Re: Tanda-tanda kiamat
« Reply #2 on: 02 September 2008, 08:40:37 PM »
setahu aye, tidak ada istilah akhir zaman di dalam Buddhisme karena semuanya terus berproses. bumi suatu saat memang bisa hancur, tapi kemudian akan terbentuk lagi..

konon katanya tanda2 hancurnya bumi adalah muncul 7 matahari, karena tata surya itu bukan hanya ada 1 dan semuanya terus bergerak, sehingga suatu saat nanti bisa saja saling berdekatan..

tenang aja, matahari yang kelihatan baru cuma 1 kok.. kecuali matahari department store yang buka cabang di mana2.. wakakaka.. =))
“Give the world the best you have and you may get hurt. Give the world your best anyway”
-Mother Teresa-

Offline Kokuzo

  • Sebelumnya 7th
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.090
  • Reputasi: 30
  • Gender: Male
  • ... running in karma ...
Re: Tanda-tanda kiamat
« Reply #3 on: 02 September 2008, 11:41:18 PM »
Kata suku Maya 2012, bentar lagi... Hore.....

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Tanda-tanda kiamat
« Reply #4 on: 02 September 2008, 11:52:04 PM »
Kiamat Versi Buddhis
[/b]

--------------------------------------------------------------------------------


Pada suatu ketika bumi kita ini akan hancur lebur dan tidak ada. Tapi hancur leburnya bumi kita ini atau kiamat bukanlah merupakan akhir dari kehidupan kita. Sebab seperti apa yang telah diuraikan di halaman terdahulu, bahwa di alam semesta ini tetap berlangsung pula evolusi terjadinya bumi. Lagi pula, bumi kehidupan manusia bukan hanya bumi kita ini saja tetapi ada banyak bumi lain yang terdapat dalam tata surya - tata surya yang tersebar di alam semesta ini.

Kiamat atau hancur leburnya bumi kita ini menurut Anguttara Nikaya, Sattakanipata diakibatkan oleh terjadinya musim kemarau yang lama sekali. Selanjutnya dengan berlangsungnya musim kemarau yang panjang ini muncullah matahari yang kedua, lalu dengan berselangnya suatu masa yang lama matahari ketiga muncul, matahari keempat, matahari kelima, matahari keenam dan akhirnya muncul matahari ketujuh. Pada waktu matahari ketujuh muncul, bumi kita terbakar hingga menjadi debu dan lenyap bertebaran di alam semesta.

Pemunculan matahari kedua, ketiga dan lain-lain bukan berarti matahari-matahari itu tiba-tiba terjadi dan muncul di angkasa, tetapi matahari-matahari tersebut telah ada di alam semesta kita ini. Dalam setiap tata surya terdapat matahari pula.

Menurut ilmu pengetahuan bahwa setiap planet, tata surya, dan galaxi beredar menurut garis orbitnya masing-masing. Tetapi kita sadari pula, karena banyaknya tata surya di alam semesta kita ini, maka pada suatu masa garis edar tata surya kita akan bersilangan dengan garis orbit tata surya lain, sehingga setelah masa yang lama ada tata surya yang lain lagi yang bersilangan orbitnya dengan tata surya kita. Akhirnya tata surya ketujuh menyilangi garis orbit tata surya kita, sehingga tujuh buah matahari menyinari bumi kita ini. Baiklah kita ikuti uraian tentang kiamat yang dikhotbahkan oleh Sang Buddha kepada para bhikkhu:

Bhikkhu, akan tiba suatu masa setelah bertahun-tahun, ratusan tahun, ribuan tahun, atau ratusan ribu tahun, tidak ada hujan. Ketika tidak ada hujan, maka semua bibit tanaman seperti bibit sayuran, pohon penghasil obat-obatan, pohon-pohon palem dan pohon-pohon besar di hutan menjadi layu, kering dan mati .....

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari kedua muncul. Ketika matahari kedua muncul, maka semua sungai kecil dan danau kecil surut, kering dan tiada .....

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari ketiga muncul. Ketika matahari ketiga muncul, maka semua sungai besar, yaitu sungai Gangga, Yamuna, Aciravati, Sarabhu dan Mahi surut, kering dan tiada .....

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari keempat muncul. Ketika matahari keempat muncul, maka semua danau besar tempat bermuaranya sungai-sungai besar, yaitu danau Anotatta, Sihapapata, Rathakara, Kannamunda, Kunala, Chaddanta, dan Mandakini surut, kering dan tiada .....

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari kelima muncul. Ketika matahari kelima muncul, maka air maha samudra surut 100 yojana*, lalu surut 200 yojana, 300 yojana, 400 yojana, 500 yojana, 600 yojana dan surut 700 yojana. Air maha samudra tersisa sedalam tujuh pohon palem, enam, lima, empat, tiga, dua pohon palem, dan hanya sedalam sebatang pohon palem. Selanjutnya, air maha samudra tersisa sedalam tinggi tujuh orang, enam, lima, empat, tiga, dua dan hanya sedalam tinggi seorang saja, lalu dalam airnya setinggi pinggang, setinggi lutut, hingga airnya surut sampai sedalam tinggi mata kaki.

Para bhikkhu, bagaikan di musim rontok, ketika terjadi hujan dengan tetes air hujan yang besar, mengakibatkan ada lumpur di bekas tapak-tapak kaki sapi, demikianlah dimana-mana air yang tersisa dari maha samudra hanya bagaikan lumpur yang ada di bekas tapak-tapak kaki sapi.

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari keenam muncul. Ketika matahari keenam muncul, maka bumi ini dengan gunung Sineru sebagai raja gunung-gunung, mengeluarkan, memuntahkan dan menyemburkan asap. Para bhikkhu, bagaikan tungku pembakaran periuk yang mengeluarkan, memuntahkan dan menyemburkan asap, begitulah yang terjadi dengan bumi ini.

Demikianlah, para bhikkhu, semua bentuk (sangkhara) apa pun adalah tidak kekal, tidak abadi atau tidak tetap. Janganlah kamu merasa puas dengan semua bentuk itu, itu menjijikkan, bebaskanlah diri kamu dari semua hal.

Para bhikkhu, selanjutnya akan tiba suatu masa, suatu waktu di akhir masa yang lama, matahari ketujuh muncul. Ketika matahari ketujuh muncul, maka bumi ini dengan gunung Sineru sebagai raja gunung-gunung terbakar, menyala berkobar-kobar, dan menjadi seperti bola api yang berpijar. Cahaya nyala kebakaran sampai terlihat di alam Brahma, demikian pula dengan debu asap dari bumi dengan gunung Sineru tertiup angin sampai ke alam Brahma.

Bagian-bagian dari puncak gunung Sineru setinggi 1, 2, 3, 4, 5 ratus yojana terbakar dan menyala ditaklukkan oleh amukan nyala yang berkobar-kobar, hancur lebur. Disebabkan oleh nyala yang berkobar-kobar bumi dengan gunung Sineru hangus total tanpa ada bara maupun abu yang tersisa. Bagaikan mentega atau minyak yang terbakar hangus tanpa sisa. Demikian pula bumi maupun debu tidak tersisa sama sekali.

Catatan

*) Yojana adalah semacam ukuran yang ada di masa Sang Buddha yang jauhnya kira-kira 7 mil.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline HokBen

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.525
  • Reputasi: 100
  • Gender: Male
Re: Tanda-tanda kiamat
« Reply #5 on: 03 September 2008, 01:02:10 AM »
Quote
Cahaya nyala kebakaran sampai terlihat di alam Brahma

jangan-jangan alam Brahma ada di planet laen? :P

matahari-matahari yang muncul dan berdekatan itu mirip dengan di astronomi yg namanya galaxy merger bukan yah??
http://en.wikipedia.org/wiki/Galaxy_merger

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Tanda-tanda kiamat
« Reply #6 on: 03 September 2008, 09:34:04 AM »
Kusala : Yang bermanfaat untuk perkembangan batin kita di dalam usaha untuk merealisasi Nibbana

Akusala : Yang tidak bermanfaat untuk perkembangan batin kita di dalam usaha untuk merealisasi Nibbana

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Tanda-tanda kiamat
« Reply #7 on: 03 September 2008, 10:01:15 AM »
MAHA KAPPA (KALPA) = SIKLUS DUNIA

Sang Buddha mencoba menerangkan siklus dunia sebagai berikut : Banyak, banyak tahun dari zaman sekarang suatu hujan deras yang destruktif (menghancurkan) akan terjadi, dan sebagai akibatnya sistem dunia akan berakhir. Kemudian, setelah satu waktu yang lama, dunia akan berkembang kembali dan kemudian, setelah satu periode yang lama, hujan lebat yang destruktif lainnya akan terjadi dan menghancurkan sistem dunia. Periode antara dua hujan yang destruktif adalah SATU SIKLUS DUNIA.

SATU SIKLUS DUNIA terbagi menjadi 4 bagian :
1. Samvatta-Kappa       
2. Samvatta Thayi-Kappa
3. Vivatta-Kappa             
4. Vivatta Thayi-Kappa

Masing-masing di bagi menjadi 20 antara-kappa (64 menurut beberapa teks).

1. Samvatta-Kappa :
Periode pertama dari siklus dunia yang dikenal sebagai Samvatta-Kappa merupakan periode yang sangat panjang antara hujan besar yang menghancurkan dan munculnya tujuh matahari, yang mana pada waktu itu seluruh sistem dunia terbakar habis. Periode ini dikenal sebagai periode kekacauan atau periode tahap pembubaran.

2. Samvatta Thayi-Kappa  :
Periode kedua dari siklus dunia, yang dikenal sebagai Samvatta Thayi-Kappa, adalah ketika langit an berbagai surga (cakrawala) yang diatas dan dibawah dunia di tutupi dengan debu tebal dan kegelapan. Periode yang lama ini dikenal sebagai periode berlangsungnya kekacauan atau periode berlangsungnya tahap pembubaran.

3. Vivatta-Kappa : 
Periode ketiga, yang dikenal sebagai Vivatta-Kappa, dimulai dengan hujan deras yang produktif dan terus berlangsung hingga matahari dan bulan mulai muncul. Periode ini dikenal sebagai periode perkembangan yang panjang.   

4. Vivatta Thayi-Kappa :
Periode keempat, yang dimulai ketika matahari dan bulan muncul melalui debu, yang dikenal sebagai Vivatta Thayi-Kappa, kelangsungan evolusi, dan berlangsung hingga hujan besar berikutnya yang menghancurkan.


Kita sekarang berada di salah satu dari 20 antara-kappa dalam periode yang dikenal sebagai Vivatta Thayi-Kappa , kelangsungan evolusi.

Sang Buddha bersabda :
"Seandainya, oh para bhikkhu, ada sebuah batu maha besar dengan massa yang padat dan tidak memiliki celah atau retakan, yang panjangnya satu yojana (7-14 mil),lebarnya satu yojana dan tingginya satu yojana, dan seandainya setiap seratus tahun sekali seseorang datang dan menggosoknya dengan sebuah kain sutra, maka batu raksasa itu akan hilang terkikis sebelum satu siklus dunia. Di antara Siklus-siklus dunia tersebut banyak yang telah berlalu. Sekian ratus, sekian ribu, sekian ratus ribu."
Sang Buddha memberikan perumpamaan yang indah itu untuk memberikan sebuah gagasan pikiran kepada kita, bahwa satu siklus dunia atau MAHA KAPPA itu sungguh-sungguh teramat sangat lama.
 
Satu ASANKHEYYA, atau periode infinitif (tak terhitung lamanya) adalah satu periode dengan banyak siklus dunia yang tak terhitung.

Sebagian kaum Buddhis berpikir bahwa : Sang Buddha membutuhkan satu periode dari empat periode yang tak dapat di hitung, di tambah 100.000 siklus dunia untuk mencapai tingkat Buddha. Di sini mereka hanya memperhitungkan periode setelah Pemberitahuan yang pasti oleh Buddha Dipangkara, periode dimana Bodhisattva menyempurnakan sepuluh kesempunaan (paramita). Sesungguhnya, Bodhisattva mengambil satu periode yang lamanya 300.000 siklus dunia, yang diselingi dengan 20 periode yang tak dapat dihitung untuk mencapai ke-Buddhaan.
Jika kita dapat memvisualisasikan jangka waktu itu, maka kita tidak hanya akan mengagumi tugas mulia seorang Bodhisattva, tetapi juga ketabahan-keuletan dan keteguhan hatiNya untuk mencapai ke_Buddhaan Tertinggi.

Sumber : Buku Praktik Dhamma menuju Nibbana~Radhika Abeysekera

_/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Tanda-tanda kiamat
« Reply #8 on: 03 September 2008, 10:08:53 AM »
Secara pribadi saya sih tidak terlalu pusing dengan kiamat. Memang hal itu tercantum di Kitab Suci, tetapi bagi saya yang lebih penting adalah menjalani kehidupan untuk mempersiapkan kematian.

Kematian nyata, segala yang berkondisi tidak kekal adanya. Kita sekarang bahagia, tapi besok bisa menderita. Kita bisa bertemu dengan yang dicintai, tetapi besok bisa berpisah dengan yang dicintai.

Tapi bisa menjalani kehidupan yang mempersiapkan kematian, jauh lebih berharga daripada memikirkan tentang kiamat dan perbedaan versi kiamat dari berbagai agama.

_/\_
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days