Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: MICCHA SAMADHI  (Read 6960 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
MICCHA SAMADHI
« on: 22 August 2008, 05:05:02 PM »
Kutipan dari ceramah Sujin Boriharnwanaket di hadapan para Bhikkhu di
Thailand :

*Konsep dan Sesungguhnya/ Realita*

Lobha mula citta tanpa pandangan salah dalam kehidupan sehari-hari tidak
saja melekat pada objek yang nampak, suara, bebauan dan konsep, namun juga
melekat pada miccha samadhi (konsentrasi yang salah).
Misalnya seseorang yang melakukan praktek yoga dengan konsentrasi
pernapasan, untuk meningkatkan kesehatannya

Orang harus mempunyai pandangan benar untuk memulai samadhi dimana dia akan
segera menyadari mengenai nama dan rupa, lebih cepat mengerti mengenai nama
dan rupa sehingga dapat merealisasi Kebenaran Sejati.

Namun jika seseorang sudah mempunyai pandangan yang salah, maka dia tidak
akan mengetahui mengenai perhatian benar (samma sati), sehingga dia tidak
akan tahu bahwa sati itu sendiri adalah anatta/tidak kekal.
Jadi tidak benar jika seseorang memulai miccha samadhi atau meditasi yang
salah, akan membantu timbulnya panna/kebijaksanaan mengenai nama dan rupa.

Jadi samma sati ( salah satu faktor dari jalan utama berunsur 8 ), harus
didampingi oleh samma ditthi (pengertian benar) yang mengerti mengenai
karakteristik dari kenyataan yang timbul.

Kenyataan yang timbul harus direnungkan dengan cara yang benar sehingga
pengertian benar akan semakin jelas. Pengertian benar mengenai nama dan rupa
berakumulasi menjadi sankharakhanda dan mengembangkan kondisi untuk lebih
mengerti mengenai kenyataan yang sesungguhnya terjadi.

Jika ada sesuatu yang muncul, maka seseorang sudah dapat membedakan apakah
ini pannati ataukah paramattha. Hal yang sama juga terjadi pada proses
mendengar, mencium, merasakan, mengalami objek yang tampak serta mengalami
objek melalui pintu pikiran

maaf jika terjemahan saya kurang memadai, berikut tulisan aslinya dalam
bahasa inggris:

Realities and Concepts Part III

Lobha-mula-citta (consciousness with attachment) without wrong
view,27 ditthivippayutta, which arises in our daily life, is not only
attached to visible object, sound , odour, flavour, tangible object and
concepts, it is also attached to miccha samadhi, wrong concentration.
Someone may, for example, apply himself to yoga exercises such as
concentration on breath in order to improve his bodily health. Then there is
a kind of samadhi.
When the citta is not kusala at such moments there is
lobha-mula-citta with miccha-samadhi, wrong concentration. There may only be
attachment to samadhi with the aim of improving one's bodily health. Someone
may not necessarily have the wrong view that he should apply himself first
to samadhi in order that he afterwards can consider nama and rupa and have
right understanding of them more quickly, and that this is the way to
realize the noble Truths. If he has such wrong understanding he does not
know the characteristic of right mindfulness, samma-sati, he does not know
that sati is not self, anatta. It is not true that when someone applies
himself first to miccha-samadhi it will help panna to know the
characteristics of nama and rupa. In order that sati is samma-sati, a factor
of the Eightfold Path,28 it must accompany samma-ditthi, right
understanding, which understands the characteristics of the realities that
are appearing. These are the objects sati should consider in the right way,
it should be mindful of them so that right understanding can become more and
more refined. Right understanding of nama and rupa is accumulated as
sankharakkhandha29 and thus conditions are being developed for the arising
of direct awareness of the realities which are appearing. When there is
seeing one should know when the object is a pannatti, a concept, and when a
paramattha dhamma. It is the same in the case of hearing, smelling, tasting,
the experience of tangible object and the experience of an object through
the mind-door.

Markos Prawira

_/\_ :lotus:
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #1 on: 22 August 2008, 05:41:03 PM »
Bagus mam aritkelnya  _/\_ :lotus:
Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.385
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #2 on: 22 August 2008, 06:41:06 PM »
ini contekan pelengkap utk penjelasan Samma Dithi, Samma Samadhi dan Samma Sati



"Dan apakah, para bhikkhu, pandangan benar? Pengetahuan tentang Dukkha, pengetahuan tentang asal mula Dukkha, pengetahuan tentang berhentinya Dukkha, pengetahuan tentang cara berlatih yang membawa pada berhentinya dukkha: Inilah, para bhikkhu, yang dikatakan pandangan benar.

"Dan apakah, para bhikkhu, perhatian benar? (i) Dimana ada seorang bhikkhu tetap fokus pada tubuh kedalam & keluar — tekun, sadar, & perhatian — membuang keserakahan & kecemasan yang berhubungan dengan dunia. (ii) Dia tetap terfokus pada perasaan kedalam & keluar — tekun, sadar, & perhatian — membuang keserakahan & kecemasan yang berhubungan dengan dunia. (iii) Dia tetap terfokus pada pikiran kedalam & keluar — tekun, sadar, perhatian — membuang keserakahan & kecemasan yang berhubungan dengan dunia. (iv) Dia tetap terfokus pada kualitas mental kedalam & keluar — tekun, sadar, perhatian — membuang keserakahan & kecemasan yang berhubungan dengan dunia. Ini, para bhikkhu, yang disebut perhatian benar.

"Dan apakah, para bhikkhu, konsentrasi benar? (i) Dimana ada seorang bhikkhu — sepenuhnya melepaskan sensualitas, melepaskan kualitas (mental) tidak terampil — memasuki & berdiam dalam jhana pertama: kegirangan dan kenikmatan yang muncul dari pelepasan, disertai oleh pemikiran yang diarahkan & penilaian. (ii) Dengan menenangkan pemikiran yang diarahkan & evaluasi, dia memasuki & berdiam didalam jhana kedua: kegirangan dan kenikmatan muncul dari konsentrasi, penyatuan dari kesadaraan yang bebas dari pemikiran yang diarahkan & penilaian — kepastian dari dalam. (iii) Dengan hilangnya kegirangan, dia tetap dalam ketenangan, perhatian & awas, dan merasakan kenikmatan dengan tubuhnya. Dia memasuki & berdiam didalam jhana ketiga, yang dinyatakan oleh Yang Mulia, 'Ketenangan & perhatian, dia memiliki kenikmatan yang terus menerus.' (iv) Dengan meninggalkan kenikmatan & sakit — bersamaan hilangnya kebahagiaan & penderitaan yang sebelumnya — dia memasuki & berdiam didalam jhana keempat: kemurnian dari ketenangan & perhatian penuh, tidak nikmat ataupun sakit. Ini, para bhikkhu, yang disebut konsentrasi benar."
There is no place like 127.0.0.1

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #3 on: 16 October 2008, 02:01:53 PM »
Sambungan tulisan (sori kelamaan, soalnya bahasanya "dalam")


Lobha-mula-cittas dapat disertai dengan atau tanpa pandangan salah. Jika disertai dengan pandangan salah maka akan cenderung untuk mendistorsi pandangan tentang kenyataan.
         
Sobhana cetasika (cetasika indah) yang merupakan faktor dari Jalan utama berunsur delapan yaitu Pengertian benar, Pikiran benar, Ucapan benar, Tindakan benar, Penghidupan benar, Kesadaran/mindfulness benar dan Konsentrasi benar. Pengembangan Jalan utama berunsur delapan sesungguhnya merupakan pengembangan pengertian yang benar akan nama dan rupa yang muncul pada saat ini.

Ini adalah khanda atau unsur yang meliputi semua cetasika kecuali vedana/feeling dan sanna/persepsi. Panna dan semua cetasika indah termasuk ke dalam sankhara khanda dan kesemuanya bergabung yang mengkondisikan berkembangnya panna, dan kadang dapat membimbing ke pencerahan.

Sewaktu kita menonton TV, pertandingan sepakbola atau tenis, sewaktu kita membaca surat kabar atau melihat gambar, kita seharusnya tahu kapan objek itu merupakan konsep dan kapan paramattha dhamma.

Jika kita tidak tahu maka kita akan salah mengerti bahwa cerita di TV hanyalah konsep.

Pada kenyataannya, ada konsep baik saat kita sedang menonton TV dan juga pada saat tidak menonton TV.

Bahkan nama kita pun hanyalah konsep untuk menggambarkan citta, cetasika dan rupa yang muncul bersamaan sehingga kita bisa tahu bahwa orang tersebut ada.

Miccha-samadhi (konsentrasi salah) dapat menjadi objek lobha-mula-citta tanpa atau dengan pandangan salah. Pada objek yang disertai dengan pandangan salah, seseorang percaya bahwa meditasi dengan cara ini merupakan jalan untuk menyadari Kebenaran Sejati.

Sangat banyak miccha-samadhi di seluruh dunia ini. Jika orang melakukan konsentrasi dengan akusala citta dan bukan dengan panna, maka itu menjadi miccha-samadhi. Sewaktu mereka percata bahwa ada cara yang lebih cepat untuk menyadari karakteristik nama dan rupa, itu adalah pengertian salah.

Samma-sati dari Jalan Utama berunsur delapan dapat menjadi cara untuk menyadari kenyataan yang timbul jika awalnya sudah memahami perbedaan karakteristik nama dan rupa. Miccha-samadhi tidak dapat mengkondisikan Kesadaran benar/ right mindfulness.

Offline Yumi

  • Sebelumnya snailLcy
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.353
  • Reputasi: 123
  • Gender: Female
  • Good morning, Sunshine..
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #4 on: 16 October 2008, 05:37:07 PM »
_/\_ anumodana c lily, suhu, n ko markos..

Ini adalah khanda atau unsur yang meliputi semua cetasika kecuali vedana/feeling dan sanna/persepsi. Panna dan semua cetasika indah termasuk ke dalam sankhara khanda dan kesemuanya bergabung yang mengkondisikan berkembangnya panna, dan kadang dapat membimbing ke pencerahan.

Bahkan nama kita pun hanyalah konsep untuk menggambarkan citta, cetasika dan rupa yang muncul bersamaan sehingga kita bisa tahu bahwa orang tersebut ada.

tanya dunk.. yg di quote itu mksdnya gimana..?
Para bhikkhu, fajar berwarna kuning keemasan adalah pertanda awal terbitnya matahari.
Demikian pula, kesempurnaan sila adalah awal timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan.
~Silasampada Sutta - Suryapeyyala~

cunda

  • Guest
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #5 on: 16 October 2008, 11:07:52 PM »
namaste suvatthi hotu

saluut buat cc Lily W

maju terus




Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #6 on: 17 October 2008, 08:29:09 AM »
Ini adalah khanda atau unsur yang meliputi semua cetasika kecuali vedana/feeling dan sanna/persepsi. Panna dan semua cetasika indah termasuk ke dalam sankhara khanda dan kesemuanya bergabung yang mengkondisikan berkembangnya panna, dan kadang dapat membimbing ke pencerahan.

Bahkan nama kita pun hanyalah konsep untuk menggambarkan citta, cetasika dan rupa yang muncul bersamaan sehingga kita bisa tahu bahwa orang tersebut ada.

tanya dunk.. yg di quote itu mksdnya gimana..?

dear Yumi,

sebenarnya yang dinamakan mahluk hidup adalah perpaduan dari :
1. Nama/batin dan Rupa/fisik.

Atau dapat juga dijabarkan menjadi
2. Citta dan cetasika, serta Rupa/fisik.

Juga dapat juga dijabarkan menjadi
3. Panca Khanda, yang terdiri dari Rupa, vinnana/citta, vedana, sanna, dan sankhara

detailnya adalah :
Hakekat sesungguhnya dari pancakkhandha adalah :
1.   Vinnanakkhandha adalah citta 89
2.   Vedanakkhandha adalah vedana cetasika
3.   Sannakkhandha adalah sanna cetasika
4.   Sankharakkhandha adalah cetasika 50
5.   Rupakkhandha adalah rupa 28

dapat Yumi lihat di : http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=422.0

Jadi nama seseorang, misal Markos atau Yumi, hanyalah konsep umum untuk merujuk ke orang tertentu dengan ciri2 fisik dan batin tertentu.....

nah yang dilakukan pada waktu vipassana seharusnya adalah merenungkan proses timbul tenggelamnya nama dan rupa sehingga pada akhirnya bisa mencapai pencerahan mengenai Anicca, Dukkha dan Anatta

sori jika dirasa membingungkan yah soalnya utk baca ini, mestinya udah baca2 dulu mengenai citta vitthi (proses citta/pikiran), cetasika dan rupa

kira2 seperti itulah yang dimaksud di tulisan Khun Sujin.....  _/\_

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #7 on: 17 October 2008, 01:30:11 PM »
hehehehe apakah Sang Buddha sebelum momen pencerahan itu merenungkan urutan-urutan seperti itu atau setelah pencerahan maka timbul nyana dalam Buddha yang membuat ia tahu bahwa ada ini dan itu?
Apakah Sang Buddha menggunakan vipasana dengan teknik ini?coba baca kembali referensi dimana titik menjelang Pencerahan Sang Buddha.

Satu hal lagi,coba tunjukkan,ada orang yang mengalami pencerahan setelah mengikuti vipasana dengan klasifikasi seperti ini.apakah anda terjebak?
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #8 on: 17 October 2008, 02:42:01 PM »
dear nyana,

Maaf, bisa tahu darimana anda berkesimpulan bahwa ini adalah teknik?

Karena yang saya lihat, bahwa beliau hanya mencoba menerangkan mengenai apa itu miccha samadhi, agar jangan sampai kita melakukan miccha samadhi. Beliau hanyalah mengajarkan mengenai konsep/pannati dan paramattha dhamma/hakekat

Jadi ini sama sekali bukan teknik apapun, namun lebih ke arah penjelasan prosesnya sehingga bagaimana bisa terjadi miccha samadhi

Urutan pencerahan yang terjadi pada setiap orang tentunya berbeda-beda, teknik pun berbeda2 dimana seperti Goenka yang cenderung ke titik sentuh atau Mahasi sayadaw yang menggunakan rise and fall namun secara umum, vipassana ditujukan untuk menyadari proses timbul dan tenggelamnya nama dan rupa

Demikian sejauh yang saya tahu, dan diatas saya sudah sebut bahwa ini : Kutipan dari ceramah Sujin Boriharnwanaket di hadapan para Bhikkhu di Thailand

Karena saya masih putthujhana, maka saya hanya bisa merasa bahwa yang diajarkan adalah selaras dengan Buddha Dhamma secara proses citta, cetasika dan rupa

Jadi jika ada pertanyaan apakah ada yang mencapai pencerahan, mungkin bro nyana bisa bertanya sendiri kepada beliau _/\_

semoga bisa dimengerti  _/\_

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #9 on: 17 October 2008, 04:20:02 PM »
pertanyaan saya tidak ditujukan ke beliau dalam arti disini Khun Sujin,yang saya ingin tanyakan adalah anda sebagai praktisi, ini karena Khun Sujin sendiri saya yakin sudah memahami praktik meditasinya sehingga ditulislah pengalaman yang akhirnya menjadi konsep, sekrang yang saya tanyakan adalah anda sendiri,karena saya melihat bahwa anda lebih sering menulis klasifikasi dalam penomeran penomeran,jadi bagi saya tentunya ini bukan hasil praktek anda melainkan didapat dari membaca teori...yang saya ingin lihat adalah bagaimana anda menerjemahkan praktek anda sendiri. _/\_ (btw ini bukan debat tapi sebuah sharing praktek)

ini akan berhubungan dengan miccha samadhi dalam diri setiap orang jadi pernyataan saya adalah apakah anda mengetahui bahwa anda bisa juga terjebak dengan miccha samadhi bila terus terperangkap dalam konsepsi seperti ini?
« Last Edit: 17 October 2008, 04:23:38 PM by nyanadhana »
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #10 on: 20 October 2008, 09:37:32 AM »
dear nyana,

sampai saat ini, saya masih tidak jelas dengan pertanyaan anda mengenai penomeran2, atau urutan2, boleh disebutkan yang mana yah???

jika mengenai pancakhanda diatas, penomeran hanyalah pembedaan atau pemisahan antara bagian2nya, bukan no.1 yang terjadi terlebih dahulu atau no.2 yang belakangan

mengenai praktek : boleh tahu apa yang anda ingin kita sharing/diskusikan?

mengenai micca samadhi dan konsepsi : hal ini sudah saya sering sebut bahwa konsep digunakan sebagai panduan, namun pada praktek, saya tidak menyama2kan dengan panduan itu, apalagi untuk menyebut pencapaian tingkat/nyana tertentu.
Tapi walau demikian mengingat saya masih putthujhana, tentu saja masih banyak kecenderungan masuk ke miccha samadhi juga

Jujur saja bahwa sampai saat ini, saya memang masih banyak berkutat di pembenaran konsep dahulu, yang mungkin berbeda dengan rekan yang batinnya sudah lebih matang sehingga bisa lebih banyak menjalankan praktek meditasi  :-[

semoga bisa dimengerti bahwa disini saya tidak menunjukkan bahwa praktek AKU yang paling benar _/\_

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #11 on: 20 October 2008, 10:54:42 AM »
Jujur saja bahwa sampai saat ini, saya memang masih banyak berkutat di pembenaran konsep dahulu, yang mungkin berbeda dengan rekan yang batinnya sudah lebih matang sehingga bisa lebih banyak menjalankan praktek meditasi  Embarrassed


syukurlah anda mulai mengerti.

Pengetahuan akan muncul "setelah" pencarian ke dalam tanpa terkontaminasi oleh suatu konsep.it's our own path and puzzle.

ini lah yang membedakan kenapa bhikkhu dhutanga lebih banyak mencapai pencerahan. kenapa?cari tahu sendiri.nanti kita sharing.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #12 on: 20 October 2008, 12:48:57 PM »

syukurlah anda mulai mengerti.

Pengetahuan akan muncul "setelah" pencarian ke dalam tanpa terkontaminasi oleh suatu konsep.it's our own path and puzzle.

ini lah yang membedakan kenapa bhikkhu dhutanga lebih banyak mencapai pencerahan. kenapa?cari tahu sendiri.nanti kita sharing.

dear nyana

Sangat setuju mengenai "it's our own path and puzzle"

Tapi maaf jika saya kurang setuju dengan anda mengenai Pengetahuan akan muncul "setelah" pencarian ke dalam tanpa terkontaminasi oleh suatu konsep.

Karena Pengetahuan dalam artian panna, terbagi menjadi :
~ Suttamayapanna (kebijaksanaan yg diperoleh dari belajar dan membaca)
~ Cintamayapanna (kebijaksanaan yg diperoleh melalui pemahaman dan pengalaman)
~ Bhavanamayapanna (kebijaksanaan yg diperoleh melalui meditasi)

Disini saja sudah jelas disebutkan bahwa Pengetahuan sudah muncul dari banyak membaca, belajar, yang kemudian dipraktekkan dalam hidup sehari2.

Jadi bagi saya, pencarian ke dalam pun, sampai tahap tertentu masih memerlukan konsep seperti citta, cetasika, rupa, dan sebagainya karena bagi saya, konsep/pannati dhamma berguna sebagai penghubung paramattha dhamma, agar dapat dimengerti oleh manusia awam.

Mungkin singkatnya bisa disebut sebagai rakit. Rakit dibutuhkan untuk menyeberang, namun jika sudah sampai, hendaknya rakit jangan dibawa2

Bahkan bhikkhu Dhutanga sekalipun, bagi saya masih terikat dengan konsep terutama mengenai sila

Nah saya tidak tahu apakah konsep yang saya pegang dari Tipitaka ini, pada prakteknya tidak selaras dengan hasil praktek anda, namun demikianlah apa yang saya pahami sampai saat ini _/\_

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #13 on: 20 October 2008, 03:36:17 PM »
Pangeran Siddhatta sebelum menjadi Buddha,konsep apakah yang dia pegang?sedetik momen menuju pencerahan,apakah yang ia pegang?sila?dhamma(ajaran)?atau konsep konsep apakah?
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: MICCHA SAMADHI
« Reply #14 on: 20 October 2008, 03:57:24 PM »
dear nyana,

tolong dipisahkan antara batin yang sudah matang dengan batin yang masih jauh sekali dari "matang" sehingga anda hendaknya janganlah melihat moment by moment, seperti moment sebelum pencerahan

Diatas saya sudah sebutkan bahwa "sampai tahap tertentu", konsep masih dibutuhkan untuk menggambarkan mengenai citta, cetasika atau rupa (paramattha sacca)

Janganlah hanya melihat pada manusia yang bernama siddhattha semata,atau pengalaman beliau tepat sebelum tercerahkan, namun bagaimana beliau menjalani 4 assankheya kappa dan 100.000 maha kappa....

Bagi saya, Beliau menjalani sekian lama itu tanpa menggunakan pedoman apapun, sehingga terjerumus kesana sini, yang walau sampai saat2 terakhir pun, masih menjalani penyiksaaan diri walau akhirnya bisa mencapai pencerahan dan bisa berbagi pengalaman yang beliau dapatkan selama ini, yang dikodifikasi dalam wujud Tipitaka

Itu yang Buddha bilang sebagai "hanya segenggam daun simsappa di hutan simsappa", dimana Buddha sudah "memilihkan" mana yang bermanfaat untuk pencapaian nibbana, dan mana yang tidak bermanfaat

pertanyaan anda sangat mirip dengan nick Ilalang : apakah harus menunggu batin matang baru mulai praktek/meditasi?

dengan bertanya seperti itu, berarti memisahkan antara teori dan praktek, yang sebenarnya merupakan kondisi yang saling mendukung

Hal ini sebenarnya dulu pernah disebutkan di DC mengenai :
- Janganlah scholar meremehkan praktisi karena merasa sudah tahu ajaran sesuai text, dan
- Janganlah praktisi merendahkan scholar karena merasa dirinya sudah menjalani praktek

Ada beberapa cara dalam mengungkapkan Paramatha-sacca dan Sammuti-sacca yaitu :

1.  Paramattha Dhamma yaitu hakekat tertinggi dari segala sesuatu baik berupa batin maupun materi.

2.  Pannati Dhamma yaitu konsep atau sebutan yang mengekspresikan paramattha Sacca atau samutti Sacca.

Pannati Dhamma terdiri dari 2 golongan besar, yaitu :
1. Nama Pannati, yaitu nama, istilah, sebutan yang diberikan terhadap objek
2. Attha Pannati, yaitu :
~ Ide, gagasan yang menerangkan objek
~ Gambaran umum atas nama yang diberikan


Dimana disini jelas bahwa konsep pun (Tipitaka), dibutuhkan untuk dapat menerangkan mengenai paramattha sacca itu sendiri

semoga pengertian "konsep" yang saya maksudkan sudah bisa dimengerti.......  _/\_
« Last Edit: 20 October 2008, 04:04:45 PM by markosprawira »