Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!  (Read 6841 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!

--------------------------------------------------------------------------------

Suatu siang, kala Buddha dan Kassapa sedang berdiri di tepi sungai Neranjara, Kassapa berkata, "Gotama, di hari sebelumnya engkau menyebutkan tentang memeditasikan tubuh, perasaan-perasaan, persepsi persepsi, bentuk-bentuk pikiran dan kesadaran. Aku telah melatih meditasi itu, dan mulai dapat memahami betapa berbagai perasaan dan persepsi seseorang menentukan kualitas kehidupannya. Aku juga melihat tidak adanya elemen kekal abadi yang dapat diketemukan di dalam salah satu dari kelima sungai itu. Aku bahkan dapat melihat bahwa keyakinan akan suatu diri yang terpisah keliru adanya. Namun, aku masih belum mengerti mengapa seseorang menelusuri jalur spiritual jika tanpa adanya diri ? Siapakah yang akan menjadi terbebaskan ?

Buddha bertanya, "Kassapa, apakah engkau setuju penderitaan merupakan suatu kebenaran ?"

"Ya Gotama, aku setuju penderitaan merupakan suatu kebenaran".

"Apakah engkau setuju penderitaan pasti ada seban-sebabnya ?"

"Ya, aku setuju penderitaan pasti ada sebab-sebabnya ?"

"Kassapa, ketika sebab sebab penderitaan hadir, maka penderitaan juga hadir. Ketika sebab sebab penderitaan dihilangkan, maka penderitaan pun hilang."

"Ya, aku melihat ketika sebab sebab penderitaan dihilangkan, penderitaan itu sendiri akan hilang."

"Penyebab penderitaan adalah kebodohan bathin, suatu cara yang keliru untuk melihat realita. Berpikir bahwa yang tidak kekal sebagai kekal merupakan kebodohan bathin. Berpikir ada diri sementara tak ada yang disebut diri merupakan kebodohan bathin. Dari kebodohan bathin lahirlah keserakahan, ketakutan, iri hati, dan penderitaan yang tak terhitung jumlahnya. Jalan menuju pembebasan adalah jalan untuk melihat segala sesuatu secara mendalam agar benar benar mampu memahami sifat dasar ketidak kekalan (Anicca), tiada diri yang terpisah (An-atta), akan saling ketergantungan dari segala sesuatu (Pattica Samupada). Jalan ini adalah jalan untuk mengatasi kebodohan bathin. Setelah kebodohan bathin di atasi, penderitaan pun terlampaui. Itulah pembebasan sejati. Tak perlu ada suatu diri di sana untuk dibebaskan."

....

Uruvela Kassapa duduk hening untuk sesaat, lalu berkata, "Gotama, aku tahu engkau berbicara hanya dari pengalaman langsungmu sendiri. Kata katamu tidak hanya menyatakan konsep konsep. Kau katakan pembebasan hanya dapat dicapai melalui berbagai upaya meditasi, melihat segala sesuatu secara mendalam. Apakah engkau berpikir semua upacara, ritual dan doa sama sekali tidak berguna ?"

Buddha menunjuk ke sisi seberang sungai dan berkata, "Kassapa, jika seseorang hendak menyeberang ke sisi seberang sana, apa yang seharusnya ia lakukan ?"

"Jika airnya cukup dangkal, maka dia dapat berjalan menyeberang ke sana. Jika tidak, maka dia harus berenang atau mengayuh perahu ke seberang."

"Aku setuju. Tetapi, bagaimana jika ia tidak mau berjalan menyeberang, berenang atau mengayuh perahu ? Bagaimana jika ia hanya berdiri saja di sisi sungai ini dan berdoa agar sisi sungai di seberang sana mendatangi dirinya ? Bagaimana pendapatmu tentang orang semacam ini ?"

"Aku berpendapat ia agak bodoh!"

"Demikianlah Kassapa.! Jika seseorang tidak mengatasi kebodohan bathin dan berbagai penghalang mental lainnya, maka, orang itu tak akan dapat menyeberang ke sisi lainnya menuju pembebasan. Meskipun ia menghabiskan seumur hidupnnya untuk berdoa."

Tiba tiba kassapa meledak dalam isak tangis dan menjatuhkan diri berlutut di hadapan telapak kaki BUDDHA. "Gotama, aku telah menghabiskan lebih dari separuh hidupku. Mohon terimalah aku sebagai muridmu dan berikanlah aku kesempatan untuk belajar dan berlatih jalan menuju pembebasan bersamamu."

(demikian kisah bagaimana Uruvela Kassapa kemudian bergabung dengan Sangha
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #1 on: 07 July 2008, 10:44:09 PM »
Tampaknya ini sebuah terjemahan bebas.
Boleh minta referensi sutta-nya? Terima kasih.

Salam,
hudoyo

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #2 on: 07 July 2008, 10:46:59 PM »
Tampaknya ini sebuah terjemahan bebas.
Boleh minta referensi sutta-nya? Terima kasih.

Salam,
hudoyo

Cerita di atas diambil dari buku JALUR TUA AWAN PUTIH karya Thicht Nhat Hanh... kelihatannya di bagian belakang buku ada tertulis sumber referensi. Nanti besok coba saya check...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #3 on: 08 July 2008, 08:06:06 AM »
JALUR TUA AWAN PUTIH karya Thicht Nhat Hanh

Saya selalu menganggap ini sebuah buku novel sama seperti buku Deepak Chopra soal novel Buddha. Relevansinya kadang ga bisa dipertanggung jawabkan dan kemungkinan besar rekaan Thict Nhat Hanh sendiri. Hal ini dikonfirmasi oleh beberapa bhante dan bhiksu yang telah melihat karya ini.  _/\_
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #4 on: 08 July 2008, 01:04:17 PM »
Cerita yg sangat bagus sekali.............

tapi mengetahui aja tidak berguna.....harus dilakukan...........

spt banyak org mengetahui memakai helm DGN BENAR dapat mengurangin
kerusakkan tubuh sewaktu kecelakaan.....

TETAPI HANYA SEDIKIT ORG YG MAU MENGENCANGKAN HELMNYA?
DAN SEBAGIAN LAGI MALAH HELM DITEMPEL SAJA?.....

Spt halnya kita membaca cerita diatas.... wahh bagus...
tetapi apakah kita MELAKUKANNYA????

jadi bagaimana motivasi utk melakukannya?

thanks!
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Edward

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.968
  • Reputasi: 85
  • Gender: Male
  • Akulah yang memulai penderitaan ini.....
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #5 on: 08 July 2008, 01:38:15 PM »
Sadar, dan lepaskanlah..

Nike mode on
Just do it!
Nike mode off

Adidas mode on
impossible is nothing
adidas mode off


“Hanya dengan kesabaran aku dapat menyelamatkan mereka....."

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #6 on: 08 July 2008, 05:13:32 PM »
JALUR TUA AWAN PUTIH karya Thicht Nhat Hanh

Saya selalu menganggap ini sebuah buku novel sama seperti buku Deepak Chopra soal novel Buddha. Relevansinya kadang ga bisa dipertanggung jawabkan dan kemungkinan besar rekaan Thict Nhat Hanh sendiri. Hal ini dikonfirmasi oleh beberapa bhante dan bhiksu yang telah melihat karya ini.  _/\_

Terlepas dari apakah "karya" Thicht Nhat Hanh tersebut rekaan atau tidak, cerita di atas menampilkan JAWABAN BRILIAN atas pertanyaan mengenai ATTA. Itu point yang paling penting. Diperlukan KEBIJAKSANAAN TINGGI untuk dapat memberikan jawaban seperti ini.
 
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #7 on: 08 July 2008, 05:21:53 PM »
biasa aja
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #8 on: 08 July 2008, 05:53:43 PM »
Aye pernah baca tentang zen mirip juga, tentang seseorang yang meditasi saja ibarat orang yang berusaha menggosok bata supaya jadi emas. :))
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #9 on: 09 July 2008, 10:02:38 AM »
http://palikanon.com/english/pali_names/u/uruvela_kassapa.htm
Quote
Uruvela-Kassapa

One of three brothers, the Tebhātika-Jatilas, living at Uruvelā. He lived on the banks of the Nerañjarā with five hundred disciples. Further down the river lived his brothers Nadī-Kassapa with three hundred disciples and Gayā-Kassapa with two hundred.

The Buddha visited Uruvela-Kassapa and took lodging for the night where the sacred fire was kept, in spite of Kassapa's warning that the spot was inhabited by a fierce Nāga. The Buddha, by his magical powers, overcame, first this Nāga and then another, both of whom vomited fire and smoke. Kassapa being pleased with this exhibition of iddhi-power, undertook to provide the Buddha with his daily food. Meanwhile the Buddha stayed in a grove near by, waiting for the time when Kassapa should be ready for conversion. Here he was visited by the Four Regent Gods, Sakka, Brahma and others. The Buddha spent the whole rainy season there, performing, in all, three thousand five hundred miracles of various kinds, reading the thoughts of Kassapa, splitting firewood for the ascetics' sacrifices, heating stoves for them to use after bathing in the cold weather, etc. Still Kassapa persisted in the thought, "The great ascetic is of great magic power, but he is not an arahant like me." Finally the Buddha decided to startle him by declaring that he was not an arahant, neither did the way he followed lead to arahantship. Thereupon Kassapa owned defeat and reverently asked for ordination. The Buddha asked him to consult with his pupils, and they cut off their hair and threw it with their sacrificial utensils into the river and were all ordained. Nadī-Kassapa and Gayā-Kassapa came to inquire what had happened, and they, too, were ordained with their pupils. At Gayāsīsa the Buddha preached to them the Fire Sermon (āditta-pariyāya), and they all attained arahantship.

From Gayāsīsa the Buddha went to Rājagaha with the Kassapas and their pupils, and in the presence of Bimbisāra and the assembled populace Uruvela-Kassapa declared his allegiance to the Buddha. This story of the conversion of the Kassapas is given in Vin.i.24ff and in AA.i.165f; also in ThagA.i.434ff.

Later, in the assembly of monks, Uruvela-Kassapa was declared to be the chief of those who had large followings (aggam mahāparisānam) (A.i.25). Six verses attributed to him are found in the Theragāthā (vv.375-80), wherein he reviews his achievement and relates how he was won over by the Buddha.

In the time of Padumuttara Buddha he was a householder, and having seen the Buddha declare a monk (Sīhaghosa was his name, Ap.ii.481) to be the best of them with large followings, wished for himself to be so honoured in a future life, and did many works of merit towards that end.

Later, he was born in the family of Phussa Buddha as his younger step-brother, his father being Mahinda. (According to Bu.xix.14, Phussa's father was Jayasena). He had two other brothers. The three quelled a frontier disturbance and, as a reward, obtained the right to entertain the Buddha for three months. They appointed three of their ministers to make all the arrangements and they themselves observed the ten precepts. The three ministers so appointed were, in this age, Bimbisāra, Visākha and Ratthapāla.

Having sojourned among gods and men, the three brothers, in their last birth, were born in a brahmin family, the name of which was Kassapa. They learnt the three Vedas and left the household life (AA.i.165f; DhA.i.83ff; Ap.ii.481ff).

According to the Mahā-Nārada-Kassapa Jātaka (J.vi.220ff; Ap.ii.483), Uruvela-Kassapa was once born as Angati, king of Mithilā in the Videha country. He listened to the teachings of a false teacher called Guna and gave himself up to pleasure, till he was saved by his wise daughter Rujā, with the help of the Brahma Nārada, who was the Bodhisatta.

Uruvela-Kassapa was so called partly to distinguish him from other Kassapas and partly because he was ordained at Uruvela. At first he had one thousand followers, and after he was ordained by the Buddha all his followers stayed with him and each of them ordained a great number of others, so that their company became very numerous (AA.i.166).

The scene of the conversion of Uruvela-Kassapa is sculptured in Sanchi. According to Tibetan sources, Kassapa was one hundred and twenty years old at the time of his conversion (Rockhill, op. cit., 40).

Hiouen Thsang found a stūpa erected on the spot where the Buddha converted Kassapa (Beal, Bud. Records, ii.130).

Belatthasīsa was a disciple of Uruvela-Kassapa and joined his teacher when the latter was converted (ThagA.i.67). Senaka Thera was Kassapa's sister's son (ThagA.i.388). Vacchapāla was among those who joined the Order, after having seen Kassapa pay homage to the Buddha at Rājagaha (ThagA.i.159).

Vin = Vinaya Pitaka
AA = Anguttara Nikaya
That = Theragatha

Hmmm, gak ketemu. Source please?
Fire Sermon bunyinya gak kayak di atas.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #10 on: 09 July 2008, 10:21:19 AM »
ini versi sangat ringkas mengenai konversi Kassapa bersaudara, bukan isi dari Adittapariyaya Sutta. kalau mau versi yang sangat lengkap dan tanpa sensor baca RAPB, dan menurut RAPB, kisah konversi ini juga agak berbeda dari cerita di atas. _/\_


Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #11 on: 12 July 2008, 01:52:51 AM »
biasa aja

mungkin yg biasa-biasa saja ada yg bahkan tidak dipahami...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #12 on: 14 July 2008, 08:15:41 AM »
biasa aja

mungkin yg biasa-biasa saja ada yg bahkan tidak dipahami...

mungkin saya yang bodoh atau ada yang terlalu suka bermain kebenaran.
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline san

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 475
  • Reputasi: 35
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #13 on: 14 July 2008, 09:11:13 AM »
biasa aja

mungkin yg biasa-biasa saja ada yg bahkan tidak dipahami...

mungkin saya yang bodoh atau ada yang terlalu suka bermain kebenaran.

Pengukir batu melihat batu sebagai sesuatu yang berharga. Pengukir kayu tidak.
Pengukir kayu melihat kayu sebagai sesuatu yang berharga. Pengukir batu tidak.

Wajar kan? :)
be happy ^^

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #14 on: 14 July 2008, 09:14:46 AM »
biasa aja  :P
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #15 on: 15 July 2008, 10:55:54 AM »
biasa aja

mungkin yg biasa-biasa saja ada yg bahkan tidak dipahami...

mungkin saya yang bodoh atau ada yang terlalu suka bermain kebenaran.

Atau ada yang tidak tulus dan suka mempermainkan "kata-kata" hanya untuk menonjolkan diri sendiri
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline nyanadhana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.903
  • Reputasi: 77
  • Gender: Male
  • Kebenaran melampaui batas persepsi agama...
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #16 on: 15 July 2008, 10:57:53 AM »
biasa aja

mungkin yg biasa-biasa saja ada yg bahkan tidak dipahami...

mungkin saya yang bodoh atau ada yang terlalu suka bermain kebenaran.

Atau ada yang tidak tulus dan suka mempermainkan "kata-kata" hanya untuk menonjolkan diri sendiri

 :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) asik terjebak...
Sadhana is nothing but where a disciplined one, the love, talks to one’s own soul. It is nothing but where one cleans his own mind.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Jawaban Buddha atas pertanyaan Uruvela Kassapa tentang ATTA !!
« Reply #17 on: 16 July 2008, 03:00:06 PM »
biasa aja

mungkin yg biasa-biasa saja ada yg bahkan tidak dipahami...

mungkin saya yang bodoh atau ada yang terlalu suka bermain kebenaran.

Atau ada yang tidak tulus dan suka mempermainkan "kata-kata" hanya untuk menonjolkan diri sendiri

 :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) :)) asik terjebak...

ada yang gembira...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan