Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: PENYEMBAH BERHALA  (Read 5900 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: PENYEMBAH BERHALA
« Reply #15 on: 15 August 2007, 11:14:47 AM »
Konsep ketuhanan juga cuma di indo deh. CMIIW

untuk Buddhism seh kayaknya gtu... karena kalo mau ditelusuri Tripitaka ga bakal nemu konsep itu, walau ada yg nyingung nyerempet"... itu lah yg digunakan untuk menunjukan Konsep Ketuhanan didalam Buddhism
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Kokuzo

  • Sebelumnya 7th
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.090
  • Reputasi: 30
  • Gender: Male
  • ... running in karma ...
Re: PENYEMBAH BERHALA
« Reply #16 on: 15 August 2007, 11:49:51 AM »
Quote
ujung"nya bisa ditebak arahnya ? ga jg, karena berbeda konsep aja, seperti halnya negara yg memiliki kepala negara Presiden yg ga bisa menerima sebutan lain untuk kepala negara selain Presiden.

cuma berbeda konsep, satu berbentuk personal, satu tidak berbentuk personal makanya disebutkan ketuhanan, bukan tuhan karena pengertian tuhan pun sudah menjurus ke arah adanya personal yg disebut sebagai mahluk adi kuasa penguasa alam semesta.

ya makanya ngapaen ngomongin konsep yang berbeda dan bertolak belakang dengan konsep kita... ujung"nya bisa menjurus ke pelecehan konsep yang berbeda itu ntar... yah meski ngga gitu, but ada baeknya ga dimulai ke arah sana memperkecil resiko... ga kasian ama bro Medhoq? cafe kita ini juga...  ;D

Quote
Konsep ketuhanan juga cuma di indo deh. CMIIW

ga tau juga yah boss...
dikaitin dengan pancasila (garuda), mungkin cuma sebagai pengganti kata tuhan, cuz mereka tau yang ada di buddhism adalah ketuhanan. ga mungkin kan ngehapus agama pertama di indonesia ini seenaknya...

Offline Predator

  • Sebelumnya: Radi_muliawan
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 585
  • Reputasi: 34
  • Gender: Male
  • Idealis tapi realistis dan realistis walau idealis
Re: PENYEMBAH BERHALA
« Reply #17 on: 15 August 2007, 12:29:45 PM »
Konsep ketuhanan juga cuma di indo deh. CMIIW

untuk Buddhism seh kayaknya gtu... karena kalo mau ditelusuri Tripitaka ga bakal nemu konsep itu, walau ada yg nyingung nyerempet"... itu lah yg digunakan untuk menunjukan Konsep Ketuhanan didalam Buddhism

Perasaan pernah deh ngebaca penjelasan buddha ketika muridnya bertanya.. apakah ada mahluk lebih tinggi dari buddha.. disitu buddha ada sedikit menjelaskan
susah dan senang, sakit dan sehat selalu silih berganti

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: PENYEMBAH BERHALA
« Reply #18 on: 15 August 2007, 12:55:44 PM »
Konsep ketuhanan juga cuma di indo deh. CMIIW

untuk Buddhism seh kayaknya gtu... karena kalo mau ditelusuri Tripitaka ga bakal nemu konsep itu, walau ada yg nyingung nyerempet"... itu lah yg digunakan untuk menunjukan Konsep Ketuhanan didalam Buddhism

Perasaan pernah deh ngebaca penjelasan buddha ketika muridnya bertanya.. apakah ada mahluk lebih tinggi dari buddha.. disitu buddha ada sedikit menjelaskan

apa bro Radi bisa share dikit disini...  ;D eit, ini kita bicara tentang konsep yang ada di Buddhism dan tertulis di Tripitaka, so tidak ada unsur menyingung agama lain, jika tersinggung [sensi amat seh ;D] itu berarti ada kerusakan dilayar monitor anda masing"  :D



NB: sebenarnya kalo agama tong-go nyinggung konsep berhala dan menuduhkan hal tersebut ke Buddhism apakah itu tidak menyinggung Buddhism ? pasti akan mengatakan, demikian koq yg dikatakan kitab saktinya, tapi apa yg dilakukan seorang Buddhist terhadap masalah itu ? ya dijelaskan untuk membenarkan pandangan yg salah tersebut n stay cool man... jd kalo adanya pembahasan Buddhism mengenai konsep ketuhanan berdasarkan Tripitaka sah" aja toh ga disebutin tokoh mahluk adi kuasa nya, intinya agama tong-go tu cuma terlalu cepat tersinggung, egois n childhist banget  ^-^ [untuk bahas ini japri email aa aja dah, 1x24 jam online trus email nya aa]
« Last Edit: 15 August 2007, 12:59:47 PM by dhanuttono »
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Sukma Kemenyan

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.840
  • Reputasi: 109
Re: PENYEMBAH BERHALA
« Reply #19 on: 15 August 2007, 02:33:39 PM »
Berhala itu mengtuhankan suatu benda/sosok yg dianggap suci/keramat/powerful...
contoh:
Matahari, Bulan, Bintang, Keris, Patung, Relik

Apakah anda demikian... ?
Sejauh pengetahuanku Buddhism kaga mengtuhankan apapun

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: PENYEMBAH BERHALA
« Reply #20 on: 15 August 2007, 04:25:40 PM »
selain meng-tuhan-kan benda/sosok yg dianggap suci/keramat/powerful seperti patung/matahari/bulan/tulisan/cahaya jg memohon" berbagai keinginan pribadi untuk kepentingan diri sendiri dan orang di sekitar dia, bahkan menaruh harapan besar pada permohonan dia ke benda/sosok tersebut disini terletak keberhalaan itu.


Quote
Apakah anda demikian... ?
Sejauh pengetahuanku Buddhism kaga mengtuhankan apapun

apakah pertanyaan itu diajukan ke saya ? bagi saya tuhan hanya sosok pengecut yg bersembunyi di balik ke-maha-an nya dia yg tak mampu berbuat apa" dan selalu dibela oleh para pengikutnya yg setia... tuhan bagi gw ada didalam diri gw sendiri, ketika ku melakukan sesuatu, aku pula yg menerima konsekuensinya, itu lah tuhan bagi ku  ;D [wah nti gw tulis gini ada yg sensi pula... ^-^ ]
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline sefung

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 189
  • Reputasi: 4
  • ajaran ini sangat sederhana tp sulit dipahami
Re: PENYEMBAH BERHALA
« Reply #21 on: 15 August 2007, 07:24:47 PM »
Orang jahat yang memaki orang baik adalah seumpama orang yang menengadah dan meludahi langit. Ludahnya tak pernah mencapai langit; jatuh berbalik ke mukanya sendiri
(Sutra Empatpuluh dua Bagian 8)

Kiasan Sang Buddha menyadarkan kita akan hal penting dalam situasi ini. kalau sedang dicerca, saudara seperti langit dalam kiasan itu. Apakah langit akan balas meludah kepada yang mencerca? Tidak. Ludahnya sendirilah yang akan berbalik kepadanya. Begitu pula yang terjadi jika ada orang yang mencerca saudara. Jangan membalas dengan cercaan. Janganlah merendahkan diri dengan berbuat serupa. Biarkan daya tarik bumi yang melaksanakan tugasnya dan kata-kata yang buruk akan mencari jalan pulangnya ke asalnya. Tak ada yang perlu dilakukan; semua akan terjadi sesuai dengan aturannya.

pikiran org beda2, harap maklum kepada sesepuh sekalian ....

http://www.mahavihara-mojopahit.or.id/edisi.php?edisi=tujuh
« Last Edit: 15 August 2007, 07:45:58 PM by sefung »
memuliakan agama sendiri dengan merendahkan agama yg lain, justru mencoreng agamanya sendiri