Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Sidang Sangha (Konsili) I  (Read 10140 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Re: Sidang Sangha (Konsili) I
« Reply #15 on: 12 January 2009, 04:02:49 PM »
dari semua tulisan bro Dilbert diatas, adakah kesan bahwa semua yang diundang pada Konsili itu , merupakan "org2" yang akan setuju saja?

ika.

Bahas apaan sih sampai yg begini aja juga ditanyain.  :))
 

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Sidang Sangha (Konsili) I
« Reply #16 on: 12 January 2009, 04:25:45 PM »
terlihat apa bro morpheus ?... Jangan malu malu...
gini bang, misalnya anda adalah kakak seperguruan saya.

anda belajar duluan cuman selama beberapa hari, trus mengembara, sedangkan saya mengikuti sang guru terus2an sampai berpuluh2 tahun.
dengan memori fotografis saya, saya bisa mengingat setiap patah kata sang guru selama berpuluh2 tahun.

setelah sang guru tiada, anda ketemu saya lalu bikin meeting.

percakapan yg masuk akal seharusnya seperti ini:
anda /suheng: selama berpuluh tahun ini ada berapa banyak kotbah sang guru yg kamu ingat?
saya / sute: sebentar saya itung.... kira2 ada 84000 kotbah
suheng: wah, banyak ya... gimana ya caranya membaginya dengan bagian2 yg logis? saya tahu guru mengajarkan vinaya dan kotbah lainnya, jadi mungkin bisa dibagi 2, tapi masih blom bisa bikin daftar isinya nih... gimana menurut kamu?
sute: iya, mungkin bisa dibagi jadi 2. bentar saya pikir2... *buka laptop dan databasenya*
sute: kotbah guru bervariasi, mulai dari 1 halaman sampe 100 halaman...
suheng: hmmm... gimana kalo kita bagi jadi tiga: pendek, sedang atau panjang. dibawah 3 halaman masuk ke pendek. 4 - 15 halaman masuk ke menengah. sisanya masuk ke panjang?
sute: ide bagus! tapi daftar isinya masih blom bagus... bentar saya tulis di papan tulis dulu... *nulis*
sute: guru banyak berkotbah dengan menjawab pertanyaan dan ada juga yg spontan dari sebuah inspirasi
suheng: bagus! kalo gitu kita bisa bikin satu bab bernama "udana" (inspirasi). apa lagi yg bisa kamu ingat?
sute: guru sering berkotbah mengenai pokok2 pikiran berikut: deva, mara, raja pasenadi, brahma, dan seterusnya...
suheng: bagus! berarti masing2 bisa kita masupin satu bab.
*suheng dan sute bersama2 mengotak-atik daftar kotbah dipapan tulis sampe lupa mandi dan makan selama 2 minggu, sampe akhirnya bisa mengklasifikasikan semuanya dengan logis dan membentuk daftar isi yg enak dibaca dan mudah dicari*

percakapan seperti dibawah sangat janggal:
Kassapa, “Teman-teman, ada empat kumpulan (Nikàya) dari Sutta dalam Suttanta Piñaka; yang mana lebih dulu?”
Para Thera, “Yang Mulia, marilah kita mulai dengan yang panjang, Dãgha Nikàya.”
Kassapa, “Teman-teman, Dighà Nikàya terdiri dari tiga puluh empat khotbah (Sutta) dalam tiga bagian (Vagga), yang mana lebih dulu?”
Para Thera, “Yang Mulia, marilah kita mulai dari Sãlakkhandha Vagga.”
Kassapa, “Teman-teman, Sãlakkhandha Vagga terdiri dari tiga belas khotbah; yang mana lebih dulu?”

melihat keanehannya? kok bisa langsung kompak menyimpulkan pembagiannya, padahal yg tau isinya komplit hanyalah bhante ananda?
kesimpulan saya sih, cerita tersebut dibuat untuk meyakinkan legitimasi isi, bentuk, dan daftar isi tipitaka yg ada sekarang ini sebagai serangan terhadap kelompok lain yg tidak setuju.
maaf kalo tidak sepaham...
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Sidang Sangha (Konsili) I
« Reply #17 on: 12 January 2009, 04:36:18 PM »
gini bang, misalnya anda adalah kakak seperguruan saya.

anda belajar duluan cuman selama beberapa hari, trus mengembara, sedangkan saya mengikuti sang guru terus2an sampai berpuluh2 tahun.
dengan memori fotografis saya, saya bisa mengingat setiap patah kata sang guru selama berpuluh2 tahun.

setelah sang guru tiada, anda ketemu saya lalu bikin meeting.

percakapan yg masuk akal seharusnya seperti ini:
anda /suheng: selama berpuluh tahun ini ada berapa banyak kotbah sang guru yg kamu ingat?
saya / sute: sebentar saya itung.... kira2 ada 84000 kotbah
suheng: wah, banyak ya... gimana ya caranya membaginya dengan bagian2 yg logis? saya tahu guru mengajarkan vinaya dan kotbah lainnya, jadi mungkin bisa dibagi 2, tapi masih blom bisa bikin daftar isinya nih... gimana menurut kamu?
sute: iya, mungkin bisa dibagi jadi 2. bentar saya pikir2... *buka laptop dan databasenya*
sute: kotbah guru bervariasi, mulai dari 1 halaman sampe 100 halaman...
suheng: hmmm... gimana kalo kita bagi jadi tiga: pendek, sedang atau panjang. dibawah 3 halaman masuk ke pendek. 4 - 15 halaman masuk ke menengah. sisanya masuk ke panjang?
sute: ide bagus! tapi daftar isinya masih blom bagus... bentar saya tulis di papan tulis dulu... *nulis*
sute: guru banyak berkotbah dengan menjawab pertanyaan dan ada juga yg spontan dari sebuah inspirasi
suheng: bagus! kalo gitu kita bisa bikin satu bab bernama "udana" (inspirasi). apa lagi yg bisa kamu ingat?
sute: guru sering berkotbah mengenai pokok2 pikiran berikut: deva, mara, raja pasenadi, brahma, dan seterusnya...
suheng: bagus! berarti masing2 bisa kita masupin satu bab.
*suheng dan sute bersama2 mengotak-atik daftar kotbah dipapan tulis sampe lupa mandi dan makan selama 2 minggu, sampe akhirnya bisa mengklasifikasikan semuanya dengan logis dan membentuk daftar isi yg enak dibaca dan mudah dicari*

percakapan seperti dibawah sangat janggal:
Kassapa, “Teman-teman, ada empat kumpulan (Nikàya) dari Sutta dalam Suttanta Piñaka; yang mana lebih dulu?”
Para Thera, “Yang Mulia, marilah kita mulai dengan yang panjang, Dãgha Nikàya.”
Kassapa, “Teman-teman, Dighà Nikàya terdiri dari tiga puluh empat khotbah (Sutta) dalam tiga bagian (Vagga), yang mana lebih dulu?”
Para Thera, “Yang Mulia, marilah kita mulai dari Sãlakkhandha Vagga.”
Kassapa, “Teman-teman, Sãlakkhandha Vagga terdiri dari tiga belas khotbah; yang mana lebih dulu?”

melihat keanehannya? kok bisa langsung kompak menyimpulkan pembagiannya, padahal yg tau isinya komplit hanyalah bhante ananda?
kesimpulan saya sih, cerita tersebut dibuat untuk meyakinkan legitimasi isi, bentuk, dan daftar isi tipitaka yg ada sekarang ini sebagai serangan terhadap kelompok lain yg tidak setuju.
maaf kalo tidak sepaham...


Setuju Bro Morpheus,
tapi cuplikan adegan itu tentunya versi ringkas dari kejadian sebenarnya, karena bisa saja kejadian sebenarnya juga melewati proses spt yg anda uraikan dalam ilustrasi suheng/sute di atas. Jadi yg tertulis dalam sejarah hanyalah hasil dari diskusi yang dilakukan selama berhari2. ini tentu bisa dimaklumi mengingat pada masa itu belum ada teknologi rekaman seperti sekarang ini.

_/\_
« Last Edit: 12 January 2009, 04:50:13 PM by Indra »

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Sidang Sangha (Konsili) I
« Reply #18 on: 12 January 2009, 04:46:46 PM »
[at] morpheus...

Ananda dikatakan memiliki ingatan yang terbaik (sebagaimana gelar etadagga) yang diberikan terhadap Ananda, saya kira banyak Arahat yang memiliki ingatan tentang apa yang disabdakan oleh buddha... Contohnya : Abhidhamma yang di-babarkan kembali oleh Sariputra setiap hari dalam kisah pembabaran Abhidhamma.
Contoh lain : anuruddha dikatakan memiliki kemampuan mata dewa terbaik, bukan dalam artian bahwa hanya anuruddha seorang saja yang memiliki kemampuan mata dewa, tetapi anurudha yang terbaik. Demikian juga seperti halnya Tipitakadhara yang ada pada saat sekarang. Myanmar sampai sekarang memiliki beberapa orang Tipitakadhara yang masih hidup.

Maha Kassapa dalam hal ini bertindak sebagai ketua sidang, bukan sebagai diktator sidang. Dalam banyak hal, MahaKAssapa hanya bertindak layaknya moderator yang memoderasi jalannya sidang. Dalam pertanyaan tentang SIAPAKAH yang LAYAK mengulangi VINAYA, para anggota sidang memberikan alasan bahwa gelar etadagga diberikan oleh BUDDHA kepada UPALI yang paling terunggul di dalam VINAYA, walaupun ANANDA juga mengetahui semua peraturan yang ditetapkan oleh Buddha.

Dan saya setuju bahwa apa yang diceritakan di dalam buku RAPB merupakan versi singkat. Seperti dalam berbagai sutta, dimana ada pengulangan hal yang sama, suka dituliskan satu kali saja.
« Last Edit: 12 January 2009, 04:48:46 PM by dilbert »
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Sidang Sangha (Konsili) I
« Reply #19 on: 12 January 2009, 05:06:04 PM »
tapi cuplikan adegan itu tentunya versi ringkas dari kejadian sebenarnya, karena bisa saja kejadian sebenarnya juga melewati proses spt yg anda uraikan dalam ilustrasi suheng/sute di atas. Jadi yg tertulis dalam sejarah hanyalah hasil dari diskusi yang dilakukan selama berhari2. ini tentu bisa dimaklumi mengingat pada masa itu belum ada teknologi rekaman seperti sekarang ini.
kalo saya pengen memberikan versi singkat sebuah peristiwa sejarah, saya tidak akan memberikannya dalam bentuk dialog, melainkan dalam bentuk berita...

memang, bang indra, kemungkinannya banyak sekali dan kita gak tau persis apa yg benar2 terjadi di masa silam, apalagi dengan catatan sejarah yg sangat minim. namun setelah membaca banyak penonjolan2 tertentu dalam cerita ini dan cerita lainnya yang berasal dari kelompok yg sama serta pendapat dari scholar2 dari berbagai kelompok lainnya, saya merasa kemungkinan inilah yg paling logis. saya setuju dengan occam razor, reason yg paling sederhana biasanya itulah yg benar...

ini opini saya. tentu saja terbuka untuk anda ataupun yg lain untuk berbeda pendapat...

* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Sidang Sangha (Konsili) I
« Reply #20 on: 12 January 2009, 05:12:14 PM »
tapi cuplikan adegan itu tentunya versi ringkas dari kejadian sebenarnya, karena bisa saja kejadian sebenarnya juga melewati proses spt yg anda uraikan dalam ilustrasi suheng/sute di atas. Jadi yg tertulis dalam sejarah hanyalah hasil dari diskusi yang dilakukan selama berhari2. ini tentu bisa dimaklumi mengingat pada masa itu belum ada teknologi rekaman seperti sekarang ini.
kalo saya pengen memberikan versi singkat sebuah peristiwa sejarah, saya tidak akan memberikannya dalam bentuk dialog, melainkan dalam bentuk berita...

memang, bang indra, kemungkinannya banyak sekali dan kita gak tau persis apa yg benar2 terjadi di masa silam, apalagi dengan catatan sejarah yg sangat minim. namun setelah membaca banyak penonjolan2 tertentu dalam cerita ini dan cerita lainnya yang berasal dari kelompok yg sama serta pendapat dari scholar2 dari berbagai kelompok lainnya, saya merasa kemungkinan inilah yg paling logis. saya setuju dengan occam razor, reason yg paling sederhana biasanya itulah yg benar...

ini opini saya. tentu saja terbuka untuk anda ataupun yg lain untuk berbeda pendapat...



coba baca kembali bagian dialog yang sdr.morpheus katakan... apakah ada kesan MahaKassapa sebagai diktator sidang agar peserta sidang hanya mengatakan YES MAN... Dalam dialog-nya tentang pembabaran VINAYA, MahaKassapa mengusulkan Ananda, tetapi peserta sidang mengusulkan UPALI sebagaimana gelar etadagga sebagai yang terunggul dalam VINAYA yang disandang oleh UPALI.

Dan memang kelihatannya pada saat konsili sangha I, peserta sidang sangha itu berada pada kondisi bathin yang sejalan/satu arah. sehingga kesepakatan lebih mudah didapatkan... COba lihat apa yang terjadi pada konsili ke-III dimana ada kelompok yang memisahkan diri karena tidak sehaluan/sepandangan dengan kelompok yang lain. maka terbentuklah kelompok Mahasangika dan sarvatisada.
« Last Edit: 12 January 2009, 05:15:39 PM by dilbert »
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Sidang Sangha (Konsili) I
« Reply #21 on: 12 January 2009, 05:14:24 PM »
Maha Kassapa dalam hal ini bertindak sebagai ketua sidang, bukan sebagai diktator sidang. Dalam banyak hal, MahaKAssapa hanya bertindak layaknya moderator yang memoderasi jalannya sidang. Dalam pertanyaan tentang SIAPAKAH yang LAYAK mengulangi VINAYA, para anggota sidang memberikan alasan bahwa gelar etadagga diberikan oleh BUDDHA kepada UPALI yang paling terunggul di dalam VINAYA, walaupun ANANDA juga mengetahui semua peraturan yang ditetapkan oleh Buddha.
bang dilbert, yg aneh itu bukan mengapa bhante kassapa bertanya, melainkan sewaktu bertanya kok bhante kassapa udah tau duluan bagian2nya, kitab2nya, bab2nya atau vagga2nya? mikirin pembagiannya itu saja memerlukan waktu yg panjang... ingat bang, ada 84000 kotbah yg tidak terstruktur, tidak terkelompok, tidak terklasifikasi dan gak ada satupun yg tau semua isinya kecuali bhante ananda. kan agak aneh kalo tiba2 pembagiannya udah jelas duluan?

Dan saya setuju bahwa apa yang diceritakan di dalam buku RAPB merupakan versi singkat. Seperti dalam berbagai sutta, dimana ada pengulangan hal yang sama, suka dituliskan satu kali saja.
seperti tanggapan saya untuk bang indra...
« Last Edit: 12 January 2009, 05:15:59 PM by morpheus »
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Sidang Sangha (Konsili) I
« Reply #22 on: 12 January 2009, 05:22:35 PM »
Maha Kassapa dalam hal ini bertindak sebagai ketua sidang, bukan sebagai diktator sidang. Dalam banyak hal, MahaKAssapa hanya bertindak layaknya moderator yang memoderasi jalannya sidang. Dalam pertanyaan tentang SIAPAKAH yang LAYAK mengulangi VINAYA, para anggota sidang memberikan alasan bahwa gelar etadagga diberikan oleh BUDDHA kepada UPALI yang paling terunggul di dalam VINAYA, walaupun ANANDA juga mengetahui semua peraturan yang ditetapkan oleh Buddha.
bang dilbert, yg aneh itu bukan mengapa bhante kassapa bertanya, melainkan sewaktu bertanya kok bhante kassapa udah tau duluan bagian2nya, kitab2nya, bab2nya atau vagga2nya? mikirin pembagiannya itu saja memerlukan waktu yg panjang... ingat bang, ada 84000 kotbah yg tidak terstruktur, tidak terkelompok, tidak terklasifikasi dan gak ada satupun yg tau semua isinya kecuali bhante ananda. kan agak aneh kalo tiba2 pembagiannya udah jelas duluan?

emangnya berapa lama sidang sangha-nya ? apakah sesingkat tulisan dalam beberapa halaman saja... Seperti yang sdr.morpheus dan sdr.indra telah setujui bahwa apa yang terjadi sidang sangha sebagaimana yang dikutip oleh RAPB adalah versi singkat-nya...

Ibarat-nya yah notulen rapat (ringkasan rapat) yang ditulis sesingkat itu dan berisi butir butir yang krusial dan penting. Seperti yang sdr.indra katakan, bahwa pada saat itu tentunya tidak ada teknologi rekaman yang bisa me-record semua kejadian yang terjadi.

Coba perhatikan saja pembahasan undang-undang oleh DPR kita, apakah hanya satu dua hari... kadang bisa sampai berbulan bulan. Dan coba lihat butir butir yang disepakati ? Kadang hanya berisi beberapa lembar saja. BAgaimana bisa sampai pada isi yang beberapa lembar saja. Tentunya berisi inti-intinya... kalau mau mengetahui cerita bagaimana jalan-nya sidang, yah harus diikuti rekaman atau kita mengikuti sidang itu sendiri.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline morpheus

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.750
  • Reputasi: 110
  • Ragu pangkal cerah!
Re: Sidang Sangha (Konsili) I
« Reply #23 on: 12 January 2009, 05:31:31 PM »
tampaknya anda kurang mengerti maksud saya:
kalo saya pengen memberikan versi singkat sebuah peristiwa sejarah, saya tidak akan memberikannya dalam bentuk dialog, melainkan dalam bentuk berita...

contoh versi singkat konferensi meja bundar dalam bentuk berita:

Konferensi Meja Bundar adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November 1949.
Usaha untuk meredam kemerdekaan Indonesia dengan jalan kekerasan berakhir dengan kegagalan. Belanda mendapat kecaman keras dari dunia internasional. Belanda dan Indonesia kemudian mengadakan beberapa pertemuan untuk menyelesaikan masalah ini secara diplomasi, lewat perundingan Linggarjati, perjanjian Renville, perjanjian Roem-van Roijen, dan Konferensi Meja Bundar.
Konferensi ini dihadiri oleh wakil indonesia: Sukarno, Hatta, si anu. Wakil dari belanda: menir anu, mevrow itu.
Delegasi indonesia berkekuatan 30 orang dan belanda 28 orang.
Hasil dari Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah:
    * Serahterima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada Republik Indonesia Serikat, kecuali Papua bagian barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin menjadikan Papua bagian barat negara terpisah karena perbedaan etnis. Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Karena itu pasal 2 menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serahterima, dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.[2][3][4][5]
    * Dibentuknya sebuah persekutuan Belanda-Indonesia, dengan monarch Belanda sebagai kepala negara
    * Pengambil alihan hutang Hindia Belanda oleh Republik Indonesia Serikat


dalam bentuk dialog:
menir van houten: ike pokoknya tidak setuju indonesia merdeka
sukarno: wah, menir gak bisa gitu dong. kita udah 3.5 abad dijajah belanda.
menir van houten: ok deh, asal utangnya you ambil alih.
sukarno: beres

---

gak cocok kan bikin versi singkat catatan sejarah dalam bentuk dialog?
dialog gak cocok untuk dipersingkat...

gitu aja. kayaknya keterlibatan saya dalam diskusi ini sampai di sini aja...
makasih buat anda, bang dilbert dan bang indra
* I'm trying to free your mind, Neo. But I can only show you the door. You're the one that has to walk through it
* Neo, sooner or later you're going to realize just as I did that there's a difference between knowing the path and walking the path