Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Dear diary  (Read 229137 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Dear diary
« Reply #1335 on: 21 December 2017, 06:04:49 AM »
Dear diary, ini ke dua kali wa berbenturan dgn abhidhamma, pada awal memang abhidhamma sangat sangat sangat membantu dan terlihat selaras dgn sutta pitaka, tapi setelah lebih dalam ada gap yang sangat terasa sekali.

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Dear diary
« Reply #1336 on: 21 December 2017, 07:57:09 AM »
Dear diary, ini ke dua kali wa berbenturan dgn abhidhamma, pada awal memang abhidhamma sangat sangat sangat membantu dan terlihat selaras dgn sutta pitaka, tapi setelah lebih dalam ada gap yang sangat terasa sekali.

Boleh tau apa yg tidak selaras?
Saya pun sama dulu abhidamma saya pelajari dan merasa wow tapi setelah makin dalam seperti bukan ajaran yang saya kenal di awal yaitu indah di awal indah di pertengahan dan indah di akhir. Abihdamma hanya membuat saya seperti robot.... Karena itu saya tinggalkan abihdamma biar pun ada sedikit pengetahuan yang saya pakai. Tetapi akhirnya saya balik ke basic yaitu sutta. Tetapi sutta pun sangat banyak dan sulit untuk di praktekkan semua. Akhir nya saya balik lagi ke basic awal sutta yaitu Dhammacakkappavattana sutta... Akhirnya saya pakai sampai sekarang.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #1337 on: 21 December 2017, 09:18:09 AM »
Wa juga ada balik pakai "dhammacakkapavatana sutta" karena awalnya dari sana bila tidak selaras tidak harmonis kembali lagi ke awal "Dhammacakkapavatana sutta"

Sila di sutta pitaka lebih luas pengertian nya tidak hanya pancasila, atthangga sila dan dasasila
Sila: kita sebut moralitas atau aturan moralitas

Seperti "Sigalavada sutta " bukan kah termasuk bagian sila juga?

Wa pikir wa sudah melewati permasalahan ini pada waktu yang lalu, ternyata rada susah menjelaskan nya pada saat ini.

« Last Edit: 21 December 2017, 09:28:02 AM by kullatiro »

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Dear diary
« Reply #1338 on: 21 December 2017, 01:24:23 PM »
Wa juga ada balik pakai "dhammacakkapavatana sutta" karena awalnya dari sana bila tidak selaras tidak harmonis kembali lagi ke awal "Dhammacakkapavatana sutta"

Sila di sutta pitaka lebih luas pengertian nya tidak hanya pancasila, atthangga sila dan dasasila
Sila: kita sebut moralitas atau aturan moralitas

Seperti "Sigalavada sutta " bukan kah termasuk bagian sila juga?

Wa pikir wa sudah melewati permasalahan ini pada waktu yang lalu, ternyata rada susah menjelaskan nya pada saat ini.



Di buddhist sila itu dasar nya 5 ini sudah paling dasar sisa nya sila akan mengatur kepada jalan praktek km4 dan juga jm8. Sila di sutta tentu banyak tapi kalau di lihat intinya maka tidak lepas dari km4 dan jm8. Ya tentu dengan poles yang lebih halus agar indah di dengar dan dalam menjalankan lebih semangat. Sigalavada sutta contohnya bagaimana kita harus menghormat ke timur, selatan, barat, utara atas dan bawah. Ini adalah contoh moral dari jm8 dalam menghadapi setiap posisi yang berbeda.
Masalah sila kita tidak bisa berpatokan hitam ya hitam atau putih ya putih. Sila adalah kita melatih diri dalam berprilaku. Maka dari itu harus flexibel,... Maka bila kita liat sigalavada sutta lagi setiap posisi ada aturan yang berlaku...karena kita harus bijaksana dalam di setiap posisi. Ada yang bilang jalan tengah sang buddha adalah bukan berada di tengah seperti garis pemisah antara yang baik dan jahat atau suka maupun duhka. Tapi jalan tengah yang dibuat sang buddha itu bulat seperti lingkaran yang banyak macam praktis zen buat.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Dear diary: bizar, bizare, bizaro
« Reply #1339 on: 20 January 2018, 11:13:13 PM »
Bizar, bizare, bizaro sangat sangat sangat aneh

Hari ini kita mendapat pelajaran extra "Tuina" more modern term "Shou Fa" ketrampilan atau keahlian tangan

Salah satu pokok bahasan adalah Qi ini yang sudah biasa di bicarakan di TCM, untuk melakukan " tuina" tentu memerlukan tenaga untuk melakukan tehnik "tuina" menjadi masalah adalah bagaimana kita menghemat tenaga ketika kita melakukan "tuina" tersebut hingga kita tidak kehabisan tenaga dlm melakukan nya hingga tidak menyakiti diri kita sendiri akibat kehabisan tenaga ketika kita melakukan "Tuina"  kepada orang lain.

Selain tenaga yang biasa (/fisik), juga triks fisik ketika kita melakukan "Tuina", kita membicarakan tentang qi atau tenaga dalam qi kung atau nei kung yamg kita latih agar tubuh kita tidak kehabisan tenaga atau sakit setelah melakukan "Tuina" kepada orang lain

Kita membicarakan 2 macam aliran dalam cerita persilatan, yaitu aliran kebenaran dan aliran sesat
Dimana aliran kebenaran biasa memupuk Qi secara perlahan dan dalam jangka waktu lama tapi menghasilkan qi yang kokoh.
Sedang aliran sesat adalah aliran yang dengan cepat memupuk Qi secara cepat tapi dgn resiko meudah mencedrai tubuh sendiri atai qi nya mudah kacau, tersesat, mencedrai bahkan bisa membuat gila dan mematikan diri sendiri.

Qi kung di kategorikan di Indonesia sebagai  ilmu keturunan dan hal ini bukan hal resmi atau formal dalam pelajaran "Tuina"
« Last Edit: 20 January 2018, 11:35:06 PM by kullatiro »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Qi kung view of Shao lin and Wu Dang San
« Reply #1340 on: 20 January 2018, 11:54:45 PM »
Di aliran kebenaran ada 2 aliran aliran Shao lin dan Wu Dang san (Buddhist dan Taoist)

Shao lin : seorang anak kecil tidak mempunyai salah, peaceful in nature hingga kita membimbing, mendidik dan menjaga dari kejahatan hingga bisa menjadi orang yang baik dan bijaksana

Taoist: seorang anak kecil lahir penuh kesalahan, penuh trik dan kejahatan, (gampang nya penuh dosa), chaotic in nature jadi kita perlu mengajarinya dan membuat mengerti akan apa itu jahat dan apa itu kebaikan dan kebijaksanaan hingga bisa menjadi orang yang baik dan bijaksana


Two difrrent view to reach the same goal
« Last Edit: 21 January 2018, 12:03:59 AM by kullatiro »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Dear diary: magang praktek Herbal sinshe
« Reply #1341 on: 04 February 2018, 06:42:51 PM »
Hati Sangat Senang karena pasien yang di obati dgn formula yang di kasih ada kemajuan dan kesembuhan.

Sebenarnya ada 2 pasien yang di obati group kita ber 5 orang.

Salah satu pasien ternyata di ambil jadi pasien perorangan initial "R", group kita tidak tahu pasien R ini sudah diambil follow up menjadi pasien pribadi teman dari group lain, hingga kita sudah memberi formula pengobatan ke pasien "R" ini lebih dahulu

Hari ini pasien "R" tersebut datang untuk follow up ke majuan pengobatan nya tentu nya berganti menjadi pasien pribadi teman yang lain dari pengobatan yang kita berikan keluhan utama sudah hilang, kepala sudah tidak pusing tinggal sedikit kaku di tapak tangan, tentu saja formula yang group kita gunakan sebelumnya harus di ganti yang baru tentu bukan di pegang dari group kita.

Senang juga sih pengobatan kita berikan bisa berhasil, pada hal kita cuma beri obat tiga bungkus sebungkus Rp 45.000,- jadi Rp 135.000,-

Sedang satu pasien lagi di beri obat tidak tahu kemajuan nya kita tdk mengerti juga apa pasien mesti di followup lagi setelah di kasih obat tiga bungkus tersebut, ketika tanyakan yang jelas bagaimana trrnyata pasien harus di follow up lagi jadi pasien tersebut mesti di panggil kembali, baru mengrtahui info nya tadi, tapi ketika di tanyaka untuk di followup lagi cordinatornya bilang pasien tersebut tdk mau di panggil lagi ketika di tanyakan obat yang di berikan di terima pasien tersebut katanya obat tersebut di terima dgn baik.

Hari ini group kita ada menerima pasien"W" wa menjadikan nya pasien pribadi, selasa ini baru di berikan obat nya, semoga berhasil juga

Sabbe satta bhavantu sukitata (Semoga semua mahluk hidup berbahagia)
 _/\_ _/\_ _/\_

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Dear diary: Susahnya wawancara Pasien di Indonesia
« Reply #1342 on: 04 February 2018, 07:42:30 PM »
Baru beberapa kali periksa pasien ketemu pasien yang di tanya  susah bukan main.

Pasien A
ketika Di tanya:ada  menderita penyakit darah tinggi?
jawab: tidak,
di tanya: saat ini ada makan obat apa?
Jawab:saat ini ada makan obat darah tinggi (  ^:)^  )

Pasien E:
GROUP A
tanya:menstruasi setiap bulan ada dan teratur?
Jawab: menstruasi setiap 2 bulan, 3 bulan, 6 bulan sekali
Tanya: ada makan obat Kb
Jawab: tidak ada mkn obat kb

Group B
Tanya: menstruasi masih ada
Jawab,: menstruasi nya tidak teratur setiap 2 bln, 3 bln, 6 bln sekali, dulunya pernah makan obat kb, saat ini sudah tidak makan obat kb

Group A:?^&=£ [at] #₩?

Pasen S

Group A
Tanya: tidur setiap hari jam berapa dan bangun pagi jam berapa
Jawab: tidur jam 21:00 bangun pagi jam 4:00

Group b
Tanya:  tidur malem jam berapa?
Jawab tidur malem jam 24:00 bangun jam 5:00

Group A&B :?₩£€=$% [at] ?

Ini kenyataan di lapangan seperti itu, ini bukan candaan
« Last Edit: 04 February 2018, 08:03:11 PM by kullatiro »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Dear diary: beberapa resep yg cuma buat diketahui saja krn bahan baku punah
« Reply #1343 on: 09 February 2018, 02:04:22 AM »
Saat belajar tentang materia medica ternyata ada bagian dari binatang hampir punah dan sudah punah ada menjadi bagian resep obat.

Seperti "Long Gu" dan "Long chi" asli nya binatang ini (dinosaurus) sudah punah yang ada hanya fosil nya saja tapi tetap dl resep traditional tertulis seperti itu meski kita saat ini mengganti nya dgn tulang belakang sapi, atau kerbau atau tulang belakang binatang mamalia yang sangat besar

Cula badak bercula satu di ganti dgn tanduk kerbau air penggunaan nya 10:1 jadi bila mesti nya menggunakan 1 gram cula badak bercula satu di ganti dgn 10 gram tanduk kerbau air, akan  tetapi pada penyakit tertentu tanduk kerbau air ini sebanyak apapun ternyata tidak dapat menggantikan sebenarnya cula badak bercula satu tersebut, sehingga beberapa resep menjadi sekedar pajangan sekedar tahu saja  tidak dapat digunakan karena bahan baku nya ternyata dalam ambang kepunahan hingga keluar dari list standrart herbal yang masih dapat di pergunakan

Sisik trenggiling yang sampai saat ini belum ada berita  tentang  bahan penggantinya

Ini adalah beberapa yang  di ketahui, dan  masih banyak resep resep atau formula formula dari zaman dahulu yang tidak dapat di pergunakan lagi karena tumbuhan atau bahan baku materia medica tersebut telah tidak dapat di temukan saat ini atau tidak dapat di telusuri keberadaan nya saat ini.
« Last Edit: 09 February 2018, 02:12:53 AM by kullatiro »

Offline roman

  • Tamu
  • *
  • Posts: 32
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Dear diary: magang praktek Herbal sinshe
« Reply #1344 on: 09 February 2018, 09:00:48 AM »
Hati Sangat Senang karena pasien yang di obati dgn formula yang di kasih ada kemajuan dan kesembuhan.

Sebenarnya ada 2 pasien yang di obati group kita ber 5 orang.

Salah satu pasien ternyata di ambil jadi pasien perorangan initial "R", group kita tidak tahu pasien R ini sudah diambil follow up menjadi pasien pribadi teman dari group lain, hingga kita sudah memberi formula pengobatan ke pasien "R" ini lebih dahulu

Hari ini pasien "R" tersebut datang untuk follow up ke majuan pengobatan nya tentu nya berganti menjadi pasien pribadi teman yang lain dari pengobatan yang kita berikan keluhan utama sudah hilang, kepala sudah tidak pusing tinggal sedikit kaku di tapak tangan, tentu saja formula yang group kita gunakan sebelumnya harus di ganti yang baru tentu bukan di pegang dari group kita.

Senang juga sih pengobatan kita berikan bisa berhasil, pada hal kita cuma beri obat tiga bungkus sebungkus Rp 45.000,- jadi Rp 135.000,-

Sedang satu pasien lagi di beri obat tidak tahu kemajuan nya kita tdk mengerti juga apa pasien mesti di followup lagi setelah di kasih obat tiga bungkus tersebut, ketika tanyakan yang jelas bagaimana trrnyata pasien harus di follow up lagi jadi pasien tersebut mesti di panggil kembali, baru mengrtahui info nya tadi, tapi ketika di tanyaka untuk di followup lagi cordinatornya bilang pasien tersebut tdk mau di panggil lagi ketika di tanyakan obat yang di berikan di terima pasien tersebut katanya obat tersebut di terima dgn baik.

Hari ini group kita ada menerima pasien"W" wa menjadikan nya pasien pribadi, selasa ini baru di berikan obat nya, semoga berhasil juga

Sabbe satta bhavantu sukitata (Semoga semua mahluk hidup berbahagia)
 _/\_ _/\_ _/\_

begini.u praktek seperti ini, ini saran yg baik

1.belajar kanuragan. Jgn yg keras spt merpati pth.pilih yg soft qi, satria nu santa ra. Yg soft akan meningkatkan daya tahan tubuh, shg dokter tidak akan mudah tertular pasien.
2.cukup sampai tingkat pengendalian 6 saja.jangan lebih.anda akan bisa melihat dan tahu pasien palsu. palsu dalam arti tidak sakit kmd mengaku sakit dan tanya ini itu.
3.dalam tingkat 6, anda bisa membuat wall di sekitar anda praktek. Jangan sampai anda mengobati orang sakit kmd orang itu sembuh dan anda menjadi sasaran kemarahan orang lain.tidak semua perbuatan menolong akan memberikan akibat baik.
4.praktek seperti ini akan membuat pasien yg sakit secara non medic datang.gejala sama, akibat sama, penyebab berbeda.dengan tingkat pengendalian 6, anda mampu membedakan shg bisa menolak pasien yg sakit secara non medic.jangan sampai ada masalah dgn orang ketiga dikemudian hari krn dianggap ikut campur.
5.tidak boleh lebih dari tk 6.tidak boleh semedi dengan dasar keyakinan ajaran agama muslim di sn.cukup pernafasan sd tk 6.shg saddha tidak berubah.cukup hanya dasar saja spy tahu hal spt itu ada, bukan tidak ada.

6.kenapa sn.saya believe jika di tiongkok ada guru ta chi atau priest yg setara dgn mar yanto guru besar pendiri sn.namun jika di indonesia, tidak pernah sy jumpai aliran kanuragan dari tiongkok dan yoga india yg mumpuni.sangat beda levelnya dgn guru yg berasal dari tiongkok dan india.


« Last Edit: 09 February 2018, 09:06:42 AM by roman »

Offline roman

  • Tamu
  • *
  • Posts: 32
  • Reputasi: -4
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Dear diary
« Reply #1345 on: 10 February 2018, 06:33:57 AM »
jangan mencela kemampuan supranatural sebagai bakat atau kemampuan batiniah yg tidak sesuai dgn ajaran agama.
baca jayamangala gatha.itu kemampuan batin maximal.itu dimiliki Buddha.apa yg ada di jaman sekarang levelnya jauh sekali, dan orang yg memilikinya tidak memakainya atau melatihnya karena jaman modern.ada pesawat terbang, handphone bahkan manusia bisa ke bulan.

Namun, jangan pula apatis, pandangan salah menganggap iddhi tidak ada.apalagi profesi sebagai dokter tradisional.


Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Dear diary: Golden Yellow Paste (Jin Huang Gao/ 金黃膏)
« Reply #1346 on: 11 February 2018, 08:26:24 AM »
Pasien "W" mengalami "Lembab Panas turun ke bawah dari lutut ke ibu jari kaki" yang menyebabkan ada nyeri, bengkak dan panas di sekitar ibu jari, dan nyeri dari ibu jari sampai kelutut.

Tadi nya untuk rendaman kaki nya supaya bengkak dan nyeri menghilang wa memakai Formula "Two Marvel Decoction" + Tian Hua Fen (天花粉).

Tapi ternyata giling bubuk satu set formula "Jin Huang San" seberat 1.090 gram, jadi kemarin, hingga wa pikir dibikin pasta "Gao" saja menggunakan madu (mi),

Pertama dgn perbandingan sekitar  1:2 dgn bubuk "jin huang san" 40 gram dan madu sekitar "100" gram dgn suhu memasak 80 derajat celcius, jadi 130 gram susut(/terbuang) 10 gram terlalu kental sekali jadi nya tidak dapat di tuang jadi mesti di serok keluar dari wadah tempat memasaknya.

Ke dua dgn perbandingan sekitar 1:3  dgn bubuk "jin huang san" 50 gram dan madu sekitar 150 gram dgn suhu 80 derajat celcius, jadi 140 gram susut (/terbuang) 10 gram, hasil lebih baik Golden yellow paste yang di hasilkan mudah di tuang dari wadah memasaknya ketempat penyimpanan.

Jadi nya untuk pasien "W" ini wa sudah menyiapkan " modifikasi Four Marvel decoction" untuk di minum (/oral) beserta obat rendam kaki "Two Marvel decoction plus Tian Hua Fen" untuk luar (eksternal), dan obat oles luar untuk kaki bengkak dan panas "Golden Yellow Paste (/Jin Huang Gao)"  (eksternal)


https://tcmwiki.com/wiki/ruyi-jinhuang-san
https://tcmwiki.com/wiki/ruyi-jinhuang-san
« Last Edit: 11 February 2018, 08:50:47 AM by kullatiro »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Dear diary: Kepala mau pecah menghafal Formula obat
« Reply #1347 on: 13 March 2018, 07:49:29 AM »
Dear diary, ujian akhir sebentar lagi, kepala mau pecah belum hafalin herba, belum hafalin resep formula segitu banyak nya, itu ,masih formula umum/ biasa saja.

Kemarin minggu akhirnya makalah presentasi kasus selesai dan sudah di prrsentasikan,  agak membingungkan judulnya secara sederhana "stagnasi lembab panas di kaki" akhirnya di ganti menjadi "lembab panas di jiao tengsh yang mengganggu kaki"
« Last Edit: 13 March 2018, 07:57:19 AM by kullatiro »

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Dear diary: Kepala mau pecah menghafal Formula obat
« Reply #1348 on: 13 March 2018, 06:18:34 PM »
Dear diary, ujian akhir sebentar lagi, kepala mau pecah belum hafalin herba, belum hafalin resep formula segitu banyak nya, itu ,masih formula umum/ biasa saja.

Kemarin minggu akhirnya makalah presentasi kasus selesai dan sudah di prrsentasikan,  agak membingungkan judulnya secara sederhana "stagnasi lembab panas di kaki" akhirnya di ganti menjadi "lembab panas di jiao tengsh yang mengganggu kaki"

kalimat bukan dimulai dgn BUKAN n TIDAK....

kerjakan satu persatu...maka akan selesai...(beban meringan...)
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Dear diary
« Reply #1349 on: 10 July 2019, 02:15:44 PM »
Dear diary, sudah lama tidak menulis diary,

Kadang susah menjelaskan kepada orang yang telah mengalami gangguan pendengaran tapi masih menganggap diri masih bisa mendengar dengan baik dan super sekali!

Wa sudah jelaskan 5 kali dengan suara cukup keras, eh jadi nya melantur entah kemana topik pembicaraan nya, akhirnya tutup mulut / berdiam karena makin di jelaskan bukan makin jelas malah makin melantur entah kemana topik pembicaraan nya