Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Menikah Beda Keyakinan  (Read 1684 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline amy

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 29
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Menikah Beda Keyakinan
« on: 23 July 2018, 01:31:48 PM »
Dear all
Sekedar mau bertanya aja, kalo  menikah beda  agama di buddhist itu bgaimana ya?
apakah yang non itu harus pindah?


Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Menikah Beda Keyakinan
« Reply #1 on: 23 July 2018, 09:07:30 PM »
Sebenarnya di buddhis tidak mengatur, jadi dibebaskan tergantung kebijaksanaan yang menikah

Tentu idealnya adalah punya keyakinan yang sama, tapi memang situasi kadang tidak ideal. Buddhis tidak memaksa orang harus jadi agama Buddha.

Opsi yang ada misalnya,
1. pemberkahan dua kali menurut dua agama.
2. Pemberkahan hanya di satu agama, salah satu ikut pasangannya

Sayangnya Indonesia hanya menerima pernikahan agama sama, jadi hanya satu pemberkatan yang didaftarkan ke catatan sipil.
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 284
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Re: Menikah Beda Keyakinan
« Reply #2 on: 24 July 2018, 03:49:27 AM »
Sebaiknya begitu, karena hukum di Indo gak memperbolehkan nikah beda agama, walau bukan keharusan juga kalo dalam Buddhisme.
#Jhindra

Offline amy

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 29
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Menikah Beda Keyakinan
« Reply #3 on: 24 July 2018, 08:20:02 AM »
jadi, kalau mau pemberkatan secara buddha, yang non budda itu ga harus pindah
dulu kan untuk pemberkatan?

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 284
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Re: Menikah Beda Keyakinan
« Reply #4 on: 25 July 2018, 12:37:49 PM »
jadi, kalau mau pemberkatan secara buddha, yang non budda itu ga harus pindah
dulu kan untuk pemberkatan?

Ia, kecuali kalo nikahnya diluar negri.
#Jhindra

Offline Kang_Asep

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 528
  • Reputasi: -14
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Menikah Beda Keyakinan
« Reply #5 on: 26 July 2018, 08:13:21 PM »

Sayangnya Indonesia hanya menerima pernikahan agama sama, jadi hanya satu pemberkatan yang didaftarkan ke catatan sipil.

Banyak artis menikah beda agama. salah satu contohnya Jamal Mirdad dengan Lidya Kandow. Bukankah mereka telah dianggap sah menikah menurut hukum negara kita ?

Offline amy

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 29
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Menikah Beda Keyakinan
« Reply #6 on: 31 July 2018, 08:46:27 AM »
Mau tanya lagi ni, jadi kalo saya kristiani dan pasangan saya buddhist, mau menikah
tetap bisa diberkati kan, tanpa pindah?
tetap dikasih surat nikah kan?

Offline Kang_Asep

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 528
  • Reputasi: -14
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Menikah Beda Keyakinan
« Reply #7 on: 02 August 2018, 01:30:43 PM »
Mau tanya lagi ni, jadi kalo saya kristiani dan pasangan saya buddhist, mau menikah
tetap bisa diberkati kan, tanpa pindah?
tetap dikasih surat nikah kan?

diberkati. surat nikah gak dikasih, tapi dibeli. kalau zaman saya harganya Rp. 40.000,-   ;D

Offline Panda00

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Menikah Beda Keyakinan
« Reply #8 on: 23 April 2019, 03:37:41 PM »
Dear all
Sekedar mau bertanya aja, kalo  menikah beda  agama di buddhist itu bgaimana ya?
apakah yang non itu harus pindah?

Di Indonesia, secara hukum, pernikahan harus dicatat oleh dinas kependudukan & catatan sipil.
Syarat agar pernikahan dapat di catat di DISDUKCAPIL adalah ada surat pengantar pernikahan yang dikeluarkan oleh organisasi keagamaan yang bernaung di bawah kementrian agama.
Surat pengantar pernikahan, dikeluarkan setelah upacara pemberkatan secara agama.

Alangkah baiknya, jika dalam satu keluarga bisa se-agama, walaupun dalam Buddhism hal ini tidak wajib.

Mengenai prosedur detilnya, sebaiknya langsung konsultasi langsung dengan pihak pengurus Vihara / Cetiya yang selama ini rutin dikunjungi.