Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Mahāsaṅghika Bhikṣu Prātimokṣa  (Read 10372 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 280
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Mahāsaṅghika Bhikṣu Prātimokṣa
« on: 12 November 2018, 10:30:25 AM »
Mahāsaṅghika Bhikṣu Prātimokṣa telah selesai diterjemahkan... ^_^

...
1. Apa baiknya hidup bagi ia yang menutupi batinnya dengan jaring ākuśalamūla, seperti awan-awan tinggi menutupi langit? Dan hidup adalah sangat baik bagi ia yang dengan cepat membawa jaring ākuśalamūla menuju kehancuran di sini, seperti kegelapan yang terkena matahari.

2. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang bertindak dengan Śīlā yang rendah? Ia yang telah jatuh ke dalam jaring usia tua dan kematian dimakan oleh spekulasi tentang keabadian. Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang bertindak dengan Śīlā yang tanpa cacat; ia yang mengakhiri usia tua dan kematian, sebagai penguasa diri menghancurkan Mara dalam pemutusan.

3. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang tidak tahu malu, ia yang telah melanggar Śīlā perilaku baik, yang cenderung dalam penghidupan salah, dan ia yang berbicara seolah-olah abadi? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang terkendali, yang mengikuti Śīlā perilaku baik, yang cenderung dalam penghidupan benar, dan yang teguh kepada Śīlā yang murni.

4. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang tindakannya adalah Śīlā yang jahat; ia yang terbuang dari Ajaran Sang Guru seperti mayat dari lautan? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang telah diinstruksikan di sini di tiga dhatu, yang bertangan bersih dan pikiran yang terbebaskan, seperti langit.

5. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang enam organ indranya tidak dijaga secara terus menerus, yang telah jatuh ke alam Mara, dan yang merusak perbuatan benar? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang enam organ inderanya dijaga dengan baik secara terus menerus, ia yang terbebaskan oleh Instruksi Sang Guru, dan ia yang cenderung dalam Ajaran dalam Instruksi Sang Penakluk.

6. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang mengatakan Śīlā [baik]nya sendiri, tetapi ia juga mengatakan Śīlā yang buruk dari sesama Brahmacari, pria, dewa, dan Sang Guru? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang memiliki Śīlā yang tidak dianggap tercela, yang selalu berbicara dengan berhati-hati tentang yoga dunia dengan para dewanya.

7. Apa gunanya Poṣadha bagi ia yang telah berpaling dari Ajaran Sang Guru; kepada ia yang malang dan lima pelanggaran dipraktekkan? Dan Poṣadha memiliki tujuan bagi ia yang berdiri dalam Ajaran Sepuluh Kekuatan Nya, Ia Yang Tercerahkan Sempurna, Ia Yang Maha Melihat, dan yang berjalan di jalan cinta.

8. Sekarang ada Poṣadha bagi ia yang memiliki hati Sang Guru, Dharma, dan Saṃgha, dan yang belum meninggalkan disiplin, pembabaran, hidup bersama, kepuasan, dan Instruksi Sang Guru. Ada pengetahuan yang tidak terkondisi bagi ia yang telah mendatangi Raja Dharma.

9. Ia yang terus-menerus murni [menerima bantuan] tangan dan Poṣadha. Ia yang terus menerus murni dan berprilaku yang tidak tercela [kepada] Saṃgha.

10. Selama inti dari Saṃgha tidak terancam sehubungan dengan Prātimokṣa Sūtra, selama itulah Dharma Sejati dan persatuan di dalam Saṃgha berdiri.

11. Selama ada para pengajar ahli yang menjelaskan dan memahami Permata Dharma, selama itulah Dharma Sejati berdiri, demi kesejahteraan seluruh dunia.

12. Karena itulah, engkau harus bersatu bersama dalam keharmonisan, bermartabat, melayani satu sama lain, dan memahami Raja Dharma. Dukacita secara permanen ditaklukkan di dalam kondisi Nirvana.
...

Nb: Mengingat ini adalah terjemahan dengan sumber padanan yang terbatas, saya sudah mengoptimalkan teks terjemahan sebaik mungkin. Jika terdapat kesalahan dalam terjemahan, silahkan adukan ke saya... :)

https://drive.google.com/open?id=1d0-jbg3R9gaNv5wURJhsQnTbCi_qHHzM
#Jhindra