Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Benarkah tidak ada Atta/Kesadaran yg kekal?  (Read 487 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Mahadeva

  • Sebelumnya: raynoism
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 602
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
Benarkah tidak ada Atta/Kesadaran yg kekal?
« on: 19 March 2018, 08:43:35 PM »
Menurut Buddhisme, tidak ada Jiwa/Atta/Atma/Kesadaran yg kekal,
Untuk mengetahui sesuatu diperlukan kesadaran..lalu
 bagaimanakah cara utk membuktikan/mengetahui bahwa tidak ada kesadaran yg kekal?
Kesadaran dikatakan hanyalah fenomena yg timbul, berlangsung, lenyap  silih berganti tiap momen..tidak ada kesadaran yg tetap sama..
 
Bukankah utk mengetahui sebuah perubahan harus ada pengamat yang tetap? Utk tahu bahwa mobil A bergerak tentu haruslah diambil titik referensi yg tetap, misal dibandingkan pohon , atau diri kita sndiri di pinggir jalan.. kalau kita masuk jg dalam mobil.mobil dikatakan diam terhadap kita.

Contoh lain sehari- hari, saya harus terus berada di dalam ruang kelas utk mengetahui siapa teman2 yg keluar masuk kelas.. kalau saya jg ikut kluar kelas , bagaimanakah saya dpt mengetahui teman2 lain yg keluar masuk? Saya tidak bisa memastikan silih bergantinya teman2 saya yg kluar masuk kelas..

Kembali ke topik kesadaran.
  misal kesadaran A muncul, berlangsung lalu lenyap, muncul lagi kesadaran B berlangsung, lenyap lanjut..kesadaran C lalu D, E, F dst...silih berganti tiap momen.
Kesadaran manakah yg bisa mengetahui bahwa kesadaran A lenyap lalu muncul kesadaran B?
Saat kesadaran B muncul, kesadaran A tidak bisa mengetahui munculnya kesadaran B krn kesadaran A sudah lenyap, Kesadaran B juga tidak bisa mengetahui adanya kesadaran A krn saat kesadaran B muncul, kesadaran A sudah lenyap. Saat kesadaran C muncul..kesadaran B tidak bisa mengetahui munculnya kesadaran C karena kesadaran B sudah lenyap saat Kesadaran C  muncul dst..

 Kesadaran yg manakah yg bisa tetap ada yg mengetahui fakta ini?
Kalau dikatakan hanya Kesadaran Buddha krn sudah tercerahkan yg bisa mengetahui fakta ini, bukankah itu sama saja mengingkari konsep tidak kekalnya kesadaran? Dan itu termasuk special pleading fallacy..

Kalaupun dikatakan saat parinibbana tidak ada kesadaran muncul lagi, bagaimana kah ketiadaan kesadaran ini diketahui? Utk mengetahui apapun dibutuhkan kesadaran.sama seperti ,saya bisa bilang bahwa tidak ada vas bunga di atas meja ini kalau saya hadir utk menyaksikan ketiadaan vas meja..kalau saya tidak hadir utk membuktikan berarti ketiadaan vas tidak bisa dibuktikan.. kalau hanya percaya kata orang bahwa vas bunga itu tdk ada di meja, maka hal trsebut harus bisa dibuktikan oleh diri sendiri..

Kalau dikatakan bahwa kesadaran itu hanyalah pikiran, maka kita perlu kembali ke argumen di atas dan tinggal mengganti kata kesadaran ABC dst dengan pikiran ABC dst

Kalau tidak ada pengamat yg tetap mustahil utk mengetahui adanya ketidakkekalan kesadaran
..jadi ketidak kekalan kesadaran tidak mungkin dibuktikan.
 
Bukankah kesimpulan yg logis adalah menerima bahwa ada Atta/Atma/Jiwa/Kesadaran yg kekal? Terima kasih

Offline harlons

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 20
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Benarkah tidak ada Atta/Kesadaran yg kekal?
« Reply #1 on: 20 March 2018, 11:02:30 AM »
Sebelumnya maaf, apakah atta/jiwa bisa di samakan dengan kesadaran/sati ?

Bukankah kesadaran/Sati memiliki memori.
Karena ada memori makanya kita bisa sadar dengan mengigat kembali.

sekalian nyambung, mau tanya:
Kalau seseorang mengalami ganguan jiwa, bagaimana dengan kesadarannya

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Benarkah tidak ada Atta/Kesadaran yg kekal?
« Reply #2 on: 20 March 2018, 03:37:57 PM »
Sebelum berlanjut seharus nya kita paham dulu definisi apa itu kesadaran dan apa itu atta? Sehingga tidak berdiskusi menjadi dua arah.

Kesadaran yg di maksud dalam ajaran buddha adalah sebuah rangkaian kondisi yang terjadi katakan mata dapat melihat karena ada indria mata ada objek benda dengan bergantung kepada kedua itu maka muncullah kesadaran mata. Begitu juga dengan indria yang lain.

Sedangkan atta atau bisa di sebut jiwa kenapa sang buddha tidak mengatakan ada atta karena tidak ada satu pun dalam kondisi yang kekal. Karena atta adalah jiwa yang kekal atau juga kesadaran yang kekal atau sama yang dulu, sekarang ataupun yg akan datang.
Maka sang buddha mengatakan itu tidak benar sebab yg sang buddha ajarakan adalah semua kondisi muncul bergantungan.
Kalau ada ini maka muncul itu
Kalau tidak ada ini maka tidak muncul itu.

Jadi konsep atta di katakan tidak ada maka dari itu sang buddha mengatakan anatta untuk menolak konsep atta.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Benarkah tidak ada Atta/Kesadaran yg kekal?
« Reply #3 on: 20 March 2018, 09:28:06 PM »
Menurut Buddhisme, tidak ada Jiwa/Atta/Atma/Kesadaran yg kekal,
Untuk mengetahui sesuatu diperlukan kesadaran..lalu
 bagaimanakah cara utk membuktikan/mengetahui bahwa tidak ada kesadaran yg kekal?
Kesadaran dikatakan hanyalah fenomena yg timbul, berlangsung, lenyap  silih berganti tiap momen..tidak ada kesadaran yg tetap sama..
 
Bukankah utk mengetahui sebuah perubahan harus ada pengamat yang tetap? Utk tahu bahwa mobil A bergerak tentu haruslah diambil titik referensi yg tetap, misal dibandingkan pohon , atau diri kita sndiri di pinggir jalan.. kalau kita masuk jg dalam mobil.mobil dikatakan diam terhadap kita.

Contoh lain sehari- hari, saya harus terus berada di dalam ruang kelas utk mengetahui siapa teman2 yg keluar masuk kelas.. kalau saya jg ikut kluar kelas , bagaimanakah saya dpt mengetahui teman2 lain yg keluar masuk? Saya tidak bisa memastikan silih bergantinya teman2 saya yg kluar masuk kelas..

Untuk mengetahui kesadaran yang tidak kekal itu, tidak diperlukan pengamat yang tetap karena, sebagai contoh, kita bisa mengingat kejadian beberapa tahun yang lampau dan bagaimana kondisi kesadaran kita saat itu dibandingkan dengan kondisi kesadaran kita saat ini sehingga kita bisa mengetahui tdk ada yang kekal dari satu kesadaran ke kesadaran berikutnya.

Dalam contoh anda, untuk mengetahui siapakah teman2 anda yang keluar masuk, cukup memperhatikan pintu masuk kelas walaupun anda ikut bergerak keluar masuk. Demikian juga, untuk mengetahui kesadaran yang tidak kekal dari satu kehidupan ke kehidupan anda cukup mengarahkan pikiran anda pada ingatan ketika momen kesadaran pertama setelah kelahiran kembali dan sebelum kematian pada kehidupan sebelumnya (setelah mencapai jhana IV tentunya)

Quote
Kembali ke topik kesadaran.
  misal kesadaran A muncul, berlangsung lalu lenyap, muncul lagi kesadaran B berlangsung, lenyap lanjut..kesadaran C lalu D, E, F dst...silih berganti tiap momen.
Kesadaran manakah yg bisa mengetahui bahwa kesadaran A lenyap lalu muncul kesadaran B?
Saat kesadaran B muncul, kesadaran A tidak bisa mengetahui munculnya kesadaran B krn kesadaran A sudah lenyap, Kesadaran B juga tidak bisa mengetahui adanya kesadaran A krn saat kesadaran B muncul, kesadaran A sudah lenyap. Saat kesadaran C muncul..kesadaran B tidak bisa mengetahui munculnya kesadaran C karena kesadaran B sudah lenyap saat Kesadaran C  muncul dst..

 Kesadaran yg manakah yg bisa tetap ada yg mengetahui fakta ini?

Tidak perlu ada kesadaran yang tetap untuk mengetahui kesadaran-kesadaran sebelumnya, seperti yang dijelaskan di atas. Karena prinsip kemunculan bergantungan (paticcasamuppada), maka satu kesadaran dengan kesadaran lainnya bisa saling berhubungan.

Quote
Kalau dikatakan hanya Kesadaran Buddha krn sudah tercerahkan yg bisa mengetahui fakta ini, bukankah itu sama saja mengingkari konsep tidak kekalnya kesadaran? Dan itu termasuk special pleading fallacy..

Orang biasa yang telah mencapai abhinna juga bisa mengetahui hal ini, namun tanpa pandangan benar tentang kemunculan bergantungan (seperti yang diajarkan Buddha), maka ia bisa mengira arus kesadaran tersebut kekal dan tidak berubah.

Quote
Kalaupun dikatakan saat parinibbana tidak ada kesadaran muncul lagi, bagaimana kah ketiadaan kesadaran ini diketahui? Utk mengetahui apapun dibutuhkan kesadaran.sama seperti ,saya bisa bilang bahwa tidak ada vas bunga di atas meja ini kalau saya hadir utk menyaksikan ketiadaan vas meja..kalau saya tidak hadir utk membuktikan berarti ketiadaan vas tidak bisa dibuktikan.. kalau hanya percaya kata orang bahwa vas bunga itu tdk ada di meja, maka hal trsebut harus bisa dibuktikan oleh diri sendiri..

Dalam Buddhis, kesadaran seseorang yang telah parinibbana tidak bisa dikatakan ada, tidak ada, ada dan tidak ada, bukan ada dan bukan tdk ada. Dengan kata lain, tidak terdefinisi dalam hal yang berkondisi (ada dan tidak ada)....

Quote
Kalau dikatakan bahwa kesadaran itu hanyalah pikiran, maka kita perlu kembali ke argumen di atas dan tinggal mengganti kata kesadaran ABC dst dengan pikiran ABC dst

Kalau tidak ada pengamat yg tetap mustahil utk mengetahui adanya ketidakkekalan kesadaran
..jadi ketidak kekalan kesadaran tidak mungkin dibuktikan.
 
Bukankah kesimpulan yg logis adalah menerima bahwa ada Atta/Atma/Jiwa/Kesadaran yg kekal? Terima kasih

Tidak dapat dipungkiri bahwa penjelasan paling sederhana adalah yang melibatkan sosok pengamat (jiwa/roh) yang kekal. Tetapi bukan berarti penjelasan secara kemunculan bergantungan yang digunakan dalam Buddhis tidak bisa diterima, seperti yang dijelaskan di atas...
« Last Edit: 20 March 2018, 09:29:52 PM by seniya »
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 284
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Re: Benarkah tidak ada Atta/Kesadaran yg kekal?
« Reply #4 on: 22 March 2018, 05:30:22 PM »
Menurut Buddhisme, tidak ada Jiwa/Atta/Atma/Kesadaran yg kekal,
Untuk mengetahui sesuatu diperlukan kesadaran..lalu
 bagaimanakah cara utk membuktikan/mengetahui bahwa tidak ada kesadaran yg kekal?
Kesadaran dikatakan hanyalah fenomena yg timbul, berlangsung, lenyap  silih berganti tiap momen..tidak ada kesadaran yg tetap sama..
 
Bukankah utk mengetahui sebuah perubahan harus ada pengamat yang tetap? Utk tahu bahwa mobil A bergerak tentu haruslah diambil titik referensi yg tetap, misal dibandingkan pohon , atau diri kita sndiri di pinggir jalan.. kalau kita masuk jg dalam mobil.mobil dikatakan diam terhadap kita.

Contoh lain sehari- hari, saya harus terus berada di dalam ruang kelas utk mengetahui siapa teman2 yg keluar masuk kelas.. kalau saya jg ikut kluar kelas , bagaimanakah saya dpt mengetahui teman2 lain yg keluar masuk? Saya tidak bisa memastikan silih bergantinya teman2 saya yg kluar masuk kelas..

Kembali ke topik kesadaran.
  misal kesadaran A muncul, berlangsung lalu lenyap, muncul lagi kesadaran B berlangsung, lenyap lanjut..kesadaran C lalu D, E, F dst...silih berganti tiap momen.
Kesadaran manakah yg bisa mengetahui bahwa kesadaran A lenyap lalu muncul kesadaran B?
Saat kesadaran B muncul, kesadaran A tidak bisa mengetahui munculnya kesadaran B krn kesadaran A sudah lenyap, Kesadaran B juga tidak bisa mengetahui adanya kesadaran A krn saat kesadaran B muncul, kesadaran A sudah lenyap. Saat kesadaran C muncul..kesadaran B tidak bisa mengetahui munculnya kesadaran C karena kesadaran B sudah lenyap saat Kesadaran C  muncul dst..

 Kesadaran yg manakah yg bisa tetap ada yg mengetahui fakta ini?
Kalau dikatakan hanya Kesadaran Buddha krn sudah tercerahkan yg bisa mengetahui fakta ini, bukankah itu sama saja mengingkari konsep tidak kekalnya kesadaran? Dan itu termasuk special pleading fallacy..

Kalaupun dikatakan saat parinibbana tidak ada kesadaran muncul lagi, bagaimana kah ketiadaan kesadaran ini diketahui? Utk mengetahui apapun dibutuhkan kesadaran.sama seperti ,saya bisa bilang bahwa tidak ada vas bunga di atas meja ini kalau saya hadir utk menyaksikan ketiadaan vas meja..kalau saya tidak hadir utk membuktikan berarti ketiadaan vas tidak bisa dibuktikan.. kalau hanya percaya kata orang bahwa vas bunga itu tdk ada di meja, maka hal trsebut harus bisa dibuktikan oleh diri sendiri..

Kalau dikatakan bahwa kesadaran itu hanyalah pikiran, maka kita perlu kembali ke argumen di atas dan tinggal mengganti kata kesadaran ABC dst dengan pikiran ABC dst

Kalau tidak ada pengamat yg tetap mustahil utk mengetahui adanya ketidakkekalan kesadaran
..jadi ketidak kekalan kesadaran tidak mungkin dibuktikan.
 
Bukankah kesimpulan yg logis adalah menerima bahwa ada Atta/Atma/Jiwa/Kesadaran yg kekal? Terima kasih

Kita memiliki daya ingat kan... :3
#Jhindra