Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Sila ke tiga  (Read 2265 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Sila ke tiga
« Reply #15 on: 28 January 2018, 07:25:34 PM »
Kalo sama pelacur gimana? Melanggar sila gak? Atau sama org yg sudah punya pasangan tapi pasangannya menyetujui.

Ini termasuk jalan menuju bencana menurut Parabhava Sutta (Snp 1.6):

Tidak puas dengan istrinya sendiri,
Ia terlihat bersama istri-istri orang lain,
Juga rusak karena bersama para pelacur—
Itu adalah jalan menuju bencana.
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Hanni_Tan

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 38
  • Reputasi: 2
  • Everything dependently arising
Re: Sila ke tiga
« Reply #16 on: 28 January 2018, 09:10:44 PM »
Quote :
Pada masa modern saat ini sangat jarang ditemui ada adat yang demikian, saya pernah baca ada suku terasing di Afrika masih ada tradisi seperti ini, namun sudah dilarang oleh pemerintah negaranya. Kalo pun seorang Buddhis berada di lingkungan yg demikian, saya kira dia tdk akan menggunakan "kesempatan dlm kesempitan" melakukan sesuatu yg bertentangan dg Dhamma ajaran Sang Buddha yang mengajarkan pengendalian diri dan peninggalan nafsu...
[/quote]

Gw :

Bukannya di barat gitu ya? Eropa, amerika, australia

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Sila ke tiga
« Reply #17 on: 28 January 2018, 09:27:38 PM »
Pekerja seks komersial itu kan tidak termasuk objek pelanggaran dan juga hubungan seks setuju sama setuju/suka sama suka juga tidak termasuk objek pelanggaran. Walaupun perbuatan ini kurang baik, mengingat tidak ada syarat yg dilanggar maka tidak ada pelanggaran sila, bukan begitu? 

Silahkan baca kutipan Parabhava Sutta di atas
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Sila ke tiga
« Reply #18 on: 28 January 2018, 09:49:52 PM »
Quote :
Pada masa modern saat ini sangat jarang ditemui ada adat yang demikian, saya pernah baca ada suku terasing di Afrika masih ada tradisi seperti ini, namun sudah dilarang oleh pemerintah negaranya. Kalo pun seorang Buddhis berada di lingkungan yg demikian, saya kira dia tdk akan menggunakan "kesempatan dlm kesempitan" melakukan sesuatu yg bertentangan dg Dhamma ajaran Sang Buddha yang mengajarkan pengendalian diri dan peninggalan nafsu...


Gw :

Bukannya di barat gitu ya? Eropa, amerika, australia

Maksud saya adalah walaupun jika secara adat diperbolehkan seks bebas dan tdk melanggar sila krn semua syarat terpenuhi, tetapi yg ditekankan dlm sila ketiga ini adalah komitmen dan tanggung jawab: jika sudah memiliki pasangan, walaupun tanpa ikatan hukum yg sah namun diperbolehkan masyarakat, maka pasangan tsb harus berkomitmen dan bertanggung jawab dlm hubungan tsb...
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Sila ke tiga
« Reply #19 on: 29 January 2018, 05:11:33 AM »
klo udah ada satu minta nambah itu ya...LOBA....
bukankah ini juga ajaran dari guru.....?
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline siapa

  • Teman
  • **
  • Posts: 69
  • Reputasi: -2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Sila ke tiga
« Reply #20 on: 29 January 2018, 12:18:25 PM »
Berdasar sutta di atas berarti melanggar sila atau tidaknya tergantung lingkungan di mana dia tinggal ya..? Klo di indo melanggar sila, klo di amerika tidak melanggar sila... hhmmm... :-? :-? :-?

Sama pelacur bisa tidak melanggar sila ketiga, asalkan dibayar penuh (tidak berutang). Apalagi kalau kasih uang tips yang besar. hahahaha

Hellowww, punya otak dipakai.....

Ga usah tanya yg aneh - aneh, Kalau memang merasa tidak melanggar sila ketiga. coba ceritain ke orang tua masing2x kalau habis ML sama pelacur.

Apa orang tua masing2x akan merasa senang dan bangga ??

Pret lah banyak pembahasan yang tidak bermutu di forum ini...

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Sila ke tiga
« Reply #21 on: 29 January 2018, 04:45:59 PM »
Terima kasih, ya mungkin ada atau tidaknya itu sedikit merupakan topik lain. Andaikan ada, suatu adat yg tidak melarang, berarti hal ini tidak melanggar sila ke 3 kan?

Untuk melanggar sila ketiga, objek2 pelanggarannya kan harus dipenuhi.

Misalkan, berhubungan dengan pasangan orang lain, anak yg masih di bawah lindungan&naungan orang tua, dst.

Pekerja seks komersial itu kan tidak termasuk objek pelanggaran dan juga hubungan seks setuju sama setuju/suka sama suka juga tidak termasuk objek pelanggaran. Walaupun perbuatan ini kurang baik, mengingat tidak ada syarat yg dilanggar maka tidak ada pelanggaran sila, bukan begitu?

Mengenai parabhava sutta saya pernah baca. Tapi disini yang mau dibahas judulnya "Sila". Sejauh mengenai sila, hubungan suka sama suka jika adat setempat memperbolehkan dan tidak melanggar syarat2 yg lain maka bukan pelanggaran sila kan?



« Last Edit: 29 January 2018, 04:50:48 PM by D1C1 »

Offline siapa

  • Teman
  • **
  • Posts: 69
  • Reputasi: -2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Sila ke tiga
« Reply #22 on: 29 January 2018, 05:42:58 PM »
Mengenai parabhava sutta saya pernah baca. Tapi disini yang mau dibahas judulnya "Sila". Sejauh mengenai sila, hubungan suka sama suka jika adat setempat memperbolehkan dan tidak melanggar syarat2 yg lain maka bukan pelanggaran sila kan?

Inti dari Sila adalah tidak menyakiti diri sendiri.

Sila bukanlah peraturan / larangan, Sila itu lebih sebagai anjuran atau himbauan.

Kalau mau hidup lebih tenang, damai dan bahagia sempurnakanlah Sila.

Saran : coba mencerna Sila ke 3 dengan melepaskan doktrin - doktrin dan pengetahuan yang ada saat ini.

Menikah saja bisa dianggap tidak sesuai dengan sila ke 3, kalau hubungan nya berdasarkan kdrt / berat sebelah.

Apakah ada yang setuju dengan pendapat ini ?

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Sila ke tiga
« Reply #23 on: 29 January 2018, 05:50:24 PM »
Mengenai parabhava sutta saya pernah baca. Tapi disini yang mau dibahas judulnya "Sila". Sejauh mengenai sila, hubungan suka sama suka jika adat setempat memperbolehkan dan tidak melanggar syarat2 yg lain maka bukan pelanggaran sila kan?


Saya sudah memberikan ref sutta ttg sila ketiga di atas dan anda sudah tahu jawabannya. Jika menurut anda tidak tepat, silahkan berikan alasannya disertai dg ref yg valid. Trims
« Last Edit: 29 January 2018, 05:53:34 PM by seniya »
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Sila ke tiga
« Reply #24 on: 31 January 2018, 11:16:39 PM »
Saya sudah memberikan ref sutta ttg sila ketiga di atas dan anda sudah tahu jawabannya. Jika menurut anda tidak tepat, silahkan berikan alasannya disertai dg ref yg valid. Trims

Saya setuju sama kutipan sutta yang anda kutip di atas. Saya hanya membutuhkan konfirmasi saja, supaya lebih mengerti. Jadi, sejauh mengenai sila, hubungan suka sama suka jika adat setempat memperbolehkan dan tidak melanggar syarat2 yg lain maka bukan pelanggaran sila kan?

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Sila ke tiga
« Reply #25 on: 01 February 2018, 07:47:15 AM »
Saya setuju sama kutipan sutta yang anda kutip di atas. Saya hanya membutuhkan konfirmasi saja, supaya lebih mengerti. Jadi, sejauh mengenai sila, hubungan suka sama suka jika adat setempat memperbolehkan dan tidak melanggar syarat2 yg lain maka bukan pelanggaran sila kan?

Yes
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Sila ke tiga
« Reply #26 on: 02 February 2018, 05:57:50 PM »

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Sila ke tiga
« Reply #27 on: 02 February 2018, 05:59:44 PM »
IMO, kalo udah dewasa dan dapat bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri dianggap tdk dlm perlindungan orang tua lagi, kecuali dia memiliki cacat fisik/mental sehingga harus terus-menerus diawasi dan dilindungi oleh ortu dan keluarganya.

Menurut beberapa umat Buddha lain, dalam perlindungan orang tua bukan hanya sudah dewasa. Kalo dia masih sebagai contoh tinggal di rumah orang tua, dipenuhi kebutuhannya oleh org tua spt makanan, obat2an, dll. maka ia masih dalam perlindungan orang tua.

Ini bisa ditafsirkan banyak arti, ada yang tau ga sebenernya menurut Sutta itu apa yg dimaksud " di bawah perlindungan orang tua "

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Sila ke tiga
« Reply #28 on: 02 February 2018, 07:17:50 PM »
Menurut beberapa umat Buddha lain, dalam perlindungan orang tua bukan hanya sudah dewasa. Kalo dia masih sebagai contoh tinggal di rumah orang tua, dipenuhi kebutuhannya oleh org tua spt makanan, obat2an, dll. maka ia masih dalam perlindungan orang tua.

Ini bisa ditafsirkan banyak arti, ada yang tau ga sebenernya menurut Sutta itu apa yg dimaksud " di bawah perlindungan orang tua "

Ini memang multitafsir dan bergantung konteks budaya masyarakat pada masa India kuno saat itu jg
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Sila ke tiga
« Reply #29 on: 05 February 2018, 06:56:19 PM »
Nah sekarang misalkan begini, sepasang orang sudah direstui untuk menikah oleh kedua pihak orang tua. Anaknya sudah dewasa dan memiliki penghasilan sendiri, tapi dia bersama dengan istrinya tinggal di rumah orang tuanya laki2 karna urusan ekonomi dalam membeli rumah baru, apakah ini termasuk dalam "anak yang masih dalam perlindungan orang tua"?