Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Makan daging dan sila pertama  (Read 3031 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Makan daging dan sila pertama
« on: 18 December 2017, 01:12:06 PM »
Alo temen2,

Mau nanya nih. Makan daging itu Karma buruk tidak ya?  Apakah makan daging itu melanggar sila pertama?  Terima kasih.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #1 on: 18 December 2017, 01:34:54 PM »

Offline madya

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 48
  • Reputasi: -7
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #2 on: 18 December 2017, 04:08:49 PM »
tambahkan kalimat evam me suttam pada link diatas.maka keliatan sekali isi sutta itu bukan u umat biasa.jadi rujukan sutta salah dan tidak ada hubungan vegetarian yg ditanyakan oleh umat Buddha biasa dengan isi sutta tersebut.




Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #3 on: 18 December 2017, 04:22:20 PM »
tambahkan kalimat evam me suttam pada link diatas.maka keliatan sekali isi sutta itu bukan u umat biasa.jadi rujukan sutta salah dan tidak ada hubungan vegetarian yg ditanyakan oleh umat Buddha biasa dengan isi sutta tersebut.





sekali lagi anda meracau, saya akan kurangi waktu hidup anda di sini, waktu anda masih ada kira2 6 jam lagi

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #4 on: 18 December 2017, 05:00:25 PM »
Terima kasih ya untuk linknya, tp sepertinya terlalu umum.
Bisa kita spesifikan saja, apakah makan daging karma buruk atau melanggar sila pertama? Terima kasih

Offline madya

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 48
  • Reputasi: -7
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #5 on: 18 December 2017, 05:21:51 PM »
Terima kasih ya untuk linknya, tp sepertinya terlalu umum.
Bisa kita spesifikan saja, apakah makan daging karma buruk atau melanggar sila pertama? Terima kasih

menurut evam me suttam dari link yg diberi indra, itu keliru.bagaimana mungkin sesuatu yg didengar kmd ditulis ulang bisa menjadi nara sumber.isi sutta bukan doktrin mutlak spt buku agama lain.

bhaya kamma dari makan daging adalah obesitas, hypertensi dan sulit buang air besar.
krn itu orang yg vege lebih sehat dan ekonomis.namun dalam beberapa tugas atau pekerjaan,  terutama yg berhubungan dgn pekerjaan fisik, non vege lebih baik.misal tukang, mandor, prajurit, keamanan.bhaya kamma justru ada pada orang yg memiliki pekerjaan spt ini, tapi makannya nasi dan sayuran saja.

apa yg disebutkan diatas itu teruji secara klinis di kedokteran modern.jauh sekali bedanya dgn referensi suttta yg ditulis ulang dari mendengar orang lain.belum tentu yg menulis memiliki pengalaman langsung seperti sutta yg ditulisnya.tidak ada buku kedokteran modern yg dibuka dengan

      Demikian yang saya dengar.






« Last Edit: 18 December 2017, 05:26:12 PM by madya »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #6 on: 18 December 2017, 05:44:47 PM »
menurut evam me suttam dari link yg diberi indra, itu keliru.bagaimana mungkin sesuatu yg didengar kmd ditulis ulang bisa menjadi nara sumber.isi sutta bukan doktrin mutlak spt buku agama lain.

bhaya kamma dari makan daging adalah obesitas, hypertensi dan sulit buang air besar.
krn itu orang yg vege lebih sehat dan ekonomis.namun dalam beberapa tugas atau pekerjaan,  terutama yg berhubungan dgn pekerjaan fisik, non vege lebih baik.misal tukang, mandor, prajurit, keamanan.bhaya kamma justru ada pada orang yg memiliki pekerjaan spt ini, tapi makannya nasi dan sayuran saja.

apa yg disebutkan diatas itu teruji secara klinis di kedokteran modern.jauh sekali bedanya dgn referensi suttta yg ditulis ulang dari mendengar orang lain.belum tentu yg menulis memiliki pengalaman langsung seperti sutta yg ditulisnya.tidak ada buku kedokteran modern yg dibuka dengan

      Demikian yang saya dengar.








baiklah, silakan pikirkan istilah baru lagi, sampai jumpa pada kelahiran anda yg berikutnya

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #7 on: 18 December 2017, 06:33:25 PM »
https://suttacentral.net/id/snp2.2

Terima kasih ya untuk linknya, tp sepertinya terlalu umum.
Bisa kita spesifikan saja, apakah makan daging karma buruk atau melanggar sila pertama? Terima kasih

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #8 on: 18 December 2017, 06:45:05 PM »
Terima kasih ya untuk linknya, tp sepertinya terlalu umum.
Bisa kita spesifikan saja, apakah makan daging karma buruk atau melanggar sila pertama? Terima kasih

sila pertama dengan jelas melarang membunuh bukan larangan makan. jika anda memakan apapun tanpa membunuh tentu saja tidak ada pelanggaran. misalnya jika anda berusaha menelan ayam yg masih hidup, ini adalah pelanggaran karena ayam pasti mati setelah masuk ke perut anda. tapi jika anda memakan bangkai ayam, tanpa anda makan pun ayam itu memang sudah mati, ini bukan pelanggaran. 

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #9 on: 18 December 2017, 07:09:33 PM »
sila pertama dengan jelas melarang membunuh bukan larangan makan. jika anda memakan apapun tanpa membunuh tentu saja tidak ada pelanggaran. misalnya jika anda berusaha menelan ayam yg masih hidup, ini adalah pelanggaran karena ayam pasti mati setelah masuk ke perut anda. tapi jika anda memakan bangkai ayam, tanpa anda makan pun ayam itu memang sudah mati, ini bukan pelanggaran.

Tidak ada pelanggaran sila pertama, apa itu berarti tidak ada karma buruk juga?

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #10 on: 18 December 2017, 07:49:52 PM »
Tidak ada pelanggaran sila pertama, apa itu berarti tidak ada karma buruk juga?

karma itu soal lain lagi, dikatakan karma itu adalah kehendak, atau niat, jika anda berniat hanya makan dan yg dimakan itu toh sudah mati, dan jika anda tidak memakannya juga tidak akan menghidupkannya juga, jadi di mana letak keburukannya?

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #11 on: 18 December 2017, 08:15:14 PM »
Tidak ada pelanggaran sila pertama, apa itu berarti tidak ada karma buruk juga?

Karma kan soal niat? Kalau misalnya vegetarian tapi dihias-hias mirip daging, apa ga karma buruk juga?
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 283
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #12 on: 18 December 2017, 09:36:39 PM »
Alo temen2,

Mau nanya nih. Makan daging itu Karma buruk tidak ya?  Apakah makan daging itu melanggar sila pertama?  Terima kasih.

Gak melanggar, tapi kalo ke restoran yang menyediakan hewan segar, pas lu pesen sama aja lu membunuh tuh hewan. Lain cerita kalo emang dah dibunuh duluan. Secara kehendak, pelanggaran Sila gak terpenuhi karena niatnya cuman mau makan daging dari hewan yang telah mati, bukan yg masih hidup. Kamma buruk? Tentu karma buruk Kaloooo: makan gak bayar, kalo ambil jatah orang, dll. sesuai kehendak buruk...  ;D
#Jhindra

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #13 on: 18 December 2017, 10:29:06 PM »
Terima kasih temen2 ya...jadi makan daging itu tidak karma buruk ya. Lalu bagaimana dengan masak daging, saya pernah dikasih tau sama orang kalo masak daging itu paling tidak menimbulkan karma buruk walaupun sedikit. Apa ini benar?

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #14 on: 18 December 2017, 10:47:45 PM »
Terima kasih temen2 ya...jadi makan daging itu tidak karma buruk ya. Lalu bagaimana dengan masak daging, saya pernah dikasih tau sama orang kalo masak daging itu paling tidak menimbulkan karma buruk walaupun sedikit. Apa ini benar?

ini sama kasusnya dengan makan, kecuali yg anda masak itu adalah daging dari makhluk yg masih hidup, seperti yg mungkin pernah anda lihat video tentang memasak ikan hidup2

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #15 on: 19 December 2017, 03:13:05 PM »
karma itu soal lain lagi, dikatakan karma itu adalah kehendak, atau niat, jika anda berniat hanya makan dan yg dimakan itu toh sudah mati, dan jika anda tidak memakannya juga tidak akan menghidupkannya juga, jadi di mana letak keburukannya?

Mungkin letak keburukannya karena itu adalah daging? Atau mungkin kita ingin/ngiler akan daging tersebut?

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #16 on: 19 December 2017, 03:14:53 PM »
Gak melanggar, tapi kalo ke restoran yang menyediakan hewan segar, pas lu pesen sama aja lu membunuh tuh hewan. Lain cerita kalo emang dah dibunuh duluan. Secara kehendak, pelanggaran Sila gak terpenuhi karena niatnya cuman mau makan daging dari hewan yang telah mati, bukan yg masih hidup. Kamma buruk? Tentu karma buruk Kaloooo: makan gak bayar, kalo ambil jatah orang, dll. sesuai kehendak buruk...  ;D

Trims buat balesannya, seperti yg sudah dibalas di atas ke bro Indra.
Memang kita tidak melanggar sila pertama, tapi apakah ada karma buruk yang dihasilkan dari membeli atau memakan daging?

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #17 on: 19 December 2017, 05:16:01 PM »
Mungkin letak keburukannya karena itu adalah daging? Atau mungkin kita ingin/ngiler akan daging tersebut?

makanya disarankan untuk makan daging mayat/daging bangkai, jangan daging binatang hidup.

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #18 on: 19 December 2017, 05:17:20 PM »
makanya disarankan untuk makan daging mayat/daging bangkai, jangan daging binatang hidup.

Ya... tapi jika kita ngiler akan daging itu bukankah disitu ada bentuk2 keserakahan? Keserakahan = karma buruk?
« Last Edit: 19 December 2017, 05:19:25 PM by D1C1 »

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 283
  • Reputasi: 16
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #19 on: 19 December 2017, 07:49:52 PM »
Ya... tapi jika kita ngiler akan daging itu bukankah disitu ada bentuk2 keserakahan? Keserakahan = karma buruk?

Itu penderitaan yang tampak jelas... Tidak mendapatkan apa yang diinginkan. Kasian sampe ngiler2 gitu...  :))
#Jhindra

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #20 on: 19 December 2017, 08:20:58 PM »
Ya... tapi jika kita ngiler akan daging itu bukankah disitu ada bentuk2 keserakahan? Keserakahan = karma buruk?

kalau itu, bukan hanya daging, rumput pun bisa bikin ngiler.

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #21 on: 19 December 2017, 11:20:50 PM »
kalau itu, bukan hanya daging, rumput pun bisa bikin ngiler.

Hmm.. bener juga. Jadi ngiler/serakah sama daging sama ngiler/serakah sama tanaman itu sama aja ya, kenapa begitu ya? Bukannya lebih berat karma buruknya kalo ngiler sama daging ya?

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #22 on: 19 December 2017, 11:26:43 PM »
Hmm.. bener juga. Jadi ngiler/serakah sama daging sama ngiler/serakah sama tanaman itu sama aja ya, kenapa begitu ya? Bukannya lebih berat karma buruknya kalo ngiler sama daging ya?

apa salahnya si daging? keserakahan itu kan dari si pemakannya, bukan menunya.
mungkin aja ada makhluk yang ngiler makan batu, makan tanah, itu tetap keserakahan dan si pemakanlah yang bertanggung jawab atas keserakahan itu bukan makanannya

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #23 on: 19 December 2017, 11:55:19 PM »
apa salahnya si daging? keserakahan itu kan dari si pemakannya, bukan menunya.
mungkin aja ada makhluk yang ngiler makan batu, makan tanah, itu tetap keserakahan dan si pemakanlah yang bertanggung jawab atas keserakahan itu bukan makanannya

Mungkin karena daging itu asalnya dari makhluk hidup sehingga karmanya lebih berat, begitu?

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #24 on: 20 December 2017, 08:04:57 AM »
Mungkin karena daging itu asalnya dari makhluk hidup sehingga karmanya lebih berat, begitu?

karma itu adalah niat, apakah niat anda dalam memakan daging? jika dihubungkan dengan sila pertama, apakah memakan daging menyebabkan makhluk terbunuh? bukankah makhluk tersebut memang sudah mati ketika dimakan? dan tidak memakannya juga tidak akan menghidupkan kembali makhluk tersebut.

sulit sekali bahkan mustahil kita tidak memakan atau menggunakan apapun yang tidak berasal dari makhluk hidup. misalnya ketika kita memakai sepatu, dompet, tas, dslb, yang berbahan kulit itu adalah produk dari makhluk hidup. ketika anda naik kendaraan, bahan bakar yang digunakan juga berasal dari makhluk hidup, bahkan ketika anda makan sayur2an, pupuk yang digunakan sering kali juga berasal dari makhluk hidup. mungkin satu2nya cara yang paling aman adalah mati saja.

Offline Pratama Sikkha

  • Teman
  • **
  • Posts: 56
  • Reputasi: 4
  • cemungud!!
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #25 on: 20 December 2017, 09:16:49 AM »
karma itu adalah niat, apakah niat anda dalam memakan daging? jika dihubungkan dengan sila pertama, apakah memakan daging menyebabkan makhluk terbunuh? bukankah makhluk tersebut memang sudah mati ketika dimakan? dan tidak memakannya juga tidak akan menghidupkan kembali makhluk tersebut.

sulit sekali bahkan mustahil kita tidak memakan atau menggunakan apapun yang tidak berasal dari makhluk hidup. misalnya ketika kita memakai sepatu, dompet, tas, dslb, yang berbahan kulit itu adalah produk dari makhluk hidup. ketika anda naik kendaraan, bahan bakar yang digunakan juga berasal dari makhluk hidup, bahkan ketika anda makan sayur2an, pupuk yang digunakan sering kali juga berasal dari makhluk hidup. mungkin satu2nya cara yang paling aman adalah mati saja.
jawaban yg tepat

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #26 on: 20 December 2017, 10:03:35 AM »
Sebaiknya less meat, bagaimana pun juga kita memakan hewan yang sengaja di bunuh untuk kita nikmati (kesenangan indra hingga timbul kemelekatan), bukan karena kita makan daging dari hewan yang mati karena usia tua.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #27 on: 20 December 2017, 10:07:00 AM »
Sebaiknya less meat, bagaimana pun juga kita memakan hewan yang sengaja di bunuh untuk kita nikmati (kesenangan indra hingga timbul kemelekatan), bukan karena kita makan daging dari hewan yang mati karena usia tua.

soal kemelekatan ini masalah lain lagi.

spesies tertentu, misalnya kambing lebih melekat pada rumput daripada daging, apakah ini membuat kemelekatan kambing lebih baik dari kemelekatan macan pada daging?

beberapa praktisi vegan tidak memakan hewan, tapi mrk membuat segala macam makanan dgn bentuk dan aroma yg menyerupai daging bahkan dengan citarasa yg juga serupa dengan aslinya, apakah ini lebih baik daripada pemakan daging yg berasal dari binatang yg kecelakaan misalnya?
« Last Edit: 20 December 2017, 10:10:01 AM by Indra »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #28 on: 20 December 2017, 10:12:47 AM »
Sekarang apakah kita hanya belajar dari pancasila saja? Bukan nya ada kariniya metta sutta, brahma vihara parana, rattana sutta?

Bukan sutta pitaka (dhamma)  satu keseluruhan yang di pilih oleh sang Buddha sebagai segengam  daun daun obat untuk mengobati kita

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #29 on: 20 December 2017, 10:25:39 AM »
Sekarang apakah kita hanya belajar dari pancasila saja? Bukan nya ada kariniya metta sutta, brahma vihara parana, rattana sutta?

Bukan sutta pitaka (dhamma)  satu keseluruhan yang di pilih oleh sang Buddha sebagai segengam  daun daun obat untuk mengobati kita

mungkin anda sekali2 perlu membaca judul thread. judul thread menunjukkan topik yg ingin dibahas oleh TS. thread ini jelas dimaksudkan oleh TS untuk membahas tentang makan daging dan sila pertama. anda tentu dipersilakan membuat topik baru jika ingin membahas kariniya metta sutta, dll

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #30 on: 20 December 2017, 10:29:02 AM »
Loh bukan nya sutta atau ajaran buddha saling berkait satu sama lain dari awal "dhammacakkapatana sutta "dst

Tentu saja less meat (memakan daging lebih sedikit dari biasanya, mengurangi mkn daging) membutuhkan pengetahuan yang cukup, kesempatan yang cukup, pendidikan yang cukup  terhadap kebutuhan nutrisi dan gizi sehari hari

Wa pikir Sang Buddha mengerti untuk tidak makan daging membutuhkan pengetahuan yang cukup dalam juga kesempatan atau kemampuan dari orang tersebut, dan pada waktu tertentu (seperti kondisi darurat atau sakit) kadang masih membutuh kan, jadi Sang Buddha tidak menganjurkan kita untuk" tidak makan daging " ketika devadata bertanya kepada Sang Buddha.
« Last Edit: 20 December 2017, 10:47:23 AM by kullatiro »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #31 on: 20 December 2017, 11:08:59 AM »
Loh bukan nya sutta atau ajaran buddha saling berkait satu sama lain dari awal "dhammacakkapatana sutta "dst

Tentu saja less meat (memakan daging lebih sedikit dari biasanya, mengurangi mkn daging) membutuhkan pengetahuan yang cukup, kesempatan yang cukup, pendidikan yang cukup  terhadap kebutuhan nutrisi dan gizi sehari hari

Wa pikir Sang Buddha mengerti untuk tidak makan daging membutuhkan pengetahuan yang cukup dalam juga kesempatan atau kemampuan dari orang tersebut, dan pada waktu tertentu (seperti kondisi darurat atau sakit) kadang masih membutuh kan, jadi Sang Buddha tidak menganjurkan kita untuk" tidak makan daging " ketika devadata bertanya kepada Sang Buddha.

Ajaran Sang Buddha adalah ajaran spiritual yang mengajarkan tentang dukkha dan lenyapnya dukkha, ajaran Buddha tidak negurusi masalah diet.

adakah sutta yang menjelaskan tentang Sang Buddha mengajarkan tentang "less meat" tersebut? dan bagaimana anda menjelaskan bahwa Sang Buddha sendiri juga makan daging?

lalu kenapa Sang Buddha sendiri masih makan daging?

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #32 on: 20 December 2017, 11:14:52 AM »
Ajaran Sang Buddha adalah ajaran spiritual yang mengajarkan tentang dukkha dan lenyapnya dukkha, ajaran Buddha tidak negurusi masalah diet.

adakah sutta yang menjelaskan tentang Sang Buddha mengajarkan tentang "less meat" tersebut? dan bagaimana anda menjelaskan bahwa Sang Buddha sendiri juga makan daging?

lalu kenapa Sang Buddha sendiri masih makan daging?


Buddha mkn daging karena tidak mempunyai kemelekatan lagi ini terutama, bisakah kita seperti itu kitasaat ini belum mencapai tingkat arahat, apakah bro indra sudah mencapai tingkat tingkat kesucian seperti itu berapa banyak dari kita di forum ini mencapai tingkat kesucian pertama? Berapa banyak dari kita melakukan vinaya yang di tetapkan oleh sang Buddha sehari harinya?
« Last Edit: 20 December 2017, 11:22:04 AM by kullatiro »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #33 on: 20 December 2017, 11:35:34 AM »

Buddha mkn daging karena tidak mempunyai kemelekatan lagi ini terutama, bisakah kita seperti itu kitasaat ini belum mencapai tingkat arahat, apakah bro indra sudah mencapai tingkat tingkat kesucian seperti itu berapa banyak dari kita di forum ini mencapai tingkat kesucian pertama? Berapa banyak dari kita melakukan vinaya yang di tetapkan oleh sang Buddha sehari harinya?

sebuah diskusi yg sehat dan terpelajar tidak tiba2 mempertanyakan pencapaian lawan diskusi, apa hubungannya kesucian saya dengan topik yg dibahas ini?
maaf saya menganggap anda tidak layak untuk berdiskusi, jadi saya tidak akan menanggapi anda lebih jauh lagi

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #34 on: 20 December 2017, 11:43:23 AM »
sebuah diskusi yg sehat dan terpelajar tidak tiba2 mempertanyakan pencapaian lawan diskusi, apa hubungannya kesucian saya dengan topik yg dibahas ini?
maaf saya menganggap anda tidak layak untuk berdiskusi, jadi saya tidak akan menanggapi anda lebih jauh lagi


Oke lah wa menyinggung bro indra tentang tingkat kesucian yang di capai bro indra wa ada kesalahan, maksud wa disini bila kita membandingkan diri kita ke sang Buddha sudah berapa jauh jaraknya dari pada jauh jauh kita bandingkan diri kita dgn anggota sangha yang setiap hari rajin menyapu dan membersihkan debu bathin

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #35 on: 20 December 2017, 12:16:21 PM »
> kita bandingkan diri kita dgn anggota sangha yang setiap hari rajin menyapu dan membersihkan debu bathin

Apa hubungannya sama makan daging? Jelas-jelas di Theravada ga ada larangan makan daging bagi umat awam, ga ada bedanya daging sama sayur kalau melekat.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #36 on: 20 December 2017, 12:44:26 PM »
> kita bandingkan diri kita dgn anggota sangha yang setiap hari rajin menyapu dan membersihkan debu bathin

Apa hubungannya sama makan daging? Jelas-jelas di Theravada ga ada larangan makan daging bagi umat awam, ga ada bedanya daging sama sayur kalau melekat.

Coba bilang larangan makan daging gajah, harimau, monyet, ular bukan ada ?

Salah satu sisi memberi kita kebebasan memakan daging, satu sisi ada batas nya satu sisi karena ada cause dan efect, satu sisi seperti kariniya metta sutta, brshma vihara parana dan ratana sutta seperti melarang makan daging

Dan semua ini penjabaran dari dhammacakkapavatana sutta" kenapa begini karena ada anicca, anata dan paticasamuda (cause and effect)
« Last Edit: 20 December 2017, 12:49:58 PM by kullatiro »

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #37 on: 20 December 2017, 03:04:59 PM »
karma itu adalah niat, apakah niat anda dalam memakan daging? jika dihubungkan dengan sila pertama, apakah memakan daging menyebabkan makhluk terbunuh? bukankah makhluk tersebut memang sudah mati ketika dimakan? dan tidak memakannya juga tidak akan menghidupkan kembali makhluk tersebut.

sulit sekali bahkan mustahil kita tidak memakan atau menggunakan apapun yang tidak berasal dari makhluk hidup. misalnya ketika kita memakai sepatu, dompet, tas, dslb, yang berbahan kulit itu adalah produk dari makhluk hidup. ketika anda naik kendaraan, bahan bakar yang digunakan juga berasal dari makhluk hidup, bahkan ketika anda makan sayur2an, pupuk yang digunakan sering kali juga berasal dari makhluk hidup. mungkin satu2nya cara yang paling aman adalah mati saja.

Ya benar. Tapi mengingat daging berasal dari makhluk hidup, mungkin serakah akan daging karmanya lebih berat karena lebih banyak daging kan artinya lebih banyak pembunuhan. Bukan begitu?

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #38 on: 20 December 2017, 03:06:47 PM »
sebuah diskusi yg sehat dan terpelajar tidak tiba2 mempertanyakan pencapaian lawan diskusi, apa hubungannya kesucian saya dengan topik yg dibahas ini?
maaf saya menganggap anda tidak layak untuk berdiskusi, jadi saya tidak akan menanggapi anda lebih jauh lagi

Ya setuju kalau bisa tetaplah pada topik sesuai dengan topik yang diciptakan di awal.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #39 on: 20 December 2017, 03:14:43 PM »
3.2 Nanda

Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berada di dekat Savatthi, di hutan Jeta, di Vihara Anathapindika. Pada saat itu Yang Ariya Nanda, saudara tiri Sang Bhagava, [2] putra bibi (dari pihak ibu) yang membesarkannya, memberitahukan sejumlah bhikkhu demikian: “Saya tidak puas menjalani kehidupan suci, sahabat-sahabat. Saya tidak dapat memikul kehidupan suci. Saya akan berhenti dari latihan ini dan kembali ke kehidupan rendah.” [3]

Kemudian seorang bhikkhu mendekati Sang Bhagava, bersujud, duduk di satu sisi dan berkata: “Yang Ariya Nanda, Bhante, saudara tiri Sang Bhagava, dari bibi yang membesarkan Nya, memberitahu sejumlah bhikkhu demikian : “Saya tidak puas menjalani kehidupan suci ….. saya akan berhenti dari latihan ini dan kembali ke kehidupan rendah.”

Kemudian Sang Bhagava berbicara kepada seorang bhikkhu: O, bhikkhu, atas namaku beritahukan bhikkhu Nanda, “Guru memanggilmu, sahabat Nanda.”

“Baiklah, Bhante,” jawab bhikkhu itu. Dia mendekati Yang Ariya Nanda dan berkata, “Guru memanggilmu, sahabat Nanda.”

“Baiklah, sahabat,” Yang Ariya Nanda menjawab, dan mendatangi Sang Bhagava, dia bersujud dan duduk di satu sisi. Sang Bhagava kemudian berkata kepadanya: “Apakah benar Nanda, bahwa kamu memberitahu sejumlah bhikkhu demikian: “Saya tidak puas menjalani kehidupan suci ….. saya akan kembali ke kehidupan rendah ?”

“Ya, Bhante.”

“Tetapi mengapa, Nanda, kamu tidak puas dengan menjalani kehidupan suci?”

“Ketika berangkat dari rumah, Bhante, seorang gadis Sakya yang tercantik di negeri ini, dengan rambutnya setengah tersisir, memandang saya dan berkata “Kembalilah segera, Tuan.” [4] Ketika mengingat kembali hal itu, Bhante, saya tidak puas menjalani kehidupan suci ….., saya tidak dapat memikul kehidupan suci. Saya akan berhenti dari latihan ini dan kembali ke kehidupan rendah.”

Kemudian Sang Bhagava memegang tangan Yang Ariya Nanda, dan persis seperti seorang laki-laki kuat yang menjulurkan tangannya yang lentur atau melenturkan tangannya yang terjulur, demikianlah mereka lenyap dari hutan Jeta dan muncul di antara para dewa di surga Tavatimsa. Pada saat itu, kira-kira 500 bidadari berkaki merah muda datang untuk melayani Sakka, penguasa para dewa. Dan Sang Bhagava berkata kepada Yang Ariya Nanda, “Apakah kamu melihat 500 bidadari yang berkaki merah muda itu?”

“Ya, Bhante.”

“Apa pendapatmu, Nanda, siapakah yang lebih cantik, lebih indah untuk dipandang, dan lebih menggiurkan – gadis Sakya yang tercantik di seluruh negeri atau 500 bidadari yang berkaki merah muda ini ?”

“Bhante, dibanding dengan 500 bidadari yang berkaki merah muda ini, gadis Sakya, yang tercantik di seluruh negeri itu, seperti seekor monyet betina buntung [5] yang hidung dan telinganya dipotong. Dia tidak masuk hitungan; dia tidak cukup berharga dibandingkan dengan para bidadari itu; sama sekali tidak dapat dibandingkan. Lima ratus bidadari ini jauh lebih cantik, jauh lebih indah untuk dipandang, dan jauh lebih menggiurkan.”

“Bergembiralah, Nanda, bergembiralah Nanda! Saya jamin kamu akan mendapatkan 500 bidadari berkaki merah muda.”

“Bhante, jika Sang Bhagava menjamin bahwa saya akan mendapatkan 500 bidadari berkaki merah muda ini, saya akan puas menjalani kehidupan suci dibawah bimbingan Sang Bhagava.”

Kemudian Sang Bhagava memegang tangan Yang Ariya Nanda ….. dan dengan demikian mereka lenyap dari antara para dewa di surga Tavatimsa dan muncul di hutan Jeta.

Para bhikkhu mendengar: “Dikatakan bahwa Yang Ariya Nanda, saudara tiri Sang Bhagava, putra bibi yang mengasuhnya, menjalani kehidupan suci demi para bidadari. Dikatakan bahwa Sang Bhagava telah menjamin bahwa dia akan mendapatkan 500 bidadari berkaki merah muda.”

Kemudian sahabat-sahabat bhikkhu dari Yang Ariya Nanda, berkeliling dengan menyebutnya “orang jaminan” dan “orang rendah”, dengan mengatakan: “Yang Ariya Nanda adalah orang jaminan! Yang Ariya Nanda adalah orang rendah! Dia menjalani hidup suci demi para bidadari! Dikatakan bahwa Sang Bhagava menjamin dia akan mendapat 500 bidadari berkaki merah muda!”

Maka Yang Ariya Nanda merasa terhina, malu, dan sedih karena sahabat-sahabatnya menyebutnya “orang jaminan” dan “orang rendah”. Dengan hidup menyendiri, menyepi, rajin,bersemangat dan penuh tekad, dia segera menyadari, bahkan di sini dan saat ini juga melalui pengetahuan langsungnya sendiri, tujuan kehidupan suci yang tiada bandingnya itu dimana putra keluarga baik-baik sudah pada tempatnya pergi dari keadaan berumah ke keadaan tidak berumah, dan setelah masuk, dia tinggal di dalamnya. Dan dia tahu: “Selesailah sudah kelahiran, telah dijalani kehidupan suci, telah dilakukan apa yang harus dilakukan, tidak akan ada keadaan seperti ini lagi.” Dan Yang Ariya Nanda menjadi salah seorang Arahat.

Kemudian, setelah malam semakin larut, seorang dewata yang tampan sekali menyinari seluruh hutan Jeta, mendekati Sang Bhagava, bersujud dan berdiri di satu sisi. Sementara berdiri di sana, Sang Dewata berkata kepada Sang Bhagava: “Yang Ariya Nanda, Bhante, saudara tiri Sang Bhagava, putra bibi yang mengasuh Nya, dengan melenyapkan noda-noda, telah menyadari di sini dan saat ini juga, pembebasan batin yang tanpa noda, dan pembebasan penuh kebijaksanaan, dan setelah masuk, dia tinggal di dalamnya”. Dalam batin Sang Bhagava pun muncul pengertian: “Nanda, dengan melenyapkan noda-noda, telah menyadari di sini dan saat ini juga, pembebasan batin yang tanpa noda, dan pembebasan penuh kebijaksanaan, dan setelah masuk, dia tinggal di dalamnya”.

Ketika malam itu telah berakhir, Yang Ariya Nanda mendekati Sang Bhagava, bersujud, duduk di satu sisi dan berkata kepada Sang Bhagava: “Bhante, mengenai jaminan Sang Bhagava bahwa saya akan mendapatkan 500 bidadari berkaki merah muda tersebut, saya membebaskan Sang Bhagava dari janji itu.”

“Tapi, Nanda, dengan memahami jalan pikiranmu melalui pikiranku, pada saat itu saya tahu: ‘Nanda telah menyadari di sini dan saat ini pembebasan batin yang tanpa noda dan pembebasan penuh kebijaksanaan’. Juga seorang dewata memberitahu saya: ‘Yang Ariya Nanda, Bhante, telah menyadari di sini dan saat ini pembebasan batin yang tanpa noda dan pembebasan penuh kebijaksanaan’. Nanda, ketika batinmu telah terbebas dari noda-noda tanpa kemelekatan, dengan demikian saya bebas dari janji itu.”

Kemudian karena menyadari pentingnya hal itu, Sang Bhagava pada saat itu mengungkapkan kotbah inspirasi ini:

Bhikkhu yang sudah melewati lumpur,
Menghancurkan duri nafsu indria,
Dan mencapai pemusnahan ketidaktahuan,
Tak lagi terganggu oleh kesenangan dan rasa sakit.

Hal seperti ini adalah wajar, Buddha sudah pernah melakukan nya kepada arya nanda, jadi tidak perlu heran dan terkejut

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #40 on: 20 December 2017, 03:34:06 PM »
Coba bilang larangan makan daging gajah, harimau, monyet, ular bukan ada ?

Salah satu sisi memberi kita kebebasan memakan daging, satu sisi ada batas nya satu sisi karena ada cause dan efect, satu sisi seperti kariniya metta sutta, brshma vihara parana dan ratana sutta seperti melarang makan daging

Dan semua ini penjabaran dari dhammacakkapavatana sutta" kenapa begini karena ada anicca, anata dan paticasamuda (cause and effect)

**UMAT AWAM**

Itu kan larangan untuk Sangha. Lalu apa pulak hubungan Nanda dengan makan daging? OOT
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #41 on: 20 December 2017, 03:36:47 PM »
Ya benar. Tapi mengingat daging berasal dari makhluk hidup, mungkin serakah akan daging karmanya lebih berat karena lebih banyak daging kan artinya lebih banyak pembunuhan. Bukan begitu?

Bagaimana membedakan mayat binatang ketabrak dengan korban digorok? Ada unsur apa yang membuat karma jadi lebih buruk di daging? 
Seandainya di restoran gue lagi ngidam cah kangkung, dan ada babi guling yang gue udah bosen, mana yang lebih buruk?
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #42 on: 20 December 2017, 03:47:16 PM »
**UMAT AWAM**

Itu kan larangan untuk Sangha. Lalu apa pulak hubungan Nanda dengan makan daging? OOT

Pada dasarnya umat awam bebas memakan daging, kemudian kita mencontoh tidak memakan yang di bunuh di ketahui, di dengar dan di peruntukan untuk kita, kemudian kita mencontoh juga larangan makan daging (gajah, harimau, monyet, ular), semakin kita mendalami metta dari kariniya metta sutta, brshma vihara parana mulai ad sedikit kikisan disana bagi yang menyadari nya,  seperti nanda bila di larang akan timbul keluh kesah seperti di buddhism tidak boleh makan daging dll, bila di biarkan kesadaran akan hal ini akan tumbuh dan berkembang sendiri setelah menyadari ada nya kejanggalan kejanggalan seperti puzzle setelah melangkah sangat jauh hal ini tentu nya tidak bermasalah lagi bagi umat yang telah berjalan jauh semuanya tentu tergantung pribadi masing masing yang memutuskan diri sendiri.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #43 on: 20 December 2017, 08:23:26 PM »
Ya benar. Tapi mengingat daging berasal dari makhluk hidup, mungkin serakah akan daging karmanya lebih berat karena lebih banyak daging kan artinya lebih banyak pembunuhan. Bukan begitu?

karma adalah niat, adalah di penjagal yang berniat membunuh, dan mungkin pihak2 lain yg terlibat langsung dalam pembunuhan itu. tapi si pemakan yang memakan hanya dengan niat untuk makan, tidak terlibat dalam pembunuhan itu. daging yg dimakan itu mungkin akan menambah keserakahannya, namun hal ini tidak berbeda dengan keserakahan terhadap non-daging.

Kutipan Sutta berikut ini mungkin dapat membantu pemahaman anda:


...
...
...
Bhante, sudilah Sang Bhagavā bersama dengan Saṅgha para bhikkhu menerima dana makanan dariku besok.”

Sang Bhagavā menerima dengan berdiam diri. Setelah memahami bahwa Sang Bhagavā telah menerima, Sīha bangkit dari duduknya, bersujud kepada Sang Bhagavā, mengelilingi Beliau dengan sisi kanannya menghadap Beliau, dan pergi. Kemudian Sīha berkata kepada seseorang: “Pergilah, engkau, temukan daging yang siap untuk dijual.”

Kemudian, ketika malam telah berlalu, Jenderal Sīha mempersiapkan berbagai jenis makanan baik di kediamannya, setelah itu ia memberitahukan waktunya kepada Sang Bhagavā: “Sudah waktunya, Bhante, makanan telah siap.”

Kemudian, pada pagi harinya, Sang Bhagavā merapikan jubah, membawa mangkuk dan jubahNya, pergi ke kediaman Sīha bersama dengan Saṅgha para bhikkhu, dan duduk di tempat yang dipersiapkan untuk Beliau. Pada saat itu sejumlah Nigaṇṭha [pergi] dari jalan ke jalan dan dari lapangan ke lapangan di Vesālī, mengibaskan lengan mereka dan berseru: “Hari ini Jenderal Sīha telah menyembelih seekor binatang gemuk untuk mempersiapkan makanan bagi Petapa Gotama! Petapa Gotama dengan sadar menggunakan makanan [yang diperoleh dari seekor binatang yang dibunuh] khusus untukNya, tindakan yang dilakukan karena Beliau.”

Kemudian seseorang mendatangi Jenderal Sīha dan membisikkan ke telinganya: “Tuan, engkau harus tahu bahwa sejumlah Nigaṇṭha [pergi] dari jalan ke jalan dan dari lapangan ke lapangan di Vesālī, mengibaskan lengan mereka dan berseru: ‘Hari ini Jenderal Sīha telah menyembelih seekor binatang gemuk untuk mempersiapkan makanan bagi Petapa Gotama! Petapa Gotama dengan sadar menggunakan makanan [yang diperoleh dari seekor binatang yang dibunuh] khusus untukNya, tindakan yang dilakukan karena Beliau.’”

“Cukup, teman. Sejak lama para mulia itu ingin mencemarkan reputasi Sang Buddha, Dhamma, dan Saṅgha. Mereka tidak akan pernah berhenti secara keliru menafsirkan Sang Bhagavā dengan apa yang tidak benar, tanpa dasar, yang salah, dan berlawanan dengan fakta, dan kami tidak akan pernah dengan sengaja membunuh makhluk hidup, bahkan demi hidup kami.”


https://suttacentral.net/id/an8.12

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #44 on: 21 December 2017, 12:40:56 AM »
Terima kasih atas kutipan Suttanya, cerita Sang Buddha dengan Jain. Saya juga pernah baca mengenai 3 syarat daging yg boleh dimakan, tapi mungkin itu peraturan untuk para bhikkhu.


karma adalah niat, adalah di penjagal yang berniat membunuh, dan mungkin pihak2 lain yg terlibat langsung dalam pembunuhan itu. tapi si pemakan yang memakan hanya dengan niat untuk makan, tidak terlibat dalam pembunuhan itu. daging yg dimakan itu mungkin akan menambah keserakahannya, namun hal ini tidak berbeda dengan keserakahan terhadap non-daging.



Jadi pendek kata, ia yang serakah makan daging hanya bertanggung jawab atas keserakahannya sendiri? Ia tidak bertanggung jawab atas kenaikan jumlah pembunuhan hewan yang disebabkan oleh keserakahannya, begitu?

Jika seseorang misalkan makan 1 piring nasi goreng ayam, terus setelah habis dia belum kenyang dia tambah lagi 1 piring nasi goreng ayam lagi. Apakah itu termasuk keserakahan? Terima kasih sekali lagi _/\_

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #45 on: 21 December 2017, 03:07:24 AM »
Terima kasih atas kutipan Suttanya, cerita Sang Buddha dengan Jain. Saya juga pernah baca mengenai 3 syarat daging yg boleh dimakan, tapi mungkin itu peraturan untuk para bhikkhu.



Jadi pendek kata, ia yang serakah makan daging hanya bertanggung jawab atas keserakahannya sendiri? Ia tidak bertanggung jawab atas kenaikan jumlah pembunuhan hewan yang disebabkan oleh keserakahannya, begitu?

Jika seseorang misalkan makan 1 piring nasi goreng ayam, terus setelah habis dia belum kenyang dia tambah lagi 1 piring nasi goreng ayam lagi. Apakah itu termasuk keserakahan? Terima kasih sekali lagi _/\_

Cerita dari raja pasenadi dari kosala sepertinya sangat jelas ada nya batasan makanan hingga tidak berlebihan dlm memakan makanan yang ada, dalam cerita tersebut tidak ada hubungan dgn keserakahan atau kama dst tapi lebih berhubungan dgn kesehatan

Harus disadari penerjemahan dari pali ke indonesia atau bahasa lain nya kadang ada perbaikan pada saat ini yang kita pelajari adalah seperti ini tapi pada masa depan mungkin bisa berubah menjadi lebih baik, lebih tepat atau perubahan yang dalam arti lebih kecil atau lebih luas lagi.

Dan hal tertentu seperti sila pertama dan sutta lain mungkin masih memiliki arti sama tapi mungkin perspektif bagi orang tertentu berubah sesuai perkembangan yang dialami.
« Last Edit: 21 December 2017, 03:32:26 AM by kullatiro »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #46 on: 21 December 2017, 03:48:33 AM »
Sila memang ada di ajarkan sang Buddha dalam sutta, panatipata adinadana, kamesu micachara, musavada, surameraya majapamadatana tapi terus terang tersusun seperti saat ini di namakan pancasila buddhis entah sejak kapan, tidak tahu pada saat jaman buddha ada adakah kita membaca pancasila seperti saat ini di hadapan Sang Buddha Gautama.

Pānātipātā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Adinnādānā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Kāmesu micchācāra veramani sikkhapadam samādiyāmi
Musāvāda veramani sikkhapadam samādiyāmi
Surāmeraya majjapamādatthānā veramani sikkhapadam samādiyāmi

Selain pancasila ada atthangasila dan dasasila
Pada masa lampau pada saat jaman Buddha ada dalam pertemuan dgn sang Buddha / puja bhakti dan memohon kepada beliau sang Buddha sebenarnya memohon yang mana dari pancasila, atthangga sila dan dasasila ini.

Kaniya mett sutta jelas ada latar belakang nya kenapa ada dan di ajarkan Sang Buddha, Ratana sutta jelas ada latar belakan nya di kota vesali di mana di bacakan sang Buddha

Pancasila di bacakan atau di ajarkan Sang Buddha seperti saat ini dimana, dan kapan?

Pānātipātā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Adinnādānā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Kāmesu micchācāra veramani sikkhapadam samādiyāmi
Musāvāda veramani sikkhapadam samādiyāmi
Surāmeraya majjapamādatthānā veramani sikkhapadam samādiyāmi
« Last Edit: 21 December 2017, 04:07:18 AM by kullatiro »

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #47 on: 21 December 2017, 09:32:26 AM »
Sila memang ada di ajarkan sang Buddha dalam sutta, panatipata adinadana, kamesu micachara, musavada, surameraya majapamadatana tapi terus terang tersusun seperti saat ini di namakan pancasila buddhis entah sejak kapan, tidak tahu pada saat jaman buddha ada adakah kita membaca pancasila seperti saat ini di hadapan Sang Buddha Gautama.

Pānātipātā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Adinnādānā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Kāmesu micchācāra veramani sikkhapadam samādiyāmi
Musāvāda veramani sikkhapadam samādiyāmi
Surāmeraya majjapamādatthānā veramani sikkhapadam samādiyāmi

Selain pancasila ada atthangasila dan dasasila
Pada masa lampau pada saat jaman Buddha ada dalam pertemuan dgn sang Buddha / puja bhakti dan memohon kepada beliau sang Buddha sebenarnya memohon yang mana dari pancasila, atthangga sila dan dasasila ini.

Kaniya mett sutta jelas ada latar belakang nya kenapa ada dan di ajarkan Sang Buddha, Ratana sutta jelas ada latar belakan nya di kota vesali di mana di bacakan sang Buddha

Pancasila di bacakan atau di ajarkan Sang Buddha seperti saat ini dimana, dan kapan?

Pānātipātā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Adinnādānā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Kāmesu micchācāra veramani sikkhapadam samādiyāmi
Musāvāda veramani sikkhapadam samādiyāmi
Surāmeraya majjapamādatthānā veramani sikkhapadam samādiyāmi

Terus apa hubungannya Pancasila dengan makan daging? OOT lagi.
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #48 on: 21 December 2017, 10:08:07 AM »
Pancasila untuk umat awam, atthangga sila untuk upasaka, dasasila untuk samanera  dari sini sila terlihat berubah dari untuk umat awam ke samanera terlihat bertambah dan mengadopsi bagian sila lain

Sebenar nya ini semua adalah bagian kecil dari sila, ketika ketika kita belajar dhamma sila(dalam hal ini moralitas/ aturan moralitas) seperti sigalavada sutta secara halus sila kita bertambah seiring pengetahuan dan pencerapan " sigalavada sutta" juga sutta lain nya

Tidak ada sutta yang menyatakan langsung Sang Buddha menyatakan syair atau sutta ini

Pānātipātā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Adinnādānā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Kāmesu micchācāra veramani sikkhapadam samādiyāmi
Musāvāda veramani sikkhapadam samādiyāmi
Surāmeraya majjapamādatthānā veramani sikkhapadam samādiyāmi

Tidak ada, ini adalah penyarian ajaran sang Buddha, buatan ( abhidhamma)
« Last Edit: 21 December 2017, 10:11:33 AM by kullatiro »

Offline Pratama Sikkha

  • Teman
  • **
  • Posts: 56
  • Reputasi: 4
  • cemungud!!
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #49 on: 21 December 2017, 12:38:17 PM »
Pancasila untuk umat awam, atthangga sila untuk upasaka, dasasila untuk samanera  dari sini sila terlihat berubah dari untuk umat awam ke samanera terlihat bertambah dan mengadopsi bagian sila lain

Sebenar nya ini semua adalah bagian kecil dari sila, ketika ketika kita belajar dhamma sila(dalam hal ini moralitas/ aturan moralitas) seperti sigalavada sutta secara halus sila kita bertambah seiring pengetahuan dan pencerapan " sigalavada sutta" juga sutta lain nya

Tidak ada sutta yang menyatakan langsung Sang Buddha menyatakan syair atau sutta ini

Pānātipātā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Adinnādānā veramani sikkhapadam samādiyāmi
Kāmesu micchācāra veramani sikkhapadam samādiyāmi
Musāvāda veramani sikkhapadam samādiyāmi
Surāmeraya majjapamādatthānā veramani sikkhapadam samādiyāmi

Tidak ada, ini adalah penyarian ajaran sang Buddha, buatan ( abhidhamma)

apakah kl buddha tidak menyebutkan letterleg (persis spt itu), lalu berarti buddha tidak mengajarkan 5 latihan moralitas itu?

dlm bbrp sutta, jelas buddha menyebutkan 5 latihan moralitas itu unt dijalankan bagi perumah tangga


Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #50 on: 21 December 2017, 12:56:35 PM »
apakah kl buddha tidak menyebutkan letterleg (persis spt itu), lalu berarti buddha tidak mengajarkan 5 latihan moralitas itu?

dlm bbrp sutta, jelas buddha menyebutkan 5 latihan moralitas itu unt dijalankan bagi perumah tangga



Benar pada awalnya sangat membantu tapi bila kita berjalan dan mengalami kita ada persamaan dan pertentangan dalam kasus makan daging ini misalnya bila kita bicara pesan moralitas dalam sigalavada sutta, kariniya metta sutta dan ratanna sutta juga mengandung pesan moralitas yang juga bisa di adopsi menjadi sila bagi orang tapi pannatipata dalam pancasila dan doktrin lain mengecilkan dan menghilangkan pesan moralitas atau sila dalam kariniya metta sutta dan Ratanna sutta yang seharus muncul dan ada dan bisa di adopsi, karena pancasila seolah olah menjadi seutuh nya keseluruhan sila yang ada.
« Last Edit: 21 December 2017, 01:01:03 PM by kullatiro »

Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #51 on: 21 December 2017, 01:10:50 PM »
tisarana + 5 sila dalam AN 8.39 di katakan sbg "delapan arus jasa"  makanan kebahagiaan—surgawi, matang dalam kebahagiaan, mengarah menuju surga—yang mengarah pada apa yang diinginkan, disukai, dan menyenangkan, pada kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang.

5 sila juga digambarkan disana sbg dana pemberian yg berharga dan tak bisa dibantah oleh mereka yg bijaksana.

saya bisa sepakat bahwa mungkin bentuk pelafalan janji komitmen oleh umat awam ini mungkin belum umum dilakukan pada masa itu..namun point2 di dalamnya merupakan hal yg terpuji dan diajarkan oleh Buddha sendiri bukan merupakan tambahan kemudian. sesuatu yg oleh mereka yg bijaksana takkan perlu untuk dicela
kenapa pula harus kita hentikan



 

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #52 on: 21 December 2017, 01:22:24 PM »
tisarana + 5 sila dalam AN 8.39 di katakan sbg "delapan arus jasa"  makanan kebahagiaan—surgawi, matang dalam kebahagiaan, mengarah menuju surga—yang mengarah pada apa yang diinginkan, disukai, dan menyenangkan, pada kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang.

5 sila juga digambarkan disana sbg dana pemberian yg berharga dan tak bisa dibantah oleh mereka yg bijaksana.

saya bisa sepakat bahwa mungkin bentuk pelafalan janji komitmen oleh umat awam ini mungkin belum umum dilakukan pada masa itu..namun point2 di dalamnya merupakan hal yg terpuji dan diajarkan oleh Buddha sendiri bukan merupakan tambahan kemudian. sesuatu yg oleh mereka yg bijaksana takkan perlu untuk dicela
kenapa pula harus kita hentikan



 

Seperti wa kata kan pada awal nya pancasila sangat sangat sangat membantu karena ini telah di sarikan dari ajaran Buddha dan ini ada dalam ajaran Sang Buddha dalam Sutta, tapi banyak yang berpikir ini adalah seutuh nya keseluruhan dari Sila, hingga kemunculan pesan moralitas (sila) lain tertekan dan tertindas oleh  keberadaan" Pancasila Buddhis" ini, seharusnya kita mengetahu sila bukan hanya "Pancasila Buddhis" ini saja

Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #53 on: 21 December 2017, 01:28:42 PM »
 _/\_agree..tp minimal itu dulu jalankan ..nanti seiring perkembangan bathin secara natural akan tertarik untuk mengembangkan moralitas ke arah lbh baik dan lebih halus lagi..

bagi banyak org 5 itu saja sudah sulit luar biasa..dan bayangkan betapa dunia akan jadi tempat yg jauuuh lbh baik bila semua manusia bisa jalankan 5 sila itu saja.

setiap org punya kondisi start dan tingkat kekotoran bathin masing-masing...beberapa mungkin hanya punya sedikit debu di mata..yg lain punya tantangan lbh besar..

bagi mereka yg kedua ini, minimal bisa jaga 5 sila saja sudah luar biasa..

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #54 on: 21 December 2017, 01:40:06 PM »
_/\_agree..tp minimal itu dulu jalankan ..nanti seiring perkembangan bathin secara natural akan tertarik untuk mengembangkan moralitas ke arah lbh baik dan lebih halus lagi..

bagi banyak org 5 itu saja sudah sulit luar biasa..dan bayangkan betapa dunia akan jadi tempat yg jauuuh lbh baik bila semua manusia bisa jalankan 5 sila itu saja.

setiap org punya kondisi start dan tingkat kekotoran bathin masing-masing...beberapa mungkin hanya punya sedikit debu di mata..yg lain punya tantangan lbh besar..

bagi mereka yg kedua ini, minimal bisa jaga 5 sila saja sudah luar biasa..

Theravada sebenarnya memberikan free choice kepada penganutnya mau makan daging boleh, mau vegetarian boleh, mau less meat juga boleh terserah tergantung perjalanan dan pengalaman masing masing individu, saat ini wa mendukung less meat entah waktu kapan mungkin berubah lagi.

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #55 on: 21 December 2017, 01:44:05 PM »
Saya rasa diskusi ini sudah melebar,... Dari tidak makan daging  atau makan daging dengan aturan sila yang ada,...
Makan daging atau tidak makan daging ini adalah pilihan hidup,... Sedangkan sila adalah latihan moralitas kita dalam kehidupan.
Bila seseorang memilih tidak makan daging karena alasan sila khususnya sila pertama silakan karena ini masih dalam ruang lingkup latihannya... Tetapi bila sila di jadikan alasan bahwa makan daging salah dan melanggar sila,... Maka ini akan jadi bahasan yang lain lagi karena sesungguhnya makan hanya sekedar makan. Sedangkan sila adalah latihan moralitas dan dampaknya lebih ke pribadi masing masing apakah dia makin banyak keserakahan nya atau makin kurang,... Dan ini lebih ke latihan sila attasila khusus nya sila ke enam,... Sebab mau makan daging atau sayur atau buah ini semua sama kita pedoman makan nya buat apa nafsu atau cuma sekedar menghilangkan rasa sakit ( lapar)...
Banyak yang kita bisa lakukan untuk menjalankan sila yang kita bahas ini. Kita mau berlatih bagaimana? Apakah seperti bhikkhu makan sedapatnya,... Atau mau masak sendiri sesuai yang kita mau,... Atau mau beli jadi yang ada di rumah makan,... Balik lagi sila di jalankan harus sesuai dengan jm8 karena ini lah jalan nya. Bila kita tidak makan daging lalu akhirnya kita merasa benar dan kemudian yang makan daging kita bilang salah apa yang terjadi kebencian timbul ini jelas sudah di luar jm8. Jadi dalam mencari sesuatu kita harus jelas dan tau sampai mana batas akhirnya. Sebab bila lebih dari batas akhir maka itu keluar jalur.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline Pratama Sikkha

  • Teman
  • **
  • Posts: 56
  • Reputasi: 4
  • cemungud!!
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #56 on: 21 December 2017, 01:45:03 PM »
Seperti wa kata kan pada awal nya pancasila sangat sangat sangat membantu karena ini telah di sarikan dari ajaran Buddha dan ini ada dalam ajaran Sang Buddha dalam Sutta, tapi banyak yang berpikir ini adalah seutuh nya keseluruhan dari Sila, hingga kemunculan pesan moralitas (sila) lain tertekan dan tertindas oleh  keberadaan" Pancasila Buddhis" ini, seharusnya kita mengetahu sila bukan hanya "Pancasila Buddhis" ini saja
sila lainnya emangnya apa?
apakah tidak terkandung dlm 5 sila itu?

bukankah pemahaman akan suatu moralitas itu adalah sesuai dg kebijaksanaan yg dimiliki?
perbedaan kebijaksanaan akan menghasilkan perbedaan pemahaman dr (bahkan) 5 sutta, dan tentu saja akan menghasilkan lebih jauh berupa perbedaan aplikasi di keseharian

jadi, tidak pada tempatnya memandang 5 latihan sila sbg hal yg menekan  keberadaan sila lain
krn pemahaman moralitas yg tinggi, dihasilkan dari aplikasi sila yg basic, ditambah dg pembelajaran (pengetahuan)

Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #57 on: 21 December 2017, 01:45:56 PM »
 _/\_ sadhu...

sepakat pak...yg penting kembali apakah itu membuat kekotoran bathin berkurang dan menambah kebaikan..

jika less meat membawa kebaikan dalam kemajuan perkembangan bathin , then go ahead...

jika dirasa makan daging tidak menghambat , maka mau makan pun tak masalah..toh ketika kemudian di masa mendatang dirasa jd hambatan maka anda bisa berenti kapan saja

yang penting adalah fokus pada efeknya kepada kemajuan bathin..perlu kejujuran dalam menilai ini..

masalahnya, mengkritisi praktik org lain mudah..tp jujur terhadap bathin kita sendiri sulit...

Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #58 on: 21 December 2017, 01:48:48 PM »
sila lainnya emangnya apa?
apakah tidak terkandung dlm 5 sila itu?

bukankah pemahaman akan suatu moralitas itu adalah sesuai dg kebijaksanaan yg dimiliki?
perbedaan kebijaksanaan akan menghasilkan perbedaan pemahaman dr (bahkan) 5 sutta, dan tentu saja akan menghasilkan lebih jauh berupa perbedaan aplikasi di keseharian

jadi, tidak pada tempatnya memandang 5 latihan sila sbg hal yg menekan  keberadaan sila lain
krn pemahaman moralitas yg tinggi, dihasilkan dari aplikasi sila yg basic, ditambah dg pembelajaran (pengetahuan)

betul ..pancasila buddhist sbg basic, titik tolak awal...nanti secara alami akan berkembang kepada aspek moralitas lain..terutama indriya samvara sila..ini latihan sila yg akan mengarah pada konsentrasi / samadhi

Offline Pratama Sikkha

  • Teman
  • **
  • Posts: 56
  • Reputasi: 4
  • cemungud!!
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #59 on: 21 December 2017, 01:53:07 PM »
demikian juga berkaitan dg topik ini , makan daging dan sila pertama
awalnya, mereka yg praktek sila pertama, akan menjalankan menjauhi / menghindari pembunuhan mahluk yg besar, kasat mata spt membunuh manusia

sejalan praktek, akan berlanjut menghindari tepok nyamuk

lebih jauh lagi, bahkan dalm melangkah, akan mulai melihat dimana kaki memijak, menghindari semut

dan spt kata p adiyansah, praktek itu bertahap
dg tahapan yg dilakukan disertai pemahaman benar, mungkin saja akan sampai pada menghindari makan daging, tp sekali lagi, disertai PANDANGAN BENAR

kl menjadi vege dg alasan bhw spy tidak ikut membunuh, lakukan dg totalitas dilakukan, jgn setengah2,,
jangan minum air PAM, krn asal tau saja, air pam adalah air tampungan dr sumber air dan air hujan, dikelola dg chemical unt membunuh buanyaaakk mahluk2 air, yg tak kasat mata sampai kasat mata,
dalam proses penyaluran / distribusi ke pelanggan, melalui pipa2 di mana hidup beribu mahluk lain kasat maupun tak kasat mata, yg karena aliran itu, bisa saja mati
sampai di rumah tangga, masih disaring di mulut kran dg karbon (tidak smua pakai, tp ini sdh bnyk promosinya) dan kmd direbus unt air minum

apa bedanya makan BANGKAI daging dg makan BANGKAI mahluk2 yg terikut di dlm air yg kita minum sehari2

jadi, kl mau  bilang krn metta harusnya tidak makan daging, itu bagus, tp lakukan dg totalitas
KARENA METTA JANGAN MINUM AIR

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #60 on: 21 December 2017, 01:59:54 PM »
demikian juga berkaitan dg topik ini , makan daging dan sila pertama
awalnya, mereka yg praktek sila pertama, akan menjalankan menjauhi / menghindari pembunuhan mahluk yg besar, kasat mata spt membunuh manusia

sejalan praktek, akan berlanjut menghindari tepok nyamuk

lebih jauh lagi, bahkan dalm melangkah, akan mulai melihat dimana kaki memijak, menghindari semut

dan spt kata p adiyansah, praktek itu bertahap
dg tahapan yg dilakukan disertai pemahaman benar, mungkin saja akan sampai pada menghindari makan daging, tp sekali lagi, disertai PANDANGAN BENAR

kl menjadi vege dg alasan bhw spy tidak ikut membunuh, lakukan dg totalitas dilakukan, jgn setengah2,,
jangan minum air PAM, krn asal tau saja, air pam adalah air tampungan dr sumber air dan air hujan, dikelola dg chemical unt membunuh buanyaaakk mahluk2 air, yg tak kasat mata sampai kasat mata,
dalam proses penyaluran / distribusi ke pelanggan, melalui pipa2 di mana hidup beribu mahluk lain kasat maupun tak kasat mata, yg karena aliran itu, bisa saja mati
sampai di rumah tangga, masih disaring di mulut kran dg karbon (tidak smua pakai, tp ini sdh bnyk promosinya) dan kmd direbus unt air minum

apa bedanya makan BANGKAI daging dg makan BANGKAI mahluk2 yg terikut di dlm air yg kita minum sehari2

jadi, kl mau  bilang krn metta harusnya tidak makan daging, itu bagus, tp lakukan dg totalitas
KARENA METTA JANGAN MINUM AIR

Bukan nya saat ini kebanyakan rumah  tangga dan kantor kantor minum air galon dan bukan air pam lagi (bercanda yah)
« Last Edit: 21 December 2017, 02:02:51 PM by kullatiro »

Offline Pratama Sikkha

  • Teman
  • **
  • Posts: 56
  • Reputasi: 4
  • cemungud!!
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #61 on: 21 December 2017, 02:41:25 PM »
air galon, adalah (promosinya) air sumber dari (pegunungan)
air itu juga melalui proses penyulingan dan filterisasi
idem juga, krn selama proses distribusi air gunung ke pabrik, proses  penyulingan dan filterisasi, mustahil ga ada mahluk yg mati
kmd,
dimasukkan ke dalam galon2, yg promosinya sdh dibersihkan
apakah proses pembuatan galon tsb tidak menyebabkan mahluk2 mati?
apakah stlh jadi bentuk galon, kmd dlm proses pembersihan shg layak diisi air (katanya air mineral atau penyulingan dll dll bnyk istilah yg dipakai), apakah tidak ada mahluk yg mati?

sama toh?

jadi, kl berpendapat krn anda beli daging (bangkai), dan itu mengakibatkan pembunuhan dan meningkatkan pembunuhan

maka,

setiap anda beli air galon/air mineral botol/gelas/atau apapun kemasannya, anda juga mengakibatkan pembunuhan dan meningkatkan pembunuhan

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #62 on: 21 December 2017, 03:30:39 PM »
Tidaklah mudah menjadi vegetarian, bila dia memilih vege karena metta berarti ada sesuatu yang tumbuh dari parktek metta nya daripada tidak terasa apapun atau tidak tumbuh kesadaran apapun, dlm prakteknya pasti akan ada hujan angin dan badai ini biasa.

Kakap perempuan wa vege bertahun tahun tapi satu ketika operasi habis operasi luka nya tidak sembuh sembuh sudah makan obat antibiotik ini itu akhirnya vege nya di lepas makan daging, bukan nya tidak bisa makan daging cuma bau amis dan darahnya tidak tahan katanya yah wa pikir maklum yah sudah bertahun tahun makan vege sekarang tiba tiba mesti makan daging seperti itu telan nya susah katanya gede dan tekstur nya kasar dalam hati wa iyalah makan ayam goreng sepererti hal tersebut, ini adalah pengalaman baru bagi nya setelah tidak makan daging bertahun tahun.


Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #63 on: 21 December 2017, 04:36:08 PM »
Terima kasih atas kutipan Suttanya, cerita Sang Buddha dengan Jain. Saya juga pernah baca mengenai 3 syarat daging yg boleh dimakan, tapi mungkin itu peraturan untuk para bhikkhu.



Jadi pendek kata, ia yang serakah makan daging hanya bertanggung jawab atas keserakahannya sendiri? Ia tidak bertanggung jawab atas kenaikan jumlah pembunuhan hewan yang disebabkan oleh keserakahannya, begitu?

Jika seseorang misalkan makan 1 piring nasi goreng ayam, terus setelah habis dia belum kenyang dia tambah lagi 1 piring nasi goreng ayam lagi. Apakah itu termasuk keserakahan? Terima kasih sekali lagi _/\_

tanggung jawab kenaikan jumlah pembunuhan tidak dapat dibebankan pada pemakan daging, jika mau jujur, kaum pemakan daging tidak menyebabkan lebih banyak pembunuhan daripada pemakan rumput. anda bisa melakukan hitung2an, brp banyak binatang yg tewas karena pembukaan lahan pertanian, apalagi pembukaan lahan yg dilakukan dengan cara membakar hutan. kemudian brp banyak pembantaian hama tanaman demi agar pertanian bebas dari hama, dst, dst.

soal makan double porsi ini tidak bisa dijadikan indikator keserakahan. seseorang yg makan ayam double belum tentu lebih serakah daripada orang yang makan hanya sepotong. kecukupan makanan berbeda-beda untuk tiap-tiap individu.

Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #64 on: 21 December 2017, 04:56:42 PM »
 :)sepakat...

attitude bathin nya yg lbh penting..melatih diri mudah merasa puas, makan hanya sbg sarana agar tubuh dapat menunjang praktik latihan ...

ketika makan, sadari "dimana" bathin berada - apakah sdg berkelana ke masa lalu , kemasa depan? atau memang sedang hadir scr utuh di sini

ketika makanan menyentuh lidah dan terasa enak ( mau daging atau sayuran), bagaimana reaksi bathin kita? adakah keterttarikan di sana, ada perasaan ingin terus nikmat? lalu bagaimana merespons itu...

jika terasa tak enak..bagimana reaksi bathin kita? bagimana kita merespons reaksi bathin tersebut?

dgn demikian kita mengkondisikan bathin untuk bs merespons fenomena scr lbh baik..

dimulai dari yg sederhana spt mengunyah makanan  _/\_

Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #65 on: 21 December 2017, 05:13:45 PM »
 :)  jika anda memiliki metta yg besar..good..prinsipnya tetap anda makan semata hanya agar tubuh bisa menunjang latihan

ketika mengunyah makanan, sadari bahwa di tiap sendok nasi yg anda makan ada mahluk yg terkorbankan di sana hanya agar anda bisa makan, spt di sampaikan dgn baik oleh teman2 disini, air putih aja mengorbankan banyak nyawa..jadi jangan sia siakan pengorbanan itu..anda harus nya lebih mindful saat makan, kl bathin buyar ke sana kemari saat makan , kan seolah tak hargai mereka yg terkorbankan itu...tapi perlu jg sadari kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari adanya korban, mau 100% takkan bisa..inilah realitas kehidupan..inilah dukkha..tak ada yg sempurna..tak bisa perfect memuaskan

jika persentuhan dgn daging menimbulkan reaksi bathin spt mual, tak tega dsb..good..tinggal stop saja..tapi anda stop sbg respons dr reaksi bathin anda..jika org lain tak memiliki respons bathin spt anda, let it be..tiap org memiliki kondisi berbeda..hanya jaga saja jgn sampai muncul kemudian menghakimi org lain, kok dia makan daging ya..atau " saya better dr dia"..ini jd percuma jg

apapun pilihan kita , daging or less meat..jadikan itu sbg pintu latihan

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #66 on: 22 December 2017, 02:35:07 PM »
tanggung jawab kenaikan jumlah pembunuhan tidak dapat dibebankan pada pemakan daging, jika mau jujur, kaum pemakan daging tidak menyebabkan lebih banyak pembunuhan daripada pemakan rumput. anda bisa melakukan hitung2an, brp banyak binatang yg tewas karena pembukaan lahan pertanian, apalagi pembukaan lahan yg dilakukan dengan cara membakar hutan. kemudian brp banyak pembantaian hama tanaman demi agar pertanian bebas dari hama, dst, dst.

soal makan double porsi ini tidak bisa dijadikan indikator keserakahan. seseorang yg makan ayam double belum tentu lebih serakah daripada orang yang makan hanya sepotong. kecukupan makanan berbeda-beda untuk tiap-tiap individu.

Sudah banyak studi membuktikan pemakan daging melibatkan pembunuhan jauh lebih besar drpd pemakan sayur, karna hewan2 ternak itu juga makan sayur yg juga melibatkan pembunuhan, namun saya tidak mau membahas ke sana.

Mungkin pertanyaan saya yang kurang jelas.
Yang saya maksudkan disini bukan kematian hama2 dan serangga kecil namun kematian hewan2 ternak yang khusus diambil dagingnya.

Saya copy lagi pertanyaan saya:
Jadi pendek kata, ia yang serakah makan daging hanya bertanggung jawab atas keserakahannya sendiri? Ia tidak bertanggung jawab atas kenaikan jumlah pembunuhan hewan ternak yang disebabkan oleh keserakahannya, begitu?



Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #67 on: 22 December 2017, 03:07:35 PM »
Sudah banyak studi membuktikan pemakan daging melibatkan pembunuhan jauh lebih besar drpd pemakan sayur, karna hewan2 ternak itu juga makan sayur yg juga melibatkan pembunuhan, namun saya tidak mau membahas ke sana.

Mungkin pertanyaan saya yang kurang jelas.
Yang saya maksudkan disini bukan kematian hama2 dan serangga kecil namun kematian hewan2 ternak yang khusus diambil dagingnya.

Saya copy lagi pertanyaan saya:
Jadi pendek kata, ia yang serakah makan daging hanya bertanggung jawab atas keserakahannya sendiri? Ia tidak bertanggung jawab atas kenaikan jumlah pembunuhan hewan ternak yang disebabkan oleh keserakahannya, begitu?

Tergantung bertanya kepada siapa ,pak...

menurut Jainisme ( aliran samana yg sejaman dgn Buddhisme dan masih exist di India hingga kini)..pemakan daging bertanggung jawab atas kenaikan pembunuhan itu, karena menurut Jainisme - jika tak ada org yg makan daging , maka tak ada pasar daging...tak ada pasar daging , maka tak ada ternak di bunuh

 Tirukkuṛaḷ : "If the world did not purchase and consume meat, no one would slaughter and offer meat for sale"

tapi Buddhisme memiliki pendapat berbeda soal ini..setidaknya yg bisa kita telusuri kedalam Tipitaka, tak pernah ada kewajiban atau aturan larangan makan daging..kecuali mungkin bapak bisa berikan disini referensi sutta nya yg tegas melarang makan daging

ketika Buddhisme masuk ke China, mereka beradaptasi dengan kebudayaan dan kepercayaan setempat..praktik vegetarian menjadi dominan pada kantong-kantong buddhisme yg berasal dari china ini, spt di jepang -korea-vietnam dsb


Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #68 on: 22 December 2017, 03:11:58 PM »
jadi ketika kita bicara tentang karma, kita perlu paham bahwa sejak jaman dahulu kala India Kuno sudah mengenal konsep ini - hanya masing2 memaknai scr berbeda.

Brahmanisme punya konsep karma sendiri, jainisme juga punya konsep karma , dan Buddhisme memiliki pandangannya sendiri

dan amat menarik sekali bahwa kemudian di jaman kini, argumen / konsep jainisme ini kemudian di angka dan dipakai untuk "menerjemahkan" konsep karma buddhist  :)

not all glitters is gold...meleset sedikit, udah beda lagi spektrumnya itu


Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #69 on: 22 December 2017, 03:20:28 PM »
apakah saya mendukung vegetarianism..YA !.. menurut saya its a good and noble thing to do .. jika itu dilakukan karena bathin yang scr spontan memancarkan metta yg besar sehingga kemudian berupaya untuk mengurangi pembunuhan , itu satu hal baik

tapi kemudian menjadikan itu sbg standard kepada org lain yg memiliki kondisi bathin berbeda, dan dengan argumen jainisme untuk meyakinkan bahwa itu yang diajarkan Buddha..ini cuma lepas dr satu jeratan, masuk ke jeratan lain...

siapapun yg membaca tulisan ini, jika anda vegetarian, ITS VERY GOOD , and I Support you for it..tp jangan berhenti di sana, maju terus...bathin anda sudah condong pada moralitas yg mengarah pada konsentrasi...lanjut ke sana, jgn cm berehenti pada jd vegetarian.


Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #70 on: 22 December 2017, 04:23:06 PM »
Sudah banyak studi membuktikan pemakan daging melibatkan pembunuhan jauh lebih besar drpd pemakan sayur, karna hewan2 ternak itu juga makan sayur yg juga melibatkan pembunuhan, namun saya tidak mau membahas ke sana.

Mungkin pertanyaan saya yang kurang jelas.
Yang saya maksudkan disini bukan kematian hama2 dan serangga kecil namun kematian hewan2 ternak yang khusus diambil dagingnya.

Saya copy lagi pertanyaan saya:
Jadi pendek kata, ia yang serakah makan daging hanya bertanggung jawab atas keserakahannya sendiri? Ia tidak bertanggung jawab atas kenaikan jumlah pembunuhan hewan ternak yang disebabkan oleh keserakahannya, begitu?



tidak begitu, tentu saja pembunuhan ayam memang disebabkan oleh adanya konsumsi ayam, tapi ini adalah pengukuran yang tidak adil. dan kalau mau jujur, ayam itu bahkan memang tidak ada jika tidak ada yg mengkonsumsi.

di sini berlaku hukum ekonomi demand and supply, tapi dengan berkurangnya anda seorang tidak akan menurunkan jumlah demand secara ekonomi itu, anda perlu melakukan mogok makan daging secara massal baru bisa mengurangi demand itu.

Dan makan daging juga tidak melulu disebabkan oleh keserakahan, beberapa wilayah di dunia ini memakan daging lebih karena kebutuhan daripada keserakahan.
« Last Edit: 22 December 2017, 04:26:08 PM by Indra »

Offline adiyanshah

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #71 on: 22 December 2017, 04:34:26 PM »
 :) dan tepat itu yang para jainis ingin lakukan ..mogok/ berhenti konsumsi scr massal sehingga tak ada demand..tak ada demand, maka tak ada pasar...


Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #72 on: 22 December 2017, 07:44:58 PM »
tidak begitu, tentu saja pembunuhan ayam memang disebabkan oleh adanya konsumsi ayam, tapi ini adalah pengukuran yang tidak adil. dan kalau mau jujur, ayam itu bahkan memang tidak ada jika tidak ada yg mengkonsumsi.

di sini berlaku hukum ekonomi demand and supply, tapi dengan berkurangnya anda seorang tidak akan menurunkan jumlah demand secara ekonomi itu, anda perlu melakukan mogok makan daging secara massal baru bisa mengurangi demand itu.

Dan makan daging juga tidak melulu disebabkan oleh keserakahan, beberapa wilayah di dunia ini memakan daging lebih karena kebutuhan daripada keserakahan.

Mungkin di post yg lain sy bs menjabarkan lebih luas pemakan daging memang melibatkan pembunuhan lebih banyak, walaupun 1 org, tp mgkn tidak di Post ini.

Bagaimana dengan keserakahan akan daging yg datangnya dr sumber yg berbeda.

Pertanyaannya:
Burukan mana antara serakah makan daging yg datang dr peternakan hewan yg kejam dengan serakah akan daging yg datangnya dr hewan yg hidupnya relatif bahagia di alam bebas.

Sama2 serakah bedanya daging yg pertama datang dr hewan yg idupnya menderita (peternakan modern yg kejam) dan daging kedua datang dr hewan yg idup bahagia di alam bebas, burukan mana?

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #73 on: 22 December 2017, 09:08:24 PM »
Memberi pertanyaan yang salah maka akan mendapat jawaban yang salah juga.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline Pratama Sikkha

  • Teman
  • **
  • Posts: 56
  • Reputasi: 4
  • cemungud!!
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #74 on: 22 December 2017, 10:17:14 PM »
Mungkin di post yg lain sy bs menjabarkan lebih luas pemakan daging memang melibatkan pembunuhan lebih banyak, walaupun 1 org, tp mgkn tidak di Post ini.

Bagaimana dengan keserakahan akan daging yg datangnya dr sumber yg berbeda.

Pertanyaannya:
Burukan mana antara serakah makan daging yg datang dr peternakan hewan yg kejam dengan serakah akan daging yg datangnya dr hewan yg hidupnya relatif bahagia di alam bebas.

Sama2 serakah bedanya daging yg pertama datang dr hewan yg idupnya menderita (peternakan modern yg kejam) dan daging kedua datang dr hewan yg idup bahagia di alam bebas, burukan mana?
kok yakin kalau hewan yg idup di alam bebas = bahagia?
sedangkan yg idup di peternakan = menderita?

bukankah masing2 kondisi berbeda plus minusnya?

Offline D1C1

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 127
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Makan daging dan sila pertama
« Reply #75 on: 24 December 2017, 11:07:30 PM »
Mungkin di post yg lain sy bs menjabarkan lebih luas pemakan daging memang melibatkan pembunuhan lebih banyak, walaupun 1 org, tp mgkn tidak di Post ini.

Bagaimana dengan keserakahan akan daging yg datangnya dr sumber yg berbeda.

Pertanyaannya:
Burukan mana antara serakah makan daging yg datang dr peternakan hewan yg kejam dengan serakah akan daging yg datangnya dr hewan yg hidupnya relatif bahagia di alam bebas.

Sama2 serakah bedanya daging yg pertama datang dr hewan yg idupnya menderita (peternakan modern yg kejam) dan daging kedua datang dr hewan yg idup bahagia di alam bebas, burukan mana?

mungkin ada yang mau berbagi?