Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Buku "Jalur Nibbana"  (Read 4337 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #15 on: 28 November 2017, 09:09:56 AM »
seorang penulis harus bisa mempertanggungjawabkan tulisannya, akan sulit meminta pertanggungjawaban dari orang tak bernama
Tentu saja saya tahu "penerbit dan penulis", penulis ibaratnya orang yang mau melamar kerja kepada si penerbit. Segitu saja.
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #16 on: 28 November 2017, 09:12:02 AM »
Dibaca jg harus tau itu bener kaga, kalau menyesatkan atau membuat tambah pusing bagi yang baca nanti mending ga usah di post.
Siapa yang tidak setuju.
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #17 on: 28 November 2017, 09:30:40 AM »
Siapa yang tidak setuju.
Apa isi nya boleh di debat?
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #18 on: 28 November 2017, 09:59:39 AM »
Apa isi nya boleh di debat?
Tidak adakah di sini yang dapat membedakan debat dan diskusi? Mungkin ada yang bisa menjelaskan perbedaannya.
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #19 on: 28 November 2017, 10:12:47 AM »
Tidak adakah di sini yang dapat membedakan debat dan diskusi? Mungkin ada yang bisa menjelaskan perbedaannya.
Kamu bisa bedakan gak?
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #20 on: 28 November 2017, 10:14:26 AM »
Kamu bisa bedakan gak?
Jika diminta jelaskan, saya jelaskan, Jika tidak, ya tidak.
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #21 on: 28 November 2017, 10:17:46 AM »
Jika diminta jelaskan, saya jelaskan, Jika tidak, ya tidak.
Kalau kamu mengerti dan merasa orang lain ga ngerti, seharusnya bisa dengan sendirinya menjelaskan tanpa diminta, bukan?
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #22 on: 28 November 2017, 10:21:51 AM »
Kalau kamu mengerti dan merasa orang lain ga ngerti, seharusnya bisa dengan sendirinya menjelaskan tanpa diminta, bukan?
walaupun orang lain mengerti; walaupun orang lain tidak mengerti, saya hanya menjelaskan jika diminta.
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #23 on: 28 November 2017, 10:22:39 AM »
walaupun orang lain mengerti; walaupun orang lain tidak mengerti, saya hanya menjelaskan jika diminta.
Kalau gitu bukunya boleh didebat ga?
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #24 on: 29 November 2017, 06:37:42 AM »
bgaimana penjualan bukunya...apakh laku keras ? adakah rencana terbitan selanjutnya?...apa komentar penerbit ?
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #25 on: 29 November 2017, 08:16:43 AM »
bgaimana penjualan bukunya...apakh laku keras ? adakah rencana terbitan selanjutnya?...apa komentar penerbit ?
Maaf judulnya bukan saya yang buat
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.

Offline xenocross

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.185
  • Reputasi: 61
  • Gender: Male
Re: Buku "Jalur Nibbana"
« Reply #26 on: 29 November 2017, 08:19:17 AM »
Quote
Setelah Atisha berada di Ngari selama tiga tahun, ia berangkat bersama penerjemah Nagtso untuk kembali ke India. Namun, perang yang berkecamuk di perbatasan Nepal menghalangi perjalanan mereka. Nagtso menjadi teramat sangat cemas karena kini tampaknya mustahil baginya untuk menepati janjinya pada Kepala Wihara Vikramashila. Atisha segera menenangkan ketakutannya dengan berkata, “Tak ada gunanya mengkhawatirkan keadaan yang berada di luar kendali kita.”

Merasa sungguh lega, Nagtso menulis sepucuk surat untuk Kepala Biara, menjelaskan bagaimana niat baik mereka terpaksa pupus. Sebagai ganti ketakhadirannya, Atisha mengirimkan sebuah salinan Pelita bagi Jalan menuju Pencerahan. Ia juga meminta izin untuk tetap tinggal di Tibet sampai akhir hayatnya. Mereka kemudian kembali ke Ngari.

Di masa sekarang, penerbitan sebuah buku cenderung menjadi kesepakatan niaga sederhana saja. Akan tetapi, pada masa Atisha, sebelum sebuah naskah dapat dicetak, naskah tersebut harus melewati sebuah ujian ketat dari sebuah panitia yang terdiri dari para sarjana, dan sidang ujian ini dipimpin oleh raja yang memimpin di daerah itu. Jika terdapat kekurangan apa pun dalam karya tersebut, karya itu akan diikatkan pada ekor anjing dan diseret dalam debu. Sementara penulisnya, alih-alih memetik pujian dan ketenaran, akan menderita karena kehilangan nama baiknya dengan memalukan.

Naskah Atisha juga harus melewati pengamatan yang sama, dan panitia penguji dengan suara bulat menyetujui nilainya yang luar biasa. Raja yang memimpin sidang bahkan tergerak untuk menyebut bahwa karya tersebut tidak hanya akan membawa guna bagi orang-orang Tibet yang abai, tapi juga bagi orang-orang India yang bercita-tajam. Saat Kepala Wihara Vikramashila membaca naskah itu, ia menulis surat untuk Nagtso, si penerjemah, “Saya sudah tidak berkeberatan jika Atisha menetap di Tibet. Yang ia tulis telah membawa manfaat bagi kita semua. Saya hanya meminta supaya ia sekarang menulis dan mengirimkan pada kami tafsirnya sendiri tentang naskah itu.” Inilah sebab ditulisnya tafsir Atisha sendiri tentang pokok-pokok sukar dalam naskah penting ini.

https://studybuddhism.com/id/buddhisme-tibet/guru-rohani/atisha/kisah-hidup-atisha

Diambil dari kisah hidup Atisha.

Jadi zaman dulu, sebuah karya tulis dharma melewati ujian sidang dulu. Jadi tentu saja boleh didebat.
Satu saat dari pikiran yang dikuasai amarah membakar kebaikan yang telah dikumpulkan selama berkalpa-kalpa.
~ Mahavairocana Sutra