Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom  (Read 4960 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« on: 06 July 2007, 04:53:37 PM »

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #1 on: 13 July 2007, 05:22:29 PM »
Penanya:Apakah Abhidhamma dapat di terapkan dalam kehidupan Anda sehari-hari?
Nina van Gorkom : Adalah suatu penemuan yg besar bagi diri saya, bahwa "Abhidhamma" dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun pada mulanya saya hanya dapat menyelami sebagian kecil dari kenyataan-kenyataan yg diterangkan dlm Abhidhamma itu. Pada awalnya seseorang akan berpendapat bahwa Abhidhamma itu terlalu halus dan dalam, dan dapat menimbulkan kesangsian seseorang. Orang tersebut akan dihadapkan pada pertanyaan yg menyangkut kegunaan/manfaat mempelajari tingkatan perbedaan dari ketidaktahuan dan kebijaksanaan dalam Abhidhamma tersebut. Dengan mempelajari Abhidhamma, seseorang akan dapat mengerti lebih banyak tentang orang lain. Orang akan melihat bahwa adanya perbedaan-perbedaan (dalam sifat dan sikap) antara yang satu dengan yang lain, tidak lain disebabkan oleh perbedaan timbunan-timbunan pengalaman di masa yang lampau. Dikarenakan adanya perbedaan timbunan-timbunan pengalaman inilah, maka setiap orang berbeda-beda, baik dalam sifat maupun sikapnya. Setiap saat seseorang menimbun pengalaman-pengalaman baru. Dan kondisi demikian menyebabkan seseorang dapat bersikap seperti ini atau itu, dapat menentukan peristiwa/kejadian yg akan dialami di masa mendatang. Seseorang yg lebih banyak memahami tentang timbunan-timbunan kamma yg dibuat oleh masing-masing individu, akan berkurang kecenderungannya untuk meremehkan orang/individu lain. Bila seseorang menghormati Buddharupang, seolah-olah orang tersebut mempunyai pengertian yang sangat dangkal dalam Buddha Dhamma; akan tetapi, sesungguhnya ia melakukan kebaikan-kebaikan dan juga melakukan penumpukan kebaikan-kebaikan sesuai dengan kemampuannya.
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline langitbiru

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 547
  • Reputasi: 23
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #2 on: 13 July 2007, 08:13:12 PM »
wuaduh.. jd ngiler liat reviewnya  :P

*tp kapannn bacanyaaaa...  :'( *
oni... kao titi bobo... gigi...

Offline langitbiru

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 547
  • Reputasi: 23
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #3 on: 13 July 2007, 08:14:59 PM »
eh.. link dr sdr markos b. inggris tuh.. tp yg dicopas ama lily b. indo  ::)
jd, sdr lily dptb.indonya dr mana?
minta link-nya dunk  ;D
oni... kao titi bobo... gigi...

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #4 on: 14 July 2007, 12:52:13 PM »
Sorry nih... ga ada linknya....
Itu dalam bentuk Buku lho.
Judul asli Buku yang diterjemahkan adalah "Buddhism in Daily Life" by Nina van Gorkom yg terdiri dari 2 bagian, yaitu : Bagian I berjudul "Buddhist Outlook on Daily Life dan Bagian II berjudul "Mental Development in Daily Life".
Yg saya posting itu adalah terjemahan dari Bagian I. yang di terjemahkan  dan di terbitkan oleh Dhamma Study Group Bogor.
Buku yang saya punya adalah Bagian I (Buddha Dhamma Dalam Kehidupan Sehari-hari).

 _/\_ 
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #5 on: 14 July 2007, 01:26:14 PM »
Penanya : Apakah tidak sulit untuk mengetahui istilah-istilah dalam tingkatan bathin itu? Bukankah hanya memikirkan bentuk keadaan bathin, membuat kita seolah-olah bersikap mementingkan diri sendiri (egosentris)?
Nina van Gorkom : Cara berpikir demikian memang sangat nyata (realitas). Yang membuat kita berbuat dengan cara ini atau itu sebenarnya adalah tingkatan perbedaan dalam bathin kita masing-masing. Apabila kita menelaah keadaan bathin kita dan faktor-faktor yang menyebabkan semua itu (mengapa menjadi seperti ini atau seperti itu), maka kita akan dapat memahami motivasi-motivasi yang paling dalam dari perilaku kita tersebut. Kita harus mulai menyadari tingkatan bentuk mental kita. Ini bukan bersifat mementingkan diri sendiri, akan tetapi merupakan upaya untuk mengerti diri sendiri lebih dahulu sebelum dapat mengerti orang lain.
Melalui penghayatan Abhidhamma, seseorang akan mulai mengerti lebih dalam tentang tingkatan-tingkatan bathinnya. Abhidhamma adalah salah satu bagian dari Buddha Dhamma yang menganalisa perbedaan bentuk-bentuk pikiran dan menerangkan secara terinci mengenai segala sesuatu yang nyata. Penghayatan Abhidhamma membantu kita untuk mengerti sebab-sebab yang menimbulkan fenomena/gejala yang berbeda pada diri kita atau orang lain.


 _/\_
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline markosprawira

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.449
  • Reputasi: 155
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #6 on: 17 July 2007, 01:29:43 PM »
amat sangat setuju sekali

jadi inget slogan rokok A-Mild :
menjadi tua itu pasti
menjadi dewasa itu pilihan

 :>-

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #7 on: 17 July 2007, 01:40:22 PM »
bagaimanakah prakteknya dalam memperhatikan tingkatan bathin tsb?

maksudnya, mungkin saat ini kita telah mulai memperhatikan saat-saat ketika kita hendak marah, ketika si aku kita mulai terusik, ketika ego kita mulai muncul saat kepentingan kita terganggu.

Adakah langkah lain lebih lanjut selain itu?

 _/\_
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.383
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #8 on: 17 July 2007, 02:11:04 PM »
Prakteknya adalah mengembangkan perhatian (baca: Sati), dengan meditasi. anapanaSATI atau SATIpathana :p

Ketika perhatian kuat, semua terlihat dengan jelas dan terputus (patah/patah)......  _/\_
There is no place like 127.0.0.1

Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #9 on: 17 July 2007, 02:30:59 PM »
berarti kembali lagi ke 'sati'
 
tetapi sati tidak mungkin bisa kuat jika tidak dilatih.

disini mungkin perannya meditasi yg menjadi ciri khas (keharusan) dalam Buddhism
Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.383
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #10 on: 17 July 2007, 02:33:47 PM »
akur....  8)
There is no place like 127.0.0.1

Offline V!RiY@n!

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 13
  • Reputasi: 2
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #11 on: 17 July 2007, 05:05:47 PM »
Sorry nih... ga ada linknya....
Itu dalam bentuk Buku lho.
Judul asli Buku yang diterjemahkan adalah "Buddhism in Daily Life" by Nina van Gorkom yg terdiri dari 2 bagian, yaitu : Bagian I berjudul "Buddhist Outlook on Daily Life dan Bagian II berjudul "Mental Development in Daily Life".
Yg saya posting itu adalah terjemahan dari Bagian I. yang di terjemahkan  dan di terbitkan oleh Dhamma Study Group Bogor.
Buku yang saya punya adalah Bagian I (Buddha Dhamma Dalam Kehidupan Sehari-hari).

 _/\_ 

Ci Lily, Jadi tidak ada Softcopy-nya ya? Saya tertarik dengan buku tersebut, mohon informasinya buku tersebut bisa saya dapatkan dimana. Terima kasih.
 _/\_

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #12 on: 17 July 2007, 05:20:27 PM »
Ya....
Sebenarnya buku (Buddha Dhamma Dalam Kehidupan Sehari-hari) tsb untuk kalangan sendiri (Dhamma Study Group Bogor). Buku itu juga di ketik pake mesin tik pada tahun 1989.
Kalo mau, bisa japri alamatnya ke saya. nanti sy copiin dan kirim buat Bro/Sis.

 _/\_
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are

Offline Lily W

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.120
  • Reputasi: 241
  • Gender: Female
Re: Abhidhamma in Daily Life by Nina van Gorkom
« Reply #13 on: 17 July 2007, 05:55:59 PM »
Penanya :
Kebijaksanaan adalah kusala kamma. Apabila kita tidak dapat mengerti segala sesuatu sebagaimana adanya, maka hal ini merupakan akusala kamma yg mengakibatkan ketidakbahagiaan. Dapatkah Anda membuktikan hal ini dalam kehidupan sehari-hari?
Nina van Gorkom :
Saya beri contoh, kita terus menerus menganggap tubuh ini sebagai "AKU", walaupun kita tahu bahwa hal itu tidak kekal. Oleh karena sesuatu penyakit atau mengalami rasa sakit, atau bila kita menjadi tua, dan dalam menghadapi semua ini kita menganggap fakta-fakta ini teramat penting, maka kita menjadi amat tertekan oleh karenanya. Jika salah satu indera kita tidak berfungsi atau cacat, maka kita merasa sebagai manusia yg paling menderita di dunia ini.
Sebenarnya keterikatan pada tubuh kita ini hanya akan menyebabkan kesedihan-kesedihan bagi kita. Oleh karena itu, apabila kita dapat melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, maka rasa penderitaan itu dengan sendirinya akan berkurang.
Bila seseorang ingin melihat tubuhnya sebagaimana adanya, maka ia harus dapat membedakan tubuhnya dengan bathinnya. Memang benar, di dunia ini jasmani dan bathin saling mempengaruhi, namun demikian orang harus dapat membedakan masing-masing sifat jasmani dan bathin tersebut, sehingga ia dapat mengalami semua hal itu sebagaimana adanya. Tubuh (badan) kita terbentuk dari empat unsur, yang terdiri dari :
1. unsur tanah (padat)
2. unsur cair (kohesi)
3. unsur api (Temperatur)
4. unsur angin (gerakan)
Seseorang cenderung berpikir, apakah tidak ada roh yg membuat badan ini menjadi hidup, dan bukankah badan ini berbeda dari benda mati?  Sebenarnya, tidak ada roh seperti yg di maksud diatas, yg ada hanyalah gejala-gejala fisik dan gejala-gejala mental yg timbul dan tenggelam setiap saat, terus-menerus. Kami tidak membedakan antara badan dan pikiran dan menganalisanya sebagaimana adanya. Hal ini sangat penting bila kita ingin mengetahui kenyataan yg sebenarnya. Badan itu sendiri tidak mengetahui apa-apa. Dalam hal ini, badan itu sama saja dengan benda mati. Jika kita dapat melihat bahwa badan ini hanya merupakan gejala-gejala fisik yg timbul dan tenggelam secara sempurna, dan bukan "AKU" dan pikiran itu merupakan satu rangkaian gejala mental yg timbul dan tenggelam, dan juga bukan "AKU" maka tirai ketidaktahuan akan tersingkap dari mata kita . Jika seseorang berusaha untuk meningkatkan pengertiannya, maka orang tersebut harus melihat dirinya sendiri agar mengetahui hal-hal yg telah di capainya. Seseorang dapat mengerti sesuatu yg telah dicapainya jika pengertiannya itu membawa ke arah kebebasan dari kemelekatan, karena kita tahu bahwa kemelekatan itu membawa penderitaan.
Sang Buddha mengajarkan umat manusia untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Seseorang tidak harus berpuasa atau menjadi pertapa, karena hal ini demikian merupakan tanggung jawab masing-masing orang untuk memelihara dan memberi makan badannya itu.
Sang Buddha juga mengajarkan "Jalan Tengah", seseorang tidak harus memaksa dirinya untuk melakukan praktek-praktek yg sulit, karena seharusnya seseorang belajar di sekeliling dirinya. Mengerti dan melihat segala sesuatu sebagaimana adanya, itulah "Jalan Tengah".

 _/\_
~ Kakek Guru : "Pikiran adalah Raja Kehidupan"... bahagia dan derita berasal dari Pikiran.
~ Mak Kebo (film BABE) : The Only way you'll find happiness is to accept that the way things are. Is the way things are