//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: J KrishnaMurti  (Read 131539 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #315 on: 12 November 2008, 07:01:59 AM »
Saya belum pernah secara langsung menanggapi opini anda, yang saya tanggapi adalah pernyataan tentang J. Krisnamurti dari saudara/i xuvie. Mungkin dikarenakan berkaitan dengan J. Krisnamurti, maka anda "merasa" bahwa pernyataan saya tersebut mengarah kepada anda. Tidak berbeda dengan sebagian penganut agama yang merasa "dirinya" disentuh pada saat "agama-nya" mendapatkan respon yang bertolakbelakang. Ini merupakan suatu bentuk ke-aku-an juga, suatu kepemilikan.

Silakan saja Anda menafsirkan demikian. ... Yang tahu isi batin saya hanya saya sendiri.


Quote
Saya setuju, namun "merk" tersebut "terpaksa' harus saya gunakan di dalam bahasa komunikasi, dan kebetulan saya masih dalam proses belajar, dimana saya tertarik kepada satu merk diantara merk lainnya melalui perbandingan (dalam lingkup intelektual) yang masih berpegang pada aku dengan harapan pada merk tersebut terdapat petunjuk yang pas buat saya untuk mengantar pada kebenaran sejati, yaitu tanpa aku.

Ada orang yang melekat pada doktrin tertentu dengan "harapan" untuk sampai pada Kebebasan sejati --entah kapan--.
Ada orang yang memahami sifat doktrin apa pun --yang menghalangi orang untuk melihat apa adanya-- sehingga bebas dari kelekatan pada doktrin apa pun sejak awal melangkah.

hudoyo

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: J KrishnaMurti
« Reply #316 on: 12 November 2008, 05:26:52 PM »

Ada orang yang melekat pada doktrin tertentu dengan "harapan" untuk sampai pada Kebebasan sejati --entah kapan--.
Ada orang yang memahami sifat doktrin apa pun --yang menghalangi orang untuk melihat apa adanya-- sehingga bebas dari kelekatan pada doktrin apa pun sejak awal melangkah.

hudoyo


Tentang kemelekatan yang sering sekali dikumandangkan.
Saya sangat setuju bahwa untuk mencapai kebenaran tidak boleh melekat, sebagaimana yang sering diungkapkan oleh Ajahn Chah dalam khotbahnya yang didokumentasikan.

Namun hati-hati dalam prakteknya, banyak jebakan yang halus yang kemungkinan besar tidak disadari.

"Melekat untuk tidak melekat" adalah kemelekatan.
Hal ini harus dibedakan dengan hanya "tidak melekat".
Berpegang teguh pada ketidakmelekatan adalah kemelekatan lain yang halus sifatnya.

Apakah anda masuk ke dalam jebakan ini ? hanya anda yang tahu batin anda.

Ups... kepada Momod... sori jadi OOT.
 _/\_
yaa... gitu deh

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #317 on: 12 November 2008, 06:17:22 PM »
Namun hati-hati dalam prakteknya, banyak jebakan yang halus yang kemungkinan besar tidak disadari.
"Melekat untuk tidak melekat" adalah kemelekatan.
Hal ini harus dibedakan dengan hanya "tidak melekat".
Berpegang teguh pada ketidakmelekatan adalah kemelekatan lain yang halus sifatnya.

Nasehat yang sangat bagus.

Quote
Apakah anda masuk ke dalam jebakan ini ? hanya anda yang tahu batin anda.

Sayang nasehat yang bagus itu diakhiri dengan pertanyaan yang tidak pada tempatnya. Seharusnya Anda --dan saya dan setiap orang-- bertanya kepada diri sendiri: "Apakah SAYA tidak melekat?"

hudoyo


Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: J KrishnaMurti
« Reply #318 on: 12 November 2008, 06:26:05 PM »
Kalo saya masih melekat pak!!
Kalo anda??
yaa... gitu deh

Offline hudoyo

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.919
  • Reputasi: 20
Re: J KrishnaMurti
« Reply #319 on: 12 November 2008, 07:56:43 PM »
Untuk apa memamerkan "masih melekat" atau "tidak melekat"? Cukup saling menasehati saja.

Offline hendrako

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.244
  • Reputasi: 60
  • Gender: Male
Re: J KrishnaMurti
« Reply #320 on: 12 November 2008, 08:28:32 PM »
 ;D

 _/\_
yaa... gitu deh

Offline Semit

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 172
  • Reputasi: 30
Re: J KrishnaMurti
« Reply #321 on: 15 November 2008, 10:47:20 PM »
Inilah pencerahan yang telah dicapai oleh J.Krishnamurti, kutipan ini diambil dari Wikipedia...

It was in Ojai, in August 1922, that Krishnamurti went through an intense, "life-changing" experience.[39][40] It has been simultaneously, and invariably, characterised as a spiritual awakening, a psychological transformation, and a physical conditioning. Krishnamurti and those around him would refer to it as "the process", and it continued, at very frequent intervals and varying forms of intensity, until his death.

[41][42] According to witnesses, it started on the 17th, with Krishnamurti complaining of extraordinary pain at the nape of his neck, and a hard, ball-like swelling. Over the next couple of days, the symptoms worsened, with increasing pain, extreme physical discomfort and sensitivity, total loss of appetite and occasional delirious ramblings. Then, he seemed to lapse into unconsciousness; actually, he recounted that he was very much aware of his surroundings and while in that state, he had an experience of mystical union.[43] The following day the symptoms, and the experience, intensified, climaxing with a sense of "immense peace".[44]

"...I was supremely happy, for I had seen. Nothing could ever be the same. I have drunk at the clear and pure waters and my thirst was appeased. ...I have seen the Light. I have touched compassion which heals all sorrow and suffering; it is not for myself, but for the world. ...Love in all its glory has intoxicated my heart; my heart can never be closed. I have drunk at the fountain of Joy and eternal Beauty. I am God-intoxicated."[45]

Similar incidents continued with short intermissions until October, and later eventually resumed regularly, always involving varying degrees of physical pain to mark the start of "the process", accompanied by what is variably described as "presence", "benediction", "immensity", and "sacredness", which was reportedly often felt by others present.

terjemahannya kira-kira demikian:

Di Ojai, Agustus 1922, Krishnamurti melalui pengalaman intense “pengubah hidup”. Terjadi secara simultan, dan secara bervariasi suatu ciri pencerahan spiritual, transformasi psikologis, dan kondisi fisik yang disebut Krishnamurti dan orang orang yang ada disekitarnya sebagai “prosesnya”. Dan itu berkelanjutan pada interval yang sering dan berbagai bentuk intensitas, hingga kematiannya.

   Menurut saksi mata, hal itu dimulai pada tanggal 17, ketika Krishnamurti mengeluh rasa sakit luar biasa  di bagian belakang lehernya, dan bengkak yang keras seperti bola selama beberapa hari, gejalanya memburuk dengan meningkatnya  rasa sakit, rasa tidak enak badan yang luar biasa dan juga rasa sensitif, kehilangan selera makan, mengigau mengucapkan kata-kata yang tak keruan. Lalu ia nampaknya kehilangan kesadaran.

Sebenarnya menurut penuturannya ia sangat sadar akan sekelilingnya dan sewaktu dalam keadaan itu, ia mengalami pengalaman mistik manunggal. Hari berikutnya gejalanya dan pengalamannya, bertambah kuat, akhir klimaksnya adalah “perasaan damai yang dalam”

Saya merasa gembira luar biasa, karena saya telah melihat bahwa segala sesuatunya tak akan sama lagi. Saya telah meminum air yang jernih dan murni dan dahagaku terlampiaskan.. Saya telah melihat cahaya. Saya telah menyentuh cinta kasih yang menyembuhkan semua kesedihan dan penderitaan; bukan untukku, tetapi untuk dunia... Cinta dengan semua kemegahannya telah merasuki hatiku, hatiku tak akan pernah tertutup.

Saya telah meminum air mancur kenikmatan dan keindahan abadi. Saya telah dirasuki Tuhan.

Kejadian serupa telah berlanjut dengan jeda pendek hingga October, dan belakangan akhirnya berlanjut secara tetap, selalu melibatkan berbagai tingkat kesakitan fisik untuk menandai dimulainya “ sang proses”, diikuti oleh apa yang diterangkan sebagai “kehadiran”, “wahyu”, “kedalaman” dan “kesucian”, yang seringkali dirasakan oleh mereka yang hadir.

Pertanyaan: inikah pencerahan Krishnamurti? Jadi beginikah seharusnya pencerahan yang benar? didahului rasa sakit setiap kali mengalami? kehilangan selera makan bahkan mengigau...?
« Last Edit: 15 November 2008, 10:49:27 PM by Semit »

Offline bodohsatva

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 33
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • demi Semua Makhluk di Sepuluh Penjuru Alam Semesta
Re: J KrishnaMurti
« Reply #322 on: 07 June 2009, 07:25:32 PM »
sepengetahuan saya yg masih bodoh ini...

Terlepas dari buddhis dan non-buddhis
kebenaran seperti itu ada di setiap ajaran agama, namun tidak (mampu) dibatasi olehNya (agama)...
seperti awan yang tebal tidak mampu menjadikan langit siang menjadi gelap seperti malam... (selalu ada cahaya yang tembus)

saya kira orang seperti JK (bukan Jusuf Kala he he...)
tentunya juga menjalankan jalan 8 ruas... walau tidak dideskripsikan ataupun disinggung...

 _/\_

Dengan Senyuman Menyambut Segalanya...

Offline Sunkmanitu Tanka Ob'waci

  • Sebelumnya: Karuna, Wolverine, gachapin
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.807
  • Reputasi: 239
  • Gender: Male
  • 会いたい。
Re: J KrishnaMurti
« Reply #323 on: 07 June 2009, 09:26:35 PM »
Secara para "universalis" bilang begitu.

Kalau memang benar, kenapa kemunculan Sammasambuddha sangat langka, dan kenapa Dhamma bisa lenyap? Kenapa Sang Buddha bilang satu-satunya jalan hanya ekayana magga? Dan berapa kali pada kesempatan lain disebutkan sangat jarang ada pandangan benar pada para samana lain?
HANYA MENERIMA UCAPAN TERIMA KASIH DALAM BENTUK GRP
Fake friends are like shadows never around on your darkest days

Offline bodohsatva

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 33
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • demi Semua Makhluk di Sepuluh Penjuru Alam Semesta
Re: J KrishnaMurti
« Reply #324 on: 13 June 2009, 12:57:09 PM »
Secara para "universalis" bilang begitu.

Kalau memang benar, kenapa kemunculan Sammasambuddha sangat langka, dan kenapa Dhamma bisa lenyap? Kenapa Sang Buddha bilang satu-satunya jalan hanya ekayana magga? Dan berapa kali pada kesempatan lain disebutkan sangat jarang ada pandangan benar pada para samana lain?

Sammasambuddha memang sangat langkah, namun bukan berati tidak ada... maka dari itu orang-orang bijak menanam karma pahala dan bertekad untuk terlahir di jaman kedatangan Sammasam Buddha... (syarat mencapai Sammasam Buddha sungguh takterkira, tidak mungkin dicapai tanpa kekuatan iklar agung)

seperti halnya segala sesuatu yang mengambil "bentuk" dhamma juga akan kembali ke kesunyataan... oleh karena itu para bodhisatva dan para suci melindungi ajaran sejati (dhamma) supaya tetap eksis demi semua makhluk... (termasuk anda teman-taman di sini dan saya)

dua kalimat yang diucapkan Sang Buddha.... "hanya ada jalan tunggal menuju nibbana" dan "ada 84 ribu cara mencapai nibbana"
keduanya benar.... jika kita berdiri di jalan sudirman dan mengamati kendaraan yang lalu lalang... kita akan mengerti... jalan hanya satu, kendaraan banyak... ada yg isi sedikit, ada yang isi banyak... ada yg tunggal sendiri, ada bus wisata....
namun tidak semua selamanya di jalur ini kan??? ada yg sampai di pertengahan sudah belok, ada yang samapai lebih jauh, ada yang jalan kaki???
maka dari itu ada ajaran yang hanya "samapai ke surga" ada yang sampai alam "arupa" dan lain2....

sekali lagi jalan itu sama..... tergantung belok dimana... atau mau lurus.... tentunya kaum buddhis sejati pilih jalan lurus kan? samapai nibbana...
atau mau tunggu bis yang besar yang lewat berikutnya(sammasambuddha berikutnya)


ini hanya ilustrasi saya yg masih kurang arif...
jika kurang berkenan lupakan saja...
ha ha ha
« Last Edit: 13 June 2009, 12:59:20 PM by bodohsatva »
Dengan Senyuman Menyambut Segalanya...