Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Adayang nenggunakan from right thought, menjadi right itention or right resolve  (Read 3211 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Wa berpikir seperti ini misalnya kita kemping ke gunung pada malam yang dingin kita membuat api unggun untuk menghangatkan badan, setelah api unggun menyala kita tentu nya mencari tempat yang ideal kan.

Mari kita mulai prosesnya sebagaimana manusia berpikir bila kita duduk terlalu dekat dgn api unggun tentu nya bisa terbakar atau kepanasan, bila terlalu jauh bisa kedinginan jadi duduk tidak terlalu jauh dari api unggun dan terlalu dekat dgn api unggun sampai proses ini right view (right understanding), setelah pengertian muncul pula keputusan yang menetapkan untuk kira kira duduk A,B,C,D munculah kehendak wa mau  duduk sendiri di area C (right itention/ right resolve, right thought) , disini bisa melalui proses berbincang dgn teman sambil berjalan duduk ke area c tersebut ( bisa terjadi ucapan benar dan perbuatan benar),

Tetapi bisa terjadi saat kita berjalan ke area c teman berbincang kita mengatakan untuk duduk di area e kita bicara tentang si Ahok kemarin terjadi penyimpangan dari area yang seharus ada di antara abcd ke area e yang membuat badan gemetar karena dingin nya

Ok, Thanks atas pendapatnya, Sdr. Kullatiro
 _/\_
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Quote
Quote from: kullatiro on 29 September 2015, 12:40:02 AM
Wa berpikir seperti ini misalnya kita kemping ke gunung pada malam yang dingin kita membuat api unggun untuk menghangatkan badan, setelah api unggun menyala kita tentu nya mencari tempat yang ideal kan.

Mari kita mulai prosesnya sebagaimana manusia berpikir bila kita duduk terlalu dekat dgn api unggun tentu nya bisa terbakar atau kepanasan, bila terlalu jauh bisa kedinginan jadi duduk tidak terlalu jauh dari api unggun dan terlalu dekat dgn api unggun sampai proses ini right view (right understanding), setelah pengertian muncul pula keputusan yang menetapkan untuk kira kira duduk A,B,C,D munculah kehendak wa mau  duduk sendiri di area C (right itention/ right resolve, right thought) , disini bisa melalui proses berbincang dgn teman sambil berjalan duduk ke area c tersebut ( bisa terjadi ucapan benar dan perbuatan benar),

Tetapi bisa terjadi saat kita berjalan ke area c teman berbincang kita mengatakan untuk duduk di area e kita bicara tentang si Ahok kemarin terjadi penyimpangan dari area yang seharus ada di antara abcd ke area e yang membuat badan gemetar karena dingin nya


menjadi menarik...bagaimana "panas" bekerja...
1 konveksi
2 konduksi
3 radiasi...

juga bagaimana "panas" dpt di "jaga" disimpan....
1 insulator
2 vacuum....(kondisi vakum)....

setelah memahamin hal2 dasar ini...kemudian
pemikiran lanjut dpt berkembang pd arah yg lebih baik...

merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline jung13

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 18
  • Reputasi: 2
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Klo menurut pengalaman sih pendefinisian kebenaran pada akhirny muncul dari dalam.. Referensi yg bertebaran merupakan pengalaman orang lain n untuk dites satu2 bener engganya..

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
kenapa kgk cek ke sutta soal detail ini ke SN 45.8?

https://dhammacitta.org/dcpedia/SN_45.8:_Vibhaṅga_Sutta
There is no place like 127.0.0.1

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
kenapa kgk cek ke sutta soal detail ini ke SN 45.8?

https://dhammacitta.org/dcpedia/SN_45.8:_Vibhaṅga_Sutta
Nanya dong jadi pikiran benar APA kehendak benar?
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
kalau dari pointnya itu,

Quote
“Dan apakah, para bhikkhu, kehendak benar? Kehendak untuk melepaskan keduniawian, kehendak untuk tidak memusuhi, kehendak untuk tidak mencelakai: ini disebut kehendak benar.

beti (beda tipis) sih... tapi kekna sih kalau dipake lepas, lebih tepat kehendak (bodhi) /tekad (thanissaro) dibanding pikiran karena pikiran itu biasa refer ke suatu waktu aja.


There is no place like 127.0.0.1

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
kalau dari pointnya itu,

beti (beda tipis) sih... tapi kekna sih kalau dipake lepas, lebih tepat kehendak (bodhi) /tekad (thanissaro) dibanding pikiran karena pikiran itu biasa refer ke suatu waktu aja.




Oke tq
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Definisi samma sankappa yg lain:

11. “Dan apakah, para bhikkhu, kehendak salah? Kehendak keinginan indria, kehendak permusuhan, dan kehendak kekejaman: ini adalah kehendak salah.

12. “Dan apakah, para bhikkhu, kehendak benar? Kehendak benar, Aku katakan, ada dua jenis: ada kehendak benar yang terpengaruh oleh noda-noda, berhubungan dengan kebajikan, dan matang dalam perolehan dan ada kehendak benar yang mulia, tanpa noda, melampaui keduniawian, sebuah faktor dari sang jalan.

13. “Dan apakah, para bhikkhu, kehendak benar yang terpengaruh oleh noda-noda, berhubungan dengan kebajikan, dan matang dalam perolehan? Kehendak meninggalkan keduniawian, kehendak tanpa permusuhan, dan kehendak tanpa kekejaman:[8] ini adalah kehendak benar yang terpengaruh oleh noda-noda ... matang dalam perolehan.

14. “Dan apakah, para bhikkhu, kehendak benar yang mulia, tanpa noda, melampaui keduniawian, sebuah faktor dari sang jalan? Pemikiran, pikiran, kehendak, absorpsi pikiran, ketetapan pikiran, pengarahan pikiran, bentukan ucapan dalam diri seseorang yang pikirannya mulia, yang pikirannya tanpa noda, yang memiliki jalan mulia dan yang mengembangkan jalan mulia:[9] ini adalah kehendak benar yang mulia ... sebuah faktor dari sang jalan.

https://dhammacitta.org/dcpedia/MN_117:_Mah%C4%81cattarisaka_Sutta
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Definisi samma sankappa yg lain:

11. “Dan apakah, para bhikkhu, kehendak salah? Kehendak keinginan indria, kehendak permusuhan, dan kehendak kekejaman: ini adalah kehendak salah.

12. “Dan apakah, para bhikkhu, kehendak benar? Kehendak benar, Aku katakan, ada dua jenis: ada kehendak benar yang terpengaruh oleh noda-noda, berhubungan dengan kebajikan, dan matang dalam perolehan dan ada kehendak benar yang mulia, tanpa noda, melampaui keduniawian, sebuah faktor dari sang jalan.

13. “Dan apakah, para bhikkhu, kehendak benar yang terpengaruh oleh noda-noda, berhubungan dengan kebajikan, dan matang dalam perolehan? Kehendak meninggalkan keduniawian, kehendak tanpa permusuhan, dan kehendak tanpa kekejaman:[8] ini adalah kehendak benar yang terpengaruh oleh noda-noda ... matang dalam perolehan.

14. “Dan apakah, para bhikkhu, kehendak benar yang mulia, tanpa noda, melampaui keduniawian, sebuah faktor dari sang jalan? Pemikiran, pikiran, kehendak, absorpsi pikiran, ketetapan pikiran, pengarahan pikiran, bentukan ucapan dalam diri seseorang yang pikirannya mulia, yang pikirannya tanpa noda, yang memiliki jalan mulia dan yang mengembangkan jalan mulia:[9] ini adalah kehendak benar yang mulia ... sebuah faktor dari sang jalan.

https://dhammacitta.org/dcpedia/MN_117:_Mah%C4%81cattarisaka_Sutta

Mantap makin jelas saja sekarang
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana