Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam  (Read 1954 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline mariananissa

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 2
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« on: 29 September 2015, 02:12:15 PM »
Permisi semuanya...
Saya mengetahui forum ini dari hasil google "pacar dijodohkan oleh orang tua".. ketemulah thread dari sis Neutral  :)

--------

Saya sendiri bukan Buddhist, saya Muslim sejak lahir. Secara personal, saya tidak terlalu religius, kadar keimanan saya naik-turun, ada masanya di mana saya sangat rajin ibadah, tapi ada juga masa di mana saya seakan-akan atheis. Bahkan kadang sy ibadah hanya ketika sedang kalut.

Kadang saya sangat kritis, memandang bahwa rutinitas/ritual agama yg sy jalankan tidak dapat memberikan solusi atas permasalahan saya (mungkin karena pengetahuan agama sy yg kurang). Ritual agama yang mengutamakan ibadah vertikal dibandingkan horizontal. Mungkin bukan agama itu sendiri yang salah, tapi syiar-nya (cara mengajarkannya) yang bermasalah.

Dua tahun lalu, sy mulai tertarik untuk mempelajari berbagai agama. Salah satunya Buddha. Sy pribadi berpendapat bahwa ajaran Buddha adalah ajaran yang universal, yang dapat dipraktekkan (setidaknya beberapa prinsipnya) oleh agama manapun. Saya terharu dengan prinsip-prinsip (norma/nilai) ajaran Buddha yang simpel, seperti welas asih misalnya, dan "semoga semua makhluk (bukan hanya manusia) berbahagia" serta konsep karma. Terdengar simpel, tapi ketika benar2 diresapi dan dimaknai, semakin menyadarkan saya bahwa selama ini saya banyak berbuat dosa, bahkan menyakiti orang/makhluk lain, dan menyakiti orang-orang yang saya sayangi. Sungguh buruk perbuatan-perbuatan saya di masa lampau. Penyesalan yang tiada tara.

Mungkin ajaran agama saya tidak mengenal konsep karma, namun dengan selalu mengingat karma, sy berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.

Saya join di forum ini juga karena ingin turut serta dalam kegiatan2 sosial (memperkaya hati), seperti volunteer/sumbang tenaga di panti jompo misalnya. Sebetulnya sy malu untuk memulai, karena ini merupakan hal baru bagi saya. Jikalau teman2 berkenan, kiranya saya dapat diijinkan pula untuk bergabung dalam kegiatan2 sosial yang dilakukan teman2 dhammacitta, untuk masyarakat/golongan/agama manapun.

Nama panggilan saya Nisa. Usia 33 (sudah tidak muda lagi) :)
Saya tinggal di Bekasi, saat ini masih bekerja di lembaga pemerintahan di Jakarta.
Hobi saya belajar masak (tergantung mood) dan saya memelihara kucing. Sebetulnya saya suka kegiatan outdoor seperti rafting dan hiking, namun tidak lagi dilakukan karena alasan kesehatan fisik.

Semoga berkenan untuk mengikutsertakan saya dalam kebaikan.

"Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta"

Offline sl99

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 407
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
Re: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« Reply #1 on: 29 September 2015, 10:33:29 PM »
Ikut kegiatan tzu chi aja, mereka menolong tidak pandang bulu
Vaya dhamma sankhara, appamadena sampadetha

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« Reply #2 on: 02 October 2015, 09:47:58 AM »
Permisi semuanya...
Saya mengetahui forum ini dari hasil google "pacar dijodohkan oleh orang tua".. ketemulah thread dari sis Neutral  :)

--------

Saya sendiri bukan Buddhist, saya Muslim sejak lahir. Secara personal, saya tidak terlalu religius, kadar keimanan saya naik-turun, ada masanya di mana saya sangat rajin ibadah, tapi ada juga masa di mana saya seakan-akan atheis. Bahkan kadang sy ibadah hanya ketika sedang kalut.

Kadang saya sangat kritis, memandang bahwa rutinitas/ritual agama yg sy jalankan tidak dapat memberikan solusi atas permasalahan saya (mungkin karena pengetahuan agama sy yg kurang). Ritual agama yang mengutamakan ibadah vertikal dibandingkan horizontal. Mungkin bukan agama itu sendiri yang salah, tapi syiar-nya (cara mengajarkannya) yang bermasalah.

Dua tahun lalu, sy mulai tertarik untuk mempelajari berbagai agama. Salah satunya Buddha. Sy pribadi berpendapat bahwa ajaran Buddha adalah ajaran yang universal, yang dapat dipraktekkan (setidaknya beberapa prinsipnya) oleh agama manapun. Saya terharu dengan prinsip-prinsip (norma/nilai) ajaran Buddha yang simpel, seperti welas asih misalnya, dan "semoga semua makhluk (bukan hanya manusia) berbahagia" serta konsep karma. Terdengar simpel, tapi ketika benar2 diresapi dan dimaknai, semakin menyadarkan saya bahwa selama ini saya banyak berbuat dosa, bahkan menyakiti orang/makhluk lain, dan menyakiti orang-orang yang saya sayangi. Sungguh buruk perbuatan-perbuatan saya di masa lampau. Penyesalan yang tiada tara.

Mungkin ajaran agama saya tidak mengenal konsep karma, namun dengan selalu mengingat karma, sy berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.

Saya join di forum ini juga karena ingin turut serta dalam kegiatan2 sosial (memperkaya hati), seperti volunteer/sumbang tenaga di panti jompo misalnya. Sebetulnya sy malu untuk memulai, karena ini merupakan hal baru bagi saya. Jikalau teman2 berkenan, kiranya saya dapat diijinkan pula untuk bergabung dalam kegiatan2 sosial yang dilakukan teman2 dhammacitta, untuk masyarakat/golongan/agama manapun.

Nama panggilan saya Nisa. Usia 33 (sudah tidak muda lagi) :)
Saya tinggal di Bekasi, saat ini masih bekerja di lembaga pemerintahan di Jakarta.
Hobi saya belajar masak (tergantung mood) dan saya memelihara kucing. Sebetulnya saya suka kegiatan outdoor seperti rafting dan hiking, namun tidak lagi dilakukan karena alasan kesehatan fisik.

Semoga berkenan untuk mengikutsertakan saya dalam kebaikan.

"Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta"
Kalau mau belajar agama, menurut saya tidak perlu memulai dari doktrin tertentu seperti kurikulum sekolahan. Juga sangat banyak doktrin dan tafsirannya yang beraneka ragam. Akibatnya hanya bikin bingung saja dan tidak sedikit Buddhis pun sifatnya taklid. Saran saya, mulailah dari pertanyaan yang muncul dalam pikiran kita sendiri. Bertanya dan diskusikanlah, dan jangan terpaku dengan pola pikir "saya pasti dapat jawabannya di (agama) ini," tapi selalu terbuka untuk apapun itu, selama masuk akal.



Offline Forte

  • Sebelumnya FoxRockman
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 16.588
  • Reputasi: 458
  • Gender: Male
Re: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« Reply #3 on: 02 October 2015, 11:48:25 AM »
Ikut kegiatan tzu chi aja, mereka menolong tidak pandang bulu
Salam kenal sist Nisa. Kebetulan saya login dan ingin sedikit berkomentar :)
Ide dari bro sl99 bagus menurut saya. Karena secara pribadi, saya pernah ke Tzu Chi center di PIK dan mengikuti beberapa baksos pengobatan mereka.

Beberapa hal yang saya rasakan manfaatnya :
- Rasa kemanusiaan
Mereka menolong tanpa melihat SARA. Kebetulan saya kebagian dalam hal menjelaskan cara penggunaan obat ke pasien yang gak mampu. Saya bisa melihat wajah mereka yang puas dan bahagia dengan dilayani dengan iklas.
- Sikap Proaktif
Saya cukup takjub melihat mereka bisa bekerja tanpa menunggu instruksi. Jadi misal ada yang kesulitan mengangkat meja, pasti ada yang langsung datang membantu walau tidak diminta
- Disiplin, Rasa Menghargai dan Mandiri
Gedung Tzu Chi Center cukup besar dan agar tidak memberatkan relawan yang membersihkan gedung, mereka menerapkan sistem lepas alas kaki. Di sini bisa dilihat mereka menghargai kerja relawan. Dan sehabis makan pun, kita diwajibkan untuk mencuci peralatan makan sendiri.
- Semuanya bersaudara
Jujur saja, saya belum menjadi anggota, tapi mereka tidak ada membeda2kan antara member dan non member. Semua dipanggil sebagai abang / kakak. Jadi terkesan semuanya bersaudara.

Mungkin hal ini yang bisa saya share mengenai pengalaman saya selama mengikuti baksos. Semoga bermanfaat :)
Everything can be taken from a man but one thing: the last of the human freedom—-to choose one’s attitude in any given set of circumstances, to choose one’s own way. - Viktor Frankl

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« Reply #4 on: 03 October 2015, 07:27:27 AM »
Quote
forte:
- Semuanya bersaudara
Jujur saja, saya belum menjadi anggota, tapi mereka tidak ada membeda2kan antara member dan non member. Semua dipanggil sebagai abang / kakak. Jadi terkesan semuanya bersaudara.

ajaran penting, tapi hubungan manusia,....services pada tamu2 non member, dst...jugalah sangat penting.....itulah cermin dari ajaran ketuanya....
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline WANTO

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« Reply #5 on: 06 March 2016, 06:56:24 AM »

Saya sendiri bukan Buddhist, saya Muslim sejak lahir. Secara personal, saya tidak terlalu religius, kadar keimanan saya naik-turun, ada masanya di mana saya sangat rajin ibadah, tapi ada juga masa di mana saya seakan-akan atheis. Bahkan kadang sy ibadah hanya ketika sedang kalut.

Kadang saya sangat kritis, memandang bahwa rutinitas/ritual agama yg sy jalankan tidak dapat memberikan solusi atas permasalahan saya (mungkin karena pengetahuan agama sy yg kurang). Ritual agama yang mengutamakan ibadah vertikal dibandingkan horizontal. Mungkin bukan agama itu sendiri yang salah, tapi syiar-nya (cara mengajarkannya) yang bermasalah.

Dua tahun lalu, sy mulai tertarik untuk mempelajari berbagai agama. Salah satunya Buddha. Sy pribadi berpendapat bahwa ajaran Buddha adalah ajaran yang universal, yang dapat dipraktekkan (setidaknya beberapa prinsipnya) oleh agama manapun. Saya terharu dengan prinsip-prinsip (norma/nilai) ajaran Buddha yang simpel, seperti welas asih misalnya, dan "semoga semua makhluk (bukan hanya manusia) berbahagia" serta konsep karma. Terdengar simpel, tapi ketika benar2 diresapi dan dimaknai, semakin menyadarkan saya bahwa selama ini saya banyak berbuat dosa, bahkan menyakiti orang/makhluk lain, dan menyakiti orang-orang yang saya sayangi. Sungguh buruk perbuatan-perbuatan saya di masa lampau. Penyesalan yang tiada tara.

Mungkin ajaran agama saya tidak mengenal konsep karma, namun dengan selalu mengingat karma, sy berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.

Semoga berkenan untuk mengikutsertakan saya dalam kebaikan.

"Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta"

IMHO (dengan ketulusan hati saya) saya jawab ya pertanyaan di atas, maaf ya saya tidak baca semuanya, saya potong kutipan yang diatas, jangan pernah nyalahin agama mu yang terdahulu, saya juga pernah berpikir dosa membantu teman saya sewaktu sma pindah dari buddha ke KR1ST3N (saya juga tidak membenci agama kr1st3n), karena guru agama saya Pak Sujarwo ngajarin agama buddha tingkat SMA dengan serius, dia guru killer buat semua siswa SMA, pernah merobek banyak kertas ujian siswanya karena mencotek.

Menurut saya, agama buddha bukan hanya karena ajaran karma, sebenarnya anda boleh aja agama muslim tapi belajar agama buddha, tanpa harus merubah kulit anda. Itu tidak jadi masalah bagi saya, kebanyakan wihara yang saya datangi tidak menolak agama muslim buat bersujud di depan altar buddha kok. Belum pernah saya baca artikel buddhis bahwa umat buddha harus melekat pada sang TIRATANA, pada akhirnya kita umat buddha melepas semuanya. ( *Saya belajar dari simpel ke rumit - step by step, itu proses berpikir universal CMIIW) _/\_ _/\_ _/\_
« Last Edit: 06 March 2016, 06:58:57 AM by WANTO »

Offline WANTO

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« Reply #6 on: 06 March 2016, 07:04:58 AM »
ajaran penting, tapi hubungan manusia,....services pada tamu2 non member, dst...jugalah sangat penting.....itulah cermin dari ajaran ketuanya....

anda bijak bro cumi polos, sepertinya anda pengikut tzu chi juga ya ^:)^ ^:)^ ^:)^

Offline WANTO

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 4
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« Reply #7 on: 06 March 2016, 07:09:42 AM »
Kalau mau belajar agama, menurut saya tidak perlu memulai dari doktrin tertentu seperti kurikulum sekolahan. Juga sangat banyak doktrin dan tafsirannya yang beraneka ragam. Akibatnya hanya bikin bingung saja dan tidak sedikit Buddhis pun sifatnya taklid. Saran saya, mulailah dari pertanyaan yang muncul dalam pikiran kita sendiri. Bertanya dan diskusikanlah, dan jangan terpaku dengan pola pikir "saya pasti dapat jawabannya di (agama) ini," tapi selalu terbuka untuk apapun itu, selama masuk akal.

Taklid itu apa? baru pernah dengar nih :-?
ini sepertinya tergantung niat pribadi buat memilih jalan keyakinannya sendiri, dan saya yang sebagai penggemar berat pelajaran sejarah, agama juga sejarah, tapi agama yang paling pertama masuk di indonesia itu agama budha, dan paling simpel itu ikut ajaran islam, cuman baca ayat apa itu lupa maklum udah cukup umur _/\_ _/\_ _/\_.

Offline cumi polos

  • Sebelumnya: Teko
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.129
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
  • mohon transparansinya
Re: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« Reply #8 on: 06 March 2016, 07:45:58 AM »
anda bijak bro cumi polos, sepertinya anda pengikut tzu chi juga ya ^:)^ ^:)^ ^:)^

org nya sopan2...ramah2....n sbagian malah cantik2....
makanannya wuuuenak poool...

coba renungkan...
merryXmas n happyNewYYYY 2018

Offline hasta2

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 16
  • Reputasi: -2
Re: Semoga saya bisa turut serta dalam kebaikan - salam
« Reply #9 on: 13 April 2016, 11:29:53 AM »
Permisi semuanya...
Saya mengetahui forum ini dari hasil google "pacar dijodohkan oleh orang tua".. ketemulah thread dari sis Neutral  :)

--------

Saya sendiri bukan Buddhist, saya Muslim sejak lahir. Secara personal, saya tidak terlalu religius, kadar keimanan saya naik-turun, ada masanya di mana saya sangat rajin ibadah, tapi ada juga masa di mana saya seakan-akan atheis. Bahkan kadang sy ibadah hanya ketika sedang kalut.

Kadang saya sangat kritis, memandang bahwa rutinitas/ritual agama yg sy jalankan tidak dapat memberikan solusi atas permasalahan saya (mungkin karena pengetahuan agama sy yg kurang). Ritual agama yang mengutamakan ibadah vertikal dibandingkan horizontal. Mungkin bukan agama itu sendiri yang salah, tapi syiar-nya (cara mengajarkannya) yang bermasalah.

Dua tahun lalu, sy mulai tertarik untuk mempelajari berbagai agama. Salah satunya Buddha. Sy pribadi berpendapat bahwa ajaran Buddha adalah ajaran yang universal, yang dapat dipraktekkan (setidaknya beberapa prinsipnya) oleh agama manapun. Saya terharu dengan prinsip-prinsip (norma/nilai) ajaran Buddha yang simpel, seperti welas asih misalnya, dan "semoga semua makhluk (bukan hanya manusia) berbahagia" serta konsep karma. Terdengar simpel, tapi ketika benar2 diresapi dan dimaknai, semakin menyadarkan saya bahwa selama ini saya banyak berbuat dosa, bahkan menyakiti orang/makhluk lain, dan menyakiti orang-orang yang saya sayangi. Sungguh buruk perbuatan-perbuatan saya di masa lampau. Penyesalan yang tiada tara.

Mungkin ajaran agama saya tidak mengenal konsep karma, namun dengan selalu mengingat karma, sy berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.

Saya join di forum ini juga karena ingin turut serta dalam kegiatan2 sosial (memperkaya hati), seperti volunteer/sumbang tenaga di panti jompo misalnya. Sebetulnya sy malu untuk memulai, karena ini merupakan hal baru bagi saya. Jikalau teman2 berkenan, kiranya saya dapat diijinkan pula untuk bergabung dalam kegiatan2 sosial yang dilakukan teman2 dhammacitta, untuk masyarakat/golongan/agama manapun.

Nama panggilan saya Nisa. Usia 33 (sudah tidak muda lagi) :)
Saya tinggal di Bekasi, saat ini masih bekerja di lembaga pemerintahan di Jakarta.
Hobi saya belajar masak (tergantung mood) dan saya memelihara kucing. Sebetulnya saya suka kegiatan outdoor seperti rafting dan hiking, namun tidak lagi dilakukan karena alasan kesehatan fisik.

Semoga berkenan untuk mengikutsertakan saya dalam kebaikan.

"Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta"

ini contoh yg berlebihan disasana
    semoga semua happy,
    Apa mungkin
apa tfk malu jika teman nisa berucap
   Peace be upon you - dalam arabia, ibrani, atau sankrit.

nisa terbalik didalam melihat sasana.tdk semua yg kurang itu keliru dan yg berlebihan itu benar.

apa mungkin...apa mungkin
nisa, engkau pindah keperahu yg benar dengan dayung salah.
rakitmu sederhana, tanda prilaku sederhana
dayungmu sebesar gajah.
kapan rakitmu sampai ke seberang
paling top putar putar disana saja.
« Last Edit: 13 April 2016, 11:36:19 AM by hasta2 »