Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Hanya Sebuah Puisi  (Read 10725 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline amy

  • Tamu
  • *
  • Posts: 29
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Hanya Sebuah Puisi
« on: 07 January 2015, 11:47:10 AM »
Terkadang

Aku tak mengerti apa itu cinta
Tidak bertemu membuat rindu
Bertemu membuat gelisah

Aku tak tau apa yang kurasakan ini
Cinta atau kah rasa takut
Rasa takut kehilangan

Rasa  tak menentu yang kadang mebuat kita tak bisa berpikir
Rasa rindu yang melebihi logika
Jika Cinta itu indah
Mengapa banyak orang yang tersakiti karena cinta

Atau Cinta sebenar nya hanyalah sebuah jiwa
Bukan rasa
Sebemar nya apa itu rasa
Bukankah pusat nya ada di pikiran kita

Jika Cinta itu adalah jiwa
Maka cinta itu adalah pikiran
Jika itu adalah pikiran
Maka seharus nya kita bisa mengendalikan nya

Mengapa sulit?

Bukankah kebahagiaan itu ada di jiwa
jika jiwa tidak bahagia maka apapun yang kita miliki tidaklah dapat mebuat kita bahagia

seperti yang pernah saya baca
Jika Kekayaan bisa membuat orang bahagia
tentunya Adolt Merckle, orang terkaya dar Jerman tidak akan menabrakkan dirinya ke kereta api
Jika Ketenaran bisa membuat orang bahagia,
tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal dari USA tidak akan meminm obat hingga overdosis
Jika Kekuasaan bisa membuat orang bahagia
Tentu nya Vargas, Presiden Brasil tidak akan menembak jantung nya
Jika Kecantikan bisa membuat orang bahagia
Tentunya Marlyn Mornroe, tidak akan minum alkohol dan obat depresi

Ternyata Kebahagiaan pun terletak di jiwa
Bukan dari apa yang kita miliki

Tapi kenapa kita sulit mengendalikan emosi kita

Keinginan dan emosi juga berpusat pada jiwa
Kebahagiaan jiwa adalah kebahagiaan  yang sesungguh nya




Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Hanya Sebuah Puisi
« Reply #1 on: 28 October 2017, 10:57:48 AM »
Syair balasan:

"Sekarang, aku mengerti apa itu cinta,
Tidak bertemu rindu tetap ada,
Bertemu, gelisah harusnya mereda,
Aku tau apa yang kurasa,
Cinta adalah berbagi suka duka,
Tidak boleh takut kehilangan dia.

"Rasa tak menentu muncul selama,
Rasa rindu melebihi logika,
Cinta itu indah namun banyak rasa,
Membuat banyak orang tersakiti dan merana,
Bagaikan makanan manis, pahit atau biasa,
Seperti itulah variasi cinta.

"Cinta sebenarnya hanyalah sebuah rasa,
Bukan makhluk ataupun jiwa,
Sebenarnya apa itu rasa padanya?
Kebersamaan, itulah cinta,
Pusatnya ada di keinginan kita,
Jika Cinta itu adalah makhluk atau jiwa,
Maka cinta hanyalah sebuah fatamorgana,
Namun cinta adalah saling suka.

"Apakah kesulitannya?
(Jawab:) 'Bukankah cinta adalah awal kesepakatan bersama?'
(Oleh karena itu) Jika cinta menyenangkan mereka,
Apa pun yang datang pastinya,
Mereka memiliki tembok raksasa,
Untuk menghalu kendala-kendala,
Bagaikan Tembok Raksasa Cina,
Menghalau serangan-serangan yang tiba.

"Seperti berbagai kisah yang ada–
'Jika' Kekayaan bisa membeli semua,
Beli cinta, jual cinta, dan lainnya,
Tentunya Bill gates, orang terkaya di dunia,
Akan menikmati cinta, yang lainnya putus asa,
'Jika' ketenaran bisa manghalau bahaya (pada cinta),
Tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal dari Amerika,
Dapat menghalau bahaya dari cinta, yang lain nelangsa.

"'Jika' Kekuasaan mampu menguasai cinta sepenuhnya,
Tentunya 'Raja Dunia' yang penuh kuasa,
Akan mengusai cinta dan semua orang akan menikmati bersama,
'Jika' (Hanya) kecantikan bisa mendatangkan cinta atau mengusirnya,
Tentunya orang biasa tidak akan mengenal cinta itu apa?–
Namun, ini semua hanyalah, 'Jika'.

"Ternyata cinta harus dipandang apa adanya,
Bukan dari apa yang tidak ada ('jika'–dan seterusnya),
Dengan begitu, tidak akan sulit mengendalikan emosi kita,
Keinginan dan emosi juga berpusat padanya,
Cinta adalah kebersamaan, berbagi suka duka,
Saling mencintai, saling mengasihi, dan saling suka."

* Hanya sekadar balas puisi Anda, dengan syair saya. Saya suka membuat syair.

« Last Edit: 28 October 2017, 11:14:40 AM by Gwi Cool »
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.

Offline DeNova

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.065
  • Reputasi: 106
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Hanya Sebuah Puisi
« Reply #2 on: 04 January 2018, 01:08:54 PM »
CINTA

Lima huruf ajaib yang merubah dunia
seringkali dijadikan alasan suatu tindakan
baik itu indah maupun yang celaka
Cinta itu bukan hanya tentang kamu dan aku
atau aku dengan mereka
cinta itu substansi kimia yang melecutkan impuls syaraf
membuat seseorang bertindak diluar logika

tidak ada cinta yang lebih mulia
dari cinta seorang ibu pada anaknya
karena hanya seorang ibulah yang rela
mengorbankan jiwa raga buat putra putrinya
tak ada cinta yang lebih tulus daripada
cinta seorang ayah pada anak-anaknya
karena hanya seorang ayah sejatilah
yang rela bersusah payah dan berpeluh lelah
mencari sesuap nasi untuk makan keluarganya

Namun,
kadang cinta bisa membutakan logika
mengaburkan akal sehat manusia
hingga melakukan hal diluar nalar
ketika cinta yang membabi buta
digunakan segelintir orang
untuk membodohi sekelompok anak manusia
yang diminta berperang demi suatu paham
yang sesungguhnya mengajarkan keindahan cinta

Cinta antara dua anak manusia
tidak ada yang lebih indah daripada
kisah Sang Buddha dan putri Yasodhara
ketika cinta tak melulu soal raga
melebihi ego manusia
lebih indah daripada kisah Romeo Julieta
Beliau berdua yang saling mengikat sumpah
sejak entitas Sumedha dan Sumitra
untuk saling membantu tercapainya Arahat
suatu pembebasan sempurna dari lingkaran samsara
tidak ada yang lebih indah dari ikrar mereka
dimana cinta tak selalu harus tentang kemelekatan
tapi juga saling menolong guna tercapainya nibbana

semoga kita umat Buddha bisa saling mencintai
satu sama lain di dunia ini
dalam kelahiran kita sebagai sesama penghuni alam ini
saling tolong menolong mencapai pembebasan sempurna
sampai kita semua tiba di nibbana
dan mencapai ARAHAT _/\_
Life is must learning,  trying and never giving up to all problem that come to our life.
If life give you one hundred reason to beat you down then find one thousand reason to revive again and again.