Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Tahun Wafat Buddha  (Read 8218 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline stevenson

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 6
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • getting old, potential sickness and will be die
Re: Tahun Wafat Buddha
« Reply #15 on: 10 December 2017, 08:17:26 AM »
Dari sumber-sumber Sarvastivada, Samayabhedoparacanacakra (T 2032. 十八部論 & 2033. 部執異論) di India, terdapat berbagai variasi 116, dan 160 tahun sejak Buddha  wafat sampai jaman Asoka, jadi didapat 386 dan 368 BC. Perhitungan ini disebut Short Chronology. Ditinjau dari 5 generasi pewaris vinaya, jarak waktu yang lebih pendek ini lebih masuk akal ketimbang 218 tahun. Secara arkeologis, tahun belakangan ini juga lebih mendukung karena terdapat berbagai tempat yang dikatakan dikunjungi oleh Buddha baru dibangun belakangan. G. Erdosy yang meninjau dari ekonomi moneter juga memberi hipotesis iklim politik yang digambarkan adalah lebih belakangan daripada 400 BC.

Jadi, ini penghitungan yang terbaik yah? 🤔
An expert is not the one who belives in everything he learns but the one who has esteem knwledge through critical analysis

Offline chingik

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 924
  • Reputasi: 44
Re: Tahun Wafat Buddha
« Reply #16 on: 12 December 2017, 06:19:35 PM »
Tahun Kelahiran dan Wafat Buddha
Bab 8 dari Buku Xuefo Zhijin (學佛知津—Belajar Buddhisme Memahami Jalan)
Master Shengyen

Sebenarnya setelah saya membaca artikel ‘Usulan di Perayaan Hari Kelahiran Buddha’yang ditulis oleh Bhiksu Longgen di buletin Haichao Yin edisi bulan April, saya juga ingin memberi sedikit tanggapan. Tapi Bhiksu Longgen berkata lagi, “Sebelumnya pandangan dan saran yang dikemukakan dalam buletin Haichao Yin ini sepertinya tidak berhasil mendapatkan perhatian secara luas, atau karena berkaitan dengan tradisi, maka belum bisa memiliki aksi.” Jadi hasil dari forum diskusi kita kali ini mengenai apakah kondisi kenyataan dapat diperbaiki, sepertinya masih menjadi sebuah masalah. Tentu, selama masalah masih bertengger satu hari, maka kita harus berusaha satu hari, hingga bisa diatasi  sampai selesai.  Jadi walaupun saya memiliki kekurangan, terutama atas minimnya pengetahuan tentang sejarah, tapi saya tetap ingin memberikan apa yang saya ketahui kepada institusi untuk dijadikan sebagai referensi.   (Ket:1)       
Teringat pada suatu kali dalam perayaan hari kelahiran Buddha, ada seorang tamu terhormat berkata, “Konfusius mengatakan, tahun kelahiran orang tua tidak boleh tidak diketahui, ini sesungguhnya merupakan prinsip dasar sikap bakti kepada orang tua. Namun berdasarkan catatan dan legenda pada umumnya, kapan tahun dan bulan kelahiran Buddha hingga sekarang masih belum ada satu kepastian yang bulat. Bagi para umat Buddha, ini sungguh merupakan sebuah penyesalan yang besar..”Tamu terhormat ini bukanlah seorang umat Buddha, namun beliau sedemikian peduli pada masalah waktu kelahiran Buddha, kita hanya dapat merasa berterima kasih dan malu!

Sebagaimana kita ketahui, India adalah bangsa yang paling tidak menitikberatkan catatan sejarah. Sejarah India kuno hanya dapat diketahui sedikit melalui sejarah negara lain seperti di barat dan sejarah hubungan politik dan kebudayaan Tiongkok. Mengenai ketepatan tanggal, bulan dan tahun kapan orang tertentu mengalami peristiwa tertentu di lokasi tertentu, sungguh tidak mudah ditelusuri. Oleh karena itu, Sang Buddha yang lahir pada masa sekian ratus tahun sebelum masehi, waktu kelahiran Beliau juga membuat orang sangat sulit melacaknya. Tetapi kita juga tidak perlu merasa panik karenanya. Sebab, orang zaman kuno yang dilahirkan beberapa ribu tahun yang lalu, bukan cuma Buddha dari India saja. Bahkan Konfusius dan Laozi dari Tiongkok, Yesus dari barat, juga memiliki permasalahan yang sama.

 Hingga sekarang, Laozi dari Tiongkok masih merupakan seorang tokoh yang misterius. Ada banyak tokoh Laozi dari zaman kuno, namun tidak diketahui tokoh mana yang merupakan penulis kitab Daode Jing (道德經). Bahkan ada yang menyangkal eksistensi tokoh Laozi ini, dan menyatakan bahwa kitab Daode Jing adalah karya dari orang masa belakangan. Mengenai Konfusius, kitab Shiji (史記—Catatan Sejarah) mengatakan Konfusius lahir pada masa Raja Lu Xianggong (魯襄公—raja negara Lu di zaman musim semi dan gugur) tahun ke-12. Kitab Gongyang Zhuan (公羊傳) dan Guliang Zhuan (谷梁傳) mengatakan Konfusius lahir pada masa Raja Lu Xianggong tahun ke-21. Ada orang mengemukakan bahwa catatan dari kitab Shiji lebih tepat.
Tetapi berdasarkan perhitungan tanggal, bulan dan tahun, Konfusius lahir pada masa Kaisar Zhou Lingwang (周靈王) tahun ke-21 gengxu (庚戌—tahun Anjing). Tanggal kelahirannya menurut kalender kuno adalah tanggal 27 bulan ke-8, sedangkan sekarang ini Departemen Pendidikan negara kita menetapkan hari lahir Konfusius menurut kalender internasional jatuh pada tanggal 28 September. Hal ini terlihat masih menjadi sebuah persoalan. Selanjutnya mengenai Yesus, umumnya menganggap bahwa tahun awal masehi yang berlaku sekarang merupakan tahun kelahiran Yesus. Namun menurut hasil penelitian sejarawan, kenyataannya tidak demikian.   

Sejarawan Perancis, Ernest Renan dalam karyanya mengenai kehidupan Yesus mengatakan, “Kita tidak dapat mengetahui kapan tanggal tepatnya Beliau dilahirkan. Kita hanya mengetahui Beliau lahir dalam masa pemerintahan Augustus, mungkin tahun 750 Roma, yaitu beberapa tahun sebelum tahun 1 dari era yang berlaku sekarang.” Umat ka****k dari Tiongkok, Luoguang, dalam kisahnya mengenai Yesus mengatakan, “..akan tetapi menurut para peneliti masa belakangan ini berpendapat bahwa paling sedikit lebih awal 5 tahun dari tahun 1 masehi.”   

Ada pun hari Natal menurut agama kr****n dan ka****k adalah 25 Desember.     Hari Natal menurut Gereja Ortodoks Timur (yang populer di Rusia dan Eropa Timur) adalah 6 Januari. Kemudian yang lebih menarik adalah penduduk dari tempat kelahiran Yesus, Bethlehem (sebenarnya ini juga lokasi kelahiran yang hanya bersifat legenda) malah merayakan 3 kali Natal, yaitu 25 Desember, 6 Januari dan 18 Januari.   
Kita, walau tentu saja tidak perlu merasa panik, tapi seharusnya juga merasa malu. Meski ada perbedaan pandangan tentang tahun kelahiran Konfusius, dan ketentuan resmi hari kelahiran Konfusius juga masih kurang sesuai, namun seluruh negeri hanya mengambil satu tanggal kelahiranNya secara tetap. Meskipun tahun kelahiran Yesus tidak diketahui dengan jelas, begitu juga tanggal kelahiranNya bermacam-macam, namun selain wilayah Gereja Ortodoks dan Bethlehem, kebanyakan umat Kristiani jelas memiliki satu hari Natal bersama. Giliran agama Buddha kita, Buddhis Selatan memiliki hari kelahiran Buddha versi Buddhis Selatan, Buddhis Utara memiliki hari kelahiran Buddha versi Buddhis Utara. Di antara Buddhis Utara ada lagi hari kelahiran Buddha berdasarkan sistem penanggalan bulan (imlek), dan versi Jepang yang berdasarkan sistem penanggalan surya (internasional). Sesampai di Taiwan, karena pernah dikuasai Jepang selama 50 tahun,maka setelah terpisah darinya, perayaan hari kelahiran Buddha pun dilaksanakan menurut versi Jepang dan Tiongkok secara bersamaan. Dilihat dari sudut pandang perayaaan [hari besar], ini bukan saja [memberi kesan] tidak sakral dan tidak menghormati, sungguh merupakan sebuah sindiran.     
Menurut hasil penelitian sejarah, hari kelahiran Buddha sungguh merupakan sebuah persoalan yang membuat orang bingung (ket2). Saya tidak banyak mengenyam pendidikan, setidaknya sampai sekarang masih belum cukup memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi pekerjaan ini. Jadi di sini saya hanya bisa mengutip dari beberapa catatan yang pernah saya lihat, yang bisa dijadikan referensi kepada para pembelajar awal.

-   Shijie Shiwang (世界史網—Jaringan Sejarah Dunia) karya Doktor Thorndike dari Amerika Serikat mengatakan bahwa Buddha lahir sekitar tahun 568 SM dan wafat tahun 488 SM, bertepatan dalam usia 80 tahun.
-   World History karya Hayes C.J.H, Moon P.T dan Wayland J.W dari Amerika Serikat mengatakan Buddha lahir sekitar tahun 550 SM.
-   Yindu Tongshi (印度通史—Sejarah Umum India) karya Zhou Xiangguang (周祥光) mengatakan Buddha lahir pada tahun 567 SM, dan wafat tahun 486 SM. Ini berdekatan dengan tahun yang disebutkan dalam Jaringan Sejarah Dunia.
-   Yindu Fojiao Gaishuo (印度佛教概説—Penjelasan Singkat Buddhisme India) karya Yang Baiyi (楊白衣) mengatakan, “Terdapat berbagai perbedaan pandangan mengenai tahun kelahiran Buddha Sakyamuni. Di antaranya, melalui bukti penelitian yang paling akurat adalah tahun 565 SM.”
-   Buku teks pelajaran Sejarah tingkat SMU dari lokal (ket: Taiwan) menyatakan Buddha lahir pada tahun 620, dan wafat tahun 543 SM.   
Dilihat dari 5 versi catatan di atas, tidak ada satu pun yang sama. Tetapi Jaringan Sejarah Dunia mengatakan Buddha lahir pada tahun 568 SM, Sejarah Umum India mengatakan Buddha lahir pada tahun 567 SM, dan Penjelasan Singkat Buddhisme India mengatakan Buddha lahir pada tahun 565 SM, mereka sangat berdekatan. Hanya versi World History saja yang mengatakan waktu yang terlalu belakangan, sedangkan buku teks pelajaran SMU malah menyebutkan  tahun yang agak awal.   

       Menurut tradisi Buddhis, Era Buddhis tidak dihitung dari tahun kelahiran Buddha, melainkan pada tahun saat Buddha wafat. Mungkin karena tahun kelahiran Buddha tidak diketahui. Kelahiran Buddha hanyalah dihitung berdasarkan berbagai sumber literal agama Buddha mengenai wafatnya Buddha. Oleh karena itu, jika ingin membicarakan tentang [kelahiran] Buddha, maka harus membicarakan tentang wafatNya. 
Dalam satu salah bagian Yindu Fojiao Gaiguan (印度佛教概觀—Selayang Pandang tentang Buddhisme India) karya Liang Qichao (梁啟超) pernah mengatakan, “Setelah 152 tahun kewafatan Buddha, ada satu hal dalam sejarah kebudayaan India yang layak menjadi catatan penting adalah invasi pasukan besar Kaisar Aleksander.” Yang juga berarti bahwa saat Kaisar Aleksander menginvansi India, Buddha telah wafat 152 tahun, di mana saat itu adalah tahun 327 SM. Seratus lima puluh dua tahun ditambah dengan 327 tahun berarti Buddha wafat pada tahun 479 SM. Jika ditambahkan dengan usia Buddha, yaitu 80 tahun, maka tahun 559 SM adalah tahun kelahiran Buddha. Apakah perhitungan ini dapat dikatakan benar, sesungguhnya juga tidak dapat diketahui. Pada bab yang sama dalam karya Liang Qichao juga mengatakan, “Hingga setelah 219 tahun Buddha wafat, Kaisar Asoka naik tahta, dan Buddhisme kembali berjaya.” Ini juga berarti bahwa ketika Kaisar Asoka naik tahta, Buddha telah wafat 219 tahun, yang mana menurut bukti penelitian bahwa naiknya Kaisar Asoka adalah tahun 266 SM, maka tahun Buddha wafat adalah 485 SM. Ditambah dengan usia 80 tahun, maka tahun kelahiranNya adalah 565 SM. Sebagaimana yang dikatakan Yang Baiyi, “..melalui bukti penelitian yang paling akurat adalah tahun 565 SM,” kemungkinan ini mengacu pada catatan tahun saat Kaisar Asoka naik tahta. 
Di samping itu,  dalam  ‘Menentukan  Tahun Wafat Buddha’  karya Master Yinshun (印順) mengatakan, “Menurut Samantapasadika dari Sri Lanka terdapat kisah yang mengatakan, ‘Raja Asoka mengangkat diri sebagai raja, dari sini, Buddha telah wafat selama 218 tahun. ’” Kemudian juga dikatakan, “atau setelah genap 218 tahun, [Buddha telah wafat] selama 219 tahun.”  Pernyataan ini sesuai dengan pernyatan Liang Qichao, yang juga menjadi pegangan beliau.   

Master Yinshun juga mengutip dari Biografi Asoka, “Setelah seratus tahun Buddha wafat, raja Pataliputra bernama Asoka.” Kemudian ia juga mengutip dari kitab Risalah Delapan Belas Sekte (十八部論) , “Setelah Buddha wafat selama 160 tahun, di kota Pataliputra, saat itu Raja Asoka menguasai Jambudvipa.” Master Yinshun sendiri dan Ono Genmyo dan Ui Hakuju dari Jepang sama-sama mengacu pada Risalah Delapan Belas Sekte untuk menghitung tahun wafat Buddha. Yang juga berarti bahwa ketika Raja Asoka naik tahta pada tahun 266 SM, ditambah dengan 116 tahun, maka merupakan tahun wafat Buddha. Ditambah dengan usia Buddha 80 tahun, maka tahun 462 SM baru merupakan tahun kelahiran Buddha. Tapi ini malah melampaui satu abad dibandingkan dengan catatan Samantapasadika dari Buddhis Selatan.   

Lagi pula, dalam forum World Fellowship of Buddhists (WFB) ke-3 tahun 1956, ditetapkan tanggal dan bulan peringatan hari kelahiran Buddha. Oleh karena itu, negara-negara Buddhis Selatan seperti India, Sri Lanka, Nepal menyelenggarakan perayaan besar ‘2500 tahun Era Buddhis’. Ini hanyalah ketetapan yang mengacu pada tradisi yang disepakati bersama bagi Buddhis Selatan, dan ditetapkan hari kelahiran Buddha jatuh pada setiap bulan purnama di bulan Mei tiap tahun. Namun mereka tidak memiliki bukti penelitian sejarah yang benar sebagai acuannya. Karena jika mengacu pada catatan Samantapasadika dari Sri Lanka, maka hingga tahun 1956 sudah menjadi 2520 atau 2521 tahun kelahiran Buddha.

Akan tetapi dapat memiliki sebuah ketetapan bersatu yang bersifat global lebih terhormat dan mulia dibandingkan dengan perayaan hari kelahiran Buddha yang dijalankan secara sendiri-sendiri dengan bentuk yang bermacam-macam. Oleh karena itu,  sebagai respon dari ketetapan WFB, Buddhisme Jepang pun melepaskan tradisi mereka yang merayakan hari kelahiran Buddha pada tangal 8 April berdasarkan sistem kalender internasional, dan memilih setiap bulan purnama di bulan Mei sebagai hari kelahiran Buddha. Hal ini layak diapresiasi.  (Ket:3)

Mengenai hari kelahiran Buddha versi kita (Tiongkok), menurut pandangan saya yang bodoh ini, paling bagus juga dapat merespon ketetapan WFB ke-3 dengan memilih bulan purnama di bulan Mei setiap tahun sebagai hari kelahiran Buddha. Karena kendati mengikuti tradisi lama yang ada di negara kita di mana tanggal 8 bulan 4 penanggalan imlek sebagai hari kelahiran Buddha, itu juga belum tentu benar. Karena hal itu hanya mengacu pada perhitungan dari catatan kitab Xiyu Ji (西域記). Walaupun kita tidak dapat menyangkal kebenarannya, begitu pula kita juga tidak dapat memastikan kebenarannya.   

Jadi kenapa tidak boleh jika kita melepaskan tradisi lama kita dan menapaki jejak langkah bersatu dari berbagai negara? Kita lihat saja agama kr****n dari barat, semakin panjang sejarahnya semakin besar perpecahannya. Dari perpecahan sekte lama kemudian muncul Gereja Ortodoks Timur dan Kekr****nan Barat. Lalu dari Kekr****nan Barat terpecah lagi, kemudian muncul kr****n ka****k dan Protestan. Kemudian perpecahan dari kr****n Protestan muncul lagi Gereja Baptis, Gereja Presbiterian, Anglikan, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,  Gereja Yesus Sejati…

Meskipun perkembangan Buddhisme juga terdapat pembagian Buddhis Utara dan Selatan serta Mahayana dan Theravada, dan Buddhisme Mahayana di Tiongkok juga terdapat berbagai perbedaan aliran, namun hingga zaman belakangan ini, pandangan sektarian Buddhisme Tiongkok sudah tidak terlihat lagi. Antara Buddhis Utara dan Selatan, karena telah dibukanya pintu jalinan hubungan kebudayaan, maka akan tiba saatnya di mana terpupusnya batasan perbedaan. Hal ini terlihat bahwa agama barat semakin lama semakin parah perpecahannya, sementara itu Buddhisme kita semakin lama semakin bersatu. Maka coba kita tanyakan, “Apakah kita memangnya tidak dapat bersatu melangkah di jalan yang ditetapkan secara bersama mengenai perayaan hari kelahiran Buddha?”   
(April 1959 – edisi ‘Forum Diskusi Permasalahan Buddhisme Hari Ini’)   

Ket:
1.  (a) Tahun Buddha wafat: Terdapat catatan singkat dari kitab Lidai Sanbao Ji (歷代三寳記) bab 1 (Tripitaka Taisho, jilid 49 hal. 23)
(b)  Tanggal lahir dan pencapaian pencerahan sempurna Buddha: Lidai Sanbao Ji bab 11 (Tripitaka Taisho, jilid 49 hal. 101)
2. (a)  Mengenai tahun kelahiran Buddha, sesungguhnya sulit dipastikan. Kisah legenda kelahiran Buddha pada masa Kaisar Zhou Zhaowang (周昭王) tidak memiliki cukup bukti. Penjelasan dari Zhongsheng Dianji (眾聖點記) dan Fei Changfang (費長房) hingga sekarang hanya berjarak tidak lebih dari 2.500 tahun. Dikaji dari kitab sejarah terjemahan bahasa sanskerta ke Tionghoa seperti Satasastra terjemahan Kumarajiva dan kitab risalah karya Dinnaga hasil terjemahan Paramartha juga sulit dijadikan acuan. Bisa diperkirakan sejak kelahiran Buddha [hingga sekarang] telah berlangsung antara 2.500 hingga 2.600 tahun. (Kumpulan Tulisan Master Taixu, jilid 38 hal.598). 
(b)  Menurut Master Yinshun, tahun wafat Buddha adalah pada masa Kaisar Zhou Anwang (周安王) tahun ke-14 (387 SM).  (印度之佛教—Buddhisme India Bab 1)
(c) Zhongsheng Dianji (眾聖點記—Tanda Titik dari Para Suciwan): Pada masa Kaisar Liang Wudi (梁武帝)era Datong (大同) tahun pertama, Praktisi Penyepi, Zhao Boxiu (趙伯休) bertemu dengan guru Vinaya, Hongdu (弘度) di Gunung Lu (廬山) dan memperoleh Zhongsheng Dianji. Setelah Buddha wafat, Upali mengumpulkan Vinaya Pitaka, di mana tahun tersebut pada tanggal 15 bulan 7 saat berakhirnya masa varsa, di depan Vinaya Pitaka diberi tanda satu titik. Ini dilakukan setiap tahun, kemudian diteruskan dari satu guru ke guru generasi berikutnya hingga Sanghabhadra membawanya sampai ke Guangzhou, ketika itu adalah masa Dinasti Qi (齊)era Yongming (永明) tahun ke-7 Gengwu (庚午—tahun Kuda) saat selesai masa varsa,diberi tanda satu titik. Pada tahun tersebut telah terkumpulkan 975 titik. Berhubung tanda titik sampai pada era Datong tahun pertama,maka hasil perhitungan Boxiu adalah 1.020 tahun. 
3. (a) Dirghagama Sutra bab 4 [Sutra Perjalanan] pada bagian gatha terakhir mengatakan bahwa Buddha lahir, meninggalkan kehidupan rumah tangga dan mencapai pencerahan sempurna pada tanggal 8 bulan 2.
(b) Bhiksu Bai Fazu (白法祖) dari Henei masa Dinasti Jin Barat menerjemahkan Mahaparinirvana Sutra bab ke-2 dikatakan, “Sutra mengatakan, Buddha lahir pada tanggal 8 bulan 4, meninggalkan kerajaan pada tanggal 8, mencapai pencerahan pada tanggal 8, wafat pada tanggal 8, meninggalkan kehidupan rumah tangga ketika bintang muncul [di langit], mencapai pencerahan ketika bintang muncul, mencapai parinirvana ketika bintang muncul.” 


Offline Hanni_Tan

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 38
  • Reputasi: 2
  • Everything dependently arising
Re: Tahun Wafat Buddha
« Reply #17 on: 12 December 2017, 07:33:22 PM »
Tahun Kelahiran dan Wafat Buddha
Bab 8 dari Buku Xuefo Zhijin (學佛知津—Belajar Buddhisme Memahami Jalan)
Master Shengyen

Sebenarnya setelah saya membaca artikel ‘Usulan di Perayaan Hari Kelahiran Buddha’yang ditulis oleh Bhiksu Longgen di buletin Haichao Yin edisi bulan April, saya juga ingin memberi sedikit tanggapan. Tapi Bhiksu Longgen berkata lagi, “Sebelumnya pandangan dan saran yang dikemukakan dalam buletin Haichao Yin ini sepertinya tidak berhasil mendapatkan perhatian secara luas, atau karena berkaitan dengan tradisi, maka belum bisa memiliki aksi.” Jadi hasil dari forum diskusi kita kali ini mengenai apakah kondisi kenyataan dapat diperbaiki, sepertinya masih menjadi sebuah masalah. Tentu, selama masalah masih bertengger satu hari, maka kita harus berusaha satu hari, hingga bisa diatasi  sampai selesai.  Jadi walaupun saya memiliki kekurangan, terutama atas minimnya pengetahuan tentang sejarah, tapi saya tetap ingin memberikan apa yang saya ketahui kepada institusi untuk dijadikan sebagai referensi.   (Ket:1)       
Teringat pada suatu kali dalam perayaan hari kelahiran Buddha, ada seorang tamu terhormat berkata, “Konfusius mengatakan, tahun kelahiran orang tua tidak boleh tidak diketahui, ini sesungguhnya merupakan prinsip dasar sikap bakti kepada orang tua. Namun berdasarkan catatan dan legenda pada umumnya, kapan tahun dan bulan kelahiran Buddha hingga sekarang masih belum ada satu kepastian yang bulat. Bagi para umat Buddha, ini sungguh merupakan sebuah penyesalan yang besar..”Tamu terhormat ini bukanlah seorang umat Buddha, namun beliau sedemikian peduli pada masalah waktu kelahiran Buddha, kita hanya dapat merasa berterima kasih dan malu!

Sebagaimana kita ketahui, India adalah bangsa yang paling tidak menitikberatkan catatan sejarah. Sejarah India kuno hanya dapat diketahui sedikit melalui sejarah negara lain seperti di barat dan sejarah hubungan politik dan kebudayaan Tiongkok. Mengenai ketepatan tanggal, bulan dan tahun kapan orang tertentu mengalami peristiwa tertentu di lokasi tertentu, sungguh tidak mudah ditelusuri. Oleh karena itu, Sang Buddha yang lahir pada masa sekian ratus tahun sebelum masehi, waktu kelahiran Beliau juga membuat orang sangat sulit melacaknya. Tetapi kita juga tidak perlu merasa panik karenanya. Sebab, orang zaman kuno yang dilahirkan beberapa ribu tahun yang lalu, bukan cuma Buddha dari India saja. Bahkan Konfusius dan Laozi dari Tiongkok, Yesus dari barat, juga memiliki permasalahan yang sama.

 Hingga sekarang, Laozi dari Tiongkok masih merupakan seorang tokoh yang misterius. Ada banyak tokoh Laozi dari zaman kuno, namun tidak diketahui tokoh mana yang merupakan penulis kitab Daode Jing (道德經). Bahkan ada yang menyangkal eksistensi tokoh Laozi ini, dan menyatakan bahwa kitab Daode Jing adalah karya dari orang masa belakangan. Mengenai Konfusius, kitab Shiji (史記—Catatan Sejarah) mengatakan Konfusius lahir pada masa Raja Lu Xianggong (魯襄公—raja negara Lu di zaman musim semi dan gugur) tahun ke-12. Kitab Gongyang Zhuan (公羊傳) dan Guliang Zhuan (谷梁傳) mengatakan Konfusius lahir pada masa Raja Lu Xianggong tahun ke-21. Ada orang mengemukakan bahwa catatan dari kitab Shiji lebih tepat.
Tetapi berdasarkan perhitungan tanggal, bulan dan tahun, Konfusius lahir pada masa Kaisar Zhou Lingwang (周靈王) tahun ke-21 gengxu (庚戌—tahun Anjing). Tanggal kelahirannya menurut kalender kuno adalah tanggal 27 bulan ke-8, sedangkan sekarang ini Departemen Pendidikan negara kita menetapkan hari lahir Konfusius menurut kalender internasional jatuh pada tanggal 28 September. Hal ini terlihat masih menjadi sebuah persoalan. Selanjutnya mengenai Yesus, umumnya menganggap bahwa tahun awal masehi yang berlaku sekarang merupakan tahun kelahiran Yesus. Namun menurut hasil penelitian sejarawan, kenyataannya tidak demikian.   

Sejarawan Perancis, Ernest Renan dalam karyanya mengenai kehidupan Yesus mengatakan, “Kita tidak dapat mengetahui kapan tanggal tepatnya Beliau dilahirkan. Kita hanya mengetahui Beliau lahir dalam masa pemerintahan Augustus, mungkin tahun 750 Roma, yaitu beberapa tahun sebelum tahun 1 dari era yang berlaku sekarang.” Umat ka****k dari Tiongkok, Luoguang, dalam kisahnya mengenai Yesus mengatakan, “..akan tetapi menurut para peneliti masa belakangan ini berpendapat bahwa paling sedikit lebih awal 5 tahun dari tahun 1 masehi.”   

Ada pun hari Natal menurut agama kr****n dan ka****k adalah 25 Desember.     Hari Natal menurut Gereja Ortodoks Timur (yang populer di Rusia dan Eropa Timur) adalah 6 Januari. Kemudian yang lebih menarik adalah penduduk dari tempat kelahiran Yesus, Bethlehem (sebenarnya ini juga lokasi kelahiran yang hanya bersifat legenda) malah merayakan 3 kali Natal, yaitu 25 Desember, 6 Januari dan 18 Januari.   
Kita, walau tentu saja tidak perlu merasa panik, tapi seharusnya juga merasa malu. Meski ada perbedaan pandangan tentang tahun kelahiran Konfusius, dan ketentuan resmi hari kelahiran Konfusius juga masih kurang sesuai, namun seluruh negeri hanya mengambil satu tanggal kelahiranNya secara tetap. Meskipun tahun kelahiran Yesus tidak diketahui dengan jelas, begitu juga tanggal kelahiranNya bermacam-macam, namun selain wilayah Gereja Ortodoks dan Bethlehem, kebanyakan umat Kristiani jelas memiliki satu hari Natal bersama. Giliran agama Buddha kita, Buddhis Selatan memiliki hari kelahiran Buddha versi Buddhis Selatan, Buddhis Utara memiliki hari kelahiran Buddha versi Buddhis Utara. Di antara Buddhis Utara ada lagi hari kelahiran Buddha berdasarkan sistem penanggalan bulan (imlek), dan versi Jepang yang berdasarkan sistem penanggalan surya (internasional). Sesampai di Taiwan, karena pernah dikuasai Jepang selama 50 tahun,maka setelah terpisah darinya, perayaan hari kelahiran Buddha pun dilaksanakan menurut versi Jepang dan Tiongkok secara bersamaan. Dilihat dari sudut pandang perayaaan [hari besar], ini bukan saja [memberi kesan] tidak sakral dan tidak menghormati, sungguh merupakan sebuah sindiran.     
Menurut hasil penelitian sejarah, hari kelahiran Buddha sungguh merupakan sebuah persoalan yang membuat orang bingung (ket2). Saya tidak banyak mengenyam pendidikan, setidaknya sampai sekarang masih belum cukup memiliki kemampuan untuk mengeksplorasi pekerjaan ini. Jadi di sini saya hanya bisa mengutip dari beberapa catatan yang pernah saya lihat, yang bisa dijadikan referensi kepada para pembelajar awal.

-   Shijie Shiwang (世界史網—Jaringan Sejarah Dunia) karya Doktor Thorndike dari Amerika Serikat mengatakan bahwa Buddha lahir sekitar tahun 568 SM dan wafat tahun 488 SM, bertepatan dalam usia 80 tahun.
-   World History karya Hayes C.J.H, Moon P.T dan Wayland J.W dari Amerika Serikat mengatakan Buddha lahir sekitar tahun 550 SM.
-   Yindu Tongshi (印度通史—Sejarah Umum India) karya Zhou Xiangguang (周祥光) mengatakan Buddha lahir pada tahun 567 SM, dan wafat tahun 486 SM. Ini berdekatan dengan tahun yang disebutkan dalam Jaringan Sejarah Dunia.
-   Yindu Fojiao Gaishuo (印度佛教概説—Penjelasan Singkat Buddhisme India) karya Yang Baiyi (楊白衣) mengatakan, “Terdapat berbagai perbedaan pandangan mengenai tahun kelahiran Buddha Sakyamuni. Di antaranya, melalui bukti penelitian yang paling akurat adalah tahun 565 SM.”
-   Buku teks pelajaran Sejarah tingkat SMU dari lokal (ket: Taiwan) menyatakan Buddha lahir pada tahun 620, dan wafat tahun 543 SM.   
Dilihat dari 5 versi catatan di atas, tidak ada satu pun yang sama. Tetapi Jaringan Sejarah Dunia mengatakan Buddha lahir pada tahun 568 SM, Sejarah Umum India mengatakan Buddha lahir pada tahun 567 SM, dan Penjelasan Singkat Buddhisme India mengatakan Buddha lahir pada tahun 565 SM, mereka sangat berdekatan. Hanya versi World History saja yang mengatakan waktu yang terlalu belakangan, sedangkan buku teks pelajaran SMU malah menyebutkan  tahun yang agak awal.   

       Menurut tradisi Buddhis, Era Buddhis tidak dihitung dari tahun kelahiran Buddha, melainkan pada tahun saat Buddha wafat. Mungkin karena tahun kelahiran Buddha tidak diketahui. Kelahiran Buddha hanyalah dihitung berdasarkan berbagai sumber literal agama Buddha mengenai wafatnya Buddha. Oleh karena itu, jika ingin membicarakan tentang [kelahiran] Buddha, maka harus membicarakan tentang wafatNya. 
Dalam satu salah bagian Yindu Fojiao Gaiguan (印度佛教概觀—Selayang Pandang tentang Buddhisme India) karya Liang Qichao (梁啟超) pernah mengatakan, “Setelah 152 tahun kewafatan Buddha, ada satu hal dalam sejarah kebudayaan India yang layak menjadi catatan penting adalah invasi pasukan besar Kaisar Aleksander.” Yang juga berarti bahwa saat Kaisar Aleksander menginvansi India, Buddha telah wafat 152 tahun, di mana saat itu adalah tahun 327 SM. Seratus lima puluh dua tahun ditambah dengan 327 tahun berarti Buddha wafat pada tahun 479 SM. Jika ditambahkan dengan usia Buddha, yaitu 80 tahun, maka tahun 559 SM adalah tahun kelahiran Buddha. Apakah perhitungan ini dapat dikatakan benar, sesungguhnya juga tidak dapat diketahui. Pada bab yang sama dalam karya Liang Qichao juga mengatakan, “Hingga setelah 219 tahun Buddha wafat, Kaisar Asoka naik tahta, dan Buddhisme kembali berjaya.” Ini juga berarti bahwa ketika Kaisar Asoka naik tahta, Buddha telah wafat 219 tahun, yang mana menurut bukti penelitian bahwa naiknya Kaisar Asoka adalah tahun 266 SM, maka tahun Buddha wafat adalah 485 SM. Ditambah dengan usia 80 tahun, maka tahun kelahiranNya adalah 565 SM. Sebagaimana yang dikatakan Yang Baiyi, “..melalui bukti penelitian yang paling akurat adalah tahun 565 SM,” kemungkinan ini mengacu pada catatan tahun saat Kaisar Asoka naik tahta. 
Di samping itu,  dalam  ‘Menentukan  Tahun Wafat Buddha’  karya Master Yinshun (印順) mengatakan, “Menurut Samantapasadika dari Sri Lanka terdapat kisah yang mengatakan, ‘Raja Asoka mengangkat diri sebagai raja, dari sini, Buddha telah wafat selama 218 tahun. ’” Kemudian juga dikatakan, “atau setelah genap 218 tahun, [Buddha telah wafat] selama 219 tahun.”  Pernyataan ini sesuai dengan pernyatan Liang Qichao, yang juga menjadi pegangan beliau.   

Master Yinshun juga mengutip dari Biografi Asoka, “Setelah seratus tahun Buddha wafat, raja Pataliputra bernama Asoka.” Kemudian ia juga mengutip dari kitab Risalah Delapan Belas Sekte (十八部論) , “Setelah Buddha wafat selama 160 tahun, di kota Pataliputra, saat itu Raja Asoka menguasai Jambudvipa.” Master Yinshun sendiri dan Ono Genmyo dan Ui Hakuju dari Jepang sama-sama mengacu pada Risalah Delapan Belas Sekte untuk menghitung tahun wafat Buddha. Yang juga berarti bahwa ketika Raja Asoka naik tahta pada tahun 266 SM, ditambah dengan 116 tahun, maka merupakan tahun wafat Buddha. Ditambah dengan usia Buddha 80 tahun, maka tahun 462 SM baru merupakan tahun kelahiran Buddha. Tapi ini malah melampaui satu abad dibandingkan dengan catatan Samantapasadika dari Buddhis Selatan.   

Lagi pula, dalam forum World Fellowship of Buddhists (WFB) ke-3 tahun 1956, ditetapkan tanggal dan bulan peringatan hari kelahiran Buddha. Oleh karena itu, negara-negara Buddhis Selatan seperti India, Sri Lanka, Nepal menyelenggarakan perayaan besar ‘2500 tahun Era Buddhis’. Ini hanyalah ketetapan yang mengacu pada tradisi yang disepakati bersama bagi Buddhis Selatan, dan ditetapkan hari kelahiran Buddha jatuh pada setiap bulan purnama di bulan Mei tiap tahun. Namun mereka tidak memiliki bukti penelitian sejarah yang benar sebagai acuannya. Karena jika mengacu pada catatan Samantapasadika dari Sri Lanka, maka hingga tahun 1956 sudah menjadi 2520 atau 2521 tahun kelahiran Buddha.

Akan tetapi dapat memiliki sebuah ketetapan bersatu yang bersifat global lebih terhormat dan mulia dibandingkan dengan perayaan hari kelahiran Buddha yang dijalankan secara sendiri-sendiri dengan bentuk yang bermacam-macam. Oleh karena itu,  sebagai respon dari ketetapan WFB, Buddhisme Jepang pun melepaskan tradisi mereka yang merayakan hari kelahiran Buddha pada tangal 8 April berdasarkan sistem kalender internasional, dan memilih setiap bulan purnama di bulan Mei sebagai hari kelahiran Buddha. Hal ini layak diapresiasi.  (Ket:3)

Mengenai hari kelahiran Buddha versi kita (Tiongkok), menurut pandangan saya yang bodoh ini, paling bagus juga dapat merespon ketetapan WFB ke-3 dengan memilih bulan purnama di bulan Mei setiap tahun sebagai hari kelahiran Buddha. Karena kendati mengikuti tradisi lama yang ada di negara kita di mana tanggal 8 bulan 4 penanggalan imlek sebagai hari kelahiran Buddha, itu juga belum tentu benar. Karena hal itu hanya mengacu pada perhitungan dari catatan kitab Xiyu Ji (西域記). Walaupun kita tidak dapat menyangkal kebenarannya, begitu pula kita juga tidak dapat memastikan kebenarannya.   

Jadi kenapa tidak boleh jika kita melepaskan tradisi lama kita dan menapaki jejak langkah bersatu dari berbagai negara? Kita lihat saja agama kr****n dari barat, semakin panjang sejarahnya semakin besar perpecahannya. Dari perpecahan sekte lama kemudian muncul Gereja Ortodoks Timur dan Kekr****nan Barat. Lalu dari Kekr****nan Barat terpecah lagi, kemudian muncul kr****n ka****k dan Protestan. Kemudian perpecahan dari kr****n Protestan muncul lagi Gereja Baptis, Gereja Presbiterian, Anglikan, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,  Gereja Yesus Sejati…

Meskipun perkembangan Buddhisme juga terdapat pembagian Buddhis Utara dan Selatan serta Mahayana dan Theravada, dan Buddhisme Mahayana di Tiongkok juga terdapat berbagai perbedaan aliran, namun hingga zaman belakangan ini, pandangan sektarian Buddhisme Tiongkok sudah tidak terlihat lagi. Antara Buddhis Utara dan Selatan, karena telah dibukanya pintu jalinan hubungan kebudayaan, maka akan tiba saatnya di mana terpupusnya batasan perbedaan. Hal ini terlihat bahwa agama barat semakin lama semakin parah perpecahannya, sementara itu Buddhisme kita semakin lama semakin bersatu. Maka coba kita tanyakan, “Apakah kita memangnya tidak dapat bersatu melangkah di jalan yang ditetapkan secara bersama mengenai perayaan hari kelahiran Buddha?”   
(April 1959 – edisi ‘Forum Diskusi Permasalahan Buddhisme Hari Ini’)   

Ket:
1.  (a) Tahun Buddha wafat: Terdapat catatan singkat dari kitab Lidai Sanbao Ji (歷代三寳記) bab 1 (Tripitaka Taisho, jilid 49 hal. 23)
(b)  Tanggal lahir dan pencapaian pencerahan sempurna Buddha: Lidai Sanbao Ji bab 11 (Tripitaka Taisho, jilid 49 hal. 101)
2. (a)  Mengenai tahun kelahiran Buddha, sesungguhnya sulit dipastikan. Kisah legenda kelahiran Buddha pada masa Kaisar Zhou Zhaowang (周昭王) tidak memiliki cukup bukti. Penjelasan dari Zhongsheng Dianji (眾聖點記) dan Fei Changfang (費長房) hingga sekarang hanya berjarak tidak lebih dari 2.500 tahun. Dikaji dari kitab sejarah terjemahan bahasa sanskerta ke Tionghoa seperti Satasastra terjemahan Kumarajiva dan kitab risalah karya Dinnaga hasil terjemahan Paramartha juga sulit dijadikan acuan. Bisa diperkirakan sejak kelahiran Buddha [hingga sekarang] telah berlangsung antara 2.500 hingga 2.600 tahun. (Kumpulan Tulisan Master Taixu, jilid 38 hal.598). 
(b)  Menurut Master Yinshun, tahun wafat Buddha adalah pada masa Kaisar Zhou Anwang (周安王) tahun ke-14 (387 SM).  (印度之佛教—Buddhisme India Bab 1)
(c) Zhongsheng Dianji (眾聖點記—Tanda Titik dari Para Suciwan): Pada masa Kaisar Liang Wudi (梁武帝)era Datong (大同) tahun pertama, Praktisi Penyepi, Zhao Boxiu (趙伯休) bertemu dengan guru Vinaya, Hongdu (弘度) di Gunung Lu (廬山) dan memperoleh Zhongsheng Dianji. Setelah Buddha wafat, Upali mengumpulkan Vinaya Pitaka, di mana tahun tersebut pada tanggal 15 bulan 7 saat berakhirnya masa varsa, di depan Vinaya Pitaka diberi tanda satu titik. Ini dilakukan setiap tahun, kemudian diteruskan dari satu guru ke guru generasi berikutnya hingga Sanghabhadra membawanya sampai ke Guangzhou, ketika itu adalah masa Dinasti Qi (齊)era Yongming (永明) tahun ke-7 Gengwu (庚午—tahun Kuda) saat selesai masa varsa,diberi tanda satu titik. Pada tahun tersebut telah terkumpulkan 975 titik. Berhubung tanda titik sampai pada era Datong tahun pertama,maka hasil perhitungan Boxiu adalah 1.020 tahun. 
3. (a) Dirghagama Sutra bab 4 [Sutra Perjalanan] pada bagian gatha terakhir mengatakan bahwa Buddha lahir, meninggalkan kehidupan rumah tangga dan mencapai pencerahan sempurna pada tanggal 8 bulan 2.
(b) Bhiksu Bai Fazu (白法祖) dari Henei masa Dinasti Jin Barat menerjemahkan Mahaparinirvana Sutra bab ke-2 dikatakan, “Sutra mengatakan, Buddha lahir pada tanggal 8 bulan 4, meninggalkan kerajaan pada tanggal 8, mencapai pencerahan pada tanggal 8, wafat pada tanggal 8, meninggalkan kehidupan rumah tangga ketika bintang muncul [di langit], mencapai pencerahan ketika bintang muncul, mencapai parinirvana ketika bintang muncul.” 


Beda jauh dgn link yg dikasi xeno dan kk

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Tahun Wafat Buddha
« Reply #18 on: 13 December 2017, 12:08:40 PM »
Dari sumber-sumber Sarvastivada, Samayabhedoparacanacakra (T 2032. 十八部論 & 2033. 部執異論) di India, terdapat berbagai variasi 116, dan 160 tahun sejak Buddha  wafat sampai jaman Asoka, jadi didapat 386 dan 368 BC. Perhitungan ini disebut Short Chronology. Ditinjau dari 5 generasi pewaris vinaya, jarak waktu yang lebih pendek ini lebih masuk akal ketimbang 218 tahun. Secara arkeologis, tahun belakangan ini juga lebih mendukung karena terdapat berbagai tempat yang dikatakan dikunjungi oleh Buddha baru dibangun belakangan. G. Erdosy yang meninjau dari ekonomi moneter juga memberi hipotesis iklim politik yang digambarkan adalah lebih belakangan daripada 400 BC.

Jadi, ini penghitungan yang terbaik yah? 🤔
Sejauh belum ditemukan lainnya, maka short chronology lebih didukung bukti arkeologis ketimbang long chronology, walaupun secara pastinya tetap tidak bisa diketahui akurasinya.


Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.847
  • Reputasi: 268
Re: Tahun Wafat Buddha
« Reply #19 on: 13 December 2017, 12:17:16 PM »
Beda jauh dgn link yg dikasi xeno dan kk
Chingik menuliskan artikel dari Master Sheng Yen yang menggunakan Samantapasadika sebagai basisnya, sehingga selalu didapatkan sekitar tahun 560SM.  Artikel itu juga ada menyinggung Samayabhedoparacanacakra tapi langsung mementahkannya kembali dengan dasar terlalu jauh dengan acuan Samantapasadika:

Quote
Master Yinshun juga mengutip dari Biografi Asoka, “Setelah seratus tahun Buddha wafat, raja Pataliputra bernama Asoka.” Kemudian ia juga mengutip dari kitab Risalah Delapan Belas Sekte (十八部論) , “Setelah Buddha wafat selama 160 tahun, di kota Pataliputra, saat itu Raja Asoka menguasai Jambudvipa.” Master Yinshun sendiri dan Ono Genmyo dan Ui Hakuju dari Jepang sama-sama mengacu pada Risalah Delapan Belas Sekte untuk menghitung tahun wafat Buddha. Yang juga berarti bahwa ketika Raja Asoka naik tahta pada tahun 266 SM, ditambah dengan 116 tahun, maka merupakan tahun wafat Buddha. Ditambah dengan usia Buddha 80 tahun, maka tahun 462 SM baru merupakan tahun kelahiran Buddha. Tapi ini malah melampaui satu abad dibandingkan dengan catatan Samantapasadika dari Buddhis Selatan.
 


Xeno menyertakan catatan mistik yang merupakan tradisi, bukan sejarah. Seperti catatan tradisional lainnya, angkanya bisa sangat fantastis namun tentu tidak masuk akal secara sejarah. Namun informasi ini tetap berguna untuk menambah wawasan tentang aneka perhitungan tahun kelahiran Buddha.


Offline Yuliaevold

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 1
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
PUUR CBD
« Reply #20 on: 19 October 2019, 07:36:24 PM »
Hi everybody! I was speculating whether anybody would love to register with me as a cannabis and CBD goods reviewer? I have already received a considerable amount of cbd product lines from top brand names such as Bluebird Botanicals I likewise have a considerable amount of CBD and hemp items to send to CBD and hemp reviewers, including CBD Vaping, CBD Edibles and CBD Bath and Body I likewise do vape reviews and am searching for a vape reviewer also to review the following eliquid brands (will be sent to you): 3rd Street Vapor Company, C.R.E.A.M E-Juice and The Schwartz E-Liquid Thanks guys and have a fabulous day! You can contact me at https://allcbdstores.com