Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Udana. Pali - Inggris oleh Bhikkhu Thanissaro  (Read 9097 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Udana. Pali - Inggris oleh Bhikkhu Thanissaro
« Reply #15 on: 01 September 2013, 09:59:31 AM »
Udana 1.8. ketinggalan dicopas nih.

Sangamaji Sutta: ShowHide
Udana 1.8. Saṅgāmaji: Saṅgāmaji Sutta
Telah kudengar pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī di Hutan Jeta, vihara milik Anāthapiṇḍika. Dan pada kesempatan tersebut Y.M. Saṅgāmaji telah tiba di Sāvatthī untuk menemui Sang Bhagavā. Mantan istrinya mendengar, “Guru Saṅgāmaji, kata mereka, telah tiba di Sāvatthī.” Membawa anaknya yang masih kecil, ia pergi ke Hutan Jeta. Pada saaat itu Y.M. Saṅgāmaji sedang duduk di bawah pohon for the day’s abiding. Mantan istrinya datang menemuinya dan, setibanya, berkata kepadanya, “Lihatlah aku, pertapa – (seorang perempuan) dengan anak laki-lakinya.” Ketika kalimat itu diucapkan, Y.M. Saṅgāmaji hanya diam. Untuk kedua kalinya… untuk ketiga kalinya, mantan istrinya berkata kepadanya, “Lihatlah aku, pertapa – (seorang perempuan) dengan anak laki-lakinya.” Untuk ketiga kalinya, Y.M. Saṅgāmaji tetap diam.

Kemudian mantan istrinya, membawa sang bayi dan meninggalkannya di depan Y.M. Saṅgāmaji, pergi, berkata, “Itu anakmu, pertapa. Jagalah dia.”

Kemudian Y.M. Saṅgāmaji tidak melihat anak kecil itu maupun berkata kepadanya. Istrinya, setelah pergi tidak terlalu jauh, melihat kembali dan melihat Y.M. Saṅgāmaji tidak melihat anak kecil itu maupun berkata kepadanya. Melihat ini, ia berpikir, “Sang pertapa bahkan tidak memedulikan anak laki-lakinya.” Kembali dari sana dan membawa anaknya, ia pergi.

Sang Bhagavā – dengan mata dewanya, suci dan melampaui manusia – melihat mantan istri Y.M. Saṅgāmaji berperilaku tak pantas seperti itu.

Kemudian, dengan menyadari pentingnya hal tersebut, Sang Bhagavā pada kesempatan itu berseru:

Saat dia datang,
   ia tidak bergembira;
Saat dia pergi,
   ia tidak berduka;
Seorang pemenang dalam pertempuran, terbebas dari ikatan:1
   Ialah yang kusebut sebagai
   seorang Brahmana

Catatan:
1. Baris ini merupakan permainan kata pada nama Saṅgāmaji. Secara harfiah, berarti pemenang dalam pertempuran – gabungan dari saṅgāma (pertempuran) dan –ji (pemenang) – tapi Sang Buddha juga mengambil bagian pertama pada gabungan kata yaitu saṅgā yang berarti “dari ikatan”. Sebenarnya, saṅgāma dan saṅgā tidak berkaitan satu sama lain. Kemampuan untuk melakukan permainan kata menggunakan kata-kata yang tidak berkaitan seperti ini dianggap sebagai tanda kecerdasan dan berpengetahuan.

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Udana. Pali - Inggris oleh Bhikkhu Thanissaro
« Reply #16 on: 01 September 2013, 10:38:46 AM »
Udana 2.7. Anak Tunggal: Ekaputta Sutta
Telah kudengar pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī di Hutan Jeta, vihara milik Anāthapiṇḍika. Dan pada kesempatan tersebut seorang anak tunggal yang disayangi dan dicintai oleh seorang pengikut awam telah meninggal. Maka sejumlah besar pengikut awam – bajunya basah, rambutnya basah – pergi menemui Sang Bhagavā di tengah hari dan, setibanya, bersujud kepada beliau, duduk di satu sisi. Ketika mereka duduk di sana Sang Bhagavā bertanya: “Mengapa kalian datang ke sini – baju kalian basah, rambut kalian basah – di tengah hari?”

Ketika hal ini dikatakan, pengikut awam berkata kepada Sang Bhagavā, “Anak tunggalku yang kusayang dan kucintai, tuan, telah meninggal. Karena inilah aku datang ke sini – baju kami basah, rambut kami basah – di tengah hari.”

Kemudian, dengan menyadari pentingnya hal tersebut, Sang Bhagavā pada kesempatan itu berseru:


Terikat oleh daya tarik
dari apa yang terlihat disayangi,1
makhluk-makhluk surgawi, kebanyakan orang,
lelah oleh kesengsaraan,
jatuh di bawah kekuasaan
dari Raja Kematian.
Teapi mereka yang, siang dan malam,
Dengan penuh perhatian mengabaikan
apa yang terlihat disayangi,
mencabut kesengsaraan
dari akarnya –
   Umpan kematian
   begitu sulit
   untuk diatasi.

Catatan:
1. Mengikuti bacaan, piyarūpassāda-gaddhitāse dalam edisi Thai, Burma, dan BJT. Edisi Srilanka tersedia dalam Jurnal Etika Buddhist (Journal of Buddhist Ethics) memiliki piyarūpā-sātanīpa-gaddhitā ye: “Mereka yang terikat pada sesuatu yang terlihat disayangi dan terlihat cocok”; edisi PTS, piyarūpāsāta-gaddhitā ve: “Benar-benar terikat oleh sesuatu yang terlihat disayangi dan sesuatu yang tidak cocok.” Bagian paralel dalam Udānavarga (5.10) memiliki, priyarūpa-sāta-grahitā: “Terikat oleh sesuatu yang terlihat disayangi dan cocok.”

Lihat juga: MN 87, SN 42.11, Ud 2.8, Ud 8.8

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Udana. Pali - Inggris oleh Bhikkhu Thanissaro
« Reply #17 on: 01 September 2013, 10:39:14 AM »
Udana 2.6. Wanita Hamil: Gabbhini Sutta
Telah kudengar pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī di Hutan Jeta, vihara milik Anāthapiṇḍika. Dan pada kesempatan tersebut istri muda dari seorang pengembara sedang hamil dan berada di ambang melahirkan. Maka ia berkata kepada sang pengembara, “Pergilah, brahmana, ambilkan minyak untuk aku melahirkan.”

Ketika hal ini diucapkan, pengembara berkata kepadanya, “Tetapi di mana bisa kudapatkan minyak?”

Kedua kalinya, ia berkata kepada pengembara, “Pergilah, brahmana, ambilkan minyak untuk aku melahirkan.”

Kedua kalinya, pengembara berkata, “Tetapi di mana bisa kudapatkan minyak?”

Ketiga kalinya, ia berkata kepada pengembara, “Pergilah, brahmana, ambilkan minyak untuk aku melahirkan.”

Pada kesempatan tersebut di gudang penyimpanan milik Raja Pasenadi Kosala, petapa dan brahmana sedang dibagikan minyak atau ghee karena mereka perlu minum, tetapi tidak untuk dibawa. Maka pengembara berpikir, “Pada saat ini di gudang penyimpanan milik Raja Pasenadi Kosala, petapa dan brahmana sedang dibagikan minyak atau ghee karena mereka perlu minum, tetapi tidak untuk dibawa. Seandainya, setelah pergi ke sana, saya meminum minyak sebanyak-banyaknya sesuai yang kubutuhkan dan, kembali ke rumah, dimuntahkan, diberikan untuk digunakan dalam melahirkan?”

Maka, setelah pergi ke gudang penyimpanan milik Raja Pasenadi Kosala, ia meminum minyak sebanyak mungkin sesuai yang ia butuhkan tapi, kembali ke rumah, tidak dapat mengeluarkannya. Maka ia berguling ke belakang dan seterusnya, menderita dari rasa sakit yang sengit, tajam, dan parah. Kemudian di pagi hari buta Sang Bhagavā merapikan jubah bawahnya dan – membawa mangkuk dan jubahnya – pergi ke Sāvatthī untuk menerima dana makanan. Beliau melihat sang pengembara berguling ke belakang dan seterusnya, menderita dari rasa sakit yang sengit, tajam, dan parah.

Kemudian, dengan menyadari pentingnya hal tersebut, Sang Bhagavā pada kesempatan itu berseru:

Betapa bahagianya, bagi seseorang yang tidak memiliki apa-apa
   yang telah menguasai Dhamma,
   dipelajari.
Melihatnya menderita, seseorang yang memiliki sesuatu,
   seseorang terikat dalam tubuh
   bersama orang-orang.

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Udana. Pali - Inggris oleh Bhikkhu Thanissaro
« Reply #18 on: 29 September 2013, 01:00:11 PM »
Udana 2.8. Suppavāsā: Suppavāsā Sutta
Telah kudengar pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Kuṇḍiya di hutan Kuṇḍiṭṭhāna. Dan pada kesempatan tersebut Suppavāsā, putri Koliya sudah mengandung selama tujuh tahun dan mengalami persalinan yang sulit selama tujuh hari. Dia – tersentuh oleh rasa sakit yang sengit dan tajam – menahannya dengan tiga pemikiran: “Betapa rightly self-awakened is Sang Bhagavā yang, melepaskan penderitaan ini, mengajarkan Dhamma! Betapa terlatih dengan baiknya komunitas dari siswa-siswa Sang Bhagavā yang berlatih, melepaskan penderitaan ini! Betapa benar-benar berbahagianya tidak terikat, di mana penderitaan seperti ini tidak ditemukan!”

Kemudian Suppavāsā berkata kepada suaminya, “Datanglah, guru muda. Pergilah menemui Sang Bhagavā dan, setibanya, memberikan penghormatan dengan kepalamu menyentuh kepalanya atas namaku, tanyakan apakah ia terbebas dari penyakit dan penderitaan, bebas, kuat, dan hidup dalam kenyamanan, berkata: ‘Suppavāsā sang putri Koliya, tuan, memberikan penghormatan denga meletakkan kepalanya pada kakimu dan bertanya apakah engkau terbebas dari penyakit dan penderitaan, bebas, kuat, dan hidup dalam kenyamanan.’ Dan mengatakan ini: ‘Suppavāsā telah tujuh tahun mengandung dan tujuh tahun kesulitan mengandung. Ia – tersentuh oleh rasa sakit yang sengit dan tajam – menahannya dengan tiga pemikiran: “Betapa rightly self-awakened is Sang Bhagavā yang, melepaskan penderitaan ini, mengajarkan Dhamma! Betapa terlatih dengan baiknya komunitas dari siswa-siswa Sang Bhagavā yang berlatih, melepaskan penderitaan ini! Betapa benar-benar berbahagianya tidak terikat, di mana penderitaan seperti ini tidak ditemukan!’”

Menjawab, “Bagus sekali!” kepada Suppavāsā sang putri-Koliya, putra Koliya pergi menghadap Sang Bhagavā dan, setibanya, bersujud kepada Sang Bhagavā, duduk di satu sisi. Ketika ia duduk ia berkata kepada Sang Bhagavā, “Suppavāsā sang putri Koliya, tuan, memberikan penghormatan dengan meletakkan kepalanya pada kakimu dan bertanya apakah engkau terbebas dari penyakit dan penderitaan, bebas, kuat, dan hidup dalam kenyamanan.’ Dan mengatakan ini: ‘Suppavāsā telah tujuh tahun mengandung dan tujuh tahun kesulitan mengandung. Ia – tersentuh oleh rasa sakit yang sengit dan tajam – menahannya dengan tiga pemikiran: “Betapa rightly self-awakened is Sang Bhagavā yang, melepaskan penderitaan ini, mengajarkan Dhamma! Betapa terlatih dengan baiknya komunitas dari siswa-siswa Sang Bhagavā yang berlatih, melepaskan penderitaan ini! Betapa benar-benar berbahagianya tidak terikat, di mana penderitaan seperti ini tidak ditemukan!’”

[Sang Bhagavā berkata] “Semoga Suppavāsā sang putri-Koliya baik-baik saja dan terbebas dari penyakit. Dan semoga ia melahirkan anaknya dengan terbebas dari penyakit.” Dan pada saat yang bersamaan dengan Sang Bhagavā berucap, Suppavāsā sang putri-Koliya – baik-baik saja dan terbebas dari penyakit – melahirkan anak dengan terbebas dari penyakit.

Mengatakan, “Baik, Tuan,” putra-Koliya, berbahagia dan menerima kata-kata Sang Bhagavā, bangun dari tempat duduknya, bersujud kepada Sang Bhagavā dan – mengelilinginya ke arah kanan – kembali ke rumahnya. Beliau melihat Suppavāsā sang putrid-Koiya – baik-baik saja dan terbebas dari penyakit – telah mengirimkan seorang anak laki-laki terbebas dari penyakit. Melihat hal ini, ia berpikir, “Betapa mengagumkan! Betapa menakjubkan!- Melihat kekuatan besar Sang Tathāgata, kekuasaan besar, lalu, di saat yang sama dengan pernyataan Sang Bhagavā, Suppavāsā sang putri-Koliya – baik-baik saja dan terbebaskan dari penyakit – mau mengirim seorang anak laki-laki terbebas dari penyakit!” Bersyukur, ia merasa bersuka-cita, bergembira, berbahagia.

Kemudian Suppavāsā berkata kepada suaminya, “Datanglah, tuan muda. Pergilah ke Sang Bhagavā dan, setibanya, tunjukkan penghormatan dengan menundukkan kepalamu di kakinya dalam namaku, berkata: ‘Suppavāsā sang putri-Koliya, tuan, menunjukkan penghormatan dengan menundukkan kepalanya di kakimu.’ Dan mengatakan ini: ‘Suppavāsā, yang telah mengandung selama tujuh tahun dan tujuh hari mengalami kesulitan persalinan, sekarang telah – baik-baik saja dan terbebas dari penyakit – melahirkan anak dengan bebas dari penyakit. Ia mengundang komunitas Bhikkhu, dengan Buddha sebagai kepalanya, untuk tujuh hari jamuan makan. Semoga Sang Bhagavā menyetujui tujuh hari jamuan makan Suppavāsā, bersama dengan komunitas bhikkhu.’”

Menjawab, “Baik sekali!” kepada Suppavāsā sang putri-Koliya, sang putra-Koliya pergi menghadap Sang Bhagavā dan, setibanya, bersujud kepada Sang Bhagavā, duduk di satu sisi. Ketika ia duduk di sana ia berkata kepada Sang Bhagavā, “Suppavāsā sang putri-Koliya, tuan, menunjukkan penghormatan dengan menundukkan kepalanya di kakimu. Dan ia mengatakan ini: ‘Suppavāsā, yang telah mengandung selama tujuh tahun dan tujuh hari dalam kesulitan persalinan, sekarang telah – baik-baik saja dan terbebas dari penyakit – melahirkan anak dengan bebas dari penyakit. Ia mengundang komunitas Bhikkhu, dengan Buddha sebagai kepalanya, untuk tujuh hari jamuan makan. Semoga Sang Bhagavā menyetujui tujuh hari jamuan makan Suppavāsā, bersama dengan komunitas bhikkhu.’”

Pada saat tersebut seorang umat awam tertentu sudah mengundang komunitas bhikkhu, dengan Buddha sebagai kepalanya, untuk dana makanan keesokan hari. Umat awam tersebut merupakan pendukung Y.M. Mahā Moggallāna. Maka Sang Bhagavā berkata kepada Y.M. Moggallāna, “Datanglah, Moggallāna. Pergilah kepada sang umat awam dan, setibanya, katakan kepadanya, ‘Suppavāsā sang putri-Koliya, yang telah tujuh tahun mengandung dan tujuh hari dalam kesulitan melahirkan, kini telah – baik-baik saja dan terbebas dari penyakit – melahirkan seorang anak yang bebas dari penyakit. Ia telah mengundang komunitas bhikkhu, dengan Buddha sebagai kepalanya, untuk tujuh hari jamuan makan. Izinkan Suppavāssā melakukan tujuh jamuan. Setelah itu, kau melakukan milikmu.’ Ia adalah pendukungnmu.”

Menjawab, “Seperti yang engkau katakan, tuan,” kepada Sang Bhagavā, Y.M. Moggallāna pergi menghadap sang umat awam dan, setibanya, berkata kepadanya, “Suppavāsā sang putri-Koliya, yang telah tujuh tahun mengandung dan tujuh hari dalam kesulitan melahirkan, sekarang telah – baik-baik saja dan terbebas dari penyakit – melahirkan seorang anak bebas dari penyakit. Ia telah mengundang komunitas bhikkhu, dengan Buddha sebagai kepalanya, untuk tujuh hari jamuan makan. Izinkan Suppavāsā melakukan tujuh jamuan; setelah itu, kau melakukan milikmu.”

“Yang Mulia tuan, jika Y.M. Moggallāna akan menjadi penjaminku untuk tiga hal – kekayaan, kehidupan, dan keyakinan (ku) – maka izinkan Suppavāsā melakukan tujuh jamuan; setelah itu, aku akan melakukan milikku.”

“Untuk dua hal, kawan, aku akan menjandi penjaminmu: kekayaanmu dan kehidupanmu. Hanya kaulah penjamin keyakinanmu.”

“Yang Mulia tuan, jika Y.M. Moggallāna akan menjadi penjaminku untuk dua hal – kekayaan dan kehidupan (ku) – maka izinkan Suppavāsā melakukan tujuh jamuan; setelah itu, aku akan melakukan milikku.”

Kemudian Y.M. Moggallāna, setelah menenangkan sang umat awam, pergi menghadap Sang Bhagavā dan, setibanya, berkata, “Sang umat awam, tuan, telah didamaikan. Izinkan Suppavāsā melakuan tujuh jamuan; setelah itu, ia melakukan miliknya.”

Selama tujuh hari Suppavāsā sang putri-Koliya dengan tangannya sendiri melayani dan memuaskan komunitas bhikkhu, dengan Buddha sebagai kepalanya, dengan makanan pokok dan makanan non-pokok yang istimewa. Dan ia meminta anaknya menunjukkan penghormatan kepada Sang Bhagavā dan komunitas bhikkhu. Kemudian Y.M. Sāriputta berkata kepada sang anak, “Aku percaya, anak kecil, hal tersebut dapat tertahankan bagimu. Aku percaya bahwa hal-hal tersebut nyaman bagimu. Aku percaya bahwa di sana tidak ada rasa sakit.”

“Dari mana, Y.M. Sāriputta, hal-hal tersebut dapat tertahankan bagiku? Dari mana mereka merasa nyaman bagiku hidup tujuh tahun di dalam perut dengan darah?”1 Kemudian Suppavāsā – (berpikir,) “Anakku sedang berbincang dengan Jendral Dhamma!” – merasa bersyukur, bersuka-cita, berbahagia, dan bergembira. Sang Bhagavā, mengetahuia bahwa Suppavāsā merasa bersyukur, bersuka-cita, berbahagia, dan bergembira, berkata kepadanya, “Suppavāsā, maukah kau memiliki anak laki-laki lainnya seperti ini?”

“Yang Mulia Bhagavā,2 aku mau memiliki tujuh anak laki-laki lagi seperti ini!”

Kemudian, dengan menyadari pentingnya hal tersebut, Sang Bhagavā pada kesempatan itu berseru:

Yang tidak menyenangkan
di dalam samaran yang menyenangkan,
yang tidak dicintai
di dalam samaran yang dicintai,
rasa sakit di dalam samaran kebahagiaan,
menguasai
seseorang yang lengah.

Catatan
1. Baca lohita-kucchiyā dengan edisi Thai. Komentar mendukung bacaan, lohita-kumbhiyā, di dalam sebuah pot berisi darah. Komentar menyatakan bahwa anak laki-laki Suppavāsā kemudian menjadi arahat yang terkenal, Sivali, yang diakui oleh Buddha sebagai muridnya yang paling unggul dalam menerima hadiah.
2. Baca bhante bhagavā dengan edisi Thai. Cara ekstrim untuk menyampaikan pesan kepada Buddha juga terjadi di Udana 8:7. Edisi Sri Lanka dan Burma dibaca dengan sederhana Bhagavā.

Tanya: yang dibold enakan diterjemahkan jadi apa ya?

Offline Mr. Wei

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.074
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
Re: Udana. Pali - Inggris oleh Bhikkhu Thanissaro
« Reply #19 on: 29 September 2013, 01:00:59 PM »
Udana 2.7. Anak Tunggal: Ekaputta Sutta
Telah kudengar pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di dekat Sāvatthī di Hutan Jeta, vihara milik Anāthapiṇḍika. Dan pada kesempatan tersebut seorang anak tunggal yang disayangi dan dicintai oleh seorang pengikut awam telah meninggal. Maka sejumlah besar pengikut awam – bajunya basah, rambutnya basah – pergi menemui Sang Bhagavā di tengah hari dan, setibanya, bersujud kepada beliau, duduk di satu sisi. Ketika mereka duduk di sana Sang Bhagavā bertanya: “Mengapa kalian datang ke sini – baju kalian basah, rambut kalian basah – di tengah hari?”

Ketika hal ini dikatakan, pengikut awam berkata kepada Sang Bhagavā, “Anak tunggalku yang kusayang dan kucintai, tuan, telah meninggal. Karena inilah aku datang ke sini – baju kami basah, rambut kami basah – di tengah hari.”

Kemudian, dengan menyadari pentingnya hal tersebut, Sang Bhagavā pada kesempatan itu berseru:


Terikat oleh daya tarik
dari apa yang terlihat disayangi,1
makhluk-makhluk surgawi, kebanyakan orang,
lelah oleh kesengsaraan,
jatuh di bawah kekuasaan
dari Raja Kematian.
Teapi mereka yang, siang dan malam,
Dengan penuh perhatian mengabaikan
apa yang terlihat disayangi,
mencabut kesengsaraan
dari akarnya –
   Umpan kematian
   begitu sulit
   untuk diatasi.

Catatan:
1. Mengikuti bacaan, piyarūpassāda-gaddhitāse dalam edisi Thai, Burma, dan BJT. Edisi Srilanka tersedia dalam Jurnal Etika Buddhist (Journal of Buddhist Ethics) memiliki piyarūpā-sātanīpa-gaddhitā ye: “Mereka yang terikat pada sesuatu yang terlihat disayangi dan terlihat cocok”; edisi PTS, piyarūpāsāta-gaddhitā ve: “Benar-benar terikat oleh sesuatu yang terlihat disayangi dan sesuatu yang tidak cocok.” Bagian paralel dalam Udānavarga (5.10) memiliki, priyarūpa-sāta-grahitā: “Terikat oleh sesuatu yang terlihat disayangi dan cocok.”

Lihat juga: MN 87, SN 42.11, Ud 2.8, Ud 8.8