Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: masalah keluarga  (Read 9451 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: masalah keluarga
« Reply #15 on: 16 August 2014, 10:48:29 AM »
^ ^ kalau dengan tidak ikut makan ikan (nila) dan kerang bisa membuatmu bebas dari 'keharusan' untuk membantu, kenapa nggak?

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #16 on: 16 August 2014, 02:27:49 PM »
^ ^ kalau dengan tidak ikut makan ikan (nila) dan kerang bisa membuatmu bebas dari 'keharusan' untuk membantu, kenapa nggak?

Bukan gak mau membantu cm gak mau membunuh. Mis kamu disuru masak. Ada menu kerang atas permintaan keluarga besr, apa kamu bakal suru mama yg masak aja kerangnya soalnya sy gak mau membunuh. Ato gmn?

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #17 on: 16 August 2014, 02:29:20 PM »
^ ^ kalau dengan tidak ikut makan ikan (nila) dan kerang bisa membuatmu bebas dari 'keharusan' untuk membantu, kenapa nggak?

Bukan gak mau membantu cm gak mau membunuh. Mis kamu disuru masak. Ada menu kerang atas permintaan keluarga besr, apa kamu bakal suru mama yg masak aja kerangnya soalnya sy gak mau membunuh. Ato gmn?

Offline dhammadinna

  • Sebelumnya: Mayvise
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.626
  • Reputasi: 149
Re: masalah keluarga
« Reply #18 on: 16 August 2014, 03:19:26 PM »
^ ^ iya misalnya saya di posisi itu,  khusus untuk kerang, mama saja yang masak (saya tidak mau membantu membunuh)..

Saya juga tidak akan memakannya kalau ada kemungkinan ketidaksukaan dari mama kalau saya makan (dianggap hanya mau makan, tidak mau membantu membunuh).
« Last Edit: 16 August 2014, 03:27:00 PM by dhammadinna »

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #19 on: 17 September 2014, 11:15:02 AM »
Sya sudah mencoba mengatakan ajaran agama Buddha sila pertama tdk bole membunuh, jdi lebi baik pilh yg mati aja. Dijb kan bukan kita yg bunuh, org itu yg bunuh.. trus esoknya mertua pesan lele yg di potong hidup2 banyak sekali. Bawa dr pasar ke rumah kepalanya uda dipotong tapi badannya masih bisa bergerak. Kasihan banget. Bbrp waktu lalu juga saudara beli lobster hidup pulang, memang bukan saya yg masak, tapi melihat proses pemasakan itu membuat sy sedih n tidak selera makan. Adakah saran gmn sebaiknya sikap sy melihat hal tsb?

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: masalah keluarga
« Reply #20 on: 17 September 2014, 02:07:59 PM »
Q. disuruh mertua pergi ke pasar beli ikan, trus di potong idup oleh si penjual ?
A. memungkinkan ga beli ikan yg uda mati ? klo tdk memungkinkan, ya mau ga mau beli ikan tu ikan, asal bukan sis yg bunuh dan sis jgn makan masakan ikan itu. bsok klo sis ada waktu, ya beli ikan lele idup, trus lepaskan di sungai terdekat.

Q. saudara beli lobster idup, yang masak bukan sis ?
A. ya di info aja ke saudara, lebih baik kedepannya jgn beli lobster idup, beli aja lobster yg uda mati. sis jgn ikut memasak maupun memakan, terlebih sis ga selera makan jg kan ?

terkadang memang ada kondisi yg tdk bs kita hindari, sis menolak permintaan mertua dan keluarga besar, efek nya sis ribut/bertengkar dgn mereka blm lg bs merembet smpai ribut dgn suami, tentu hal ini jg tdk di inginkan. jd kudu bijak menyikapi keluarga demikian.
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #21 on: 17 September 2014, 04:41:56 PM »
Q. disuruh mertua pergi ke pasar beli ikan, trus di potong idup oleh si penjual ?
A. memungkinkan ga beli ikan yg uda mati ? klo tdk memungkinkan, ya mau ga mau beli ikan tu ikan, asal bukan sis yg bunuh dan sis jgn makan masakan ikan itu. bsok klo sis ada waktu, ya beli ikan lele idup, trus lepaskan di sungai terdekat.

Q. saudara beli lobster idup, yang masak bukan sis ?
A. ya di info aja ke saudara, lebih baik kedepannya jgn beli lobster idup, beli aja lobster yg uda mati. sis jgn ikut memasak maupun memakan, terlebih sis ga selera makan jg kan ?

terkadang memang ada kondisi yg tdk bs kita hindari, sis menolak permintaan mertua dan keluarga besar, efek nya sis ribut/bertengkar dgn mereka blm lg bs merembet smpai ribut dgn suami, tentu hal ini jg tdk di inginkan. jd kudu bijak menyikapi keluarga demikian.

Tidak memungkinkan kecuali menyadarkan mertua, kira2 alasan apa lg yg bisa dipergunakan? Bbrp hari lalu mertua juga beli ikan lele besar sekali yg hidup langsung dipotong penjual untuk cucunya yg bayi. Katanya enak kali kalo buat bubur. Untuk fangsen saya gak tau habitatnya khawatir nanti akan membuat ekosistem jadi tidak seimbang gpp?
Untuk lobster sy gak berani menasehati yg beli. Saya hanya tanya napa gak beli yg mati dijb hrs yg hidup, mati gak bole makan lagi n bilang saya juga ada piara lobster jd tidak brani makan. Saya ada menasehati yg memasaknya kalo gak bole membunuh. Katanya dia juga gak berani tapi terpaksa karena gilirannya masak.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: masalah keluarga
« Reply #22 on: 17 September 2014, 05:21:02 PM »
klo fangshen ga usa bingung, dekat rumah sis ada sungai ? setidaknya di kota sis, ada danau atau sungai ? nah, disono lepas ikan lele, mau berapa byk, berapa kilo, terserah sis... cm klo ada kesempatan, lakukan...

menyadarkan orang pake kata2 agak susah, kecuali sis punya kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, menyampaikan sampai menyentuh sanubari nya, kalo kaga, mental terus... atau sis punya status sosial yg lebih tinggi, misal sis adalah polisi/pejabat besar/dokter atau lain nya...
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #23 on: 17 September 2014, 05:51:44 PM »
ternyata ngobrol di pm dibatasin maks.20...hehehe...hari ini dah over limit.
dilanjut besok lagi ya sis...
sukses sll yaaa.... :rose:
I'm an ordinary human only

Offline mina

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 19
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #24 on: 19 September 2014, 11:47:12 AM »
Hari ni mertua beli kepiting hidup lagi dipasar. Saya blg beli rajungan saja yg sudah mati dijwb kptg lebi enak dan murah. Lucunya waktu suru penjual potong diblg saya vege jd gak bole potong. Bukankah menjual juga sama saja. Dan apakah menyuruh org membunuh sama dengan membunuh? Mertua sempat mau beli kerang dan nila tapi saya blg gak usa la masih hidup, dijb bego kali. Kalo dia gak ada pantangan.

Offline btj

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 183
  • Reputasi: 5
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #25 on: 23 September 2014, 08:39:03 AM »
Setelah ditelusuri kasusnya, kayaknya kendalanya ada di masalah status dalm keluarga.
Kalau km yang memegang tampuk kepemimpinan dalam keluarga tentu semua keputusan ada di tangan km.
Jadi daripada terus mencemaskan ini dan itu yang sulit didapatkan solusinya, gimana kalau km mencoba metode yang lain.
Tingkatkan kualitas diri.
Pasang sikap dan prinsip yang lebih berwibawa.
Kadang2 efeknya belum tentu seburuk apa yang kita pikirkan lho, kitanya yang berpikir terlalu jauh, takut sebelum bicara, padahal mungkin aja keluarga dapat menerima nasehat kita.

Tapi tentu km yang lebih tahu kondisi diri sendiri dan kondisi keluarga.
Sekarang coba alihkan usaha km ke pembangunan karakter diri, kepada prinsip.
Istilahnya kalau kita yang berkuasa maka kata2 kita akan didengar.
Kadang gue lihat org punya menantu aja sikapnya kayak ratu kok, cuma kelakuannya cenderung kurang ajar, kurang berbakti.
Dan maksud gue bukan seperti itu.

Kita punya wibawa dan prinsip gak mesti seperti itu, gak mesti suka melawan atau membantah apalagi berantem.
Tapi juga jangan mau diinjak2 pula.
Tapi semua tergantung kamunya sih.
Yang penting sih kita msti bangun karakter berwibawa dgn cara yang benar. Toh kita demi menyelematkan lebih banyak makhluk hidup dan tindakan keluarga dari pelanggaran sila kan.
Jadi gak usah takut nanti akan bertengkar.
Yang penting caranya benar aja.
Pasti ada deh caranya kalau mau ubah nasibnya.
Kalo toh pada akhirnya gak berhasil ya udah terima dgn iklas aja.
Jalani aja gak usa pake perasaan bersalah segala.
Imbangin dgn perbuatan baik aja sebisanya.

Semoga berhasil.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: masalah keluarga
« Reply #26 on: 23 September 2014, 09:07:43 AM »
Ternyata Msc lenyap di sana dan muncul di sini toh...
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: masalah keluarga
« Reply #27 on: 23 September 2014, 10:22:09 AM »
Ternyata Msc lenyap di sana dan muncul di sini toh...
Setau oma tuh Msc Master of Science.... ^-^ ^-^

Welcome bro btj, kita disini biasa saling canda...
Conan mah biasanya oma kerjain, sekarang baru istirahat....
Kasian conan sll dikerjain oma.... :))
I'm an ordinary human only

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.098
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: masalah keluarga
« Reply #28 on: 23 October 2014, 03:42:36 PM »
harus di sadari dan di pahami tidak semuanya orang sama tingginya pemahaman dhammanya, ibu mertua mina juga begitu pemahaman dhamma nya belum sampai kesana jadi harus banyak bersabar (khanti, melatih khanti nya mina), harus hati hati memberi penjelasan apa lagi ke mertua wanita, ide baik untuk memvegetarian diri cukup baik untuk menangkal hal hal ini.

Bila belanja ke pasar sepertinya hanya anda dan mertua anda, bila dia membeli ikan, ayam, dan benda hidup lainnya untuk di potong sebaiknya anda tutup mulut anda karena ada perbedaan dhamma cukup besar bila tidak bisa terjadi keributan nanti nya yang bisa berkepanjangan dalam keluarga, menjaga keharmonisan dalam keluarga juga tidak lah mudah, toh dia yang beli bukan anda yang beli, bila anda harus ke pasar sendiri bebelanja sebaiknya bawalah pembantu bila ada pembantu, biarkan dia membeli pesanan mertua anda terutama yang menyangkut pembelian barang hidup yang kemudian di potong, sebaiknya bila anda sendiri membeli ikan laut yang biasa sudah mati, udang yang sudah mati, kodok yang sudah dipotong atau kupas, atau ayam yang sudah di potong, daging babi, sapi atau kambing yang sudah di potong.

bila ke supermarket hindari bagian ikan biasanya banyak ikan di aquarium yang masih hidup, cari yang sudah di fillet atau di eskan.