Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Secuil Memori  (Read 72371 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #270 on: 19 November 2013, 01:11:42 PM »
hmmm, mulai dari mana yaaa...?? (dari awal)

jadi, saya baru aja mengalami masalah, yang menurut saya cukup berat..
padahal mungkin menurut orang lain, tidak berat-berat amat..
tapi ketika masalah itu menimpa saya, saya merasa sangat depresi..

setelah saya bisa menjauhkan diri dari tampat yg bermasalah itu, saya akhirnya bisa mengkontrol depresi saya, sedikit demi sedikit..
pun saya sampai pada pemikiran, jika saja masalah ini tidak terjadi, jika saya tidak ada disana, maka saya tidak akan mengetahui siapa sesungguhnya orang tersebut..

saat berada di kota lain itu, saat terkena masalah itu, saya hampir setiap hari menangis, merenung n bertanya2..
kenapa saya harus mengalami ini, kenapa saya harus ada di kota ini, ada apa, kenapa jalan hidup saya seperti ini.. dan pertanyaan sejenis..??
apakah saya pernah melakukan sesuatu yang jahat kepada orang tersebut atau kepada orang lain dan kini karmanya berbuah..?? bisa jadi, karena ternyata hal kecil yg buruk sedikit saja, belum tentu saya menyadarinya bahwa itu buruk..

yang masih saya ngga ngerti, kenapa kehidupan kita berjalan dari satu titik ke titik lain..??
kita yang memilih jalan??
tapi ketika kita memilih sebuah jalan kan kita gak tau apa yg akan terjadi di depan..
dan kalau kita terlalu lama berpikir untuk memutuskan jalan mana yang kita pilih, bukankah kita akan kehabisan waktu..???
jadi, bagaimana sebaiknya...???

oke, memang saya akui dari segala pahit yang terjadi itu, saya pun bisa memetik manisnya..
saya berusaha mengambil setiap pelajaran yang ada selama hampir 1 bulan..
saya pun bersyukur karena saya telah sedikit mempelajari ajaran Buddha, sehingga saya masih bisa untuk membuat pikiran saya berpikir positif ditengah kenegatifan yang saya rasakan...

hal yang saya belum paham lainnya, tentang MEMAAFKAN..
apa sih memaafkan itu?
ketika kita memaafkan orang lain yang sudah berbuat salah ke kita, salah kah kalau kita tidak ingin bertemu dia lagi karena saya tidak mau hal yang sama terulang kembali..?? sebagai pencegahan..
maksudnya, menurut saya, ada orang2 yang menurut saya memang sebaiknya dihindari, salahkah saya..??
jadi dilema..

emosi.. masih belum bisa mengkontrol dengan baik..

hal lain lagi, saya berkesempatan puja bhakti di Vihara Vidyaloka..
dapet buku pula 3 (Puja, Dhamma Dana Para Dhammaduta 3, Riwayat Hidup Yasodhara)
senangnyaaaaa..  ;D
dan ramah2 loh mereka..

juga ada kejadian yang bikin saya merasa saya bertemu malaikat atau dewa yang menjelma menjadi manusia..
dan saya yakin itu karena karma baik..
ketika saya membonceng di motor teman saya, setelah lampu merah, ada motor yang mendekat, lalu dia mengulurkan tangan dan bilang "mbak, uangnya jatuh"
OMG, ternyata uang di kantung kanan belakang celana jeans saya jatuh..
dan ternyata itu berjumlah 90ribuan..
untuk saat itu yang kita lagi dalam keadaan pas-pasan, saya sangat kaget..
dan saya langsung menangis dan berkali2 mengucapkan terima kasih..
dan kemudian si pengendara motor itu berlalu begitu saja, dan saya masih menangis di bonceng teman saya..
saya berpikir waktu itu, karena selama hampir 1 bulan itu saya melihat kebaikan teman saya kepada siapa saja.. (dia masih care ama kucing yang sering mampir walau dia sangat takut kucing, dia membantu bapak tua penarik becak mendorong becaknya saat tanjakan, dan hal2 baik lain yg mungkin sepele tapi dia lakukan)
hei, teman, terima kasih ya, kebaikan2 kecil mu yang tulus mengajari saya melihat kehidupan..
*terharuuuuu inget itu semuaaa..  :'(

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #271 on: 19 November 2013, 01:19:47 PM »
Maaf ya sis, saya juga lama tidak aktif jadi thread ini tidak kebaca...ternyata anda punya pertanyaan untuk saya...jadi telat bacanya baru sekarang....bila dikaitkan agama lain, maka jawabannya paling enak dan mudah "Tuhan tidak mungkin memberi percobaan diluar kemampuan umatnya" (***padahal jelas2 dia terlahir cacat).

Berkaitan dengan pertanyaan anda, menurut saya sis belom memiliki kapasitas untuk menjelaskan kepada mereka, karena anda sendiri belom memiliki cukup pengetahuan tentang dhamma, saran saya tidak perlu menjelaskan kepada mereka, namun bila sis didesak kepada mereka itu lain masalah, sampaikan aja ke mereka bahwa "Jika memang benar Tuhan ADIL mengapa bayi tidak berdosa terlahir cacat?" mereka pasti akan beragumentasi macam2, ya silahkan aja, tapi paling tidak anda telah berusaha menjawab itu, bila mereka belom puas anda tinggal melanjutkan lagi, "untuk itulah saya mempelajari dhamma karena sayapun sedang mencari jawabannya". Semoga anda berhasil sis. Sangat sulit menyakinkan mereka saya tahu itu sis.... ;D

nah itu juga menjadi pertanyaan saya...
mengapa dan mengapa tentang tuhan, kelahiran kembali..
dhamma yang mana yang menjelaskan itu..

makin lama makin banyak pertanyaannya..
kebanyakan mungkin terlihat sepele, atau kurang ajar..
tapi saya serius bertanya karena tidak tahu dan ingin tahu..
cuman untuk bertanya langsung ke bhikkhu atau samanera atau ke umat lain secara langsung, di vihara misalnya, saya ngga berani..  :-[

dan orang yang terdekat secara fisik yang bisa saya tanya ya cuma mama saya dan teman saya yang jelas2 tidak mempelajari Buddhis.. hehe.. jadi ya gak nyambung..

dan iyaa, tuhan itu gimana adil kalau begitu.. saya pun masih bertanya2..
sejak kapan tuhan disebut2 oleh manusia..
sebelum ada 1 pun manusia yang menyebut tuhan, bagaimana??
eh kok jadi bahasannya kesini yah dari kelahiran kembali..??
hehe..
tapi beberapa umat perumah tangga bukannya juga ada yang percaya tuhan yah? nah itu tuhan yg apa n bagaimana?? biasanya buddhis yang memakai tradisi china ya..??

Offline bluppy

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.163
  • Reputasi: 65
  • Gender: Female
Re: Secuil Memori
« Reply #272 on: 19 November 2013, 01:23:06 PM »
wow temennya baik yag...
walaupun hal kecil, tapi dia tetep melakukan
seperti nolong abang tukang becak naik tanjakan
a sweet act of random kindness

ini bisa dibilang teman "jodoh" yg baik
maksudnya bukan "jodoh cinta"
tapi "jodoh" seperti ada ikatan kamma baik ketemu temen yg bisa memberi hal2 positif, inspirasi positif, dan kita bisa belajar hal2 positif dari mereka.
seperti kalyana mitta = teman yg baik

kalau misalnya di masa lampau ketemu org yg tidak baik, lingkungan tidak baik
dan bagus untuk memaafkan, tapi tidak usah juga memaksakan diri untuk terus berhubungan dengan "teman" yg tidak baik itu 
bisa dibilang itu "jodoh" yg tidak baik
dan lepaskanlah ikatan kamma dengan org itu

hanya pengertian saya pribadi, ngk tau bener or ngk...

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #273 on: 19 November 2013, 01:35:46 PM »
wow temennya baik yag...
walaupun hal kecil, tapi dia tetep melakukan
seperti nolong abang tukang becak naik tanjakan
a sweet act of random kindness

ini bisa dibilang teman "jodoh" yg baik
maksudnya bukan "jodoh cinta"
tapi "jodoh" seperti ada ikatan kamma baik ketemu temen yg bisa memberi hal2 positif, inspirasi positif, dan kita bisa belajar hal2 positif dari mereka.
seperti kalyana mitta = teman yg baik

kalau misalnya di masa lampau ketemu org yg tidak baik, lingkungan tidak baik
dan bagus untuk memaafkan, tapi tidak usah juga memaksakan diri untuk terus berhubungan dengan "teman" yg tidak baik itu 
bisa dibilang itu "jodoh" yg tidak baik
dan lepaskanlah ikatan kamma dengan org itu


hanya pengertian saya pribadi, ngk tau bener or ngk...

nah itu yang jadi dilema..
ketika saya bilang saya sudah memaafkan, tapi kemudian saya menjadi trauma untuk dihubungi oleh orang itu lagi..
karena walaupun dia sudah minta maaf dan saya sudah berkata memaafkan, saya tidak tau apakah dia masih berkelakuan buruk atau tidak ke kita nantinya..
dan ketika saya menjauh, dibilang sombong atau dendam dan belum memaafkan..
dan jika teringat kejadian yang dia menyakiti saya, rasanya masih sakit..
gimana "let go" nya??
jd tidak merasa sakit lagi dan memaafkan apakah berbarengan..??
dan ketika saya menghindari dia, apakah itu tidak membentuk karma baru yg tidak baik..??
hadeeh binun..

Offline bluppy

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.163
  • Reputasi: 65
  • Gender: Female
Re: Secuil Memori
« Reply #274 on: 19 November 2013, 01:51:10 PM »
well, kalo saya di posisi itu

yg pertama mungkin, jujur pada diri sendiri dulu
kalo memang sangat tidak comfortable untuk menerima telp, apalagi ketemuan
yag udah, terima aja kalau saat ini: saya tidak ingin berhubungan dengan orang itu

dan kalau dia bilang "sombong, dendam, tidak mau memaafkan, dll"
yag udah itu kan reaksi dia, saya ngk pengen ikut2 "terhanyut" oleh itu

kalau jawaban saya yg paling jujur dan mengungkapkan isi hati mungkin:
"saya berusaha memaafkan, tapi rasa sakit itu masih ada, dan sejujurnya saya tidak merasa comfortable untuk terus berhubungan dengan anda. Jadi sebaiknya sementara waktu tidak berkomunikasi dulu. untuk bisa mengendap dan melihat situasi itu lebih jernih dari sisi lain yg lebih netral"

tapi sejujurnya, sulit dan butuh keberanian untuk bisa menjelaskan panjang lebar kaya gitu.
dan situasinya mungkin tidak nyaman banget
jadi sejujurnya, mungkin saya akan memilih jalan yg lebih gampang dan lebih "pengecut"
untuk menghindar aja, hehehee...

dunia luas, kalo memang org itu memberi pengaruh buruk, ngapain juga keep that person in my life ? yag, hidup penuh pilihan, ngk tau pilihan itu salah atau bener, tapi coba ikutin kata hati aja, biasanya kata hati itu jujur. Kalau ke depannya, yag let it be, let it be.

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #275 on: 20 November 2013, 07:58:13 PM »
sis bluppy, sebenernya saya udah pernah bilang seperti yang sis bilang ke dia walopun melalui sms, malah dibilang gak mempraktekkan agama dgn baik, gak baik kalau dendam..

saya juga mencoba baik2 bersms saja dengan dia, tapi ujung2nya sms nya ngajak ribut gitu..

jadi ya menurut saya lebih baik dihindari saja dia, walaupun saya merasa sedikit bersalah..  :|

ya seperti sis bilang, supaya gak jadi pengaruh buruk lagi..

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #276 on: 21 November 2013, 11:29:50 AM »
hal lain lagi, saya berkesempatan puja bhakti di Vihara Vidyaloka..
dapet buku pula 3 (Puja, Dhamma Dana Para Dhammaduta 3, Riwayat Hidup Yasodhara)
senangnyaaaaa..  ;D
dan ramah2 loh mereka..

*terharuuuuu inget itu semuaaa..  :'(
yaaahhhh....sayang sekali kita tidak kenal dikala itu, karena saya juga hadir dan Dhammadesana waktu itu kalo ga salah Bhante Joti khan ?

Gpp lain waktu kabari oma ya klo ke yogya
;D



nah itu juga menjadi pertanyaan saya...
mengapa dan mengapa tentang tuhan, kelahiran kembali..
dhamma yang mana yang menjelaskan itu..

makin lama makin banyak pertanyaannya..
kebanyakan mungkin terlihat sepele, atau kurang ajar..
tapi saya serius bertanya karena tidak tahu dan ingin tahu..
cuman untuk bertanya langsung ke bhikkhu atau samanera atau ke umat lain secara langsung, di vihara misalnya, saya ngga berani..  :-[

dan orang yang terdekat secara fisik yang bisa saya tanya ya cuma mama saya dan teman saya yang jelas2 tidak mempelajari Buddhis.. hehe.. jadi ya gak nyambung..

dan iyaa, tuhan itu gimana adil kalau begitu.. saya pun masih bertanya2..
sejak kapan tuhan disebut2 oleh manusia..
sebelum ada 1 pun manusia yang menyebut tuhan, bagaimana??
eh kok jadi bahasannya kesini yah dari kelahiran kembali..??
hehe..
tapi beberapa umat perumah tangga bukannya juga ada yang percaya tuhan yah? nah itu tuhan yg apa n bagaimana?? biasanya buddhis yang memakai tradisi china ya..??

Sis pembahasan tentang Tuhan sudah berkali2 dibahas, coba aja dicari di thread2 lama.... ;D
(***dibongkar2 aja sis timbunan thread2 lama, karena sudah sering sekali pembahasan ttg Tuhan, ada Tuhan juga kok di forum sini  ^-^ )
« Last Edit: 21 November 2013, 11:31:36 AM by Shasika »
I'm an ordinary human only

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori [early greetings from me]
« Reply #277 on: 18 December 2013, 01:54:53 AM »
karena besok sampe tahun baru, saya pergi..
dan bakal out of reach juga dari sms, telp, WA n internet,
jadi saya ucapin duluan ya temen2..
have fun.. n keep safe in all u do..
see you next year.. :D

*maaf pic nya di attach.. gak tau caranya masukin image diposting..*
« Last Edit: 18 December 2013, 01:57:20 AM by CintaViolet »

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #278 on: 06 January 2014, 05:56:22 PM »
akhirnya bisa juga.. n berani juga saya.. ikut pabbaja Samaneri..
hihi.. tadinya cuma mau jadi Atthangasila nya.. tapi pikir2 lagi, nanggung kalo gtu, sekalian aja kalo nyemplung, jangan dikit2.. kan katanya pengen tau rasanya..

jadilah ikut Pabbaja Samaneri n Upasika Atthangasila yg diselenggarakan oleh Sangha Biksuni SAGIN..
taunya ya pas puja bakti ke vihara ekayana, liat posternya.. trus daftar deh lewat email.. *malu kalo daftar langsung*

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Secuil Memori
« Reply #279 on: 06 January 2014, 06:31:27 PM »
Anumodana, semoga bisa tercapai segala cita-citanya _/\_
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #280 on: 07 January 2014, 06:07:05 PM »
Congrats sis.... ^:)^
I'm an ordinary human only

Offline Shasika

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.152
  • Reputasi: 101
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #281 on: 07 January 2014, 07:48:43 PM »
akhirnya bisa juga.. n berani juga saya.. ikut pabbaja Samaneri..
hihi.. tadinya cuma mau jadi Atthangasila nya.. tapi pikir2 lagi, nanggung kalo gtu, sekalian aja kalo nyemplung, jangan dikit2.. kan katanya pengen tau rasanya..

jadilah ikut Pabbaja Samaneri n Upasika Atthangasila yg diselenggarakan oleh Sangha Biksuni SAGIN..
taunya ya pas puja bakti ke vihara ekayana, liat posternya.. trus daftar deh lewat email.. *malu kalo daftar langsung*
Kelupaan td tp dah ga bisa diedit...+1 meluncur utk usaha sis melatih diri...semoga semakin menambah saddha sis kepada Buddha, Dhamma dan Sangha...
I'm an ordinary human only

Offline CintaViolet

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 536
  • Reputasi: 21
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Secuil Memori
« Reply #282 on: 07 January 2014, 08:02:22 PM »
Anumodana, semoga bisa tercapai segala cita-citanya _/\_

thx u, bro shinichi..  _/\_


Kelupaan td tp dah ga bisa diedit...+1 meluncur utk usaha sis melatih diri...semoga semakin menambah saddha sis kepada Buddha, Dhamma dan Sangha...

makasih banyak, oma shasika.. sadhu sadhu sadhu..  ^:)^