Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: kritisi sutta yuks...  (Read 8074 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
kritisi sutta yuks...
« on: 23 March 2013, 09:06:15 AM »
penting ga ya ini di tanya dan di bahas ?  :-? ya itung2 untuk diskusi aja... ;D

Konon katanya, kesucian seseorang hanya bisa diketahui oleh mereka yang telah mencapai kesucian. contohnya seperti bhikkhu2 yg termasuk ariya sangha, arahat dan buddha. ada juga yg mengatakan kesucian bisa dilihat dari prilaku sehari-hari, lebih berwibawa, tubuh nya lebih bersih bercahaya.

Namun dalam sutta banyak sekali ungkapan, seseorang setelah mendengar kotbah buddha mencapai kesucian/menjadi arahat. konon dinyatakan bahwa sutta ditulis berdasarkan apa yg didengar oleh ananda selama mengikuti buddha, padahal kita mengetahui bahwa ananda mencapai kesucian setelah buddha parinibbana. bagaimana mungkin ananda mengetahui bahwa seseorang telah mencapai kesucian/menjadi arahat setelah mendengar kotbah buddha ?

kadang jg disebutkan dalam sutta, bahwa seseorang masuk dalam kondisi jhana satu, jhana dua, jhana tiga, jhana empat. bahkan anda juga mengetahui proses bathin buddha pada saat akan parinibbana, masuk jhana pertama, keluar jhana pertama, masuk jhana kedua dan seterusnya sampai akhirnya buddha parinibbana. sedangkan ananda, konon katanya tidak memiliki kemampuan bathin kecuali ingatan yg kuat. bagaimana ananda bisa mengetahui secara detail pencapaian jhana seseorang dan kondisi bathin buddha pada saat parinibbana ?
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Kelana

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.226
  • Reputasi: 142
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #1 on: 23 March 2013, 09:27:36 AM »
IMO, mungkin ada kaitannya dengan angka 84.000 berikut:


82.000 dari Sang Buddha telah aku terima;
2000 dari para siswa-Nya;
Sekarang 84.000 dhamma telah kuketahui.

Theragatha 17.3 (vv. 1024-29)

Mungkin saja Ananda tidak melihat langsung tetapi mendengar dari apa yang diucapkan /diceritakan oleh siswa Sang Buddha yang lainnya. Oleh karena itu tertulis "Demikianlah yang saya dengar..."
GKBU
 
_/\_ suvatthi hotu


- finire -

Offline lao.biao

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 17
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #2 on: 23 March 2013, 09:31:59 AM »
Kalo gk salah, bhikku Ananda punya hak khusus untuk meminta dengar khotbah Dhamma Sang Buddha yg belum didengar. Maybe Sang Buddha yg bilang kepada bhikku Ananda dlm re-run nya.  _/\_

Offline gryn tea

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.203
  • Reputasi: 34
  • Gender: Female
  • SABBE SANKHARA ANICCA
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #3 on: 23 March 2013, 09:42:04 AM »
Ya mgkn sutta ditulis setelah ananda menjadi seorang arahat x

Hehee

Kurang tau jg z, ato mgkn sang Buddha memberitahu na dlm khotbah sang Buddha
Bagaikan sekuntum bunga yang indah tetapi tidak berbau harum; demikian pula akan tdk b'manfaat kata-kata mutiara yg diucapkan oleh org yg tdk melaksanakannya

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #4 on: 23 March 2013, 09:42:21 AM »
Dalam beberapa sutta dalam kelompok Sotapatti Samyutta, juga di Mahaparinibbana Sutta, Sang Buddha mengajarkan khotbah Cermin Dhamma. khotbah ini dibabarkan oleh Sang Buddha karena Ananda selalu bertanya tentang alam tujuan kelahiran dari seorang siswa yang baru meninggal dunia. Kadang2 Sang Buddha memberitahu, kadang2 Sang Buddha mungkin merasa kerepotan dengan pertanyaan yg sama yg diulang2 hingga akhirnya mengajarkan Cermin Dhamma ini. Jadi bukan tidak mungkin bahwa pengetahuan Ananda itu diperoleh melalui bertanya pada Sang Buddha.

Dan pengulangan Sutta2 pada Konsili oleh Ananda adalah berdasarkan ingatan, dan dalam sutta yg sering kita temukan kalimat misalnya, "Setelah berlatih sungguh2 dalam keterasingan, tidak lama kemudian, si anu menjadi salah satu di antara para Arahat." frasa tidak lama kemudian ini bukan berarti sehari atau 2 hari, melainkan bisa bertahun2 kemudian.
« Last Edit: 23 March 2013, 09:44:30 AM by Indra »

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #5 on: 23 March 2013, 10:02:22 AM »
Dengan asumsi bahwa sutta yg "dicurigai" tsb memang berasal dari Bhikkhu Ananda yang diulang pada Konsili Pertama, maka apa yang diingat Bhikkhu Ananda tsb pastinya sudah mendapatkan persetujuan dari para bhikkhu Arahat pada Konsili Pertama bahwa hal tersebut (misalnya tentang seseorang yang masuk dalam kondisi jhana I-IV bahkan tentang proses batin Buddha pada saat memasuki Parinibbana) benar demikian adanya.

Btw, kenapa gak masuk ke ruang Studi Sutta/Sutra aja....????
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #6 on: 23 March 2013, 10:08:02 AM »
Mengenai jhana2 yg dimasuki oleh Sang Buddha menjelang parinibbana, informasi ini diperoleh Bhikkhu Anuruddha, yang memiliki memiliki keunggulan dalam kekuatan batin dibbacakkhu (mata dewa), yg bisa melihat kondisi pikiran makhluk2 lain.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #7 on: 23 March 2013, 10:08:19 AM »
ada beberapa cerita didalam sutta, setelah seseorang mendengarkan kotbah buddha, ia langsung mencapai kesucian tingkat pertama, kedua, ketiga dan menjadi arahat. seperti proses instant (terlepas proses instant mencapai kesucian) dan ananda mengetahui nya dengan mengatakan bhikkhu tersebut mencapai kesucian. padahal buddha tidak mengatakan seperti : bhikkhu tersebut telah mencapai kesucian (ini klo ga salah pernah diucapkan buddha pada saat pembabaran roda dhamma yg pertama, dhammacakkappavattana sutta)

contoh nya dalam cerita bhaddiya thera, buddha membabarkan syair

Seseorang tidak disebut thera hanya karena rambutnya telah memutih.
Biarpun usianya sudah lanjut,
dapat saja ia disebut "orang tua yang tidak berguna".

Orang yang memiliki kebenaran dan kebajikan,
tidak kejam, terkendali dan terlatih,
pandai dan bebas dari noda-noda,
sesungguhnya ia patut disebut thera.

Tiga puluh bhikkhu mencapai tingkat kesucian arahat setelah khotbah Dhamma itu berakhir <<< ini maksud nya.

di parinibbana sutta, ananda dgn jelas bs mengurai kondisi bathin buddha pada saat akan parinibbana. keluar masuk jhana, keluar masuk kondisi pencerapan-tanpa pencerapan dan seterus nya... smpai mencapai nibbana. gmn ananda bs menjelaskan secara detail hal ini ?
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #8 on: 23 March 2013, 10:22:40 AM »
ada beberapa cerita didalam sutta, setelah seseorang mendengarkan kotbah buddha, ia langsung mencapai kesucian tingkat pertama, kedua, ketiga dan menjadi arahat. seperti proses instant (terlepas proses instant mencapai kesucian) dan ananda mengetahui nya dengan mengatakan bhikkhu tersebut mencapai kesucian. padahal buddha tidak mengatakan seperti : bhikkhu tersebut telah mencapai kesucian (ini klo ga salah pernah diucapkan buddha pada saat pembabaran roda dhamma yg pertama, dhammacakkappavattana sutta)


Pada saat pembabaran Dhammacakka Sutta, Ananda bahkan belum menjadi bhikkhu. Jadi pengetahuan Ananda atas sutta ini pasti murni berasal dari bertanya pada Sang Buddha, dan Sang Buddha menjelaskan kembali pada Ananda. IMO, pengulangan sutta2 oleh Ananda tentu tidak perlu menceritakan secara verbatim dialog tanya-jawab dan diskusi antara Ananda dan Sang Buddha.

Quote
contoh nya dalam cerita bhaddiya thera, buddha membabarkan syair

Seseorang tidak disebut thera hanya karena rambutnya telah memutih.
Biarpun usianya sudah lanjut,
dapat saja ia disebut "orang tua yang tidak berguna".

Orang yang memiliki kebenaran dan kebajikan,
tidak kejam, terkendali dan terlatih,
pandai dan bebas dari noda-noda,
sesungguhnya ia patut disebut thera.

Tiga puluh bhikkhu mencapai tingkat kesucian arahat setelah khotbah Dhamma itu berakhir <<< ini maksud nya.


dugaan penuh keyakinan saya adalah informasi itu berasal dari Sang Buddha, setelah ditanya oleh Ananda.

Quote
di parinibbana sutta, ananda dgn jelas bs mengurai kondisi bathin buddha pada saat akan parinibbana. keluar masuk jhana, keluar masuk kondisi pencerapan-tanpa pencerapan dan seterus nya... smpai mencapai nibbana. gmn ananda bs menjelaskan secara detail hal ini ?

Ketika pikiran menjadi murni tanpa kotoran, adalah mungkin untuk mengetahui pikiran makhluk lain seperti dijelaskan dalam AN 5:23 berikut ini:

Quote
...
...
“Demikian pula, para bhikkhu, ada lima kotoran pikiran ini, yang dengan dikotori olehnya maka pikiran menjadi tidak lunak, tidak lentur, dan tidak bersinar, melainkan rapuh dan tidak terkonsentrasi dengan baik demi hancurnya noda-noda. Apakah lima ini? Keinginan indria, niat buruk, ketumpulan dan kantuk, kegelisahan dan penyesalan, dan keragu-raguan. Ini adalah lima kotoran pikiran, yang dengan dikotori olehnya maka pikiran menjadi tidak lunak, tidak lentur, dan tidak bersinar, melainkan rapuh dan tidak terkonsentrasi dengan baik demi hancurnya noda-noda. Tetapi ketika pikiran terbebas dari kelima kotoran ini, maka pikiran menjadi menjadi lunak, lentur, [17] dan bersinar, dapat dibentuk, dan terkonsentrasi baik demi hancurnya noda-noda. Kemudian, jika ada landasan yang sesuai, maka seseorang mampu merealisasikan kondisi apa pun yang dapat direalisasikan melalui pengetahuan langsung ke arah mana ia mengarahkan pikirannya.
...
...

“Jika ia menghendaki: ‘Semoga aku memahami pikiran makhluk-makhluk dan orang-orang lain, setelah melingkupi pikiran mereka dengan pikiranku sendiri. Semoga aku memahami pikiran dengan nafsu sebagai pikiran dengan nafsu dan pikiran tanpa nafsu sebagai pikiran tanpa nafsu; [18] pikiran dengan kebencian sebagai pikiran dengan kebencian dan pikiran tanpa kebencian sebagai pikiran tanpa kebencian; pikiran dengan delusi sebagai pikiran dengan delusi dan pikiran tanpa delusi sebagai pikiran tanpa delusi; pikiran mengerut sebagai pikiran mengerut dan pikiran kacau sebagai pikiran kacau; pikiran luhur sebagai pikiran luhur dan pikiran tidak luhur sebagai pikiran tidak luhur; pikiran yang terlampaui sebagai pikiran yang terlampaui dan pikiran yang tidak terlampaui sebagai pikiran yang tidak terlampaui; pikiran terkonsentrasi sebagai pikiran terkonsentrasi dan pikiran tidak terkonsentrasi sebagai pikiran tidak terkonsentrasi; pikiran terbebaskan sebagai pikiran terbebaskan dan pikiran tidak terbebaskan sebagai pikiran tidak terbebaskan,’ ia mampu merealisasikannya, jika ada landasan yang sesuai.
...
...

Tapi ketika masuk ke dalam pencapaian lenyapnya, Ananda tidak lagi mengetahuinya karena pada saat itu pikiran juga sudah berhenti, maka Ananda bertanya kepada Bhikkhu Anuruddha. Untuk kasus satu ini saya pikir perlu pembahasan yang lebih fokus dalam thread tersendiri.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #9 on: 23 March 2013, 10:34:12 AM »
ada beberapa cerita didalam sutta, setelah seseorang mendengarkan kotbah buddha, ia langsung mencapai kesucian tingkat pertama, kedua, ketiga dan menjadi arahat. seperti proses instant (terlepas proses instant mencapai kesucian) dan ananda mengetahui nya dengan mengatakan bhikkhu tersebut mencapai kesucian. padahal buddha tidak mengatakan seperti : bhikkhu tersebut telah mencapai kesucian (ini klo ga salah pernah diucapkan buddha pada saat pembabaran roda dhamma yg pertama, dhammacakkappavattana sutta)

Seperti yang telah banyak ditanggapi di atas, mungkin saja konfirmasi pencapaian Kearahatan para siswa tsb memang didengar Bhikkhu Ananda dari Sang Buddha sendiri, dari para bhikkhu Arahat lain, atau mungkin saja sutta tsb telah mengalami proses pengeditan setelah beberapa lama (dalam Konsili Kedua dan seterusnya) dan ditambahkan dari pengetahuan bersama para Arahat tsb bahwa memang si anu mencapai Kearahatan setelah mendengarkan kotbah tsb....

Quote
contoh nya dalam cerita bhaddiya thera, buddha membabarkan syair

Seseorang tidak disebut thera hanya karena rambutnya telah memutih.
Biarpun usianya sudah lanjut,
dapat saja ia disebut "orang tua yang tidak berguna".

Orang yang memiliki kebenaran dan kebajikan,
tidak kejam, terkendali dan terlatih,
pandai dan bebas dari noda-noda,
sesungguhnya ia patut disebut thera.

Tiga puluh bhikkhu mencapai tingkat kesucian arahat setelah khotbah Dhamma itu berakhir <<< ini maksud nya.

Sepertinya ini dari komentar Dhammapada yang memang bukan dari Bhikkhu Ananda, melainkan Bhikkhu Buddhaghosa yang konon katanya mendasarkan komentarnya pada tradisi komentar kuno yg berasal dari para siswa langsung Sang Buddha juga.

Quote
di parinibbana sutta, ananda dgn jelas bs mengurai kondisi bathin buddha pada saat akan parinibbana. keluar masuk jhana, keluar masuk kondisi pencerapan-tanpa pencerapan dan seterus nya... smpai mencapai nibbana. gmn ananda bs menjelaskan secara detail hal ini ?

Ini sudah dijelaskan om Indra, bahwa ini sudah dikonfirmasi sendiri oleh Bhikkhu Anuruddha saat kejadian tsb terjadi....
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #10 on: 23 March 2013, 11:45:20 AM »
Sepertinya   ini dari komentar Dhammapada yang memang bukan dari Bhikkhu Ananda,   melainkan Bhikkhu Buddhaghosa yang konon katanya mendasarkan komentarnya   pada tradisi komentar kuno yg berasal dari para siswa langsung Sang   Buddha juga.

memang contoh itu diambil dr dhammapada, namun di dalam sutta jg byk cerita2 demikian, setelah mendengar dhamma dr buddha, ia mencapai sotapanna, sakadagami, anagami dan menjadi arahat.

ada juga kasus, percakapan antar bhikkhu, percakapan moggalana/sariputta, percakapan dewata/brahma dgn buddha, tanpa kehadiran ananda, bagaimana ananda mengetahui dgn detail isi percakapan tersebut ?

satu2 nya jawaban pasti merujuk bahwa ananda mengetahui nya dari buddha, namun bukan kah menjadi mubazir, dhamma yg sama di ulang/di babarkan 2x, pertama kepada pendengar, kedua kepada ananda.

next case.

konon dikatakan buddha mengetahui segala sesuatu, tetapi dalam kasus devadatta, buddha menerima devadatta masuk ke dalam sangha, yg dikemudian hari malah memecah belahkan sangha, melukai buddha, melakukan garuka kamma. jika buddha tidak menerima devadatta krn mengetahui suatu ketika ia akan melakukan hal yg salah, maka hal2 buruk tersebut tidak pernah terjadi, muncul kesan, bukan kah buddha membiarkan terjadi nya hal itu.

apakah buddha salah prediksi? apakah buddha tidak mengetahui nya? dan apakah2 lain nya... ;D


Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #11 on: 23 March 2013, 02:57:08 PM »
memang contoh itu diambil dr dhammapada, namun di dalam sutta jg byk cerita2 demikian, setelah mendengar dhamma dr buddha, ia mencapai sotapanna, sakadagami, anagami dan menjadi arahat.

ada juga kasus, percakapan antar bhikkhu, percakapan moggalana/sariputta, percakapan dewata/brahma dgn buddha, tanpa kehadiran ananda, bagaimana ananda mengetahui dgn detail isi percakapan tersebut ?

satu2 nya jawaban pasti merujuk bahwa ananda mengetahui nya dari buddha, namun bukan kah menjadi mubazir, dhamma yg sama di ulang/di babarkan 2x, pertama kepada pendengar, kedua kepada ananda.

Lho bukannya Bhikkhu Ananda sendiri yang memohon agar diberikan 8 hal berikut:

Quote
Baru setelah itulah Ananda menawarkan diri untuk menjadi pembantu tetap asal saja Sang Buddha berkenan meluluskan delapan permintaannya, yaitu untuk menolak empat hal dan meluluskan empat hal lainnya.

Empat hal yang Ananda mohon supaya ditolak adalah :

1. Apabila Sang Buddha menerima pemberian jubah yang bagus, maka jubah itu tidak boleh diberikan kepada Ananda.

2. Kalau Sang Buddha menerima hadiah, maka hadiah tersebut tidak boleh diberikan kepada Ananda.

3. Bahwa Ananda tidak boleh diminta untuk tidur di kamar pribadi Sang Buddha yang harum baunya (Gandhakuti).

4. Kalau Sang Buddha menerima undangan pribadi, maka undangan itu tidak termasuk untuk dirinya.

Ananda mengatakan kalau Sang Buddha melakukan satu dari empat hal yang tersebut di atas, maka orang akan bercerita bahwa Ananda menjadi pembantu tetap karena ingin mendapat jubah bagus, makanan enak, tempat tinggal yang menyenangkan dan agar bisa ikut serta kalau Sang Buddha mendapat undangan.

Empat hal yang Ananda mohon Sang Buddha menerimannya :

1. Kalau Ananda menerima sebuah undangan atas nama Sang Buddha, maka Sang Buddha harus memenuhinya.

2. Kalau ada orang datang dari tempat jauh, supaya ia boleh membawanya menghadap kepada Sang Buddha.

3. Setiap waktu ia diperbolehkan untuk bertanya kepada Sang Buddha, apabila ia merasa ada sesuatu yang diragu-ragukan.

4. Apa pun juga yang Sang Buddha khotbahkan sewaktu ia tidak hadir, supaya Sang Buddha bersedia mengulangnya kembali.

Kalau hal ini tidak diperkenankan, orang akan bertanya-tanya, apa sebenarnya faedah dari pengabdian tersebut. Hanya kalau delapan permohonan ini dikabulkan, ia akan mendapat kepercayaan khalayak ramai dan mereka tahu bahwa Sang Buddha mempunyai kepercayaan besar terhadap dirinya. Setelah Sang Buddha setuju dan memberikan anugerah (Vara) berupa Delapan Hak Istimewa tersebut, maka mulai hari itu Ananda resmi menjadi Buddha-Upatthaka (pembantu tetap Sang Buddha).

Quote
next case.

konon dikatakan buddha mengetahui segala sesuatu, tetapi dalam kasus devadatta, buddha menerima devadatta masuk ke dalam sangha, yg dikemudian hari malah memecah belahkan sangha, melukai buddha, melakukan garuka kamma. jika buddha tidak menerima devadatta krn mengetahui suatu ketika ia akan melakukan hal yg salah, maka hal2 buruk tersebut tidak pernah terjadi, muncul kesan, bukan kah buddha membiarkan terjadi nya hal itu.

apakah buddha salah prediksi? apakah buddha tidak mengetahui nya? dan apakah2 lain nya... ;D




Soal kasus Devadatta, tradisi komentar Theravada menjawab bahwa Sang Buddha sudah tahu apa yang akan terjadi dengan menerima Devadatta ke dalam Sangha. Jika Sang Buddha tidak menerima/menahbiskan Devadatta, ia tetap akan masuk neraka, namun karena Sang Buddha menerima Devadatta, ia walaupun pada akhirnya melakukan perpecahan Sangha, tetapi pada awal kebhikkhuannya Devadatta menjalankan kehidupan suci dengan baik sehingga walaupun masuk neraka Avici setelahnya dapat terlahir kembali sebagai manusia yang kelak akan menjadi Pacceka Buddha pada masa kekosongan Dhamma sebelum kemunculan Buddha Metteya.

Btw, pertanyaan ini mirip dengan kasus dalam Catuma Sutta yang pernah saya tanyakan juga di thread http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,23814.0/topicseen.html
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #12 on: 26 March 2013, 10:47:04 AM »
next case.

cerita jataka (Jataka = Kisah kelahiran) ada didalam suttapitaka, (CMIIW) seingat sy ada sekitar 547 cerita tentang kehidupan lampau siddharta selama menjadi bodhisatta. Dengan pemahaman kita saat ini, kita berasumsi bahwa kebanyakan dr cerita itu layak nya dongeng dr tanah eropa seperti putri salju.

Bagaimana asal usul cerita jataka, apakah YM. Ananda juga memperoleh cerita jataka dari Buddha ? Mengapa cerita jataka terbatas sekitar 547 cerita ? padahal kehidupan lampau bodhisatta mungkin lebih panjang dr pd 547 kelahiran, bagaimana validasi nya ? sedangkan YM. Ananda tidak bisa melihat kehidupan lampau. Apakah cerita jataka tersebut cerita rakyat/dongeng yang ditambahkan dikemudian hari seiring kanonisasi tipitaka ?

Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #13 on: 26 March 2013, 11:06:58 AM »
Jataka yg ada dalam Khuddaka Nikaya, Sutta Pitaka, tidak berisi dongeng, hanya syair2 saja, dongeng2 itu terdapat dalam Jataka Atthakatha yg merupakan produk belakangan dari para komentator, beberapa bahkan baru muncul di abad 14-15 M.

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: kritisi sutta yuks...
« Reply #14 on: 27 March 2013, 02:42:30 PM »
Beberapa sutta juga ada yang mengandung kisah kehidupan lampau Bodhisatta, seperti Maha Sudassana Sutta dari Digha Nikaya dan Ghatikara Sutta dari Majjhima Nikaya. Jadi beberapa kisah Jataka itu memang berasal dari Sang Buddha dan dikisahkan kepada Ananda juga dalam sutta2....
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa