Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: AN 5:161 Pelenyapan Kekesalan  (Read 7288 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Re: AN 5:161 Pelenyapan Kekesalan
« Reply #15 on: 28 February 2013, 03:27:33 PM »
wa biasanya bersikap seperti biasa tapi bicara sesedikit mungkin bila perlu saja.

kadang dia punya pembicaran nya makin tidak enak di dengar abaikan saja.

Offline juanpedro

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 949
  • Reputasi: 48
  • Gender: Male
Re: AN 5:161 Pelenyapan Kekesalan
« Reply #16 on: 28 February 2013, 03:29:34 PM »
kalau sikap apati itu sukses, silakan gunakan cara itu, ini adalah cara ke-4 dalam sutta di atas
iy sukses. tapi sikap tersebut termasuk akusala apa nggak ya Om?


imo, kalo saya perhatikan cara ke lima adalah landasan dasar dari keempat cara sebelumnya.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: AN 5:161 Pelenyapan Kekesalan
« Reply #17 on: 28 February 2013, 06:37:18 PM »
iy sukses. tapi sikap tersebut termasuk akusala apa nggak ya Om?

cara ke4 adalah cuek, masa bodo, tanpa benci ataupun dendam, netral, jadi bagaimana bisa akusala? tentu saja jika anda punya kewajiban pada orang itu, maka anda tetap harus memenuhi kewajiban itu, misalnya jika orang itu adalah istri atau anak anda, cara ini bukan berarti menelantarkan mrk.

Quote
imo, kalo saya perhatikan cara ke lima adalah landasan dasar dari keempat cara sebelumnya.

cara ini adalah dengan merenungkan, bahwa "ia adalah pewaris kammanya ... dan apa pun yg ia lakukan padaku, perbuatan itu akan menghasilkan akibat padanya kelak."

Offline sl99

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 407
  • Reputasi: 32
  • Gender: Male
Re: AN 5:161 Pelenyapan Kekesalan
« Reply #18 on: 14 March 2013, 11:19:56 AM »
AN 5:161 Paṭhamaāghātapaṭivinayasuttaṃ (Pelenyapan Kekesalan)

(4) Ia harus mengabaikan orang yang kepadanya ia merasa kesal dan tidak memperhatikannya; dengan cara inilah ia harus melenyapkan kekesalan terhadap orang itu.


Bahasa gaulnya mungkin "emang gua pikirin". atau bahasa jermannya "sebodo teuing"
Kalo bahasa jawanya "just ignore it"
Kalo pribahasanya "Masuk kuping kiri keluar kuping kanan"

 :whistle:
Vaya dhamma sankhara, appamadena sampadetha

Offline tss

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 6
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: AN 5:161 Pelenyapan Kekesalan
« Reply #19 on: 22 October 2016, 10:43:27 AM »
saya coba mau sharing mengenai cara ke 4, dalam hal mengabaikan orang yang kita kasali bukan dalam tindakan (perbuatan jasmani) tapi lebih pada perasaan kesal kita. sehingga tidak menperlihatkan sikap tidak menghormati orang lain. kita hanya cukup menjaga perasaan kita untuk tidak perlu menanggapi perbuatan orang yang mengesali itu. terimakasih, semoga semua makhluk bebas dari permusuhan.