Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Kenapa tanha bukan avijja?  (Read 8813 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Afoe286

  • Teman
  • **
  • Posts: 63
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Kenapa tanha bukan avijja?
« on: 15 August 2012, 05:09:22 PM »
Bros & sis yg baik,
Saya anggota baru di sini.Pada kesempatan ini saya ingin mengajukan satu pertanyaan yg belum bisa saya pecahkan sdri.Karena itu saya ajukan ke forum,dan mungkin diantara anggota ada yg bisa memberikan jawaban yg tepat.
Pertanyaannya adalah:Seperti yg kita semua ketahui bersama bhw dlm Empat Kebenaran Mulia Sang Buddha telah menyatakan kpd kita semua tentang dukkha,sebab dukkha,akhir dukkha & jalan menuju akhir dukkha.Dalam Kebenaran mulia kedua,Beliau menyatakan bhw penyebab dari dukkha adalah tanha/keinginan.Yg membuat saya bingung mengapa Beliau menyatakan tanhalah sbg penyebab dukkha,bukan avijja.Padahal kalo kita lihat dlm paticca samuppada & dasa samyojana avijjalah yg berada di barisan paling belakang dari pertahanan penyebab dari dukkha.Dlm paticca samuppada keinginan yg menyebabkan dukkha timbul krn adanya ketidaktahuan akan apa adanya,kenikmatan,bahaya & jalan keluar dari keinginan itu sdri.Dlm dasa samyojana,avijja adalah pertahanan terakhir dari kekotoran batin yg membelenggu kita pd samsara.
Dari kedua fakta tsb sdh cukup utk menyatakan bhw penyebab dari dukkha adalah avijja,bukan tanha,walaupun memang tanhalah(secara teknis & langsung) yg mengakibatkan kita bisa terlahir kembali/menjelma.Tetapi avijjalah yg berada di belakang semua itu.
Teman2 semua,mohon bantuannya ya. _/\_
Khanti paramam tapo titikkha

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #1 on: 15 August 2012, 05:26:52 PM »
kan udah di jawab sendiri..."walaupun memang tanhalah(secara teknis & langsung) yg mengakibatkan kita bisa terlahir kembali/menjelma"

kondisi bagi penjelmaan adalah tanha.. itu sebabnya lenyapnya tanha dikatakan akhir dari dukkha...krn saat terjadi penjelmaan maka terjadi kelahiran...

pada Dhammacaka Pavatana Sutta.. kelahiran merupakan Dukkha.
« Last Edit: 15 August 2012, 05:33:29 PM by The Ronald »
...

Offline bangun _pw

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: 49
  • Gender: Male
  • ehm..
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #2 on: 15 August 2012, 05:28:22 PM »
saya mau jawab tapi gak pede... :hammer:
nunggu sesepuh aja dulu...
"semoga semua makhluk hidup berbahagia"

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #3 on: 15 August 2012, 06:07:06 PM »
saya mau jawab tapi gak pede... :hammer:
nunggu sesepuh aja dulu...

sesepuh Ronald udah tuh, silakan

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #4 on: 15 August 2012, 07:16:03 PM »
Saya coba menjawab sesuai kapasitas saya sebagai yang baru juga belajar.
Kenapa duhkah disini disebabkan oleh tanha karena menurut saya secara personal, avija mungkin tidak dikatagorikan sebagai penyebab duhka karena tanha pasti adalah yang menyebabkan seseorang melakukan perbuatan baik dari pikiran, ucapan dan perbuatan berawal dari keinginan diri. Avija disini hanya dinyatakan sebagai penyebab lanjut yang membuat seseorang itu mengalami duhka. Sebab sebagai contoh. Seseorang anak kecil yang baru beranjak 1 tahun tidak dapat kita golongkan sebagai apa yang Ia alami sebagai duhka karena sebab avija, tentu Ia belum dapat mengerti tentang adanya avija tetapi yang kita ketahui pasti disebabkan oleh tanha karena keinginan.
Kurang lebih seperti ini penjelasan yang dapat saya berikan sebenarnya banyak gambaran tentang penjelasan ini tetapi dikarenakan daya penjelasan saya yang masih kurang maka hanya ini yang dapat saya jelaskan mohon maaf bila tidak maximal karena saya pun masih sedikit yang saya ketahui.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline Afoe286

  • Teman
  • **
  • Posts: 63
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #5 on: 15 August 2012, 07:27:43 PM »
kan udah di jawab sendiri..."walaupun memang tanhalah(secara teknis & langsung) yg mengakibatkan kita bisa terlahir kembali/menjelma"

kondisi bagi penjelmaan adalah tanha.. itu sebabnya lenyapnya tanha dikatakan akhir dari dukkha...krn saat terjadi penjelmaan maka terjadi kelahiran...

pada Dhammacaka Pavatana Sutta.. kelahiran merupakan Dukkha.
Akan tetapi bro ronald,tanha hanyalah sesuatu yg timbul krn adanya avijja.Kalo tdk ada avijja maka tanha tdk akan timbul.Jadi avijjalah sebenarnya penyebab dukkha,bukan tanha spt yg dinyatakan oleh Guru Buddha dlm Kebenaran Mulia KeduaNya. ;D _/\_
Khanti paramam tapo titikkha

Offline Afoe286

  • Teman
  • **
  • Posts: 63
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #6 on: 15 August 2012, 07:47:28 PM »
Saya coba menjawab sesuai kapasitas saya sebagai yang baru juga belajar.
Kenapa duhkah disini disebabkan oleh tanha karena menurut saya secara personal, avija mungkin tidak dikatagorikan sebagai penyebab duhka karena tanha pasti adalah yang menyebabkan seseorang melakukan perbuatan baik dari pikiran, ucapan dan perbuatan berawal dari keinginan diri. Avija disini hanya dinyatakan sebagai penyebab lanjut yang membuat seseorang itu mengalami duhka. Sebab sebagai contoh. Seseorang anak kecil yang baru beranjak 1 tahun tidak dapat kita golongkan sebagai apa yang Ia alami sebagai duhka karena sebab avija, tentu Ia belum dapat mengerti tentang adanya avija tetapi yang kita ketahui pasti disebabkan oleh tanha karena keinginan.
Kurang lebih seperti ini penjelasan yang dapat saya berikan sebenarnya banyak gambaran tentang penjelasan ini tetapi dikarenakan daya penjelasan saya yang masih kurang maka hanya ini yang dapat saya jelaskan mohon maaf bila tidak maximal karena saya pun masih sedikit yang saya ketahui.
Akan tetapi bro alucard,dlm diri seseorang tdk akan timbul keinginan apabila orang tsb sdh vijja/pencerahan sempurna,walaupun ia hanya seorang anak2.Walaupun ia tdk menyadari avijja dlm dirinya,tetap itu adalah avijja yg menyebabkan timbulnya keinginan dlm dirinya. _/\_
Khanti paramam tapo titikkha

Offline siswahardy

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 615
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #7 on: 15 August 2012, 08:11:13 PM »
Akan tetapi bro ronald,tanha hanyalah sesuatu yg timbul krn adanya avijja.Kalo tdk ada avijja maka tanha tdk akan timbul.Jadi avijjalah sebenarnya penyebab dukkha,bukan tanha spt yg dinyatakan oleh Guru Buddha dlm Kebenaran Mulia KeduaNya. ;D _/\_

coba saya jawab berdasarkan pemahaman saya
memang tanha ada karena avijja, tapi penyebab dukkha tetaplah tanha
akhir dukkha bukan menghilangkan avijja, tapi menghilangkan tanha
jadi ketika tanha dapat dihilangkan/dilepaskan maka tercapailah akhir dukkha,
dan avijja pun hilang, tercapailah vijja

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #8 on: 15 August 2012, 08:29:25 PM »
Akan tetapi bro alucard,dlm diri seseorang tdk akan timbul keinginan apabila orang tsb sdh vijja/pencerahan sempurna,walaupun ia hanya seorang anak2.Walaupun ia tdk menyadari avijja dlm dirinya,tetap itu adalah avijja yg menyebabkan timbulnya keinginan dlm dirinya. _/\_

Maaf avija disini Anda definisikan seperti apa? Karena saya pernah menyalah artikan avija secara umum yang saya tahu contoh kasus dulu teman saya pernah menangkap tikus yang terjebak dikamar mandi, dengan tangan yang dibalut kantong plastik ( karena merasa geli dengan tikus ) Ia memegangnya dengan tingkah jijik. Lalu dia buru buru mau dilepas diluar rumah karena dia buddhist takut melanggar sila pertama maka dia lepaskan diluar. Sebelum dia sampai diluar pintu tikus ini bergerak gerak dan dia secara sepontan memencet tikus itu sehingga tikus itu mati. Maka saya waktu itu bilang sama dia ini karena avija temen saya maka niat baik nya mana menjadi melanggar sila pertama. Tetapi disini jadi bertengtangan dengan tanha karena teman saya ini tidak mempunyai niat membunuh. Hanya saja cara penyelamatannya yang salah. Maka sejak kasus ini saya berpendapat yang menyebabkan duhka adalah tanha dan yang membuat tanha adalah avija tapi kita harus sadar dulu yang menyebabkan duhka itu tanha bukan avija. Contoh lagi. Pohon bukan kursi tapi yang membuat kursi adalah kayu dan kayu terbuat dari pohon. Apakah pohon bisa kita sebut kursi tidak bisa karena pohon harus menjadi kayu dulu baru menjadi kursi. Sama dengan avija menyebabkan tanha dan tanha menyebabkan duhka. Sang buddha tidak bilang duhka Dibuat oleh avija tapi oleh tanha dan tanha dibuat oleh avija. Sekiranya itu pendapat saya tentang duhka disebabkan oleh tanha.
Semoga ini dapat membantu sedikit dari cara pandang saya.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline siswahardy

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 615
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #9 on: 15 August 2012, 08:30:02 PM »
lebih lanjut saya tambahkan
tanha = lobha+dosa, kemelekatan thd hal yg menyenangkan (positif) ataupun yg tidak menyenangkan (negatif)
avijja = moha, ketidaktahuan/ketidakpedulian thd hal2 lain yg netral
positif, negatif, & netral di sini terbatas bagi orang ybs berdasarkan perasaannya
jadi apakah mungkin seseorang peduli/perhatian thd hal2 yg netral, sementara ia dibelenggu oleh kemelekatan?
bukankah perhatian kita lebih terfokus pd kemelekatan?

Offline bangun _pw

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: 49
  • Gender: Male
  • ehm..
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #10 on: 15 August 2012, 08:49:51 PM »
sesepuh Ronald udah tuh, silakan
sudah banyak yang jawab :hammer:
menurut saya dengan menhentikan napsu keinginan LDM maka terbebaslah duka seperti yang dikatakan saudara siswahardy
dengan mengendalikan Tanha maka Sankhara2 akan habis dan tidak ada buah keinginan...maka terbebaslah dari dukkha (kesunyataan ke3)
"semoga semua makhluk hidup berbahagia"

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #11 on: 16 August 2012, 02:54:02 PM »
terjemahan kata kadang mixed up

moha -> delusi -> salah satu akar perbuatan bersama dengan lobha dan dosa

avijja -> ketidaktahuan/kebodohan -> salah satu belenggu / samyojana dan salah satu anusaya / obsesi dan mata rantai paticcasamuppada

http://dhammacitta.org/dcpedia/SN_12.2:_Vibhaṅga_Sutta
Quote
“Dan apakah, para bhikkhu, kebodohan? Tidak mengetahui penderitaan, tidak mengetahui asal-mula penderitaan, tidak mengetahui lenyapnya penderitaan, tidak mengetahui jalan menuju lenyapnya penderitaan. Ini disebut kebodohan.

tanha -> craving/ketagihan ini yg menyebabkan masih di samsara, penyebab dari dukkha
There is no place like 127.0.0.1

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #12 on: 16 August 2012, 04:43:27 PM »
Akan tetapi bro ronald,tanha hanyalah sesuatu yg timbul krn adanya avijja.Kalo tdk ada avijja maka tanha tdk akan timbul.Jadi avijjalah sebenarnya penyebab dukkha,bukan tanha spt yg dinyatakan oleh Guru Buddha dlm Kebenaran Mulia KeduaNya. ;D _/\_

tanha timbul ,muncul dari perasaan...bukan dari kebodohan
perasaan muncul dan tibul dari kontak...bukan dari kebodohan
kontak ada krn 6 landasan indria..bukan dari kebodohan
6 landasan indria ada..krn nama-rupa..bukan krn kebodohan
nama-rupa ada krn adanya kesadaran...bukan dari kebodohan
kesadaran ada..bentukan2 pikiran
dan bentukan pikiran ada krn kebodohan


dalam kondisi Arahat..kebodohan tidak ada..Tanha tidak ada...

tp dlm kondisi Sotapanna sampai Anagami..kebodohan tidak ada...tp tanha ada...itu sebabnya kondisi ini tidak cocok disebutkan bahwa kebodohan adalah penyebab penderitaan.
...

Offline siswahardy

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 615
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #13 on: 16 August 2012, 04:43:37 PM »
terjemahan kata kadang mixed up

moha -> delusi -> salah satu akar perbuatan bersama dengan lobha dan dosa

avijja -> ketidaktahuan/kebodohan -> salah satu belenggu / samyojana dan salah satu anusaya / obsesi dan mata rantai paticcasamuppada

http://dhammacitta.org/dcpedia/SN_12.2:_Vibhaṅga_Sutta
tanha -> craving/ketagihan ini yg menyebabkan masih di samsara, penyebab dari dukkha

saya tidak bermaksud mengatakannya equivalen, krn memang tidak berdasar
mungkin lebih tepatnya faktor turunan

nah berkenaan hal ini, saya mau tanya sama suhu
apakah masih memungkinkan kalau kita mengatakan:
moha adalah turunan dari avijja?

trims atas pencerahannya

Offline siswahardy

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 615
  • Reputasi: 10
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #14 on: 16 August 2012, 05:58:45 PM »
tp dlm kondisi Sotapanna sampai Anagami..kebodohan tidak ada...tp tanha ada...itu sebabnya kondisi ini tidak cocok disebutkan bahwa kebodohan adalah penyebab penderitaan.

bro maksud kebodohan di sini = avijja?
kalau ya
merunut dgn apa yg telah disampaikan oleh suhu Medho
avijja adalah belenggu (samyojana) terakhir yg hanya dipatahkan oleh Arahat
jadi salah kalau mengatakan Sotapana s/d Anagami tidak ada avijja, melainkan masih ada avijja

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #15 on: 16 August 2012, 06:20:19 PM »
hmm....

jd sotapanna s/d Anagami..masih Tidak mengetahui penderitaan, tidak mengetahui asal-mula penderitaan, tidak mengetahui lenyapnya penderitaan, tidak mengetahui jalan menuju lenyapnya penderitaan. ?

...

Offline bangun _pw

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: 49
  • Gender: Male
  • ehm..
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #16 on: 16 August 2012, 07:13:40 PM »
tanha timbul ,muncul dari perasaan...bukan dari kebodohan
perasaan muncul dan tibul dari kontak...bukan dari kebodohan
kontak ada krn 6 landasan indria..bukan dari kebodohan
6 landasan indria ada..krn nama-rupa..bukan krn kebodohan
nama-rupa ada krn adanya kesadaran...bukan dari kebodohan
kesadaran ada..bentukan2 pikiran
dan bentukan pikiran ada krn kebodohan


dalam kondisi Arahat..kebodohan tidak ada..Tanha tidak ada...

tp dlm kondisi Sotapanna sampai Anagami..kebodohan tidak ada...tp tanha ada...itu sebabnya kondisi ini tidak cocok disebutkan bahwa kebodohan adalah penyebab penderitaan.

saya setuju ma bro rond...
namun kalo sotapana dan anagami masih belum begitu paham saya...
jadi untuk apakah umat berumah tangga amat sulit menjadi arahat karena masih terbelenggu dengan tanha??
saya pikir situasinya sulit utk mendukung...
"semoga semua makhluk hidup berbahagia"

Offline Afoe286

  • Teman
  • **
  • Posts: 63
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #17 on: 17 August 2012, 12:20:56 AM »

tanha timbul ,muncul dari perasaan...bukan dari kebodohan
perasaan muncul dan tibul dari kontak...bukan dari kebodohan
kontak ada krn 6 landasan indria..bukan dari kebodohan
6 landasan indria ada..krn nama-rupa..bukan krn kebodohan
nama-rupa ada krn adanya kesadaran...bukan dari kebodohan
kesadaran ada..bentukan2 pikiran
dan bentukan pikiran ada krn kebodohan
dalam kondisi Arahat..kebodohan tidak ada..Tanha tidak ada...
tp dlm kondisi Sotapanna sampai Anagami..kebodohan tidak ada...tp tanha ada...itu sebabnya kondisi ini tidak cocok disebutkan bahwa kebodohan adalah penyebab penderitaan.
[/quote]
Bro ronald yg baik,kebodohan/ketidaktahuan mengkondisikan keinginan,krn saat timbulnya perasaan krn kebodohan kita/ketidaktahuan kita akan apa adanya,kenikmatan,bahaya serta jalan keluar dari perasaan maka timbullah keinginan,dan rantainya berlanjut hingga kelahiran kembali/samsara.Demikian yg saya pahami.
Mengenai tingkat kesucian sotapanna hingga anagami,kebodohan/ketidaktahuan masih belum diatasi.Tetapi bagi anagami keinginan indria sdh diatasi.Hanya arahanta yg sdh melenyapkan kebodohan/ketidaktahuan,sehingga tdk ada keinginan yg rendah atau yg lebih tinggi yg bisa menyebabkan kelahiran kembali yg bisa timbul lagi. _/\_
Khanti paramam tapo titikkha

Offline Afoe286

  • Teman
  • **
  • Posts: 63
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #18 on: 17 August 2012, 12:29:52 AM »
hmm....

jd sotapanna s/d Anagami..masih Tidak mengetahui penderitaan, tidak mengetahui asal-mula penderitaan, tidak mengetahui lenyapnya penderitaan, tidak mengetahui jalan menuju lenyapnya penderitaan. ?
Bukannya tidak mengetahui bro,tapi masih belum sempurna.Pada tahap Buah Arahatta baru avijja dilenyapkan dg sempurna. _/\_
Khanti paramam tapo titikkha

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #19 on: 17 August 2012, 04:00:59 PM »
ok tuk kasus sotapanna dan anagami..setelah di pikir2  memang ada sisa kebodohan...

balik ke topik

apa itu penderitaan?

[qoute] Sekarang ini, para bhikkhu, adalah kebenaran mulia penderitaan: kelahiran adalah penderitaan, penuaan adalah penderitaan, sakit adalah penderitaan, kematian adalah penderitaan;[2] berkumpul dengan apa yang tidak menyenangkan adalah penderitaan; berpisah dengan apa yang menyenangkan adalah penderitaan; tidak mendapatkan apa yang diinginkan adalah penderitaan; singkatnya, kelima kelompok unsur kehidupan yang tunduk pada kemelekatan adalah penderitaan.[/quote]

selanjutnya balik ke sebab akibat yg saling bergantungan...

dari kebodohan..mengkondisikan bentukan kehendak
bentukan kehendak mengkondisikan kesadaran
kesadaran mengkondisikan nama rupa
nama rupa mengkondisikan 6 landasan indria
6 landasan indria mengkondisikan kontak
kontak mengkondisikan perasaan
perasaan mengkondisikan keinginan
keinginan mengkondisikan kemelekatan
kemelekatan mengkondisikan penjelmaan
penjelmaan mengkondisikan kelahiran
kelahiran mengkondisikan kematian, ratap tangis,kesedihan , kesakitan...

jika kebodohan disebutkan sebagai asal mula dukkha..maka ada celah

celahnya apa?
jika seseorg bodoh, tidak mengetahui yg baik dan buruk... tidak mendapatkan apa yg di inginkan ..apakah itu dukkha? ya itu dukkha

tp jika seorg yg bodoh itu, tidak mendapatkan apa yg tidak diinginkan apakah itu pederitaan?  dan jawabannya adalah itu tidak merupakan penderitaan...

jd dimana letak dukkha? pada keinginan atau kebodohan?
muncul celah disana....

tp karena keinginan merupakan sebab dan asal mulanya penderitaan..maka tidak ada celah disana...
...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #20 on: 17 August 2012, 04:14:53 PM »

celahnya apa?
jika seseorg bodoh, tidak mengetahui yg baik dan buruk... tidak mendapatkan apa yg di inginkan ..apakah itu dukkha? ya itu dukkha

Bukankah "bodoh" adalah dalam konteks ketidak-tahuan akan dukkha, sumber dukkha, lenyapnya dukkha, dan jalan menuju lenyapnya dukkha?
dalam konteks ini maka statement di atas benar

Quote
tp jika seorg yg bodoh itu, tidak mendapatkan apa yg tidak diinginkan apakah itu pederitaan?  dan jawabannya adalah itu tidak merupakan penderitaan...

jd dimana letak dukkha? pada keinginan atau kebodohan?
muncul celah disana....
dalam kasus ini juga benar bahwa itu adalah penderitaan, seseorang tetap mengalami penderitaan terlepas apakah dia tahu atau tidak.Tidak mendapat apa yg diinginkan adalah dukkha, hanya saja si bodoh ini tidak mengetahui dukkha ini.

Quote
tp karena keinginan merupakan sebab dan asal mulanya penderitaan..maka tidak ada celah disana...

menurut saya, perbedaan ini hanyalah pada cara penyampaian Sang Buddha yg telah mengetahui kondisi batin kelima petapa itu, formula paticcasamupadda yg rumit mungkin dapat membingungkan mereka, jadi Sang Buddha memilih penjelasan ringkas Dhammacakkappavatana Sutta untuk mereka.



Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #21 on: 17 August 2012, 04:27:28 PM »
iya bodoh di atas adalah dlm konteks "konteks ketidak-tahuan akan dukkha, sumber dukkha, lenyapnya dukkha, dan jalan menuju lenyapnya dukkha"

itukan kata2nya "tp jika seorg yg bodoh itu, tidak mendapatkan apa yg tidak diinginkan apakah itu penderitaan? itu kan bukan penderitaan...

gimana?
...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #22 on: 17 August 2012, 04:34:53 PM »
iya bodoh di atas adalah dlm konteks "konteks ketidak-tahuan akan dukkha, sumber dukkha, lenyapnya dukkha, dan jalan menuju lenyapnya dukkha"

itukan kata2nya "tp jika seorg yg bodoh itu, tidak mendapatkan apa yg tidak diinginkan apakah itu penderitaan? itu kan bukan penderitaan...

gimana?

itukan kata2nya "tp jika seorg yg bodoh itu, tidak mendapatkan apa yg tidak diinginkan apakah itu penderitaan? itu kan bukan penderitaan...

mari kita analisa kalimat ini dengan cara substitusi

"tidak mendapatkan apa yg dinginan" = dukkha = penderitaan

jadi:

"tp jika seorg yg bodoh itu, dukkha, apakah itu penderitaan"? itu kan bukan penderitaan...

jawab: udah jelas bahwa dukkha = penderitaan, jadi YES, itu adalah penderitaan.

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #23 on: 17 August 2012, 04:48:11 PM »
...

tidak mendapatkan apa yg tidak dinginkan...bukan yg di inginkan...
...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #24 on: 17 August 2012, 04:52:11 PM »
...

tidak mendapatkan apa yg tidak dinginkan...bukan yg di inginkan...

in that case, setuju itu memang bukan dukkha. dalam hal ini faktor penentunya memang "keinginan", tapi keinginan itu sendiri juga ada penyebabnya, ada sumbernya. pertanyaan TS adalah kenapa bukan sumber utama itu yg dijadikan penyebab dukkha, kenapa penyebab di tengah2 yg jadi sumber dukkha itu?

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #25 on: 17 August 2012, 04:54:14 PM »
yah itu lah jawabannya..krn klo kebodohan saja... bukan merupakan Dukkha dlm case itu...harus ada keinginan...
...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #26 on: 17 August 2012, 04:58:37 PM »
yah itu lah jawabannya..krn klo kebodohan saja... bukan merupakan Dukkha dlm case itu...harus ada keinginan...

mana yg benar?:

(1) keinginan disebabkan oleh kebodohan
(2) keinginan tidak disebabkan oleh kebodohan
(3) keinginan disebabkan dan tidak disebabkan oleh keinginan
(4) keinginan bukan disebabkan juga bukan tidak disebabkan oleh keinginan

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #27 on: 17 August 2012, 05:24:41 PM »
keinginan disebabkan oleh...perasaan..itu yg benar
...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #28 on: 17 August 2012, 05:26:32 PM »
ada orang tertembak dan peluru bersarang di otaknya, dan orang itu mati.
apakah orang itu mati karena peluru di otaknya atau karena tertembak?

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #29 on: 17 August 2012, 07:41:15 PM »
bingung jawabnya...
klo jawab tertembak aja...  klo tertembak di kaki gemana?

klo jawab krn ada peluru di otaknya... keknya ada kemungkinan org hidup dgn peluru di otaknya (walau untuk bbrp saat)

jd pilih jawaban aman... dia mati karena kondisi2 penujang kehidupannya sudah tidak ada.
...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #30 on: 17 August 2012, 09:39:51 PM »
bingung jawabnya...
klo jawab tertembak aja...  klo tertembak di kaki gemana?

klo jawab krn ada peluru di otaknya... keknya ada kemungkinan org hidup dgn peluru di otaknya (walau untuk bbrp saat)

jd pilih jawaban aman... dia mati karena kondisi2 penujang kehidupannya sudah tidak ada.


semua orang mati memang kondisi penunjang kehidupannya sudah tidak ada. dengan kata lain kalimat itu hanyalah definisi dari kata "mati". tapi apakah penyebab kematiannya?

Offline The Ronald

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.233
  • Reputasi: 89
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #31 on: 18 August 2012, 04:43:05 PM »
dia mati kerena tertembak di kepalanya.. (peluru kena otak nya)
...

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #32 on: 18 August 2012, 09:30:39 PM »
dia mati kerena tertembak di kepalanya.. (peluru kena otak nya)

jawaban secara forensik adalah orang itu mati karena peluru masuk ke dalam otaknya dan itu merusak jaringan vital di otaknya, tapi bagaimana bisa ada peluru dalam otak, tidak lain adalah karena peluru itu ditembakkan seseorang.

kedua pilihan jawaban bisa dibenarkan, dan jawaban mana yg harus diberikan tergantung pada siapa yg menanyakan. Demikian pula, Sang Buddha adalah guru paling ahli dalam memberikan ajaran yg tepat untuk pendengarnya, kepada kelima petapa Beliau memberikan ajaran bahwa asal mula dukkha adalah tanha, tapi jika ditelusuri lebih lanjut, tanha itu pun masih ada penyebabnya yg secara lengkap diformulasikan dalam Paticcasamuppada.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.963
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #33 on: 19 August 2012, 07:24:02 AM »
tanha paling dominan
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Afoe286

  • Teman
  • **
  • Posts: 63
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #34 on: 19 August 2012, 01:10:30 PM »
tanha paling dominan
Maaf,tetapi avijjalah penentunya. _/\_
Khanti paramam tapo titikkha

Offline Afoe286

  • Teman
  • **
  • Posts: 63
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua makhluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #35 on: 19 August 2012, 01:39:44 PM »

kedua pilihan jawaban bisa dibenarkan, dan jawaban mana yg harus diberikan tergantung pada siapa yg menanyakan. Demikian pula, Sang Buddha adalah guru paling ahli dalam memberikan ajaran yg tepat untuk pendengarnya, kepada kelima petapa Beliau memberikan ajaran bahwa asal mula dukkha adalah tanha, tapi jika ditelusuri lebih lanjut, tanha itu pun masih ada penyebabnya yg secara lengkap diformulasikan dalam Paticcasamuppada.
[/quote]
Kalo memang tergantung siapa yg menanyakan atau kepada siapa ajaran diberikan,mengapa hanya ada satu rumusan Empat Kebenaran Mulia,tidak ada Empat Kebenaran Mulia rumusan lain yg diperuntukkan bagi pertanyaan/ajaran yg diberikan kpd orang lain lagi yg tergantung pada kecenderungan orang lain tsb(sebagaimana kita ketahui tiap orang punya kecenderungan yg berbeda)? _/\_
Khanti paramam tapo titikkha

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #36 on: 19 August 2012, 09:49:10 PM »
Kalo memang tergantung siapa yg menanyakan atau kepada siapa ajaran diberikan,mengapa hanya ada satu rumusan Empat Kebenaran Mulia,tidak ada Empat Kebenaran Mulia rumusan lain yg diperuntukkan bagi pertanyaan/ajaran yg diberikan kpd orang lain lagi yg tergantung pada kecenderungan orang lain tsb(sebagaimana kita ketahui tiap orang punya kecenderungan yg berbeda)? _/\_

Rumusan Empat Kebenaran Mulia memang hanya ada satu, tapi dalam mengajar Sang Buddha tidak selalu harus menggunakan rumusan ini, misalnya pada Cullapanthaka Sang Buddha bahkan hanya mengajarkan mengusap kain bersih hingga menjadi kotor, dan itu cukup untuk mengantarkan Cukkapanthakan menuju Kearahattaan, tanpa mengajarkan doktrin2 rumit. kepada orang lain Sang Buddha mengajarkan ajaran lain lagi. hanya Sang Buddha yg memiliki pengetahuan watak dan kecenderungan tiap2 individu ini, itulah sebabnya Sang Buddha mendapat gelar sebagai Guru para dewa dan manusia, Pembimbing terbaik bagi mereka yg dapat dijinakkan, dst.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.382
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #37 on: 20 August 2012, 05:26:53 PM »
ada seseorang yng setiap hari tidak tahu bahwa dia setiap hari dia menekan tombol lampu lalu jadi tercium bau seperti terbakar.

penyebab munculnya bau terbakar itu adalah karena tekan tombolnya (tanha?) atau karena dia tidak tahu bahwa tekan tombol itu yg menyebabkan tercium bau(avijja?) ?

utk menyelesaikan urusan bau itu, orang itu perlu tahu dulu apa penyebabnya lalu diperbaiki tombolnya/tidak ditekan tombolnya.

yg simple koq jadi ribet :hammer: ato jgn2 mau dibongkar lagi, penyebabnya ada konsleting didalam? atu penyebab konsletingnya itu ada cicak nyangkut? atau penyebab si cicak kenapa nyangkut? atau siapa bapak emak si cicak? :hammer: :hammer: :hammer:

There is no place like 127.0.0.1

Offline vajra.chedika

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 21
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #38 on: 23 August 2012, 05:43:39 PM »
berikut ini penjelasan yg saya pahami dari salah seorang guru junjungan saya.. semoga membantu.
penjelasan dari sudut pandang paticcasamuppāda:

Mata rantai pertama avijjā, atau ketidaktahuan, yaitu faktor mental yg mempertahankan batin kita dlm kegelapan. Bisa berupa ketidakmengertian, bisa berupa kesalahmengertian, atas hakekat fenomena dan diri. Dlm Abhidhamma disebut Moha cetasika (faktor mental kebodohan batin). Avijjā mengarahkan kita utk berprilaku sedemikian rupa sehingga kita menciptakan mata rantai kedua.

Mata rantai kedua saṅkhāra, atau karma pembentuk, yaitu faktor mental niat. Pada titik tertentu, karma ini berubah dari kondisi mental menjadi jejak karma, yg tertanam/terbawa dalam arus kesadaran, yaitu mata rantai ketiga.

Mata rantai ketiga viññāṇa, atau kesadaran, yg dimaksud di sini adl kesadaran mental (ada 6 jenis kesadaran terkait 6 pintu indera).

Ketiga mata rantai ini disebut sbg mata rantai yg memproyeksikan, atau sebab yg memproyeksikan kelahiran yg akan datang. Karena merupakan sebab maka menghasilkan akibat, yaitu mata rantai keempat.

Mata rantai keempat nāmarūpa, yaitu 1 materi dan 4 mental penyusun kehidupan berikutnya. Dalam proses perkembangan rūpa, di dalamnya terbentuklah mata rantai kelima.

Mata rantai kelima saḷāyatana, atau pintu indera. Ketika landasan indera berhubungan dg objeknya, terbentuklah mata rantai keenam.

Mata rantai keenam phassa, atau kontak, yaitu ketika sebuah objek, sebuah indera, dan sebuah kesadaran hadir bersamaan sehingga mampu menangkap objek. Proses ini selalu diiringi oleh mata rantai ketujuh.

Mata rantai ketujuh vedanā, atau perasaan, yaitu faktor mental yg selalu hadir mengiringi kesadaran, yg memberi kesan menyenangkan, tidak menyenangkan, netral terhadap suatu objek. Dari sini apabila batin masih diliputi pandangan salah tentang "Aku", muncullah mata rantai kedelapan.

Mata rantai kedelapan taṇhā, atau hasrat/nafsu, bisa berupa keinginan terhadap sensasi menyenangkan, keinginan berpisah dari sensasi yg menyakitkan, dan keinginan utk mempertahankan perasaan netral. Ketika hasrat ini semakin kuat, ia berwujud sbg mata rantai kesembilan.

Mata rantai kesembilan upādāna, atau kemelekatan. Pada saat proses kematian, hasrat dan kemelekatan akan mengaktifasi/mematangkan jejak karma sehingga kita terlempar kembali ke samsara, mata rantai kesepuluh, bhava.

Sampai di sini terlihat posisi taṇhā dan avijjā. Taṇhā adalah sebab langsung/terdekat yg bertanggung jawab atas kelahiran kembali dalam lingkaran samsara, yg artinya kembali memiliki keberadaan samsarik. Kondisi ini tdk lain merupakan sankhara-dukkha, dasar dari kedua jenis dukkha yg lebih kasar (dukkha-dukkha dan viparinama-dukkha). Kenapa bukan upādāna, mata rantai tepat sebelum bhava? Karena upādāna adl bentuk lanjutan dari taṇhā jadi tidak diberi titik berat di sana. Taṇhā itu sendiri muncul dari sebab2, salah satunya adalah kesalahmengertian tentang "Aku" yg merupakan bagian dari avijjā.


Cheers

Offline demitalas

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 12
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #39 on: 27 September 2012, 12:59:21 PM »
 _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ _/\_ mari kita bersama menyelami hidup ini biar dpt ilmu  :) :) :) :)

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #40 on: 27 October 2017, 09:59:19 AM »
Pertanyaannya adalah:Seperti yg kita semua ketahui bersama bhw dlm Empat Kebenaran Mulia Sang Buddha telah menyatakan kpd kita semua tentang dukkha,sebab dukkha,akhir dukkha & jalan menuju akhir dukkha.Dalam Kebenaran mulia kedua,Beliau menyatakan bhw penyebab dari dukkha adalah tanha/keinginan.Yg membuat saya bingung mengapa Beliau menyatakan tanha-lah sbg penyebab dukkha,bukan avijja. Padahal kalo kita lihat dlm paticca samuppada & dasa samyojana, avijja-lah yg berada di barisan paling belakang dari pertahanan penyebab dari dukkha.Dlm paticca samuppada keinginan yg menyebabkan dukkha timbul krn adanya ketidaktahuan akan apa adanya, kenikmatan, bahaya & jalan keluar dari keinginan itu sdri.Dlm dasa samyojana, avijja adalah pertahanan terakhir dari kekotoran batin yg membelenggu kita pd samsara.
Dari kedua fakta tsb sdh cukup utk menyatakan bhw penyebab dari dukkha adalah avijja, bukan tanha walaupun memang tanha-lah(secara teknis & langsung) yg mengakibatkan kita bisa terlahir kembali/menjelma. Akan tetapi, avijja-lah yg berada di belakang semua itu.
Teman2 semua,mohon bantuannya ya. _/\_
Avijja 'delusi' adalah otak dari segala sesuatu yang menyebabkan "dukkha", saya akan memberikan contoh (kalimat) dan menjelaskan makna yang terkandung. Seorang raja ingin merebut kerajaan (miliki raja lain) namun ia harus menjatuhkan rajanya, dan raja memiliki pasukan. Membunuh raja itu adalah tujuannya, dan tujuan akhir adalah kekuasaan atas kerajaan.

Maknanya: pasukannya inilah "tanha". Rajanya adalah "avijja". Tujuannya adalah melenyapkan avijja (si raja) setelah mengalahkan pasukan (tanha), Kekuasaan adalah kebebasan (Arahat) dan tujuan akhir adalah Nibbana.

Tanha adalah penyebab dukkha, otak tanha adalah avijja, seperti perumpamaan kerajaan yang saya berikan (di atas).
Akan tetapi, selama ini kita telah salah paham sama si "Dukkha". Dukkha artinya "bukan" penderitaan (jangan terkejut).

Mengenai arti yang sebenarnya, saya akan segera menulis dan mengirimnya ke Dhammacitta (mohon bantuannya, cara kirim karya ke Dhammacitta). Rencananya akan saya selesaikan bulan November, yang berjudul:

Dukkha "bukan" Penderitaan (bahasa inggris: Dukkha "not" Suffering)
Isinya:
- Analisis dan pembahasan bahwa dukkha artinya bukan penderitaan
- contoh kalimat
- Juga pembahasan sebab akibat yang saling bergantungan
- Perumpamaan kisah "Raja Jahat Melawan Raja Baik–11 lawan 1"
- 77 kasus pengetahuan, dan
- (menyinggung) perbedaan kegembiraan (pamojja), kegiuran (piti), dan kebahagiaan (sukha), yang nantinya 100% Anda akan mengerti perbedaannya.
- mungkin nanti ada tambahan.

Tunggu saja ya, saya gemparkan dunia (bercanda aja). :)) ^:)^
« Last Edit: 27 October 2017, 10:09:41 AM by Gwi Cool »
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.

Offline Gwi Cool

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 170
  • Reputasi: -2
  • Terpujilah Sang Buddha
Re: Kenapa tanha bukan avijja?
« Reply #41 on: 27 October 2017, 01:58:07 PM »
Barusan saya makan siang and sebelumnya sedang belajar, pikiran baik terlintas padaku, saya akan mengubah judulnya (hanya judul saja) menjadi:

"Jalur Nibbana"
Pertama membahas Dukkha "bukan" penderitaan
kemudian saya akan memberikan "gambaran Nibbana" untuk memperjelas seperti apa Nibbana, dan "Jalan Tengah". Lalu memberikan gambaran nihilis dan eternalis, secara singkat (sesingkatnya) namun padat, dan jelas. Dimulai dari syair dari Yang Mulia Buddhaghosa thera, saya akan menganalisis dan memberikan makna syair dari Yang Mulia Buddhaghosa thera. Mungkin sudah ada yg bisa tebak syair dari Yang Mulia Buddhaghosa thera yang paling populer, saya akan menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya.

Gembira banget gw hari ini.
Yang mau debat, saya diam, dan mengaku kalah karena saya hanyalah makhluk lemah, debat sama yang lain saja.
Mari berbicara Dhamma yang indah di awal, indah di pertengahan, dan indah di akhir. Indah dengan pikiran penuh cinta kasih. Hobiku menggubah syair.