//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Peringatan 10th Parinirwana Sukong  (Read 86777 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Choa

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 412
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #45 on: 22 April 2012, 11:12:18 AM »
bro Adi Lim dak perlu nanya2 definisi lah seolah2 bro saja yg paling mengerti arti parinirwana.
sepertinya Anda mengabaikan penjelasan saya mengenai penggunaan makna konotatif utk menghormati almarhum dan itu sdh lumrah dalam
tradisi mahayana tiongkok atau boleh dibilang sdh merupakan tradisi bangsa tiongkok memberi "kedudukan" lbh tinggi utk orang meninggal.
Toh itu pun dlm tradisi mahayana, lalu anda sbg penganut tradisi lain apa hak anda menyalahkan praktik tradisi sekte lain?

artinya tidak ada toleransi baik dari segi agama maupun segi tradisi
maaf saya OOT sedikit

saya ketemu dengan beberapa teman, lalu perbincangan masuk ke area orang tua
salah satu teman itu meningal, salah satu di antara kami dengan bangga mengatakan

saya tidak pegang-pegang hio lagi dan tidak membuthkan meja abu, dan segala
macam ceramah kebaikan agama k****n,
dan di bertanya pada saya, apa agamamu, saya jawab buddhis

dengan enteng dia bilang "oh..........masih buddhis", tidak dapat menahan tawa
saya tertawa kencang, dengan muka bingung dia bertanya pada saya, apa kata-kata
saya ada yang lucu???

degan malas saya menjelaskan, kamu berbicara tentang teologi kris***, saya tahu
kelakuan kamu sebenarnya, semua bertolak belakang

apakah itu bukan hal yang mengelikan,
teman ini diam ngeloyor pergi dengan muka bersungut-sungut.

Offline ciuyanto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Love and Compassion
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #46 on: 23 April 2012, 10:21:16 AM »
mungkin benar atau salah saya juga tidak tau,
mungkin maksud suhu saya parinirwana ini bermakna kiasan.
bukan makna sesungguhnya/harafiah dari parinirwana itu sendiri.

kita lihat dari kacamata para bhiksu/bhikkhu,
surat itu merupakan bentuk penghormatan beliau kepada Sukong.
karena beliau adalah salah satu murid dari Sukong (anggota Sangha Agung Indonesia)

Quote
Sepuluh tahun yang lalu ketika semua anggota Sangha Agung Indonesia mengadakan upacara doa demi kesembuhan Sukong di Jakarta, waktu itu kami diingatkan bahwa saat ini kita semua adalah memakan makanan sisa dari beliau.

ada istilah dari tradisi mahayana tibetan bahwa kebaikan guru terhadap murid bagai memakan makanan sisa dari guru.
karena itu murid harus berjuang keras dalam praktek dharma dan mencapai Kebuddhaan sekaligus ingat akan jasa-jasa dari guru.
Tentu beliau berharap kelak Sukong akan mencapai Kebuddhaannya.

Nah soal parinirwana sendiri siapa yang bisa konfirmasi?
Jujur saya sebagai umat awam kurang tau, cuma izin copas dari milis ternyata sukong meninggalkan beberapa sarira kepada umatnya

Quote
Dalam tradisi Buddhis, salah satu bentuk penghormatan kepada para guru-guru suci adalah penghormatan kepada relik Mereka.
Relik atau sering disebut Sarira adalah sisa jasad/ tubuh fisik guru suci yang tidak habis terbakar.
Tidak semua guru suci meninggalkan relik/sarira. Oleh karenanya, penghormatan pada relik guru suci menjadi sesuatu yang istimewa.

Mendiang Mahabiksu Ashin Jinarakkhita, pelopor kebangkitan kembali agama Buddha Indonesia, yang mangkat pada tanggal 18 April 2002, meninggalkan ribuan relik dengan bentuk dan warna yang beraneka ragam. Namun ternyata masih
banyak umat Buddha yang belum sempat menyaksikan dan melakukan penghormatan kepada relik Beliau.

Dari copas milis tersebut apakah Sukong merupakan guru suci/arahat/boddhisatwa?
saya tidak mempunyai kapasitas dan kualitas untuk itu. Biasanya seorang guru suci demi kebaikan semua makhluk biasanya meninggalkan
beberapa sarira untuk umat. Misal Sang Buddha meninggalkan sarira berupa rambut, gigi, dll. Beberapa guru besar dan arahat pun demikian.
Kualitas seorang guru bukan hanya dilihat dari itu saja tapi bagaimana seorang guru telah membimbing, mendidik muridnya ke arah yang lebih baik,
baik dari segi kualitas dan kuantitas.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Sukong merupakan salah satu pelopor kebangkitan agama Buddha di Indonesia.
Benar bahwa sebelum ada Sukong, telah hadir Bhikkhu Narada Thera dari Srilanka yang membangkitkan kembali agama Buddha.
izin copas milis tetangga :

Quote
Setelah The Boan An ditahbiskan menjadi Bhikkhu Theravada pada tahun 1954 di Birma (Myanmar) oleh Y.M. Mahasi Sayadaw dengan nama Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, ketua GSKI beralih kepada DRS. Khoe Soe Kiam (Drs. Sasana Surya). Pada tahun 1962, GSKI berganti nama menjadi Gabungan Tridharma Indonesia (GTI). Bhikkhu Ashin Jinarakkhita merupakan putera pertama Indonesia yang menjadi bhikkhu sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit.

http://bhagavant.com/home.php?link=sejarah&tipe=sejarah_buddhisme_Indonesia_4

Dari milis tersebut, Sukong merupakan putera pertama Indonesia yang menjadi bhikkhu sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit.
Itu artinya bahwa dari Sukong lah terbentuk Sangha pertama di Indonesia.
Dengan adanya Sangha, berati agama Buddha Indonesia telah bangkit total dari "tidur" selama 500 tahun.
Kesinambungan Buddha Dharma & Sangha Indonesia terus berjalan hingga kini.

"Menghormati mereka yang patut dihormati."
Itulah Berkah Utama.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #47 on: 23 April 2012, 01:08:35 PM »

Nah soal parinirwana sendiri siapa yang bisa konfirmasi?
Jujur saya sebagai umat awam kurang tau, cuma izin copas dari milis ternyata sukong meninggalkan beberapa sarira kepada umatnya
 
Dari copas milis tersebut apakah Sukong merupakan guru suci/arahat/boddhisatwa?
saya tidak mempunyai kapasitas dan kualitas untuk itu. Biasanya seorang guru suci demi kebaikan semua makhluk biasanya meninggalkan
beberapa sarira untuk umat. Misal Sang Buddha meninggalkan sarira berupa rambut, gigi, dll. Beberapa guru besar dan arahat pun demikian.
Kualitas seorang guru bukan hanya dilihat dari itu saja tapi bagaimana seorang guru telah membimbing, mendidik muridnya ke arah yang lebih baik,
baik dari segi kualitas dan kuantitas.


sarira atau relik adalah sisa dari kremasi / per-abuan orang yang meninggal ? apakah yang ada relik-nya pasti merupakan orang suci ? ini menjadi pertanyaan yang harus di-justifikasi supaya jelas.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline ciuyanto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Love and Compassion
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #48 on: 23 April 2012, 03:07:57 PM »
Bagus pertanyaan anda kritis,

Quote
Relik adalah sisa jasmani orang suci yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam mengamalkan ajaran Guru Agung Buddha Gotama.
Relik disebut juga Sarira yang artinya jasmani atau Saririka Dhatu yang artinya unsur dari bagian tubuh orang suci.
Relik adalah semacam benda keras yang ditemukan pada abu jenazah sisa kremasi


Umumnya relik/sarira merupakan peninggalan orang suci.
Dalam tradisi mahayana tibetan, ada seorang guru yang pada saat wafat mengeluarkan tubuh pelangi/rainbow body.
Malah ada tubuhnya menciut pada saat menjelang kematian.

selanjutnya timbul pertanyaan, apakah yang ada reliknya pasti merupakan orang suci?
sebenarnya pertanyaan ini agak sulit dijawab, kecuali ada orang yang mempunyai kualitas/kapasitas boddhisatwa yang bisa
melihat itu. Mungkin ada yang bisa bantu pertanyaan ini???
 

Offline Choa

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 412
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #49 on: 23 April 2012, 03:28:11 PM »
sarira atau relik adalah sisa dari kremasi / per-abuan orang yang meninggal ? apakah yang ada relik-nya pasti merupakan orang suci ? ini menjadi pertanyaan yang harus di-justifikasi supaya jelas.

kalau menurut saya

hanya orang yang masuk level kesucian saja yang mampu menghasilkan
sarira dari hasil kremasi jasadnya

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #50 on: 23 April 2012, 04:23:19 PM »
kesucian sperti apa yang dimaksud ?

mahasi sayadaw, sejauh pengetahuan kami tidak meninggalkan relik. mohon koreksi kalau keliru.
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #51 on: 23 April 2012, 11:04:19 PM »
Apakah ada pengetahuan dalam ajaran Buddha bahwa tubuh seorang yg telah mencapai kesucian bila dikremasi akan meninggalkan relik? Apakah timbulnya relik adalah tanda bahwa orang itu suci? Karena ketika Sang Buddha dikremasi menurut cerita meninggalkan relik yg dibagi-bagi ke beberapa tempat.  _/\_
« Last Edit: 23 April 2012, 11:06:19 PM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #52 on: 24 April 2012, 08:23:09 AM »
karena kapasitasnya sebagai wakil ketua Pemuda Theosofi.
Tee Boan An didukung oleh kalangan Teosofi, orang2 Jawa dan Sam Kauw.


Benar, sejarah mengatakan bahwa awal2 perkembangan agama Buddha di Indonesia turut didukung Kalangan Teosofi dan Sam Kauw yg bukan hanya menganut ajaran Buddha saja. Penganut ajaran agama Buddha yg murni boleh dibilang belum berperan.

Setelah Bhikkhu Ashin Jinarakhita kembali dr Burma sebagai Bhikkhu Theravada maka baru ajaran Theravada dikembangkan di Indonesia. Akhirnya beberapa murid Bhikkhu Ashin Jinarakhita membentuk Sangha Theravada, sebagai cikal bakal aliran Theravada yg dikenal sekarang.

Bukan hanya di Indonesia Perkumpulan Teosofi membantu perkembangan agama Buddha.
Bahkan sebelum agama Buddha diperkenalkan di Amerika Serikat, Kolonel Henry Teele Olcott yg berkebangsaan Amerika  bersama Madame Helena P. Blavatsky membangun Perkumpulan Teosofi dan bekerja demi kebangkitan agama Buddha dan kebudayaan serta pendidikan Buddhis yg seolah menghilang selama berabad-abad.  _/\_
« Last Edit: 24 April 2012, 08:27:23 AM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #53 on: 24 April 2012, 11:59:48 AM »
Apakah ada pengetahuan dalam ajaran Buddha bahwa tubuh seorang yg telah mencapai kesucian bila dikremasi akan meninggalkan relik? Apakah timbulnya relik adalah tanda bahwa orang itu suci? Karena ketika Sang Buddha dikremasi menurut cerita meninggalkan relik yg dibagi-bagi ke beberapa tempat.  _/\_

relik adalah sisa dari hasil per-abuan... di-Thailand banyak dijual "relik2" di pinggir jalan... supaya untuk tidak menimbulkan spekulasi dan di dalam sutta juga tidak disebutkan bahwa yang meninggalkan relik adalah pasti seorang yang mencapai tingkat kesucian... maka dalam hal ini, TERM adanya relik tidak bisa digunakan sebagai justifikasi bahwa yang meninggal itu sudah mencapai tingkat kesucian tertentu...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #54 on: 24 April 2012, 12:08:52 PM »
koleksi relik DC: http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,19515.0.html
sayang beribu sayang gambarnya sudah banyak yang raib ...
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #55 on: 25 April 2012, 05:52:06 PM »
bro Adi Lim dak perlu nanya2 definisi lah seolah2 bro saja yg paling mengerti arti parinirwana.

menurut anda apa arti parinirwana ?
bisa beda kata beda arti, apa salahnya andai bertanya, begitu lho mas dakota :))
kalau parinirwana tidak sama dengan parinibbana, masalah selesai.
masalahnya kalau belum mencapai nibbana tapi diagungkan sudah mencapai nibbana,
bukankah membohongi dan membodohi orang !
ini lho yang saya maksud

Quote
sepertinya Anda mengabaikan penjelasan saya mengenai penggunaan makna konotatif utk menghormati almarhum dan itu sdh lumrah dalam
makanya itu saya bertanya kepada TS atau siapa saja yg bisa menjelaskan arti parinirwana menurut tradisi.

Quote
tradisi mahayana tiongkok atau boleh dibilang sdh merupakan tradisi bangsa tiongkok memberi "kedudukan" lbh tinggi utk orang meninggal.
Toh itu pun dlm tradisi mahayana, lalu anda sbg penganut tradisi lain apa hak anda menyalahkan praktik tradisi sekte lain?

maaf mas dakota, saya tidak pro tradisi
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #56 on: 25 April 2012, 05:54:45 PM »
relik adalah sisa dari hasil per-abuan... di-Thailand banyak dijual "relik2" di pinggir jalan... supaya untuk tidak menimbulkan spekulasi dan di dalam sutta juga tidak disebutkan bahwa yang meninggalkan relik adalah pasti seorang yang mencapai tingkat kesucian... maka dalam hal ini, TERM adanya relik tidak bisa digunakan sebagai justifikasi bahwa yang meninggal itu sudah mencapai tingkat kesucian tertentu...

gue banyak relik2 yg anda maksud :))
dari thailand & myanmar
« Last Edit: 25 April 2012, 06:05:19 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #57 on: 25 April 2012, 06:00:00 PM »
Menurut saya, jika tidak tahu alangkah bijaksananya jika kita tidak  menilai.  Apakah ada perbedaan antara orang yg mengatakan "Sudah Parinirwana dengan orang yang mengatakan, masih puthujana"?
Sama-sama menganggap / mengasumsikan. Cuma beda pada konotasi. Yang satu menghormati pendahulunya, yg lain tidak menghormati pendahulunya.  _/\_

jadinya karena penghormatan terdahulu, diperbolehkan membohongi atau membodohi orang lain, begitukah maksud bro arya ?
« Last Edit: 25 April 2012, 06:04:12 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #58 on: 25 April 2012, 07:20:40 PM »
relik adalah sisa dari hasil per-abuan... di-Thailand banyak dijual "relik2" di pinggir jalan... supaya untuk tidak menimbulkan spekulasi dan di dalam sutta juga tidak disebutkan bahwa yang meninggalkan relik adalah pasti seorang yang mencapai tingkat kesucian... maka dalam hal ini, TERM adanya relik tidak bisa digunakan sebagai justifikasi bahwa yang meninggal itu sudah mencapai tingkat kesucian tertentu...
Apakah ada penjelasan mengapa Sang Buddha atau orang/Bhikkhu yg dikremasi ada yg meninggalkan relik atau ada yg tidak meninggalkan relik? Dan bagaimana menurut agama Buddha fenomena tersebut?  _/\_
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #59 on: 25 April 2012, 07:28:45 PM »
jadinya karena penghormatan terdahulu, diperbolehkan membohongi atau membodohi orang lain, begitukah maksud bro arya ?
Sayang sekali anda tidak memahami pernyataan saya, karena ketidak pahaman akhirnya suatu masalah akan melebar, yg saya nyatakan adalah bahwa menganggap "sudah Parinibbana dgn masih umat putthujjana itu" sama2 menganggap, cuma yg satu konotasinya menghormati pendahulunya, yg lain tidak menghormati pendahulunya. Jika yg anda maksud bahwa menganggap "sudah Parinibbana" adalah membohongi atau membodohi orang lain, bukankan pernyataan anda "masih umat putthujjana" juga membohongi dan membodohi orang lain? Karena anda mengakui bahwa anda juga hanya menganggap sama seperti pernyataan yg anda sanggah?  _/\_
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA