//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Peringatan 10th Parinirwana Sukong  (Read 85613 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

Offline ciuyanto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Love and Compassion
Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« on: 20 April 2012, 03:53:49 PM »
Peringatan Sepuluh Tahun Parinirwana Sukong (oleh Bhadra Ruci, biksu)   18 Apr '12
   

Namo Sanghyang Adi Buddhaya
Namo Buddhaya, Bodhisatwaya-Mahasatwaya.


Sepuluh tahun yang lalu ketika semua anggota Sangha Agung Indonesia mengadakan upacara doa demi kesembuhan Sukong di Jakarta, waktu itu kami diingatkan bahwa saat ini kita semua adalah memakan makanan sisa dari beliau. Betapa tidak , Beliau adalah peletak pondasi Buddhayana, sebuah wadah bagi aneka mazhab dan sekte di dalam kebhinnekaan budaya nusantara. Beliau adalah juga pelopor agama Buddha di Indonesia. Saat ini kita dapat melihat banyak orang yang berpraktek Dharma. Dapat kita temui banyak anggota Sangha dan pusat-pusat Dharma berdiri di mana-mana, vihara-vihara banyak berdiri sampai ke pelosok negeri. Semua itu adalah jasa besar Beliau.

Suatu sore sepuluh tahun yang lalu, ketika sedang belajar di India, saya ditelpon dari Bandung yang mengabarkan bahwa Sukong telah wafat. Seketika itu, saya mengabarkan berita ini ke Perancis. Dagpo Rinpoche menyarankan saya segera kembali ke Indonesia untuk mengikuti upacara perkabungan bagi Beliau. Beliau mengatakan bahwa Sukong adalah seorang tokoh besar yang menghidupkan Buddhadharma di Indonesia. Jasa Beliau sangat besar. Bagi Rinpoche, Sukong adalah salah satu orang yang sangat memberi kesan yang mendalam, karena kesahajaan dan ketokohan beliau.

Saat ini, Indonesia kembali merindukan kehadiran sosok Sukong yang menginspirasi semangat akan praktek Dharma yang murni. Banyaknya pusat dharma yang berkembang juga memberi dampak akan merosotnya keyakinan umat Buddha akan Hukum Karma dan Keyakinan pada Triratna. Kesibukan sehari-hari yang membuat kita semua lebih mementingkan kehidupan pada saat sekarang ini, kita melupakan praktek dharma yang murni.

Banyaknya pusat dharma yang berkembang tidak serta-merta menjadi parameter makin majunya batin seseorang. Banyak di antara kita yang mengenakan jubah upasaka atau anggota sangha hanya sekedar memenuhi kemelekatan akan status sosial dan kebanggaan akan kesibukan berorganisasi. Saya sangat yakin bahwa Sukong tidak menginginkan hal ini terjadi. Saya ingat dalam buku riwayat “Menabur Benih Dharma di Nusantara,” Beliau mengatakan bahwa Beliau ingin melihat banyak orang suci di mana-mana. Kita masih jauh dari sebutan orang suci.

Saat ini bertepatan dengan peringatan sepuluh tahun parinirwana Sukong. Bangsa Indonesia sangat merindukan sosok seorang Sukong yang memberikan inspirasi dalam praktek dharma dan memberikan semangat keharmonisan dalam keanekaragaman buddhadharma dalam aneka ragam budaya Indonesia. Semoga putra terbaik bangsa Indonesia dan tokoh besar jelmaan para guru leluhur bangsa Indonesia ini kembali hadir dalam jiwa setiap umat buddha Indonesia, terutama bagi segenap keluarga besar Buddhayana Indonesia.

Semoga benih benih buddhayana yang telah Beliau semai tidak surut tetapi dapat berkembang dengan pesat.

Sarwa Manggalam,
Bhadra Ruci
Maha Lekhanadikari Sagin

http://www.kadamchoeling.or.id/news.php?nav_id=1&lang=id&id=394&title=Peringatan%20Sepuluh%20Tahun%20Parinirwana%20Sukong%20%28oleh%20Bhadra%20Ruci,%20biksu%29
« Last Edit: 20 April 2012, 04:27:52 PM by Elin »

Offline Elin

  • DhammaCitta Press
  • KalyanaMitta
  • *
  • Posts: 4.377
  • Reputasi: 222
  • Gender: Female
Hubungan nya dengan board ini apa?
Informasi dan Pengumuman Kegiatan Buddhis

Trus hubungan nya judul dan isi thread..?
**  About Teacher Activity News Programmes Library Publication Gallery Sign In Store
**  Peringatan Sepuluh Tahun Parinirwana Sukong (oleh Bhadra Ruci, biksu)   18 Apr '12
« Last Edit: 20 April 2012, 04:25:09 PM by Elin »

Offline ciuyanto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Love and Compassion
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #2 on: 20 April 2012, 04:40:20 PM »
sory bos, uda lama ngak posting. jd error, td ngak tau mau masuk ke forum apa.
intinya hanya ingin share aja, itu tulisan dari suhu sy, bhadra ruci untuk mengenang 10 thn parinirwana sukong.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #3 on: 20 April 2012, 05:16:56 PM »
Parinirwana???

Offline Elin

  • DhammaCitta Press
  • KalyanaMitta
  • *
  • Posts: 4.377
  • Reputasi: 222
  • Gender: Female
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #4 on: 20 April 2012, 05:17:02 PM »
Jangan posting 2x / lebih utk info yg sama yach di thread yg sama / lain..

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #5 on: 20 April 2012, 05:24:53 PM »
Parinirwana???

Perlu-kah diberikan pengertian yang benar tentang apa dan kondisi yang bagaimana yang bisa di sebut dengan parinibbana / parinirvana ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline ciuyanto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Love and Compassion
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #6 on: 20 April 2012, 05:27:09 PM »
 [at] moderator:  ^:)^ yap. sory ya td g cari postingan lama kemana, g keburu posting baru lagi.
 tolong dunk delete posting saya yang satu lagi. biar ngak rancu,tq.
 [at] indra : kenapa suhu saya bilang sukong parinirwana, mungkin lebih baik kamu nanya detailnya ya. ini web kadam choeling indonesia http://www.kadamchoeling.or.id.

Offline ciuyanto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Love and Compassion
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #7 on: 20 April 2012, 05:38:55 PM »
izin copas ya....

Dalam tradisi Buddhis, salah satu bentuk penghormatan kepada para guru-guru suci adalah penghormatan
kepada relik Mereka. Relik atau sering disebut Sarira adalah sisa jasad/ tubuh fisik guru suci yang tidak habis terbakar.
Tidak semua guru suci meninggalkan relik/sarira.
Oleh karenanya, penghormatan pada relik guru suci menjadi sesuatu yang istimewa.

Mendiang Mahabiksu Ashin Jinarakkhita, pelopor kebangkitan kembali agama Buddha
Indonesia, yang mangkat pada tanggal 18 April 2002, meninggalkan ribuan
relik dengan bentuk dan warna yang beraneka ragam................

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #8 on: 20 April 2012, 06:58:43 PM »
Menghormati mereka yang patut dihormati.
Itulah Berkah Utama.
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #9 on: 20 April 2012, 07:06:52 PM »
Parinirwana???

parinirwana tidak sama dengan parinibbana ya  !
kok gampang benar ! mengumbar kata parinibbana kepada umat puthujana.
memang tim marketing yang hebat !
« Last Edit: 20 April 2012, 07:13:43 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #10 on: 20 April 2012, 07:10:08 PM »
Menghormati mereka yang patut dihormati.
Itulah Berkah Utama.

BENAR !
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #11 on: 20 April 2012, 07:54:29 PM »
Puthujjana: Orang biasa, belum mencapai kesucian.
Apakah kita mempunyai kemampuan spiritual untuk menilai seseorang telah mencapai kesucian atau belum?
Maaf, karena saya hanya orang biasa, saya tidak dapat menilai.

Yang pasti saya menghormati Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, Pelopor Kebangkitan Agama Buddha di Indonesia, yg membhaktikan hidupnya untuk mengembangkan Buddha Dharma sejak tahun 1954 sampai wafatnya Beliau tahun 2002. Yang mana saya tidak sanggup untuk mengikuti perjuangan Beliau. Sampai saat ini, saya hanyalah umat awam, yg sedikitpun belum berjasa untuk membantu perkembangan Buddha Dharma, bahkan belum mampu untuk melatih diri mempraktekkan ajaran Sang Buddha  yang paling dasarpun.  _/\_
« Last Edit: 20 April 2012, 08:03:41 PM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #12 on: 21 April 2012, 05:40:18 AM »
Puthujjana: Orang biasa, belum mencapai kesucian.
Apakah kita mempunyai kemampuan spiritual untuk menilai seseorang telah mencapai kesucian atau belum?
Maaf, karena saya hanya orang biasa, saya tidak dapat menilai.

_/\_

asumsi saya arti parinirwana = parinibbana.
atau TS & 'Tim Panitia Peringati' mempunyai arti parinirwana tidak sama dengan Parinibbana.
atau TS mungkin bisa menjelaskan arti sebenarnya 'parinirwana' dulu.
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #13 on: 21 April 2012, 05:46:03 AM »
Yang pasti saya menghormati Bhikkhu Ashin Jinarakkhita

anda mau menghormati siapa saja, itu hak anda dan tidak ada larangan dan tidak dipermasalahkan

Quote
Pelopor Kebangkitan Agama Buddha di Indonesia, yg membhaktikan hidupnya untuk mengembangkan Buddha Dharma sejak tahun 1954 sampai wafatnya Beliau tahun 2002.
itu hanya opini dan ulasan 'tim marketing'
masih banyak yang berjasa kok, tapi tidak pernah di ekspos

Quote
Yang mana saya tidak sanggup untuk mengikuti perjuangan Beliau. Sampai saat ini, saya hanyalah umat awam, yg sedikitpun belum berjasa untuk membantu perkembangan Buddha Dharma, bahkan belum mampu untuk melatih diri mempraktekkan ajaran Sang Buddha  yang paling dasarpun.  _/\_

tidak harus mengikuti jejaknya utk menjadi 'pejuang'(kata pejuang karena opini penggemar)

jadi umat biasa yang praktek ajaran Buddha juga tidak masalah kok.
« Last Edit: 21 April 2012, 05:47:56 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #14 on: 21 April 2012, 06:41:01 AM »
anda mau menghormati siapa saja, itu hak anda dan tidak ada larangan dan tidak dipermasalahkan
Setuju.  _/\_
kok gampang benar ! mengumbar kata parinibbana kepada umat puthujana.
Sesungguhnya dalam hal ini saya tidak komentar tentang polemik parinibbana, tetapi yg ingin saya pertanyakan adalah bagaimana anda bisa tahu seseorang sudah mencapai kesucian atau umat puthujana?
itu hanya opini dan ulasan 'tim marketing'
Kenyataan bahwa Bhikkhu Ashin Jinarakhita adalah pelopor kebangkitan agama Buddha di Indonesia sesungguhnya terdapat dalam perjalanan sejarah perkembangan agama Buddha. Kita boleh beda pendapat, tetapi tetap tidak dapat melupakan sejarah.
masih banyak yang berjasa kok, tapi tidak pernah di ekspos
Setuju, kebetulan yg menulis ini adalah para umat yg menghargai dan berterima kasih atas perjuangan Beliau.  _/\_
tidak harus mengikuti jejaknya utk menjadi 'pejuang'(kata pejuang karena opini penggemar)
jadi umat biasa yang praktek ajaran Buddha juga tidak masalah kok.
TQ. Karena saya tidak mampu seperti Beliau, maka saya menghormati Beliau. Sebagai umat Buddha, saya menghormati Bhikkhu dari aliran manapun yg menurut saya memang agama Buddha.  _/\_
« Last Edit: 21 April 2012, 06:55:47 AM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #15 on: 21 April 2012, 08:53:21 AM »
Masa sih jadi pelopr satu2-nya di-Indonesia, bukannya kedatangan bhante Narada dari Sri Langka (Ceylon) pada tahun 1934 yang merupakan pelopor utama (pionir) kebangkitan ajaran sang guru agung. Atau masih ada bhikkhu lain yang belum pernah terungkap kedatangannya ke Indo sebelum bhante Narada.

kami kira tim marketing sedikit berlebihan dengan memotong rentang waktu sejarah dan menggunakan kata "pelopor"
kalau sekiranya berkenan, mungkin "pelopor" bisa digantikan dengan lebih tepat, "... sebagai penerus kebangkitan ...".
kalau ndak ada kedatangan bhante Narada, mungkin The Boan An nggak kenal buddhism kali yah ...


akhir kata, kita di DC Forum ini juga sebagai penerus buddhisme di indo


Kenyataan bahwa Bhikkhu Ashin Jinarakhita adalah pelopor penerus kebangkitan agama Buddha di Indonesia sesungguhnya terdapat dalam perjalanan sejarah perkembangan agama Buddha.
« Last Edit: 21 April 2012, 09:15:36 AM by Mas Tidar »
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #16 on: 21 April 2012, 09:03:29 AM »
pelopor :: pe.lo.por
1   Kelas Kata:   kata benda
   Ragam:   ki
   Definisi:   yg berjalan terdahulu; yg berjalan di depan tt perarakan dsb
2   Kelas Kata:   kata benda
   Ragam:   ki
   Definisi:   perintis jalan; pembuka jalan; pionir:
   Contoh:   dia dipandang oran g sbg pelopor dl dunia pendidikan wanita
3   Kelas Kata:   kata benda
   Ragam:   ki
   Definisi:   pasukan perintis (yg terdepan) gerak pembaharuan (tanpa memperhitungkan risiko yg mungkin dialami)

pe·ne·rus n yg meneruskan (melanjutkan; menggantikan): generasi ~ perlu menghayati sejarah perjuangan bangsa;
« Last Edit: 21 April 2012, 09:09:00 AM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #17 on: 21 April 2012, 09:35:16 AM »
Sesungguhnya dalam hal ini saya tidak komentar tentang polemik parinibbana, tetapi yg ingin saya pertanyakan adalah bagaimana anda bisa tahu seseorang sudah mencapai kesucian atau umat puthujana?

Ketika masih terlahir-kan kembali, berarti awal-nya adalah pasti belum mencapai kesucian nibbana (karena yang sudah pernah nibbana di kehidupan lampau ~ setidaknya menurut konsep Theravada ~ adalah tidak terlahirkan kembali.

1. Terlahir The Bon An, pasti belum mencapai nibbana pada awal-nya.
2. setuju dengan argumen bro yang ini... "bagaimana anda bisa tahu seseorang sudah mencapai kesucian atau umat puthujana" ?
Jawabnya : Kecuali seorang sammasambuddha mengkonfirmasi pencapaian seseorang, setidaknya memang sulit (memant tidak bisa) untuk bisa menilai bathin orang lain.

Jadi label parinibbana (parinirvana) untuk Y.A.Ashin Jinarakkhita itu di-konfirmasi oleh siapa ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #18 on: 21 April 2012, 10:04:59 AM »
Masa sih jadi pelopr satu2-nya di-Indonesia, bukannya kedatangan bhante Narada dari Sri Langka (Ceylon) pada tahun 1934 yang merupakan pelopor utama (pionir) kebangkitan ajaran sang guru agung. Atau masih ada bhikkhu lain yang belum pernah terungkap kedatangannya ke Indo sebelum bhante Narada.
Ada
Kwee Tek Hoay, tahun 1920 an Beliau yg menerbitkan majalah berbahasa Indonesia berisi ajaran agama Buddha dengan nama Moestika Dharma. Ia membuka mata orang2 tentang apa itu agama Buddha, walau kebanykan tulisannya ditujukan untuk kalangan tionghoa.
Tahun 1929, orang2 belanda pemeluk agama Buddha mendirikan organisasi Buddhis yg pertama, Java Buddhist Association berorintasi aliran Theravada, Presidennya Pandita Josias van Dienst.
tahun 1934 Bhikkhu Narada datang selama tiga minggu ke Indonesia, menahbiskan beberapa orang upasaka di Yogya

Perayaan Waisak di Candi Borobudur  diperingati secara besar-besaran pertama kali 22 Mei 1953, oleh Gabungan Tiga Ajaran (Sam Kauw), Theosofi, dan masyarakat Jawa di daerah sekitar yg dimotori oleh Bhikkhu Ashin Jinarakhita yg belum menjadi Bhikkhu

Tahun 1955, perayaan Waisak di Borobudur dirayakan dipimpin oleh Bhikkhu Ashin Jinarakhita sebagai putra bangsa Indonesia pertama yg menjadi Bhikkhu sejak berakhirnya Dinasti Majapahit. Dari situlah agama Buddha berkembang.
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #19 on: 21 April 2012, 10:08:06 AM »
Jadi label parinibbana (parinirvana) untuk Y.A.Ashin Jinarakkhita itu di-konfirmasi oleh siapa ?
Sejujurnya saya tidak tahu. Dan untuk polemik parinibbana saya tidak berkomentar.
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #20 on: 21 April 2012, 11:02:13 AM »

tuh kan, jauh seblm the bo An ditahbiskan menjadi bhikkhu pun indonesia sudah memiliki perintis (pelopor, whatever the word's name) di era 1920'an.
Ini yang sudah tercatat dalam sejarah. Sebab awal juga belum diketahui pula.
jadi ada perbedaan makna kata perintis, pelopor dan penerus. Masih ada yang lain, yi: pencetus.

apa mangsudnya dengan "'bhikkhu' yang belum menjadi 'bhikkhu'" ?


Ada
Kwee Tek Hoay, tahun 1920 an Beliau yg menerbitkan majalah berbahasa Indonesia berisi ajaran agama Buddha dengan nama Moestika Dharma. Ia membuka mata orang2 tentang apa itu agama Buddha, walau kebanykan tulisannya ditujukan untuk kalangan tionghoa.
Tahun 1929, orang2 belanda pemeluk agama Buddha mendirikan organisasi Buddhis yg pertama, Java Buddhist Association berorintasi aliran Theravada, Presidennya Pandita Josias van Dienst.
tahun 1934 Bhikkhu Narada datang selama tiga minggu ke Indonesia, menahbiskan beberapa orang upasaka di Yogya

Perayaan Waisak di Candi Borobudur  diperingati secara besar-besaran pertama kali 22 Mei 1953, oleh Gabungan Tiga Ajaran (Sam Kauw), Theosofi, dan masyarakat Jawa di daerah sekitar yg dimotori oleh Bhikkhu Ashin Jinarakhita yg belum menjadi Bhikkhu

Tahun 1955, perayaan Waisak di Borobudur dirayakan dipimpin oleh Bhikkhu Ashin Jinarakhita sebagai putra bangsa Indonesia pertama yg menjadi Bhikkhu sejak berakhirnya Dinasti Majapahit. Dari situlah agama Buddha berkembang.


Quote
Masa sih jadi pelopr satu2-nya di-Indonesia, bukannya kedatangan bhante Narada dari Sri Langka (Ceylon) pada tahun 1934 yang merupakan pelopor utama (pionir) kebangkitan ajaran sang guru agung. Atau masih ada bhikkhu lain yang belum pernah terungkap kedatangannya ke Indo sebelum bhante Narada.
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline ChandraOyuget

  • Teman
  • **
  • Posts: 85
  • Reputasi: 1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #21 on: 21 April 2012, 11:41:52 AM »
"sebaik apapun juga, jika ada yang mencela, itu hal biasa...."

 _/\_ memang luar biasa seorang Sukong pada masa perjuangan Beliau _/\_

beliau telah mempraktekkan jalan Bodhisattva dengan bertindak benar....







Offline Choa

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 412
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #22 on: 21 April 2012, 12:09:49 PM »
Peringatan Sepuluh Tahun Parinirwana Sukong (oleh Bhadra Ruci, biksu)   18 Apr '12
   

Namo Sanghyang Adi Buddhaya
Namo Buddhaya, Bodhisatwaya-Mahasatwaya.


Sepuluh tahun yang lalu ketika semua anggota Sangha Agung Indonesia mengadakan upacara doa demi kesembuhan Sukong di Jakarta, waktu itu kami diingatkan bahwa saat ini kita semua adalah memakan makanan sisa dari beliau. Betapa tidak , Beliau adalah peletak pondasi Buddhayana, sebuah wadah bagi aneka mazhab dan sekte di dalam kebhinnekaan budaya nusantara. Beliau adalah juga pelopor agama Buddha di Indonesia. Saat ini kita dapat melihat banyak orang yang berpraktek Dharma. Dapat kita temui banyak anggota Sangha dan pusat-pusat Dharma berdiri di mana-mana, vihara-vihara banyak berdiri sampai ke pelosok negeri. Semua itu adalah jasa besar Beliau.

Suatu sore sepuluh tahun yang lalu, ketika sedang belajar di India, saya ditelpon dari Bandung yang mengabarkan bahwa Sukong telah wafat. Seketika itu, saya mengabarkan berita ini ke Perancis. Dagpo Rinpoche menyarankan saya segera kembali ke Indonesia untuk mengikuti upacara perkabungan bagi Beliau. Beliau mengatakan bahwa Sukong adalah seorang tokoh besar yang menghidupkan Buddhadharma di Indonesia. Jasa Beliau sangat besar. Bagi Rinpoche, Sukong adalah salah satu orang yang sangat memberi kesan yang mendalam, karena kesahajaan dan ketokohan beliau.

Saat ini, Indonesia kembali merindukan kehadiran sosok Sukong yang menginspirasi semangat akan praktek Dharma yang murni. Banyaknya pusat dharma yang berkembang juga memberi dampak akan merosotnya keyakinan umat Buddha akan Hukum Karma dan Keyakinan pada Triratna. Kesibukan sehari-hari yang membuat kita semua lebih mementingkan kehidupan pada saat sekarang ini, kita melupakan praktek dharma yang murni.

Banyaknya pusat dharma yang berkembang tidak serta-merta menjadi parameter makin majunya batin seseorang. Banyak di antara kita yang mengenakan jubah upasaka atau anggota sangha hanya sekedar memenuhi kemelekatan akan status sosial dan kebanggaan akan kesibukan berorganisasi. Saya sangat yakin bahwa Sukong tidak menginginkan hal ini terjadi. Saya ingat dalam buku riwayat “Menabur Benih Dharma di Nusantara,” Beliau mengatakan bahwa Beliau ingin melihat banyak orang suci di mana-mana. Kita masih jauh dari sebutan orang suci.

Saat ini bertepatan dengan peringatan sepuluh tahun parinirwana Sukong. Bangsa Indonesia sangat merindukan sosok seorang Sukong yang memberikan inspirasi dalam praktek dharma dan memberikan semangat keharmonisan dalam keanekaragaman buddhadharma dalam aneka ragam budaya Indonesia. Semoga putra terbaik bangsa Indonesia dan tokoh besar jelmaan para guru leluhur bangsa Indonesia ini kembali hadir dalam jiwa setiap umat buddha Indonesia, terutama bagi segenap keluarga besar Buddhayana Indonesia.

Semoga benih benih buddhayana yang telah Beliau semai tidak surut tetapi dapat berkembang dengan pesat.

Sarwa Manggalam,
Bhadra Ruci
Maha Lekhanadikari Sagin

http://www.kadamchoeling.or.id/news.php?nav_id=1&lang=id&id=394&title=Peringatan%20Sepuluh%20Tahun%20Parinirwana%20Sukong%20%28oleh%20Bhadra%20Ruci,%20biksu%29

saya mengucakpan anumodana atas perbuatan beliau
semoga harapan murid-muridnya yang menghormati gurunya dapat tercapai

mettacetanna

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #23 on: 21 April 2012, 02:00:45 PM »
buset parinirwana? hebat yaaa.... (kalau betul)
Samma Vayama

Offline dakota

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 22
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #24 on: 21 April 2012, 03:14:02 PM »
buset parinirwana? hebat yaaa.... (kalau betul)

menyebut bhiksu yg wafat sbg parinirwana adalah ucapan kebiasaan umum utk menghormati orang yg wafat bagi kalangan buddhis tiongkok. Semua orang tiongkok jg tau blm tentu orang itu benar2 parinirvana.  Ini adalah istilah yg bermakna konotatif ,bukan denotatif. Istilah lain utk menyebut orang meninggal di Tiongkok adalah "wangsheng" utk orang yg terlahir di alam bahagia, pdhal tidak semua orang dipercaya terlahir di alam bahagia.     
 Sama seperti menuliskan RIP di batu nisan , pdahal blm tentu semua orang mati dgn tenang.
RIP jg bermakna konotatif. Apa harus didebatin dulu orang yg mati itu sebenarnya tenang atau tidak tenang ?

semua adalah bentuk penghormatan belaka. 




Offline bawel

  • Sebelumnya: Comel
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.755
  • Reputasi: 71
  • Gender: Male
  • namanya juga bawel ;D
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #25 on: 21 April 2012, 03:20:54 PM »
"sebaik apapun juga, jika ada yang mencela, itu hal biasa...."

 _/\_ memang luar biasa seorang Sukong pada masa perjuangan Beliau _/\_

beliau telah mempraktekkan jalan Bodhisattva dengan bertindak benar....

kalo mempraktekkan jalan Bodgisattva itu artinya belom paranirwana om ;D.
kecuali kalo sudah menjadi samasambuddha ;D.

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #26 on: 21 April 2012, 04:00:19 PM »

jeli banget si Bawel  _/\_


kalo mempraktekkan jalan Bodgisattva itu artinya belom paranirwana om ;D.
kecuali kalo sudah menjadi samasambuddha ;D.
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #27 on: 21 April 2012, 04:56:30 PM »
Setuju.  _/\_Sesungguhnya dalam hal ini saya tidak komentar tentang polemik parinibbana, tetapi yg ingin saya pertanyakan adalah bagaimana anda bisa tahu seseorang sudah mencapai kesucian atau umat puthujana?
saya justru tidak tahu dan tidak punya kemampuan utk mengetahui seseorang itu Arahat atau bukan Arahat.
maka itu saya anggap sukong itu masih puthujana, sedangkan para penggemar sukong, kayaknya gampang sekali mengklaim sukong itu sudah Arahat ! yaitu  memperingati 10 th sukong parinirwana

Quote
Kenyataan bahwa Bhikkhu Ashin Jinarakhita adalah pelopor kebangkitan agama Buddha di Indonesia sesungguhnya terdapat dalam perjalanan sejarah perkembangan agama Buddha.

cetek benar ! mosok begitu dianggap sudah mencapai nirwana !  ^-^ 
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #28 on: 21 April 2012, 04:58:05 PM »

menyebut bhiksu yg wafat sbg parinirwana adalah ucapan kebiasaan umum utk menghormati orang yg wafat bagi kalangan buddhis tiongkok. Semua orang tiongkok jg tau blm tentu orang itu benar2 parinirvana.  Ini adalah istilah yg bermakna konotatif ,bukan denotatif. Istilah lain utk menyebut orang meninggal di Tiongkok adalah "wangsheng" utk orang yg terlahir di alam bahagia, pdhal tidak semua orang dipercaya terlahir di alam bahagia.     
 Sama seperti menuliskan RIP di batu nisan , pdahal blm tentu semua orang mati dgn tenang.
RIP jg bermakna konotatif. Apa harus didebatin dulu orang yg mati itu sebenarnya tenang atau tidak tenang ?

semua adalah bentuk penghormatan belaka. 

tanpa mengurangi sedikitpun hormat saya kepada anda atau pun ybs.
saya ingat kata2 dari kawan saya,
"hendaklah segala sesuatu itu baik,benar,bijaksana"

saya tidak ingin mendebatkan atau apapun itu namanya, katakanlah bila menuruti keinginan
bahwa kata2 parinirwana ilaha lumrah bagi org tiongkok di sana.

tp ini indonesia my men, apakah kata2 parinirwana ini sudah
tepat?
pas?
cocok?
baik?
benar?
bijaksana?

sedikit masukan dari saya. terima kasih atas penjelasannya


Wasalamualaikum
Samma Vayama

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #29 on: 21 April 2012, 05:02:29 PM »
Jadi label parinibbana (parinirvana) untuk Y.A.Ashin Jinarakkhita itu di-konfirmasi oleh siapa ?

kalau tidak diangkat judul yang menarik, tentunya bisa sepi
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #30 on: 21 April 2012, 05:08:13 PM »
kalau tidak diangkat judul yang menarik, tentunya bisa sepi
jd marketing strategic ya?
Samma Vayama

Offline dakota

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 22
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #31 on: 21 April 2012, 06:06:14 PM »
tanpa mengurangi sedikitpun hormat saya kepada anda atau pun ybs.
saya ingat kata2 dari kawan saya,
"hendaklah segala sesuatu itu baik,benar,bijaksana"

saya tidak ingin mendebatkan atau apapun itu namanya, katakanlah bila menuruti keinginan
bahwa kata2 parinirwana ilaha lumrah bagi org tiongkok di sana.

tp ini indonesia my men, apakah kata2 parinirwana ini sudah
tepat?
pas?
cocok?
baik?
benar?
bijaksana?

sedikit masukan dari saya. terima kasih atas penjelasannya


Wasalamualaikum

penggunaan istilah dalam tradisi negara lain yg lalu diadaptasi ke negara lainnya lagi adalah hal biasa.
'kan sudah diberikan contoh seperti RIP misalnya, apa itu dilarang hanya karena RIP hanya tradisi barat, sedgkan ini Indonesia my men
lagi pula itu hanya ungkapan konotatif.
sjauh ini ndak pernah masalah, cocok saja, baik2 saja, dan ga ada hubungan dgn masalah bijak ndak bijak.

 

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #32 on: 21 April 2012, 07:49:32 PM »
penggunaan istilah dalam tradisi negara lain yg lalu diadaptasi ke negara lainnya lagi adalah hal biasa.
'kan sudah diberikan contoh seperti RIP misalnya, apa itu dilarang hanya karena RIP hanya tradisi barat, sedgkan ini Indonesia my men
lagi pula itu hanya ungkapan konotatif.
sjauh ini ndak pernah masalah, cocok saja, baik2 saja, dan ga ada hubungan dgn masalah bijak ndak bijak.

menurut bro dakota arti parinirwana apa sih ?
apakah dakota bisa mewakili TS atau panitia memberikan arti parinirwana yang dimaksud ?
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #33 on: 21 April 2012, 07:53:23 PM »
jd marketing strategic ya?

ya kira2 begitulah

yang penting 'wah', urusan benar atau tidak benar adalah urusan belakangan, toh tidak merugikan orang lain kan (inilah anggapan para penggemarnya)
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #34 on: 21 April 2012, 08:07:55 PM »
saya justru tidak tahu dan tidak punya kemampuan utk mengetahui seseorang itu Arahat atau bukan Arahat.
maka itu saya anggap sukong itu masih puthujana, sedangkan para penggemar sukong, kayaknya gampang sekali mengklaim sukong itu sudah Arahat ! yaitu  memperingati 10 th sukong parinirwana
Menurut saya, jika tidak tahu alangkah bijaksananya jika kita tidak  menilai.  Apakah ada perbedaan antara orang yg mengatakan "Sudah Parinirwana dengan orang yang mengatakan, masih puthujana"?  Sama-sama menganggap / mengasumsikan. Cuma beda pada konotasi. Yang satu menghormati pendahulunya, yg lain tidak menghormati pendahulunya.  _/\_
« Last Edit: 21 April 2012, 08:13:41 PM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline dakota

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 22
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #35 on: 21 April 2012, 08:32:38 PM »
menurut bro dakota arti parinirwana apa sih ?
apakah dakota bisa mewakili TS atau panitia memberikan arti parinirwana yang dimaksud ?

bro Adi Lim dak perlu nanya2 definisi lah seolah2 bro saja yg paling mengerti arti parinirwana.
sepertinya Anda mengabaikan penjelasan saya mengenai penggunaan makna konotatif utk menghormati almarhum dan itu sdh lumrah dalam
tradisi mahayana tiongkok atau boleh dibilang sdh merupakan tradisi bangsa tiongkok memberi "kedudukan" lbh tinggi utk orang meninggal.
Toh itu pun dlm tradisi mahayana, lalu anda sbg penganut tradisi lain apa hak anda menyalahkan praktik tradisi sekte lain?
 

Offline Choa

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 412
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #36 on: 21 April 2012, 08:34:54 PM »
Menurut saya, jika tidak tahu alangkah bijaksananya jika kita tidak  menilai.  Apakah ada perbedaan antara orang yg mengatakan "Sudah Parinirwana dengan orang yang mengatakan, masih puthujana"?  Sama-sama menganggap / mengasumsikan. Cuma beda pada konotasi. Yang satu menghormati pendahulunya, yg lain tidak menghormati pendahulunya.  _/\_

orang bijaksana setelah mendengar dhamma
hanya sedikit, anda salah satu yang sedikit itu

anumodana

Offline Choa

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 412
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #37 on: 21 April 2012, 08:36:42 PM »

menyebut bhiksu yg wafat sbg parinirwana adalah ucapan kebiasaan umum utk menghormati orang yg wafat bagi kalangan buddhis tiongkok. Semua orang tiongkok jg tau blm tentu orang itu benar2 parinirvana.  Ini adalah istilah yg bermakna konotatif ,bukan denotatif. Istilah lain utk menyebut orang meninggal di Tiongkok adalah "wangsheng" utk orang yg terlahir di alam bahagia, pdhal tidak semua orang dipercaya terlahir di alam bahagia.     
 Sama seperti menuliskan RIP di batu nisan , pdahal blm tentu semua orang mati dgn tenang.
RIP jg bermakna konotatif. Apa harus didebatin dulu orang yg mati itu sebenarnya tenang atau tidak tenang ?

semua adalah bentuk penghormatan belaka.

dan memang pantas bagi murid untuk mengatakan demikian

pujja ca pujja niyanam
etta mangalam muttamam

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #38 on: 21 April 2012, 08:49:11 PM »
tuh kan, jauh seblm the bo An ditahbiskan menjadi bhikkhu pun indonesia sudah memiliki perintis (pelopor, whatever the word's name) di era 1920'an.
Ini yang sudah tercatat dalam sejarah. Sebab awal juga belum diketahui pula.
jadi ada perbedaan makna kata perintis, pelopor dan penerus. Masih ada yang lain, yi: pencetus.
apa mangsudnya dengan "'bhikkhu' yang belum menjadi 'bhikkhu'" ?
Maaf, saya terbiasa menghormati yg lebih tua,  dengan tidak menyebut nama tanpa sebutan seperti pak, apalagi bhikkhu, dalam hal ini saya bingung menyebut nama Beliau, maka saya memilih sebutan Bhikkhu Ashin Jinarakhita sebelum menjadi bhikkhu, mohon dimengerti.
Sejarah mencatat bahwa agama Buddha mulai bangkit dalam artian banyak umat yg mulai mengerti ajaran Buddha dan berkembang setelah tahun 1955, sejak kedatangan kembali Bhikkhu Ashin Jinarakhita ke Indonesia dan mulai menyebarkan agama Buddha. 
Saat sebelum tahun 1955 yg berkembang adalah aliran Theosofi dan agama Buddha yg tergabung dalam Sam Kauw. Dan Bhikkhu Ashin Jinarakhitapun dahulu adalah penganut Theosofi dan Sam Kauw. Pada saat Beliau memotori Waisak di Borobudurpun masih aktif di Theosofi dan Sam Kauw'
Beliau menjadi samanerapun dalam tradisi Mahayana dengan gurunya Mahabhiksu Pen Cing. Sebelum akhirnya berangkat ke Burma menjadi samanera menurut cara Theravada dan sorenya diupasampada menjadi Bhikkhu dengan guru spriritualnya Y.A. Mahasi Sayadaw.
Sejarah mencatat perjalanan waktu.
Adanya Pro dan Kontra tidak mengubah sejarah.
Dalam Dammapadapun dikatakan, tidak jaman dahulu, sekarang ataupun akan datang ada orang yg selalu dicela ataupun dipuji.  _/\_
« Last Edit: 21 April 2012, 08:52:15 PM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #39 on: 21 April 2012, 10:05:17 PM »

maaf diterima jika merasa bersalah ...

intinya, seharusnya Anda mengatakan pada saat pertama kali diadakan upacara (ritualan) di brobudur, si umat awam the bon An atau samanera xxx atau bhikkhu jinarakkhita disebutkan secara jelas posisinya dalam nilai2 spritual. ndak perlu sungkan kalau pada saat itu ybs masih umat awam.
apa benar yang dilakukan upara (ritualan) dilakukan secara buddhisme atau Theosofi?
Berhubung pada saat itu The Bon An masi umat awam jika ditilik pelaksanaan penahbisan dan pelaksanaan upacara ritualnya di brobudur.

sebut saja banyak catatan sejarah pada saat kedatangan bhikkhu Narada pertama kali hanya disebut "bhikkhu Narada" saja
setelah kedatangannya yang kedua baru disebut bhikkhu Narada Mahathera, sudah bervassa minimal 20 tahun, jadi kita sebagai umat awam bisa menelusuri kapan pentahbisannya.
pangeran sidharta sebelum menjadi buddha, melihat 4 kejadian yang menyebabkan beliau merenungkan hakikat tertinggi dalam kehidupan ini, ini contohnya.

sejarah mencatat perjalanan waktu, semakin jauh sejarah ditinggalkan bumbu penyedapnya juga semakin ditambah2, istilah tim marketing.
aynwei, negara burma sebagaimana negara asal pentahbisan bhikkhu jinarakkhita tidak mengenal waisak, "apa itu waisak / vesak ?",
mereka lebih mengenal water festival hehehehe...



Maaf, saya terbiasa menghormati yg lebih tua,  dengan tidak menyebut nama tanpa sebutan seperti pak, apalagi bhikkhu, dalam hal ini saya bingung menyebut nama Beliau, maka saya memilih sebutan Bhikkhu Ashin Jinarakhita sebelum menjadi bhikkhu, mohon dimengerti.
Sejarah mencatat bahwa agama Buddha mulai bangkit dalam artian banyak umat yg mulai mengerti ajaran Buddha dan berkembang setelah tahun 1955, sejak kedatangan kembali Bhikkhu Ashin Jinarakhita ke Indonesia dan mulai menyebarkan agama Buddha. 
Saat sebelum tahun 1955 yg berkembang adalah aliran Theosofi dan agama Buddha yg tergabung dalam Sam Kauw. Dan Bhikkhu Ashin Jinarakhitapun dahulu adalah penganut Theosofi dan Sam Kauw. Pada saat Beliau memotori Waisak di Borobudurpun masih aktif di Theosofi dan Sam Kauw'
Beliau menjadi samanerapun dalam tradisi Mahayana dengan gurunya Mahabhiksu Pen Cing. Sebelum akhirnya berangkat ke Burma menjadi samanera menurut cara Theravada dan sorenya diupasampada menjadi Bhikkhu dengan guru spriritualnya Y.A. Mahasi Sayadaw.
Sejarah mencatat perjalanan waktu.
Adanya Pro dan Kontra tidak mengubah sejarah.
Dalam Dammapadapun dikatakan, tidak jaman dahulu, sekarang ataupun akan datang ada orang yg selalu dicela ataupun dipuji.  _/\_
« Last Edit: 21 April 2012, 10:17:28 PM by Mas Tidar »
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #40 on: 22 April 2012, 01:38:03 AM »
ya terserah anda mas/mis yg penting saya hanya mengingatkan , jangan menjerumuskan saja !
Samma Vayama

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #41 on: 22 April 2012, 01:51:10 AM »
baru ngeh ternyata suhu badra ruci yg ngadain nya...
ya gak aneh... emang nyentrik nih suhu....

gw kawatir dharma asli sang bhagawa makin tergeser
Samma Vayama

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #42 on: 22 April 2012, 06:29:18 AM »
intinya, seharusnya Anda mengatakan pada saat pertama kali diadakan upacara (ritualan) di brobudur, si umat awam the bon An atau samanera xxx atau bhikkhu jinarakkhita disebutkan secara jelas posisinya dalam nilai2 spritual. ndak perlu sungkan kalau pada saat itu ybs masih umat awam.
Terima kasih atas sarannya.
apa benar yang dilakukan upara (ritualan) dilakukan secara buddhisme atau Theosofi?
Berhubung pada saat itu The Bon An masi umat awam jika ditilik pelaksanaan penahbisan dan pelaksanaan upacara ritualnya di brobudur.

Sam Kauw adalah ajaran tiga agama di mana salah satunya agama Buddha, Theosofi adalah aliran yang mempelajari semua agama, termasuk Buddha, ajaran tersebut memberi tekanan pada persaudaraan antar manusia, tanpa membeda-bedakan bangsa maupun agama.

Bhikkhu Ashin Jinarakhita ketika masih umat awam bernama Tee Boan  An sekembalinya kuliah di Belanda (di sana Beliau mulai condong pada ajaran Sang Buddha), tahun 1951 memutuskan untuk menjadi anagarika dan giat memperkenalkan ajaran Buddha.
Tidak hanya di Jakarta bahkan ke daerah2, karena kapasitasnya sebagai wakil ketua Pemuda Theosofi.

Tahun 1953 Tee Boan An mencetus ide mengadakan waisak secara nasional di Borobudur, tahun2 sebelumnya telah beberapa kali diadakan perayaan waisak di candi itu, namun terbatas diikuti aktifis Theosofi.
Bersama rekan2nya undangan dibagikan kepada pejabat2 dan wakil2 negara tetangga yg mayoritas penduduknya Buddhist (kedutaan Burma, Srilanka, India, Singapura dan Thailand),  juga ke seluruh Indonesia.
Tee Boan An didukung oleh kalangan Teosofi, orang2 Jawa dan Sam Kauw.
Bahkan duta besar Srilanka menyuruh putrinya mengajarkan lantunan Jaya Mangala Gatha.

Tgl 22 Mei 1953 umat Buddha dan simpatisan Buddha sejumlah tiga ribu orang lebih merayakan upacara Waisak secara besar2an di Borobudur.
Peristiwa ini menjadi berita di koran2 dan menarik perhatian masyarakat. Menyadarkan masyarakat bahwa ajaran Sang Buddha dulu pernah berjaya di bumi Indonesia dan umatnya masih ada di Indonesia.

Ini adalah awal dari sejarah perjalanan menuju kebangkitan agama Buddha yg dipelopori Bhikkhu Ashin Jinarakhita di Indonesia.

Kadang opini yg kita dapat dari guru kita dan senior kita bersifat subjektiv. Kadang karena tidak suka atau tidak sependapat dengan orang kita, mata kita tertutup untuk melihat kebaikan orang tersebut, hanya melihat kejelekannya. Bahkan jika kita mempunyai kemampuan ingin mengubah sejarah yang menyangkut orang tersebut. Namun sejarah terbentuk oleh perjalanan waktu, bukan opini2 segelintir orang.  _/\_

aynwei, negara burma sebagaimana negara asal pentahbisan bhikkhu jinarakkhita tidak mengenal waisak, "apa itu waisak / vesak ?",
mereka lebih mengenal water festival hehehehe...

Apakah Burma  tidak mengenal waisak?
Sejujurnya saya baru tahu sekarang tentang informasi tersebut. Terima kasih atas informasinya.
Namun kenyataan ini tidak ada hubungannya dengan  perkembangan agama Buddha di Indonesia.
Yang kita utamakan adalah persamaan ajaran, bukan perbedaan.
Agama Buddha di Burma, Srilanka, Thailand dan Indonesia mempunyai perbedaan karena tradisi, namun itu  tidak menjadi masalah selama kita tidak terbelenggu untuk mempermasalahkannya. Yang penting inti ajarannya sama. Dan sama2 murid Sang Buddha. _/\_
« Last Edit: 22 April 2012, 06:55:23 AM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #43 on: 22 April 2012, 07:56:07 AM »

sedari awal cerita2 sperti ini perlu ditulis secara runtut sehingga khalayak ramai mengerti apa yang terjadi saat itu
dan mengetahui posisi spiritual yang sedang dijalankan oleh ybs, kapasitas.

Quote
Terima kasih atas sarannya.
Sam Kauw adalah ajaran tiga agama di mana salah satunya agama Buddha, Theosofi adalah aliran yang mempelajari semua agama, termasuk Buddha, ajaran tersebut memberi tekanan pada persaudaraan antar manusia, tanpa membeda-bedakan bangsa maupun agama.

Bhikkhu Ashin Jinarakhita ketika masih umat awam bernama Tee Boan  An sekembalinya kuliah di Belanda (di sana Beliau mulai condong pada ajaran Sang Buddha), tahun 1951 memutuskan untuk menjadi anagarika dan giat memperkenalkan ajaran Buddha.
Tidak hanya di Jakarta bahkan ke daerah2, karena kapasitasnya sebagai wakil ketua Pemuda Theosofi.

Tahun 1953 Tee Boan An mencetus ide mengadakan waisak secara nasional di Borobudur, tahun2 sebelumnya telah beberapa kali diadakan perayaan waisak di candi itu, namun terbatas diikuti aktifis Theosofi.
Bersama rekan2nya undangan dibagikan kepada pejabat2 dan wakil2 negara tetangga yg mayoritas penduduknya Buddhist (kedutaan Burma, Srilanka, India, Singapura dan Thailand),  juga ke seluruh Indonesia.
Tee Boan An didukung oleh kalangan Teosofi, orang2 Jawa dan Sam Kauw.
Bahkan duta besar Srilanka menyuruh putrinya mengajarkan lantunan Jaya Mangala Gatha.

Tgl 22 Mei 1953 umat Buddha dan simpatisan Buddha sejumlah tiga ribu orang lebih merayakan upacara Waisak secara besar2an di Borobudur.
Peristiwa ini menjadi berita di koran2 dan menarik perhatian masyarakat. Menyadarkan masyarakat bahwa ajaran Sang Buddha dulu pernah berjaya di bumi Indonesia dan umatnya masih ada di Indonesia.


yang pasti ini terjadi di burma.
kalau daerah "Svarna bhumi" yang lain (Sri Langka (ceylon), thai, laos, vietnam, kamboja, malay) kami belum dapat mengkonfirmasi.
kemungkinan masalah politik, "agama" ini harus punya hari "besar"-nya, eventually waisak day.

Quote
Apakah Burma  tidak mengenal waisak?
Sejujurnya saya baru tahu sekarang tentang informasi tersebut. Terima kasih atas informasinya.
Namun kenyataan ini tidak ada hubungannya dengan  perkembangan agama Buddha di Indonesia.
Yang kita utamakan adalah persamaan ajaran, bukan perbedaan.
Agama Buddha di Burma, Srilanka, Thailand dan Indonesia mempunyai perbedaan karena tradisi, namun itu  tidak menjadi masalah selama kita tidak terbelenggu untuk mempermasalahkannya. Yang penting inti ajarannya sama. Dan sama2 murid Sang Buddha. _/\_
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #44 on: 22 April 2012, 07:57:42 AM »

mengingatkan apa ?
jangan menjerumuskan apa ?

kalau ngomong yang jelas om, kami kagak ngerti mangsud-nya.

ya terserah anda mas/mis yg penting saya hanya mengingatkan , jangan menjerumuskan saja !
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline Choa

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 412
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #45 on: 22 April 2012, 11:12:18 AM »
bro Adi Lim dak perlu nanya2 definisi lah seolah2 bro saja yg paling mengerti arti parinirwana.
sepertinya Anda mengabaikan penjelasan saya mengenai penggunaan makna konotatif utk menghormati almarhum dan itu sdh lumrah dalam
tradisi mahayana tiongkok atau boleh dibilang sdh merupakan tradisi bangsa tiongkok memberi "kedudukan" lbh tinggi utk orang meninggal.
Toh itu pun dlm tradisi mahayana, lalu anda sbg penganut tradisi lain apa hak anda menyalahkan praktik tradisi sekte lain?

artinya tidak ada toleransi baik dari segi agama maupun segi tradisi
maaf saya OOT sedikit

saya ketemu dengan beberapa teman, lalu perbincangan masuk ke area orang tua
salah satu teman itu meningal, salah satu di antara kami dengan bangga mengatakan

saya tidak pegang-pegang hio lagi dan tidak membuthkan meja abu, dan segala
macam ceramah kebaikan agama k****n,
dan di bertanya pada saya, apa agamamu, saya jawab buddhis

dengan enteng dia bilang "oh..........masih buddhis", tidak dapat menahan tawa
saya tertawa kencang, dengan muka bingung dia bertanya pada saya, apa kata-kata
saya ada yang lucu???

degan malas saya menjelaskan, kamu berbicara tentang teologi kris***, saya tahu
kelakuan kamu sebenarnya, semua bertolak belakang

apakah itu bukan hal yang mengelikan,
teman ini diam ngeloyor pergi dengan muka bersungut-sungut.

Offline ciuyanto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Love and Compassion
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #46 on: 23 April 2012, 10:21:16 AM »
mungkin benar atau salah saya juga tidak tau,
mungkin maksud suhu saya parinirwana ini bermakna kiasan.
bukan makna sesungguhnya/harafiah dari parinirwana itu sendiri.

kita lihat dari kacamata para bhiksu/bhikkhu,
surat itu merupakan bentuk penghormatan beliau kepada Sukong.
karena beliau adalah salah satu murid dari Sukong (anggota Sangha Agung Indonesia)

Quote
Sepuluh tahun yang lalu ketika semua anggota Sangha Agung Indonesia mengadakan upacara doa demi kesembuhan Sukong di Jakarta, waktu itu kami diingatkan bahwa saat ini kita semua adalah memakan makanan sisa dari beliau.

ada istilah dari tradisi mahayana tibetan bahwa kebaikan guru terhadap murid bagai memakan makanan sisa dari guru.
karena itu murid harus berjuang keras dalam praktek dharma dan mencapai Kebuddhaan sekaligus ingat akan jasa-jasa dari guru.
Tentu beliau berharap kelak Sukong akan mencapai Kebuddhaannya.

Nah soal parinirwana sendiri siapa yang bisa konfirmasi?
Jujur saya sebagai umat awam kurang tau, cuma izin copas dari milis ternyata sukong meninggalkan beberapa sarira kepada umatnya

Quote
Dalam tradisi Buddhis, salah satu bentuk penghormatan kepada para guru-guru suci adalah penghormatan kepada relik Mereka.
Relik atau sering disebut Sarira adalah sisa jasad/ tubuh fisik guru suci yang tidak habis terbakar.
Tidak semua guru suci meninggalkan relik/sarira. Oleh karenanya, penghormatan pada relik guru suci menjadi sesuatu yang istimewa.

Mendiang Mahabiksu Ashin Jinarakkhita, pelopor kebangkitan kembali agama Buddha Indonesia, yang mangkat pada tanggal 18 April 2002, meninggalkan ribuan relik dengan bentuk dan warna yang beraneka ragam. Namun ternyata masih
banyak umat Buddha yang belum sempat menyaksikan dan melakukan penghormatan kepada relik Beliau.

Dari copas milis tersebut apakah Sukong merupakan guru suci/arahat/boddhisatwa?
saya tidak mempunyai kapasitas dan kualitas untuk itu. Biasanya seorang guru suci demi kebaikan semua makhluk biasanya meninggalkan
beberapa sarira untuk umat. Misal Sang Buddha meninggalkan sarira berupa rambut, gigi, dll. Beberapa guru besar dan arahat pun demikian.
Kualitas seorang guru bukan hanya dilihat dari itu saja tapi bagaimana seorang guru telah membimbing, mendidik muridnya ke arah yang lebih baik,
baik dari segi kualitas dan kuantitas.

Tidak bisa dipungkiri bahwa Sukong merupakan salah satu pelopor kebangkitan agama Buddha di Indonesia.
Benar bahwa sebelum ada Sukong, telah hadir Bhikkhu Narada Thera dari Srilanka yang membangkitkan kembali agama Buddha.
izin copas milis tetangga :

Quote
Setelah The Boan An ditahbiskan menjadi Bhikkhu Theravada pada tahun 1954 di Birma (Myanmar) oleh Y.M. Mahasi Sayadaw dengan nama Bhikkhu Ashin Jinarakkhita, ketua GSKI beralih kepada DRS. Khoe Soe Kiam (Drs. Sasana Surya). Pada tahun 1962, GSKI berganti nama menjadi Gabungan Tridharma Indonesia (GTI). Bhikkhu Ashin Jinarakkhita merupakan putera pertama Indonesia yang menjadi bhikkhu sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit.

http://bhagavant.com/home.php?link=sejarah&tipe=sejarah_buddhisme_Indonesia_4

Dari milis tersebut, Sukong merupakan putera pertama Indonesia yang menjadi bhikkhu sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit.
Itu artinya bahwa dari Sukong lah terbentuk Sangha pertama di Indonesia.
Dengan adanya Sangha, berati agama Buddha Indonesia telah bangkit total dari "tidur" selama 500 tahun.
Kesinambungan Buddha Dharma & Sangha Indonesia terus berjalan hingga kini.

"Menghormati mereka yang patut dihormati."
Itulah Berkah Utama.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #47 on: 23 April 2012, 01:08:35 PM »

Nah soal parinirwana sendiri siapa yang bisa konfirmasi?
Jujur saya sebagai umat awam kurang tau, cuma izin copas dari milis ternyata sukong meninggalkan beberapa sarira kepada umatnya
 
Dari copas milis tersebut apakah Sukong merupakan guru suci/arahat/boddhisatwa?
saya tidak mempunyai kapasitas dan kualitas untuk itu. Biasanya seorang guru suci demi kebaikan semua makhluk biasanya meninggalkan
beberapa sarira untuk umat. Misal Sang Buddha meninggalkan sarira berupa rambut, gigi, dll. Beberapa guru besar dan arahat pun demikian.
Kualitas seorang guru bukan hanya dilihat dari itu saja tapi bagaimana seorang guru telah membimbing, mendidik muridnya ke arah yang lebih baik,
baik dari segi kualitas dan kuantitas.


sarira atau relik adalah sisa dari kremasi / per-abuan orang yang meninggal ? apakah yang ada relik-nya pasti merupakan orang suci ? ini menjadi pertanyaan yang harus di-justifikasi supaya jelas.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline ciuyanto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Love and Compassion
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #48 on: 23 April 2012, 03:07:57 PM »
Bagus pertanyaan anda kritis,

Quote
Relik adalah sisa jasmani orang suci yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam mengamalkan ajaran Guru Agung Buddha Gotama.
Relik disebut juga Sarira yang artinya jasmani atau Saririka Dhatu yang artinya unsur dari bagian tubuh orang suci.
Relik adalah semacam benda keras yang ditemukan pada abu jenazah sisa kremasi


Umumnya relik/sarira merupakan peninggalan orang suci.
Dalam tradisi mahayana tibetan, ada seorang guru yang pada saat wafat mengeluarkan tubuh pelangi/rainbow body.
Malah ada tubuhnya menciut pada saat menjelang kematian.

selanjutnya timbul pertanyaan, apakah yang ada reliknya pasti merupakan orang suci?
sebenarnya pertanyaan ini agak sulit dijawab, kecuali ada orang yang mempunyai kualitas/kapasitas boddhisatwa yang bisa
melihat itu. Mungkin ada yang bisa bantu pertanyaan ini???
 

Offline Choa

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 412
  • Reputasi: -12
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #49 on: 23 April 2012, 03:28:11 PM »
sarira atau relik adalah sisa dari kremasi / per-abuan orang yang meninggal ? apakah yang ada relik-nya pasti merupakan orang suci ? ini menjadi pertanyaan yang harus di-justifikasi supaya jelas.

kalau menurut saya

hanya orang yang masuk level kesucian saja yang mampu menghasilkan
sarira dari hasil kremasi jasadnya

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #50 on: 23 April 2012, 04:23:19 PM »
kesucian sperti apa yang dimaksud ?

mahasi sayadaw, sejauh pengetahuan kami tidak meninggalkan relik. mohon koreksi kalau keliru.
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #51 on: 23 April 2012, 11:04:19 PM »
Apakah ada pengetahuan dalam ajaran Buddha bahwa tubuh seorang yg telah mencapai kesucian bila dikremasi akan meninggalkan relik? Apakah timbulnya relik adalah tanda bahwa orang itu suci? Karena ketika Sang Buddha dikremasi menurut cerita meninggalkan relik yg dibagi-bagi ke beberapa tempat.  _/\_
« Last Edit: 23 April 2012, 11:06:19 PM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #52 on: 24 April 2012, 08:23:09 AM »
karena kapasitasnya sebagai wakil ketua Pemuda Theosofi.
Tee Boan An didukung oleh kalangan Teosofi, orang2 Jawa dan Sam Kauw.


Benar, sejarah mengatakan bahwa awal2 perkembangan agama Buddha di Indonesia turut didukung Kalangan Teosofi dan Sam Kauw yg bukan hanya menganut ajaran Buddha saja. Penganut ajaran agama Buddha yg murni boleh dibilang belum berperan.

Setelah Bhikkhu Ashin Jinarakhita kembali dr Burma sebagai Bhikkhu Theravada maka baru ajaran Theravada dikembangkan di Indonesia. Akhirnya beberapa murid Bhikkhu Ashin Jinarakhita membentuk Sangha Theravada, sebagai cikal bakal aliran Theravada yg dikenal sekarang.

Bukan hanya di Indonesia Perkumpulan Teosofi membantu perkembangan agama Buddha.
Bahkan sebelum agama Buddha diperkenalkan di Amerika Serikat, Kolonel Henry Teele Olcott yg berkebangsaan Amerika  bersama Madame Helena P. Blavatsky membangun Perkumpulan Teosofi dan bekerja demi kebangkitan agama Buddha dan kebudayaan serta pendidikan Buddhis yg seolah menghilang selama berabad-abad.  _/\_
« Last Edit: 24 April 2012, 08:27:23 AM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #53 on: 24 April 2012, 11:59:48 AM »
Apakah ada pengetahuan dalam ajaran Buddha bahwa tubuh seorang yg telah mencapai kesucian bila dikremasi akan meninggalkan relik? Apakah timbulnya relik adalah tanda bahwa orang itu suci? Karena ketika Sang Buddha dikremasi menurut cerita meninggalkan relik yg dibagi-bagi ke beberapa tempat.  _/\_

relik adalah sisa dari hasil per-abuan... di-Thailand banyak dijual "relik2" di pinggir jalan... supaya untuk tidak menimbulkan spekulasi dan di dalam sutta juga tidak disebutkan bahwa yang meninggalkan relik adalah pasti seorang yang mencapai tingkat kesucian... maka dalam hal ini, TERM adanya relik tidak bisa digunakan sebagai justifikasi bahwa yang meninggal itu sudah mencapai tingkat kesucian tertentu...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #54 on: 24 April 2012, 12:08:52 PM »
koleksi relik DC: http://dhammacitta.org/forum/index.php/topic,19515.0.html
sayang beribu sayang gambarnya sudah banyak yang raib ...
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #55 on: 25 April 2012, 05:52:06 PM »
bro Adi Lim dak perlu nanya2 definisi lah seolah2 bro saja yg paling mengerti arti parinirwana.

menurut anda apa arti parinirwana ?
bisa beda kata beda arti, apa salahnya andai bertanya, begitu lho mas dakota :))
kalau parinirwana tidak sama dengan parinibbana, masalah selesai.
masalahnya kalau belum mencapai nibbana tapi diagungkan sudah mencapai nibbana,
bukankah membohongi dan membodohi orang !
ini lho yang saya maksud

Quote
sepertinya Anda mengabaikan penjelasan saya mengenai penggunaan makna konotatif utk menghormati almarhum dan itu sdh lumrah dalam
makanya itu saya bertanya kepada TS atau siapa saja yg bisa menjelaskan arti parinirwana menurut tradisi.

Quote
tradisi mahayana tiongkok atau boleh dibilang sdh merupakan tradisi bangsa tiongkok memberi "kedudukan" lbh tinggi utk orang meninggal.
Toh itu pun dlm tradisi mahayana, lalu anda sbg penganut tradisi lain apa hak anda menyalahkan praktik tradisi sekte lain?

maaf mas dakota, saya tidak pro tradisi
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #56 on: 25 April 2012, 05:54:45 PM »
relik adalah sisa dari hasil per-abuan... di-Thailand banyak dijual "relik2" di pinggir jalan... supaya untuk tidak menimbulkan spekulasi dan di dalam sutta juga tidak disebutkan bahwa yang meninggalkan relik adalah pasti seorang yang mencapai tingkat kesucian... maka dalam hal ini, TERM adanya relik tidak bisa digunakan sebagai justifikasi bahwa yang meninggal itu sudah mencapai tingkat kesucian tertentu...

gue banyak relik2 yg anda maksud :))
dari thailand & myanmar
« Last Edit: 25 April 2012, 06:05:19 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #57 on: 25 April 2012, 06:00:00 PM »
Menurut saya, jika tidak tahu alangkah bijaksananya jika kita tidak  menilai.  Apakah ada perbedaan antara orang yg mengatakan "Sudah Parinirwana dengan orang yang mengatakan, masih puthujana"?
Sama-sama menganggap / mengasumsikan. Cuma beda pada konotasi. Yang satu menghormati pendahulunya, yg lain tidak menghormati pendahulunya.  _/\_

jadinya karena penghormatan terdahulu, diperbolehkan membohongi atau membodohi orang lain, begitukah maksud bro arya ?
« Last Edit: 25 April 2012, 06:04:12 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #58 on: 25 April 2012, 07:20:40 PM »
relik adalah sisa dari hasil per-abuan... di-Thailand banyak dijual "relik2" di pinggir jalan... supaya untuk tidak menimbulkan spekulasi dan di dalam sutta juga tidak disebutkan bahwa yang meninggalkan relik adalah pasti seorang yang mencapai tingkat kesucian... maka dalam hal ini, TERM adanya relik tidak bisa digunakan sebagai justifikasi bahwa yang meninggal itu sudah mencapai tingkat kesucian tertentu...
Apakah ada penjelasan mengapa Sang Buddha atau orang/Bhikkhu yg dikremasi ada yg meninggalkan relik atau ada yg tidak meninggalkan relik? Dan bagaimana menurut agama Buddha fenomena tersebut?  _/\_
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #59 on: 25 April 2012, 07:28:45 PM »
jadinya karena penghormatan terdahulu, diperbolehkan membohongi atau membodohi orang lain, begitukah maksud bro arya ?
Sayang sekali anda tidak memahami pernyataan saya, karena ketidak pahaman akhirnya suatu masalah akan melebar, yg saya nyatakan adalah bahwa menganggap "sudah Parinibbana dgn masih umat putthujjana itu" sama2 menganggap, cuma yg satu konotasinya menghormati pendahulunya, yg lain tidak menghormati pendahulunya. Jika yg anda maksud bahwa menganggap "sudah Parinibbana" adalah membohongi atau membodohi orang lain, bukankan pernyataan anda "masih umat putthujjana" juga membohongi dan membodohi orang lain? Karena anda mengakui bahwa anda juga hanya menganggap sama seperti pernyataan yg anda sanggah?  _/\_
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #60 on: 25 April 2012, 08:42:15 PM »
Apakah ada penjelasan mengapa Sang Buddha atau orang/Bhikkhu yg dikremasi ada yg meninggalkan relik atau ada yg tidak meninggalkan relik? Dan bagaimana menurut agama Buddha fenomena tersebut?  _/\_

relik itu adalah sisa2 tulang dan hancuran organ tubuh sewaktu kremasi.
jadi relik itu bisa berupa tulang2 dan hancuran organ tubuh tidak harus warna-warni atau butiran2 mengkilap.
dan jika ada relik2 yang berupa butiran dan berwarna-i, itu masih dipertanyakan ! dan andaikan ada relik warna2-i juga bukan sesuatu yang luar biasa.

Jadi penghormatan relik adalah perenungan dari praktek dan prilaku orang itu sebelum meninggal.
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #61 on: 25 April 2012, 08:48:36 PM »
Sayang sekali anda tidak memahami pernyataan saya, karena ketidak pahaman akhirnya suatu masalah akan melebar, yg saya nyatakan adalah bahwa menganggap "sudah Parinibbana dgn masih umat putthujjana itu" sama2 menganggap, cuma yg satu konotasinya menghormati pendahulunya, yg lain tidak menghormati pendahulunya. Jika yg anda maksud bahwa menganggap "sudah Parinibbana" adalah membohongi atau membodohi orang lain, bukankan pernyataan anda "masih umat putthujjana" juga membohongi dan membodohi orang lain? Karena anda mengakui bahwa anda juga hanya menganggap sama seperti pernyataan yg anda sanggah?  _/\_

bro arya, kita membahas judul yang cukup sensasi 10th parinirwana
jika parinirwana = parinibbana
jadi anda menggangap sukong sudah parinirwana atau masih puthujana ?
kalau saya anggap sukong itu masih puthujana, karena ...  :)
« Last Edit: 25 April 2012, 08:51:00 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #62 on: 25 April 2012, 09:04:28 PM »
Kalau anda membaca secara teliti, dari awal saya sudah mengatakan tidak mau komentar, karena saya tidak tahu. Tetapi bahwa anda menolak pernyataan "sudah parinibbana" dengan pernyataan "masih putthujana" berarti sama2 menganggap. Jika anda menganggap pernyataan yg satu membohongi dan membodohi, berarti pernyataan anda juga membohongi dan membodohi. Bagi saya jika harus memilih antara menghormati Bhikkhu yg tidak sealiran dengan kita atau tidak hormat kepadfa Bhikkhu yg tidak sealiran dengan kita, ya tetap saja, saya memilih menghormati Bhiikhu semua aliran. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, selama dia belum mencapai tingkat arahat. Untuk apa kita sibuk2 menilai orang yg belum tentu kita ketahui secara benar, apalagi jika didasari antipati, bukankah itu akan menambah kekotoran batin kita?  _/\_
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #63 on: 25 April 2012, 10:07:12 PM »
kalau saya anggap sukong itu masih puthujana, karena ...  :)
Apakah ada ajaran asli Sang Buddha yg memperbolehkan / menganjurkan kita untuk tidak menghormati guru agama yg tidak sealiran / sependapat dengan kita?

Apakah ada ajaran guru yang menganut ajaran asli Sang Buddha yg memperbolehkan / menganjurkan kita untuk tidak menghormati guru agama yg tidak sealiran / sependapat dengan kita?

Apakah ada umat Buddha yang karena mengikuti ajaran asli Sang Buddha atau mengikuti ajaran guru yg menganut ajaran asli Sang Buddha yg memperbolehkan / menganjurkan kita untuk tidak menghormati guru agama yg tidak sealiran / sependapat dengan kita?
Jika ada, saya mohon petunjuk atas dasar  Sutta mana Sang Buddha mengajarkan itu atau atas ajaran guru siapa  hal itu diperbolehkan?  _/\_
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #64 on: 25 April 2012, 10:36:37 PM »
Apakah ada ajaran asli Sang Buddha yg memperbolehkan / menganjurkan kita untuk tidak menghormati guru agama yg tidak sealiran / sependapat dengan kita?

Apakah ada ajaran guru yang menganut ajaran asli Sang Buddha yg memperbolehkan / menganjurkan kita untuk tidak menghormati guru agama yg tidak sealiran / sependapat dengan kita?

Apakah ada umat Buddha yang karena mengikuti ajaran asli Sang Buddha atau mengikuti ajaran guru yg menganut ajaran asli Sang Buddha yg memperbolehkan / menganjurkan kita untuk tidak menghormati guru agama yg tidak sealiran / sependapat dengan kita?
Jika ada, saya mohon petunjuk atas dasar  Sutta mana Sang Buddha mengajarkan itu atau atas ajaran guru siapa  hal itu diperbolehkan?  _/\_

apakah menganggap puthujjana berarti tidak menghormat?
apakah menganggap arahat berarti menghormat?

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #65 on: 26 April 2012, 05:43:43 PM »
apakah menganggap puthujjana berarti tidak menghormat?
apakah menganggap arahat berarti menghormat?

Dalam hal yg sedang kita perbincangkan jawabannya, ya.


parinirwana tidak sama dengan parinibbana ya  !
kok gampang benar ! mengumbar kata parinibbana kepada umat puthujana.
memang tim marketing yang hebat !
Apakah pernyataan ini diucapkan berdasarkan pikiran menghormati?
Apakah pernyataan ini diucapkan berdasarkan pikiran tidak menghormati?
Yang dapat menjawab adalah yg melontarkan jawaban ini. Jika jawaban sejujurnya berdasarkan Sila Keempat Pancasila Buddhist dari bro Adi bahwa dia mengucapkan pernyataan ini tanpa dipenuhi ataupun tidak ada sedikitpun perasaan tidak menghormati, maka saya akan meminta maaf atas apa yg saya tangkap dari pernyataan ini bahwa bro Adi mengucapkan ini berdasarkan perasaan tidak hormat.
Saya tunggu jawabannya.

Jika menganggap Bhikkhu yg telah meninggal sebagai sudah parinibbana, walaupun kita tidak tahu bagi saya itu sebagai penghormatan. Saya tidak mengatakan setuju pernyataan itu, tetapi saya menghormati orang yg menghormati orang yg lain. Karena demikianlah yg saya dapat dari ajaran Sang Buddha. Bagi saya, jika sama2 tidak tahu, lebih baik saya menghormati seseorang dari pada tidak menghormatinya.  _/\_
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #66 on: 26 April 2012, 06:06:49 PM »
Dalam hal yg sedang kita perbincangkan jawabannya, ya.


Bagaimana jika saya mengatakan, "Hormat kepada Arahat Ashin yang parinibbana dalam kondisi koma di rumah sakit", apakah saya sudah memberikan penghormatan selayaknya di sini?

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #67 on: 26 April 2012, 06:47:44 PM »
Bagaimana jika saya mengatakan, "Hormat kepada Arahat Ashin yang parinibbana dalam kondisi koma di rumah sakit", apakah saya sudah memberikan penghormatan selayaknya di sini?

Dalam hal ini saya menganggap bahwa pernyataan ini dilontarkan hanya untuk contoh.
Namun yg tahu tetap saja anda :
Apakah pernyataan ini diucapkan berdasarkan pikiran menghormati?
Apakah pernyataan ini diucapkan berdasarkan pikiran tidak menghormati?
Akankah anda menjawabnya?

Namun dalam hal pernyataan bro Adi saya tetap menganggap itu mengandung unsur tidak menghormati, maka saya menunggu jawabannya.
Soal karma betul adalah ditanggung masing2. Namun saya hanya ingin jangan sampai tidak menghormati pendahulunya menjadi kebiasaan umat Buddha.  _/\_
« Last Edit: 26 April 2012, 06:59:20 PM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #68 on: 26 April 2012, 07:04:51 PM »
Dalam hal ini saya menganggap bahwa pernyataan ini dilontarkan hanya untuk contoh.
Namun yg tahu tetap saja anda :Akankah anda menjawabnya?
Quote
Apakah pernyataan ini diucapkan berdasarkan pikiran menghormati?
Apakah pernyataan ini diucapkan berdasarkan pikiran tidak menghormati?

anda mulai berbelit2, Bro. sebalumnya anda mengatakan kriteria hormat atau tidak adalah berdasarkan kata Arahat vs Puthujjana, sekarang anda mengatakan berdasarkan pikiran.

Jika saya mengatakan "Puthujjana Ashin" dengan pikiran penuh hormat, apakah saya telah memberikan penghormatan selayaknya?

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #69 on: 27 April 2012, 05:54:22 AM »
Dalam hal ini saya menganggap bahwa pernyataan ini dilontarkan hanya untuk contoh.
Namun yg tahu tetap saja anda :Akankah anda menjawabnya?

Namun dalam hal pernyataan bro Adi saya tetap menganggap itu mengandung unsur tidak menghormati, maka saya menunggu jawabannya.

apakah mengatakan seorang Bhikkhu masih puthujana berarti tidak menghormat ?
sampai tulisan disini saya belum mengatakan tidak menghormat sukong kok ! mengapa anda penasaran ? atau idola anda sukong di bilang masih puthujjana jadi nya tidak senang, begitukah ?

andai saya menghormati puthujjana sukong, apakah keuntungan bagi anda ?
andai saya tidak menghormati puthujjana sukong, apakah keuntungan bagi anda ?
andai saya menghormati 'Arahat Sukong', apakah keuntungan bagi anda ?
andai saya tidak menghormati 'Arahat Sukong', apakah keuntungan bagi anda ?
 :))

Quote
Soal karma betul adalah ditanggung masing2.
begitu juga para pendahulu

Quote
Namun saya hanya ingin jangan sampai tidak menghormati pendahulunya menjadi kebiasaan umat Buddha.  _/\_
tidak harus menghormat 'pendahulunya', bagaimana pula pendahulunya bermoral bejat ?
dan juga tidak harus menjadi kebiasaan umat Buddhis atau 'umat tetangga' menghormat pendahulunya karena kapasitas batin masing2 orang berbeda.
« Last Edit: 27 April 2012, 06:06:26 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #70 on: 27 April 2012, 05:56:16 AM »
anda mulai berbelit2, Bro. sebalumnya anda mengatakan kriteria hormat atau tidak adalah berdasarkan kata Arahat vs Puthujjana, sekarang anda mengatakan berdasarkan pikiran.

Jika saya mengatakan "Puthujjana Ashin" dengan pikiran penuh hormat, apakah saya telah memberikan penghormatan selayaknya?

karena sudah dianggap parinirwana, tapi kok tidak diakui !
Bagaimana pula jasa yang selama ini sudah saya persembahkan kepada seorang diklaim sudah 'Arahat' ? apakah sia-sia ?
ini lho yg tidak bisa diterima,  :)
« Last Edit: 27 April 2012, 06:07:12 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #71 on: 27 April 2012, 10:39:16 AM »
Biar-lah masalah bathin (citta) menjadi koridor pribadi masing-masing, karena saat ini tidak ada yang bisa meng-konfirmasi kondisi bathin seseorang di dalam berkata-berbuat.

Tetapi nyatakan-lah apa yang diketahui sebagai apa yang diketahui, apa yang memang tidak diketahui sebagai apa yang tidak diketahui.
Apakah Ashin Jinarakkhita itu sudah mencapai kesucian Arahat sehingga mendapat label parinibbana ? Karena sama-sama tidak tahu, yah katakan tidak tahu, dan itu yang disampaikan...

Karena ada postingan yang telah menulisa Parinirwana Ashin Jinarakkhita, maka seyogya-nya perlu di luruskan apakah memang ada konfirmasi atau memang karena "kesalahan" dan "ketidak-tahuan" yang tidak disengaja sehingga muncul kalimat Parinirwana (parinibbana) tersebut.

VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #72 on: 27 April 2012, 05:01:42 PM »
anda mulai berbelit2, Bro. sebalumnya anda mengatakan kriteria hormat atau tidak adalah berdasarkan kata Arahat vs Puthujjana, sekarang anda mengatakan berdasarkan pikiran.

Mungkin anda tidak menyimak pernyataan saya, atau mungkin anda tidak paham maksud pernyataan saya, tidak apa2. Saya jelaskan satu persatu
Ketika saya menjawab, ya. Ini dalam masalah adanya topik " Peringatan 10th Parinirwana Sukong" dan pernyataan bro Adi:
parinirwana tidak sama dengan parinibbana ya  !
kok gampang benar ! mengumbar kata parinibbana kepada umat puthujana.
memang tim marketing yang hebat !

Bukan mengertian Nibbana dan Putthujana dalam konteks lain. Karena Nibbana atau Putthujana hanyalah sebuah kata. Kata bersifat netral sampai ada orang yg menyatakannya dalam kalimat dengan maksud tertentu.

Soal pertanyaan anda:
Bagaimana jika saya mengatakan, "Hormat kepada Arahat Ashin yang parinibbana dalam kondisi koma di rumah sakit", apakah saya sudah memberikan penghormatan selayaknya di sini?

Karena pertanyaan anda lakukan sekarang, maka saya jawab:
Dalam hal ini saya menganggap bahwa pernyataan ini dilontarkan hanya untuk contoh.
  _/\_
Mengapa?
Karena anda menanyakan hal itu sekarang, padahal anda tahu Bhikkhu Ashin sudah wafat 10 tahun yg lalu.
Maka saya katakan pernyataan itu hanya anda yg tahu sebagai pernyataan menghormati atau tidak menghormati. saya yakin anda tidak akan menjawabnya.

Tetapi jika pertanyaan anda: Ketika 10 tahun yg lalu ada anda menjenguk Bhikkhu Ashin Jinarakhita dan mengatakan
Bagaimana jika saya mengatakan, "Hormat kepada Arahat Ashin yang parinibbana dalam kondisi koma di rumah sakit", apakah saya sudah memberikan penghormatan selayaknya di sini?
Maka saya akan menjawab: menurut saya itu menghormati



Jika saya mengatakan "Puthujjana Ashin" dengan pikiran penuh hormat, apakah saya telah memberikan penghormatan selayaknya?

JIka seorang Bhikkhu menurut anda boleh disebut Umat Putthujana, seperti topik kita. Apakah berarti anda setuju jika dalam kebhaktian kita katakan:" Dhammadesana akan dibawakan oleh Yang Masih Umat Putthujana Z untuk sebutan Bhikkhu Z.
Apakah ada dalam Sutta yg menyebutkan Bhikkhu sebagai Umat Putthujana?

apakah mengatakan seorang Bhikkhu masih puthujana berarti tidak menghormat ?
sampai tulisan disini saya belum mengatakan tidak menghormat sukong kok ! mengapa anda penasaran ? atau idola anda sukong di bilang masih puthujjana jadi nya tidak senang, begitukah ?

andai saya menghormati puthujjana sukong, apakah keuntungan bagi anda ?
andai saya tidak menghormati puthujjana sukong, apakah keuntungan bagi anda ?
andai saya menghormati 'Arahat Sukong', apakah keuntungan bagi anda ?
andai saya tidak menghormati 'Arahat Sukong', apakah keuntungan bagi anda ?
 :))
begitu juga para pendahulu
tidak harus menghormat 'pendahulunya', bagaimana pula pendahulunya bermoral bejat ?
dan juga tidak harus menjadi kebiasaan umat Buddhis atau 'umat tetangga' menghormat pendahulunya karena kapasitas batin masing2 orang berbeda.

Anda tidak menjawab pertanyaan secara tegas. Ketika anda membuat pernyataan:
parinirwana tidak sama dengan parinibbana ya  !
kok gampang benar ! mengumbar kata parinibbana kepada umat puthujana.
memang tim marketing yang hebat !

Apakah anda berpikir menghormati atau tidak menghormati. Seharusnya anda berani menjawab secara tegas, tokh tidak ada yg menghukum anda.
JIka seorang Bhikkhu menurut anda boleh disebut Umat Putthujana, seperti topik kita. Apakah berarti anda setuju jika dalam kebhaktian kita katakan:" Dhammadesana akan dibawakan oleh Yang Masih Umat Putthujana Z untuk sebutan Bhikkhu Z.
Apakah ada dalam Sutta yg menyebutkan Bhikkhu sebagai Umat Putthujana?

karena sudah dianggap parinirwana, tapi kok tidak diakui !
Kembali anda tidak paham bahwa saya tidak pernah menyatakan tentang permasalahan parinirwana.
Masalah disini adalah masalah menghormati orang yg menghormati Bhikkhu  dengan  orang yg tidak menghormati Bhikkhu (menurut anggapan saya, tetapi ini masih menunggu klarifikasi dari anda)  _/\_.
« Last Edit: 27 April 2012, 05:11:03 PM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #73 on: 27 April 2012, 05:10:22 PM »

Tetapi jika pertanyaan anda: Ketika 10 tahun yg lalu ada anda menjenguk Bhikkhu Ashin Jinarakhita dan mengatakan Maka saya akan menjawab: menurut saya itu menghormati
bahkan sejak 10 tahun pun saya sudah meragukan ada Arahat yg meninggal dunia dengan cara koma. karena dalam sutta2 para Arahat selalu mencapai parinibbana dengan penuh kesadaran.

Quote
JIka seorang Bhikkhu menurut anda boleh disebut Umat Putthujana, seperti topik kita. Apakah berarti anda setuju jika dalam kebhaktian kita katakan:" Dhammadesana akan dibawakan oleh Yang Masih Umat Putthujana Z untuk sebutan Bhikkhu Z.
Apakah ada dalam Sutta yg menyebutkan Bhikkhu sebagai Umat Putthujana?


dalam sutta banyak kok bhikkhu yg puthujjana, dan putthujjana tidak identik dengan umat awam pun umat awam tidak identik dengan putthujjana, tercatat ada beberapa putthujjana yg berhasil mencapai tingkat ariya dari tingkat 1 s/d tingkat 3, hal yg sama juga berlaku pada bhikkhu.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #74 on: 27 April 2012, 05:28:35 PM »
Kembali anda tidak paham bahwa saya tidak pernah menyatakan tentang permasalahan parinirwana.
Masalah disini adalah masalah menghormati orang yg menghormati Bhikkhu  dengan  orang yg tidak menghormati Bhikkhu (menurut anggapan saya, tetapi ini masih menunggu klarifikasi dari anda)  _/\_.

dari pada OOT
kamu buat aja topik baru "apakah perlu menghormat puthujjana sukong atau arahat sukong"
kita bahas disana
« Last Edit: 27 April 2012, 05:32:49 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #75 on: 27 April 2012, 05:37:25 PM »
Apakah anda berpikir menghormati atau tidak menghormati. Seharusnya anda berani menjawab secara tegas, tokh tidak ada yg menghukum anda.

kok jadi takut masalah hukuman  ???
'nick name' saya itu asli sesuai dengan KTP.   :)

ndak tahu kalau 'nick name' anda itu palsu atau asli ?
« Last Edit: 27 April 2012, 05:42:38 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #76 on: 28 April 2012, 03:24:27 PM »
kok jadi takut masalah hukuman  ???
??? ??? ???
Jika berani, ya jawab saja. Koq gitu aja repot.

'nick name' saya itu asli sesuai dengan KTP.   :)
ndak tahu kalau 'nick name' anda itu palsu atau asli ?
Hubungannya apa dengan masalah perdebatan ini yg memuat tanggapan anda tentang pernyataan saya menanggapi pernyataan anda:
parinirwana tidak sama dengan parinibbana ya  !
kok gampang benar ! mengumbar kata parinibbana kepada umat masih puthujana.
memang tim marketing yang hebat !
???

dari pada OOT
kamu buat aja topik baru "apakah perlu menghormat puthujjana sukong atau arahat sukong"
kita bahas disana
Sayang sekali, anda tidak paham bahwa perdebatan ini timbul karena anda menanggapi pernyataan saya tentang pernyataan anda:
parinirwana tidak sama dengan parinibbana ya  !
kok gampang benar ! mengumbar kata parinibbana kepada umat masih puthujana.
memang tim marketing yang hebat !

Sehingga membuat masalah melebar.  Jika demikian halnya maka diskusi akan menjadi debat kusir.

bahkan sejak 10 tahun pun saya sudah meragukan ada Arahat yg meninggal dunia dengan cara koma. karena dalam sutta2 para Arahat selalu mencapai parinibbana dengan penuh kesadaran.


Saya menghormati keraguan anda . Memang kita hanya dapat beranggapan karena kita sebenarnya sama2 tidak tahu. Bagi saya keraguan bukan berarti tidak menghormati.
Tetapi menyatakan sesuatu yg kita tidak tahu sebagai sesuatu pernyataan itulah yg biasanya mempunyai konotasi menghormati atau tidak menghormati.

dalam sutta banyak kok bhikkhu yg puthujjana, dan putthujjana tidak identik dengan umat awam pun umat awam tidak identik dengan putthujjana, tercatat ada beberapa putthujjana yg berhasil mencapai tingkat ariya dari tingkat 1 s/d tingkat 3, hal yg sama juga berlaku pada bhikkhu.

Memang benar bhikkhu tidak selalu mencapai tingkat kesucian, memang benar putthujana (orang biasa, belum mencapai tingkat kesucian) akhirnya dapat mencapai tingkat kesucian.
Yang ingin saya tanyakan, dalam Sutta yg mana penjelasan yg mengatakan bhikkhu adalah masih umat putthujana, apakah umat awam berhak menentukan bahwa bhikkhu tersebut masih umat Putthujana atau Sang Buddha. ?
 _/\_



« Last Edit: 28 April 2012, 03:35:02 PM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #77 on: 28 April 2012, 06:04:57 PM »
Saya menghormati keraguan anda . Memang kita hanya dapat beranggapan karena kita sebenarnya sama2 tidak tahu. Bagi saya keraguan bukan berarti tidak menghormati.
Tetapi menyatakan sesuatu yg kita tidak tahu sebagai sesuatu pernyataan itulah yg biasanya mempunyai konotasi menghormati atau tidak menghormati.
oooo... jadi anda juga tidak tau? tapi kok dari komentar anda, kesannya anda tahu pasti, sehingga bisa memberikan teguran kepada member lain?

Quote
Memang benar bhikkhu tidak selalu mencapai tingkat kesucian, memang benar putthujana (orang biasa, belum mencapai tingkat kesucian) akhirnya dapat mencapai tingkat kesucian.
Yang ingin saya tanyakan, dalam Sutta yg mana penjelasan yg mengatakan bhikkhu adalah masih umat putthujana, apakah umat awam berhak menentukan bahwa bhikkhu tersebut masih umat Putthujana atau Sang Buddha. ?
 _/\_

mengenai bhikkhu putthujjana, jika anda pernah membaca sutta, maka anda akan menemukan banyak bhikkhu yg puthujjana. saya beri contoh, pada MN 1 Mulapariyaya Sutta, ditutup dengan kalimat "Itu adalah apa yang dikatakan oleh Sang Bhagavā. Tetapi para bhikkhu itu tidak bergembira mendengar kata-kata Sang Bhagavā." ini menunjukkan bahwa para bhikkhu yg sedang mendengar khotbah itu adalah puthujjana.

Jika yg anda maksudkan mengenai "berhak" itu adalah persis seperti kalimat yg anda tuliskan maka memang tidak ada kalimat spt itu dalam sutta, walaupun saya pernah membaca kasus yg mirip dalam salah satu buku yg saya pernah baca. tapi sesuatu yg tidak berhak kita lakukan bukan berarti tidak boleh dilakukan, bukan? bahkan ada kasus dimana sesuatu HARUS kita lakukan walaupun kita tidak berhak melakukannya, misalnya "saya harus bekerja setiap hari", saya tidak berhak pergi kerja, tapi saya tetap harus kerja, karena itu adalah kewajiban saya.

lagipula apakah anda bisa memastikan apakah Bro Adi Lim adalah seorang Puthujjana atau bukan?

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #78 on: 28 April 2012, 07:32:36 PM »
??? ??? ???
Jika berani, ya jawab saja. Koq gitu aja repot.

di ulang lagi : saya mengatakan bahwa sukong masih puthujjana.
apakah pernyataan diatas membuat anda sewot ?
apakah anda kecewa karna 'panutan' anda di rendahkan, atau harusnya ditinggikan baru anda bahagia ! begitukah ?
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #79 on: 28 April 2012, 08:30:18 PM »
di ulang lagi : saya mengatakan bahwa sukong masih puthujjana.
apakah pernyataan diatas membuat anda sewot ?
apakah anda kecewa karna 'panutan' anda di rendahkan, atau harusnya ditinggikan baru anda bahagia ! begitukah ?
Sayang sekali kembali anda tidak menjawab pertanyaan saya, tetapi mengulangui pernyataan anda yg semua orang sudah tahu.

oooo... jadi anda juga tidak tau? tapi kok dari komentar anda, kesannya anda tahu pasti, sehingga bisa memberikan teguran kepada member lain?

mengenai bhikkhu putthujjana, jika anda pernah membaca sutta, maka anda akan menemukan banyak bhikkhu yg puthujjana. saya beri contoh, pada MN 1 Mulapariyaya Sutta, ditutup dengan kalimat "Itu adalah apa yang dikatakan oleh Sang Bhagavā. Tetapi para bhikkhu itu tidak bergembira mendengar kata-kata Sang Bhagavā." ini menunjukkan bahwa para bhikkhu yg sedang mendengar khotbah itu adalah puthujjana.

Jika yg anda maksudkan mengenai "berhak" itu adalah persis seperti kalimat yg anda tuliskan maka memang tidak ada kalimat spt itu dalam sutta, walaupun saya pernah membaca kasus yg mirip dalam salah satu buku yg saya pernah baca. tapi sesuatu yg tidak berhak kita lakukan bukan berarti tidak boleh dilakukan, bukan? bahkan ada kasus dimana sesuatu HARUS kita lakukan walaupun kita tidak berhak melakukannya, misalnya "saya harus bekerja setiap hari", saya tidak berhak pergi kerja, tapi saya tetap harus kerja, karena itu adalah kewajiban saya.

lagipula apakah anda bisa memastikan apakah Bro Adi Lim adalah seorang Puthujjana atau bukan?
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #80 on: 28 April 2012, 09:29:52 PM »
Maaf, ada gangguan sinyal.
di ulang lagi : saya mengatakan bahwa sukong masih puthujjana.
apakah pernyataan diatas membuat anda sewot ?
apakah anda kecewa karna 'panutan' anda di rendahkan, atau harusnya ditinggikan baru anda bahagia ! begitukah ?
Sayang sekali kembali anda tidak menjawab pertanyaan saya, tetapi mengulangi pernyataan anda yg semua orang sudah tahu.
Perdebatan ini timbul karena anda mendebat pernyataan saya yg mengatakan bahwa pernyataan anda berkonotasi tidak hormat. Apakah anda benar2 tidak paham inti masalah perdebatan ini? Atau karena tidak berani mengklarifikasi, anda membuat masalah ini berputar? Tokh anda tinggal mengklarifikasi saja, ketika menulis pernyataan itu konotasi anda menghormati atau tidak menghormati?  _/\_

oooo... jadi anda juga tidak tau? tapi kok dari komentar anda, kesannya anda tahu pasti, sehingga bisa memberikan teguran kepada member lain?

Apakah ada pernyataan saya yg mengatakan saya tahu? Apakah anda sendiri tahu? Menurut anggapan saya kita sama2 tidak tahu, kalau saya salah mohon disangkal.
Apakah ada pernyataan saya yg memberi teguran pada member lain? Tolong ditunjukkan biar saya mengklarifikasinya.

mengenai bhikkhu putthujjana, jika anda pernah membaca sutta, maka anda akan menemukan banyak bhikkhu yg puthujjana. saya beri contoh, pada MN 1 Mulapariyaya Sutta, ditutup dengan kalimat "Itu adalah apa yang dikatakan oleh Sang Bhagavā. Tetapi para bhikkhu itu tidak bergembira mendengar kata-kata Sang Bhagavā." ini menunjukkan bahwa para bhikkhu yg sedang mendengar khotbah itu adalah puthujjana.
Jika diucapkan oleh Sang Buddha jelas memang benar. Tetapi adakah yg diucapkan umat awam bahwa bhikkhu adalah umat puttujana?

Jika yg anda maksudkan mengenai "berhak" itu adalah persis seperti kalimat yg anda tuliskan maka memang tidak ada kalimat spt itu dalam sutta,
Terima kasih.

tapi sesuatu yg tidak berhak kita lakukan bukan berarti tidak boleh dilakukan, bukan? bahkan ada kasus dimana sesuatu HARUS kita lakukan walaupun kita tidak berhak melakukannya, misalnya "saya harus bekerja setiap hari", saya tidak berhak pergi kerja, tapi saya tetap harus kerja, karena itu adalah kewajiban saya.
Bagaimana jika contoh anda saya ubah katanya?:
tapi sesuatu yg tidak berhak kita lakukan bukan berarti tidak boleh dilakukan, bukan? bahkan ada kasus dimana sesuatu HARUS kita lakukan walaupun kita tidak berhak melakukannya, misalnya "saya harus membunuh", saya tidak berhak membunuh, tapi saya tetap harus membunuh, karena itu adalah kewajiban saya.
Alangkah baiknya jika kita tidak memberikan suatu contoh hanya untuk pembenaran argumentasi kita.

lagipula apakah anda bisa memastikan apakah Bro Adi Lim adalah seorang Puthujjana atau bukan?
Jelas tidak bisa.

Bro Adi sendiri yg menyatakan bahwa dia tidak dapat menilai, tetapi hanya menganggap, ketika menulis pernyataan:
parinirwana tidak sama dengan parinibbana ya  !
kok gampang benar ! mengumbar kata parinibbana kepada umat masih puthujana.
memang tim marketing yang hebat !

Silahkan anda baca tulisan dia.
Jika suatu pernyataan ditulis dengan pikiran sadar, maka itu akan diterima, kecuali jika mengucapkannya dalam keadaan pikiran tidak sadar.  _/\_



« Last Edit: 28 April 2012, 09:39:33 PM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #81 on: 28 April 2012, 09:40:48 PM »

Apakah ada pernyataan saya yg mengatakan saya tahu? Apakah anda sendiri tahu?
Apakah ada pernyataan saya yg memberi teguran pada member lain? Tolong ditunjukkan biar saya mengklarifikasinya.

apakah anda mengerti makna dari kata "kesan"? jika anda tidak mengerti silakan buka KBBI

Quote
Jika diucapkan oleh Sang Buddha jelas memang benar. Tetapi adakah yg diucapkan umat awam?
apa yg saya kutip itu bukanlah kata2 Sang Buddha, saya sudah menyebutkan judul suttanya agar anda bisa memeriksanya, silakan anda baca dulu.

Quote
Jika yg anda maksudkan mengenai "berhak" itu adalah persis seperti kalimat yg anda tuliskan maka memang tidak ada kalimat spt itu dalam sutta,
Terima kasih.
Bagaimana jika contoh anda saya ubah katanya?:
tapi sesuatu yg tidak berhak kita lakukan bukan berarti tidak boleh dilakukan, bukan? bahkan ada kasus dimana sesuatu HARUS kita lakukan walaupun kita tidak berhak melakukannya, misalnya "saya harus membunuh", saya tidak berhak membunuh, tapi saya tetap harus membunuh, karena itu adalah kewajiban saya.
Alangkah baiknya jika kita tidak memberikan suatu contoh hanya untuk pembenaran argumentasi kita.

Contoh anda adalah benar dan bisa dibenarkan jika profesi anda adalah algojo yg bertugas untuk mengeksekusi seseorang atas perintah atasan, dalam hal ini, anda memang punya kewajiban dan anda memang harus melakukan kewajiban itu. ayo coba lagi ...:D

Quote
lagipula apakah anda bisa memastikan apakah Bro Adi Lim adalah seorang Puthujjana atau bukan?
Jelas tidak bisa.

Bro Adi sendiri yg menyatakan bahwa dia tidak dapat menilai, tetapi hanya menganggap, ketika menulis pernyataan:
jika anda tidak bisa memastikan dan ternyata Bro Adi adalah seorang Arahat, bolehkah Bro Adi berkomentar demikian?

Quote
parinirwana tidak sama dengan parinibbana ya  !
kok gampang benar ! mengumbar kata parinibbana kepada umat masih puthujana.
memang tim marketing yang hebat !

Jika suatu pernyataan ditulis dengan pikiran sadar, maka itu akan diterima, kecuali jika mengucapkannya dalam keadaan pikiran tidak sadar.  _/\_

bagaimana caranya anda menilai pikiran seseorang? apakah anda mengerahkan cetopariyanana? ;D

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #82 on: 29 April 2012, 05:27:53 AM »
Maaf, ada gangguan sinyal.Sayang sekali kembali anda tidak menjawab pertanyaan saya, tetapi mengulangi pernyataan anda yg semua orang sudah tahu.
ya, karna kamu penasaran, makanya saya ulang lagi

Quote
Perdebatan ini timbul karena anda mendebat pernyataan saya yg mengatakan bahwa pernyataan anda berkonotasi tidak hormat

dan perdebatan ini juga timbul karena penasaran anda utk mengetahui pernyataan saya yang anda konotasikan masalah hormat dan tidak menghormat.
ato memang anda suka menghormat dan dihormati ?

Quote
Apakah anda benar2 tidak paham inti masalah perdebatan ini?
saya hanya perlu tahu apakah parinirwana = parinibbana ? dan ditujukan kepada TS atau Tim panitia penyelenggara peringatan 10 th
supaya penghuni alam DC dan 'pemirsa' tahu apa sebenarnya tujuan utk memperingati 10th para pendahulu yang sudah 'parinirwana' !

Quote

Atau karena tidak berani mengklarifikasi, anda membuat masalah ini berputar?
Tokh anda tinggal mengklarifikasi saja, ketika menulis pernyataan itu konotasi anda menghormati atau tidak menghormati?  _/\_

saya tidak akan menjawab arti konotasi yang anda maksud, itu hak saya !
penegasan ini supaya anda tidak bisa mengulang lagi pertanyaan ! bosan tahu !

anda juga boleh konotasi pernyataan itu dengan arti hormat, tidak menghormat, keduanya ataupun tidak keduanya.
« Last Edit: 29 April 2012, 05:58:10 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #83 on: 29 April 2012, 05:58:34 AM »
karna tidak ada yang menjawab arti kata 'parinirwana' yang sebenarnya.
maka saya anggap tim panitia penyelenggara 10th sukong sangat mengecilkan arti 'parinirwana'.

para pendahulu Siswa-i Buddha Gotama 'berjuang keras' utk mendapat label 'Parinibbana' dan ternyata jaman sekarang sangat di mudahkan oleh para generasi muda utk memberikan label 'parinirwana' hanya demi ...  :)

kasihan memang atau memang kasihan !.
« Last Edit: 29 April 2012, 06:12:56 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline aryaputra

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 155
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #84 on: 03 May 2012, 11:29:03 AM »
apakah anda mengerti makna dari kata "kesan"? jika anda tidak mengerti silakan buka KBBI
Berarti anda hanya menganggap, anda tidak dapat memberi contoh. Mengapa seseorang yg sering berdiskusi seperti anda memberi suatu pernyataan yg  tidak berdasar? Sebetulnya apakah makna diskusi bagi anda? Untuk bergunjing? Untuk mencari kemenangan? untuk menunjukkan Ego? Jika demikan setelah komentar anda saya akan mengutip pernyataan dari anda dari thread lain tentang pernyataan yg mungkin menurut anda mempunyai arti teguran yg baik, mengikuti ajaran Sang Buddha

apa yg saya kutip itu bukanlah kata2 Sang Buddha, saya sudah menyebutkan judul suttanya agar anda bisa memeriksanya, silakan anda baca dulu.
Yang saya butuhkan adalah jawaban pertanyaan saya. Bukan melebarkan masalah. Apakah ada ajaran dr Sang Buddha yg mengatakan bahwa Seorang umat boleh menyatakan bahwa Bhikkhu masih umat putthujana?

Contoh anda adalah benar dan bisa dibenarkan jika profesi anda adalah algojo yg bertugas untuk mengeksekusi seseorang atas perintah atasan, dalam hal ini, anda memang punya kewajiban dan anda memang harus melakukan kewajiban itu. ayo coba lagi ...:D
Terima kasih, setidaknya anda jujur mengatakan pernyataan itu benar'

jika anda tidak bisa memastikan dan ternyata Bro Adi adalah seorang Arahat, bolehkah Bro Adi berkomentar demikian?
bagaimana caranya anda menilai pikiran seseorang? apakah anda mengerahkan cetopariyanana? ;D

Kembali saya tegaskan, bahwa Bro Adi sendiri yg mengakui dia tidak dapat mengetahui. Apakah anda tidak paham atau terus ingin menghindar.
Anda hanya ingin bermain kata. Sayang sekali diskusi ini telah berubah menjadi debat kusir. Hanya karena Bro Adi dan mungkin anda juga ingin menghindari menjawab pertanyaan : Apakah dalam konotasi menghormati atau tidak menghormati. Jika dilanjutkan diskusi ini tidak akan selesai 1 tahun. Buang2 waktu saja.


dan perdebatan ini juga timbul karena penasaran anda utk mengetahui pernyataan saya yang anda konotasikan masalah hormat dan tidak menghormat.
ato memang anda suka menghormat dan dihormati ?
saya hanya perlu tahu apakah parinirwana = parinibbana ? dan ditujukan kepada TS atau Tim panitia penyelenggara peringatan 10 th
supaya penghuni alam DC dan 'pemirsa' tahu apa sebenarnya tujuan utk memperingati 10th para pendahulu yang sudah 'parinirwana' !
saya tidak akan menjawab arti konotasi yang anda maksud, itu hak saya !
penegasan ini supaya anda tidak bisa mengulang lagi pertanyaan ! bosan tahu !
anda juga boleh konotasi pernyataan itu dengan arti hormat, tidak menghormat, keduanya ataupun tidak keduanya.
Sesuai dengan perkiraan saya, anda hanya mengucapkan kata2 tersebut dalam rangka pergunjingan tanpa dasar. Seseorang harus berani menjawab mengapa kita mengomentari sebuah pernyataan. Anda tidak dapat menjawab karena itu dilema bagi anda; Jika anda menjawab tidak menghormati berarti anda menyetujui anggapan saya yg anda debat. Jika anda menghormati berarti anda bertolak belakang dengan pernyataan anda? Bingungkah?
Lain kali hati2 bro Adi jika ingin membuat suatu pernyataan. Pernyataan harus sesuai dengan apa yg kita pikirkan secara sadar. Bukan hanya pepesan kosong atau pergunjingan.



karna tidak ada yang menjawab arti kata 'parinirwana' yang sebenarnya.
maka saya anggap tim panitia penyelenggara 10th sukong sangat mengecilkan arti 'parinirwana'.

para pendahulu Siswa-i Buddha Gotama 'berjuang keras' utk mendapat label 'Parinibbana' dan ternyata jaman sekarang sangat di mudahkan oleh para generasi muda utk memberikan label 'parinirwana' hanya demi ...  :)

kasihan memang atau memang kasihan !.

Itukan hanya anggapan anda saja? Kembali terjadi pergunjingan tanpa dasar.
Itu tidak menjawab pertanyaan saya.
Menurut anda mungkin bergunjing tidaklah mengikis kekotoran batin seperti yg anda dengung2kan.

Tetapi apapun pernyataan anda berdua. Saya menghormati kesetia kawanan anda. Anda rela mati2an menjungkir balikkan kata untuk melindungi teman anda untuk menghindar menjawab apa yg ada dipikiran sadarnya ketika membuat pernyataan.
Tetapi jika saya lanjutkan menjawab pernyataan anda, maka saya akan bertingkah laku seperti anda. Itu yg ingin saya hindari. Saya tidak ingin terperangkap dalam debat kusir untuk mencari kemenangan. Dengan segala hormat saya nyatakan anda berdua menang. Jika itu yg ingin anda dapatkan. Terima kasih.  _/\_

NB: Saya tidak ingin menjatuhkan reputasi seseorang, jadi pernyataan:  "Jika demikan setelah komentar anda saya akan mengutip pernyataan dari anda dari thread lain tentang pernyataan yg mungkin menurut anda arti teguran yg baik, mengikuti ajaran Sang Buddha" Saya tarik kembali.  _/\_
« Last Edit: 03 May 2012, 11:37:32 AM by aryaputra »
agak sulit untuk memahami bagaimana dunia ini ada tanpa suatu sebab pertama. TETAPI JAUH LEBIH SULIT UNTUK MEMAHAMI BAGAIMANA MUNGKIN SEBAB PERTAMA ITU BISA ADA PADA AWALNYA

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #85 on: 03 May 2012, 11:39:43 AM »
Quote
apakah anda mengerti makna dari kata "kesan"? jika anda tidak mengerti silakan buka KBBI
Berarti anda hanya menganggap, anda tidak dapat memberi contoh. Mengapa seseorang yg sering berdiskusi seperti anda memberi suatu pernyataan yg  tidak berdasar? Sebetulnya apakah makna diskusi bagi anda? Untuk bergunjing? Untuk mencari kemenangan? untuk menunjukkan Ego? Jika demikan setelah komentar anda saya akan mengutip pernyataan dari anda dari thread lain tentang pernyataan yg mungkin menurut anda arti teguran yg baik, mengikuti ajaran Sang Buddha

Quote
apa yg saya kutip itu bukanlah kata2 Sang Buddha, saya sudah menyebutkan judul suttanya agar anda bisa memeriksanya, silakan anda baca dulu.
Yang saya butuhkan adalah jawaban pertanyaan saya. Bukan melebarkan masalah. Apakah ada ajaran dr Sang Buddha yg mengatakan bahwa Seorang umat boleh menyatakan bahwa Bhikkhu masih umat putthujana?
Anda benar memang sang Buddha tidak mengajarkan demikian, juga Sang Buddha tidak mengajarkan sebaliknya. Jadi Sang Buddha memang tidak mengajarkan apakah seorang umat boleh atau tidak boleh menyatakan Bhikkhu masih umat putthujana.
Ini sama seperti kasus bahwa Sang Buddha juga tidak pernah mengatakan bahwa seseorang boleh atau tidak boleh menjadi seorang progammer. tapi bukan begitu caranya saya mempelajari sutta-sutta yg diajarkan oleh Sang Buddha

Quote
Contoh anda adalah benar dan bisa dibenarkan jika profesi anda adalah algojo yg bertugas untuk mengeksekusi seseorang atas perintah atasan, dalam hal ini, anda memang punya kewajiban dan anda memang harus melakukan kewajiban itu. ayo coba lagi ...
Terima kasih, setidaknya anda jujur mengatakan pernyataan itu benar'

saya akan mengatakan apa yg benar sebagai benar, dan apa yang tidak benar sebagai tidak benar, saya tidak akan mengatakan apa yg salah sebagai benar, atau mengatakan sesuatu yg salah sebagai tidak apa2 yg penting untuk tujuan menghormat.

Quote
jika anda tidak bisa memastikan dan ternyata Bro Adi adalah seorang Arahat, bolehkah Bro Adi berkomentar demikian?
bagaimana caranya anda menilai pikiran seseorang? apakah anda mengerahkan cetopariyanana?


Kembali saya tegaskan, bahwa Bro Adi sendiri yg mengakui dia tidak dapat mengetahui. Apakah anda tidak paham atau terus ingin menghindar.
Anda hanya ingin bermain kata. Sayang sekali diskusi ini telah berubah menjadi debat kusir. Hanya karena Bro Adi dan mungkin anda juga ingin menghindari menjawab pertanyaan : Apakah dalam konotasi menghormati atau tidak menghormati. Jika dilanjutkan diskusi ini tidak akan selesai 1 tahun. Buang2 waktu saja.

Kalau saya seorang Arahat dan memiliki kesaktian, saya tentu tidak akan mengobral kesaktian saya dengan mengaku ini itu, melainkan, menghindari pertanyaan2 spt itu.

saya berpendapat mengatakan ariya atau putthujana sama sekali tidak berhubungan dengan hormat atau tidak hormat.
diskusi menjadi debat kusir tidak mungkin terjadi hanya oleh satu pihak. malah, thread ini pun sudah tidak saya perhatikan lagi sampai anda sendiri yang mengangkatnya lagi.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #86 on: 03 May 2012, 11:46:30 AM »
Tetapi apapun pernyataan anda berdua. Saya menghormati kesetia kawanan anda. Anda rela mati2an menjungkir balikkan kata untuk melindungi teman anda untuk menghindar menjawab apa yg ada dipikiran sadarnya ketika membuat pernyataan.
jika yg anda maksudkan adalah bahwa saya dan Bro Adi menggalang persekutuan untuk melawan anda, maka akhirnya anda salah di sini. dalam suatu diskusi, adalah wajar jika beberapa peserta diskusi yg sepaham berseberangan dengan peserta lain yang tidak sepaham, kami juga hanya saling kenal sbg sesama member forum ini,  sama seperti halnya anda bersekutu dengan TS atau malah ada adalah TS itu sendiri dengan samaran lain? entah lah.

Quote
Tetapi jika saya lanjutkan menjawab pernyataan anda, maka saya akan bertingkah laku seperti anda. Itu yg ingin saya hindari. Saya tidak ingin terperangkap dalam debat kusir untuk mencari kemenangan. Dengan segala hormat saya nyatakan anda berdua menang. Jika itu yg ingin anda dapatkan. Terima kasih.  _/\_
cara menghindar yg lucu menurut saya, anda mengangkat suatu topik yg sudah ditinggalkan, dan anda katakan anda menghindari diskusi ini?

Quote
NB: Saya tidak ingin menjatuhkan reputasi seseorang, jadi pernyataan:  "Jika demikan setelah komentar anda saya akan mengutip pernyataan dari anda dari thread lain tentang pernyataan yg mungkin menurut anda arti teguran yg baik, mengikuti ajaran Sang Buddha" Saya tarik kembali.  _/\_
dengan jumlah postingan yg cuma 147 anda masih jauh dari bisa menjatuhkan reputasi seseorang. anda harus mengumpulkan min. 1000 posts untuk mulai bisa menjatuhkan reputasi seseorang. tapi sepertinya, sekarang ini reputasi sudah tidak diperhatikan lagi, banyak member yg sudah tidak peduli dengan reputasi.

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.289
  • Reputasi: 42
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #87 on: 03 May 2012, 03:01:46 PM »
Diucapkan dengan netral (bukan menghormat juga bukan tidak menghormat), ibarat seseorang bertanya karena sesuatu yang tidak diketahui. Dan dilakukan dengan sadar.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.289
  • Reputasi: 42
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #88 on: 04 May 2012, 03:47:05 PM »
apakah anda mengerti makna dari kata "kesan"? jika anda tidak mengerti silakan buka KBBI
apa yg saya kutip itu bukanlah kata2 Sang Buddha, saya sudah menyebutkan judul suttanya agar anda bisa memeriksanya, silakan anda baca dulu.
Kesan KBBI hanya dipakai untuk menyamakan persepsi dalam kehidupan sehari-hari.

Quote
Contoh anda adalah benar dan bisa dibenarkan jika profesi anda adalah algojo yg bertugas untuk mengeksekusi seseorang atas perintah atasan, dalam hal ini, anda memang punya kewajiban dan anda memang harus melakukan kewajiban itu. ayo coba lagi ...:D
jika anda tidak bisa memastikan dan ternyata Bro Adi adalah seorang Arahat, bolehkah Bro Adi berkomentar demikian?
Perumpamaan bukan berarti algojo.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.289
  • Reputasi: 42
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #89 on: 04 May 2012, 03:49:29 PM »
Parinirwana maupun parinibbana cuma hanya konsep. Memperdebatkan sebuah kata hanya memperbesar ego/diri.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #90 on: 04 May 2012, 04:00:49 PM »
Kesan KBBI hanya dipakai untuk menyamakan persepsi dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam berbahasa kita memang harus memiliki persepsi yg sama atas suatu kata yg digunakan, agar maksud dari kata yg disampaikan itu dapat diterima sesuai makna yg telah disepakati, dalam berbahasa Indonesia, kesepakatan itu tertuang dalam KBBI.



Quote
Perumpamaan bukan berarti algojo.

perumpamaan memang bukan berarti algojo, algojo ini saya angkat untuk menjawab komentar berikut
Quote
tapi sesuatu yg tidak berhak kita lakukan bukan berarti tidak boleh dilakukan, bukan? bahkan ada kasus dimana sesuatu HARUS kita lakukan walaupun kita tidak berhak melakukannya, misalnya "saya harus membunuh", saya tidak berhak membunuh, tapi saya tetap harus membunuh, karena itu adalah kewajiban saya.


Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.289
  • Reputasi: 42
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #91 on: 04 May 2012, 04:22:12 PM »
Dalam berbahasa kita memang harus memiliki persepsi yg sama atas suatu kata yg digunakan, agar maksud dari kata yg disampaikan itu dapat diterima sesuai makna yg telah disepakati, dalam berbahasa Indonesia, kesepakatan itu tertuang dalam KBBI.
Yah...seharusnya begitu. Makanya saya jarang ingin posting karena kemampuan berbahasa saya kurang. Lihatlah perbedaan saya posting sekarang dengan kemarin ini. Kalau yang kemarin ini butuh waktu lebih lama, karena harus memikirkan kata-kata yang tepat.



[/quote]
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.289
  • Reputasi: 42
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #92 on: 04 May 2012, 04:32:05 PM »
    tapi sesuatu yg tidak berhak kita lakukan bukan berarti tidak boleh dilakukan, bukan? bahkan ada kasus dimana sesuatu HARUS kita lakukan walaupun kita tidak berhak melakukannya, misalnya "saya harus membunuh", saya tidak berhak membunuh, tapi saya tetap harus membunuh, karena itu adalah kewajiban saya.

Seharusnya dihindari. Kalau saya bertanya kepada bhante kemarin ini, lebih baik dibunuh dari pada membunuh. Saya mengerti jawabannya tapi kalau untuk diri sendiri, saya tidak tahu juga jika dalam keadaan kepepet. Tapi mungkin juga saya biarkan dibunuh, tapi saya berpikir bagaimana caranya menjaga kesadaran saat itu? Karena menurut yang diajarkan, kesadaran terakhir manusia saat meninggal itu salah satu menentukan akan terlahir kemana.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #93 on: 04 May 2012, 07:12:27 PM »
    tapi sesuatu yg tidak berhak kita lakukan bukan berarti tidak boleh dilakukan, bukan? bahkan ada kasus dimana sesuatu HARUS kita lakukan walaupun kita tidak berhak melakukannya, misalnya "saya harus membunuh", saya tidak berhak membunuh, tapi saya tetap harus membunuh, karena itu adalah kewajiban saya.

Seharusnya dihindari. Kalau saya bertanya kepada bhante kemarin ini, lebih baik dibunuh dari pada membunuh. Saya mengerti jawabannya tapi kalau untuk diri sendiri, saya tidak tahu juga jika dalam keadaan kepepet. Tapi mungkin juga saya biarkan dibunuh, tapi saya berpikir bagaimana caranya menjaga kesadaran saat itu? Karena menurut yang diajarkan, kesadaran terakhir manusia saat meninggal itu salah satu menentukan akan terlahir kemana.

ini adalah cara ideal menurut ajaran Buddhis, tapi cara ini tidak applicable untuk seorang prajurit (atau algojo), profesi demikian memang tidak dianjurkan untuk seorang Buddhis, tapi kita tidak bisa mengatakan bahwa profesi itu tidak ada. Dan saya memberikan contoh kasus ekstrim untuk menyampaikan suatu makna.

berikut ini cuplikan kisah seorang algojo pada masa Sang Buddha

---------------------------------------------------------------------
Tambadathika bekerja sebagai seorang algojo kerajaan selama 55 tahun sebelum pensiun. Suatu pagi ia pergi ke sungai untuk mandi. Sesampainya di sana ia melihat Yang Mulia Sariputta sedang duduk bermeditasi. Tambadathika berpikir, "Seumur hidupku, aku telah begitu sibuk mengeksekusi para pencuri dan pembunuh. aku tidak pernah berkesempatan bertemu dengan seorang bhikkhu." Ketika Tambadathika melihat Yang Mulia Sariputta bangun dari meditasinya, Tambadathika mendatanginya dan dengan hormat mengundangnya untuk makan di rumahnya. Yang Mulia Sariputta menerima.

Setelah makan, Yang Mulia Sariputta membabarkan Dhamma kepada Tambadathila, namun orang tua itu kesulitan mengarahkan perhatiannya. Pikiran gelisahnya mengembara pada semua orang yang telah ia bunuh sepanjang karirnya. Yang Mulia Sariputta mengetahui kesulitan orang tua ini dan bertanya,

"Tambadathika, apakah engkau membunuh para penjahat itu karena keinginan sendiri atau karena tugas?"

"Adalah tugasku mengeksekusi para kriminal itu. saya tidak pernah berkeinginan untuk membunuh mereka."

"Maka, teman, jangan cemaskan masa lalu, engkau tidak bertanggun jawab atas kematian mereka."

Tambadathika menjadi lega, pikirannya tenang, dan ia mampu mengarahkan perhatiannya pada kata-kata Yang Mulia Sariputta. ketika khotbah itu berakhir, orang tua itu menjadi sangat gembira. ketika berjalan pulang dan menghargai kehidupan dengan cara yang baru, seekor sapi dengan tanduknya menerang Tambadathika di perutnya dan ia mati pada saat itu juga.

Malamnya di Vihara Jetavana, para bhikkhu bertanya kepada Sang Buddha mengenai apa yang terjadi dengan Tambadathika, Sang Buddha menjelaskan, "Para bhikkhu, walaupun Tambadathika telah melakukan pembunuhan sepanjang hidupnya, namun ia terlahir kembali di alam surga Tusita. Kelahiran kembali yang baik ini adalah akibat dari  memahami Dhamma yang dibabarkan oleh Sariputta."

"Tetapi, Yang Mulia, bagaimana mungkin seorang yang seperti itu bisa memperoleh imbalan yang begitu besar hanya dengan satu kali mendengarkan Dhamma?" seorang bhikkhu bertanya

"Lamanya latihan tidak penting," Sang Buddha berkata. "Karena bahkan satu momen pemahaman bisa bermanfaat besar." Beliau melanjutkan dalam syair

Mendengarkan satu kata bermakna
yang membantu seseorang mendapatkan kedamaian
adalah lebih baik daripada seribu kata
yang tanpa makna.



Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #94 on: 04 May 2012, 07:32:48 PM »
"Tambadathika, apakah engkau membunuh para penjahat itu karena keinginan sendiri atau karena tugas?"

"Adalah tugasku mengeksekusi para kriminal itu. saya tidak pernah berkeinginan untuk membunuh mereka."

"Maka, teman, jangan cemaskan masa lalu, engkau tidak bertanggun jawab atas kematian mereka."

setahu sy perbuatan Tambadathika tetap dikatakan merupakan perbuatan salah, dan YM Sariputta hanya bertanya "apakah kamu bertanggung jawab atas perbuatan salah itu (karena melakukannya tanpa niat)??"
YM Sariputta sengaja membiarkan pertanyaan ini menggantung dan membuat Tambadathika menjawabnya sendiri...
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #95 on: 04 May 2012, 07:34:17 PM »
setahu sy perbuatan Tambadathika tetap dikatakan merupakan perbuatan salah, dan YM Sariputta hanya bertanya "apakah kamu bertanggung jawab atas perbuatan salah itu (karena melakukannya tanpa niat)??"
YM Sariputta sengaja membiarkan pertanyaan ini menggantung dan membuat Tambadathika menjawabnya sendiri...

kisah itu hanya referensi tambahan, bukan bagian dari topik ini jadi gak perlu dibahas

Offline will_i_am

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 5.163
  • Reputasi: 155
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #96 on: 04 May 2012, 07:55:46 PM »
ok deh...  :)
hiduplah hanya pada hari ini, jangan mengkhawatirkan masa depan ataupun terpuruk dalam masa lalu.
berbahagialah akan apa yang anda miliki, jangan mengejar keinginan akan memiliki
_/\_

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #97 on: 04 May 2012, 09:25:45 PM »
Parinirwana maupun parinibbana cuma hanya konsep.

Banyak Umat & bahkan juga para Bhikkhu di jaman Sang Buddha ingin mengetahui pencapaian para Bhikkhu lainnya, dengan bertanya kepada Sang Buddha apakah Bhikkhu ini atau Bhikkhu itu atau petapa ini atau petapa itu, apakah sudah Arahat atau ... !

Sedangkan jaman sekarang memberikan label Arahat kok gampang sekale......  !   ???

tapi kenyataan harus ada konsep baru bisa praktek.
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #98 on: 07 May 2012, 06:21:57 PM »
Banyak Umat & bahkan juga para Bhikkhu di jaman Sang Buddha ingin mengetahui pencapaian para Bhikkhu lainnya, dengan bertanya kepada Sang Buddha apakah Bhikkhu ini atau Bhikkhu itu atau petapa ini atau petapa itu, apakah sudah Arahat atau ... !

Sedangkan jaman sekarang memberikan label Arahat kok gampang sekale......  !   ???

tapi kenyataan harus ada konsep baru bisa praktek.

mungkin pengertian parinirwana sudah berbeda... maka-nya harus disamakan persepsi dan pengertiannya...
Kalau saya masih memakai pengertian parinibbana yaitu meninggal-nya orang-orang yang sudah mencapai tingkat kesucian arahat...

Kalau yang lain ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #99 on: 07 May 2012, 06:35:30 PM »
mungkin pengertian parinirwana sudah berbeda... maka-nya harus disamakan persepsi dan pengertiannya...
Kalau saya masih memakai pengertian parinibbana yaitu meninggal-nya orang-orang yang sudah mencapai tingkat kesucian arahat...

Kalau yang lain ?
meninggalnya orang2 yg mencurigakan

Offline ciuyanto

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 26
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Love and Compassion
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #100 on: 08 May 2012, 09:48:48 AM »
Sebenarnya tujuan peringatan ini hanya untuk menghormati Sukong saja.
Parinirvana disini tidak sama dengan parinibanna yang kalian anut.

Simplenya kita lihat ini dari kacamata mahayana,
seorang guru yang mempunyai kualitas bajik dan mencapai realisasi ketika mau wafat (tidak peduli cara wafatnya)
maka kita sebut parinirwana. Realisasi (bukan diartikan sudah menjadi arahat ya) bisa dilihat dari kualitas hidupnya,
perjuangan/pengorbanan beliau dalam membabarkan Dharma, didikan ke murid-muridnya, atau meninggalkan sarira/relik, dll.
Itu semua demi kebahagian dan kebaikan semua makhluk. Tujuan dari Mahayana adalah agar setiap orang menjadi Boddhisatva,
Boddhisatva bisa aja seorang puthujana atau siapapun yang penting tugas mereka adalah menyelamatkan sebanyak mungkin
makhluk hidup dari jeratan samsara.

Berikut copas dari milis tetangga tentang konsep Nirvana dari sisi tradisi Mahayana
http://www.w****a.com/forum/content/203-seperti-apa-nibbana-itu-sich.html

Jadi kesimpulannya adalah mari kita lihat dari kacamata/sudut pandang mana kita memandang suatu peristiwa.
Jika sudut pandang satu ngak cocok, kita lihat sudut pandang yang laen.
Nah kebetulan peringatan ini dilihat dari sisi tradisi Mahayana.
thanks


Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #101 on: 08 May 2012, 02:54:18 PM »
Sebenarnya tujuan peringatan ini hanya untuk menghormati Sukong saja.
Parinirvana disini tidak sama dengan parinibanna yang kalian anut.

Simplenya kita lihat ini dari kacamata mahayana,
seorang guru yang mempunyai kualitas bajik dan mencapai realisasi ketika mau wafat (tidak peduli cara wafatnya)
maka kita sebut parinirwana. Realisasi (bukan diartikan sudah menjadi arahat ya) bisa dilihat dari kualitas hidupnya,
perjuangan/pengorbanan beliau dalam membabarkan Dharma, didikan ke murid-muridnya, atau meninggalkan sarira/relik, dll.
Itu semua demi kebahagian dan kebaikan semua makhluk. Tujuan dari Mahayana adalah agar setiap orang menjadi Boddhisatva,
Boddhisatva bisa aja seorang puthujana atau siapapun yang penting tugas mereka adalah menyelamatkan sebanyak mungkin
makhluk hidup dari jeratan samsara.

Berikut copas dari milis tetangga tentang konsep Nirvana dari sisi tradisi Mahayana
http://www.w****a.com/forum/content/203-seperti-apa-nibbana-itu-sich.html

Jadi kesimpulannya adalah mari kita lihat dari kacamata/sudut pandang mana kita memandang suatu peristiwa.
Jika sudut pandang satu ngak cocok, kita lihat sudut pandang yang laen.
Nah kebetulan peringatan ini dilihat dari sisi tradisi Mahayana.
thanks

Jika berbeda pengertian tentang parinirwana, dijelas-kan saja menurut versi-nya sendiri... jadi semua-nya jelas... begitu donk...
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Che Yong

  • Teman
  • **
  • Posts: 95
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #102 on: 08 May 2012, 11:32:58 PM »
kalau menurut saya, mungkin benar bhikku tersebut baik, dan banyak berkorban dalam membabarkan dhamma.
saya juga menghormati beliau.
Sama sekali pembahasan saya ini tidak menyinggung Sukong. tapi membahas kata parinibbana.
Untuk kata parinibbana itu sendiri sebenarnya "berakhirlah semuanya" sudah tak ada lagi samsara dan penderitaan dalam dirinya.
Menurutku paham apapun tidak pernah dianjurkan menyebut apapun yang tidak benar .

Misalkan sbb:
ada seorang misalkan x. X ini adalah orang yang berwatak mulia. orang yang bersifat baik. lalu ia meninggal. Lalu ada pihak y menyebutkan bahwa ia adalah titisan dewa Z(saat itu dewa z sedang lagi tren2nya di puja). padahal sebenarnya ia sebenarnya personal lain, dan bukan titisan dewa z.

Menurutku pihak y memang menghormati x.  Ia menghormati x secara tulus. tapi ketidak benar an tetap adalah ketidak benar an.
Jika ia tidak tau apakah ia memang benar2 titisan dewa z, maka ia seharusnya jangan pernah menyebut dan membawa dewa z.
karena sudah diajarkan kepada kita tentang sila tidak berbohong dan mengucapkan kata2 dusta.
betapa sakit nya akibat mempertahankan kejujuran akan lebih baik dari pada mengucapkan sesuatu yang kita tidak tau.

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #103 on: 09 May 2012, 06:06:53 AM »
Sebenarnya tujuan peringatan ini hanya untuk menghormati Sukong saja.
tidak ada larangan even memperingati atau menghormati sukong
silahkan saja

Quote
Parinirvana disini tidak sama dengan parinibanna yang kalian anut.

Simplenya kita lihat ini dari kacamata mahayana,
seorang guru yang mempunyai kualitas bajik dan mencapai realisasi ketika mau wafat (tidak peduli cara wafatnya)
maka kita sebut parinirwana. Realisasi (bukan diartikan sudah menjadi arahat ya) bisa dilihat dari kualitas hidupnya,
perjuangan/pengorbanan beliau dalam membabarkan Dharma, didikan ke murid-muridnya, atau meninggalkan sarira/relik, dll.

Itu semua demi kebahagian dan kebaikan semua makhluk. Tujuan dari Mahayana adalah agar setiap orang menjadi Boddhisatva,
Boddhisatva bisa aja seorang puthujana atau siapapun yang penting tugas mereka adalah menyelamatkan sebanyak mungkin
makhluk hidup dari jeratan samsara.

Berikut copas dari milis tetangga tentang konsep Nirvana dari sisi tradisi Mahayana
http://www.w****a.com/forum/content/203-seperti-apa-nibbana-itu-sich.html

Jadi kesimpulannya adalah mari kita lihat dari kacamata/sudut pandang mana kita memandang suatu peristiwa.
Jika sudut pandang satu ngak cocok, kita lihat sudut pandang yang laen.
Nah kebetulan peringatan ini dilihat dari sisi tradisi Mahayana.
thanks


oh jadi memang boleh penyesuaian kata-kata dengan pengertian sendiri, untuk di gunakan kalangan tersendiri juga, dan walaupun arti kata sudah jelas adalah beda dengan pengertian itu.
Dan hal ini juga tidak dilarang, maksudnya begitukan !  :)
« Last Edit: 09 May 2012, 06:09:27 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #104 on: 09 May 2012, 08:58:13 AM »
kelamaan bisa jadi sperti ini:
- buddha versi 'kami' seperti ini/itu
- dhamma & vinaya versi 'kami' seperti ini/itu
- sangha versi 'kami' seperti ini/itu


lenyaplah sang ajaran dan penerusnya berdasarkan versi 'kami'
btw, versi 'kami' ini spertinya ber-ego kelas tinggi banget yah ...

numpang tanyak sekalian deh, apa sukong juga mengajarkan Ti Ratana versi 'kami' ?


Sebenarnya tujuan peringatan ini hanya untuk menghormati Sukong saja.
Parinirvana disini tidak sama dengan parinibanna yang kalian anut.

Simplenya kita lihat ini dari kacamata mahayana,
seorang guru yang mempunyai kualitas bajik dan mencapai realisasi ketika mau wafat (tidak peduli cara wafatnya)
maka kita sebut parinirwana. Realisasi (bukan diartikan sudah menjadi arahat ya) bisa dilihat dari kualitas hidupnya,
perjuangan/pengorbanan beliau dalam membabarkan Dharma, didikan ke murid-muridnya, atau meninggalkan sarira/relik, dll.
Itu semua demi kebahagian dan kebaikan semua makhluk. Tujuan dari Mahayana adalah agar setiap orang menjadi Boddhisatva,
Boddhisatva bisa aja seorang puthujana atau siapapun yang penting tugas mereka adalah menyelamatkan sebanyak mungkin
makhluk hidup dari jeratan samsara.

Berikut copas dari milis tetangga tentang konsep Nirvana dari sisi tradisi Mahayana
http://www.w****a.com/forum/content/203-seperti-apa-nibbana-itu-sich.html

Jadi kesimpulannya adalah mari kita lihat dari kacamata/sudut pandang mana kita memandang suatu peristiwa.
Jika sudut pandang satu ngak cocok, kita lihat sudut pandang yang laen.
Nah kebetulan peringatan ini dilihat dari sisi tradisi Mahayana.
thanks


Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #105 on: 10 May 2012, 05:45:22 AM »
kelamaan bisa jadi sperti ini:
- buddha versi 'kami' seperti ini/itu
- dhamma & vinaya versi 'kami' seperti ini/itu
- sangha versi 'kami' seperti ini/itu

tambahan
guru 'kami' seperti ini/itu
master 'kami' seperti ini/itu
tokoh panutan 'kami' seperti ini/itu

apabila tokoh panutan kami disinggung tentunya kami tidak senang
kami berhak membela, karena tingkah laku panutan kami pasti baik dan sangat berjasa bagi kami. Karena panutannya maka kami memberi penghargaan setinggi2nya bahkan juga berhak menyandang predikat manusia suci.


yang demikian sudah sering terjadi dan sudah lama terjadi  ^-^
« Last Edit: 10 May 2012, 06:00:44 AM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #106 on: 10 May 2012, 07:43:39 AM »
oh jadi begitu yah, predikatnya muncul manusia suci dengan kondisi parinirwana ?
predikatnya muncul belakangan setelah membentuk opini publik, kami, dan bukan dari usaha sendiri ?

tambahan
guru 'kami' seperti ini/itu
master 'kami' seperti ini/itu
tokoh panutan 'kami' seperti ini/itu

apabila tokoh panutan kami disinggung tentunya kami tidak senang
kami berhak membela, karena tingkah laku panutan kami pasti baik dan sangat berjasa bagi kami. Karena panutannya maka kami memberi penghargaan setinggi2nya bahkan juga berhak menyandang predikat manusia suci.


yang demikian sudah sering terjadi dan sudah lama terjadi  ^-^
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #107 on: 13 May 2012, 03:26:00 PM »
oh jadi begitu yah, predikatnya muncul manusia suci dengan kondisi parinirwana ?
predikatnya muncul belakangan setelah membentuk opini publik, kami, dan bukan dari usaha sendiri ?


inilah kenyataan yang ada, tentunya tidak sesuai kebenaran
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #108 on: 13 May 2012, 03:56:57 PM »
oh gitu yah, apa yang dimaksud dengan kebenaran menurut om AL ?


inilah kenyataan yang ada, tentunya tidak sesuai kebenaran

oh jadi begitu yah, predikatnya muncul manusia suci dengan kondisi parinirwana ?
predikatnya muncul belakangan setelah membentuk opini publik, kami, dan bukan dari usaha sendiri ?


« Last Edit: 13 May 2012, 04:02:55 PM by Mas Tidar »
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline abgf

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 195
  • Reputasi: -13
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #109 on: 13 May 2012, 05:07:18 PM »
siapa yang sering bertindak (mewakili) meninggikan diri?
siapa (yang memposisikan sebagai) penilai? yang layak menilai? yang sedang menilai?

memprotes nilai-nilai pihak lain, tetapi lupa menilai sampai dimana batasan pencapaian kualitas sendiri, bahkan menilai prestasi pencapaian orang lain.

yang pasti banyak kesaksian yang dialami oleh para umat dalam kehidupan Sukong. dan mereka memberi penghormatan kepada beliau. sebatas penghormatan. tidak menganggap sebagai Buddha atau arahat.
sebab merekapun tahu, tidak mengetahui batasannya.


Offline Che Yong

  • Teman
  • **
  • Posts: 95
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #110 on: 13 May 2012, 05:43:47 PM »
Tidak salah menghormati Sukong. kita memang dianjurkan untuk menghormati orang.
tapi yang namanya parinibbana itu adalah dialami oleh orang yang sudah menghancurkan 10 belenggu batin.
Dan tidak akan pernah kembali kemanapun.
Kita tidak tahu sampai mana kondisi batin Sukong. Jadi tentu saja kita tidak boleh ngomong parinibbana.

 [at] abgf: Itu bukan sebatas penghormatan. Itu adalah realita. Pelajari dulu arti kata parinibbana.
Umat tidak bisa memberikan opini. Umat biasa sebenarnya tidak tau apakah sukong parinibbana atau belum. Jadi tdak bisa menilai.
Sekali lagi ini bukan ditujukan untuk sukong, tapi lebih membahas arti parinibbana. Saya tetap menghormati sukong.


Offline abgf

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 195
  • Reputasi: -13
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #111 on: 14 May 2012, 06:07:20 AM »
Tidak salah menghormati Sukong. kita memang dianjurkan untuk menghormati orang.
tapi yang namanya parinibbana itu adalah dialami oleh orang yang sudah menghancurkan 10 belenggu batin.
Dan tidak akan pernah kembali kemanapun.
Kita tidak tahu sampai mana kondisi batin Sukong. Jadi tentu saja kita tidak boleh ngomong parinibbana.

 [at] abgf: Itu bukan sebatas penghormatan. Itu adalah realita. Pelajari dulu arti kata parinibbana.
Umat tidak bisa memberikan opini. Umat biasa sebenarnya tidak tau apakah sukong parinibbana atau belum. Jadi tdak bisa menilai.
Sekali lagi ini bukan ditujukan untuk sukong, tapi lebih membahas arti parinibbana. Saya tetap menghormati sukong.

klo anda sudah tahu begitu 'Kita tidak tahu sampai mana kondisi batin Sukong',

mengapa malah menjadi menimbulkan masalah bagi anda dan beberapa teman-teman di forum?
memaksakan orang lain sepakat dengan kebenaran menurut ukuran anda?
yang sudah pasti mereka murid-murid atau pengikut sukhong menghormati dan berpengharapan yang baik, mengalami kesaksian selama kebersamaan keberadaan sukhong.
apalah artinya bagi kenyataan kebenaran pencapaian sukhong.
tetapi mengandung suatu pemaknaan berarti bagi mereka para murid dan pengikut yang mengalami kesaksian kebersamaan.
tetapi apa bagi kalian artinya keribuatan ini, yang tiada berkaitan batin bahkan kebersamaan bersama sukhong?

Offline Che Yong

  • Teman
  • **
  • Posts: 95
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #112 on: 14 May 2012, 10:49:37 AM »
Wah lucu ya mas ini. Mas kamu itu sebenarnya bukan pelaksana pancasila Buddhis. Bukan dengan tujuan baik2 berdiskusi disini.
Saya sudah menyarankan kepada teman2 untuk tidak menyebut parinibbana dengan alasanku.
Ini adalah agama Buddha. Kami seyogyanya bersatu disini. Bukan terpecah belah seperti yang kamu harapkan.
Saya tidak mau lg memberi alasan ini itu ke kamu. Karena percuma semua yang baik semua yang buruk disini
bukan membuatmu hidupmu lebih baik.

Offline abgf

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 195
  • Reputasi: -13
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #113 on: 14 May 2012, 10:56:18 AM »
Wah lucu ya mas ini. Mas kamu itu sebenarnya bukan pelaksana pancasila Buddhis. Bukan dengan tujuan baik2 berdiskusi disini.
Saya sudah menyarankan kepada teman2 untuk tidak menyebut parinibbana dengan alasanku.
Ini adalah agama Buddha. Kami seyogyanya bersatu disini. Bukan terpecah belah seperti yang kamu harapkan.
Saya tidak mau lg memberi alasan ini itu ke kamu. Karena percuma semua yang baik semua yang buruk disini
bukan membuatmu hidupmu lebih baik.

bro che yong... saya beri satu pertanyaan yang sangat tepat bagimu.....
alasanmu apa supaya kepada teman2 untuk tidak menyebut parinibbana?
jika anda jujur melihat terhadap diri sendiri, anda menyadarinya.

Offline Che Yong

  • Teman
  • **
  • Posts: 95
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #114 on: 14 May 2012, 11:43:24 AM »
Kamu mau membantah apa?
Jangan galau mas, Justru karena tidak tau kondisi batin seseorang maka tidak tepatlah menyebut kata parinibbana.
Yang menyatakan kondisi seseorang itu apakah parinibbana adalah Sang Buddha bukan puthujana apalagi kamu.
Mas, Bukan umat kr****n yang menyatakan orang puthujana, bukan brewok. Karena brewok itu bukan apa2 dibanding mereka yang tekun latihan.

reply 103 itu sudah tepat menjawab pertanyaanmu.
Mas, kalau mau tanya itu kusarankan lihat posting sebelumnya.
lebih lagi kusarankan. ubah tujuan bila berdiskusi mas.

Disini orang belajar apa itu yang benar. disini adalah orang terpelajar dimana mereka yang memuji apa yang baik dan tidak mengikuti apa yang buruk.
Bukan tempat orang2 iri karena pandangannya itu salah lalu membantah semua tanpa pemahaman, dan subjektif lagi.

Oot bentar ya.
Dan seharusnya kamu sadar mas. Brewok yang kamu agung2kan itu sebenarnya bukan siapa2.
Dan hal ini sudah banyak ku terangkan dalam posting2an ku sebelumnya. Mengenai kebohongannya, dan kelucuannya.
Sekarang manusia2 sudah pada mengerti. Banyak yang sudah sadar ditipu sama iblis itu. Sehingga lebih baik menjadi atheis.





Offline abgf

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 195
  • Reputasi: -13
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #115 on: 14 May 2012, 12:16:47 PM »
bro che yong... anda melupakan diri anda sendiri....
anda tidak menyadari (kualitas dan apa yang dilakukan) diri anda sendiri. karena sibuk terfokus melihat (menilai) orang lain. tetapi anda lupa menilai (kelayakan/kepatutan) diri anda sendiri. (hanya melihat) menunjuk menilai orang lain.


(sikap) ketidak-dewasaan, yang sering terjadi dalam diskusi forum sejenis.
saya selalu baik-baik loh dalam diskusi dan tetap didalam ke-sati-an.
sering dalam forum saya mendapati pola yang sama seperti apa yang bro che yong lakukan dalan memberi tanggapan. khususnya kalangan radikal.....
biasanya hal ini terjadi karena ke-tidak percaya diri-an. sehingga memunculkan kepanikan-kepanikan. sehingga memberi tanggapan yang membabi buta. bahkan terpancing (dan memancing) dengan tindakan-tindakan emosi semata.

semoga menyadarinya.
 _/\_
« Last Edit: 14 May 2012, 12:18:25 PM by abgf »

Offline Che Yong

  • Teman
  • **
  • Posts: 95
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #116 on: 14 May 2012, 12:25:42 PM »
mas saya tidak terpancing dengan postinganmu. Sudah kukatakan aku tidak iri.
Oh ya mas2, kesatian? hahaha...
postinganmu sungguh tidak membabi buta dan tidak tau arah. sungguh sati yang murni.

Mas saya tau kualitas ku. Terlebih lagi kualitasmu. Mas anda tidak kompeten disini.
Lebih baik anda ke forum untuk buddhis beginner dulu. Disana anda kembangkan sati anda.

Kalau anda bisa kembangkan sati anda, mungkin anda sadar anda itu dari lahir tertipu sama brewok mas.
Semoga membantu.

Offline Che Yong

  • Teman
  • **
  • Posts: 95
  • Reputasi: 4
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #117 on: 14 May 2012, 12:27:02 PM »
btw silahkan kembali ke topik.

Offline abgf

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 195
  • Reputasi: -13
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #118 on: 14 May 2012, 12:32:45 PM »
semoga dapat menyadarinya dan dapat melihat (kenyataan) kebenaran suatu saat.
svaha
abgf
 _/\_

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #119 on: 14 May 2012, 03:32:29 PM »
oh gitu yah, apa yang dimaksud dengan kebenaran menurut om AL ?


bukan kebenaran buatan saya, tentunya 'kebenaran' yang dibabarkan oleh Buddha Gotama  _/\_
« Last Edit: 14 May 2012, 03:39:44 PM by adi lim »
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline Mas Tidar

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.262
  • Reputasi: 82
  • Gender: Male
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #120 on: 14 May 2012, 05:09:17 PM »

terima kasih jawabannya.


bukan kebenaran buatan saya, tentunya 'kebenaran' yang dibabarkan oleh Buddha Gotama  _/\_
Saccena me samo natthi, Esa me saccaparamiti

"One who sees the Dhamma sees me. One who sees me sees the Dhamma." Buddha

Offline Sostradanie

  • Sebelumnya: sriyeklina
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.289
  • Reputasi: 42
Re: Peringatan 10th Parinirwana Sukong
« Reply #121 on: 12 May 2019, 10:34:10 AM »
Peringatan Sepuluh Tahun Parinirwana Sukong (oleh Bhadra Ruci, biksu)   18 Apr '12
   

Namo Sanghyang Adi Buddhaya
Namo Buddhaya, Bodhisatwaya-Mahasatwaya.


Sepuluh tahun yang lalu ketika semua anggota Sangha Agung Indonesia mengadakan upacara doa demi kesembuhan Sukong di Jakarta, waktu itu kami diingatkan bahwa saat ini kita semua adalah memakan makanan sisa dari beliau. Betapa tidak , Beliau adalah peletak pondasi Buddhayana, sebuah wadah bagi aneka mazhab dan sekte di dalam kebhinnekaan budaya nusantara. Beliau adalah juga pelopor agama Buddha di Indonesia. Saat ini kita dapat melihat banyak orang yang berpraktek Dharma. Dapat kita temui banyak anggota Sangha dan pusat-pusat Dharma berdiri di mana-mana, vihara-vihara banyak berdiri sampai ke pelosok negeri. Semua itu adalah jasa besar Beliau.

Suatu sore sepuluh tahun yang lalu, ketika sedang belajar di India, saya ditelpon dari Bandung yang mengabarkan bahwa Sukong telah wafat. Seketika itu, saya mengabarkan berita ini ke Perancis. Dagpo Rinpoche menyarankan saya segera kembali ke Indonesia untuk mengikuti upacara perkabungan bagi Beliau. Beliau mengatakan bahwa Sukong adalah seorang tokoh besar yang menghidupkan Buddhadharma di Indonesia. Jasa Beliau sangat besar. Bagi Rinpoche, Sukong adalah salah satu orang yang sangat memberi kesan yang mendalam, karena kesahajaan dan ketokohan beliau.

Saat ini, Indonesia kembali merindukan kehadiran sosok Sukong yang menginspirasi semangat akan praktek Dharma yang murni. Banyaknya pusat dharma yang berkembang juga memberi dampak akan merosotnya keyakinan umat Buddha akan Hukum Karma dan Keyakinan pada Triratna. Kesibukan sehari-hari yang membuat kita semua lebih mementingkan kehidupan pada saat sekarang ini, kita melupakan praktek dharma yang murni.

Banyaknya pusat dharma yang berkembang tidak serta-merta menjadi parameter makin majunya batin seseorang. Banyak di antara kita yang mengenakan jubah upasaka atau anggota sangha hanya sekedar memenuhi kemelekatan akan status sosial dan kebanggaan akan kesibukan berorganisasi. Saya sangat yakin bahwa Sukong tidak menginginkan hal ini terjadi. Saya ingat dalam buku riwayat “Menabur Benih Dharma di Nusantara,” Beliau mengatakan bahwa Beliau ingin melihat banyak orang suci di mana-mana. Kita masih jauh dari sebutan orang suci.

Saat ini bertepatan dengan peringatan sepuluh tahun parinirwana Sukong. Bangsa Indonesia sangat merindukan sosok seorang Sukong yang memberikan inspirasi dalam praktek dharma dan memberikan semangat keharmonisan dalam keanekaragaman buddhadharma dalam aneka ragam budaya Indonesia. Semoga putra terbaik bangsa Indonesia dan tokoh besar jelmaan para guru leluhur bangsa Indonesia ini kembali hadir dalam jiwa setiap umat buddha Indonesia, terutama bagi segenap keluarga besar Buddhayana Indonesia.

Semoga benih benih buddhayana yang telah Beliau semai tidak surut tetapi dapat berkembang dengan pesat.

Sarwa Manggalam,
Bhadra Ruci
Maha Lekhanadikari Sagin

http://www.kadamchoeling.or.id/news.php?nav_id=1&lang=id&id=394&title=Peringatan%20Sepuluh%20Tahun%20Parinirwana%20Sukong%20%28oleh%20Bhadra%20Ruci,%20biksu%29
Objek mara....
Setelah aku tahu frekuensi teman.dan beemimpi-mimpi. .tidak ada yang bisa lolos dari kematian. Dimana pun engkau bersembunyi.
PEMUSNAHAN BAIK ADANYA (2019)