//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Perbandingan jhana menurut beberapa guru dan interpretasi  (Read 79222 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Pertapa Freelance

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 6
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Vayadhamma Sankhara - Appamadena Sampadetha
Re: Perbandingan jhana menurut beberapa guru dan interpretasi
« Reply #105 on: 20 October 2011, 12:51:58 PM »
[at] PeaceMind:

IMO, jhananimitta dalam bentuk cahaya adalah sesuatu yg relatif tergantung pada kecenderungan orangnya sendiri dan tidak bisa dipukul rata semua jhana harus ada nimitta cahaya.

saya sampai sekarang memang belum pernah menemukan referensi jhana dalam sutta yg mengharuskan ada nimitta. Kebetulan mungkin buddhaghosa memiliki pengalaman demikian sehingga tertuang dalam visudhimagga tetapi itu bukan menjadi kemutlakan, jika itu sebuah "faktor" dalam jhana tentu sang buddha tidak akan melewatkan itu.

Bro Sumedho, saya pernah mendengar cerita.. dan jujur ini hanya cerita dari seorang kammanthanacariya.. dari pengalaman prakteknya. Kebetulan dalam praktek meditasinya dia juga tidak suka mengunakan kata Nimitta (yang artinya : Tanda) karena guru yang satu ini lebih suka mengatakan "Objek".. nah, beliau pernah bercerita kepada saya, karena ketika sanghayana pertama diadakan, ketika bhante ananda mengulang tentang suttapitaka, beberapa kelompok bhikkhu dititipkan utk mempelajari Digha Nikaya, Beberapa kelompok bhikkhu dititipkan utk mempelajari Majjima, dst.. menurut kammanthanacariya ini, para bhikkhu yang mengunakan digha nikaya sebagai referensi.. memang tidak pernah menyebutkan mengenai nimitta. Tapi sebenarnya dalam meditasi memang setelah objek yang kasar diganti dengan objek yang halus, memang selalu ada cahaya (obhasa) yang juga dikenal dengan pannaloka (sinar kebijaksanaan). Pannaloka itu sendiri ada yang bukan objek meditasi. Jadi Nimitta itu sendiri artinya tanda konsentrasi dan menjadi objek utk mencapai absorpsi.. jika tidak ingin mengunakan kata nimmitta, bisa saja mempertahankan namanya sebagai objek..  coba lihat referensi riwayat agung para buddha hal 701 buku pertama.. ketika buddha membujuk pancavagiya. Bodhisatta pada waktu itu juga melihat cahaya yang dia sebut dengan kammantana nimitta.

mohon di koreksi bro.. jika ada yang tidak sesuai..  :)
"Semoga orang bijak yang tekun dalam berdaya upaya, tidak kehilangan semangat ataupun merasa letih hingga kedamaian ditemukan"

Offline Ren_G

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 3
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Perbandingan jhana menurut beberapa guru dan interpretasi
« Reply #106 on: 10 July 2012, 10:37:51 PM »
Dalam praktik meditation, terutama ketika 5 rintangan batin tidak muncul dalm batin, ada beberapa pengalamn yang muncul di luar dugaan kita, seperti piti (kegiuran), passadhi (ketenangan),sukha  (kebahagiaan) dan juga upekkha (keseimbangan batin). Faktor2 mental ini muncul secara terpisah bahkan ketika seseorang tidak berada dalam jhana. Nah, menurut saya, ada beberapa orang yang menganggap pengalamn2 batin seperti ini sebagai jhana, padahal mereka bukanlah jhana. Jika kita melihat sutta2 dan juga kitab2 komentar, jhana pertama (paṭhamajhana) harus memiliki 5 faktor yaitu vitakka, vicara, piti, sukha dan ekagata. Jika lima faktor ini tidak ada meskipun seseorang mengalami piti (sebgai contoh), maka pengalamn tersebut bukan jhana.

Memang sering kali bahwa pada saat seseorang mengalami piti atau faktor2 yang saya sebutkan di atas, seseorang mudah sekali terkecoh dengan menganggap bahwa pengalaman2 tersebut sebagai Jhana karena memang pengalamn2 tersebut bukan lagi kebahagiaan duniawi melainkan hasil dari perkembangan batin. Sebagai contoh, seseorang yang mengalami kegiuran atau piti (ada bermacam2 kegiuran dan ini salah satunya), akan merasakan seluruh tubuhnya (luar dalam) terasa lembut seperti kapas halus, berdenyut-denyut dan disiram dan dipenuhi oleh kegiuran yang tak terkatakn, sementara terlihat (melalui batin) bahwa tubuhnya terang seperti lampu (sebenarnya nimmita). Nah pengalamn ini seringkali dianggap sebagai jhana, padahal ini hanya sekedar piti.

Tentang Sutta 111 dari Majjhimanikāya yang sering dijadikan acuan oleh beberapa guru meditasi, sebaiknya kita berhati-hati. Soalnya, sutta tersebut menggambarkan kebijaksanaan Bhikkhu Sāriputta sebgai murid Sang BUddha paling bijaksana. Sebgai murid yang paling bijaksana, beliau mampu menganalisa setiap faktor jhana, bagaimana mereka muncul dan bagaimana mereka lenyap, seperti ketika seseorang sedang mempraktikkan vipassana. Namun, sebagai orang yang masih dalam kategori rata2, jika seseorang benar2 berada dalam jhana, sangat sulit untuk melihat muncul dan lenyapnya faktor2 jhana. Inipun dialami oleh mereka2 yang benar2 berada dalam Jhana. Ketika seseorang dalam khanikasamādhi (konsentrasi sementara) dan upacarasamādhi (konsentrasi dekat dengan jhana) atau ketika seseorang berada piti atau sukha atau passadhi, ia akan mampu melihat bagaimana mereka muncul dan lenyap.

Thanks.

saya masih newbie di forum yang dalam ini. saya mau bertanya, apakah pada saat latihan meditasi pandangan terang, kita mengalami jhana, dll?
kemudian, saya pernah mengalami (walaupun hanya sekali) kondisi ketika meditasi, waktu satu jam rasanya hanya 10 atau 15 menit saja dan kondisi batin terasa tengang, serta saya pun menyadari sepenuhnya bahwa saya sedang merasa nyaman, badan rasanya hilang yang terasa hanya tarikan napas. apakah ini dikatakan mengalami piti?

trims.

Offline bendungan

  • The Clone of Betet Agung
  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 25
  • Reputasi: -7
Re: Perbandingan jhana menurut beberapa guru dan interpretasi
« Reply #107 on: 03 April 2015, 01:58:42 PM »
saya masih newbie di forum yang dalam ini. saya mau bertanya, apakah pada saat latihan meditasi pandangan terang, kita mengalami jhana, dll?
kemudian, saya pernah mengalami (walaupun hanya sekali) kondisi ketika meditasi, waktu satu jam rasanya hanya 10 atau 15 menit saja dan kondisi batin terasa tengang, serta saya pun menyadari sepenuhnya bahwa saya sedang merasa nyaman, badan rasanya hilang yang terasa hanya tarikan napas. apakah ini dikatakan mengalami piti?

trims.

itu adalah ketenangan
cukup diketahui sbg ketenangan saja.
jangan dikejar.

jika ingin mengejar maka :

ketenangan itu akan lenyap jika tiada dasarnya.
dasarnya tidak hanya sila, namun juga kehidupan yg dijalani.
mulai  keluarga, lingkungan, pendidikan dsb.

jika ingin tenang, usaha yg dikerjakan mesti melebihi
hal hal yg menyebabkan tiada ketenangan.

harga untuk sangat mahal
harganya satu kehidupan saat ini

jadi jangan ditiru.
ambil secukupnya saja




« Last Edit: 03 April 2015, 02:11:55 PM by bendungan »