//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pandangan Buddhist Terhadap Pandangan Nasrani pada Buddhisme  (Read 155397 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #60 on: 27 October 2011, 05:26:37 PM »
sip..

jangan terlalu serius, santai aja.

tapi pembahasan bro tono vs bro kutho malah bikin gw tambah puyeng...
mana yang benar nih?

ayo member yang sudah bertobat (jika ada), kasih pencerahan donk..
masa orang berdosa yang belum bertobat bahas iman ato tindakan gimana sebenarnya yang bisa dapet tiket ke surga, kan aneh.
Menurut beberapa pandangan, terutama di Kathol1k, orang baik tak beriman juga bisa diselamatkan. Orang yang tanggung2 antara baik/jahat, juga ada semacam masa ujian di tempat yang namanya purgatorium, yang 'lulus' akan selamat, sisanya masuk neraka. Doktrin ini berdasarkan dari Matius 12:32: "Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak." yang menyiratkan ada pengampunan tertentu di dunia yang akan datang.

Kalau di Prot3stan, selama ini saya belum pernah mendengar sekalipun ada pandangan orang baik tak beriman bisa masuk surga. Entahlah kalau ada pendapat lain.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #61 on: 27 October 2011, 05:34:25 PM »
sip..

jangan terlalu serius, santai aja.

tapi pembahasan bro tono vs bro kutho malah bikin gw tambah puyeng...
mana yang benar nih?

ayo member yang sudah bertobat (jika ada), kasih pencerahan donk..
masa orang berdosa yang belum bertobat bahas iman ato tindakan gimana sebenarnya yang bisa dapet tiket ke surga, kan aneh.

ulasan om kain bener, ulasan dato' agak kurang umum aja di telinga, namun semua itu tertulis di dalam alkitab itu sendiri, jd bukan om kain n dato' yg mengada-ada...

ya tiket utama sebenarnya, cuma mie instan... yaitu 'percaya' si brewok, namun ada hal2 khusus yg menyebabkan tanpa mie instan pun seseorang dapat tiket surgo, asalkan melakukan hal2 yg dinyatakan oleh brewok, yg efeknya jg berlaku secara instan... krn tidak ada yg mustahil bagi brewok...

sebagai pertimbangan adalah bagaimana dengan nasib orang2 yg hidup sebelum ada nya si brewok ? alamat nereka toh ? ;D maka nya muncul ayat ke-khusus-an, yg cilakan nya berlaku jg sampe saat ini, karena tidak ada batasan masa berlaku nya...

pasti akan muncul pertanyaan, koq bs muncul ketidakkonsistenan ? ya gtu lah, kitab nyeleneh tersebut, silakan baca dr awal sampe akhir anda akan menemukan ratusan ketidakkonsistenan ceria/legenda/dongeng antara 1 kitab dengan kitab lainnya...
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline bond

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.666
  • Reputasi: 189
  • Buddhang Saranam Gacchami...
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #62 on: 27 October 2011, 05:37:44 PM »
[at] om kain :

tu ada di kitab matius 22 : 36-39 berhubungan dengan hukum taurat, ya klo ada orang kanesten yg tidak dapat menerima pernyataan tersebut dan memvonis dato' sesat, ya silakan aja komplain alkitab nyo... krn dato' cuma mengutip, bkn jd penulis kitab nyeleh tersebut... :))

dato tidak memerlukan ajaran kasih-an yg nyeleneh itu... krn dato' uda kenyang menyicip asem-manis nya ajaran itu dan dato' tidak pernah menemukan hal yg bermanfaat selain dipaksa-paksakan bermanfaat...

ujung2 nya klo ada orang kanesten membaca tulisan dato', paling jg bakal di kutuk2/disetan2kan/diiblis2kan... tipikal orang kanesten yg kebakaran jenggot...

yah, klo tidak suka, silakan klik 'report to moderator' biarkan tuhan forum ini yg akan menghukum dato di neraka abadi...

hmm... bagi yg suka, ati2 bakal dikutuk2/disetan2kan/diiblis2kan dan alamat masuk neraka abadi...

Padahal mereka juga sering main setan-setanan lho, tapi lawan setan beneran malah KO di smack down =))

Natthi me saranam annam, Buddho me saranam varam, Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbada

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #63 on: 27 October 2011, 05:45:20 PM »
[at] om kain :

tu ada di kitab matius 22 : 36-39 berhubungan dengan hukum taurat, ya klo ada orang kanesten yg tidak dapat menerima pernyataan tersebut dan memvonis dato' sesat, ya silakan aja komplain alkitab nyo... krn dato' cuma mengutip, bkn jd penulis kitab nyeleh tersebut... :))

dato tidak memerlukan ajaran kasih-an yg nyeleneh itu... krn dato' uda kenyang menyicip asem-manis nya ajaran itu dan dato' tidak pernah menemukan hal yg bermanfaat selain dipaksa-paksakan bermanfaat...

ujung2 nya klo ada orang kanesten membaca tulisan dato', paling jg bakal di kutuk2/disetan2kan/diiblis2kan... tipikal orang kanesten yg kebakaran jenggot...

yah, klo tidak suka, silakan klik 'report to moderator' biarkan tuhan forum ini yg akan menghukum dato di neraka abadi...

hmm... bagi yg suka, ati2 bakal dikutuk2/disetan2kan/diiblis2kan dan alamat masuk neraka abadi...
OK, saya kutip yah, biar yang lain mendapat wawasan juga. ;D

(36) Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?   
(37) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.   
(38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.   
(39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Nah, di sini kita bisa lihat bahwa jikapun ada orang Buddhis yang mengembangkan metta sehingga mengasihi sesama persis seperti mengasihi dirinya sendiri (hukum no 2), tetap akan masuk neraka jahanam. Mengapakah? Sebab dia tidak mengindahkan hukum yang pertama.

Perihal dato sesat, yah sudah pasti sesat. Contohnya selalu bilang "Gusti Brewok", memangnya dato yakin yang bersangkutan tidak pernah cukur jenggot? Di mana-mana yang 'meninggalkan kehidupan rumah-tangga', tidak memiliki uang atau harta, menerima makanan dari umat yang berkeyakinan, biasanya mencukur kepala dan janggutnya tuh. ;D

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #64 on: 27 October 2011, 05:51:03 PM »
[...]
sebagai pertimbangan adalah bagaimana dengan nasib orang2 yg hidup sebelum ada nya si brewok ? alamat nereka toh ? ;D maka nya muncul ayat ke-khusus-an, yg cilakan nya berlaku jg sampe saat ini, karena tidak ada batasan masa berlaku nya...

[...]
Nah, ini kalo di Kathol1k juga ada doktrinnya, tentang limbo, tempat roh menikmati kebahagiaan tapi tingkatnya lebih rendah karena dosa turunannya belum dihapus. Limbus patrum adalah untuk orang-orang baik jaman dulu sebelum jaman YK. Limbus infantum adalah untuk para bayi yang meninggal sebelum dibaptis.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #65 on: 27 October 2011, 06:04:50 PM »
Menurut beberapa pandangan, terutama di Kathol1k, orang baik tak beriman juga bisa diselamatkan. Orang yang tanggung2 antara baik/jahat, juga ada semacam masa ujian di tempat yang namanya purgatorium, yang 'lulus' akan selamat, sisanya masuk neraka. Doktrin ini berdasarkan dari Matius 12:32: "Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak." yang menyiratkan ada pengampunan tertentu di dunia yang akan datang.

Kalau di Prot3stan, selama ini saya belum pernah mendengar sekalipun ada pandangan orang baik tak beriman bisa masuk surga. Entahlah kalau ada pendapat lain.


 [at] om kain :

om pernah tau tentang pencucian dosa dalam kr****n aliran tertentu ? jd orang yg berbuat jahat, akan di bersihkan dulu dosa nya di neraka, setelah itu ia akan diangkat ke surga... cm ada embel2, yaitu selama ia menerima si brewok... ;D
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline dato' tono

  • Sebelumnya: dhanuttono
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.612
  • Reputasi: 99
  • Gender: Male
  • Namo Buddhaya...
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #66 on: 27 October 2011, 06:16:36 PM »
(36) Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?   
(37) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.   
(38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.   
(39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Nah, di sini kita bisa lihat bahwa jikapun ada orang Buddhis yang mengembangkan metta sehingga mengasihi sesama persis seperti mengasihi dirinya sendiri (hukum no 2), tetap akan masuk neraka jahanam. Mengapakah? Sebab dia tidak mengindahkan hukum yang pertama.

 [at] om kain :

ada 2 hukum yg berlaku, tp belum berarti bahwa untuk menjalankan hukum kedua syarat nya adalah hukum pertama. karena dinyatakan "hukum yang kedua, yang sama dengan itu" berarti hukum ini dapat berdiri sendiri, karena toh hukum pertama mempunyai nilai yg sama dengan hukum kedua...

Perihal dato sesat, yah sudah pasti sesat. Contohnya selalu bilang "Gusti Brewok", memangnya dato yakin yang bersangkutan tidak pernah cukur jenggot? Di mana-mana yang 'meninggalkan kehidupan rumah-tangga', tidak memiliki uang atau harta, menerima makanan dari umat yang berkeyakinan, biasanya mencukur kepala dan janggutnya tuh. ;D

masalah brewok, tu cm lelucon, karena emang klo di DC kita tulis yesus bakal di sensor, yg kedua, jika dato' tulis tentang yesus yg kurang enak didengar oleh para fans nya, dato ga bs disalahkan, kan dato' tulis si brewok, bukan si yesus bukan ? ;D

masalah si brewok kaga pernah cukur kumis/jenggot, wah... dato' ga tau persis, dato' cm melihat dr foto figur nya aja... bahkan baru2 ini ada orang korea yg dibawa jalan2 ke surga dan neraka trus ia melukiskan gusti pujaan nya dengan brewok jg... jd bs menyimpulkan sendiri, apakah emang brewok ato uda dicukur... ;D
Sesuai benih yang ditabur, demikian lah buah yang di tuai, penanam kebajikan akan memperoleh kebahagiaan.

Offline DeNova

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.068
  • Reputasi: 106
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #67 on: 27 October 2011, 10:51:33 PM »
hehehe... trims atas masukannya untuk bro Kainyn_Kutho, tapi dari beberapa postingan diatas saya ingin "meluruskan" beberapa terjemahan yang menurut saya "kurang tepat":
1. "Matius 22 (36) Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?   
(37) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.   
(38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.   
(39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Nah, di sini kita bisa lihat bahwa jikapun ada orang Buddhis yang mengembangkan metta sehingga mengasihi sesama persis seperti mengasihi dirinya sendiri (hukum no 2), tetap akan masuk neraka jahanam. Mengapakah? Sebab dia tidak mengindahkan hukum yang pertama. " => ini menurut saya salah karena berdasarkan yang saya ketahui hukum kedua setara dengan hukum pertama dimana jika engkau mengasihi saudaramu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri (seperti yang kita tahu siapa sih yang tidak mencintai dirinya sendiri  ;D ;D) maka sama dengan jika engkau mengasihi Tuhan Allahmu ( ini menjelaskan iman tanpa perbuatan atau percaya kepada Tuhan tapi selama hidup jahat sama orang lain = BOONG... ;D ;D)
2. " Orang tidak baik + iman =  ???
Di satu sisi ada kasus Santo Dysmas yang tidak baik tapi punya iman = selamat (menurut Injil Lukas).
Tapi di Yakobus 2:26 ditulis: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." Dengan kata lain, Santo Dysmas yang beriman namun tidak berbuat baik selama hidup berarti adalah kosong alias sia-sia = tidak selamat. Ini juga jadi bahan perdebatan. Tapi saya tidak ikutan yang ini. " => untuk menjawab yang ini kita harus menyelidiki saat injil ini ditulis dimana saat itu bangsa Yahudi dijajah oleh Romawi dibawah Julius Caesar, mungkin saja (menurut saya) Santo Dysmas melakukan kejahatan untuk membantu saudara2nya yang miskin, lapar dan tertindas atau jika kita berasumsi apa yang ia lakukan untuk kesenangannya sendiri (egois) dan dia mengaku bersalah dan Y mengatakan "hari ini kau akan bersama denganku di Firdaus" ini bukan berarti dia masuk surga yang setara dengan orang2 yang berbuat baik dan beriman, seperti kita tahu ada di beberapa tingatan dalam surga (menurut temanku yang P saat itu, dan Santo Dysmas berada dalam tingkatan yang paling bawah namun tetap ia akan ditimbang apa yang dia lakukan baik buruknya (menurut saya).
3. "Orang berbuat baik tapi tidak memiliki iman = jika dia selama hidup berbuat baik, wlauapun dia ateispun saya percaya dia akan masuk ke surga paling tidak akan terlahir dengan keadaan yang lebih baik (menurut Buddha untuk konsep tumimbal lahir) terbukti pada kisah Nabi Elisa (Elia saya lupa ;D) yang diutus untuk menyelamatkan seorang janda di Efrat yang diketahui warga kotanya kebanyaka ateis daripada menyelamatkan org Israel yang notabene "umat terjanji" tapi kelakuannya saat itu "gag patut dicontohlah" (gag mencerminkan sebagai bangsa yang baik).
4. Walaupun saya sampai saat ini blom resmi jadi umat Buddha namun saya juga TIDAK PERCAYA manusia yang saat ini jumlah dosanya > jumlah kebaikannya dibawa oleh Y sendiri jalan2 ke Surga.... apalagi org kr****n yang mengaku2 kawin roh padahal = kawin siri trus morotin orang lain dengan nama Y, jika kasih perpuluhan besar masuk surga (berarti surga cuma buat org kaya... kasihan ma yang miskin yah.... ;D ;D) padahal yang diajarkan oleh Y 180 derajat beda banget ma itu....

Trims.... _/\_ _/\_ _/\_
Life is must learning,  trying and never giving up to all problem that come to our life.
If life give you one hundred reason to beat you down then find one thousand reason to revive again and again.

Offline Rico Tsiau

  • Kebetulan terjoin ke DC
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.976
  • Reputasi: 117
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #68 on: 28 October 2011, 08:46:49 AM »
[at] bro kai
[at] bro dato'
[at] sis Nova

terima kasih karena

Spoiler: ShowHide
telah bikin saya makin pusing.

Offline ryu

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 13.407
  • Reputasi: 429
  • Gender: Male
  • hampir mencapai penggelapan sempurna ;D
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #69 on: 28 October 2011, 09:27:18 AM »
ajaran yesus nih :

19:16 Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."



18:6 "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain =))

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #70 on: 28 October 2011, 09:32:19 AM »
saya juga jadi makin pusing..  ::)
tapi bicara soal kr1sten, hari sabtu nanti saya dan guru sekolah minggu lainnya akan menerima kunjungan dari sekolah minggu kr1sten.  ;D
kabarnya ada sekitar 40 orang anak yang akan berkunjung, bersilaturahmi begitu..
pasti nanya2 juga, kira2 pertanyaan apa yang bakal ditanya ya?  ???

Spoiler: ShowHide
ternyata memang ada sensornya yah untuk kata kr*sten, saya baru membuktikan, tadinya saya pikir cuma becanda ;D
« Last Edit: 28 October 2011, 09:35:00 AM by hemayanti »
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #71 on: 28 October 2011, 09:57:02 AM »
[at] om kain :

om pernah tau tentang pencucian dosa dalam kr****n aliran tertentu ? jd orang yg berbuat jahat, akan di bersihkan dulu dosa nya di neraka, setelah itu ia akan diangkat ke surga... cm ada embel2, yaitu selama ia menerima si brewok... ;D
Wah, kalau dari Pr0testan, saya belom pernah denger tuh. Dato ada referensi atau bisa ceritakan sedikit? Cuma ada yang unik kalau ga salah di Mormonism (LDS), bisa baptis orang mati. Jadi agak mirip 'pelimpahan jasa', dari anak/keturunan menyelamatkan orang tua/nenek moyang.


[at] om kain :

ada 2 hukum yg berlaku, tp belum berarti bahwa untuk menjalankan hukum kedua syarat nya adalah hukum pertama. karena dinyatakan "hukum yang kedua, yang sama dengan itu" berarti hukum ini dapat berdiri sendiri, karena toh hukum pertama mempunyai nilai yg sama dengan hukum kedua...
;D Kalo mau diperhatikan, sebetulnya memang YK itu unik. Bukannya menganjurkan fanatik buta "Tuhan2", YK justru banyak menekankan moralitas. Misalnya di kisah tentang 'unta ke lubang jarum', seseorang bertanya apa saja yang harus dilakukan, Yesus mengatakan harus mengikut 'perintah/commandment', yaitu: membunuh, berzinah, mencuri, berbohong, menghormati ortu (Mat 19:18-19, Luk 18:20). Di Markus ada tambahan 'jangan mengurangi hak orang lain.' Jadi seorang YK mengatakan bahwa moralitas itu saja, tanpa perlu sembah2 apalagi percaya skenario penebusan ini-itu, adalah cukup bagi seseorang untuk mendapat bagian dalam keabadian. Karena itulah sebetulnya kalau ajaran moral dari YK, menurut saya masih banyak bermanfaat. Yang menurut saya kacau itu adalah ajaran2 setelahnya yang ditambah2in, mulai dari Paulus ke belakang.


Quote
masalah brewok, tu cm lelucon, karena emang klo di DC kita tulis yesus bakal di sensor, yg kedua, jika dato' tulis tentang yesus yg kurang enak didengar oleh para fans nya, dato ga bs disalahkan, kan dato' tulis si brewok, bukan si yesus bukan ? ;D

masalah si brewok kaga pernah cukur kumis/jenggot, wah... dato' ga tau persis, dato' cm melihat dr foto figur nya aja... bahkan baru2 ini ada orang korea yg dibawa jalan2 ke surga dan neraka trus ia melukiskan gusti pujaan nya dengan brewok jg... jd bs menyimpulkan sendiri, apakah emang brewok ato uda dicukur... ;D
Sama lah, saya juga mana tau (dan ga mau tau) urusan brewok/tidak. ;D Hanya intermezzo aja sekalian menggambarkan kemiripan cara hidup seorang YK dengan bhikkhu. Karena kadang saya menemukan orang Kr1sten yang sebegitu tololnya mengatakan kehidupan petapa itu bodoh karena tidak menikmati dunia, padahal orang yang dianggap mereka sebagai Tuhan melakukan hal sama. Tapi namanya juga orang tolol, jadi harus dimaklumi.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #72 on: 28 October 2011, 10:32:22 AM »
hehehe... trims atas masukannya untuk bro Kainyn_Kutho, tapi dari beberapa postingan diatas saya ingin "meluruskan" beberapa terjemahan yang menurut saya "kurang tepat":
1. "Matius 22 (36) Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?   
(37) Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.   
(38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.   
(39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Nah, di sini kita bisa lihat bahwa jikapun ada orang Buddhis yang mengembangkan metta sehingga mengasihi sesama persis seperti mengasihi dirinya sendiri (hukum no 2), tetap akan masuk neraka jahanam. Mengapakah? Sebab dia tidak mengindahkan hukum yang pertama. " => ini menurut saya salah karena berdasarkan yang saya ketahui hukum kedua setara dengan hukum pertama dimana jika engkau mengasihi saudaramu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri (seperti yang kita tahu siapa sih yang tidak mencintai dirinya sendiri  ;D ;D) maka sama dengan jika engkau mengasihi Tuhan Allahmu ( ini menjelaskan iman tanpa perbuatan atau percaya kepada Tuhan tapi selama hidup jahat sama orang lain = BOONG... ;D ;D)
Jadi menurut Sis DeNova, kita tinggal mengabaikan hukum yang pertama saja? Pernah coba tanya ini ke orang2 Kr1sten?


Quote
2. " Orang tidak baik + iman =  ???
Di satu sisi ada kasus Santo Dysmas yang tidak baik tapi punya iman = selamat (menurut Injil Lukas).
Tapi di Yakobus 2:26 ditulis: "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." Dengan kata lain, Santo Dysmas yang beriman namun tidak berbuat baik selama hidup berarti adalah kosong alias sia-sia = tidak selamat. Ini juga jadi bahan perdebatan. Tapi saya tidak ikutan yang ini. " => untuk menjawab yang ini kita harus menyelidiki saat injil ini ditulis dimana saat itu bangsa Yahudi dijajah oleh Romawi dibawah Julius Caesar, mungkin saja (menurut saya) Santo Dysmas melakukan kejahatan untuk membantu saudara2nya yang miskin, lapar dan tertindas atau jika kita berasumsi apa yang ia lakukan untuk kesenangannya sendiri (egois) dan dia mengaku bersalah dan Y mengatakan "hari ini kau akan bersama denganku di Firdaus" ini bukan berarti dia masuk surga yang setara dengan orang2 yang berbuat baik dan beriman, seperti kita tahu ada di beberapa tingatan dalam surga (menurut temanku yang P saat itu, dan Santo Dysmas berada dalam tingkatan yang paling bawah namun tetap ia akan ditimbang apa yang dia lakukan baik buruknya (menurut saya).
Kalau spekulasi mengenai kehidupan sang Dysmas, menurut saya terlalu jauh. Intinya di sini adalah orang berbuat jahat tapi kemudian beriman, maka diselamatkan. Buat saya ini ga masalah, seperti saya bilang sebelumnya, bahkan memberikan harapan bagi orang untuk bertobat. Tapi saya kurang bisa paham kalau orang bertobat di akhir bisa diselamatkan, mengapa orang yang berbuat baik selama hidup tapi tidak beriman, tetap digoreng di neraka hanya karena mereka mewarisi dosa turunan? Atau mungkin neraka juga ada tingkatnya jadi yang tidak beriman tapi berbuat baik ada di permukaan neraka, apinya hangat2 saja, gitu? ;D


Quote
3. "Orang berbuat baik tapi tidak memiliki iman = jika dia selama hidup berbuat baik, wlauapun dia ateispun saya percaya dia akan masuk ke surga paling tidak akan terlahir dengan keadaan yang lebih baik (menurut Buddha untuk konsep tumimbal lahir) terbukti pada kisah Nabi Elisa (Elia saya lupa ;D) yang diutus untuk menyelamatkan seorang janda di Efrat yang diketahui warga kotanya kebanyaka ateis daripada menyelamatkan org Israel yang notabene "umat terjanji" tapi kelakuannya saat itu "gag patut dicontohlah" (gag mencerminkan sebagai bangsa yang baik).
Ya, seperti saya bilang juga, saya pernah dengar pastor (Kathol1ik, tentu saja), yang mengatakan orang baik pun memang akan diselamatkan. (Agak aneh mengingat Kathol1k itu menekankan sola fide, sola gracia, sola scriptura.) Tapi kalau Pr0testan pada umumnya, tidak memiliki doktrin demikian, maka mereka getol mengajak orang bertobat ketimbang berbuat baik. 


Quote
4. Walaupun saya sampai saat ini blom resmi jadi umat Buddha namun saya juga TIDAK PERCAYA manusia yang saat ini jumlah dosanya > jumlah kebaikannya dibawa oleh Y sendiri jalan2 ke Surga.... apalagi org kr****n yang mengaku2 kawin roh padahal = kawin siri trus morotin orang lain dengan nama Y, jika kasih perpuluhan besar masuk surga (berarti surga cuma buat org kaya... kasihan ma yang miskin yah.... ;D ;D) padahal yang diajarkan oleh Y 180 derajat beda banget ma itu....

Trims.... _/\_ _/\_ _/\_
Perpuluhan ini bukan masalah jumlahnya, tapi persentase. Kalau penghasilan 1jt per bulan, yah setoran 100rb. Kalau sebulan 1M, berarti setorannya 100jt. Jadi kaya/miskin sama saja peluangnya, asal rela memberi 10% dari penghasilan.
Lalu kalau soal jumlah dosa banding kebaikan juga saya rasa tidak bisa diukur. Namun terlepas dari itu, saya juga tidak percaya. Jika saya diberikan kekuasaan mahakuasa dan ingin buat semua orang bertobat, akan saya berikan pengalaman jalan2 ke neraka secara massal pada semua orang yang belum tobat agar seketika kembali langsung bertobat. Itu baru efektif. Buat apa kasih pengalaman ke orang yang sudah percaya?


Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.850
  • Reputasi: 268
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #73 on: 28 October 2011, 10:39:10 AM »
[at] bro kai
[at] bro dato'
[at] sis Nova

terima kasih karena

Spoiler: ShowHide
telah bikin saya makin pusing.


saya juga jadi makin pusing..  ::)
tapi bicara soal kr1sten, hari sabtu nanti saya dan guru sekolah minggu lainnya akan menerima kunjungan dari sekolah minggu kr1sten.  ;D
kabarnya ada sekitar 40 orang anak yang akan berkunjung, bersilaturahmi begitu..
pasti nanya2 juga, kira2 pertanyaan apa yang bakal ditanya ya?  ???

Spoiler: ShowHide
ternyata memang ada sensornya yah untuk kata kr*sten, saya baru membuktikan, tadinya saya pikir cuma becanda ;D


Sejak saya 'sadar spiritualitas', sekitar 14 tahun saya aktif mencari dan berputar-putar dalam hal seperti ini, bahkan tanpa pegangan apapun (karena belum kenal Buddhisme). Karena sebagai manusia kita harus berbagi, maka saya bagikan sedikit kebingungan saya pada kalian. ;D  >:D


Offline DeNova

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.068
  • Reputasi: 106
  • Gender: Female
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Pandangan Nasrani pada Buddhisme
« Reply #74 on: 28 October 2011, 12:59:12 PM »
to Bro Kainyn_Kutho: trims atas masukannya, saya ingin menanggapi pertanyaan bro Kainyn_Kutho atas pernyataan saya :
1. "Jadi menurut Sis DeNova, kita tinggal mengabaikan hukum yang pertama saja? Pernah coba tanya ini ke orang2 Kr1sten?"=> maksud nya bukan "mengabaikan" hukum yang pertama tapi menginterpretasikan hukum pertama kedalam perbuatan yang riil, kan tidak mungkin kita mencintai Tuhan yang tidak pernah kita lihat tapi melalui mencintai sesama kita - mencintai Tuhan.... ;D ;D ;D (coba deh baca Mat 25: 34-40) ;)
2.
Quote
Kalau spekulasi mengenai kehidupan sang Dysmas, menurut saya terlalu jauh. Intinya di sini adalah orang berbuat jahat tapi kemudian beriman, maka diselamatkan. Buat saya ini ga masalah, seperti saya bilang sebelumnya, bahkan memberikan harapan bagi orang untuk bertobat. Tapi saya kurang bisa paham kalau orang bertobat di akhir bisa diselamatkan, mengapa orang yang berbuat baik selama hidup tapi tidak beriman, tetap digoreng di neraka hanya karena mereka mewarisi dosa turunan? Atau mungkin neraka juga ada tingkatnya jadi yang tidak beriman tapi berbuat baik ada di permukaan neraka, apinya hangat2 saja, gitu? 
=>  :) maaf sepertinya selama mendalami agama Kr*****ni saya tidak pernah dengar ada orang yang selama hidup tidak beriman namun berbuat baik tetap digoreng di neraka karena mewarisi dosa turunan, (setahu saya dosa turunan jika yang dimaksud adalah dosa turunan Adam dan Hawa bukankah sudah dijelaskan di Kitab suci bahwa YK telah menebusnya di kayu salib???) ( maaf jika saya salah tapi tolong beri saya referensi untuk pernyataan diatas.... ;D ;D ;D)
3. "pastor (Kathol1ik, tentu saja), yang mengatakan orang baik pun memang akan diselamatkan. (Agak aneh mengingat Kathol1k itu menekankan sola fide, sola gracia, sola scriptura.) Tapi kalau Pr0testan pada umumnya, tidak memiliki doktrin demikian, maka mereka getol mengajak orang bertobat ketimbang berbuat baik. "=> ini saya setuju memang di agama K P tidak ditekankan berbuat baik namun cukup percaya YK masuk surga =  :)) :)) :)) lucu banget dan gag adil donk bagi yang berbuat baik seumur hidup padahal YK sendiri tak pernah mengajarkan org yang tidak ikut dengannya pasti masuk neraka ( bisa dilihat di Lukas 9:49-50 " Sebab barangsiapa yang tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu" jadi asumsi saya jika org KP mencela atau menjelek2kan saudaranya yang beragama lain = mereka tidak mengerti dan memahami bagaimana nasihat YK tenteng hal ini) ;D ;D
4. "Perpuluhan ini bukan masalah jumlahnya, tapi persentase. Kalau penghasilan 1jt per bulan, yah setoran 100rb. Kalau sebulan 1M, berarti setorannya 100jt. Jadi kaya/miskin sama saja peluangnya, asal rela memberi 10% dari penghasilan." => ini bisa diterakan jika umat mampu dalam hal ekonomi namun jika tidak bagaimanakah nasibnya??? Setahu saya yang menerapkan hal ini adalah manusianya sendiri bukan T**** apalagi YK dimana tertulis di Markus 12: 41-44 (apakah janda yang memberi 2 peser akan masuk neraka dan org2 kaya itu masuk surga, Tidak.... akan lebih sulit untuk seorang kaya masuk ke kerajaan surga daripada seekor unta masuk ke lubang jarum.... ;D ;D ;D....
5. "Jika saya diberikan kekuasaan mahakuasa dan ingin buat semua orang bertobat, akan saya berikan pengalaman jalan2 ke neraka secara massal pada semua orang yang belum tobat agar seketika kembali langsung bertobat. Itu baru efektif. Buat apa kasih pengalaman ke orang yang sudah percaya?" namun pada dasarnya manusia sekarang lebih memakai logika daripada iman sehingga sekalipun mungkin ada orng yang mati suri dan menceritakan betapa mengerikannya neraka tetap saja pasti ada yang akan menganggapnya NONSENSE karena Kita kan tidak dapat membuat setiap orang menuruti apa yag kita katakan, sehingga cara yang efektif menurut saya terletak pada keinginan manusia tersebut untuk berubah menjadi lebih baik dan menentukan kapan ia akan menyadari bahwa kehidupan di dunia tidak akan lepas dari tua, sakit dan mati..... :| :| :|

Trims..... _/\_ _/\_ _/\_

Life is must learning,  trying and never giving up to all problem that come to our life.
If life give you one hundred reason to beat you down then find one thousand reason to revive again and again.

 

anything