//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Punya tubuh sungguh menderita  (Read 4003 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Jhohsun

  • Teman
  • **
  • Posts: 51
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua makhluk berbahagia,
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #15 on: 22 September 2011, 11:23:50 AM »
semoga pada kehidupan mendatang, aku tidak punya tubuh kasar.
CMIIW&FMIIW

Offline kuswanto

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 399
  • Reputasi: 16
  • kematian bisa saja menghampiriku hari ini..
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #16 on: 22 September 2011, 12:10:34 PM »
"Punya" tubuh sungguh menderita

Ya jgn di anggep milik sendiri tubuh nya..
Beres deh (っˆヮˆ)っ нё헤нё헤нё헤нё헤 ټ•°˚°•..

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #17 on: 22 September 2011, 01:30:27 PM »
Bukankah semua tubuh akan lapuk, tidak peduli tubuh jenis apapun itu.
Kalau kelapukan ini dianggap sumber penderitaan, yah selamanya akan menderita. Sebab salah mengenali dimana sumber penderitaan itu.

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.401
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #18 on: 22 September 2011, 07:15:30 PM »
"Punya" tubuh sungguh menderita

Ya jgn di anggep milik sendiri tubuh nya..
Beres deh (っˆヮˆ)っ нё헤нё헤нё헤нё헤 ټ•°˚°•..

sadhu
There is no place like 127.0.0.1

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #19 on: 23 September 2011, 07:55:50 AM »
Kalo gw dikremasi gak bakal ada belatung.

Itu bila Anda ada yang membantu untuk meng kremasi Anda,... Bila tidak apakah pernyataan saya salah?

Udah getol meditasi, getol bikin kamma baik, ujung ujungnya masuk surga yang dipercaya, abis itu di surga terlalu senang, atau waktu kamma baik abis terjerumus ke alam rendah, lupa lagi, lahir lagi masuk ajaran sesat memfitnah Dhamma. Jangan kan mediatsi sampe jhana 1 sampe 4, mengendalikan diri dan emosi yang bisa dilakukan oleh orang non Buddhis aja udah susah.
Kasian amat , buat apa belajar dan membanggakan Dhamma ? Sebab hasilnya yah sama sama aja dengan yang laen.

Tidak ada yang membanggakan dhamma, dhamma di utarakan karena benar apa adanya.
Kepercayaan atau agama lain juga sebenarnya ada yang mengandung dhamma, karena dhamma bukan milik buddhis.
Ajaran buddha melampaui suatu kepercayaan atau pun agama, karena ajaran buddha adalah ajaran universal dan tidak dapat di kotak kotak kan atau pun digolong golongkan menjadi suatu milik pribadi atau pun suatu milik kelompok.
Bila kamma baik berbuah maka kamma buruk pun dapat berbuah, ini semua tergantung situasi dan kondisi yang ada.

Apa indahnya tubuh ini sehingga manusia menganggap ini diri ku?
Lihat lah saat seseorang menjadi tua tak berdaya dan tua.
Lihat lah saat seseorang menjadi sakit tak berdaya dan menderita.
Lihat lah saat seseorang meninggal sangat menjijikkan karena habis dimakan belatung dan tinggal tulang belulang.
Bila ini adalah akhir dari kehidupan seorang manusia mengapa Ia menganggap ini diriku, ini aku, dan aku yang sakit, aku yang terluka.
Manusia lahir tumbuh dewasa tua dan mati.
Kehidupan manusia hanya seperti ini. Entah Anda seorang raja, atau pun rakyat jelata.
Yang berbeda hanyalah kisah hidup Anda.

Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #20 on: 23 September 2011, 08:04:45 AM »
Quote
Vijaya Sutta

Jika orang berjalan atau berdiri,
Duduk atau berbaring,
Menekuk atau merentangkan badan,
Itu hanya gerak dari jasmani.

Badan terdiri dari tulang-tulang dan otot-otot,
Terlapis oleh daging dan kulit jangat,
Terbungkus oleh kulit ari,
Ia yang tak bijaksana tidak melihat dengan sebenarnya.

Badan terisi oleh usus, lambung,
Hati, kandung kemih,
Jantung, paru-paru,
Ginjal, limpa kecil;

Terisi oleh ingus, air liur,
peluh, lemak, darah, pelumas sendi,
Empedu dan lemak cair.

Lewat sembilan lubang badan
Kotoran mengalir setiap saat;
Kotoran mata lewat celah mata,
Kotoran telinga lewat celah telinga.

Ingus mengalir dari hidung,
Kadang kala termuntah dari mulut.
Empedu dan dahak termuntah.
Peluh dan nanah mengalir dari tubuh.

Juga, organ kepala yang berongga
Terpenuhi oleh otak.
Orang dungu karena ketidaktahuannya
Menganggap jasmani ini adalah indah

Manakala badan ini terbaring mati
Menggembung, membiru
Diletakkan di pekuburan,
Di kala itu, keluarga pun tak menghendakinya.

Mayat itu dicabik-cabik oleh elang,
Serigala, anjing hutan, ulat-ulat,
Gagak, dan burung nasar.
Binatang lain pun turut memakannya.

Setelah mendengarkan sabda Sang Buddha,
Di Ajaran ini, siswa yang berkebijaksanaan luas bak samudra
Memahami dengan jelas tubuh ini,
Oleh karena melihat sebagaimana adanya.

Sebagaimana tubuh ini, demikian mayat itu.
Sebagaimana mayat itu, demikian tubuh ini.
Baik bagian dalam maupun luarnya.
Hendaknya memusnahkan kesenangan terhadap tubuh.

Setelah terbebas dari nafsu,
Di Ajaran ini, siswa yang berkebijaksanaan luas bak samudra
Mencapai Nibbana nan tiada kematian,
Damai dan bebas dari kematian.

Jasmani berkaki dua yang kotor
Dan berbau busuk ini disandang manusia,
Penuh dengan berbagai macam kotoran
Yang keluar dari sana sini.

Dengan berbadan seperti ini,
Orang menganggap tinggi dirinya
Atau memandang rendah orang lain.
Sebabnya tiada lain kecuali ketidak-tahuan.
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline Veno

  • Teman
  • **
  • Posts: 58
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Amithofo bless Us
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #21 on: 23 September 2011, 10:34:44 AM »

sepertinya tidak pas kata sakit dijadikan sebagai 'personal' menjadi guru agung kita (seperti yang dibold)

BTT

tp kn itu da sifat manusia, istilahnya " gk menderita gk tau mampus..." hehe...