//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Punya tubuh sungguh menderita  (Read 4002 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Punya tubuh sungguh menderita
« on: 20 September 2011, 09:34:50 PM »
Hanya sedikit curhat,...

Saya berpikir dan merenung tubuh fisik ini sungguh membawa derita.

Saya seorang manusia biasa yg beraktivitas normal bangun pagi jam 7 WIB dan tubuh ini sudah merengek ingin minta ke WC untuk main air besar ( kegiatan rutin saya ) dan kebenaran saya sedang panas dalam jadi acara main air besarnya agak sedikit lama. Dan saya punya lubang dasar sangat terasa perih dan panas, dan ini membawa saya pada penderitaan. Selesai main air saya biasanya mulai berpikir untuk mencari sarapan pagi ( Abis di buang di isi lagi ) belum juga lubang dasar saya adem perut ini sudah kriuk kriuk seakan cacing diparut saya pada demo. Dan sekali lagi saya berpikir tubuh ini membawa derita. Selesai saya sarapan perut saya terasa perih kembali karena saya kebanyakan makan sambal ( karena saya suka pedas ) dan ini membuat saya menderita kembali,... Karena saya harus main air besar kembali dan bolos kerja karena saya kena diare karena terhitung dari pagi sampai sore sudah main Air besar 7 x dan ini membuat saya menderita karena saya makin banyak beban,....

Hidup penuh penderitaan tubuh ini adalah sumber penderitaan sungguh indah Ia yang terlepas dari penderitaan ini sungguh damai Ia yang sudah sampai ke nibbana,....

Semoga semua mahluk berbahagia.
 _/\_
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #1 on: 20 September 2011, 09:43:40 PM »
"main air besar" ini dialek daerah mana ya?

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #2 on: 20 September 2011, 09:47:21 PM »
Main air besar hanya kata plesetan dari kata buang air besar hehehe :)
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline Jhohsun

  • Teman
  • **
  • Posts: 51
  • Reputasi: 0
  • Semoga semua makhluk berbahagia,
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #3 on: 20 September 2011, 10:48:50 PM »
singkatnya, MELEKAT pada Pancakhandha (batin & jasmani) adalah DUKKHA"
<Buddha, Maha-Satipatthana Sutta>
"MELEPASKAN apa yang BUKAN MILIK KITA akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan sejati.
Apa yang bukan milik kita? Jasmani ini, Perasaan ini, Persepsi ini, Bentuk-bentuk batin atau pikiran ini, & Kesadaran ini."
<Buddha, Alagaddupama Sutta>
"Apakah BEBAN yang terberat?
Jasmani ini, Perasaan ini, Persepsi ini, Bentuk-bentuk batin atau pikiran ini, dan Kesadaran ini."
<Buddha>
CMIIW&FMIIW

Offline Veno

  • Teman
  • **
  • Posts: 58
  • Reputasi: 1
  • Gender: Male
  • Amithofo bless Us
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #4 on: 21 September 2011, 01:49:25 AM »
Hanya sedikit curhat,...

Saya berpikir dan merenung tubuh fisik ini sungguh membawa derita.

Saya seorang manusia biasa yg beraktivitas normal bangun pagi jam 7 WIB dan tubuh ini sudah merengek ingin minta ke WC untuk main air besar ( kegiatan rutin saya ) dan kebenaran saya sedang panas dalam jadi acara main air besarnya agak sedikit lama. Dan saya punya lubang dasar sangat terasa perih dan panas, dan ini membawa saya pada penderitaan. Selesai main air saya biasanya mulai berpikir untuk mencari sarapan pagi ( Abis di buang di isi lagi ) belum juga lubang dasar saya adem perut ini sudah kriuk kriuk seakan cacing diparut saya pada demo. Dan sekali lagi saya berpikir tubuh ini membawa derita. Selesai saya sarapan perut saya terasa perih kembali karena saya kebanyakan makan sambal ( karena saya suka pedas ) dan ini membuat saya menderita kembali,... Karena saya harus main air besar kembali dan bolos kerja karena saya kena diare karena terhitung dari pagi sampai sore sudah main Air besar 7 x dan ini membuat saya menderita karena saya makin banyak beban,....

Hidup penuh penderitaan tubuh ini adalah sumber penderitaan sungguh indah Ia yang terlepas dari penderitaan ini sungguh damai Ia yang sudah sampai ke nibbana,....

Semoga semua mahluk berbahagia.
 _/\_


seharusnya kita harus bahagia bahwa sakit itu adalah guru agung kita,
dan sakit itu menyadarkan kita akan kita yg tidak kekal,

jd tidak heran kalau kita sebagai manusia memiliki rasa sakit,
jd d kala kita skt jgn menyalah kan skit itu,

ttp belajar lha dr sakit itu, maka kita akan dapat memahaminya dengan baik dn dpt mengatasinya dengan mudah

dikutip dr buku yg d tulis    Ajahn Brahm...
 ;D ;D ;D klo ada yg melenceng...  ;D ;D ;D

Offline adi lim

  • Sebelumnya: adiharto
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.993
  • Reputasi: 108
  • Gender: Male
  • Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #5 on: 21 September 2011, 05:43:02 AM »

seharusnya kita harus bahagia bahwa sakit itu adalah guru agung kita, dan sakit itu menyadarkan kita akan kita yg tidak kekal,

jd tidak heran kalau kita sebagai manusia memiliki rasa sakit,
jd d kala kita skt jgn menyalah kan skit itu,

ttp belajar lha dr sakit itu, maka kita akan dapat memahaminya dengan baik dn dpt mengatasinya dengan mudah

dikutip dr buku yg d tulis    Ajahn Brahm...
 ;D ;D ;D klo ada yg melenceng...  ;D ;D ;D



sepertinya tidak pas kata sakit dijadikan sebagai 'personal' menjadi guru agung kita (seperti yang dibold)

BTT
Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH.

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #6 on: 21 September 2011, 10:23:04 AM »
Hanya sedikit curhat,...

Saya berpikir dan merenung tubuh fisik ini sungguh membawa derita.

Saya seorang manusia biasa yg beraktivitas normal bangun pagi jam 7 WIB dan tubuh ini sudah merengek ingin minta ke WC untuk main air besar ( kegiatan rutin saya ) dan kebenaran saya sedang panas dalam jadi acara main air besarnya agak sedikit lama. Dan saya punya lubang dasar sangat terasa perih dan panas, dan ini membawa saya pada penderitaan. Selesai main air saya biasanya mulai berpikir untuk mencari sarapan pagi ( Abis di buang di isi lagi ) belum juga lubang dasar saya adem perut ini sudah kriuk kriuk seakan cacing diparut saya pada demo. Dan sekali lagi saya berpikir tubuh ini membawa derita. Selesai saya sarapan perut saya terasa perih kembali karena saya kebanyakan makan sambal ( karena saya suka pedas ) dan ini membuat saya menderita kembali,... Karena saya harus main air besar kembali dan bolos kerja karena saya kena diare karena terhitung dari pagi sampai sore sudah main Air besar 7 x dan ini membuat saya menderita karena saya makin banyak beban,....

Hidup penuh penderitaan tubuh ini adalah sumber penderitaan sungguh indah Ia yang terlepas dari penderitaan ini sungguh damai Ia yang sudah sampai ke nibbana,....

Semoga semua mahluk berbahagia.
 _/\_

itu kalau makhluk yang punya tubuh "kasar"... kalau para dewa dan brahma gimana ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Mr.Jhonz

  • Sebelumnya: Chikennn
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.164
  • Reputasi: 148
  • Gender: Male
  • simple life
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #7 on: 21 September 2011, 12:05:14 PM »
diare,lubang anus sakit saat BAB = banyak makan cabe = keserakahan

Jangan sadar yg tinggi2 dulu dhe,sadar aja bahwa kita ini masih diliputi keserakahan,kebencian,dan kegelapan batin..
buddha; "berjuanglah dengan tekun dan perhatian murni"

Offline johan3000

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 11.554
  • Reputasi: 219
  • Gender: Male
  • Crispy Lotus Root
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #8 on: 21 September 2011, 12:27:35 PM »
menurut sang guru sih... KEBODOHAN mendatangkan penderitaan...


udah tau perutnya gak kuat makan cabe, ehhh malah masukin terus...
lagi pula cabe kan gak murah...

obatnya adalah BERSYUKUR... bisa BAB tiap pagi, ada malah org lain yg susah BAB,,,,

kalau lapar makan, tinja mau keluar ya ke WC.... jangan terlalu banyak dipikirin brooo...

sebaiknya sewaktu BAB bisa aktivitas lain dehhh spt baca buku, browsing atau makan pisang...
  nahhh kan masih banyak ide kreatif yg bisa dicoba,,,,

banyak org bahagia aja, tanpa makan cabe koqqq....
bisa ceritakan kenapa cabe nikmat dimakan bro ?
Nagasena : salah satu dari delapan penyebab matangnya kebijaksanaan dgn seringnya bertanya

Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.401
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #9 on: 21 September 2011, 01:38:00 PM »
lanjutkan gan ke dkk yg sebutkan si bro johsun :)
There is no place like 127.0.0.1

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #10 on: 21 September 2011, 03:24:58 PM »
kalau saya kok merasa sudah bahagia ya,
untung saja pagi bisa bab
kemudian pas lapar ada makanan yang bisa dimakan
sakit perut berarti tandanya kebanyakan cabenya, musti dikurangi
apa yang salah dari semua itu ?
Apakah kebahagiaan bisa dicapai dengan mengangankan Nibanna yang hanya sebuah kepercayaan dan kondisi saat ini bukan nibanna sehingga sangat tidak menyenangkan, kalau mikirnya begini terus , kapan bahagianya ?

Offline Alucard Lloyd

  • Sebelumnya: a.k.agus
  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 529
  • Reputasi: 13
  • Gender: Male
  • buddho
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #11 on: 22 September 2011, 12:33:56 AM »
Tubuh ini penuh dengan bangkai makanya saat tubuh ini mati penuh dengan belatung,...

Kalau alam Brahma saya tidak tau akan masalahnya sebab saya tidak ingat dan tidak merasa pernah pergi dialam sana dikehidupaan lalu, mungkin nanti kalau saya beruntung masuk alam Brahma setelah saya membusuk baru tau apa penderitaan dialam Brahma. ;D

Manusia terikat akan kamma nya maka Ia terus berputar di roda samsara.
Manusia hidup karena kehendaknya maka Ia ter paku oleh kamma nya.
Kamma kamma kamma hukum yang mutlak di semesta ini.
Sadar akan saat ini maka nibbana ada di ujung hidung mu, dan kamma akan jauh di belakang mu.
 _/\_

Siapa yg melihat dahmma Ia melihat buddha.
Agama ku tidak bernama
Karena guru ku telah parinibbana
Yang tertinggal hanyalah dahmma
Agar aku dapat mencapai nibbana

Offline hemayanti

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.477
  • Reputasi: 186
  • Gender: Female
  • Appamadena Sampadetha
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #12 on: 22 September 2011, 10:26:15 AM »
ketika pernyataan "Punya tubuh sungguh menderita" itu dijadikan sebagai suatu perenungan sehingga mengurangi ketidak melekatan akan tubuh ini dan menumbuhkan semangat untuk berjuang lebih keras agar tidak terlahir lagi, menurut saya itu adalah suatu hal yang baik dan tidak semua orang bisa melakukannya.  :)
tetapi ketika pernyataan itu menjadikan kita semakin menderita dan menolak keberadaan tubuh ini, maka itu sebaiknya dihindari.  :)
"Sekarang, para bhikkhu, Aku mengatakan ini sebagai nasihat terakhir-Ku: kehancuran adalah sifat dari segala sesuatu yang terbentuk. Oleh karena itu, berjuanglah dengan penuh kesadaran."

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #13 on: 22 September 2011, 11:15:13 AM »
Apa yang perlu dihindari dan apa yang perlu diterima , sesungguhnya ?
Karena segalanya memang demikian.

Offline lucky

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 230
  • Reputasi: -7
Re: Punya tubuh sungguh menderita
« Reply #14 on: 22 September 2011, 11:20:04 AM »
Tubuh ini penuh dengan bangkai makanya saat tubuh ini mati penuh dengan belatung,...

Kalau alam Brahma saya tidak tau akan masalahnya sebab saya tidak ingat dan tidak merasa pernah pergi dialam sana dikehidupaan lalu, mungkin nanti kalau saya beruntung masuk alam Brahma setelah saya membusuk baru tau apa penderitaan dialam Brahma. ;D



Kalo gw dikremasi gak bakal ada belatung.

Udah getol meditasi, getol bikin kamma baik, ujung ujungnya masuk surga yang dipercaya, abis itu di surga terlalu senang, atau waktu kamma baik abis terjerumus ke alam rendah, lupa lagi, lahir lagi masuk ajaran sesat memfitnah Dhamma. Jangan kan mediatsi sampe jhana 1 sampe 4, mengendalikan diri dan emosi yang bisa dilakukan oleh orang non Buddhis aja udah susah.

Kasian amat , buat apa belajar dan membanggakan Dhamma ? Sebab hasilnya yah sama sama aja dengan yang laen.