Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Pertanyaan Tentang Alergi  (Read 7476 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline namarupa

  • Teman
  • **
  • Posts: 52
  • Reputasi: 2
  • Gender: Male
  • Lanjutkan!
Pertanyaan Tentang Alergi
« on: 24 January 2012, 02:04:16 PM »
Apakah member forum ini mengetahui pakar tentang kulit yang bagus ? Saya berencana utk mengecek penyebab alergi.
Tetap Semangat!

Offline Yumi

  • Sebelumnya snailLcy
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.353
  • Reputasi: 123
  • Gender: Female
  • Good morning, Sunshine..
Re: Pertanyaan Tentang Alergi
« Reply #1 on: 24 January 2012, 03:10:30 PM »
co-pas dari: Artikel Kesehatan

Alergi atau hipersensitivitas tipe I adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dikatakan orang yang bersangkutan bersifat atopik. Dengan kata lain, tubuh manusia berkasi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopik. Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen. Alergi disebabkan oleh produksi antibodi berjenis IgE.

Pencegahan

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi:
- Jagalah kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Hal ini termasuk tidak menumpuk banyak barang di dalam rumah ataupun kamar tidur yang dapat menjadi sarang bertumpuknya debu sebagai rangsangan timbulnya reaksi alergi. Usahakan jangan memelihara binatang di dalam rumah ataupun meletakkan kandang hewan peliharaan di sekitar rumah anda.
- Kebersihan diri juga harus diperhatikan, untuk menghindari tertumpuknya daki yang dapat pula menjadi sumber rangsangan terjadinya reaksi alergi. Untuk mandi, haruslah menggunakan air hangat seumur hidup, dan usahakan mandi sore sebelum PK.17.00. Sabun dan shampoo yang digunakan sebaiknya adalah sabun dan shampoo untuk bayi. Dilarang menggunakan cat rambut.
- Jangan menggunakan pewangi ruangan ataupun parfum, obat-obat anti nyamuk. Jika di rumah anda terdapat banyak nyamuk, gunakanlah raket anti nyamuk.
- Gunakan kasur atau bantal dari bahan busa, bukan kapuk.
- Gunakan sprei dari bahan katun dan cucilah minimal seminggu sekali dengan air hangat akan efektif.
- Hindari menggunakan pakaian dari bahan wool, gunakanlah pakaian dari bahan katun.
- Pendingin udara (AC) dapat digunakan, tetapi tidak boleh terlalu dingin dan tidak boleh lebih dari PK.24.00.
- Awasi setiap makanan atau minuman maupun obat-obatan yang menimbulkan reaksi alergi. Hindarilah bahan makanan, minuman, maupun obat-obatan tersebut. Anda harus mematuhi aturan diet alergi anda.
- Temui ahli. Konsultasikan dengan spesialis. Alergi yang muncul membutuhkan perawatan yang berbeda-beda pada masing-masing penderita alergi. Mintalah dokter anda untuk melakukan imunoterapi untuk menurunkan kepekaan anda terhadap bahan-bahan pemicu reaksi alergi, misalnya: dengan melakukan suntikan menggunakan ekstrak debu rumah atau dengan melakukan imunisasi Baccillus Calmette Guirine (BCG) minimal sebanyak 3 kali (1 kali sebulan) berturut-turut, dan diulang setiap 6 bulan sekali.


Terdapat beberapa jenis uji alergi yang perlu Anda ketahui.

Skin prick test
Uji ini bekerja dengan mendeteksi IgE spesifik pada sel kulit. Uji ini biasa dilakukan jika alergen yang dicurigai berasal dari inhalan (alergen yang dihirup) atau alergi makanan. Sebelum melaksanakan uji ini, obat antihistamin harus dihentikan.

Uji ini dilakukan di bagian dalam lengan bawah. Jika area tersebut terkena eksim, maka uji dapat pula dilakukan di punggung. Dalam uji ini, terdapat beberapa alergen yang diteteskan pada kulit. Kemudian, kulit ditusuk sedikit dengan ujung jarum yang sangat kecil dengan tujuan memasukkan sedikit alergen ke bagian bawah kulit.

Jika uji ini positif, maka kulit menjadi gatal dan timbul bentol kemerahan. Diameter terbesar akan tercapai sekitar 15 menit dan akan menghilang dalam waktu 1 jam. Diameternya bervariasi antara 3-5 mm. Namun ukuran bentol tersebut tidak mencerminkan berat ringannya alergi yang ditimbulkan oleh alergen tersebut. Hasil uji positif menunjukkan bahwa terdapat antibodi terhadap alergen tersebut yang dapat menyebabkan gejala alergi.

Uji ini relatif aman karena alergen yang digunakan sangat sedikit. Efek samping yang paling sering terjadi adalah gatal pada lokasi penusukan. Namun jika Anda pernah mengalami alergi berat, maka uji kulit ini tidak dianjurkan karena ditakutkan terjadi reaksi alergi berat berulang.

Skin patch test
Uji ini dilakukan untuk kasus dermatitis kontak (eksim). Alergen yang akan diujikan diletakkan dalam suatu patch dan ditempelkan di kulit, biasanya di punggung. Patch akan dibiarkan menempel selama 48 jam dan selama itu kulit harus dalam keadaan kering. Setelah 48 jam, kulit kemudian diperiksa apakah terdapat kemerahan, pembengkakan, dan rasa gatal. Sebelum melaksanakan uji ini, krim steroid harus dihentikan.

Pemeriksaan darah
Pemeriksaan darah yang mungkin dianjurkan adalah pemeriksaan IgE (antibodi imunoglobulin E) dalam darah. Pemeriksaan ini berguna jika Anda memilikir risiko reaksi alergi berat, jika skin prick test tidak dapat dilakukan akibat eksim yang luas, jika obat antihistamin tidak dapat dihentikan akibat gejala yang berat dan berulang, dan jika alergen yang menjadi sangkaan merupakan alergen yang tidak biasa dan jarang. Pemeriksaan IgE total tidak memiliki nilai diagnostik dalam mendiagnosis atopi (kecenderungan mengalami alergi). Pemeriksaan IgE spesifik biasanya tidak lebih informatif dari uji kulit dan lebih mahal. Oleh karena itu, pemeriksaan ini disarankan jika uji lain tidak dapat dilakukan.


tambahan comment: ShowHide
Ini baru type 1, msh byk lg type yg lain. Saat ini di Indonesia cuma RS. Cipto Mangunkusumo yg bisa melakukan pemeriksaan alergi. Hampir semua rumah sakit besar di Indo akan merujukkan Anda ke sana. Carilah specialist imunolog.
Kelengkapan uji alergi ini bisa dilakukan di semua RS di daerah mana pun, tp kelengkapan yg terbaik ada di Jakarta. Melakukan uji alergi ini membutuhkan kesabaran yg luar biasa, kadang bisa memakan waktu lebih dari 6 bulan.
Para bhikkhu, fajar berwarna kuning keemasan adalah pertanda awal terbitnya matahari.
Demikian pula, kesempurnaan sila adalah awal timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan.
~Silasampada Sutta - Suryapeyyala~

Offline Yumi

  • Sebelumnya snailLcy
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.353
  • Reputasi: 123
  • Gender: Female
  • Good morning, Sunshine..
Re: Pertanyaan Tentang Alergi
« Reply #2 on: 24 January 2012, 03:17:04 PM »
Pengobatan alternatif: Terapi Bio-E-Resonansi

**Alergi (Hypersensitivity) bukan penyakit sederhana**

Orang banyak yang beranggapan alergi bukan penyakit yang berbahaya. Hanya dengan menjauhkan diri mereka dari Alergen (zat-zat yang merangsang alergi timbul), maka alergi tidak timbul. Itu memang ampuh. Tapi hanya untuk sementara. Sebenarnya, selama alergi belum terlalu parah atau hanya alergi terhadap beberapa alergen, alergi tersebut segera harus disembuhkan.

Sebelumnya, mengapa saya membahas tentang penyakit yang satu ini? Karena saya merupakan seorang penderita alergi yang sudah akut.
Awalnya dimulai ketika saya masih SMP. Saya sering bersin-bersin dan meler di pagi hari.
Lama kelamaan hal itu bukan terjadi di pagi hari saja. Namun, di sepanjang hari.
Dan itu terjadi sampai saat ini. Setiap hari saya merasa menderita karena pilek alergi saya (bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung gatal-gatal; tiada henti).
Keadaan makin memarah karena reaksi alergi saya kini bukan hanya pilek saja.
Saya pernah membaca sebuah artikel di Internet, reaksi-reaksi alergi ada banyak macam, seperti: Gatal-gatal pada kulit, kulit memerah, jantung berdebar kencang, sakit kepala, bersin-bersin, hidung tersumbat, hidung gatal-gatal, mata gatal-gatal, mata dan bibir memerah, mata berair, wajah dan bibir membengkak, bibir kering, leher belakang terasa ngilu, sesak, dan batuk.

Percaya atau tidak, saya pernah mengalami semua itu! bahkan pernah bereaksi sekaligus dalam satu waktu dengan kondisi yang sangat parah! pada saat itu, keadaan saya sungguh menyeramkan! kondisi tubuh dan wajah saya seperti penderita penyakit Steven-Johnson Syndrom! Namun, untungnya bisa sembuh sendiri.

Akan tetapi itu belum selesai, memang saya tidak pernah kambuh sekaligus dengan sangat parah seperti itu lagi. Namun, bagaimanapun alergi saya tetap ada dan reaksinya semakin parah.
Dulu hanya berhubungan dengan hidung, namun lambat laun saya sering mengalami reaksi-reaksi lainnya seperti yang telah saya sebutkan. Dan terjadi hingga saat ini, setiap hari.

Saya amat tersiksa dengan keadaan tubuh saya ini. Akhirnya, saya mencari tahu penyebab mengapa bisa timbul alergi dan pengobatannya.

Biasanya penderita alergi itu keturunan (ayah/ibu). Mengapa bisa tambah parah bahkan lebih parah dari ayah/ibu kita? Ini kerena banyak faktor.
Stress adalah faktor yang paling rentan bagi seseorang menderita alergi. Karena ketika stress, daya tahan tubuh (sistem imun tipe 3) menurun sehingga kondisi tidak sehat atau tidak fit maka dalam kondisi seperti inilah, alergi mudah sekali kambuh. Selain itu, radiasi barang-barang elektronik, sering mengkonsumsi junk food, dan polusi udara menjadi faktor-faktor rentan yang dapat membuat daya tahan menurun dan kondisi kesehatan memburuk.

Ada banyak sekali alergen. Kita bisa alergi pada apa saja. Misalnya pada makanan-makanan / minuman-minuman tertentu, debu barang, debu polusi, bulu hewan-hewan tertentu, asap rokok, asap dupa, wewangian, logam-logam terntentu, dan masih banyak lagi.

Lalu, saya sendiri alergi pada apa? banyak sekali! benar-benar banyak! sebelum saya sebutkan saya alergi pada apa saja. Saya akan memberi tahukan bagaimana mengobati alergi (minimal memeperingan gejalanya).

Banyak orang yang salah kaprah dalam usaha mereka untuk mengobati alergi. Misalnya mereka menderita pilek alergi, lalu mereka datang ke dokter THT, itu kurang tepat. Dokter THT biasannya akan memberika resep obat untuk menghentikan alergi. Memang akan sembuh. Tapi, percayalah, itu hanya sementara! Selama kita meminum obat itu, alergi pasti hilang. Tapi ketika obat-obatan tersebut dilepas, pasti akan kambuh lagi. Dan seperti yang kita tahu, tentu berbahaya sekali mengkonsumsi obat-obatan setiap hari.

Satu-satu cara yang tepat adalah datang ke dokter / RS spesialis alergi. Sama seperti penderita kanker. Contonhya penderita kanker kulit. Apakah tepat jika si penderita berobat ke dokter kulit? tentu tidak. Yang benar adalah pasien harus berobat ke dokter spesialis kanker.
Alergi pun begitu. Karena alergi merupakan suatu penyakit khusus. Pastinya perlu penanganan khusus.

Lalu pengobatan seperti apakah bagi penderita alergi? Yaitu dengan cara mengikuti terapi Bio-E-Resonansi. Terapi ini diawali dengan tes alergen untuk mengetahui kita alergi terhadap apa saja.

Disinilah, kesedihan saya bertambah. Setelah di check, saya alergi terhadap banyak substansi!
Yang paling membuat saya shock, saya ternyata juga alergi BERAS, GULA, TERIGU, WORTEL, KEDELAI, SUSU, dan TEH! Kalau begitu, apa yang harus saya makan? Bukankan seumur hidup kita harus makan nasi? Terigu ada pada mie, gula ada pada setiap masakan, bahkan tahu tempe opun tak bisa dimakan karena itu adalah kedelai. Lalu, apa yang saya harus makan? Bagaimana saya harus bertahan hidup sampai tua nanti? itu pertanyaan yang langsung tersirat pertama kali di benak saya ketika mengetahui saya alergi pada substansi-substansi tersebut. Saya sungguh frustasi. :( Ini adalah satu lagi cobaan berat dalam hidup saya. Namun, daripada berfrustasi yang berujung pada tiada gunanya, lebih baik saya mengambil langkah untuk menolong diri saya sendiri keluar dari permasalahan ini. Selalu ingat pepatah ini, "God will help them who help themselves".

Percaya atau tidak, banyak pasien-pasien sebelumnya juga alergi pada beras. Namun sama seperti saya, mereka tidak sadar akan alerginya tersbut. Karena makanan-makanan pokok yang kita konsumsi seperti di atas adalah sesuatu yang biasa kita makan bahkan dari kita kecil. Maka kita tidak sadar kalau ternyata rekasi alergi kita timbul karena substansi-substansi tersebut. Yang saya sadari adalah saya tahu saya alergi es, pedas, debu barang, asap rokok, asap dupa (segala bau-bau yang terlalu menyengat).

Pada dasarnya siklusnya adalah seperti ini:
Anggap saja tubuh kita sebuah tong besar yang selalu dimasukkan berbagai macam benda seperti nasi, mie, hingga es, cabai, debu. Pada pemasukan es, cabai, debu, saya sadar saya alergi terhadap mereka karena disitulah titik overload-nya. Dengan kata lain disitulah titik overload 'tong' sudah tidak kuat lagi ditempa hal-hal tersebut. maka 'tong' pun sadar benda-benda yang tak kuat diterimanya. Namun,kita tidak sadar ternyata sebenarnya tong ini juga tidak kuat menrima benda-benda seperti nasi, dll.
Mengapa tong ini begitu rentan? karena tong ini 'soak'. (tubuh kita 'soak'). Kenapa soak? Semua karena faktor-faktor yang sudah saya jelaskan di atas.

Alasan saya membagikan hal ini pada Anda semua, supaya apabila Anda seorang penderita alergi, Anda dapat cepat-cepat mengobati alergi Anda dengan terapi Bio-E-Resonansi dan mengatur pola pikir dan pola hidup agar badan tetap fit, apalagi bila alergi yang Anda derita masih sangat ringan.

Sekian dan Terima Kasih,
nicetobeoki.

Note: Di muara karang ada tempat terapi tersebut. 1 kali terapi Rp 160.000. Lokasi lainnya saya tidak ingat di mana mana saja. Anda bisa mencarinya di Internet.
Posted by: Okinice Meyer


source
Para bhikkhu, fajar berwarna kuning keemasan adalah pertanda awal terbitnya matahari.
Demikian pula, kesempurnaan sila adalah awal timbulnya Jalan Mulia Berunsur Delapan.
~Silasampada Sutta - Suryapeyyala~