Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Plastik Oxium: Inovasi yang Absurd (kita ditipu atau dibodohi yang mana yahh!)  (Read 20937 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
Bagi teman-teman yang senang berbelanja, pasti sudah tidak asing lagi dengan jenis plastik ini. Kini hampir semua supermarket di kota-kota besar menggunakan jenis plastik oxium sebagai pembungkus barang belanjaan. Biasanya di lembaran plastik ini terdapat kalimat “plastik ramah lingkungan”, “plastik ini akan hancur dengan sendirinya”, “plastik biodegradable”, atau “100% degradable.”

Kalimat-kalimat penuh bujuk rayu ini telah berhasil membuat orang yang menggunakannya merasa telah berjasa bagi lingkungan, atau bahasa kerennya sudah “go green”. Padahal…..

Padahal sama sekali tidak………![/color]

Pada kenyataannya plastik oxium tidak dapat mengurai secara alami, sangat berkebalikan dengan apa yang dipikirkan oleh para penggunanya. Sebagian besar orang menganggap bahwa plastik oxium bersifat “organis”, tidak lagi “non-organis”, sehingga tidak lagi mencemari lingkungan. Padahal, apa yang dimiliki plastik oxium dan tidak dimiliki kantung kresek biasa hanyalah kemampuan ‘memecah diri’ jika terkena panas atau cahaya.

Plastik oxium tetap sangat sulit untuk terurai secara alami, karena sebagian besar komponen penyusunnya adalah minyak bumi. Jadi sebenarnya yang dimaksud dengan degradable pada plastik oxium adalah “dapat terpecah dengan mudah”, BUKAN “mudah terurai secara alami.” Kecuali jika tertera tulisan “100% BIODEGRADABLE”, ini berarti benar-benar bisa terurai secara alami secara cepat, dan biasanya plastik dengan sifat ini disebut “bioplastik”.

Kalau masih bingung dengan perbedaan antara “terpecah” dengan “terurai”, coba lihat gambar di bawah ini…



Dan yang terjadi pada plastik-plastik itu kira-kira seperti ini:



Proses biodegradasi melibatkan mikroba, sedangkan proses degradasi bisa melibatkan apa saja (pada kasus ini melibatkan panas dan cahaya). Selama plastik masih terbuat dari minyak bumi, bisa dipastikan plastik tersebut sangat sulit untuk di-biodegradasi, sehingga hanya bisa didegradasi (dengan bantuan panas dan cahaya). Yang ter-biodegradasi pada plastik oxium hanyalah zat aditif-nya.

Hasil akhir dari penguraian adalah material organis yang bentuknya menyerupai tanah. Sedangkan hasil akhir pemecahan adalah potongan plastik berukuran sangat kecil, yang masih mengandung racun.

“Tapi kan udah ga ada lagi plastiknya…”

Ya memang. Tapi ga keliatan bukan berarti ga ada, kan? Sebenarnya plastik-plastik ini tidak hilang, hanya saja mata kita tidak mampu melihatnya. Sampai sekarang belum banyak penelitian yang bisa menunjukkan ke mana perginya potongan-potongan plastik tersebut. Tapi diduga potongan-potongan plastik ini bertebaran di udara, air, dan permukaan tanah. Bayangkan, setiap potong plastik merepresentasikan racun yang berbahaya bagi manusia.

Jadi sebenarnya kata-kata yang ada pada plastik oxium kurang lengkap. Mari kita lengkapi bersama….

“Plastik ramah lingkungan” + “masa sih?”

“Plastik ini akan hancur dengan sendirinya” + “menjadi potongan-potongan kecil yang masih mengandung racun dan entah ke mana perginya.”

“Plastik biodegradable” + “tapi pada kadar yang sangat sedikit, selebihnya hanya DEGRADABLE” = “sama aja dengan plasik biasa”

“100% degradable” + “tapi ga 100% BIODEGRADABLE”  = “sama aja dengan plasik biasa”

Yang sekarang jadi pertanyaan adalah, apa sebenarnya tujuan kita menjauhi kantung kresek biasa dan beralih ke oxium? Apakah kita sekedar ingin menghindari menumpuknya sampah plastik? Atau kita juga ingin menghindari racun-racun yang ada pada plastik?

Jika plastik oxium ini benar-benar bisa “menghilang” dalam 2 tahun, maka hanya masalah pertama yang bisa teratasi.

Oke, sampahnya hilang, tapi bagaimana dengan racunnya?

Jadi sebenarnya, kalau kita mau hitung-hitungan, plastik oxium ternyata tidak lebih baik dibanding kantung kresek biasa. Racun yang ada pada kantung kresek biasa bisa dikatakan sama dengan yang ada pada plastik oxium, tapi kantung kresek biasa tidak mudah rusak, sehingga lebih tahan lama dan lebih bisa dipakai berulang-ulang. Jadi untuk racun dengan jumlah sama, kantung kresek punya manfaat yang lebih banyak dibanding plastik oxium.

Apakah kita perlu balik lagi ke kantung kresek biasa? Ya ga gitu juga kali…. Kita perlu ingat tujuan awal kita: mengurangi penggunaan plastik. Jadi ya kalau bisa, kita ga usah lagi pake kantung kresek. Kita bisa menggantinya dengan kantung lain yang bisa dipakai ulang, dan terbuat dari bahan yang terbarukan, misalnya dari kain katun atau kain kanvas.



*Tapi sebenernya kantung kain kanvas atau katun ini juga ga segitunya ramah lingkungan. Ternyata ada jenis kantung lain yang lebih ramah lingkungan… Kita bahas lain kali ya ;) *
Kok kesannya ngomongin plastik aja ribet banget sih?

Ya memang… Inilah resiko hidup di dunia moderen. Kita perlu cerdas menyikapi segala perkembangan yang ada. Jangan mau dibodohi oleh inovasi-inovasi yang terkesan keren padahal sebenarnya absurd

Selamat berpikir…! :)




http://kopipakegula.wordpress.com/2011/06/05/plastik-oxium-inovasi-yang-absurd/
« Last Edit: 22 June 2011, 09:43:00 PM by daimond »

Offline Asia

  • Teman
  • **
  • Posts: 74
  • Reputasi: 9
  • Gender: Male
Kebanyakan orang ingin praktis (memilih kresek dibandingkan tas kain). Mudah-mudahan, sebelum bencana alam menimpa kita (akibat ulah kita sendiri), kita sudah keburu sadar.

Kita bisa menghemat plastik dengan:
1. Menggunakan tas kain atau membawa kresek bekas dari rumah.
2. Membawa kotak makan sendiri, jadi tidak perlu memakai plastik (entah membawa bekal dari rumah atau beli makanan di luar). Saya melihat banyak plastik yang kita habiskan hanya untuk makan siang saja. Bayangkan bila semua orang melakukannya, setiap hari.

Pengalaman saya setelah menerapkannya:

1. Kasir/pihak supermarket tidak akan keberatan, bahkan senang. Saat mereka melihat saya di kasir, mereka langsung bertanya: "apakah tidak perlu kantung plastik?". Bahkan saya pernah dihadiahkan sebuah tas kain gratis :)

2. Ketika akan membeli makan siang, saya membawa kotak makan sendiri. Saya biasanya juga ditanya: "bawa kotak yah..." Lalu biasanya saya diberi tambahan sayur :) Si penjual makanan merasa senang karena dia bisa menghemat plastik dan kertas/steroform. Seperti yang kita ketahui, steroform sangat sulit diuraikan (bahkan lebih lama daripada plastik). Kandungan kimianya juga sebenarnya kurang baik untuk wadah makanan (terutama makanan panas).


Hanya dua hal yang membuat saya menggunakan kresek:

1. Saya tidak membawa kantung kain atau habisnya stok kantung kresek bekas (jika ada kantung kresek bekas, saya biasa menggunakannya berkali-kali saat berbelanja).

2. Saya pergi berbelanja bersama orang yang "kurang berkenan" dengan kebiasaan saya.


Spoiler: ShowHide
Menurut artikel Daimond di atas, adalah lebih baik menggunakan kantung kain daripada plastik kresek. Tapi dikatakan, ada yang lebih baik dari kantung kain. Mohon diinfokan kelanjutannya :)


Demikian dari saya, semoga bermanfaat :)
« Last Edit: 24 June 2011, 08:19:47 AM by Asia »

Offline kullatiro

  • Sebelumnya: Daimond
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 6.097
  • Reputasi: 95
  • Gender: Male
  • Ehmm, Selamat mencapai Nibbana
ehm artikel ini adalah kutipan dari blog saudari "Rima" tagih nya yah keblog si Rima ini wa juga sedang menunggu tuh artikelnya.