Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada  (Read 9488 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
DA BEI ZHOU
(TA PEI COU / MAHAKARUNA DHARANI)

Dirangkum oleh
Muljadi Nataprawira


Na Mo Ta Pei Kwan She Yin Phu Sa
Terpujilah Yang Maha Welas Asih Avalokitesvara Bodhisatva

Na Mo Ta Pei Kwan She Yin Phu Sa
Terpujilah Yang Maha Welas Asih Avalokitesvara Bodhisatva

Na Mo Ta Pei Kwan She Yin Phu Sa
Terpujilah Yang Maha Welas Asih Avalokitesvara Bodhisatva



Na Mo He La Ta Na To La Ye Ye
 
Namo Ratna Triayi

Dengan kesungguhan hati dan penuh sujud saya pergi berlindung kepada Tri Ratna.

[Na Mo = (1) berlindung, (2) mempersembahkan seluruh kehidupan dan tunduk dengan penuh sujud; He La Ta Na = Permata; To La Ye = Tiga; Ye = penghormatan]

[Keputusan pergi berlindung kepada Tri Ratna merupakan tekad untuk menempuh Jalan Buddha menuju kebebasan, di mana kita meyakini (1) pencapaian-pencapaian Sang Buddha sebagai seorang Guru dan (2) keampuhan Dhamma sebagai sarana terpercaya menuju kebebasan serta (3) keteladanan Sangha. Istilah “Sangha” di sini mengacu ke Ariya Sangha, yang terdiri dari empat pasang makhluk suci (cattari purisayugani attha purisa-puggala). Kita menyadari bahwa tugas menempuh Jalan merupakan tanggung jawab penuh kita sendiri. Kita tidak menganut pandangan “berkah / penyelamatan” dari seorang dewa atau juru selamat. Acuan: A.G.S. Kariyawasan, Buddhist Ceremonies and Rituals of Sri Lanka.]


Na Mo O Li Ye
 
Namo Ariayi

Dengan penuh sujud, (di bawah kaki para Buddha & Bodhisattva), saya bertekad untuk menjunjung tinggi Kesucian dengan belajar & berupaya menjauhkan diri dari semua kejahatan dan dari semua dharma yang tidak baik / pandangan salah.

[Na Mo = (1) berlindung, (2) mempersembahkan seluruh kehidupan dan tunduk dengan penuh sujud; O Li Ye = (1) Yang Bijaksana, (2) Yang Suci; (3) Yang Jauh dari Semua Kejahatan dan dari pandangan salah / dharma yang tidak baik]

Po Lu Cie Ti Suo Po La Ye
 
Avalokitesvara Ariayi

Saya bersujud kepada Avalokitesvara,
Yang Mendengarkan Suara Dunia dalam Perenungan & Penyelidikan Agung.

[Po Lu Cie Ti = (1) Perenungan & Penyelidikan, (2) Terang / Cahaya Yang Menerangi Alam Semesta; Suo Po La Ye = (1) Kebahagiaan, (2) Suara -> Po Lu Cie Ti Suo Po La Ye dapat diartikan sebagai Yang Mendengarkan Suara Dunia dalam Kebahagiaan Kontemplatif Agung, yang tak lain adalah Bodhisattva Avalokitesvara]


Phu Ti Sa To Po Ye
 
Bodhisattva Bayai

Saya bersujud kepada Bodhisattva,
Yang menyeberang menuju Penerangan Sempurna.

[Phu Ti = Penerangan Sempurna; Sa To = menyeberang; Po Ye = bersujud / memberi hormat]


Mo He Sa To Po Ye
 
Mahasattva Bayai

Saya bersujud kepada Makhluk Agung,
Yang telah gigih berlatih tanpa takut dan penuh semangat (untuk mencapai Penerangan Sempurna).

[Mo He = Agung; Sa To (di sini berarti) = Ia yang pahlawan, Ia yang gagah berani, tanpa takut dan penuh semangat / gigih berlatih; Po Ye = bersujud / memberi hormat]


Mo He Cia Lu Ni Cia Ye
 
Maha Karunikayai

Saya bersujud kepada Sang Hati Welas Asih Agung.

[Mo He = Agung; Cia Lu = Welas Asih; Ni Cia = Hati; Ye = menghormat]


Nan
 
Aum



Sa Po La Fa Yi
 
Satpravar Ariayi
(Saya memusatkan pikiran kepada)
Yang Tak Terbatas Pengetahuannya dan Dihormati Para Suci, Permata Buddha,

[Sa Po La = Yang Tak Terbatas Pengetahuannya; Fa Yi = Yang Dihormati Para Suci  Sa Po La Fa Yi secara utuh merepresentasikan Permata Buddha]


Suo Ta Na Ta Sie
 
Sutranatrasa
Permata Dharma dan Permata Sangha Yang Tiada Taranya.

[Suo Ta Na = Permata Dharma; Ta Sie = Permata Sangha. Suo Ta Na juga berarti Yang Termulia, Yang Teragung, Yang Tak Terkalahkan]


Na Mo Si Ci Li To Yi Meng A Li Ye
 
Namo Siri Dharma Ariayi

Dengan kesungguhan hati dan penuh sujud, saya – yang tanpa substansi-diri (anatta) – pergi berlindung kepada Yang Bijaksana,

[Na Mo = pernyataan bersujud & berlindung; Si Ci Li = dengan sepenuh hati; To Yi Meng = saya yang tanpa substansi-diri; A Li Ye = Yang Bijaksana]
    [Anatta
   Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Anatta dalam bahasa Pali berarti "Tiada-Aku". Sebagai konsep, ia merupakan antipola dari kata Atta yang berarti "Aku". Dalam falsafah buddhis Anatta menunjukkan bahwa segenap hal-ihwal sesunguhnya tidak mempunyai inti yang tetap dan makna yang inheren dan langgeng. Dalam praktek bersemedi Anatta ditunjukkan melalui pengamatan diri sendiri, dimana tubuh, perasaan, pikiran, pencerapan dan kesadaran dapat timbul dan menghilang, bergerak dan berubah tanpa kemampuan pengamat untuk menghentikan atau menciptakannya. Proses lahiriyah (perubahan sel2 badan dsb.) dan kejiwaan (timbulnya perasaan dan pikiran misalnya) berjalan tanpa ada pengaruh dari pengamat secara sadar tapi timbul akibat persyaratan persyaratannya sendiri. Konsep Anatta adalah konsep Buddhis yang paling sulit dipahami sebab manusia terbiasa untuk memandang dengan titik-tolak diri sebagai referensi. Dalam praktek semedi, diri sendiri (yang merupakan kesatuan dari elemen lahiriyah dan bathiniyah) justru menjadi objek bagi pengamat, berkat pengamatan ini timbul pengetahuan bahwa proses proses lahiriyah dan bathiniyah berjalan sendiri diluar kehendak "Aku". Fakta ini diungkapkan dengan postulasi "Tiada-aku". Beberapa ciri pengalaman bathin yang menunjukkan tanda tanda Anatta adalah: 1. Tidak adanya kemampuan mempengaruhi hal-ihwal; 2. Apresiasi tentang hal-ihwal tidak kekal; 3. Dalam mengamat diri dan hal ihwal terasa kekosongan nilai. Titik terakhir ini oleh sebagian umat buddhis dianggap sangat penting dan disebut Sunyata (kekosongan). Anatta dan Sunyata merupakan dua kata bagi fenomena yang sama, tapi dilihat dari sudut pandang yang berbeda.]

Po Lu Cie Ti Se Fo La Ling To Po
 
Avalokitesvara Rindhabiya

Avalokitesvara, Sumber Terang, Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia dalam Perenungan & Penyelidikan Agung di Istana Welas Asih.

[Po Lu Cie Ti = (1) Perenungan & Penyelidikan, (2) Terang / Cahaya Yang Menerangi Alam Semesta; Se Fo La = (1) Bahagia, (2) Suara Dunia; Ling To Po = pulau di atas laut  merepresentasikan “tempat tinggal” Bodhisattva di mana terdapat sebuah istana yang disebut “Istana Welas Asih”


Na Mo Na La Cin Ce
 
Namo Narakundhi

Dengan kesungguhan hati dan penuh sujud saya pergi berlindung kepada Kemuliaan dan Kasih Yang Sempurna,

[Na Mo = pernyataan bersujud & berlindung; Na La = Yang Mulia; Cin Ce = Kasih, dalam arti perlindungan kasih sayang dari Yang Penuh Welas Asih]


SI Li Mo He Pu Tuo Sa Mi
 
Hiri Maha Ratna Sammi

Kemurnian Hati Yang Tanpa Kemelekatan, Cahaya Kebijaksanaan Agung (Sumber Kebajikan & Penerangan Sempurna),

[Si Li = Batin Yang Murni Tanpa Kemelekatan; Mo He = Agung; Pu Tuo Sa Mi = Cahaya Kebijaksanaan]


Sa Pho Ah Tha Tou Su Peng
 
Sarva Adhadhu Subhiayi

Keseimbangan Batin yang Tak Terkondisi, Tanpa Pandangan & Tanpa Kemelekatan,

[Sa Pho = Batin yang seimbang; Ah Tha Tou = Batin yang tak terkondisi; Su Peng = Tanpa Pandangan & Kemelekatan. Pandangan & Kemelekatan secara bersama-sama merupakan “pelayan yang sigap” bagi batin untuk menanggapi sesuatu pada saat terjadinya kontak  batin langsung menggenggam dan melekat padanya.]


Ah Se Yin
 
Asikin

Kerendahan Hati (tanpa belenggu kesombongan) bersama Ketenangan Batin (tanpa    belenggu kegelisahan), di dalam Dharma Yang Tiada Bandingannya,

[Ah Se Yin = (1) Dharma Yang Tiada Bandingannya; (2) Kerendahan Hati; (3) Ketenangan Batin]


Sa Po Sa To Na Mo Po Sa To Na Mo Po Chie
 
Sattva Satta Namava Sattha Nama Bhaga

Kemuliaan Bodhisattva (Kebodhisattvaan), Hakikat Asal Kebuddhaan, Yang Dimuliakan Dunia.

[Sa Po Sa To = Tubuh & Hati Agung Bodhisattva; Na Mo Po Sa To = Pangeran Dharma; Na Mo Po Chie = Yang Dimuliakan Dunia]


Mo Fa The Tou
 
Marva Trata

(Saya akan berupaya mengembangkan Kebodhisattvaan di dalam diri saya agar semua Bodhisattva menjadi) kerabat surgawi dan sahabat duniawi(ku hingga tercapai Pandangan Terang);

[Mo Fa The Tou = Kerabat Surgawi, Sahabat Duniawi]

Ta Che Ta
 
Siddhartha Trata

Seiring dengan itu, saya mencoba merenungkan Mantra Prajna Paramita agar terbuka Mata Kebijaksanaan.

[Ta Che Ta = (1) Mata Kebijaksanaan, (2) demikianlah mantra itu berlangsung]


Nan, Ah Po Lu Si
 
Aum Avalokes

Aum, Avaloki, Bodhisattva Yang Melalui Kebijaksanaan Mendengarkan Suara Dunia,

[Ah Po Lu Si = Bodhisattva Yang Menggunakan Kebijaksanaan untuk Mendengarkan Suara Dunia]


Lu Cia Ti
 
Lokati
 
Yang bertransformasi ke dalam Kekosongan Dunia, demi keselamatan semua makhluk,

[Who Appears Transformably in the Vanity Fair of Worlds to Save All of the Sentient Beings. Boutsulin Vihara, The Great Compassionate Heart Dharani]


Cia Lo Ti
 
Kaloti

Dalam wujud Simpati Agung, Kasih Sayang Agung, Tuntunan (di atas Jalan Arya Berlapis Delapan) ke lenyapnya penderitaan, Pengarahan makhluk hidup ke pengembangan Bodhicitta, ke pelaksanaan Tugas Agung Bodhisattva, dan ke penyelesaian karma di Jalan Kebebasan.

[Cia Lo Ti = (1)Yang Simpatik, Penuh Kasih Sayang Agung, Penyelamat & Penyembuh Semua Makhluk dari penderitaan dan tekanan; (2) “Pelaku” di Jalan Kebebasan yang membawa makhluk mengembangkan Bodhicitta, melaksanakan tugas agung Bodhisattva dan menyelesaikan karma]


Yi Si Li
 
Iseri

Saya bertekad untuk melaksanakan Ajaran Bodhisattva yang menuntun ke Pantai Seberang; saya akan berupaya untuk menyelaraskan perbuatan saya dengan Ajaran Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia,

[Yi Si Li = selaras dengan Ajaran. Pengucapan baris ini seharusnya merupakan tekad untuk menegakkan Ajaran Bodhisattva]


Mo He Phu Thi Sa To
 
Maha Bodhisattva

Bodhisattva Agung Yang Memiliki Pandangan Terang di Jalan Kebebasan, Yang Mahaberani dalam menegakkan Bodhicitta, dalam menumbuhkan Perilaku Agung menuju Kebuddhaan serta dalam menyempurnakan Samadhi dan Kebijaksanaan,

[Mo He = Agung; Pu Ti = Yang Telah Mencapai Penerangan di Jalan Kebebasan; Sa To = Yang Mahaberani dalam menegakkan Bodhicitta, menumbuhkan Perilaku Agung menuju Kebuddhaan  merepresentasikan kesempurnaan Bodhisattva di dalam Samadhi maupun Prajna]


Sa Po Sa PO
 
Sattva Sattva

demi manfaat dan kebahagiaan semua,

[Sa Po Sa Po = manfaat dan kebahagiaan untuk semua]


Mo La Mo La,
 
Mara Mara

seiring dengan kehendak Beliau memupuk berkah dan mendorong pertumbuhan kebijaksanaan demi pencapaian kemuliaan kesucian,

[Mo La Mo La = (1) bertambah dan tumbuh, (2) sesuai dengan kehendakMu, (3) yang menambah berkah, mendorong pertumbuhan kebijaksanaan, dan membuat semuanya menjadi mulia seperti kehendaknya, selaras dengan hatinya]

Mo Si Mo Si Li Tho Yin
 
Mahes Mahes Rudrajin

(Yang dengan) Batin Terluhur – Diam, Tenang, Tanpa Kegelisahan, Bebas dari Sukkha & Dukkha, Terkendali tanpa putus, – Hati Bunga Teratai,

[Mo Si Mo Si = (1) tanpa kata, kondisi batin tertinggi; (2) tanpa kegelisahan, tanpa sukkha dan dukkha, terkendali secara terus-menerus; Li Tho Yin = Hati Bunga Teratai]


Chi Lu Chi Lu Chie Meng
 
Guru Guru Karma

tanpa belenggu batin, menembus pengertian Dharma, sempurna melaksanakan Dharma,

[Chi Lu Chi Lu = (1) menegakkan Dharma, (2) hiasan berguna, (3) tiup kulit keong dan lepaskan batasan  menembus pengertian Dharma; Chie Meng = (1) memperhatikan urusan, (2) kebaijkan dan jasa baik  menekuni hal-hal yang bermanfaat dan mebuahkan jasa kebajikan, menyempurnakan pelaksanaan Dharma]


Tu Lu Tu Lu Fa Se Ye Ti
 
Turu Turu Varjayati

melepaskan semua ikatan hingga tiba di Pantai Seberang, mencapai Penerangan Sempurna,

[Tu Lu Tu Lu = (1) menyeberangi samudra, (2) terang dan luhur  setelah menyeberangi lautan samsara (berarti melepaskan semua ikatan), orang mendapatkan Cahaya Kebijaksanaan dan meraih Kemurnian serta mendarat di Pantai Seberang; Fa Se Ye Ti = (1)Tak Terbatas dan Agung, (2) mengatasi kelahiran dan kematian]


Mo He Fa Se Ye Ti
 
Maha Varjayati

(melalui) Jalan Dharma Teragung Yang Tak Terbatas –

[Mo He = Agung; Fa Se Ye Ti = Jalan Dharma yang tak terbatas]

To La To La
 
Dhara Dhara

Meditasi, Samapatti, dengan batin yang teguh dalam keseimbangan.

[Meditation, SAMAPATTI, with the Mind Being Held in Equilibrium. Boutsulin Vihara, The Great Compassionate Heart Dharani]


Ti Li Ni
 
Trini

(Dengan) keteguhan dalam mematuhi Aturan di Jalan Arya, (dengan) keteguhan dalam upaya memadamkan nafsu,

[Ti Li Ni = (1) sangat berani, bersemangat tinggi, (2) telah padam, bersih dan luhur, (3) melingkupi, memegang dan memutuskan  bertekad memegang Aturan di Jalan Arya]


Se Fo La Ye
 
Sarva Raya

(bersama) Perhatian Murni,

[Se Fo La Ye = “Isvara” (Sansekerta) = (1) perhatikan dan renungkan, (2) kendalikan, (3) air kebijaksanaan yang memadamkan api nafsu, (4) kilatan cahaya kebijaksanaan yang mengatasi kegelapan batin / menghapus ketidaktahuan]


Ce La Ce La
 
Chara Chara
(saya bertekad untuk) bergerak maju di dalam Dharma.

[Ce La Ce La = (1) menjalani / menempuh jalan, (2) gerak jalan teratur sesuai perintah  bergerak maju dalam kepatuhan]


Mo Mo Fa Mo La
 
Nama Varmara

Dengan menerima dan memegang Dharma Agung Yang Tiada Tandingannya, saya bertekad untuk berupaya membebaskan diri dari noda batin (lobha, dosa dan moha),

[Mo Mo = saya menerima dan memegang; Fa Mo La = (1) Vajra Dharma Agung Penakluk Mara, (2) Yang Tak Terkalahkan, Bersih dari Noda, (3) Yang Tiada Bandingannya


Mu Ti Li
 
Mukti

menuntun diri menuju Kebebasan.

[Mu Ti Li = pembebasan]

Yi SI Yi SI
 
Trihes Ihes

Dengan menerima dan memegang Sila,

[Yi Si Yi Si = patuh pada ajaran, berbuat sesuai dengan ajaran]


Se Na Se Na
 
Sarma Sarma

saya bertekad untuk berupaya menegakkan Pikiran Benar, melenyapkan kebodohan, mencapai Kebijaksanaan Agung.

[Se Na Se Na = (1) Kebijaksanaan Agung  kondisi tanpa pikiran salah dan tanpa kebodohan, (2) Tekad Agung]

[Tiadanya ketidaktahuan = kebijaksanaan. Bagaikan cermin yang hanya memantulkan obyek tanpa obyek pernah melekat padanya, ia yang memiliki kebijaksanaan akan hanya sekedar memperhatikan obyek dan membiarkannya berlalu tanpa melekat padanya]


« Last Edit: 16 March 2011, 01:26:20 PM by Indra »

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #1 on: 16 March 2011, 01:27:42 PM »
Ah La Sen Fo La She Li
 
Arasham Buddha Rasari

(Saya bersujud kepada) Raja Dharma, Pemutar Roda Dharma, Pembawa Benih Penerangan,

[Ah La Sen = Raja Dharma, Pemutar Roda Dharma; Fo La She Li = Benih Penerangan]


Fa Sa Fa Sen
 
Varsa Varsam

Penakluk Agung Yang Tiada Taranya, Pembawa Kegembiraan,

[Fa Sa Fa Sen = (1) kata-kata dan senyum yang menggembirakan, (2) penakluk agung, (3) ksatria yang tiada tandingannya]


Fo La Se Ye
 
Buddha Rasari

Yang Paling Mulia, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna,

[Fo La Se Ye = Pangeran Dharma Yang Paling Mulia, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna]
Hu Lu Hu Lu Mo La
 
Huru Huru Mira

Yang sempurna melaksanakan Dharma, tanpa kemelekatan terhadap diri maupun terhadap Dharma,

[Hu Lu Hu Lu Mo La = yang melaksanakan Dharma secara total  Dharma tidak terpisah dari saya dan saya tidak terpisah dari Dharma. Maka saya dan Dharma adalah satu; berarti, di situ tidak ada Dharma ataupun saya sehingga kemelekatan terhadap diri maupun terhadap Dharma adalah kosong  tidak ada kemelekatan terhadap diri maupun Dharma]


Hu Lu Hu Lu Si Li
 
Huru Huru Hesri

Yang melaksanakan Dharma dalam kemurnian, tanpa pemikiran.

[Hu Lu Hu Lu Si Li = (1) melaksanakan Dharma tanpa pemikiran, (2) melaksanakan Dharma dalam kemurnian  Tidak secuil pikiran pun muncul pada saat melaksanakan Dharma. Jika masih ada secuil pemikiran, maka itu pasti pikiran salah. Tanpa pemikiran, pikiran salah tidak akan ada. Karena tidak ada pikiran salah, kita dapat melaksanakan Dharma dalam kemurnian]


Suo La Suo La
 
Sara Sara
(Saya berlindung kepada) Kekuatan Kokoh (Dharma) penghancur energi kejahatan mara yang penuh kebencian, (agar terbebas dari segala bentuk batin yang jahat).

[Suo La Suo La = kekuatan kokoh penghancur energi kejahatan mara yang penuh kebencian]


Si Li SI Li
 
Seri Seri

Saya bertekad untuk berupaya selalu menjadi pemenang (atas serangan nafsu);
saya bertekad untuk berupaya meluhurkan hati dan menjadikannya teguh, kokoh dan mulia.

[Si Li Si Li = (1) bertekad (untuk menang dan tidak pernah kalah), (2) luhur  berada jauh di atas, mengungguli semua nafsu (kokoh/tak tergoyahkan oleh rangsangan nafsu, (3) mulia]

Su Lu Su Lu
 
Seru Seru

(Terpujilah Sang) Embun Manis, pembawa Manfaat Tertinggi demi lenyapnya penderitaan.

[Su Lu Su Lu = embun manis, yang melenyapkan rasa lapar & haus (penderitaan), mendatangkan kemuliaan dan berbagai manfaat]


Pu Thi Ye Pu Thi Ye
 
Bodhiya Bodhiya

Saya bertekad untuk berupaya menjernihkan batin dengan tekun melatih Perhatian Murni hingga mencapai Pandangan Terang (Satipatthāna Vipassanā) agar dapat melihat Jalan Menuju Penerangan Sempurna, dan mencapai ‘kondisi tak bisa mundur’ (the point of no return).

[Pu Thi Ye Pu Thi Ye = (1) Jalan menuju Penerangan Sempurna, (2) Batin Yang Terang, (3) Hati Bodhi yang tak bisa mundur]


Pu Tho Ye Pu Tho Ye
 
Budhaya Budhaya

(Terpujilah Sang Buddha) Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna.

[Pu Tho Ye Pu Tho Ye = (1) Yang Tak Terbatas Pengetahuannya, (2) Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna


Mi Ti Li Ye
 
Maitreya

(Terpujilah Sang) Hati Cinta Kasih dan Welas Asih Murni,

[Mi Ti Li Ye = (1) Hati Welas Asih Agung, (2) Cinta Kasih Murni Yang Tak Terdefinisikan]


Na La Cin Ce
 
Narakundhi

Mahkota Perlindungan, Pemimpin Tertinggi Para Muliawan dengan Kasih Yang Paling Mulia,

[Na La Cin Ce = (1) Pemimpin Tertinggi Para Muliawan dengan Kasih Yang Paling Mulia, (2) Pelindung Yang Paling Baik, (3) Mahkota Perlindungan


Ti Li Se Ni Na
 
Trisitnina

Pedang Kebijaksanaan yang kokoh dan tajam.

[Ti Li Se Ni Na = (1) kokoh dan tajam, (2) pedang

[Mematahkan sepuluh belenggu (samyojana):

1. Sakkaya-ditthi, kepercayaan akan diri dengan pandangan bahwa tubuh dan batin adalah “aku” atau “milikku”.

2. Vicikicchã, keraguan. Yang utama adalah keraguan atas latihan yang menuntun ke kebebasan. Meragukan latihan merepresentasikan keraguan atas (1) pencapaian-pencapaian Sang Buddha sebagai seorang Guru dan (2) keampuhan Dhamma sebagai sarana terpercaya menuju kebebasan serta (3) keteladanan Sangha.

3. Silabbata-parãmãsa, keterikatan pada aturan dan/atau ritual yang dipercayai sebagai sarana menuju kebebasan.

4. Kãma-rãga, nafsu keinginan atas kenikmatan panca-indra (penglihatan, penciuman, pendengaran, pengecapan rasa makanan/minuman dan rasa sentuhan). Yang terutama adalah nafsu sex.

5. Patigha / Vyãpãda, reaksi pikiran terhadap segala sesuatu yang tidak menyenangkan atau tidak memuaskan. Termasuk di dalamnya adalah dendam, kedengkian (termasuk keirihatian, kecemburuan dan kemauan jahat), kebencian, kemarahan, kekesalan, ketidakpuasan.

6. Rüpa-rãga, nafsu keinginan akan berkah dan/atau kondisi yang tercapai melalui tahap-tahap konsentrasi yang mendalam pada objek yang berbentuk (Rüpa Jhãna I, II, III & IV). Ini bisa berupa (1) keterikatan pada ketenangan yang mendalam ketika seseorang tenggelam dalam meditasi penuh, tatkala kekotoran batinnya menjadi pasif, yang memberinya kesan seakan tengah mengenali citarasa Nirvana, atau, (2) kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam bentuk. Alam bentuk akan dicapai seseorang yang meninggal dalam keadaan samadhi dengan pencapaian Rüpa Jhãna I, II, III atau IV.

7. Arüpa-rãga, nafsu keinginan akan berkah dan/atau kondisi yang tercapai melalui tahap-tahap konsentrasi yang mendalam pada objek tanpa-bentuk (Arüpa Jhãna I, II, III & IV). Ini bisa berupa (1) keterikatan pada ketenangan mendalam yang lebih halus ketika seseorang tenggelam dalam meditasi penuh pada objek tanpa-bentuk seperti ruang atau kekosongan, atau, (2) kemelekatan atau kehausan untuk terlahir di alam tanpa-bentuk. Alam tanpa-bentuk akan dicapai seseorang yang meninggal dalam keadaan samadhi dengan pencapaian Arüpa Jhãna I, II, III atau IV.

8. Mãna, ilusi atas status dalam hubungan dengan orang lain. Samyojana ini terwakili oleh pikiran yang membandingkan diri sendiri dengan orang lain, seperti “saya tidak sebagus dia”, atau “saya sebagus dia”, atau “saya lebih bagus daripada dia”. Ia kerap dikatakan sebagai belenggu kesombongan.

9. Uddhacca, kegelisahan atau kekacauan. Dalam bentuk yang kasar, samyojana ini mewakili keinginan kronis berupa nafsu keinginan untuk mendapatkan atau tidak mendapatkan sesuatu, untuk menjadi atau tidak menjadi sesuatu. Dalam bentuk yang halus, ia mewakili kehausan akan pencapaian tingkat kesucian tertinggi.

10. Avijjã, ketidak-tahuan.]

Pho Ye Mo Na
 
Baddjamana

(Terpujilah) Yang Telah Sempurna Menempuh Jalan, Yang Paling Dimuliakan,

[Pho Ye Mo Na = (1) Yang Termasyur di seluruh alam semesta, (2) Pujian Kebahagiaan, (3) penyempurnaan semua pengertian, (4) penyelesaian semua kewajiban]


Sa Po He
 
Svaha


[Svaha mengandung 6 makna: Pencapaian Sempurna, Kemuliaan Sempurna, Ketenangan Sempurna, Penghentian dan Pelenyapan Total Penderitaan, Pemupukan Manfaat, Pelepasan Sempurna dari Kemelekatan]


Si Tho Ye
 
Sitdhaya

(Terpujilah) Yang Sempurna Kemuliaannya,

[Si Tho Ye = (1) Pencapaian, ‘Kemuliaan Mendadak’ (Kemuliaan yang diperoleh pada saat Pencerahan), (2) Selesai (‘done’), (3) Telah menyempurnakan jasa kebajikan, (4) Telah menyempurnakan semua pengertian, (5) Pujian bagi Yang Paling Dihormati]


Sa Pho He
 
Svaha
 


Mo Ho Si Tho Ye
 
Maha Sitdhaya

(Terpujilah) Yang Teragung dan Tak Terbatas (Tak Terdefinisikan) Kemuliaannya, mengatasi segala sesuatu,

[Mo Ho = (1) Maha, (2) Agung; Si Tho Ye sama seperti di atas  merepresentasikan kemuliaan agung yang tak terbatas, mengatasi segala sesuatu / tak terdefinisikan]


Sa Pho He
 
Svaha



Si To Yu Yi
 
Sitdha Ariayi

,
(Terpujilah) Yang Telah Mencapai Phala (Hasil Kesucian), Yang Telah Bebas,

[Si To = Pencapaian Phala; Yu Yi = (1) Tanpa kegiatan  Tiada lagi yang harus dikerjakan, telah padam; (2) Ruang Kosong  Tiada lobha, dosa & moha; tiada noda / kotoran batin dalam bentuk apa pun]


Se Po La Ye
 
Sarva Ariayi

Mestika Kebahagiaan yang membawa Manfaat Tertinggi,

[Se Po La Ye = (1) Kebahagiaan, (2) Mestika yang membawa manfaat tertinggi]


Sa Pho He
 
Svaha


Na La Cin Ce
 
Narakundhi

(Terpujilah) Mahkota Perlindungan, Pemimpin Tertinggi Para Muliawan dengan Kasih Yang Paling Mulia,

[Na La Cin Ce = (1) Pemimpin Tertinggi Para Muliawan dengan Kasih Yang Paling Mulia, (2) Pelindung Yang Paling Baik, (3) Mahkota Perlindungan

Sa Pho He,
 
Svaha


Mo La Na La
 
Mara Nara

(Terpujilah) Yang telah mengatasi Sankhara,

[Neither Airising Nor Ceasing. Boutsulin Vihara, The Great Compassionate Heart Dharani]


Sa Pho He
 
Svaha



Si La Sen A Mu Cu Ye
 
Setiara Sangha Amukghaya

(Terpujilah) Yang tiada lagi memetik buah karma jasmani, ucapan & pikiran,
tempat berlindung bagi semua makhluk menuju kebebasan,

[Three Karmas, the Body, Mouth and Mind Are All Purified and Turned into Immaculacy, the Calm Abiding Simultaneously Brings forth. Boutsulin Vihara, The Great Compassionate Heart Dharani]

[Si Lu Sen = (1) pencapaian, (2) perlindungan kasih; A Mu Cu Ye = (1) tidak menolak tapi tidak mengumpulkan, (2) perkumpulan kasih, kesatuan yang harmonis, tempat upaya membahagiakan semua makhluk]


Sa Pho He
 
Svaha


Sa Po Mo He Ah Si Tho Ye
 
Sarva Maha Sitdha Ariayi

(Terpujilah) Dharma, Kendaraan Agung menuju Pantai Seberang,
O, Daya Pencapaian yang tak terdefinisikan,

[Sa Po = Saha {sebutan bagi dunia (yang meski pahit)} = (dikatakan oleh makhluk hidup) berharga untuk dipertahankan (dilekati), dipikul & dicintai, baik/indah; Mo He = Agung, yang di sini mengacu ke Dharma Wadah Agung; Ah Si Tho Ye = Daya Pencapaian yang tak terdefinisikan]


Sa Pho He
 
Svaha


Ce Ci La Ah Si To Ye
 
Chakra Sitdhaya

(Terpujilah) Pemutaran Roda Dharma nan gemilang yang tiada bandingannya;
(Terpujilah) Roda Vajra penakluk mara dan energi kejahatannya,
O, Daya Pencapaian Yang Tak Terdefinisikan,

[Magni-turning the Wheel of Dharma. Boutsulin Vihara, The Great Compassionate Heart Dharani]

[Ce Ci La = Roda Vajra, penakluk mara dan energi kebenciannya; Ah Si Tho Ye = Daya Pencapaian yang tak terdefinisikan]


Sa Pho He
 
Svaha


Pho To Mo Ci Si Tho Ye
 
Budddha Dharma Sitdhaya

(Terpujilah) Padma, Tubuh Kebenaran yang menakjubkan, yang mengatasi segala sesuatu dan membuahkan pencapaian sempurna, kejayaan yang tiada taranya,

[The Lotus, Wondrous Truth Body. Boutsulin Vihara, The Great Compassionate Heart Dharani]

[Pho To Mo = Teratai Merah; Ci Si Tho Ye = Kejayaan yang tiada taranya.  Teratai Merah mengatasi segala sesuatu dan membuahkan semua pencapaian]


Sa Pho He
 
Svaha


Na La Cin Ce Pho Cia La Ye
 
Narakundhi Bhaga Ariayi

(Terpujilah) Pelindung Mulia, Pemerhati Suara Dunia, Penuntun ke pelenyapan ketakutan,

[Na La Cin Ce = Pelindung Mulia; Pho Cia La Ye = (1) Pemerhati Suara Dunia, (2) Pelenyap Ketakutan]

Sa Pho He
 
Svaha


Mo Po Li Sen Ci La Ye
 
Marvarisin Karma Ariayi[i/i]

(Terpujilah) Pahlawan Agung yang sempurna kebajikannya,

[Mo Po Li Sen = (1) keberanian agung, (2) kebaijkan pahlawan agung, perbuatan-perbuatan luhur pahlawan agung; Ci La Ye = hakikat kebaijkan pahlawan agung]


Sa Pho He
 
Svaha

Na Mo He La Ta Na To La Ye Ye
 
Namo Ratna Triayi

Dengan kesungguhan hati dan penuh sujud saya pergi berlindung kepada Tri Ratna.


Na Mo Ah Li Ye
 
Namo Ariayi

Dengan penuh sujud (di bawah kaki para Buddha & Bodhisattva), saya bertekad untuk menjunjung tinggi Kesucian dengan belajar & berupaya menjauhkan diri dari semua kejahatan dan dari semua Dharma yang tidak baik / Pandangan Salah.


Po Lu Cie Ti
 
Avalokitesvara

Saya bersujud kepada Avalokitesvara,


Suo Po La Ye
 
Ariayi
Yang Mendengarkan Suara Dunia dalam Perenungan & Penyelidikan Agung,


Sa Pho He
 
Svaha


Aum Si Thien Tu
 
Aum Siddharta
Aum, Semoga berkat kesempurnaan kebajikanNya,

[Si = pencapaian; Thien Su = kesempurnaan kebajikan]

[By the Aid of Avalokitesvara’s Power to Fulfill my Expectation. Boutsulin Vihara, The Great Compassionate Heart Dharani]


Man To La
 
Bhandala

Mantra (yang saya renungkan ini)


Pha To Ye
 
Bhadeayi

(mengumandang di segala tempat sebagai Perkataan Benar dan) bertuah membuahkan Pencapaian dan Kesempurnaan,

[The True Word that Responds Everywhere. Boutsulin Vihara, The Great Compassionate Heart Dharani]

[Pha To Ye = lengkap dan sempurna, sesuai dengan kehendak]


Sa Pho He
 
Svaha


Sumber & Acuan:
-   Yang Mulia Tripitaka Acarya Hsuan Hua, Ulasan Mengenai Mantra Welas Asih Agung
-   Boutsulin Vihara, The Great Compassionate Heart Dharani
-   http://forum.wgaul.com/showthread,php?t=72640, Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani : MP3 dan terjemahannya (Originally Posted by Henry888jr)
-   A.G.S. Kariyawasan, Buddhist Ceremonies and Rituals of Sri Lanka
-   Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #2 on: 16 March 2011, 01:29:49 PM »
Terpujilah Yang Maha Welas Asih Avalokitesvara Bodhisatva
Terpujilah Yang Maha Welas Asih Avalokitesvara Bodhisatva
Terpujilah Yang Maha Welas Asih Avalokitesvara Bodhisatva

Dengan kesungguhan hati dan penuh sujud saya pergi berlindung kepada Tri Ratna.

Dengan penuh sujud, (di bawah kaki para Buddha & Bodhisattva), saya bertekad untuk menjunjung tinggi Kesucian dengan belajar & berupaya menjauhkan diri dari semua kejahatan dan dari semua dharma yang tidak baik / pandangan salah.

Saya bersujud kepada Avalokitesvara,
Yang Mendengarkan Suara Dunia dalam Perenungan & Penyelidikan Agung.

Saya bersujud kepada Bodhisattva,
Yang menyeberang menuju Penerangan Sempurna.

Saya bersujud kepada Makhluk Agung,
Yang telah gigih berlatih tanpa takut dan penuh semangat (untuk mencapai Penerangan Sempurna).

Saya bersujud kepada Sang Hati Welas Asih Agung.

Aum

(Saya memusatkan pikiran kepada)
Yang Tak Terbatas Pengetahuannya dan Dihormati Para Suci, Permata Buddha,
Permata Dharma dan Permata Sangha Yang Tiada Taranya.

Dengan kesungguhan hati dan penuh sujud, saya – yang tanpa substansi-diri (anatta) – pergi berlindung kepada Yang Bijaksana,
Avalokitesvara, Sumber Terang, Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia dalam Perenungan & Penyelidikan Agung di Istana Welas Asih.

Dengan kesungguhan hati dan penuh sujud saya pergi berlindung kepada Kemuliaan dan Kasih Yang Sempurna,
Kemurnian Hati Yang Tanpa Kemelekatan, Cahaya Kebijaksanaan Agung (Sumber Kebajikan & Penerangan Sempurna),
Keseimbangan Batin yang Tak Terkondisi, Tanpa Pandangan & Tanpa Kemelekatan,
Kerendahan Hati (tanpa belenggu kesombongan) bersama Ketenangan Batin (tanpa    belenggu kegelisahan), di dalam Dharma Yang Tiada Bandingannya,
Kemuliaan Bodhisattva (Kebodhisattvaan), Hakikat Asal Kebuddhaan, Yang Dimuliakan Dunia.

(Saya akan berupaya mengembangkan Kebodhisattvaan di dalam diri saya agar semua Bodhisattva menjadi) kerabat surgawi dan sahabat duniawi(ku hingga tercapai Pandangan Terang);
Seiring dengan itu, saya mencoba merenungkan Mantra Prajna Paramita agar terbuka Mata Kebijaksanaan.

Aum, Avaloki, Bodhisattva Yang Melalui Kebijaksanaan Mendengarkan Suara Dunia,
Yang bertransformasi ke dalam Kekosongan Dunia, demi keselamatan semua makhluk,
Dalam wujud Simpati Agung, Kasih Sayang Agung, Tuntunan (di atas Jalan Arya Berlapis Delapan) ke lenyapnya penderitaan, Pengarahan makhluk hidup ke pengembangan Bodhicitta, ke pelaksanaan Tugas Agung Bodhisattva, dan ke penyelesaian karma di Jalan Kebebasan.

Saya bertekad untuk melaksanakan Ajaran Bodhisattva yang menuntun ke Pantai Seberang; saya akan berupaya untuk menyelaraskan perbuatan saya dengan Ajaran Bodhisattva Yang Mendengarkan Suara Dunia,
Bodhisattva Agung Yang Memiliki Pandangan Terang di Jalan Kebebasan, Yang Mahaberani dalam menegakkan Bodhicitta, dalam menumbuhkan Perilaku Agung menuju Kebuddhaan serta dalam menyempurnakan Samadhi dan Kebijaksanaan,
demi manfaat dan kebahagiaan semua,
seiring dengan kehendak Beliau memupuk berkah dan mendorong pertumbuhan kebijaksanaan demi pencapaian kemuliaan kesucian,
(Yang dengan) Batin Terluhur – Diam, Tenang, Tanpa Kegelisahan, Bebas dari Sukkha & Dukkha, Terkendali tanpa putus, – Hati Bunga Teratai,
tanpa belenggu batin, menembus pengertian Dharma, sempurna melaksanakan Dharma,
melepaskan semua ikatan hingga tiba di Pantai Seberang, mencapai Penerangan Sempurna,
(melalui) Jalan Dharma Teragung Yang Tak Terbatas –
Meditasi, Samapatti, dengan batin yang teguh dalam keseimbangan.

(Dengan) keteguhan dalam mematuhi Aturan di Jalan Arya, (dengan) keteguhan dalam upaya memadamkan nafsu,
(bersama) Perhatian Murni,
(saya bertekad untuk) bergerak maju di dalam Dharma.

Dengan menerima dan memegang Dharma Agung Yang Tiada Tandingannya, saya bertekad untuk berupaya membebaskan diri dari noda batin (lobha, dosa dan moha),
menuntun diri menuju Kebebasan.

Dengan menerima dan memegang Sila,
saya bertekad untuk berupaya menegakkan Pikiran Benar, melenyapkan kebodohan, mencapai Kebijaksanaan Agung.

(Saya bersujud kepada) Raja Dharma, Pemutar Roda Dharma, Pembawa Benih Penerangan,
Penakluk Agung Yang Tiada Taranya, Pembawa Kegembiraan,
Yang Paling Mulia, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna,
Yang sempurna melaksanakan Dharma, tanpa kemelekatan terhadap diri maupun terhadap Dharma,
Yang melaksanakan Dharma dalam kemurnian, tanpa pemikiran.

(Saya berlindung kepada) Kekuatan Kokoh (Dharma) penghancur energi kejahatan mara yang penuh kebencian, (agar terbebas dari segala bentuk batin yang jahat).

Saya bertekad untuk berupaya selalu menjadi pemenang (atas serangan nafsu);
saya bertekad untuk berupaya meluhurkan hati dan menjadikannya teguh, kokoh dan mulia.

(Terpujilah Sang) Embun Manis, pembawa Manfaat Tertinggi demi lenyapnya penderitaan.

Saya bertekad untuk berupaya menjernihkan batin dengan tekun melatih Perhatian Murni hingga mencapai Pandangan Terang (Satipatthāna Vipassanā) agar dapat melihat Jalan Menuju Penerangan Sempurna, dan mencapai ‘kondisi tak bisa mundur’ (the point of no return).

(Terpujilah Sang Buddha) Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna.

(Terpujilah Sang) Hati Cinta Kasih dan Welas Asih Murni,
Mahkota Perlindungan, Pemimpin Tertinggi Para Muliawan dengan Kasih Yang Paling Mulia,
Pedang Kebijaksanaan yang kokoh dan tajam.

(Terpujilah) Yang Telah Sempurna Menempuh Jalan, Yang Paling Dimuliakan,
Svaha


(Terpujilah) Yang Sempurna Kemuliaannya,
Svaha

(Terpujilah) Yang Teragung dan Tak Terbatas (Tak Terdefinisikan) Kemuliaannya, mengatasi segala sesuatu,
Svaha

(Terpujilah) Yang Telah Mencapai Phala (Hasil Kesucian), Yang Telah Bebas,
Mestika Kebahagiaan yang membawa Manfaat Tertinggi,
Svaha

(Terpujilah) Mahkota Perlindungan, Pemimpin Tertinggi Para Muliawan dengan Kasih Yang Paling Mulia,
Svaha

(Terpujilah) Yang telah mengatasi Sankhara,
Svaha

(Terpujilah) Yang tiada lagi memetik buah karma jasmani, ucapan & pikiran,
tempat berlindung bagi semua makhluk menuju kebebasan,
Svaha

(Terpujilah) Dharma, Kendaraan Agung menuju Pantai Seberang,
O, Daya Pencapaian yang tak terdefinisikan,
Svaha

(Terpujilah) Pemutaran Roda Dharma nan gemilang yang tiada bandingannya;
(Terpujilah) Roda Vajra penakluk mara dan energi kejahatannya,
O, Daya Pencapaian yang tak terdefinisikan,
Svaha

(Terpujilah) Padma, Tubuh Kebenaran yang menakjubkan, yang mengatasi segala sesuatu dan membuahkan pencapaian sempurna, kejayaan yang tiada taranya,
Svaha

(Terpujilah) Pelindung Mulia, Pemerhati Suara Dunia, Penuntun ke pelenyapan ketakutan,
Svaha

(Terpujilah) Pahlawan Agung yang sempurna kebajikannya,
Svaha

Dengan kesungguhan hati dan penuh sujud saya pergi berlindung kepada Tri Ratna.

Dengan penuh sujud, (di bawah kaki para Buddha & Bodhisattva), saya bertekad untuk menjunjung tinggi Kesucian dengan belajar & berupaya menjauhkan diri dari semua kejahatan dan dari semua dharma yang tidak baik / pandangan salah.

Saya bersujud kepada Avalokitesvara,
Yang Mendengarkan Suara Dunia dalam Perenungan & Penyelidikan Agung.
Svaha

Aum, Semoga berkat kesempurnaan kebajikanNya,
Mantra (yang saya renungkan ini)
(mengumandang di segala tempat sebagai Perkataan Benar dan) bertuah membuahkan Pencapaian dan Kesempurnaan,
Svaha

Offline andry

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 4.115
  • Reputasi: 128
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #3 on: 16 March 2011, 01:34:41 PM »
bagus mbah...
Samma Vayama

Offline Jayadharo Anton

  • Sebelumnya: Balaviro
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.300
  • Reputasi: 19
  • Gender: Male
  • Namatthu Buddhassa
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #4 on: 16 March 2011, 02:00:12 PM »
mntaaap
"Kesehatan adalah keuntungan yang paling besar,kepuasan adalah kekayaan yang paling berharga,kepercayaan adalah saudara paling baik,nibbana adalah kebahagiaan tertinggi" [DHAMMAPADA:204]

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #5 on: 16 March 2011, 04:35:18 PM »
Ta Pei Cou paling di-sukai oleh pemuja Bodhisatva Avalokitesvara... hehehe
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline wang ai lie

  • Sebelumnya: anggia.gunawan
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.204
  • Reputasi: 72
  • Gender: Male
  • Terpujilah Sang Bhagava,Guru para Dewa dan Manusia
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #6 on: 17 March 2011, 12:13:42 AM »
hehehe, saya paling suka ta pei cou  dan memang pemuja Bodhisatva Avalokitesvara  ;D

pertama kali mengenal ajaran yang berkaitan dengan agama buddha , ya ini  ;D

Namo Mahakarunikaya Avalokitesvaraya, Semoga dengan cepat saya mengetahui semua ajaran Dharma,berada dalam perahu Prajna,mencapai Sila, Samadhi, dan Prajna,berada dalam kediaman tanpa perbuatan,bersatu dengan Tubuh Agung Dharma

Offline shandy8487

  • Tamu
  • *
  • Posts: 16
  • Reputasi: 0
  • Gender: Male
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #7 on: 17 March 2011, 10:39:46 PM »
Salah satu mantra yg jd favorit gw.. Slalu nian ta pei cou, bis tuh nian namo kwan se yin phu sa

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #8 on: 18 March 2011, 10:24:34 AM »
Tapi apakah memang Ta Pei Cou itu menceritakan tentang sosok Bodhisatva Avalokitesvara ?
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #9 on: 18 March 2011, 10:28:09 AM »
Tapi apakah memang Ta Pei Cou itu menceritakan tentang sosok Bodhisatva Avalokitesvara ?

sepertinya lebih ke fokus ke ajaran yg terkandung dalam dharani ini, bukan ke sosoknya

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.349
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #10 on: 18 March 2011, 06:26:03 PM »
Konon katanya Avalokitesvara satu2nya Bodhisattva Mahayana yg dipuja di Sri Lanka, apakah benar????
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #11 on: 19 March 2011, 09:50:43 AM »
Konon katanya Avalokitesvara satu2nya Bodhisattva Mahayana yg dipuja di Sri Lanka, apakah benar????

mungkin saja, masa berapa puluh juta penduduk Sri Lanka gak ada satupun yang kiblat-nya ke Buddhisme Mahayana .... :)
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline HokBen

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.525
  • Reputasi: 100
  • Gender: Male
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #12 on: 19 March 2011, 06:07:39 PM »
Konon katanya Avalokitesvara satu2nya Bodhisattva Mahayana yg dipuja di Sri Lanka, apakah benar????

http://www.artsrilanka.org/essays/bodhisattva/index.html

Coba cari yang judulnya: "Buddha in the Crown: Avalokitesvara in the Buddhist Traditions of Sri Lanka"
Ada linknya di ebookee.com, cuma sepertinya bajakan.


Offline Sumedho

  • Kebetulan
  • Administrator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 12.376
  • Reputasi: 423
  • Gender: Male
  • not self
Re: Interpretasi Ta Pei Cou (Mahakaruna Dharani) oleh praktisi Theravada
« Reply #13 on: 19 March 2011, 09:38:04 PM »
There is no place like 127.0.0.1

Offline Arya Karniawan

  • Sahabat
  • ***
  • Posts: 267
  • Reputasi: 15
  • Gender: Male
  • Hooaaammmm..... :3
Bahan untuk PR Mahayana ketemu...  8)
#Jhindra