//honeypot demagogic

 Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Melafal Amitofo  (Read 3656 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline hengki

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 741
  • Reputasi: 49
Melafal Amitofo
« on: 11 August 2016, 09:11:17 AM »
Kebiasaan baik membantu terlahir ke Alam Sukhavati : Sebuah contoh nyata.

Berikut ini adalah sebuah kisah nyata, bagaimana memahami perngaruh kebiasaan baik terhadap kelahiran ke Alam Sukhavati : Saya pernah melihat seorang pasien kanker yang berusia sekitar 50 tahun, sel kanker telah menyerang otaknya, sehingga satu tangan dan satu kakinya tidak leluasa bergerak. Apa yang ingin diucapkannya ketika sampai dimulutnya selalu akan berubah menjadi kata lain, misalnya ingin mengucapkan kata “timur”, namun sampai di mulut menjadi kata “barat”.

Suatu hari ketika hendak mengadakan pemeriksaan pada dirinya, begitu masuk ke kamarnya saya langsung beranjali : “Amituofo”, dia segera menggunakan sebelah tangan nya yang masih bisa bergerak untuk menggerakkan satu tangan yang tak leluasa kemudian berusaha untuk beranjali. Mulutnya juga ingin mengucapkan “Amituofo” namun yang keluar dari mulutnya kedengaran seperti bahasa Jepang, dia menyadarinya maka itu jadi menangis, saat itu saya jadi menyadari untuk mengucapkan sepatah “Amituofo” dengan benar bukanlah hal yang mudah.

Pada saat itu saya berusaha untuk menghiburnya : “Hatimu ingin melafal Amituofo, Buddha Amitabha pasti mengetahuinya. Melafal Amituofo yang terpenting adalah “hati” yang melafal, hatimu dapat senantiasa mengingat dan memikirkan Buddha!” Dia masih tetap menangis, walaupun saya sudah menghiburnya, namun bila kita melihat dari sudut dirinya, bagaimana perasaannya yang tidak dapat melafal Amituofo, tentunya sangat bersedih hati, saya juga merasa amat pilu.

Tiba-tiba operator menyampaikan bahwa ada yang mencari saya. Ternyata ada tiga orang anggota Sangha, saya segera mengundang mereka untuk memberkahi pasien. Begitu masuk si pasien segera mengucapkan sepatah “Amituofo” dan kali ini begitu jelas dan tepat! Ternyata pasien ini dulunya juga suka mengunjungi vihara, melihat kebiasaan para biarawan mengucapkan “Amituofo”, sehingga menjelang ajalnya walaupun tidak bisa mengucapkan “Amituofo” dengan tepat, namun ketika melihat biarawan kebiasaannya langsung muncul dan dapat melafal “Amituofo” dengan tepat. Aneh juga, sejak saat itu pasien ini sudah dapat melafal Amituofo dengan tepat, melihatnya saya jadi sangat gembira, dia juga sangat senang, sampai-sampai mengalirkan airmata dan terus berterimakasih pada Buddha Amitabha.

Kemudian tiga anggota Sangha itu pun pamit. Karena hari itu jumlah pasien amat banyak, saya tidak sempat menanyakan siapa anggota Sangha tersebut dan maksud kunjungan mereka. Mungkin Buddha mengetahui kebiasaan pasien ini, khusus mengutus anggota Sangha untuk membantunya? Seperti kebiasaan ini yang begitu melihat anggota Sangha langsung beranjali dan melafal Amituofo, benar-benar adalah kebiasaan yang baik, yang akan membantu kita membangkitkan pikiran benar, kebiasaan baik yang membantu kita terlahir ke Alam Sukhavati. Kita harus membinanya jangan sampai terputus.

Dikutip dari ceramah Master Dao-zheng :  “Teratai Mustika Yang Cacat
Berbuat Baik dan Melatih Diri sebaiknya dilakukan sedari muda. Jangan menunggu sudah bungkuk, pikun, mata rabun, jalan pakai tongkat baru mau Berbuat Baik dan Melatih Diri

Offline sandy773

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 8
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Melafal Amitofo
« Reply #1 on: 12 August 2016, 02:13:16 AM »
Hengky
mana yg benar
    Dgn keyakinan mengucapkan mantera, doa
atau
    Mengulang mantera, doa terus menerus spt kaset mp3.

bisa tidak membedakan mana yg keyakinan dan mana yg kaset mp3.

« Last Edit: 12 August 2016, 02:36:01 AM by sandy773 »

Offline sandy773

  • Bukan Tamu
  • *
  • Posts: 8
  • Reputasi: -1
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Melafal Amitofo
« Reply #2 on: 12 August 2016, 02:34:57 PM »
Hengky
   Lihat kalimat terakhir
Teratai mustika yg ...dst
parameter dari teratai di buddhisme
bukanlah sehat atau sakit
Kanker lagi.

Orang spt itu, sdh berada disudut kehidupan
Tidak memiliki pilihan spt orang sehat
jika memang benar menolong
Jangan agama dirubah, disesuaikan dgn dia
Kmd disederhanakan sedemikian rupa
Only one word.
Agama ikut ikutan jadi tidak benar.
tidak rasional .

« Last Edit: 12 August 2016, 02:41:51 PM by sandy773 »

 

anything