Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia

Author Topic: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau  (Read 22955 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #15 on: 16 December 2010, 09:55:37 AM »
bilang tolong dilihat kehidupan masa lampau gw gak ?

gratis kan.... kalau bayar gak jadi dehhh
Kehidupan lampau Bro 3K adalah: johan2000 a.k.a johan noceng alias 2K.
:D

Offline dilbert

  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.935
  • Reputasi: 90
  • Gender: Male
  • "vayadhamma sankhara appamadena sampadetha"
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #16 on: 16 December 2010, 05:11:53 PM »
jangan begitu bro.... nanti semua manusia malah KELELEP (tenggelam dgn air tsb)...

gw yakin ini prediksi yg tidak benerrr...

Kisah Patacara Theri

Patacara merupakan putri seorang kaya dari Savatthi. Ia sangat cantik dan dijaga dengan sangat ketat oleh orang tuanya. Tetapi, suatu hari, ia meninggalkan rumahnya dengan kekasih pilihannya, seorang pelayan laki-laki dari keluarganya. Mereka pergi menetap di sebuah desa, kini ia sebagai istri orang miskin. Tidak berselang lama, ia hamil, dan pada saat persalinan sudah dekat, ia meminta izin kepada suaminya untuk kembali ke tempat orang tuanya di Savatthi. Tetapi suaminya melarang. Pada suatu hari, ketika suaminya pergi, ia pergi ke rumah orang tuanya. Suaminya mengikutinya, menangkapnya di perjalanan, dan memohon kepadanya untuk pulang bersama, tetapi ia menolak. Hal itu terjadi pada saat usia kelahiran sudah dekat. Akhirnya ia melahirkan anak laki-laki di semak-semak. Setelah melahirkan anaknya, ia kembali ke rumah bersama suaminya.

Sekali lagi hal di atas terjadi, ia hamil lagi, dan pada saat persalinan anaknya sudah dekat, ia pergi ke rumah orang tuanya di Savatthi. Suaminya mengikutinya dan menangkapnya di tengah perjalanan, tetapi saat persalinan datang dengan cepat dan juga hujan turun sangat lebat. Suaminya mencari tempat yang sesuai umtuk persalinan dan ketika ia membersihkan sebidang tanah, ia digigit oleh seekor ular berbisa. Ia meninggal dunia saat itu juga. Patacara menunggu suaminya dan pada saat menunggu itu ia melahirkan anak kedua. Pada pagi hari, ia mencari suaminya, tetapi ia hanya menemukan tubuh suaminya yang sudah kaku. Ia berkata kepada dirinya sendiri bahwa suaminya meninggal dunia karena dirinya, kemudian ia meneruskan perjalanan ke rumah orang tuanya.

Karena hujan yang tak henti-hentinya sepanjang malam, sungai Aciravati menjadi banjir, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk menyeberangi sungai bersama kedua anaknya. Dengan meninggalkan anak tertua di tepi sungai sebelah sini. Ia menyeberangi sungai dengan anak laki-laki yang baru berumur sehari.

Ia menaruh bayi itu di tepi sungai, dan menyeberang kembali untuk menjemput anak tertua. Ketika ia berada di tengah sungai, elang besar melayang-layang menuju tempat anak kedua berada. Elang itu mematuknya seperti menggigit sepotong daging. Ia berteriak-teriak untuk menakuti-nakuti burung itu, tetapi semua itu sia-sia. Anak bayi itu telah dibawa pergi oleh elang besar. Pada saat itu anak yang tertua mendengar ibunya berteriak-teriak dari tengah sungai dan anak itu berpikir bahwa ibunya memanggilnya untuk datang kepadanya. Kemudian ia menyeberangi sungai untuk pergi ke tempat ibunya berada. Tetapi anak itu terbawa arus sungai yang sedang banjir. Patacara kehilangan ke dua anaknya, dan juga kehilangan suaminya.

Patacara mencucurkan air mata dan meratap dengan keras, “Seorang anak telah dibawa pergi seekor elang, anak yang lainnya terbawa arus, suamiku juga meninggal dunia digigit ular berbisa!” Kemudian ia melihat seorang laki-laki dari Savatthi dan dengan sedih menanyakan tentang orang tuanya. Laki-laki itu menjawab, badai yang terjadi di Savatthi kemarin malam telah merobohkan rumah orang tuanya dan kedua orang tuanya beserta tiga saudara laki-lakinya meninggal dunia serta telah dikremasikan di atas satu tumpukan kayu. Mendengar berita yang demikian tragis, Patacara menjadi gila, ia tidak peduli bahwa bajunya telah terlepas dari badannya, dan hampir tak berpakaian. Ia berlari-lari di sepanjang jalan, berteriak-teriak tentang kesengsaraannya.

Ketika Sang Buddha memberikan khotbah di Vihara Jetavana, Beliau melihat Patacara di kejauhan. Beliau menghendaki agar Patacara datang ke dalam pertemuan itu. Kerumunan orang mencoba untuk menghentikan Patacara, dengan mengatakan, “Jangan biarkan wanita gila itu masuk.” Tetapi Sang Buddha berkata kepada mereka agar tidak mencegah wanita itu masuk. Ketika Patacara cukup dekat untuk mendengar khotbah, Beliau berkata kepadanya untuk berhati-hati dan tenang. Kemudian ia menyadari bahwa ia hampir tidak memakai pakaian dan dengan malu ia duduk. Seorang yang hadir memberinya secarik kain, dan ia membungkus dirinya dengan kain itu. Ia kemudian berkata kepada Sang Budha bagaimana ia telah kehilangan anaknya, suaminya, saudara laki-lakinya dan orang tuanya.

Sang Buddha berkata kepadanya, “Patacara, jangan takut, kamu telah datang kepada seseorang yang dapat melindungimu dan membimbingmu. Sepanjang proses lingkaran kehidupan ini (Samsara), jumlah air mata yang telah kamu kucurkan atas kematian anakmu, suamimu, orang tuamu, dan saudara laki-lakimu sangat banyak, lebih banyak dari air yang ada di empat samudra.” Kemudian Sang Buddha menjelaskan dengan rinci “Anamatagga Sutta”, yang menjelaskan perihal kehidupan yang tak terhitung banyaknya. Berangsur-angsur Patacara merasa tenang. Kemudian Sang Buddha menambahkan bahwa ia seharusnya tidak berpikir keras tentang sesuatu yang telah pergi, tetapi seharusnya mensucikan diri dan berjuang untuk merealisasikan nibbana. Mendengar nasehat dari Sang Buddha, Patacara mencapai tingkat kesucian sotapatti.

Kemudian Patacara menjadi seorang bhikkhuni. Pada suatu hari, ia sedang membersihkan kakinya dengan air dari tempayan. Pada saat ia menuangkan air untuk pertama kalinya, air tersebut hanya mengalir pada jarak yang pendek kemudian meresap; kemudian ia menuangkan untuk kedua kalinya. Air tersebut mengalir sedikit lebih jauh. Tetapi air yang dituangkan untuk ketiga kalinya mengalir paling jauh. Dengan melihat aliran dan menghilangkan air yang dituangkan sebanyak tiga kali, ia mengerti dengan jelas tiga tahapan di dalam kehidupan makhluk hidup.

Sang Buddha melihat Patacara melalui kemampuan batin luar biasaNya dari Vihara Jetavana, mengirimkan seberkas sinar dan memperlihatkan diri sebagai seorang manusia. Sang Buddha kemudian berkata kepadanya, “Patacara kamu sekarang pada jalan yang benar, dan kamu telah tahu pandangan yang benar tentang kelompok kehidupan (khandha). Seseorang yang tidak mengerti corak tidak-kekal, tidak-memuaskan, dan tanpa-inti dari khandha adalah tidak bermanfaat, walaupun ia hidup selama seratus tahun.”

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 113 berikut:

Walaupun seseorang hidup seratus tahun,
tetapi tidak dapat melihat timbul tenggelamnya segala sesuatu yang berkondisi,
sesungguhnya lebih baik kehidupan sehari dari orang yang dapat melihat timbul tenggelamnya segala sesuatu yang berkondisi.

Patacara mencapai tingkat kesucian arahat setelah khotbah Dhamma itu berakhir.
VAYADHAMMA SANKHARA APPAMADENA SAMPADETHA
Semua yang berkondisi tdak kekal adanya, berjuanglah dengan penuh kewaspadaan

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #17 on: 16 December 2010, 05:36:33 PM »
Senada dengan dhammapada Atthakatha 113, juga dikatakan air susu ibu yang kita minum selama di Samsara ini, lebih banyak daripada air di empat samudra.



(Samyutta Nikaya, Anamatagga Samyutta, Khira Sutta)

4 (4) Susu Ibu
Di Sàvatthi. “Para bhikkhu, saüsàra ini adalah tanpa awal yang dapat ditemukan. Titik pertama tidak terlihat oleh makhluk-makhluk yang berkelana dan mengembara karena terhalangi oleh kebodohan dan terbelenggu oleh keinginan. Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu, manakah yang lebih banyak: air susu ibu yang telah kalian minum ketika kalian berkelana dan mengembara dalam perjalanan panjang ini – ini atau air di empat samudra raya?”
“Seperti yang kami pahami dari Dhamma yang diajarkan oleh Sang Bhagavà, Yang Mulia, air susu ibu yang telah kami minum ketika kami berkelana dan mengembara dalam perjalanan panjang ini – ini saja adalah lebih banyak daripada air di empat samudra raya.”
“Bagus, bagus, para bhikkhu! Bagus sekali kalian memahami Dhamma yang Ku-ajarkan seperti itu. Air susu ibu yang telah kalian minum ketika kalian berkelana dan mengembara dalam perjalanan panjang ini – ini saja adalah lebih banyak daripada air di empat samudra raya. Karena alasan apakah? Karena, para bhikkhu, samsàra ini adalah tanpa awal yang dapat ditemukan.... cukup untuk terbebaskan darinya.”

Offline Satria

  • Sahabat Baik
  • ****
  • Posts: 673
  • Reputasi: -17
  • Semoga semua mahluk berbahagia
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #18 on: 16 December 2010, 07:52:54 PM »
dengan menekuni meditasi, akhirnya saya bisa melihat kehidupan lampau saya sebelum kehidupan ini. tapi saya tidak ingin mengatakan kepada siapapun tentang apa yang saya ingat tentang diri di masa lampau, sebelum saya melihat bukti-bukti fisik yang bisa dianggap benar oleh umat awam. maka saya mulai menyelidiki sendiri tentang fakta-fakta adanya seseorang yang hidup hampir 200 tahun lalu di suatu tempat sebagaimana yang kuingat. walaupun diriku tidak meragukan kebenaran dari yang kuingat, tapi sampai saat ini belum menemukan bukti-bukti fisik yang memuaskan yang bisa dianggap benar oleh orang lain yang ingin melihat bukti.

selain itu, saya juga melihat bahwa saya kelak tidak akan terlahir ke dunia ini kembali. kendatipun demikian, saya tidak dapat merealisasi nibbana dalam kehidupan ini. saya akan terlahir di alam surgawi dan membutuhkan kira-kira waktu 1 kalpa untuk bisa meralisasi nibbana. entahlah, kiranya sudi kawan-kawanku yang bijaksana di forum DC ini untuk meninjau hal ini. pada saat saya bermeditasi dan mencapai suatu ketenangan yang mendalam, pengetahuan itu muncul, saya memahami sebab kemunculannya, dan tidak ada keraguan ataupun kebingungan di dalam batin saya. tapi saat ini, banyak pengetahuan yang telah muncul seakan lenyap kembali di dalam ingatan. sayapun tak ingat, bagaimana pengetahuan itu bisa muncul. daya keyakinan melemah, sehingga timbul rasa ragu dan bingung dengan apa yang telah saya yakini penuh sebelumnya.

saya juga melihat bahwa ibu dan nenekku, kelak setelah meninggal akan bereinkarnasi lagi, tapi tidak menjadi ibu dan anak, melainkan menjadi adik dan kakak.  saya juga melihat bahwa bibiku kelak akan terlahir di alam neraka. tak seorangpun bisa membebaskannya. saya melihat sahabatku akan terlahir kembali kedunia dan menjadi orang kaya. dan lebih banyak lagi yang kulihat tentang kehidupan orang-orang di masa lalu dan masa depan. tapi itu hanya terjadi setelah melalui meditasi, saya mengalami suatu ketenangan yang mendalam. bila hal itu lama berlalu, kemampuan melihat masa lalu itu melemah kembali dan saya bisa meragukan kembali semuanya.

bagaimana menurut pendapat kawan-kawan?

Offline seniya

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 3.353
  • Reputasi: 168
  • Gender: Male
  • Om muni muni mahamuni sakyamuni svaha
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #19 on: 17 December 2010, 07:37:06 AM »
Wow,bgmn sdr. Satria bisa mengingat kehidupan lampau? Apakah anda sudah mencapai Jhana IV? AFAIK,pengetahuan akan kehidupan lampau hanya dpt dicapai pd Jhana IV.
"Holmes once said not to allow your judgement to be biased by personal qualities, and emotional qualities are antagonistic to clear reasoning."
~ Shinichi Kudo a.k.a Conan Edogawa

Offline K.K.

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 8.849
  • Reputasi: 268
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #20 on: 17 December 2010, 08:41:15 AM »
Wow,bgmn sdr. Satria bisa mengingat kehidupan lampau? Apakah anda sudah mencapai Jhana IV? AFAIK,pengetahuan akan kehidupan lampau hanya dpt dicapai pd Jhana IV.
Jhana IV memang adalah dasar kekuatan dari kekuatan bathin, tapi bukan berarti semua orang yang punya kekuatan bathin memiliki jhana, apalagi jhana IV. Ada juga yang memang memiliki kesaktian sejak lahir, atau dengan melatihnya sedikit (tanpa perlu jhana IV) bisa mengembangkannya. Mungkin ini adalah kecenderungan lampau di mana mereka memang menguasai kekuatan bathin tersebut, maka jadi semacam 'bakat' di kehidupan mendatang.


Offline williamhalim

  • Sebelumnya: willibordus
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 2.870
  • Reputasi: 134
  • Gender: Male
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #21 on: 17 December 2010, 09:56:32 AM »
dari pembabaran diatas... sy melihat korelasi antara judul topik dengan isi artikel...

inti yg saya tarik adalah: Bahwa penyebab kondisi kita sekarang 'tidak hanya' penyebab eksternal (cuaca, makanan, orang2 sekitar, kuman, lingkungan, dsbnya) namun juga ada pengaruh perbuatan2 lampau kita. Demikianlah seharusnya kita memandang 'kehidupan lampau' kita. Dengan memahami ini maka, kita akan mengerti perlunya menjaga tindakan2 kita sekarang demi masa depan kita.

Jadi, artikel ini mengajari kita bahwa memandang kehidupan lampau bukan berarti menyuruh kita melihat kilas balik kehidupan lampau kita seperti film/regresi. Namun lebih ke memahami pengaruh nya ke kehidupan kita sekarang.

sy melihat inti artikel ini adalah disini:

Demikian pula, mereka yang menderita suatu penyakit pada jasmaninya, sebagian mereka hanya mampu melihat dan mempersalahkan sebab-sebab external, tapi tidak mampu melihat sebab-sebab fatal yang dilakukan oleh pikirannya kemarin, kmarin dulu, dulu sekali atau pada kehidupan masa lampaunya.

::

Walaupun seseorang dapat menaklukkan beribu-ribu musuh dalam beribu kali pertempuran, namun sesungguhnya penakluk terbesar adalah orang yang dapat menaklukkan dirinya sendiri (Dhammapada 103)

Offline EVO

  • Sebelumnya Metta
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.369
  • Reputasi: 60
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #22 on: 17 December 2010, 10:53:43 AM »
kalau saya pribadi melihatnya "tidak ada guna" mampu melihat kehidupan yang berulang ulang.
tidak ada sesuatu apapun yang pasti...walau kita selalu tepat melihat suatu kejadian. karna segala sesuatu itu tidak kekal,selalu berubah - ubah.

latihan lagi...ada hal yang lebih dari kemampuan melihat kehidupan yang berulang - ulang.
jika ingin terbebaskan...

Offline Iwan Senta

  • Teman
  • **
  • Posts: 78
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #23 on: 17 December 2010, 11:24:09 AM »
Bagi yang punya kemampuan, dapat melihat suatu masalah dari sebabnya. Dengan demikian dapat ditemukan solusi yang tepat.

Offline EVO

  • Sebelumnya Metta
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.369
  • Reputasi: 60
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #24 on: 17 December 2010, 11:29:25 AM »
Bagi yang punya kemampuan, dapat melihat suatu masalah dari sebabnya. Dengan demikian dapat ditemukan solusi yang tepat.
mampu melihat dan memecahkan solusi itu hanya membuat kita terjebak...
tidak ada solusi yang paling tepat dan cepat sampai keakar selain selalu "sadar"
terus lah berlatih...

Offline Iwan Senta

  • Teman
  • **
  • Posts: 78
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #25 on: 17 December 2010, 11:39:50 AM »
Kemampuan seperti itu adalah hasil dari kesadaran yang telah meningkat dan meluas.

Offline Indra

  • Global Moderator
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 14.565
  • Reputasi: 451
  • Gender: Male
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #26 on: 17 December 2010, 12:12:51 PM »
dengan menekuni meditasi, akhirnya saya bisa melihat kehidupan lampau saya sebelum kehidupan ini. tapi saya tidak ingin mengatakan kepada siapapun tentang apa yang saya ingat tentang diri di masa lampau, sebelum saya melihat bukti-bukti fisik yang bisa dianggap benar oleh umat awam. maka saya mulai menyelidiki sendiri tentang fakta-fakta adanya seseorang yang hidup hampir 200 tahun lalu di suatu tempat sebagaimana yang kuingat. walaupun diriku tidak meragukan kebenaran dari yang kuingat, tapi sampai saat ini belum menemukan bukti-bukti fisik yang memuaskan yang bisa dianggap benar oleh orang lain yang ingin melihat bukti.

selain itu, saya juga melihat bahwa saya kelak tidak akan terlahir ke dunia ini kembali. kendatipun demikian, saya tidak dapat merealisasi nibbana dalam kehidupan ini. saya akan terlahir di alam surgawi dan membutuhkan kira-kira waktu 1 kalpa untuk bisa meralisasi nibbana. entahlah, kiranya sudi kawan-kawanku yang bijaksana di forum DC ini untuk meninjau hal ini. pada saat saya bermeditasi dan mencapai suatu ketenangan yang mendalam, pengetahuan itu muncul, saya memahami sebab kemunculannya, dan tidak ada keraguan ataupun kebingungan di dalam batin saya. tapi saat ini, banyak pengetahuan yang telah muncul seakan lenyap kembali di dalam ingatan. sayapun tak ingat, bagaimana pengetahuan itu bisa muncul. daya keyakinan melemah, sehingga timbul rasa ragu dan bingung dengan apa yang telah saya yakini penuh sebelumnya.

saya juga melihat bahwa ibu dan nenekku, kelak setelah meninggal akan bereinkarnasi lagi, tapi tidak menjadi ibu dan anak, melainkan menjadi adik dan kakak.  saya juga melihat bahwa bibiku kelak akan terlahir di alam neraka. tak seorangpun bisa membebaskannya. saya melihat sahabatku akan terlahir kembali kedunia dan menjadi orang kaya. dan lebih banyak lagi yang kulihat tentang kehidupan orang-orang di masa lalu dan masa depan. tapi itu hanya terjadi setelah melalui meditasi, saya mengalami suatu ketenangan yang mendalam. bila hal itu lama berlalu, kemampuan melihat masa lalu itu melemah kembali dan saya bisa meragukan kembali semuanya.

bagaimana menurut pendapat kawan-kawan?

saya agak skeptis dengan kisah di atas, mengingat (bukan meihat) kehidupan lampau memang bisa dicapai melalui jhana dalam meditasi. kalau mengingat tentunya hanya terbatas pada masa lalu yg pernah dialami, tidak mungkin ada orang yg bisa mengingat masa depan. hanya para Buddha yg memiliki Sabbanuta Nana yg dapat melihat ke masa depan.

Offline EVO

  • Sebelumnya Metta
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.369
  • Reputasi: 60
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #27 on: 17 December 2010, 12:21:43 PM »
Kemampuan seperti itu adalah hasil dari kesadaran yang telah meningkat dan meluas.
setelah mampu???

Offline Iwan Senta

  • Teman
  • **
  • Posts: 78
  • Reputasi: 7
  • Gender: Male
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #28 on: 17 December 2010, 01:04:51 PM »
 [at] EVO :

Jawaban itu akan muncul belakangan setelah "sadar" dan "terus lah berlatih" yang anda tulis sebelumnya.  ^-^

Offline EVO

  • Sebelumnya Metta
  • KalyanaMitta
  • *****
  • Posts: 1.369
  • Reputasi: 60
Re: Kurasa, beginilah cara melihat kehidupan lampau
« Reply #29 on: 17 December 2010, 01:14:45 PM »
[at] EVO :

Jawaban itu akan muncul belakangan setelah "sadar" dan "terus lah berlatih" yang anda tulis sebelumnya.  ^-^

berhenti lah kita terjebak :)